ROBIN HOOD MENCURI CINTA

Author : Kiela Yue

Cast : Luhan, Baekhyun, Sehun, Kai Kris and the rest of EXO

Chapter : 4/?

Disclaimer : FF ini punya saya. Dan EXO milik EXOtics. XD lalu Luhan milik saya.

.

.

DLDR!

.

Ahem, buat yang masih dibawah umur tapi tetap pengen baca ff ni, silakan Tutup mata aja, tapi jarinya ga usah dirapatin. XD Kalo ga, tutup mata pake kaca pembesar. Hohoho~

.

.

.

Summary : Robin Hood adalah pencuri baik hati yang mencuri dari orang kaya dan membagikannya pada orang miskin. Bagaimana jika Robin Hood nya terdiri dari kumpulan namja – namja mesum?

.

.

.

Chapter 4

Begitu selesai rapat, Luhan mengikuti Kai dan masuk kedalam kamar namja itu lalu mengunci pintunya. Sehun yang melihat pemandangan menyakitkan itu hanya mengusap wajahnya kasar. Ia benar – benar ingin agar Luhan masuk kedalam kamarnya seperti itu. rasanya seperti orang bodoh karena bisa mengalami jatuh cinta saat pandangan pertama pada Luhan. Padahal pertemuan pertama mereka sama sekali tidak romantis.

Flashback

Sehun yang saat itu masih baru bergabung dengan Robin Hood baru mengenali tiga dari empat anggota lainnya. Kris mengatakan kalau yang seorang lagi, namja bernama Luhan sedang pergi keluar, mungkin jalan – jalan.

Untuk mempererat hubungan mereka, Kris meminta Sehun untuk bermalam saja di rumah yang ada dibelakang café miliknya dan menyiapkan kamar untuk Sehun. Namja itu tidak menolak. Kamarnya berada diseberang kamar Kris.

Tidur dibawah langit – langit yang baru sering membuat orang kesusahan untuk terlelap. Begitu juga dengan Sehun, sampai tengah malam ia masih terjaga. Tiba – tiba saja ia merasa haus dan pergi keluar. Tapi baru beberapa langkah, ia mendengar suara – suara aneh. Bukannya takut hantu, tapi ia merasa merinding mendengarnya. Setelah memfokuskan pendengarannya, ternyata suara itu berasal dari kamar Kris. Rasa hausnya hilang seketika. Yang ada malah rasa penasaran. Meski tidak sopan, ia tetap mengintip dari pintu Kris yang sedikit terbuka.

Sehun kaget dan hampir meloncat saat melihat adegan yang ada didalam kamar. Ia yang sebelumnya belum pernah berhubungan dengan namja atau yeoja disuguhi pemandangan yang err.. entahlah. Didalam, ia melihat Kris sama sekali tidak mengenakan pakaian dan bersandar diatas tempat tidurnya. Kaki panjangnya terbuka lebar. Yang menjadi fokus Sehun bukan itu, tapi diantara selangkangannya ada orang dan… ada dua kepala. MWO? Dua?

"Ough… Bagus Luhan… hhhmmm" Kris mendongak dan terlihat sangat menikmati perlakuan dua orang namja yang ada disana. Luhan yang saat itu tengah sibuk melahap(?) twinsball Kris tetap melanjutkan kegiatannya. Sedangkan Baekhyun memaju-mundurkan kepalanya dan berusaha untuk memasukkan junior Kris yang panjang kedalam mulutnya. Dua namja mungil itu tengah memberikan blowjob pada Kris.

Sehun sama sekali tidak sadar berapa lama ia berdiri. Ia hanya menonton seperti orang bodoh sampai Kris menyadari keberadaannya dan memanggil namanya dengan suaranya yang berat. "Ouh.. Sehun. Kukira siapa..hh"

Dari kata – katanya, Sehun bisa tahu kalau Kris sama sekali tidak merasa malu kepergok sedang melakukan hal seperti itu oleh orang yang baru dikenalnya kurang dari satu hari. Apalagi melakukannya dengan dua namja sekaligus. Baekhyun yang melihat keberadaan Sehun melakukan hal yang sama, mengabaikan keberadaannya seolah ia adalah patung yang tidak bernyawa.

