.My BOY.

Author: Park Ona

Cast: ChanBaek, slight KrisTao, HunHan, Kaisoo, and more.

Genre: Romance, Hurt

Rating: M

Summary: Byun Baekhyun, mahasiswi Sungkyunkwan tingkat akhir, menolak dijodohkan karena ingin bebas. Hidupnya yang serampangan dan urakan menjadi pelampiasannya di tengah rasa kesepiannya. Tak ada seorang pun namja yang mampu menaklukkan hatinya. Kecuali 'orang itu'. Mampukah Baekhyun mengatasi permasalahannya?

Warning: Genderswitch, OOC, typo, tidak sesuai EYD.

.

.

Don't like Don't read

.

Give me review please

.

Be Good Readers, NO PLAGIAT

.

Happy Reading

.

.

Chap 7

"Tuan, dia sudah ditemukan" seorang namja bertubuh kekar dengan pakaian formal membungkukkan badannya. Ia baru kembali dari pekerjaannya mencari seseorang.

Namja yang duduk di balik meja mengangkat kepalanya. "Benarkah? Di mana dia sekarang?"

"Bar Midnight, De Femme, distrik Myeondong."

"Gomawo. Kau boleh keluar. Aku yang akan mengurusnya."

"Baiklah tuan." Namja itu mundur perlahan dan menghilang di balik pintu.

"Akhirnya aku menemukanmu istriku."

.

.

Baekhyun kembali ke tempat duduknya. Tubuhnya berkeringat dan lengket. Ia baru saja menari dengan liar di dance floor bersama teman-teman barunya. Tanpa peduli puluhan mata para namja yang menatap lapar mereka. Bagaimana tidak Baekhyun hanya mengenakan rok mini yang menutupi genitalnya, serta lingerie bewarna hitam dipadu jas bulu yang panjangnya hanya sampai bokongnya. Baekhyun sangat suka meliukkan badannya di atas dance floor mulai dari bawah ke atas atau sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan hingga tak jarang underwearnya terlihat membuat para namja di sana horny setengah mati. Ia tak mau ambil pusing. Yang penting raganya terpuaskan dan hatinya senang. Toh setelah ini ia akan pulang dan tidur. Esoknya ia akan melakukan pekerjaan rutinnya mengantar koran, membuat sketsa dan mengirimkannya pada perusahaan tempat ia bekerja, lalu kembali ke bar ini pada malam harinya sekedar melepas penat.

.

Ada yang aneh? Tentu. Sudah seminggu ini Baekhyun kabur dari rumah, tepatnya rumah Chanyeol. Ia kabur sesaat setelah tiba di rumah Chanyeol. Kedua orang tuanya tak tahu karena Chanyeol memang tak memberitahu mereka. Cukup semalaman Chanyeol diberi wejangan dari keempat orang tuanya dan ia tak mau telinganya panas untuk yang kedua kalinya. Chanyeol tahu Baekhyun masih berhubungan dengan namdongsaengnya yang kini menjabat direktur di Wu Comp. melalui email dan telepon. Ia pernah memergoki Sehun yang sedang menelpon noonanya saat ia berkunjung ke Wu Comp. Namun tak ada satupun dari mereka yang tahu dimana Baekhyun berada karena ia selalu berpindah tempat jika merasa ada yang mengikutinya, termasuk namdongsaengnya sendiri.

.

Baekhyun menjadi liar dan berantakan. Pagi hari dihabiskannya untuk bekerja dan tidur, malam harinya ia main ke bar hingga tak jarang pulang dalam keadaan mabuk. Ia masih suka berkelahi seperti dulu, tapi kali ini kebanyakan musuhnya adalah para yeoja yang tidak terima namjachingu mereka mendekati Baekhyun karena tergoda gerakannya di dance floor. Yeoja imut ini dengan senang hati meladeni mereka dengan menciumi para namja itu hingga ada yang hampir menyetubuhinya di depan mereka. Tak ayal yeoja itu memaki dan mengutuk yeoja mungil yang sebenarnya rapuh ini. Hanya satu yang tak pernah dilakukannya yaitu berhubungan sex dengan namja lain.

.

Baekhyun membaringkan kepalanya di atas meja bar. Ia merasa sangat pusing dan lelah. Tak tidur seharian karena harus menyelesaikan sketsa sebuah gedung sebelum dikirimkan ke perusahaan tempatnya bekerja jika tak mau dipecat. Mudah baginya bekerja di sana karena prestasi akademiknya yang memadai. Baekhyun menjadi karyawan beruntung yang tak perlu datang ke kantor setiap hari, ia hanya harus menyetor rancangan apabila menerima pesanan dan ia baru ingat kemarin adalah deadline pekerjaannya.

