ROBIN HOOD MENCURI CINTA

Author : Kiela Yue

Cast : Luhan, Baekhyun, Sehun, Kai Kris and the rest of EXO

Chapter : 5/?

Disclaimer : FF ini punya saya. Dan EXO milik EXOtics. XD lalu Luhan milik saya.

.

NO PLAGIAT!

.

.

DLDR!

.

Ahem, buat yang masih dibawah umur tapi tetap pengen baca ff ni, silakan Tutup mata aja, tapi jarinya ga usah dirapatin. XD Kalo ga, tutup mata pake kaca pembesar. Hohoho~

.

.

.

Summary : Robin Hood adalah pencuri baik hati yang mencuri dari orang kaya dan membagikannya pada orang miskin. Bagaimana jika Robin Hood nya terdiri dari kumpulan namja – namja mesum?

.

.

.

Chapter 5

Dua hari setelah kejadian itu, EXO café kembali buka dan berjalan seperti biasa. Baekhyun telah kembali dan bergabung dengan teman – temannya.

"Bagaimana caramu meloloskan diri dari sana?" Tanya Kai saat baru pertama kali melihat Baekhyun.

"Tentu saja dengan kemampuan silat lidah." Baekhyun mengedipkan sebelah matanya. "Aku bilang aku sangat miskin dan harus pergi."

"Dia membiarkanmu begitu saja?"

"Tentu saja tidak. Dia terus menjagaku agar tidak melarikan diri. Sepertinya namja bersuara orang tua itu mencurigaiku. Tapi aku sama sepertimu, Kkamjong. Jago akting. Saat dia akhirnya keluar karena ada prajurit yang memanggilnya, aku melarikan diri dan menuliskan sepucuk surat."

Kris mendekat. "Apa yang kamu tuliskan?"

"Ra. Ha. Si. A." Baekhyun berkata sambil menjauh meninggalkan teman – temannya yang kebingungan. Kris menyuruh mereka bubar. Ia tidak terlalu mempermasalahkannya selama Baekhyun telah kembali dengan selamat.

.

"Hei! Jangan melamun!" Baekhyun menyenggol lengan Luhan.

"Aku masih penasaran dengan apa yang kamu tulis dikertas itu untuk Chanyeol."

Baekhyun tergelak. "Hwahahahaa.. Lupakan saja. Pokoknya kita bekerja seperti biasa. Oh iya, aku masih ingin membalasmu. Bagaimana kalau kita taruhan lagi?"

Luhan mengangkat sebelah alisnya. "Maaf, aku tidak berminat." Ia pun melanjutkan acaranya untuk mengelap meja yang baru saja ditinggalkan pengunjung. Baekhyun memberengut. Padahal ia sudah ancang- ancang, tapi Luhan malah menolak. Huh!

.

Suasana makan malam di rumah keluarga Oh berlangsung khidmat. Mereka makan tanpa ada bicara sedikitpun. Sehun dan Suho duduk berdampingan dan kedua orang tuanya duduk diseberang mereka berdua. Setelah selesai, barulah kepala keluarga alias appa Sehun angkat bicara.

"Suho, bagaimana dengan kemajuanmu mencari pencuri itu? Bukankah kamu yang jadi komandannya?"

"Sebenarnya baru – baru ini aku menemukan kalau mereka ternyata lebih dulu memasuki rumah bangsawan dan memasukkan obat tidur kedalam makanan. Aku mengetahuinya saat Chanyeol, anaK tuan Park melapor padaku. Katanya ia menemukan obat tidur didalam makanan dirumahnya. Ia sempat mengenal pelayan baru yang belum pernah ia lihat, namun sayangnya pelayan palsu itu berhasil melarikan diri. Ia juga mengatakan padaku pasti ada bangsawan yang bekerja sama dengan mereka hingga mereka bisa mengetahui dengan jelas denah rumah yang mereka masuki."

Appa Sehun manggut – manggut. Sedangkan Sehun diam saja dan pura – pura meminum air perasan jeruk yang tersedia didepannya.