Namun lain halnya dengan namja yang seorang lagi. Ia menghentikan kegiatannya dan memandangi Sehun dengan mata yang mengerjap.

"Hhhmm.." Kris melenguh saat ia akhirnya mencapai puncaknya dan memuntahkan lahar panas miliknya di wajah Baekhyun yang sengaja mengeluarkan miliknya. Sedikit cairannya mengenai wajah Luhan dan Sehun bersumpah kalau saat itu ia benar – benar ingin melakukan hal yang sama dengan namja bernama Luhan itu, entah kenapa ia juga tidak tahu. Tapi sebuah teriakan menahannya.

"Yakk! Kris! Kalau main, ajak – ajak dong!" Kai yang kebetulan juga terbangun langsung masuk. Ia menyenggol Sehun yang tetap berdiri disamping pintu. Ia ikut naik keatas ranjang Kris dan menarik Luhan lalu melahap bibirnya dengan ganas. Luhan yang saat itu sudah berada dibawah Kai tetap memandang Sehun. Ia heran kenapa ada orang lain disini dan kelihatannya tidak tergoda untuk bergabung. Namun tangan Kai yang begitu lihai memainkan tonjolan kembar miliknya dan menyentuhnya dimana – mana membuatnya melupakan keberadaan namja baru yang menurutnya lumayan tamvan. Ia terlalu sibuk mendesah dan menarik gumpalan rambut Kai didalam genggamannya. Apalagi saat Kai memasukkan junior Luhan kedalam mulutnya dan Kris memasukkan miliknya kedalam mulut Luhan sambil berciuman panas dengan Baekhyun.

Kaki Luhan bergerak – gerak tidak nyaman. Mulutnya mengeluarkan gumaman tapi terlihat jelas kalau ia menikmatinya. Kris yang merasa miliknya sudah cukup basah terkena liur Luhan menariknya dan mulai fokus pada Baekhyun. Namja cantik itu membalik tubuhnya dan Kris tidak perlu membuka kakinya karena ia sudah melakukannya dengan sendirinya. Kris tidak butuh persiapan lagi karena ia sudah terlanjur gila melihat lubang Baekhyun yang memanggil juniornya agar segera masuk kedalam sarangnya yang sempit itu.

"Arrghmmmff" Teriakan Baekhyun tertahan karena ia menenggelamkan dirinya dalam bantal. Kris menjilati punggung Baekhyun dengan gerakan seduktif dan menampar pantatnya berkali – kali. Namja yang menjadi pemimpin pencuri itu mulai menggerakkan pinggangnya dengan gerakan yang tidak teratur. Tidak ada ritme. Hanya tusukan ganas yang terus menumbuk sweetspot Baekhyun hingga desahannya ia keluarkan terdengar penuh gairah.

Sementara itu Luhan yang sudah mencapai puncaknya melenguh pelan.

"Ouh.. Kai.." Kai memasang smirk nya dan mengoleskan cairan Luhan yang ia tampung pada juniornya. Sehun tidak tahu kapan Kai membuka bajunya hingga ia ikutan telanjang seperti yang lainnya.

Kai mengangkat kaki Luhan keatas bahunya dan Luhan terlihat begitu excited menunggu Kai memasukinya. "Sudah tidak sabar, hem?" Luhan mengangguk dan menggigit bibir bawahnya. Ia selalu merasa melayang setiap kali Kai- atau Kris membelainya dengan jari mereka yang memabukkan. Luhan bernasib sama dengan Baekhyun, namja seme memasuki mereka tanpa ada persiapan. Nikmat yang dirasakan benar – benar luar biasa hingga rasa sakit yang begitu besar seperti hilang tak berbekas. Meski mungkin besok ia tidak bisa berjalan dengan cepat, tapi Luhan tetap mendesah dengan suara yang sexy.