"Kau sendirian agasshi?"

Baekhyun mengangkat kepalanya. Seorang namja berambut ikal, berwajah mesum dengan rokok di tangannya, menyeringai di sampingnya. Tangannya mulai mengelus paha mulus Baekhyun membuatnya merinding.

"Jangan sentuh aku!"

"Ayolah sayang, aku akan membayarmu 1juta won jika kau bisa memuaskanku malam ini."

"Cih, aku bukan pelacur! Cari saja yang lain." Baekhyun berdiri dan meninggalkan namja itu.

Namja itu menangkap lengan Baekhyun dan menghimpitnya di dinding. Perut besarnya menindih tubuh mungil Baekhyun. kedua tangan Baekhyun di kunci di samping kepalanya.

"Lepaskan aku ahjussi mesum!"

"Aku menginginkanmu sayang…" namja itu mencoba mencium Baekhyun. Baekhyun menolehkan kepalanya ke kanan-kiri untuk menghindarinya. Kakinya yang bebas diangkatnya dan menghantam junior ahjussi itu dengan telak.

"Aww… brengsek kau!"

"Kau yang brengsek dasar ahjussi mesum!"

PLAK

Baekhyun terjatuh di lantai.

"Kurang ajar. Akan ku balas kau bitch!" Namja itu duduk di atas badan Baekhyun dan menamparnya berkali-kali. Ia juga menarik rambut yang dulu panjang hingga yeoja itu meringis.

"Kau akan tahu akibatnya jika menolakku"

SRAK

Namja itu merobek baju Baekhyun hingga kedua payudara sintalnya terlihat. Ia pun meremas dengan kuat gundukan tak bertulang itu membuat Baekhyun berteriak kesakitan. Orang-orang yang ada disana tidak mempedulikan mereka. Ada yang melihat langsung pergi, ada yang acuh, ada juga yang terpancing melakukan hubungan sex tak jauh dari mereka.

.

Baekhyun menangis. Namja itu sudah berhasil merobek semua pakaiannya. Ia bahkan mengerjai genitalia Baekhyun. Ingin ia melawan namun tak sanggup. Tubuhnya terasa lemas dan sakit. Ia hanya pasrah apa yang akan terjadi selanjutnya. Tiba-tiba pandangannya menggelap. Ada sesuatu yang menutupi matanya. Terdengar suara ribut-ribut di sekitarnya.

.

"Jangan menangis. Kau sudah aman," bisikan seseorang menyapa telinganya. Baekhyun kenal suara ini. Seketika ia langsung memeluk erat orang itu dan menangis hebat di dadanya. Tubuhnya terangkat dari lantai dan merasa hangat. Orang itu menutupinya dengan coat panjangnya yang tebal.

Baekhyun tak tahu lagi apa yang terjadi. Ia hanya mendengar suara pukulan dan jeritan orang di sana. Mungkin ahjussi tadi sudah dihabisi anak buah orang ini. Baekhyun tak tau. Ia merasa takut sekarang. Tubuhnya bergetar dan terus menangis dalam waktu yang lama. Bahkan ia sampai tertidur sangking lelahnya.

.

.

Orang itu menunduk. Ia baru saja memasuki mobilnya dan menyamankan posisi di belakang. Seorang berpakaian rapi melihat dari kaca di depan.

"Pulang ke rumahku, Jongin. Dia butuh istirahat."

Orang itu mengangguk dan mulai menyalakan mesin. "Bagaimana dengan ahjussi itu? Haruskah aku turun tangan?"

"Tidak. Jangan mengotori tanganmu. Aku sudah menyuruh mereka membereskannya. Tenang saja. Tak akan ada jejaknya"

"Di dalam bar? Apa tidak terlalu mencolok hyung?"

"Tidak, adikku. Seperti kebiasaan kita. Menghabisi di jalan pulang. Biarkan saja dia menikmati udara bebas dulu sebelum menutup mata."

Orang yang memegang kendali mobil menyeringai. "Kau brilian hyung."

"Tak akan kubiarkan orang yang sudah membuat malaikatku menangis hidup. Ia harus membayarnya, dengan nyawa."

Namja yang menyetir mobil hanya tertawa,"Selalu saja begitu."

Orang itu menyampingkan poni Baekhyun yang menutupi keningnya. Tangan besarnya menyentuh bibir tipisnya. Sebuah lenguhan keluar dari sana.

"Kenapa kau selalu berakhir seperti ini? Inikah hukuman yang kau beri untukku? Kabur dari rumah setelah pernikahan kita dan berakhir berantakan seperti ini?"

Orang itu mengangkat sedikit tubuh Baekhyun yang duduk di pangkuannya. Membuat wajah imutnya bersender di bahu kekar namja itu. "Aku merindukanmu Kim Baekhyun."