"Lalu? Apa langkahmu selanjutnya?"

"Berarti kita harus mendata setiap pelayan dengan benar dan meminta mereka untuk melaporkan diam – diam jika menemui orang baru yang mencurigakan."

Omma Sehun yang sedari tadi diam memandangi anak keduanya. "Kamu bagaimana nak? Apa saja yang kamu lakukan belakangan ini? apa kamu tidak berniat jadi prajurit seperti hyungmu?"

Sehun menggeleng. "Tidak omma. Aku lebih tertarik mengurusi usaha appa."

"Bagus, kamu memang cocok. Tapi sepertinya appa terlalu membiarkanmu bebas dan sering main keluar. Bagaimana kalau jadwal belajarmu ditambah saja?"

"Appa, selama ini aku sudah belajar dengan keras. Bahkan semua buku yang ada di ruang baca appa sudah kubaca semua. Jadi aku hanya ingin sedikit beristirahat."

"Benar. Jangan terlalu memaksa Sehun, appa." Bela Suho sambil merangkul adiknya. "Appa bisa meminta bantuanku."

Appanya memandangi kedua anaknya bergantian. "Baiklah. Kalau begitu appa pergi." Pria paruh baya itu dan istrinya keluar. Meninggalkan Sehun dan Suho yang masih berbincang – bincang.

"Hei Sehun, apa kamu tahu kalau kemarin itu bangsawan Park membagikan hasil suap dari negeri Qing pada appa?"

Sehun kaget dan membulatkan matanya? "Hyung tidak bohong kan?"

"Tidak. Aku ada disana menemani appa. Appa ingin menolak. Tapi dia terlihat memaksa dan sedikit mengancam. Karena itu appa terpaksa menerimanya tapi tidak memakai uang yang dia berikan."

"Baguslah. Kupikir appa mau memakai uang kotor seperti itu."

"Tentu tidak. Oh iya, ini sudah malam. Aku masih ada urusan. Hyung duluan ya.."

"Ne," Sehun mengangguk. Ia berpikir, sepertinya ia dan teman – temannya sudah lama istirahat dan tidak merampok hingga rumor tentang Robin Hood sedikit meredam. Sekitar dua minggu lagi hyungnya akan merayakan ulang tahun dan menyelenggarakan pesta. Mungkin itu saat yang tepat untuk menghilangkan uang kotor dari rumahnya. Sebuah senyuman terpampang diwajah tamvannya.

Seminggu kemudian Sehun jalan – jalan dan mampir ke EXO café. Ia langsung masuk kedalam karena ia memang sudah punya hak untuk tinggal disana. Namun ia menghentikan langkahnya saat melihat Luhan yang tengah menunduk dan berusaha mengambil sesuatu di lemari bagian bawah. Sehun menelan ludah paksa. Pemandangan yang terlalu menggoda iman. Bagaimana kalau ia melihatnya langsung tnapa ditutupi oleh pakaian sialan itu. Tapi ia cepat – cepat melangkah dari sana sebelum tubuhnya tidak lagi mendengar perintah otaknya.

Luhan yang saat itu sudah selesai mengerutkan keningnya melihat tingkah Sehun. Namja itu memandanginya lalu kemudian buang muka dan pergi dengan langkah cepat. Aneh sekali. Meski begitu, Luhan merasa selalu ada yang aneh didadanya saat Sehun memandanginya.

.

"Aduuh capeknyaa.." Baekhyun menghempaskan badannya keatas sofa yang ada di ruang tengah. Mereka telah tutup dan baru saja selasai bersih – bersih dan mandi. Ia sudah hampir tidur tadi, tapi entah kenapa malah dibagunkan lagi dan diajak rapat. Huh! Kenapa mereka tidak berhenti saja sih mencuri? Padahal kan mereka sudah punya uang cukup dan penduduk itu bahkan tidak mengucapkan terima kasih pada mereka. Wajar sih, namanya mereka tidak mengetahui siapa itu ROBIN Hood.

