.My BOY.

Author: Park Ona

Cast: ChanBaek, slight KrisTao, HunHan, Kaisoo, and more.

Genre: Romance, Comedy

Rating: M

Summary: Byun Baekhyun, mahasiswi Sungkyunkwan tingkat akhir, menolak dijodohkan karena ingin bebas. Hidupnya yang serampangan dan urakan menjadi pelampiasannya di tengah rasa kesepiannya. Tak ada seorang pun namja yang mampu menaklukkan hatinya. Kecuali 'orang itu'. Mampukah Baekhyun mengatasi permasalahannya?

Warning: Genderswitch, OOC, typo, tidak sesuai EYD.

.

.

Don't like Don't read

.

Give me review please

.

Be Good Readers, NO PLAGIAT

.

Happy Reading

.

.

Chap 5

4years old

"Baekhyunnie belum dijemput?" seorang anak laki-laki memandang gadis kecil disampingnya.

Kepala mungil itu menggeleng. "Belum."

"Kita pulang bareng yuk. Kajja." Jemari mungil itu saling terkait.

"Oppa, tangan oppa becal cekali."

Bibir tebalnya melengkung ke atas. "Supaya aku bisa menggenggam tangan Baekkie."

Semburat tipis muncul di kedua pipi si cantik, "Aku suka oppa."

"Nado"

.

at Spring holiday

"Oppa, oppa, Baekhyun da_ eh," mata sipitnya membulat. Seorang anak perempuan dan laki-laki sedang sibuk dengan mainan di depannya.

"Ini kondom, ini vibrator, ini cock ring, ini …"

"Oppa, apa yang kalian lakukan?" kaki kecil itu menerobos masuk ke dalam, menaiki tempat tidur dan memegang satu diantaranya.

Anak perempuan berusia 10 tahun terkejut melihat si kecil duduk sambil memegang mainan mereka,"Heii, jangan dipegang!"

"Ini apa… bentuknya lucu"

"Noona, kalau aku coba ke dia bagaimana?"

"Hah? Tidak bisa. Dia masih kecil. Itu sangat sakit Chanyeol"

"Tapi aku seling melihat Seunghyun oppa memasukkannya di bawah noona. Tadi noona bilang kalo ini dimasukkan ke dalam lubang yeoja yang kita suka. Aku suka Baekhyun, jadi aku boleh menggunakannya?"

"Tidak. Bukan begitu sepupuku sayang. I… Itu salah. Ini hanya digunakan orang yang sudah dewasa."

"Kalau begitu aku akan mencobanya."

"Hei, apa yang kau lakukan Chanyeol?"

SREK

BRUK

"Hiyaa… apa yang oppa lakukan?"

"Pertama letakkan di depan lubangnya…"

"Oppa, oppa, apa itu? Jangan… jangann oppa. Oppaa…"

"Haduh, bagaimana ini? Salahku juga mengenalkannya padamu tadi."

"Laluu di dorong perlahann…"

"Aduuduhh cakiitt cakitt. Lepass… lepass oppa…"

"Hehh, ya sudahlah. Yeol, cepat masukkan. Dia pasti kesakitan."

"Ughh… Sebentar Dara eonnie, ini sempitthh. Trus atur kecepatannya… tekan 1."

"Arrgghh, cakit, cakiitt hikcc hikkcc cakitt, eomma.."

"Sempitthh eonnie, nggak bisa masuk "

"Bukan sempit, tapi punyamu yang kecil. Mainan ini bukan untuk kau coba dengannya. Haish, sudahlah. Tunggu sampai kalian besar saja. Salahmu juga tak bisa menahannya. Sudah kubilang bersetubuh denganku saja, kau tak mau."

"Tapi noona bilang tadi bisa di masukkan ke lubang olang yang kita suka. Dan noona juga janji mau mengajalkannya padaku cara pakainya?"

"Bukan itu maksudku. Kau masukkan ke lubangku pabo. Lalu punyamu juga masuk. Aku lagi butuh itu…"

"Hikss hikss hikss, oppa jahatt. Cakiitt hikss…"

"Lepaskan itu. Dia kesakitan. Untung saja nggak masuk sampai dalam. Kalau sampai selaput darahnya rusak bagaimana?"

"Hah? Itu apa noona?"

"Sudahlah. Anak kecil tau apa. Cepat pakaikan celananya. Setelah itu kau bantu aku memasukkan ini ke bawahku setelah itu punyamu. Punyaku sudah basah."

"Sebenta noona. Selesai. Heii, mau kemana Baekkie… Baekkie"

BLAM

.

Class 8 Junior High School

"Heii Chanyeol, kudengar kau akan pindah ke Jepang. Benarkah?"

"Eh, darimana kau tahu Hyunseong?"

"Aku tak sengaja mendengar percakapan eommamu dan kepala sekolah. Kapan kau berangkat?"

"Oohh. Mungkin lusa. Kenapa?"

"Tak apa. Bagaimana dengan Baekhyun?"

"Baekhyun?"

"Bukankah dia pacarmu? Kalian sangat dekat. Apa dia sudah tahu?"

Chanyeol menggeleng dan tertawa. "Dia baru kelas 6 SD."

"Hei, kau hanya perlu menjawab ya atau tidak. Kenapa jawabanmu ambigu?"

Chanyeol terdiam. "Ayo kita pulang."

"Sebelum ke Jepang, bersenang-senanglah dulu. Kudengar Tiffany noona baru saja putus dari Siwon hyung. Dia butuh hiburan. Bukankah sejak dulu kau menyukainya? Kenapa tidak kau kencani saja dia?"