.

.

Mata sipit itu mengerjap perlahan. Membiasakan pantulan sinar yang berlomba masuk kedalam retinanya. Tangannya terangkat ke atas untuk meregangkan otot-ototnya yang dirasa kaku. Mulutnya membuka untuk menguap. Mencari oksigen sebanyak-banyaknya. Matahari sudah mencapai pertengahan langit. Ia tak tau berapa lama ia tertidur. Yang ia tahu saat ini tubuhnya sangat lelah.

"Sudah bangun chagiya?"

Baekhyun menoleh ke samping. Sebuah senyuman terukir di wajah tampan di sampingnya. Penampilannya masih rapi seperti ia berangkat ke kantor tadi pagi, hanya saja rambutnya yang sedikit berantakan karena berbaring di sebelah Baekhyun.

Baekhyun diam dan membalikkan tubuhnya.

"Kenapa kau kabur dari rumah? Kau marah padaku?"

Perlahan Baekhyun beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi. Gerakannya terhenti ketika sebuah lengan menariknya hingga berbaring kembali di tempat tidur, terpenjara dalam kungkungan namja itu. Sontak Baekhyun meronta. Kejadian tadi malam masih membekas dalam ingatannya. Baekhyun langsung meringkuk di sudut ruangan ketika ia berhasil lepas dari namja itu. Kakinya menekuk dan tangannya menutupi kedua telinganya.

"Baekhyun?"

"Tidak. Jangan kemari."

"Baekhyun, ada apa?"

"Jauh. Jangan sentuh aku."

"Baekhyun, ini aku Chanyeol. Suamimu."

Baekhyun hanya menggeleng dan menangis. Chanyeol berjongkok di depannya dan membawanya dalam pelukannya. "Lepas. Lepaskan aku!"

"Baekhyun, ini aku Chanyeol. Ada apa denganmu?"

Baekhyun memukul Chanyeol,"Pergi! Lepas! Kau jahat Chanyeol! Kau jahat! Hiks…. Chanyeol tidak seperti ini. Chanyeol baik. Chanyeol manis. Dia suka tertawa. Uhuu…"

DEG

"Chanyeol suka bermain dengan Baekkie, Chanyeol selalu menjaga Baekkie, Chanyeol suka Baekkie. Kembalikan Chanyeol ku yang dulu. Hiks.. hiks.. Kembalikan…"

DEG

"Chanyeol tak akan selingkuh dan tak mungkin mengambil kesucianku. Kau bukan Chanyeol. Huu…"

DEG

Chanyeol hanya diam dan terus memeluk Baekhyun. Hatinya teriris mendengar ocehan Baekhyun. "Sedalam inikah pengaruh perbuatanku padamu hingga kau seperti ini? Maafkan aku Baekhyun. Maaf. Aku memang bodoh."

.

Perlahan tangisan Baekhyun mereda namun ia masih terisak. Chanyeol melepas pelukannya dan menyeka mata Baekhyun yang sembab. Melihat istrinya berantakan membuatnya semakin sakit. Penyesalannya semakin bertambah. Ia merasa menjadi suami yang tak berguna saat ini. Berkali-kali ia menemukan Baekhyun berakhir seperti ini, tapi tak ada satupun yang diperbuatnya. Berkali-kali ia berjanji melindungi Baekhyun, tapi tak pernah terjadi. Seperti kata Jongin, Chanyeol tak pernah menjaga Baekhyun meskipun ia mengatakan mencintai yeoja mungil itu.

Chanyeol kembali mendekat. Ia mengangkat tubuh kecil itu keatas tempat tidur dan membaringkannya. Ia mengatur suhu AC dan menyelimuti Baekhyun sebatas leher. Iapun masuk ke dalam selimut dan memeluk Baekhyun. Tak ada satupun kata yang keluar dari mulutnya. Ia tahu ia salah. Meminta maaf di saat seperti ini bukanlah tindakan tepat. Baginya yang terpenting istrinya tenang, baru ia akan meminta maaf atas perbuatannya saat ini.

Baekhyun masih terisak di dada Chanyeol. Ia menangis dalam diam. Sekuat tenaga ia menahan suaranya agar tak terdengar hingga berakhir isakan kecil. Matanya tertutup dan tangannya memeluk Chanyeol. Tak peduli kemeja Chanyeol basah karena airmatanya. Ia terus menangis. Hingga akhirnya kelelahan dan tertidur.