"Jangan manja Baekhyun! Minggir!" Luhan memaksa Baekhyun bangun dan duduk disamping namja itu. Ia mendorong kepala Baekhyun yang hendak bersandar di bahunya. "Hiyyaa.. jangan bersandar padaku. Cepat temui namja besarmu itu dan bersandarlah padanya!"

"Huh!" Baekhyun memutuskan untuk diam saja karena Kris yang duduk diseberang meja dengan Sehun sudah memandangi mereka berdua dengan mata berapi imajiner. Kai duduk di sebelah kiri Luhan.

Setelah suasana tenang, barulah Sehun angkat bicara. "Kita tidak bisa lagi memberikan obat tidur pada prajurit disetiap rumah bangsawan." Sehun pun menceritakan semuanya, termasuk beberapa hal yang baru ia dengar kemarin. Saat mereka pertama kali membunuh di rumah Sungmin, mereka sempat dicurigai walau akhirnya ia mendengar Suho berkata kalau Robin Hood saat itu membunuh karena terpaksa. Yang lainnya mendengarkan dengan seksama sambil sesekali mengangguk seperti ayam.

"Jadi kita harus bagimana?" Tanya Kris setelah Sehun selesai bicara.

"Tidak ada lagi penyamaran. Langsung saja gebrak rumahnya dan mengambil uangnya. Itu saja. Selesai!"

"Kalau begitu artinya kita harus bertempur melawan prajurit yang berjaga kan?" sela Kai. Sehun mengiyakan. "Merepotkan." Kai bersungut – sungut.

Kris pura – pura tidak mendengar Kai. "Lalu rumah siapa yang akan kita rampok kali ini?"

Sehun terdiam dan memandangi temannya bergantian. "Rumah yang menjadi target selanjutnya adalah.. rumah keluarga Oh."

"APAAAA?" Baekhyun dan Luhan yang sedari tadi diam berteriak bersamaan. "Kau tidak sedang mabuk kan? Menyuruh kami merampok rumahmu?"

Sehun mengangguk pelan. "Tidak. Aku tidak mabuk. Aku memang meminta kalian merampok rumahku karena aku tahu appaku mendapat suap dari negeri Qing. Bangsawan Park membaginya dengan appa. Sepertinya dia mencari teman jika nanti ketahuan. Karena itu lebih baik uangnya kita ambil saja."

"Baiklah.. apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Kris.

"Tidak lama lagi hyungku berulang tahun dan kita akan melakukannya saat itu. Denah rumah keluargaku sudah kusalin dan akan kuberikan untuk kalian pelajari lebih lanjut. Nanti prajurit banyak yang berjaga di aula. Jadi kalian tidak akan diganggu prajurit yang banyak. Untuk mereka nanti aku sendiri akan mengantarkan minuman berisi obat tidur. Mereka tidak akan curiga kalau aku yang mengantarkan. Lalu Luhan dan Baekhyun menyamar lagi jadi yeoja dan masuk kedalam pesta untuk memudahkan beraksi."

"Tunggu dulu. Tapi kau bilang 'kalian', itu artinya kau tidak ikut?"

"Benar," sahut Sehun. "Aku memang tidak akan ikut, Kai. Bisa – bisa appaku curiga. Tapi aku juga tidak menghadiri pesta karena aku tidak suka. Aku akan terus dikamarku dan kalian bisa mendatangiku bila ada masalah. Sampai disini bisa dimengerti kan?" Sehun pun membagikan kertas denah rumahnya lalu mereka bubar.

.

Seperti yang sudah diduga, pesta dirumah Sehun memang sangat meriah. Puluhan kereta kuda berjejer disepanjang jalan didepan rumahnya. Para tamu yang semuanya bangsawan saling bercanda dan bincang – bincang di aula. Suho yang sedang berulang tahun tidak berhenti tersenyum pada setiap orang yang mengucapkan selamat padanya. Lilin – lilin cantik menghiasi seluruh dinding hingga suasana terlihat terang. Belum lagi lampion – lampion yang digantung ditali dan diikat pada pohon diluar.