"Nggh.. Kai.. disana.. ohh…" Luhan meminta lebih. Ia ingin Kai terus menusuknya dengan benda besar panjang tumpul miliknya. Suara desahan dan erangan juga kulit yang bergesekan begitu kentara memenuhi indera pendengaran Sehun. Tenggorokannya terasa kering dan kakinya membatu. Ia hanya diam diri disana.

Luhan dan Baekhyun mencapai puncaknya dalam waktu yang hampir bersamaan, diikuti oleh dua orang yang menggauli mereka. Meski nafas mereka masih terengah – engah, Sehun bisa melihat Kai dan Kris bertukar pasangan. Kini Kai yang menciumi Baekhyun dengan ganas dan Luhan lagi – lagi memberi Kris blowjob.

Akhirnya, setelah bersusah payah mengumpulkan nyawanya, Sehun berhasil minggat dari sana. Ia mengucek matanya dan langsung masuk kedalam kamar. Ia merasa melihat mimpi terburuk dalam hidupnya. Lalu keesokan harinya ia demam!

.

Sekalipun pemandangan yang dilihat Sehun antara menyeramkan dan menyenangkan, kini ia sudah mulai terbiasa (malah pengen). Apalagi saat ia dan Luhan telah berkenalan. Ia merasa sudah diterima dengan baik oleh pencuri aneh itu. Pencuri berhati mulia tapi luar biasa mesum. Meski penasaran dengan hubungan mereka berempat, Sehun memilih diam. Ia yakin mereka akan bercerita jika waktunya sudah tiba. Tapi tetap saja melihat Luhan ditunggangi Kris atau Kai atau dua – duanya sekaligus membuatnya merasakan beban berat didadanya.

End of Flashback

.

Seperti sekarang, Sehun merasa yakin kalau Luhan masuk kedalam kamar Kai pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang ia lihat sebelum – sebelumnya. Ia pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya daripada harus jadi penonton lagi.

.

"Kenapa kau mengikutiku?" Kai mengangkat alisnya saat melihat Luhan masuk sambil menundukkan wajah. Kai yang duduk dipinggir tempat tidurnya mengisyaratkan Luhan untuk duduk disampingnya.

"Maaf…" Luhan berkata dengan suara yang pelan. Kai mengangkat dagu Luhan.

"Untuk apa?"

"Gara – gara aku.. kamu tertangkap dan hampir saja dikurung. Aku merasa bersalah. Padahal kamu berbaik hati membelikanku baju. Tapi disamping itu semua,, kamu adalah penyelamatku tapi kenapa aku melakukan hal yang bodoh dan…"

"Ssshhh…" Kai menempelkan telujuknya diatas bibir Luhan. "Tidak apa – apa."

"Tapi.."

"Tidak ada tapi – tapian. Jangan memberengut. Bukankah aku sudah disini?"

Luhan mengangguk dan Kai tersenyum padanya. "Pergilah makan. Aku yakin dari tadi kamu pasti tidak makan."

"Kai juga.."

"Hahaaa…. Oh iya. Aku lupa." Kai terbahak. "Tapi aku tidak lapar. Bagaimana kalau aku 'memakan' makanan yang ada didepanku ini, hem?"

Luhan mengerucutkan bibirnya. "Kamu aneh. Padahal kamu menyuruhku makan, tapi kenapa malah ingin memakanku?"

"Heheheee benar. Kalau begitu kamu keluar saja, aku ingin tidur sampai malam."

Tanpa banyak bicara, Luhan langsung keluar. Ia bersyukur karena ternyata Kai baik – baik saja.

.

.

Sehun yang saat itu tengah membaca terkejut saat melihat hyungnya datang masuk kedalam kamarnya dan langsung menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur Sehun.

"Hyung kenapa?" tanyanya tanpa mengalihkan pandangan dari bukunya.