Chanyeol menunduk ketika tak didengarnya isakan lagi. bibirnya melengkung ke bawah melihat Baekhyun terlelap di pelukannya. Matanya menutup dengan sisa airmata di ujungnya, hidungnya memerah dan bibirnya sedikit terbuka. Chanyeol membersihkan sisa airmata dengan jarinya dan mengecup keningnya lama. Setetes airmata mengalir dari mata bulatnya. Ternyata selama Baekhyun menangis, Chanyeol juga menangis. Ia menahan suaranya agar tak terdengar Baekhyun. Ia sadar bahwa selama ini ia sudah menyakiti yeoja ini. Ia pesimis nantinya Baekhyun akan memaafkannya atau tidak. Karena bisa saja Baekhyun meminta cerai darinya setelah ia sehat kembali. Ia tak mau itu terjadi. ia takut. Ia takut Baekhyun akan meninggalkannya karena ia sangat mencintai istrinya ini.

.

Chanyeol berusaha membuka matanya yang menutup rapat. Gerakan kecil di dadanya membuatnya terbangun dari tidurnya. Ia menunduk dan mendapati kepala Baekhyun bergerak kesana kemari seperti seekor puppy yang sedang bermanja pada majikannya.

"Merindukanku hm?" Namja itu membalas pelukannya dan membelai surai cokelat Baekhyun. "Kenapa kabur dari rumah jika kau merindukanku, hm? Kau tak tau betapa khawatirnya aku mencarimu? Aku bahkan hampir melaporkan hal ini ke polisi. Syukurlah anak buahku berhasil menemukanmu."

Baekhyun hanya diam. Ia memejamkan matanya menghirup aroma yang menguar di sana. Harum maskulin mint yang selalu disukainya. Yang tak pernah berubah sejak remaja. Tunggu. Remaja?

.

Baekhyun mulai mengernyitkan dahi. Bayangan-bayangan masa kecilnya kembali berputar di kepalanya. Ia seperti menonton sebuah film pendek tentang dirinya dan seorang anak laki-laki yang tinggi dan mesum. Yang selalu bersamanya namun sering membuatnya sakit hati.

"Rumah. Sandara. Vibrator?"

Chanyeol membulatkan matanya mendengar perkataan Baekhyun. Namja itu meregangkan pelukannya. Mengangkat sedikit tubuh Baekhyun dan menatap hazel cokelat yang disukainya. "Kau mengingatku?"

"Aku harus berterima kasih pada guci itu. Karena kalau tidak, aku tak akan mau menikah dengan namja yang sudah mencabuliku sejak kecil. Bahkan mengambil perawanku dan menghilang begitu saja. Kau pecundang Kim Chanyeol."

Skak Mat. Baekhyun mengetahui semuanya. Apakah dia akan memaafkanku?

"Sudahlah. Lupakan." Baekhyun beringsut mundur dan turun dari tempat tidur. Ia berjalan menuju kamar mandi dan menutup pintu. Gerakannya terhenti saat melihat pantulan Chanyeol di belakangnya dari cermin. Ia berdiri di depan pintu kamar mandi. Baju kemeja kremnya digulung sebatas siku, kaki jenjangnya dibungkus celana kain cokelat di padu ikat pinggang kulit. Rambutnya di tarik ke atas menampilkan wajahnya yang tegas. Membuatnya terlihat tampan rupawan. 'Sejak kapan dia masuk?,' pikir Baekhyun.

"Kau marah padaku?" Chanyeol melipat tangan di dada. Baekhyun meletakkan sikat giginya di gelas dengan kasar, lalu mendorong tubuh tinggi suaminya keluar. "Minggir, aku mau mandi!," ucapnya ketus.

Chanyeol hanya tersenyum. Ia menarik tubuh mungil itu masuk kedalam dan menyalakan air hangat di bath up. "Aku yang akan memandikanmu."

Dengan cekatan dibukanya kancing piyama Baekhyun dan celananya. Baekhyun bergidik karena udara dingin menyapa kulit indahnya. Chanyeol mengangkat Baekhyun dan membaringkannya di bath up. "Panasnya cukup?"

Baekhyun hanya diam. Ia menatap kosong air di bath up. Kejadian di hari pernikahannya terulang kembali, saat Chanyeol mengajak seorang yeoja ke rumahnya, saat Chanyeol menembak yeoja lainnya di Junior High School, saat Chanyeol berciuman mesra dan saat Chanyeol mencabulinya semuanya terputar dengan jelas. Setetes airmata meluncur dari mata sabitnya. Baekhyun buru-buru menyekanya.

Senyum di wajah Chanyeol menghilang ketika melihat Baekhyun menunduk sambil mengucek matanya. Ia tahu istrinya menangis.

"Ada apa Baekhyun?"

"Ti…dak"

"Kau menangis?"

"Ti…dak. Hiks"

"Baekhyun?"