Baekhyun yang sedari tadi ditinggal Luhan karena namja itu kebelet pipis dan pergi keluar lalu sampai sekarang belum kembali. Ia merasa asing ditempat ramai. Belum lagi bulu kuduknya meremang karena ada yang memperhatikannya. Ia merasa ngeri. Jangan bilang ada hantu disini.

Kekhawatiran Baekhyun bukannya tanpa alasan. Jantungnya hampir meloncat karena seorang namja bertubuh tinggi besar menghampirinya dengan senyuman khas. "Hai Baekhyun. Kita bertemu lagi."

Chanyeol.. Baekhyun bergumam dalam hati. Ia ingin menghilang sekarang walau itu mustahil.

"Kenapa kamu ketakutan begitu? Aku tidak akan menyakitimu." Baekhyun tetap terdiam sambil menggigit bibirnya. Bagaimana kalau ia ketahuan?

Chanyeol yang merasakan kegelisahan Baekhyun tersenyum penuh makna. Ia sebenarnya penasaran setengah mati pada namja yang lagi – lagi ia jumpai memakai pakaian yeoja. Jika kemarin ia mengaku sangat miskin, lalau kenapa sekarang ia memakai pakaian bangsawan dan terlihat sangat cocok dengan itu? Namun karena hatinya yang sudah tercuri oleh Baekhyun, ia tidak bisa lagi berpikir jernih.

"Kamu haus?" Chanyeol bertanya dengan lembut. Baekhyun mendongak dan ia terkejut saat Chanyeol mengecup bibirnya kilat. "Kau tunggu disini, aku tahu siapa kau sebenarnya. Aku akan mengambil minuman untukmu. Kalau kau pergi, aku pastikan kau tidak tenang karena aku akan membongkar identitasmu!" Sebenarnya Chanyeol tidak tahu apa – apa. ia hanya berbohong dan mengancam saja.

Baekhyun masih terpelongo dengan perkataan Chanyeol saat namja itu sudah berdiri lagi didepannya dengan membawa segelas teh. "Ini untukmu."

Baekhyun tidak suka teh. Tapi jika tidak diminum, ia takut Chanyeol akan mengancamnya lagi. Untung saja Chanyeol segera pergi karena ada pria tua yang memanggilnya.

"Kamu kenapa?" Luhan yang baru saja datang heran kenapa Baekhyun diam saja.

"Chanyeol.. dia menemukanku disini."

"Apaaa? Bagaimana bisa?"

"Aku tidak tahu. Dia memberiku teh. Tapi aku tidak suka."

"Ya sudah. Sini. Kebetulan sekali aku haus." Luhan langsung merebut teh ditangan Baekhyun dan meminumnya hingga habis.

"B..Baekhyun. Sepertinya aku harus pergi karena Chanyeol telah kembali. Bye.." Luhan berbisik sambil menunjuk Chanyeol yang mulai mendekati mereka dari arah belakang Baekhyun.

"Hei tunggu!" Baekhyun berusaha menahan Luhan namun gagal karena namja itu telah berlari menjauh seperti rusa yang sedang diburu. Tega sekali Luhan meninggalkannya dengan Chanyeol disini. Menyebalkan sekali. Mana ia tidak membawa senjata lagi. Duh.

"Tehmu sudah habis?" Chanyeol tersenyum saat ia kembali menghampiri namja yang telah membuatnya hampir gila.

"Tidak. Tadi temanku yang menghabiskannya."

"Te.. temanmu?" Chanyeol terbata. "Iya. Temanku. Memangnya kenapa?"

Chanyeol terdiam. Padahal tadi ia sudah memasukkan obat perangsang yang ia bawa dari negeri Qing agar Baekhyun minta dielus olehnya. Ia memang membawa banyak sekali jenis obat dari sana yang terkenal sebagai pusat pengobatan. Kalau begini, hancur sudah impiannya malam ini untuk mendengar rengekan Baekhyun.