"Hm… tidak buruk. Hyunseong, kau punya DVD baru? Punyaku yang dari Eunhyuk hyung sudah ku tonton semua. Sekalian buat referensi untuk main bareng Tiff noona"

Hyunseong mengibaskan tangannya. "Aku bukan penikmat seks. Aku peracik minuman. Kenapa tidak kau datangi saja rumahnya. Pasti banyak stok di rumahnya."

"Kalau begitu temani aku ke rumahnya."

"Harganya 1 botol wiski yah."

"Kau ini! Apa tidak ada hal lain selain minuman?"

Hyunseong menggeleng,"minuman adalah jiwaku."

"Baiklah, terserah kau bartender. Aku minta satu untuk Tiff noona. Dia harus teler dulu"

"Siap bos!" Keduanya melenggang pergi.

Tak disadari seorang yeoja berdiri di balik pintu sambil memegang dada kirinya yag berdenyut nyeri.

"Oppa, sakiitt. Hikss."

.

TING TONG

"Siap_ Baekhyun? Ada apa sayang?"

"Annyeong Jumma Xing. Aku kemari memberikan titipan eomma. Eomma tak bisa datang karena ada pemotretan. Besok eomma dan appa akan menemani ahjumma dan ahjussi ke bandara."

"Gomawo Baekhyun. Ah, kau tak masuk dulu? Di dalam ada Chanyeol sedang berkemas, kau tak ingin menemuinya?"

"Tidak usah. Aku pamit dulu Ahjumma. Besok aku tak bisa mengantar karena ada kegiatan di sekolah dan sampaikan salamku untuk Suho jussi, Jongin dan oppa. Semoga kalian sampai di Jepang dengan selamat."

"Sayang sekali. Padahal ahjumma ingin kau ikut ke bandara. Baiklah, akan ahjumma sampaikan salammu. Gomawo Baekhyun."

"Ne, annyeong ahjumma."

"Annyeong Baekhyun."

.

"Eomma, kuenya enak. Dari siapa?"

"Ahjumma Tao. Barusan diantar Baekhyun."

"Baekhyun? Kok dia nggak naik?"

"Sepertinya dia buru-buru Chanyeol."

Chanyeol menatap sebuah kotak persegi terbungkus kertas teddy bear di tangannya. "Bando teddy bear yang manis," lirihnya. "Sepertinya bukan hari ini."

.

"Baekhyun, kau yakin tak mau ikut sayang? Ahjumma dan ahjussi akan lama tinggal di Jepang. Kau pasti akan sangat merindukan mereka."

"Tidak eomma. Masih ada yang harus ku kerjakan. Appa, eomma dan Sehun pergi saja. sampaikan salamku pada mereka."

"Sayang, ini kesempatan terakhirmu bertemu Chanyeol dan Jongin."

"Justru karena itu appa."

"Apa kau bilang Baekhyun?"

"Ah, tidak. Aku tadi ngomong apa ya?"

"Baiklah, kami tinggal. Para maid akan menjagamu. Kami pulang agak malam karena Sehun ingin bermain diluar."

"Aku bukan anak kecil appa. Bersenang-senanglah."

"Hati-hati dirumah sayang."

"Ne, eomma. Dahh eomma, dahh appa, dahh Sehun."

Mobil … meninggalkan halaman rumah di bilangan Gangnam.

1 jam setelah itu….

"Ugh, berat."

"Sini ku bantu, Yun-ah."

"Jangan agasshi. Ini berat dan tempatnya tinggi."

"Jangan khawatir." Baekhyun menarik sebuah kursi di dekatnya. "Kan bisa berdiri di sini. Dan HUP." Baekhyun menepuk kedua tangannya. Ia menapakkan kembali kakinya di atas lantai.

"Agasshi hebat."

"Hehehehe"

"Agasshi, AWAS…"

PRANG

"AGASSHIII…"

.

10 tahun kemudian

"Eomma, ada a_ eh, ada tamu."

"Ah, baru saja dibicarakan. Mari masuk sayang." Gadis itu menurut. Ia mengambil posisi di sebelah ayahnya yang masih memakai jas lengkap dengan dasinya.

"Baekhyun, ini teman appa dan eomma. Kim ahjussi dan ahjumma. Mereka pemilik Kim Company, perusahaan textile yang terkenal itu."

Baekhyun berdiri dan memberi salam. "Joneun Wu Baekhyun imnida."

Suami-istri itu tersenyum. "Dia memang sangat cantik."

"Baekhyun, kami kemari membicarakan sesuatu. Ini mengenai perjodohanmu."

.

"Aku tak mau di jodohkan!"

"Baekhyun, jangan begitu. Apa kau lupa dengan Kim ahjussi dan Yixing ahjumma."

"Aku tak mengenal mereka."

"Baekhyun…"

"Ahjussi, ahjumma, terima kasih sudah datang berkunjung. Maaf kalau aku tak mengingat kalian. Tapi aku tak mau dijodohkan. Permisi."

"WU BAEKHYUN!"

BLAM

"Maafkan Baekhyunnie, Lay eonnie. Dia banyak berubah setelah jatuh waktu itu."

"Apa karena kepalanya terbentur guci waktu itu?"

"Kau benar Suho. Banyak hal yang dilupakannya. Termasuk kalian."

"Tak apa Kris. Aku memakluminya. Dia akan mengingatnya perlahan."

"Tapi pernikahan mereka akan tetap dilangsungkan kan? Ini janji kita bersama."

"Kami hanya mengikutimu saja Tao. Lagipula Chanyeol sudah kembali dari Amerika. Dia ada di Korea sekarang."

"Baiklah. Nanti kukabari lagi tanggalnya eonnie."

.

.

.