"Aku merasa pusing. Kukira aku berhasil mendapatkan Robinhood setelah hari ini ada tersangka. Ternyata aku salah dan terpaksa melepaskannya. Lalu…"

Perkataan Suho yang selanjutnya tidak bisa didengar Sehun karena ia merasa sedikit ketakutan. Ia tahu kalau hyungnya adalah prajurit yang bertugas memburu Robinhood dan sekarang terlihat jelas kalau yang dibicarakan hyungnya pasti Kai.

"Oh iya Sehun!" Suho tiba – tiba sudah berdiri didepannya. " apa hyung?" Sehun berusaha keras agar kegugupannya tidak terlihat.

"Aku juga senang hari ini. Aku menemukan seorang namja manis di kota."

"Benarkah?"

Suho tersenyum manis. "Benar. Tapi aku tidak tahu namanya. Dia adalah teman dari orang yang kuduga sebagai Robinhood. Sayangnya ia berhasil melarikan diri."

Mata Sehun membesar. Teman Robinhood yang melarikan diri? B-bukankah itu Luhan?

"Aku benar – benar ingin merasakan manisnya namja itu. Karena aku sudah tahu dimana tempat tinggalnya, aku akan terus mengunjunginya."

Sehun sweetdrop. Ini berarti ia dan hyungnya menyukai orang yang sama? Andweee!

.

.

Tanpa terasa, waktu sudah berjalan dua minggu sejak Sehun pulang kerumahnya dan tidak pernah pergi ke EXO café. Tapi hari ini ia merasa wajib melangkahkan kakinya karena nanti malam mereka akan beraksi. Menurut rencana, Baekhyun dan Luhan sudah berangkat duluan dan menyamar menjadi pelayan.

Baekhyun dan Luhan yang sudah berada di kediaman Park Jung Soo mulai menjalankan aksinya. Mereka memasuki dapur dengan tenang tanpa ada yang merasa curiga. Namun sebuah suara yang berat menghentikan langkah dua namja cantik itu.

"Hei kalian berdua, bisa mengantarkan ini ke gudang?"

Meski kesal karena terganggu, Luhan dan Baekhyun mengangkat keranjang berisi sayuran dengan berpura – pura tersenyum.

"Terima kasih…" mereka berdua sudah bernafas lega namun tiba – tiba saja tangan namja itu menahan Baekhyun. "Kau cantik sekali. Siapa namamu?"

"Baekkie, tuan.." Baekhyun berkata dengan sopan.

"Baekkie, nama yang manis. Semanis wajahmu," Baekhyun mual mendengarnya. Tapi ia tetap tersenyum.

"Ah, aku Park Chanyeol. Anak dari Park Jung Soo.." Sebisa mungkin Baekhyun menahan diri agar tidak menampilkan ekspresinya yang terkejut. Ia tidak menyangka anak tuan rumah menghampiri mereka seperti ini.

"Jangan terkejut. Aku Chanyeol, tertarik padamu sejak pertama kali melihatmu hari ini!"

.

Luhan mengerucutkan bibirnya karena sekarang ia sendirian yang memasukkan bubuk obat tidur kedalam makanan yang ada di dapur. Baekhyun sudah dibawa namja itu dan mengusir dirinya. Huh!

Sementara itu, Baekhyun yang sudah berada didalam kamar tuannya sedang terengah – engah berusaha mendorong tubuh Chanyeol menjauh. Namja berbadan besar itu menciuminya dengan penuh hasrat.

"Kenapa? Apa kamu tidak suka?" Chanyeol bertanya sambil menghapus sisa saliva disudut bibir Baekhyun. "Sudah kubilang aku tertarik padamu, jadi itu artinya aku ingin kamu menjadi milikku."

"Ti- tidak. Saya tidak pantas bersama dengan anda."