"Hiks… hiks…"

Lagi-lagi Baekhyun menangis. Chanyeol membawa tubuh polos itu dalam pelukannya. "Aku tahu aku salah. Aku bukan suami yang baik untukmu. Tapi mulai sekarang percayalah padaku aku akan menjagamu." Chanyeol melepas pelukannya dan menghapus airmata Baekhyun dengan ibu jarinya. "Aku mencintaimu. Sungguh."

"Benarkah?"

Chanyeol mengangguk. "Aku tak akan meninggalkanmu lagi."

CUP

Chanyeol mengecup kening Baekhyun. Yeoja itu hanya diam sambil terisak. "Sekarang mandi yah…"

Baekhyun mengangguk. Chanyeol mulai membasuh tubuh sang istri perlahan. Baekhyun mengernyit. Meskipun air yang digunakan air hangat, namun udara yang dingin membuatnya bergidik. Ini sudah malam dan mandi di malam hari bukan waktu yang tepat bukan?

Air mulai meluncur membasuh tubuhnya, dari kepala hingga pertengahan tubuh. Chanyeol bersusah payah menelan saliva ketika melihat aliran air yang menyapa kulit susu itu. Mengalir ke bawah, membelah di payudara Baekhyun dan berakhir di perut ratanya.

GLEK

Chanyeol mengubah posisi. Ia berjongkok di belakang bath up sambil memijat kepala Baekhyun dengan shampoo. Baekhyun memiringkan kepalanya. Ia melihat suaminya yang kini duduk di belakangnya sambil tersenyum."Apa yang akan kau lakukan?"

"Berbaringlah"

Baekhyun mengernyit. Chanyeol menarik lengannya dan memposisikan tubuhnya dengan baik. Ia menyandarkan kepalanya di bath up, tiba-tiba "Ahh…"

Baekhyun mendesah. Ia mendongak dan mendapati Chanyeol tersenyum di atas kepalanya. "Sudah kubilang aku yang akan memandikanmu." Chanyeol membungkam mulut Baekhyun dengan ciuman lembut dari atas. Kedua tangannya bekerja di sana meremas payudara Baekhyun dengan lembut. Bosan dengan payudaranya, ia turun kebawah menjelajahi genitalia istrinya tanpa melepas tautannya. Chanyeol sengaja mencium Baekhyun perlahan dan lembut agar Baekhyun dapat bernafas sembari menikmati sentuhannya. Tak jarang Baekhyun melepaskan ciuman mereka sesekali mendesah nikmat karena sentuhan suaminya. Kepalanya mendongak ke atas dan kakinya bergerak gelisah. Jemari suaminya semakin buas disana. Menekan, mencubit, bahkan sekarang mulai memasuki rongga hangatnya. Membuat air di bath up semakin beriak dan baju Chanyeol basah.

"Kau suka?"

Baekhyun mengangguk "Masukkan punyamuu sajahh. Akuu tak tahann…"

"Tapi bath up mu kecil chagiya."

Baekhyun menggeleng. "Ngghh"

Chanyeol tersenyum menang. Ia berdiri dan melepas baju serta celananya. Ia memasuki bath up yang sama dengan Bekhyun. Seketika air langsung tumpah karena berat Chanyeol.

"Ahh" Chanyeol mendesah begitu memasuki bath up. Bagaimana tidak, belum lagi ia mengatur posisi, lutut Baekhyun tidak sengaja menyentuh juniornya.

"Baek, ahh" Chanyeol mengerang ketika Baekhyun semakin menggerakkan lututnya disana. Ia tak tahu apakah Baekhyun sengaja menggodanya atau tidak. Yang pasti tindakan istrinya itu membuatnya semakin bersemangat mengerjainya.

"Baek, kemarikan tanganmu."

"Untuk apa?" tanya Baekhyun (sok) polos. Ia sebenarnya tau apa maksud suaminya.

"Pijat ahh punyakuu…" Chanyeol mendesah ketika juniornya kembali digesek oleh lutut Baekhyun. Baekhyun tersenyum dan meraih juniornya, lalu mengurutnya perlahan. Membuat batang yang tadinya sudah menegang itu semakin mengacung.

"Kenapa kau jadi senakal ini hm? Ahh"

"Aku nakal karenamu," Baekhyun mengocok junior itu hingga cairan putih keluar dari sana.

"Ihh, aku saja belum klimaks kau sudah keluar duluan."

Chanyeol geram dan langsung mencium Baekhyun kasar. Ia membaringkan kembali Baekhyun dan mengarahkan juniornya di depan holenya. Dengan sekali hentak junior itu melesat masuk memenuhi hole Baekhyun. Baekhyun menjerit dan menggigit lidah Chanyeol ketika Chanyeol menghentakkan juniornya. "Sakitt!"