TAK TAK TAK

Suara gesekan heels dengan keramik menggema di ruang tamu rumah keluarga pengusaha terkenal di Korea, Wu Yi Fan. Pemiliknya, nyonya besar Wu, berjalan anggun menuju pintu keluar dengan kemeja dimasukkan dipadu dengan rok span membungkus kaki jenjangnya. Tetap terlihat anggun dan cantik meski terdapat kekhawatiran di tiap langkahnya. Ia baru saja menerima kabar line telpon dari anak bungsunya bahwa sang kakak sedang berada di rumah sakit setelah berkelahi semalam. Ini sudah kesekian kalinya ia menggelengkan kepala mendengar anak perempuannya yang harusnya bersikap anggun layaknya putrid bangsawan, berkelahi dengan lawan jenisnya. Tapi ini pertama kalinya anak kesayangannya selain si rambut platina, masuk rumah sakit, babak belur.

Langkahnya terhenti tatkala melihat sebuah siluet di depan pintu gerbang yang terbuka.

"Eomma….."

"BAEKHYUNNN"

.

.

.

Lelaki mapan dengan rambut pirangnya berdiri memandang pemandangan Seoul dari kaca besar didepannya. Kacamata baca membingkai mata elangnya, kedua tangannya menyilang di belakang tubuh tingginya.

"Ada apa memanggilku, appa?" suara baritone rendah berkumandang setelah pintu ditutup.

"Darimana saja kau, anakku? Bersenang-senang lagi?"

Hening.

"Aku baru kembali dari rumah sakit. Noona menghilang." Namja 184 cm itu menunduk.

Pria tampan itu berbalik. "Pernikahanmu akan diadakan dua minggu lagi. Bersiaplah."

"Ne?"

"Uang bulananmu diganti menjadi gajimu. Mulai sekarang kau bekerja penuh di perusahaan sambil kuliah. Kau bisa tinggal di rumahmu sendiri setelah menikah. Tak ada uang tambahan, kecuali bonus seperti karyawan lainnya."

"Appa, apa maksud appa?"

"Aku sudah mendengar semuanya dari Baekhyun."

DEG

Appa dari namja itu menatap anak laki-lakinya,"Aku tau kau liar, tak kusangka kau berakhir di tangan yeoja yang sama liarnya sepertimu."

Kepala itu semakin menunduk. "Maafkan aku appa. Aku memang tak berguna."

GREP

"Sudahlah nak. Semua sudah terjadi." Keduanya berpelukan.

"Appa…"

"Jangan cengeng Wu Sehun. Kau sudah 20 tahun dan sebentar lagi akan menjadi ayah. Laki-laki sejati tak akan menangis dengan mudah." Pria tampan itu menepuk punggung anak laki-lakinya.

"Aku… gomawo Appa. Gomawoo…"

"Berterima kasihlah pada noonamu. Anak itu. Sampai kapan pun aku tak kan sanggup menolak keinginannya."

"Benarkah? Jadi noona yang…"

"Ya. Dia kabur dari rumah sakit hanya untuk membujukku menyetujui pernikahanmu karena kau sudah menghamili anak orang. Anak nakal! Aku dan eomma mu saja harus berjuang selama 5 tahun baru boleh menikah. Kau… setelah menghamili anak orang, mau kabur begitu saja. Benar-benar kurang ajar!" Sang appa meninju berkali-kali lengan kurus sang anak.

"Appo… appa." Pria berambut platina itu mengusap lengannya yang dirasa kelu.

"Temui noonamu. Dia ada di rumah bersama eomma."

.

.

.

"Gomawo Hyunseong. Tanpa berita darimu aku tak akan bisa menolong Baekhyun tepat waktu."

"…"

"Ne, ne. Dia ada di rumah sakit sekarang, dalam masa perawatan. Aku sedang menuju kamarnya. Ia ada di ruang VIP jika kau ingin menjenguknya."

"…"

"Ne, akan ku sampaikan salammu padanya. Aku tutup dulu. Annyeong."

Kriettt

"Baekhyun, aku da_ Baekhyun! Oh, astaga. Jangan-jangan..."

Chanyeol berlari menuju meja perawat. "Suster, pasien di kamar VIP no.2 tak ada di kamarnya."

Perawat dan dokter yang ada di balik meja langsung bergegas menuju kamar yang dimaksud. Brankar kosong, selimut berantakan, saluran infuse yang mengalir di tempat tidur dengan beberapa bercak darah menguatkan bukti bahwa si penghuni kamar menghilang. Kamar mandi pun kosong terbuka.

"Kami akan mencarinya, Pak," celetuk dokter jaga.

Drrtt.. Drtt…

Chanyeol merogoh celana denimnya. Sebuah panggilan dari nomor baru. Ia sempat ragu ingin menjawab atau dibiarkan saja.

Klik

"Yeoboseoyo"

"Hyung, noona ada di rumah."

Mata Chanyeol membulat. "Baiklah. Aku segera kesana."

.

.

.

Tao menatap intens kedua namja didepannya. Ia memijat keningnya setelah mendengar penjelasan dari keduanya. Bagaimana tidak. Si anak bungsunya, Wu Sehun, menceritakan bagaimana ia bisa menghamili Luhan, yeoja yang dicintainya, hingga bersembunyi untuk sementara waktu karena bimbang. Remaja diusia dewasa muda sepertinya memang masih sulit untuk menentukan keputusan yang tepat. Lain lagi dengan namja berwajah imut dengan suara bass di sebelahnya. Ia menceritakan kronologis kejadian saat ia bertemu Baekhyun hingga menyetujui kontrak yang dibuat anak perempuannya itu, tanpa mengetahui asal usul namja tersebut.