"Apa alasannya, hem?" tangan Chanyeol mulai merayap menuju dada Baekhyun tapi ia menahannya dengan sigap. Ayolah, ia bahkan bisa membanting tubuh Chanyeol saat ini juga, tapi karena sedang berakting, ia pura - pura lemah.

Chanyeol menampilkan seringaiannya saat melihat ekspresi Baekhyun.

"Jangan khawatir, Baekhyun. Aku tahu kalau kamu laki – laki."

Baekhyun yang sedari tadi menunduk mendongakkan kepalanya karena kaget. Mulutnya yang terbuka membuat seringaian Chanyeol semakin lebar.

.

"Jadi begitu?" Baekhyun mengangguk dan Chanyeol manggut – manggut. Ia merasa kasihan pada Baekhyun yang sampai menyamar jadi yeoja hanya untuk mendapatkan uang agar bisa makan. "Bagaimana kalau kamu menemaniku saja?"

Baekhyun mendongak. "Maksud anda?"

"Melanjutkan kegiatan yang kita barusan."

Belum sempat menjawab, Baekhyun merasakan bibir Chanyeol lagi – lagi mendarat diatas miliknya dan memaksa masuk. Karena sudah terbiasa melakukan hal seperti ini, Baekhyun begitu cepat terangsang dan dengan senang hati meladeni permainan lidah Chanyeol. Mereka menari bersama dengan nafas terengah – engah. Tangannya mendorong tengkuk Chanyeol untuk terus mendekat padanya. Ia ingin namja ini memasukinya lebih dalam daripada sekedar lidahnya yang memasuki mulut Baekhyun.

"Nggh..hh.. tuaan.." Baekhyun mendesah saat Chanyeol mulai menyusuri garis rahangnya dan meninggalkan liurnya disetiap tempat. Menggigit bagian bawah telinga Baekhyun hingga genggaman Baekhyun dilengannya semakin kuat. Melihat reaksi Baekhyun, Chanyeol yakin kalau namja yang tengah ia cumbu ini bukanlah pemula. Mungkin sebelumnya Baekhyun melakukan hal seperti ini untuk mendapatkan uang. Tapi Chanyeol tidak peduli, katakan saja ia gila karena ia begitu tertarik dengan orang yang baru ia lihat.

"Ouh.. tuaan.." Baekhyun merasa melayang saat Chanyeol mengulum tonjolan miliknya dengan gerakan lambat yang menyebalkan. Ia tidak tahu harus berbuat apa, hanya tangannya yang terus berpegangan pada bahu Chanyeol yang sudah tidak lagi berpakaian.

"Mau pindah?"

Meski tidak ada jawaban, Chanyeol memutuskan untuk mengangkat Baekhyun keatas ranjangnya dan langsung menindih namja berbadan kecil itu.

.

Saat malam telah tiba, Luhan mengganti pakaiannya dan bergabung dengan Kai, Kris dan Sehun. Mereka telah mengambil bagian masing – masing. Namun Kris mengerutkan keningnya karena lagi – lagi Baekhyun tak terlihat.

"Dia dimana?" tanyanya pada Luhan.

Luhan membuang nafas. "Aku tidak tahu. Tapi tadi ia dipanggil oleh orang bernama Chanyeol yang mengaku sebagai anak pemilik rumah besar ini."

"Apa?" Sehun berteriak dengan suara tertahan. "Chanyeol yang bersuara berat?" Luhan menganggukkan kepalanya.

"Aduh…" terlihat jelas kalau Sehun sangat khawatir.

"Dia kenapa?"

"Chanyeol. Dia memang benar anak pemilik rumah ini. Dia sangat pintar dan mustahil tidak mengetahui penyamaran Baekhyun. Tadinya aku mau mencuri kemari karena dia sedang pergi ke negeri Qing. Kalau dia disini, sudah pasti kita tertangkap."

Mereka mulai panik. "Lalu.. apa Baekhyun selamat?"

Sehun menatap Luhan yang khawatir. "Tenang saja. Chanyeol jarang sekali mendekati seseorang seperti itu. Mungkin dia melakukannya karena tertarik pada Baekhyun."