"Kau sendiri yang memintaku memasukkannya"

"Tapi pelan-pelan ahh Chan apa yang… ahh… aahh…." Baekhyun kembali mendesah ketika Chanyeol menggerakkan pinggulnya.

"Sempithh"

"Ngghh…. di sanaahh. Nggghhh…"

Chanyeol mempercepat gerakannya. Ia pun merasa nikmat dan tersiksa karena hole Baekhyun yang menjepit erat juniornya belum lagi air hangat yang memanjakan tubuh mereka.

"Yeollie… aku mauu keluarr"

Chanyeol semakin mempercepat gerakannya.

"Yeoliiee…" teriak Baekhyun. nafasnya terengah karena ini klimaks pertamanya. Chanyeol kembali memompa di dalam sana. Air hangat dan juga cairan Baekhyun tak banyak membantu. Ia semakin gusar.

"Ugh… benar-benar sempithh"

Ia mengganti posisi berbaring dan menyuruh Baekhyun duduk di pangkuannya. Baekhyun yang masih lemas karena klimaks sebelumnya bingung apa yang harus dilakukan.

"Naik turunkan tubuhmu," perintah Chanyeol. Ia sudah berbaring di bath up dan Baekhyun mulai mengangkat tubuhnya.

"Sshh… sakitt," lirih Baekhyun. Bath up yang kecil, kaki yang terlipat dan posisi mereka yang seperti ini membuat Baekhyun tersiksa. Ia baru pertama kali melakukannya dalam posisi ini dalam tempat yang sempit pula.

"Yeollie, sakiitt ahh…"

Chanyeol yang mengerti keadaan Baekhyun membantu memegangi pinggul istrinya. Ia pun mengecupi payudara istrinya yang bergoyang naik turun didepan wajahnya. Beberapa kali genjotan Chanyeol merasa juniornya menegang dan semakin penuh. Seakan mau meledak.

"Yeollie akuu mauu keluarr"

"Bersama chagiya."

"Yeollie…/Baekkie"

BRUK

Chanyeol langsung menangkap tubuh Baekhyun yang berbaring di atasnya. "Hahh hahh"

"Gomawo Baekkie"

"Hahh hahh" Baekhyun lebih sibuk mengatur nafasnya. Ia tak mampu mengangkat tubuhnya lagi. Chanyeol yang mengerti langsung mengangkat tubuh Baekhyun. Mereka masuk ke ruang shower dan membersihkan tubuh di sana.

.

Chanyeol menyamankan posisi Baekhyun di dekapannya dan mengambil smartphonenya. Kini mereka berbaring di tempat tidur saling berpelukan.

"Yeoboseoyo"

"Jongin, besok hyung tak bisa masuk. Hyung akan menjaga Baekhyun."

"Jinjja? Lalu bagaimana rapat besok? Pertemuan dengan Mr. Jhon? Lalu …"

"Aku serahkan semuanya padamu namdongsaengku. Ayolah, aku ingin lebih lama dengan istriku. Sampai jumpa. Nikmati harimu. Annyeong."

Klik

"Ya, ya, ya! Hyung… hyung! Aish, dasar direktur payah! Apa dia nggak bisa menahan hasratnya itu? Baru saja seminggu nggak ketemu. Aku saja yang sebulan nggak ketemu Kyungsoo biasa saja." Jongin bermonolog ria. "Ahh… missing you Kyungiee…"

.

Baekhyun bergerak gelisah. Baru saja ia menutup mata dan samar-samar terdengar suara Chanyeol berbicara dengan smartphonenya, sekarang ada sesuatu yang menutup hidungnya.

"FUAH…" Baekhyun membuka matanya.

"Sudah bangun chagiya?" Chanyeol menyeringai. Baekhyun memandang tajam suaminya. Ia hampir kehabisan nafas gara-gara hidungnya dijepit jari besar Chanyeol, suaminya itu malah tertawa puas karena berhasil mengganggu tidur istrinya.

"Bangunlah chagiya. Ayo kita makan. Kau belum makan dari kemarin."

"Tidak. Aku mau tidur." Baekhyun membelakangi Chanyeol.

Chanyeol mendekapnya dari belakang. "Ayo bangun chagiya.." bisiknya di telinga Baekhyun.

"Sudah ku bilang nnghh"

"Ngh apa?" Chanyeol menyeringai.

"Nghh lepass. Akuu lelahh…" Baekhyun menggeliat. Chanyeol kembali mengerjai tubuhnya. Ia menciumi tengkuk Baekhyun dan tangannya meremas breast Baekhyun perlahan.

"Apanya yang dilepas?"

"Tannggann… hhh"

"Panggil aku oppa, chagiya baru aku lepaskan," bisik Chanyeol sambil mengulum telinga Baekhyun.