Ia menangkap kedua namja tersebut setelah keduanya menjenguk Baekhyun yang sedang tertidur di kamarnya. Tentu setelah memberikan pukulan manis dimasing-masing kepala kedua namja tiang itu. Desainer ternama itu sudah tahu semuanya dari suami dan juga keluarga Kim mengenai masalah yang akan dibahasnya dengan namja tampan itu.

"Kalian berdua ingin membuat eomma gila?!" teriak Tao membuat beberapa maid di ruang tengah terkejut.

"Sehun, bagaimana bisa yeoja itu hamil? Apa yang appa katakan?"

"Pe—pernikahanku dua minggu lagi, eomma. Ma—maafkan aku eomma."

"Berarti aku harus ke Cina menemui Meilan eonnie. Huhh, dasar anak nakal! Untung saja eomma Luhan itu teman eomma jadi diskusinya tidak terlalu susah. Coba saja tadi orang lain, eomma akan hapuskan kau dari daftar keluarga dan harta warisanmu dicabut."

"Eomma, jangan begitu. Aku sayang eomma…. Aku janji tak akan nakal lagi."

"Sayang, sayang! Ini namanya bukan sayang! Kau membuatku sakit kepala. Huh!"

Sehun terdiam.

Tao melirik ke namja disamping anaknya. "Dan kau Kim Chanyeol! Berani sekali kau bersekongkol dengan Baekhyun membohongiku, hah! Kalian pikir aku mainan!"

"Bukan begitu ahjumma. Aku tidak tau kalau ahjumma adalah eomma Baekhyun dan Baekhyun calon istriku."

"Bukankah eommamu sudah memberitahunya? Tak mungkin kau tak tau. Ahjumma tak bisa dibohongi, Chanyeol!"

Chanyeol menunduk. "Maaf ahjumma…"

Tao mendengus kesal. Wajahnya memerah menahan kesal. "Baekhyun memang tak mengingatmu, tapi bukan berarti kau bisa mempermainkannya. Kalian akan menikah. Pernikahan bukan permainan," teriaknya lagi.

DEG

'Melupakanku? Pantas saja dia tak tahu apa-apa'

"Selama ini kau tinggal dimana?"

"Di mana saja."

"Selain itu."

"Bersama noona. Di apartemennya," jawab Sehun.

"APA?!"

Chanyeol mendeathglare Sehun. Yang ditatap hanya pura-pura tak tau.

"Apa kau sudah menyentuhnya?"

Hening.

"Jawab Kim Chanyeol!"

"Se-se-kali ahjumma. Saat dia mabuk. Tapi tak sampai inti."

Tao menggelengkan kepala. Tak habis pikir dengan kelakuan dua namja tampan didepannya. "Anak jaman sekarang… Kau, Sehun, setelah menikah tinggalah di rumahmu sendiri yang ada di kompleks Seoul Park. Kau harus kuliah sambil bekerja di perusahaan. Tidak ada uang bulanan dari eomma dan appa. Diganti uang gajimu sebagai karyawan Wu Corp. Gajimu lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan membayar kuliah. Contohlah noonamu yang membiayai kuliahnya dengan uangnya sendiri. Kau harus mandiri Sehun."

Sehun mengerucutkan bibirnya. Merasa tak adil dengan keputusan orang tuanya. Hanya gara-gara menikah ia harus kehilangan pasokan tabungannya dan tinggal terpisah dengan orang tuanya. Ini bencana.

"Dan kau Chanyeol, pulanglah kembali ke rumahmu. Jangan beritahu Baekhyun jika aku sudah mengetahui semuanya. Untuk sementara jauhi Baekhyun. Aku tak mau Baekhyun hamil sebelum menikah. Aku akan menyiapkan pernikahan kalian setelah Sehun. Tunggu hingga waktunya tiba."

"Eomma, kenapa eomma sangat gigih menikahkan noona dengan Chanyeol hyung?"

"Ini adalah janji keluarga. Dan ini kesepakatan bersama. Lagipula, ini keinginan terakhir harabojimu Sehun. Ingin melihat cucunya menikah dengan keluarga Kim yang merupakan teman baiknya dulu." Tao beranjak dari kursinya. "Kalian boleh pergi. Eomma akan ke kantor sebentar. Jangan ganggu Baekhyun karena dia sedang istirahat. Chanyeol, pulanglah. Eommamu mengkhawatirkanmu."

Tao meningalkan kedua namja tampan yang sedang merenung di ruang tamu menuju kamarnya di lantai 2, mengambil beberapa barang yang tertinggal. Chanyeol menatap yeoja berbibir kucing itu dengan pandangan yang sulit diartikan.

.

.

.

Hari pernikahan Sehun tiba. Semua undangan dan tamu menikmati pesta yang diadakan malam harinya setelah pemberkatan nikah. Sehun dan Luhan tampak bahagia. Keduanya tak pernah terpisahkan selama acara berlangsung. Para undangan pun bersorak gembira untuk mereka.

"Baekhyunnie…" teriak seorang yeoja sambil melambaikan tangannya.

"Ah, Kyungsoo." Baekhyun menghampiri Kyungsoo bersusah payah. Ia mengenakan dress biru laut dengan gulungan membentuk rose besar di pinggang belakangnya. Kaki jenjangnya di topang heels 12 cm membuatnya kepayahan saat berjalan.

Kedua yeoja mungil itu berpelukan,"Aku merindukanmu Kyungsoo."

"Aku juga Baekhyunnie. Aigoo, jika kau masih sakit jangan keluar rumah. Aku takut terjadi sesuatu padamu."

Baekhyun mengelus puncak kepala Kyungsoo yang sudah berkaca-kaca. "Tenang saja. Aku kuat kok Kyungie. Sudah jangan menangis…"

"…"

"Kau datang sama siapa? Apa dia namjachingumu?"