Sementara itu Luhan yang tengah berusaha keluar dari aula merasakan hal yang aneh pada tubuhnya. Ia merasa kepanasan. Tapi bukan karena demam atau akibat pakaian yang terlalu tebal. Ini panas yang menjurus kearah lain. Seperti… ia ingin seseorang menyentuhnya disana dan disini, disetiap inci tubuhnya. Luhan berusaha untuk mengabaikannya dan tetap berjalan. Namun semakin lama perasaannya malah semakin terasa. Ia tersiksa jika ia tidak segera mendapatkan apa yang diinginkan tubuhnya.

Oh.. Luhan menggigit bibirnya dan menekuk lututnya untuk menahan gairah yang tiba – tiba melanda. Sial sekali ia ingin dibelai kala sedang bertugas seperti ini. Mungkin ini yang dulu terjadi pada Kai hingga namja itu nekat melahap Baekhyun sekalipun ditempat yang salah. Luhan tidak mungkin menyentuh dirinya sendiri disini, ia belum pernah melakukan hal seperti itu. Meminta orang lain? Ia bukan lagi slut murahan. Kalau minta tolong Kai atau Kris.. mereka pasti mengamuk, walau pada akhirnya Kai pasti menurutinya. Masalahnya Kris pasti akan mati – matian melarang. Lalu kepada siapa ia minta tolong?

Aku akan terus dikamarku dan kalian bisa mendatangiku bila ada masalah. Kata – kata Sehun terngiang ditelinganya. Kalau ada masalah? Bukankah ini memang masalah? Tapi meminta Sehun melakukan hal seperti ini rasanya….

Selagi Luhan berpikir, ia merasa tubuhnya semakin panas dan tidak bisa lagi bertahan. Akhirnya, dengan sisa – sisa kesadarannya, Luhan berlari menuju kamar Sehun.

.

.

Sementara itu Baekhyun yang ketakutan menurut saja saat Chanyeol mengajaknya kedalam kamar yang disediakan untuknya. Ia tidak tahu kalau Chanyeol berbohong soal identitasnya. Ia pikir Chanyeol benar – benar tahu ia adalah pencuri yang mengaku sebagai Robin Hood.

"Jadi.. apa maksudmu meninggalkan surat seperti itu padaku? 'Maaf tuan, bagaimanapun saya harus pergi. Anda sangat tamvan dan mempesona. Anda bangsawan dan bukan pengemis'. Kenapa kamu harus menuliskan yang seperti itu?"

Baekhyun diam saja. Ia menuliskannya karena kehabisan kata – kata. Lagipula kenapa si Chanyeol ini masih ingat saja sih?

"Ekhem. Silakan minum dulu.." Chanyeol menyodorkan segelas minuman, kali ini hanya minuman biasa berupa jus, bukan lagi teh. Tapi tetap saja ia sudah memasukkan sesuatu kedalam. Baekhyun menerimanya dan meminumnya sementara Chanyeol tersenyum penuh makna. Pesta kali ini pasti menyenangkan kalau sampai ia berpesta berdua dengan Baekhyun dikamarnya.

Tebakan Chanyeol tidak salah. Beberapa saat kemudian Baekhyun berdiri dengan gelisah dan kakinya bergerak – gerak tidak nyaman. Pandangan matanya tidak fokus.

"Chan.. tuan Chanyeeol. Saya kepanasan.. jadi.."

Chanyeol menahan Baekhyun yang hendak keluar. "Jangan memanggilku tuan. Panggil saja Chanyeol. Dan aku ingin melakukan hal yang sama seperti hari itu."

"Maksud anda?" Baekhyun tidak bisa berpikir jernih lagi.

Bukannya menjawab, Chanyeol malah menarik tubuh Baekhyun dan menjatuhkannya diatas tempat tidur. Melihat posisi mereka sekarang, Baekhyun langsung paham apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia senang. Setidaknya hasratnya yang tiba – tiba muncul akan ada yang meladeni.

.

.

Sehun yang saat itu sedang duduk didepan mejanya sambil menumpu dagunya pada tangan, terkejut saat ada yang mengetuk pintu kamarnya. "Siapa?"