"Oppa"

"Lagi"

"Oppahh" remasan semakin bertambah.

"Lebih lembut"

"Oppaahh" sebuah tanda kemerahan muncul di bawah telinga Baekhyun.

"Buka bajumu sayang. Kita lanjutkan yang tadi."

"Tapi tadi oppa janji hmmpp" Baekhyun merasa melayang. Chanyeol mengerjai tubuhnya habis-habisan. Bibirnya melumat lembut bibir Baekhyun, satu tangannya memelintir nipple Baekhyun, satunya lagi menyapa klitorisnya.

"Aku mencintaimu Baekhyun," bisik Chanyeol.

"Na…do"

"Aku mencintaimu"

CUP

"Nghh"

"Panggil aku oppa seperti waktu kecil. Aku akan bermain lembut kali ini."

Baekhyun mengangguk dan kembali mendesah. Tangannya melingkar di leher Chanyeol ketika ia mengecup bibirnya.

"Oppa"

"Oppaa"

"Hhh"

Chanyeol tersenyum melihatnya dan terus memberikan service pada Baekhyun. Menciumi seluruh tubuhnya, memijat lembut payudaranya dan membelai genitalianya. Ia melakukannya perlahan dan lembut. Tak ingin melihat airmata Baekhyun lagi.

"Aku masukkan yah…" lirihnya. Juniornya sudah siap di depan hole Baekhyun. Baekhyun mengangguk lemah. Ia mencengkeram sprei ketika kepala junior itu memasukinya. Rasanya berbeda ketika mereka melakukannya dalam bath up tadi. Mungkin karena bantuan air hangat itu jadi sakitnya tidak terlalu terasa hingga Chanyeol langsung melesakkan juniornya.

SLEB

"Ugh" Baekhyun melenguh. Sakit yang tadi belum hilang sekarang ditambah dengan yang ini membuat bagian bawah tubuhnya nyeri hebat. Chanyeol menunduk dan membisikkan kata penenang disana. Ia sudah terbiasa melakukan sex dengan yeoja lainnya, tapi membuat mereka nyaman sebelum bergerak baru pertama kali ia lakukan. Ia memang ahli dalam sex, tapi ada beberapa hal yang disimpannya untuk diberikan kepada orang yang dicintainya. Seperti saat ini, ia membisikkan kata cinta pada Baekhyun sambil memainkan breastnya agar rasa sakitnya berkurang. Kata cinta yang diberikannya kali ini tulus karena hanya Baekhyun yang menerimanya.

"Move…" bisik Baekhyun.

Chanyeol mengecup bibir Baekhyun dan mulai bergerak. Ia bergerak perlahan. Baekhyun menolehkan kepala ke kanan dan kekiri. Tangannya mencengkeram sprei di bawahnya. Ini bukan pertama kalinya, namun sakit dan nikmatnya luar biasa. Mungkin karena Chanyeol langsung menghajarnya lagi setelah beristirahat beberapa menit. Ciuman Chanyeol di nipple nya dan gerakan in outnya membuat perut Baekhyun tergelitik dan merasa penuh.

"Oppa, I'm coming…"

Chanyeol sedikit menambah kecepatannya membantu Baekhyun mendapatkan klimaksnya. Beberapa kali gerakan Baekhyun keluar.

"CHANYEOLL… hah hahh"

Chanyeol tetap menggerakkan juniornya setelah Baekhyun klimaks. Baekhyun memeluk tubuhnya dan melingkarkan kakinya di pinggang Chanyeol. Ia merasa lelah. Namun berhenti sekarang bukan saat yang tepat.

"Oppa, coming againn"

"Wait baby…"

Chanyeol mempercepat gerakannya. "Ugh.. tight!"

"Nghh nghh ngghh hhh uuuhhh hahh hahh"

"Se…dikit lagiihh. Ughh, sempitt…"

"Ngghh nghh oppahh I'mm…"

"Together babbyy… hhh"

"YEOLLIEE/BAEKKIEE"

BRUK

"Hahh hahh hahh" deru nafas keduanya kembali beradu. Chanyeol melepas kejantanannya dan berbaring di samping Baekhyun. Ia mengatur posisi Baekhyun dan menarik selimut dengan kakinya.

"Baekhyun?"

Baekhyun tak menjawab. Ia masih sibuk mengatur nafasnya. Ia merasa kepalanya berat dan pusing.

"Kau tak apa Baek?"

Baekhyun menggeleng. Ia berbalik dan memeluk Chanyeol. "Capek. Hhh… hhh"

Chanyeol tersenyum. Pikiran buruk berkelebat dalam kepalanya ketika Baekhyun tak menjawabnya tadi. Sekarang ia merasa tenang karena Baekhyun baik-baik saja.