Kyungsoo menoleh ke belakang setelah menghapus airmatanya. "Oia, Jonginnie…"

Seorang namja tampan mendekati mereka.

"Kauu…" Baekhyun menyipitkan matanya. "Kurang ajar! Apa yang kau berikan pada Kyungsooku? Kenapa dia bisa bersama namja tan, bibir tebal dan mulut pedas sepertimu?"

Baekhyun menyerang namja itu dengan pukulan bertubi-tubi di tubuhnya. Meskipun ia baru sembuh dari sakitnya, kekuatannya tetap sama seperti dulu.

"Aww, aww, appo noona. Hentikan… hentikan Baekhyun noona!" Pria itu melindungi tubuhnya dengan kedua tangannya.

Baekhyun menghentikan pukulannya. "Darimana kau tau namaku?"

Namja itu memperbaiki tuxedo dan rambutnya yang sedikit berantakan. "Kau tak mengingatku noona? Aku Kim Jongin, anak dari Yixing ahjumma dan Suho ahjussi."

"Ooo jadi kau anak Suho Jussi. Tapi beda jauh. Kau tan, ahjumma dan ahjussi putih. Kau pasti anak pungut!"

Kyungsoo membulatkan matanya, Jongin menggelengkan kepalanya. "Ani. Aku anak kandung, noona. Ini anugerah untukku. Bukankah kulitku sexy?"

"Kalau begitu aku tak mau menikah dengan bocah tan sepertimu. Merusak keturunan," Baekhyun memeletkan lidahnya. Kyungsoo masih tetap melotot dan Jongin menggeram.

"Yang menikah dengan noona bukan aku. Itu hyungku. Namanya Kim_"

"Kkamjong, akhirnya kau datang," tegur Sehun yang tiba-tiba berdiri di samping Baekhyun bersama Luhan di sampingnya.

"Chukae albino. Kau menikah lebih dulu dariku, bitch. Kalian benar-benar serasi," puji Jongin yang lebih mengarah ke ejekan pada pasangan pengantin baru itu. Hei, bukannya kau ingin mengatakan sesuatu Jongin?

"Well, setidaknya aku sudah mengikat yeojaku. Tidak sepertimu yang masih meniduri yeoja lain walaupun ada seseorang di sampingmu," Sehun melirik Kyungsoo yang mengerjapkan matanya.

"Ooh, jangan racuni pikiran Kyungie ku dengan perkataan kalian. Dan kau Jongin, jauhi Kyungieku. Kau brengsek!"

"Baekhyunnie, Jongin dan Kyungsoo sudah berpacaran semenjak mereka bertemu di rumah sakit saat kau tak sadar. Jongin memang suka bermain dengan yeoja lain, tapi dia sudah menghentikan kebiasaannya itu sejak putus dengan Krystal," cerita Luhan.

Baekhyun memeluk Kyungsoo dari belakang. "Darimana kau tau jalang? Aku tak percaya dengannya. Kyungie masih polos dan suci. Kau… Kau hitam Jongin. Hitam dan liar. Tak cocok dengan Kyungie ku."

Sehun dan Luhan tertawa sambil memegangi perut mereka, Jongin mengusap wajahnya kasar, dan Kyungsoo tetap melotot.

"Noonaa!"

"Hahaha… Noona, kau benar-benar sudah sembuh." Sehun menyeka airmatanya. "Noona, Kyungsoo noona juga punya kehidupan sendiri. Kecuali jika noona… menyukainya."

Baekhyun sontak melepas pelukannya hingga Kyungsoo terhuyung kedepan di tangkap oleh Jongin.

"Kurang ajar kau Sehun! Aku normal tau!"

"Hahahaha…" mereka kembali tertawa minus Baekhyun.

"Oia, mana Chanyeol? Aku tak melihatnya sejak tadi," celetuk Luhan.

Baekhyun tersenyum kikuk. "Dia sedang sibuk."

Jongin menatap Baekhyun. 'Oh, hyung… apa lagi yang kau perbuat kali ini?'

.

.

.

Baekhyun menyalakan lampu apartemennya. 2 hari setelah pernikahan Sehun, ia baru menginjakkan kakinya dirumah keduanya. Baekhyun berjalan menuju kamarnya dengan langkah terseret. Ia langsung menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Rasa lelah dan kantuk menyerangnya saat ini. 5 hari berturut-turut ia merelakan waktu tidurnya untuk mengurusi pernikahan namdongsaengnya dari awal hingga selesai. Sebenarnya Sehun dan Luhan sudah mengambil alih semuanya, namun Baekhyun tetap ingin terlibat di dalamnya. Keduanya membiarkan Baekhyun berpartisipasi dengan hasil Baekhyun lah yang lebih banyak bekerja karena ia meminta Luhan untuk beristirahat mengingat yeoja itu sedang hamil muda dan Sehun lebih mengutamakan mengurus perusahaan dibanding pernikahannya sendiri.

Baekhyun mendesah. Ia mengusap sprei merahnya dan menghirup aroma yang keluar dari sana. "Baumu saja masih tertinggal disini, brengsek." Matanya tertutup perlahan.

.

.

Baekhyun keluar dari butik milik Kim Minseok, partner eomma dan temannya, untuk mengambil gaun yang sudah dirancang oleh eommanya bersama dengan yeoja 30 tahun itu. Sebuah bag sedang tersemat di jari lentiknya. Hujan baru saja reda dan aroma khasnya membuat Baekhyun tersenyum lembut menatap tanah hitam yang basah. Ia sedikit mengangkat kakinya menikmati perjalanannya. Yeoja 22 tahun ini membuka memonya. "Selanjutnya ke…" matanya terhenti di satu titik kala melihat sesuatu.