"Ini Luhan.."

Luhan? Apa ada masalah? Sehun membatin. Tapi ia menyuruh namja itu masuk. Luhan melangkah pelan dan mengunci pintunya. Ia memandangi Sehun sambil menggigiti bibirnya. Luhan ingin agar bibir Sehun segera mendarat diatas bibirnya, tangannya menyentuh setiap titik kulitnya dan oh.. untung saja ia memakai baju panjang hingga tonjolannya yang kata Baekhyun sangat besar tidak terlihat.

Sehun yang merasa dipandangi mengerutkan keningnya. Bukan karena tidak suka, tapi karena ia takut tidak bisa menjaga diri lagi untuk tidak menerkam Luhan.

"Apa ada masalah?"

Luhan menggeleng dan melangkah pelan menuju tempat duduk Sehun.

"Lalu?"

Untuk sesaat Luhan berhenti melangkah dan ia kembali menatap Sehun dengan penuh harap. "Sehun..hh.. sentuh.. aku.. " Luhan memanggil Sehun dengan suara sexy yang membuat Sehun kaget setengah mati. Tenggorokannya terasa kering.

"A.. apa maksudmu?"

Bukannya menjawab, Luhan malah langsung meloncat keatas kaki Sehun dan duduk dipangkuannya. Kakinya melingkar manis dipinggang namja itu.

"L-Luhan! Apa yang kau lakukan?" nada suaranya sama sekali tidak menunjukkan kalau ia marah. Sehun hanya berusaha untuk tetap berpikir jernih.

"Kubilang.. sentuh hh aku,, Sehun.. hhh.." Luhan menghembuskan nafasnya ditengkuk Sehun. Detik berikutnya Sehun merasakan lidah Luhan yang mulai merayap disana hingga cuping telinganya berada dalam mulut Luhan. Oh my.. sebenarnya Sehun sudah lama memimpikan ini, tapi kenapa harus sekarang saat teman – temannya tengah merampok rumahnya? Bagaimana kalau ada sesuatu yang terjadi diluar sana dan ia malah asyik disini? Atau bagaimana jika tiba – tiba saja appanya muncul dan menanyakan keberadaannya?

"Hentikan, Luhan…" Sehun menjauhkan Luhan dengan memegang kedua bahu namja itu. Tapi ternyata ia salah. Wajah Luhan yang sekarang memerah dan matanya yang sayu membuat hasrat Sehun malah semakin bergelora. Dan Luhan bukannya berhenti, ia malah menggerakkan pinggangnya hingga juniornya menyentuh perut Sehun. Sehun kaget tapi tidak bisa menolak. Apalagi saat Luhan mencium pipinya berkali – kali sambil mendesah pelan. Arrgghhhh sialan!

Dengan gerakan cepat, Sehun mengangkat tubuh Luhan dan menjatuhkannya diatas meja. Bunyi buku yang berserakan dilantai tidak bisa lagi ia dengar. Bahkan pandangannya terlihat tidak fokus selain tubuh Luhan yang sekarang berada dibawahnya. Sehun langsung menciumi bibir Luhan tanpa ampun. Gerakan lidahnya yang lincah mampu mengimbangi dan mengalahkan Luhan yang sudah begitu berpengalaman. Luhan sebenarnya heran kenapa Sehun bisa selihai ini, tapi ia bersyukur karena itu artinya Luhan bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.

Ciuman Sehun terus turun hingga dagu dan leher Luhan. Karena merasa pakaian Luhan mengganggu, ia mendudukkan namja itu dan membuka bajunya dengan gerakan yang sangat cepat hingga tak bersisa sedikitpun ditubuhnya, lalu membuka bajunya sendiri.. Mungkin kalau ada lomba cepat buka baju Sehun bakalan jadi juara berturut – turut. Saat Luhan telah kembali terbaring, Sehun kembali melancarkan aksinya. Leher Luhan yang begitu mulus sudah tercoreng gigitan – gigitan bibir Sehun yang kelaparan. Stempel – stempel asmara memenuhi leher hingga perut Luhan. Tubuhnya menggelinjang keenakan saat bibir Sehun akhirnya berhenti pada tonjolan sebelah kanan dadanya. Sedangkan tangan namja itu bermain – main di tonjolan yang satunya.