"Tidurlah. Besok kita jalan-jalan."

"Memangnya aku anak kecil?! Aku harus bekerja!"

"Tidak. Kau libur besok. Kau harus istirahat."

"Ada desain baru yang harus kukerjakan."

"Tidak ada penolakan. Jika kau menolak aku akan memasukimu lagi!"

"…"

"Anak pintar…" Chanyeol menepuk punggung Baekhyun. "Jaljayo My wife." Chanyeol pun menutup mata menyusul Baekhyun ke alam mimpi.

Tanpa Chanyeol sadari, Baekhyun kembali membuka matanya. 'Kalau tak berpikir hari esok, aku takkan mau menuruti ancamanmu. Kau enak genjot terus, aku sakit tau! Duh, perih. Dasar mesum!'

Baekhyun menggigit hidung Chanyeol,"Ngghh" racaunya.

"Hahaha… jaljayo oppa. Ah, Yeollie saja lebih baik. Jaljayo Yeollie."

CUP

Baekhyun menyamankan posisinya dan kembali terlelap. Menyusul Chanyeol ke alam mimpi.

.

.

.

END

Ayayayaya… Happy New Year 2014. Selamat Tahun Baru. Semoga kita bisa mencapai apa yang dicita-citakan di tahun ini. Ah, ff ini akhirnya tamat. ^^

Endingnya aneh. Iya. Alurnya kecepetan. Iya. Bahasanya berantakan, banyak pengulangan. Apalagi. Ona mmg bukan ahli bahasa :( Ini Original Konsep No Edit jdi maklum byk typo dan absurd XD.

Terimakasih atas dukungan kalian semua.

Kimmy, KIMJUNMONEY, SyJessi22, bellasung21, pinoya, , indaaaaaahhh, edogawa ruffy, 3 Guest, Yeolbaekk, gwiyoonmi, kim jaerin, 88wolfkind, bbhyun, exindira, baekchannie, ryanryu, MinwooImitasi, hongkihanna, inggit, Byun Naochan, ShinjiWoo920202, chika love baby baekhyun, jiae, Shim Yeonhae, , Kim Seonna, ByunnaPark, younlaycious88, bekichan077, gyusatan, TheDEVIL'yoonie-moon, bonggogi, dyodoll12jong88, Reyna Bee, PS, eggxbacon, changmomoMINE, Jung Han ah, fansyie, kaisoo 13, rachel suliss, Yo Yong, and another readers who not insert their name, I'm sorry.

Love u all :3

Aku harap kalian menyukai chap ini. Maaf kalo NCnya kurang HOT. Meskipun sdah 2x menulisnya tpi ttep merepotkan XD. Menulis NC itu nggak mudah dan membuat kepala pening. Jangan sampi vertigoku kambuh lagi setelah ini haha... must consume drug again? oh Noo...

Setelah ini aku akan hiatus. Nggak tau kapan kembali lagi karena harus fokus ke pendidikan dan hal lainnya juga. Aku takut kalo memulai cerita baru seperti yang sebelum-sebelumnya. Terbengkalai dan updatenya telat terus. Selalu meleset. Mohon dimaafkan kesalahan saya #bowing karena itu sya memilih hiatus.

Dan bagi yang masih berminat dengan ff Black Pearl itu aku masih mencari ide baru. Jujur filenya hilang dan aku nggak tau harus gimana lagi. aku nggak suka mengulang sesuatu, tapi ku usahakan untuk menamatkannya. Entah dalam waktu dekat ini atau nanti. Itu adalah ff pertama ku di FFn dan aku pasti akan menyelesaikannya. Ku harap para readers Black Pearl memahaminya.

Yak, sekian cuap-cuap dari Ona yang semakin hari semakin melantur #iniApaLagi? Tenang aja Ona tetap hadir di FFn dalam kotak review #hedeh jadi banyak-banyaklah buat ff dan jangan PLAGIAT ya! Aku sempat nemuin ff yang jdulnya Black Pearl jga. Aku lupa siapa authornya dan nggak tau siapa yang duluan posting. Tapi ingatlah ff ini ORIGINAL punya Ona dan Ona nggak pernah sama sekali mengcopas punya orang lain. 1 lagi. Ona pernah membaca cerita yang 95% mirip cerita Ona (lupa jdul n authornya) di posting diFFn. Sedih banget wktu tau itu. Ide itu muncul jika kita mau berpikir. Jadi jgn ambil gampangnya yah dan cepatlah tobat. Jadi PLAGIATOR itu nggak baik Lho! Hohoho… Maaf klo mungkin curhatan Ona terulang2, tpi Ona hanya menuangkan apa yg ada di kepalaku #sahh

Akhir kata sampai jumpa di ff lainnya.

Annyeong ^^