"Bukannya itu Chanyeol? Katanya hari ini mau mengantar barang ke luar kota lagi, kenapa ada yeoja? Eh, yeoja itu… jangan-jangan…." Baekhyun menunda jadwalnya dan mengikuti keduanya yang terus berjalan menuju sebuah mobil sedan putih dan meninggalkan kawasan Myeongdong.

.

Baekhyun ingin mengambil air mineral di kulkas namun ia kembali membalikkan badan saat melihat seseorang berada di pantry dapur sedang menyeduh teh.

"Baekhyun..."

Tangan panjang itu menahan lengan kurusnya. "Tunggu, kenapa kau menjauhiku? Apa salahku?"

Baekhyun meraba tangan besar itu dan melepaskan cengkeramannya. "Tidak ada. Aku mau ke kamar."

"Baekhyun tunggu… Baekhyun!"

"APA?! KELUAR DARI KAMARKU CHANYEOL!"

"Tidak sebelum kau menceritakan semuanya." Chanyeol melipat tangannya didepan dada. Matanya mengintimidasi yeoja di depannya.

"Tidak ada. Keluar sekarang."

"Kau berubah Baekhyun. Sejak kemarin kau mendiamkanku. Ada apa? Ceritakan padaku."

"Ku bilang keluar Chanyeol! Apa kau tak dengar hah?!"

BRUK

"Ash" Baekhyun mengaduh. Punggungnya berbenturan dengan dinding kamarnya.

"Kau tak bisa berbohong Baekhyun."

Baekhyun menatap namja yang berbeda 11 cm dengannya. "Aku melihatmu dengan yeoja lain. Kalian sangat mesra. Bukan kali ini saja. Beberapa kali. Bahkan kalian kadang pergi ke hotel. Apa kau sedang bermain di belakangku? Belum cukup kau kubeli dan kupenuhi kebutuhanmu selama ini? Apa maksud semua ini?"

Chanyeol menatap sendu Baekhyun,"Kau cemburu" tangannya mengelus pipi mulus tuannya.

"Lepas brengsek. Aku tak mungkin cemburu dengan orang sepertimu, playboy. Dasar maniak!"

Baekhyun memberondong pukulan ke tubuh Chanyeol yang dibalas tarikan pada lengannya hingga Baekhyun terhuyung ke depan dan jatuh dalam pelukan Chanyeol. Sebuah benda lembut menyentuh bibir tipisnya. "Aku mencintaimu."

"Kau pembohong Chanyeol."

"Aku serius Baekhyun."

"Lepaskan aku! Lepaskan… Le… mmpphhh" Bibir Baekhyun terkunci oleh bibi Chanyeol yang melumatnya dengan lembut. Chanyeol menghisap bibir atas dan bawahnya secara bergantian, lembut dan basah. Membuat Baekhyun menutup mata dan menikmatinya. Chanyeol tersenyum di sela ciumannya. Ia merasa menang. Menang karena mendapatkan apa yang diinginkannya.

Chanyeol mundur perlahan dan membaringkan Baekhyun di tempat tidurnya tanpa melepas tautan mereka. Bibirnya benar-benar pandai memanjakan mulut Baekhyun.

"Uhh" lenguhan kecil keluar dari mulut Baekhyun. Chanyeol melepas ciumannya, ia yakin Baekhyun membutuhkan oksigen. Selepas itu, nafas Baekhyun tak beraturan. Dadanya naik turun. Ia memalingkan wajahnya ke samping dan menutup mulutnya dengan punggung tangan.

Chanyeol menyisir poninya. "Kau cantik Baekhyun"

"Uuuhh… Channhh" Baekhyun meremas surai cokelat tebal itu kala Chanyeol menghisap lehernya. Kepala Baekhyun menengadah hingga dadanya menyentuh dada bidang Chanyeol. Membuat Chanyeol semakin menghisap kuat lehernya.

Meski Baekhyun menolaknya, ia menikmati sentuhan Chanyeol. Bagaimana Chanyeol menciumnya, bagaimana Chanyeol membelainya, bagaimana Chanyeol menyentuhnya, semua Baekhyun suka. Chanyeol benar-benar memanjakannya. Baekhyun akui ia tak pernah dijamah siapapun kecuali namja yang ia beli di pasar gelap ini. Ini baru kedua kalinya setelah insiden ia mabuk kala itu. Baekhyun menyukai bagaimana Chanyeol menandai bagian tubuhnya bahwa itu miliknya. Baekhyun menjadi hilang akal jika Chanyeol sudah mencium belahan breastnya lembut. Baginya itu adalah titik kelemahannya yang paling telak.

Baekhyun menarik kepala Chanyeol dan mengarahkannya ke dadanya.

"Chann…" rengeknya.

Chanyeol yang mengerti langsung mengecup belahan breast yang diketahuinya adalah tempat favoritnya dan titik kelemahan Baekhyun. Baekhyun menutup mulutnya dengan kedua tangan ketika sengatan listrik itu semakin kuat di kiri dan kanan dadanya. Berkali-kali hingga membuatnya serasa melayang.

"Jangan ditahan. Keluarkan sayang."

Baekhyun hanya menggeleng. Entah bagaimana tubuhnya telah telanjang sempurna padahal beberapa menit lalu ia masih mengenakan piyama tidurnya. Ia tak tahu saat Chanyeol menciumnya, tangannya bekerja cepat menyingkirkan segala yang ada di depannya. Ia terlena oleh cumbuan anak buahnya.

"Sshh… AKH!" Baekhyun memekik ketika ia merasakan sebuah benda memasuki lubangnya.

"Tenanglah baby, ini hanya jariku. Mendesahlah jika kau tak kuat."