"Ouhh hh…" Luhan tidak bisa tidak mendesah. Sentuhan Sehun terlalu memabukkan. Meski entah sudah berapa kali Kai, Kris atau orang – orang yang dulunya ingin ia lupakan telah menyentuhnya, tidak ada yang seperti ini. Sentuhan Sehun pada tubuhnya terasa berbeda, tapi ia suka. Debaran jantungnya juga terasa lebih aneh. Gerakan lidah Sehun terlalu pandai untuk membuatnya merasakan hal – hal baru yang ia tidak tahu sebelumnya.

Luhan menatap Sehun saat namja itu turun dari atas meja dan membuka celananya yang sedari tadi masih menempel. Ia menelan ludah. Baekhyun benar, milik Sehun benar – benar sangat besar dan begitu menggiurkan. Kai masih kalah jauh. Sehun kembali mendekat dan menunduk menghadap junior Luhan yang sudah tegang menanti sentuhan.

"Haa hh Sehun…" Luhan menggenggam rambut Sehun saat namja itu mulai menjilati miliknya dengan gerakan sensual. Kakinya ia buka lebar – lebar agar Sehun merasa nyaman dibawah sana. Malam yang dingin terasa semakin panas. Keringat mengucur dari pelipis Luhan. Ia kembali melihat Sehun yang mulai menghisap benda kesayangannya. Pergolakan dalam perutnya semakin tidak terkendali hingga akhirnya ia mengeluarkan hasratnya didalam mulut Sehun..

"MMhhh.." Luhan bersumpah kalau gumaman Sehun terdengar sangat sexy dan mampu membuatnya kembali terangsang. Sehun yang menelan cairannya begitu mempesona.

Lagi - lagi Luhan mendesah saat Sehun menjilati lubangnya dan meninggalkan saliva nya disana.

Sehun menatap matanya seolah minta persetujuan, Luhan menganggukkan kepalanya pelan. Tangannya berpegangan erat pada pinggiran meja. Rasa perih karena jari Sehun yang memasukinya terasa hilang karena jarinya bergerak dan memberinya rasa yang lain.

Ketika Sehun menarik jarinya keluar, Luhan merasakan kekosongan. Tapi itu hanya sebentar karena jarinya sudah berganti dengan benda milik Sehun yang besar itu.

"Arrgghhh..! SEHUN! AAAAaa… " Luhan berteriak dan menangis kencang. Untung saja musik mulai mengalun dari luar hingga suaranya tidak akan menimbulkan kehebohan. Luhan melengkungkan punggungnya karena menahan rasa sakit yang mulai tergantikan rasa nikmat. Menurut Luhan, Sehun itu luar biasa. Baru pertama kali masuk ia sudah menemukan titik kelemahan Luhan.

"Kau.. sempit.. Luhann hhhmm.." Sehun terus menyodokkan miliknya hingga Luhan terus berteriak.

"Ngghh.. disana Sehun.. ahh…" Akhirnya… Sehun berkata dalam hati. Ia sudah lama ingin Luhan meminta yang seperti ini padanya. Memintanya untuk melakukan hal yang lebih hingga mereka mencapai puncak. Tapi belum, Sehun masih jauh. Ia meraih junior Luhan yang manis dan mengocoknya dengan kecepatan yang sama dengan gerakan pinggangnya.

Serasa belum cukup, Sehun mendudukkan Luhan dipinggiran meja dan kaki namja itu lagi – lagi melingkar dipinggangnya. "Ngghh Se.. hunn hhhh.. ahh~~" Luhan merasa junior Sehun menusuknya semakin dalam dengan posisi seperti ini. Sehun melangkah dan Luhan berpegangan erat pada bahu namja itu, sedangkan Sehun begitu asyik menghisap nipple nya. Ia tidak tahu Sehun mau membawanya sampai mana.