"APAAA?" Kai dan Kris berteriak bersamaan.

"Tenang saja. Aku yakin Baekhyun tahu cara mengatasinya. Kalian percaya pada Baekhyun kan?"

Kali ini Kai dan Kris menundukkan kepalanya pelan. Bukannya tidak percaya sama Baekhyun, justru karena sangat percaya makanya mereka mendesah kecewa. Baekhyun itu kuat, sudah jelas. Tapi ia juga punya aura untuk ditiduri, itu paling jelas. Dan yang terakhir itu mereka tidak rela kalau ada lagi orang lain yang menikmati kemulusan Baekhyun. Meski sering tidak akur, tapi Kai dan Kris mengakui mereka lebih menyukai kalau Baekhyun hanya memanggil nama mereka saja saat ia sedang berada dalam puncaknya.

"Jadi.. kita pergi sekarang?" Sehun memecah keheningan. Ia sama sekali tidak mengetahui perasaan Kris dan Kai. Terpaksa ketiga orang lainnya mengangguk dengan berat. Mereka tidak mungkin berlama – lama disana kalau masih ingin hidup.

.

"Arghhh.. Chanyeol!" Baekhyun tidak tahu berapa kali ia mengucapkan nama itu dari tadi siang sampai malam ini. Namja bernama Chanyeol itu benar – benar menghabisinya tanpa ampun. Bahkan acara makan pun dengan sesuatu yang berbau mesum. Chanyeol menyuapinya dengan mulutnya sendiri dan Chanyeol pun meminta hal yang sama. Baekhyun ingin secepatnya pergi dari sini, tapi ia takut Chanyeol akan mencurigainya. Namja yang memiliki senyuman manis itu yakin kalau sekarang mungkin teman – temannya telah beraksi. Baguslah, ia telah mengalihkan perhatian Chanyeo yang sepertinya makan makanan yang tidak dibubuhi obat tidur oleh Luhan. Mungkin dimasak ditempat lain.

"Sebentar.. aku hh .." Chanyeol masih terus menumbuk Baekhyun dengan gerakan cepat seperti kesetanan. Ia sendiri baru tahu kalau ternyata ia sangat kuat bisa melakkannya dalam waktu yang lama. Baekhyun benar – benar membuat nafsunya naik.

Baekhyun tetap sabar menunggu Chanyeol mencapai puncak kenikmatannya sambil terus mendesah – desah. Sesekali seperti menjerit saat Chanyeol mengenai titik yang menjadi kelemahannya. Ouh… Meski suka pada sentuhannya, Baekhyun tidak terlalu suka sama orang luar biasa mesum yang bahkan menidurinya setelah beberapa saat berkenalan.

Tidak butuh waktu lama bagi Chanyeol mengeluarkan cairannya didalam lobang Baekhyun. Saat ia mengeluarkan miliknya, cairan itu ikut merembes keluar. Baekhyun menghela nafas saat akhirnya Chanyeol menjauhkan diri dan terbaring disampingnya.

"Kau.. sangat nikmat.. Baekhyun…" Baekhyun hanya tersenyum. Entah sudah berapa kali ia mendengar yang seperti ini dari mulut orang yang selalu menidurinya. Baekhyun juga sadar kok kalau dia memang nikmat. Kalau tidak, ia tidak mungkin sok imut saat berada di depan fans wanita yang terus meneriakkan namanya. Meskipun begitu, Baekhyun tetap kesal kenapa harus ia yang berada dalam dekapan namja ini, kenapa bukan Luhan saja sih?

.