Baekhyun menggeliat, tubuhnya serasa lemas namun sesuatu yang nikmat terasa di bawah sana. "oughh yahh disanahh ughh" Ia meremas sprei miliknya. Rasanya sangat nikmat ketika titik itu tersentuh oleh jari Chanyeol. Chanyeol menyeringai, ia telah menemukannya. Bergegas ia membuka seluruh pakaiannya dan mengocok sebentar kemaluannya.

"Ugh, itu panjang dan besar."

"Memang seperti ini Baekhyun. Kau mau membangunkannya?"

"Bagaimana caranya?"

"Kemari." Baekhyun menuruni tempat tidurnya dan berjongkok di depan Chanyeol sesuai instruksinya.

"Apa ini? Aku harus mengulumnya?" tanyanya polos.

"Ya, itu salah satu cara untuk membangunkannya."

"Jadi ini yang dilakukan para pelacur itu?" jari lentiknya mengurut pelan barang itu.

"Kau bukan pelacur baby, kau orang istimewa."

"Tapi punyamu pasti pernah dirasakan yeoja lainnya. Yeojachingumu saja banyak."

"Kau yang pertama melakukan blowjob padaku."

"Euuhh, rasanya pasti menjijikkan. Tidak enak." Baekhyun menutup mulutnya membuat Chanyeol frustasi. Pasalnya ia sudah menginginkan Baekhyunnya sejak tadi, tapi yeoja ini tak mau diajak kerjasama.

"Ayolah Baekhyun, kau tak mau mencobanya? Kau tega melihatku tersiksa dan bermain sendirian? Ugh, itu menyakitkan. Bantu aku…"

Baekhyun tampak berpikir "Baiklah. Aku coba."

Batang tak bertulang itu mulai memasuki mulut kecil Baekhyun hingga pipinya membulat karena kepenuhan. Baekhyun melepaskan kulumannya meninggalkan salivanya disana.

"Penuh."

Chanyeol hampir berteriak melihat tingkah Baekhyun yang terkesan mengulur waktu. Tapi ia berusaha meredamnya karena ini yang pertama bagi Baekhyun.

"Tak apa. Nanti kau akan terbiasa." Baekhyun kembali memasukkannya pada mulutnya dan mulai memajumundurkan kepalanya.

"Sshh… Oohh teruss baby… sshhh" Chanyeol mengusap kepala Baekhyun yang terus bekerja disana. Hingga ia merasa benda itu semakin membesar dan gerakan Baekhyun semakin melambat. Chanyeol yang gemas menuntun kepala Baekhyun hingga ia berteriak.

"Aaahhh…"

"Uhukk" Baekhyun terduduk dan terbatuk. Cairan putih susu keluar dari sudut bibirnya. Chanyeol berjongkok di depannya dan menghisap seluruh cairan yang ada di mulut Baekhyun.

"Bagaimana? Enakkan?"

"Aneh" Baekhyun menjulurkan lidahnya.

"Kita ke intinya."

"Hah? HUWAA"

Chanyeol mengangkat Baekhyun dan membaringkannya di tempat tidur.

"Awalnya terasa sangat sakit. Lakukan apapun untuk mengurangi sakitnya. Arra?"

Baekhyun mengangguk dan membuka lebar kakinya. Kedua tangannya mencengkeram lengan Chanyeol dan wajahnya menatap Chanyeol. "Pelan-pelan…"

Chanyeol mengangguk dan mulai memasukkan miliknya. Ia mendorong perlahan dan Baekhyun meringis. Mereka sudah dua kali melakukannya meskipun tak sampai tuntas. Namun bagi Baekhyun rasanya tetap sama, sakit saat benda besar itu menembus hole mu.

"Akkhh…"

Chanyeol menunduk dan mencium bibir Baekhyun. Baekhyun langsung mengalungkan tangannya di leher Chanyeol dan membalas lumatan Chanyeol dengan kasar. Melihat Baekhyun menikmati ciumannya, Chanyeol mendorong miliknya dengan sekali hentakan membuat Baekhyun menggigit lidahnya dengan keras dan menjambak rambutnya. Baekhyun merasa ada sesuatu yang robek disana. Sakit dan perih serta penuh di bawah sana.

"Move Chanyeol," bisiknya.

Chanyeol memulainya. Ia bergerak pelan dan konstan. Membuat Baekhyun gelisah. "Moree… More…" mohonnya. Baekhyun meremas spreinya ketika ia merasa Chanyeol menumbuk sesuatu yang nikmat disana. Airmatanya menetes dari mata sipitnya yang terpejam.

"Disanaahh…"

Chanyeol menaikkan ritmenya, membuat Baekhyun terhentak ke atas. "Akhh, sakitt."

"Ughh, sempiiit. Tungguhh sebentarr" Chanyeol semakin menghentak ke dalam. "Ughh, ughh"

"Ahhh… Channhhh akuu takk tahann. Uhhh…"

"Hahh hahh, tunggu sebentarr babyy"

"Chanyeolll, I'm Uhhh…."

"Togetherr"

"Chanyeolll/Baekkiee…"

SRRSH

BRUK

"Hahh hahh hahh"

Chanyeol menumpu tubuhnya dengan lengan kirinya, sementara Baekhyun mendongakkan kepala sambil membuka mulutnya. Paru-parunya terasa kosong, pikirannya melayang dan pandangannya menggelap. Seluruh tubuhnya berkeringat. Panas.

Chanyeol yang memandang itu menyampirkan poni Baekhyun. Ia belum mengeluarkan juniornya yang masih tertanam disana. "Enghh"

Baekhyun menggeliat pelan. Chanyeol membawanya dalam pelukan. "Mianhae"

.