Buk..

Punggung Luhan bersentuhan dengan dinding. Belum sempat mencerna apa yang terjadi, Ia kembali merasakan pinggang Sehun yang kembali menumbuk prostatnya dengan brutal. Kali ini tidak ada irama seperti terburu – buru. Bunyi kulit yang bersentuhan menjadi musik mereka dalam ruangan kamar Sehun. Desahan menjadi vokalis utama dalam permainan mereka. Sehun kembali menciumi bibir Luhan dan tenggelam dalam tarian lidah yang tidak pernah membosankan. Saliva yang mengalir sudah menyatu dengan keringat dan Luhan benar – benar tenggelam dalam rengkuhan Sehun.

.

.

Ketika Luhan dan Baekhyun tengah menikmati indahnya dunia didalam ruangan yang berbeda, kedua temannya yang lain, Kris dan Kai tengah mengalami kekesalan yang luar biasa. Mereka memang tidak mendapat halangan karena penjaganya telah tidur. Tapi tetap saja mereka marah karena dua namja genit itu tidak menampakkan batang hidungnya. Apa mungkin mereka keenakan berpesta didalam sana dan melupakan tujuan awalnya kemari?

"Awas saja kalau mereka tidak bisa menjelaskan ini nanti!" Kris menggeram sambil berjalan pelan – pelan. Kai mengikuti dibelakangnya sambil mengangguk.

"Kau akan menghukum mereka kan, Kris?"

"Tentu saja! Mereka keenakan disana dan aku menderita begini. Seharusnya mereka tidak diperbolehkan berkeliaran bebas."

"Masa kau baru sadar?"

Kali ini Kris memilih diam. Tidak ada gunanya berdebat disaat seperti ini. yang ada malah akan membangunkan prajurit.

"Aww…Sialan!" Kai mengumpat saat ia terjatuh karena menginjak kulit pisang. Ia tidak melihatnya karena hanya ada cahaya temaram dari sinar bulan. Namun sialnya, beberapa prajurit yang berkeliling malah memergoki mereka berdua. Sontak Kai dan Kris berlari menuju tempat kuda mereka diikat diluar pagar rumah Sehun yang tinggi.

"Siapa disana?" dua prajurit bersenjatakan tombak mengejar mereka dengan kecepatan tinggi. Karena tidak sempat membuka talinya, Kai terpaksa memotong tali pengikat kudanya dan langsung melesat mengejar Kris. Untuk beberapa saat ia masih bernafas lega. Namun ketika ia mendengar suara derap kaki kuda dari belakang, keringatnya mulai bercucuran. Ternyata mereka belum bebas, ada banyak sekali orang yang mengejar mereka. SIAAAAAALL!

.

Te Be Ce

.

.

Sorry for typo(s)

/.\

.

.

Diatas udah diperingatkan jangan baca kalo ga suka. So, jangan bilang yang aneh - aneh tentang fic yang bertemakan dewasa seperti ini. Itu saja. *wink

Nikmati aja dan tetaplah santai menghadapi hidup. #eh

BIG THANKS TO:

xiaolu odult.. 0312luLuEXOticS.. Guest.. Ryu ryungie.. Maximumelf.. luluna99.. rainrhainyrianarhianie.. Nava Angela.. lisnana1.. HyunRa.. pinoya.. xelo.. Guest.. exmato.. Novey.. .. Fujoshi203.. hunhanieMrs. LeeHyukjaeRirinSekariniLean fujoshi hunhan shipperThe Biggest Fan of YunJaecydestiny46.. Yo Yong..Keepbeef Chiken Chubukim heeki.. tuti handayani.. readersamwan.. anon.. InsideOfYou05569mitahunhan.. asroyasrii.. mikhaela malfoy.. hongkihanna.. FSRifiqa.. younlaycious88KkamCon Penjahat FanFicedogawa ruffyfySugar-Free.. keziarihtatitis anggraeni

.

.

RnR lagi?