Keesokan harinya, saat Chanyeol tahu rumahnya kena rampok, ia benar – benar murka. Bagaimana mungkin ia bisa lalai? Apalagi saat mengetahui kalau penduduk desa yang dibawah kekuasaannya mendapatkan hasil rampasan tersebut. Ia mencari jejak pencuri itu dengan teliti. Dan akhirnya, ia menemukan kalau makanan didalam rumahnya diberi obat tidur. Itu artinya pencuri itu berkomplot dengan pelayan dirumahnya atau mungkin saja menambahkan pelayan baru. Pelayan baru? Chanyeol mengerutkan keningnya. Ia langsung teringat pada namja yang ia tiduri semalam. Pelayan baru yang menarik perhatiannya. Sebuah smirk terpampang diwajah tamvannya.

.

Sementara itu di EXO café, empat orang lainnya tengah beristirahat setelah mereka bekerja sampai hampir pagi dan mereka baru bangun saat hari sudah hampir siang. Kris tiduran di sofa dan Sehun duduk didepannya sambil menikmati kue kering. Lalu Luhan sedang sibuk membuatkan makanan untuk Kai. Tidak sedikitpun ia terlihat kesal karena Kai begitu manja dan meminta ini itu. ia melakukannya dengan penuh semangat. Bahkan Luhan mengelus punggung Kai saat namja itu tersedak.

Kris mengikuti arah pandang Sehun. Saat ia melihat adengan KaiLu di ruang makan, ia menyunggingkan senyuman. "Apa yang membuatmu begitu tertarik memperhatikan mereka?"

Sehun menoleh. "Bukan apa – apa."

"Kalau ada yang ingin kau tanyakan, tanyakan saja."

Kris menunggu Sehun dengan sabar karena namja itu terlihat berpikir. "Bukannya aku terlalu ikut campur. Tapi aku penasaran dengan hubungan mereka berdua."

"Mereka memang sangat dekat walau aku tidak tahu bagaimana perasaan mereka yang sebenarnya. Luhan sangat menyayangi dan selalu memperhatikan Kai karena dulunya Kai yang menyelamatkannya."

Sehun mengerutkan keningnya. "Menyelamatkan Luhan? Maksudmu?"

Kris terkekeh mendengar nada panik dalam suara Sehun. "Aku tidak punya hak menceritakannya padamu. Tanyakan saja langsung. Oh iya, meski sering melakukan hal seperti itu, mereka bukan sepasang kekasih kok." Kris langsung bangkit dan meninggalkan Sehun yang masih bingung dengan perkataannya. Biar saja. Toh Kris tahu dengan jelas kalau Sehun menyukai Luhan. Kasian juga melihatnya hanya bisa jadi pengagum rahasia seperti itu.

.

Te Be Ce

.

Preview next chap. . .

. . . "Kau tidak sedang mabuk kan? Menyuruh kami merampok rumahmu?" Sehun mengangguk pelan. . .

.. "Sehun..hh.. sentuh.. aku.. " Luhan memanggil Sehun dengan suara sexy yang membuat Sehun kaget setengah mati. . .

.

.

Hi hi hi~

Tadi malam EXO menang Album of The year. Wohohohooo~ Senengnya~

Meski awalnya sempet kesal kok mereka ga ada dapet award. Ternyata….haha.

.

.

Terkadang aku merasa shameless membuat Fic seperti ini. T^T Tapi karena unleash your imagination, aku buat saja apa yang terlintas di dalam otak ini. *winked

.

BIG THANKS TO :

Oh Dhan Mi . . Novey . . xiaolu odult . . Maximumelf . . kim heeki . . AnitaLee . . Lean fujoshi hunhan shipper . . Nava Angela . . luluna99 . . . . kevinlee . . asroyasrii . .The Biggest Fan of YunJae . . HyunRa . .Deer Panda . . dewilololala . . fySugar-Free . . xelo . . exmato . . Fujoshi203 . . lisnana1 . . hongkihanna . . your fan . .RirinSekarini . . reader . . samwan . . minimickeymoo . .0312luLuEXOticS . . indrasdfghjkl . . anon . .KyBlacklist . .titis anggraeni . . edogawa ruffy . .Keepbeef Chiken Chubu . . zee konstantin . . tuti handayani . . keziarihta.

.

RnR lagi?

.