Baekhyun merasa sesuatu menyengat menerpa wajahnya. Kelopak matanya perlahan terbuka. Mengerjap untuk membiasakan retina matanya menangkap cahaya mentari pagi. Ia menyamankan posisinya. Tiba-tiba matanya terbuka lebar. Ia terduduk. Dilihatnya keadaan kamarnya. Botol minuman berserakan di lantai. Bungkus snack, makanan, serta pakaian berserakan di lantai. Baekhyun memegang kepalanya yang terasa berputar-putar. Dibukanya selimut yang membungkus tubuhnya, matanya membulat melihat bercak darah di spreinya. Bayangan kejadian tadi malam mulai berputar dan tampak nyata dalam memorinya. Baekhyun mengacak rambutnya kasar. "Aku kebobolan. Shit!" Baekhyun baru menyadari sesuatu. "Chanyeol…" Ia berlari keluar menuju kamar di sebelahnya, tanpa memperdulikan tubuhnya yang tak berbusana. Kosong. Tubuh Baekhyun merosot ke lantai. "Aku… Brengsek! Chanyeol brengsek kau! Hiks hiks huu… huu… Namja sialan."

.

"Hosh hosh hosh… mimpi." Baekhyun terbangun dari tidurnya. Ia memeluk lututnya dan terisak di sana. "Hiks… hiks… huh huuhh, Chanyeol brengsek. Huhh… aku merindukanmu. Hiks, hiks…"

TBC

Maafkan saya readernim semua atas keterlambatannya. Sudah hampir sebulan hiatus baru nongol #mukaInnocent mohon dimaafkan #bowing. Jja, mari membalas review:

exindira: konfliknya dah dimulai nih. Happy reading … :3

Jessica807: hehehe… perlahan2 akan terjawab pertanyaannya Sica. Jja, baca lagi yokk

shinelightseeker: ehehehe… Baekkie memang beringas kok #dirajamBaekhyun #lari. Ini sudah update :3

miszshanty05: ini dah lanjut :3

Byun Jinhyun: jawabannya udah kejawab kan Jinhyun? Ne, happy reading :3

dobichan: uda kejawab pertanyaannya :D, ehehe itu buat NCnya merinding dangdut. Ini sudah update :3

ByunnaPark: Ona mmg sngaja buat karakter ChanChan jdi bejat disini, wajahnya mendukung #plak. Eh jangan… ini HunHannya sudah merid jdi nggak usah cri bapak baru :3. Ini sudah lanjut :3 Fighting!

MidnightPandragon1728: jiahh… gomawo sudah cinta sma yeoja ababil spertiku #bowing. Chanyeol nggak tahan pesona Byun Baekhyun XD. Ini uda update :3

uwiechan92: HunHan nggak kepisah kok :3 ini official couple semua. Hehe…

ShinjiWoo920202: Tao uda tau dan skrg mereka dihukum, hoho. Ini uda update :3

younlaycious88: pertanyaannya mulai kejawab satu-satu. Ini dah lanjut :3

indahh: hehehe… tenang, sya mendukung HunHan shipper kok :D. yosh, SEMANGAT!

AnitaLee: ini dah kejawab :D

edogawa ruffy: ahahhaha… Chanyeol memang pervert! HunHan tetap Berjaya kok XD

cho cheonsa: ini uda lanjut. Mianhae lama #bowing

MinwooImitasi: hahaha… ini uda lanjut :3

SHY Fukuru: Yup. Jangan sampai ada ChanDara #keingetMAMA. Luhan frustasi boo. Yeol nyungsep gra2 Hyunseong :D, ahh NC ChanBaeknya kurang HOT ya? #pundung. Diusahain yg terakhir akan HOT #ketawaSetan. Ini sudah lanjut :3

melaqueen: ChanBaek uda NCan #sodorChap5. Ini dah lanjut :3

Majey Jannah 97: ini uda lanjut :3

Bekichan077: jiahh… si BAEKCHANCHAN toh. Ciee yg uda punya acc, keep read n review ya. Awas kalo nggak review #sodorChanyeol eh jangan, #mogokUpdate #sokNgancam XD. Nggak pengen buat ff? #ehMelenceng. Ah, kemarin Baekkie masi virgin kok, skrg uda … hm… ya gitu deh. Ini uda lanjut #Kiss&HUG FIGHTING! Hohohohoho…

rachel suliss: ini dah lanjut :3 Sehun semedi dulu XD

KimRyeona19: ini dah lanjut :3

eggxbacon: KrisTao mmg selalu HOT XD. Ini dah lanjut :3

: ah, taka pa. nanti sempetin review ya di chap selnjutnya. Ini uda lanjut :3

kim jaerin: ini uda dilanjut :3

flawlesssaliens: ini uda lanjut :3

inggit: ini uda kejawab :3

bellasung21: Hai juga Bella :). Gomawo sudah suka ff ini. Ona berusaha memberikan yg terbaik. Ini uda lanjut :3 Ne, Fighting!

ichanyeollie: #sodorinTisu ini dah lanjut :3

starbucks91: jiahh, gomawo uda suka :3 ini dah lanjut :3 #Kiss&HUG

derpfangirl: hehehe, masi belajar menulis adegan NC #innocent. Ini dah lanjut :3

jiae: ini uda kejawab. Uda lanjut :3

hongkihanna: gomawo sudah review :3 uda lanjut… Yosh!

bbhyun: ini dah lanjut :3 Mian lama. Ahh, jangan kirim bom kentut, kirim bom eyeliner aja ntar kita kirim ke Korea XD. Jongin memang mempesona #KyungsooMelotot. Gomawo uda review #balikLemparMercon XD

zee Konstantin: uda lanjut :3