Saturday
May 25 ,2015
10:00 AM
Kyungsoo duduk di kursi salon dengan mata terpejam, bersemedi. Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya, ia membuka matanya perlahan-lahan dan mendongakkan kepalanya hanya untuk melihat wajah Zitao yang sedang tersenyum. "Apa kau telah menentukan takdirku?" tanyanya dengan suara setenang mungkin. Dirinya, Baekhyun, dan Zitao sedang berada di salon yang terletak di atap sebuah gedung perkantoran di tengah area Manhattan. Luhan harus menyelesaikan persiapan akhir untuk acara pesta dansa di hotel sehingga mereka akan bertemu dengannya disana.
"Ya, aku sudah menentukannya. Dan sekarang kutinggalkan kau dengan Stacey untuk mengurus penampilanmu." Jawab laki-laki yang lain sembari bergerak ke samping, menampakkan sosok perempuan yang berdiri di sampingnya. Ia memiliki rambut berwarna hitam dan biru dengan kulit putih pucat. Kyungsoo mengerang dalam hati.
"Jangan khawatir, nak!" ucap Stacey dengan nada yang terlalu ceria. "Aku tahu harus berbuat bagaimana denganmu. Disini Zitao benar-benar teliti dan aku sudah melakukan hal ini ribuan kali." Ia memutar kursi Kyungsoo sehingga laki-laki itu kini menghadap ke cermin, sinar lampu yang bersinar di atas cermin tersebut tiba-tiba saja menyilaukan penglihatannya.
Stacey pergi sejenak untuk mengambil alat-alat yang tepat bagi Kyungsoo, dan saat itulah ia mendapati seorang stylish lain menuntun Baekhyun menuju kursi di sebelah dirinya. "Kau juga berdandan?" tanyanya.
"Yeah. Kurasa sedikit perubahan kecil terdengar bagus dan lagipula," Ia mengacak rambutnya sebentar. "Aku sudah lama ingin menyemir rambutku."
Kyungsoo hanya menghela nafasnya sebelum menatap ke depan, kembali bersemedi dan memikirkan setelan hitam baru yang tergantung di lemarinya.
7:00 PM
"Jadi, akhirnya kau berhasil mengajak Kyungsoo berkencan?" tanya Joonmyeon sembari mengancingkan setelan jasnya di depan cermin. Ia adalah seorang laki-laki sederhana yang tidak tertarik sama sekali dengan pakaian mewah. Ia benar-benar puas dengan setelan hitam serta dasi kupu-kupu abu-abunya. Ia membenahi rambut bergelombang merahnya dengan cepat.
Jongin berujar, "Yep, dan acara pesta dansa ini akan menjadi kencan kedua kita." Dari tempatnya di atas kursi goyang Joonmyeon. Tubuhnya berbalut dengan setelan hitam serta kemeja putih, rompi hitam, dan dasi sutera hitam. Ia membiarkan jasnya tidak dikancing dan ia memegang sebuah topeng di tangannya. Topengnya berwarna hitam mengkilat dengan detail emas di sekitar bagian matanya dan jika kau memperhatikan baik-baik, kau dapat melihat gambar notes balok kecil tepat di sebelah lubang mata. Rambutnya ia sisir ke samping, diblow kering dan ditata dengan teliti.
"Yeah, tapi bagaimana kau bisa menemukannya di lautan orang-orang bertopeng?" tanya Joonmyeon sambil memakai sepatunya dan sebelum mengambil topeng miliknya yang tergeletak manis di atas meja kopi. Topingnya bermotif kotak-kotak hitam putih dengan detail emas mengelilinginya.
Jongin mengedikkan bahunya sembari berdiri. Sembari merapikan setelannya, ia menjawab, "Eh, aku akan segera tahu. Lagipula, aku rasa ini akan sedikit menyenangkan, bukan?" ia tersenyum.
"Aku tak tahu. Aku tak punya kekasih." Jawab Joonmyeon acuh tak acuh sembari membenahi kancingnya. Walaupun kenyataan berkata bahwa Joonmyeon adalah salah satu lajang yang paling diburu di Manhattan. "Lagipula, kita harus bergegas." Ia mengambil keperluannya dan mempersilahkan jalan langsung ke pintu depan.
Walaupun Kyungsoo benci dengan kenyataan yang mengharuskannya duduk di kursi salon selama berjam-jam hanya untuk menyemir rambutnya, ia harus mengakui bahwa Zitao dan Stacey memilih warna yang tepat untuk dirinya. Warna tersebut sangat berbeda jauh dengan rambut hitam lamanya. Kini, rambutnya berwarna coklat terang, warna yang sangat cocok dengan kulitnya, dan Stacey sengaja menjambul rambutnya dengan semprotan hair spray yang begitu banyak.
Dan terima kasih untuk Luhan, setelan tersebut tampak bagus dan pas sekali dikenakannya. Daripada setelan hitam lamanya, setelan barunya ini berwarna abu-abu gelap dengan kancing putih dan dasi tipis berwarna hitam. Setelan itu sangat cocok dengan figur rampingnya dan entah bagaimana membuatnya tampak sedikit lebih tinggi. Sembari membenahi kelepak jasnya, ia memperhatikan dirinya dari atas sampai bawah, memastikan bahwa semuanya tampak sempurna dari rambut sampai sepatu oxford coklat terangnya.
Max menghampiri hanya untuk di kakinya, mendongak menatapnya dengan mata anjingnya yang berkaca-kaca. Kyungsoo tersenyum dan membungkuk untuk menepuk kepalanya. "Maaf, sobat, Aku tak bisa menimangmu atau Luhan memenggal kepalaku hanya karena meninggalkan bulu anjing di setelanku." Candanya. Setelah mengelus bulu anjingnya sekali lagi, ia berbalik mengarah meja kopi tempat topengnya tergeletak. Topeng tersebut didesain dengan sedemikian ruwetnya sampai-sampai topeng tersebut lebih terlihat seperti renda. Sebenarnya ia ingin topeng yang sederhana dengan warna padat, namun Zitao dan Luhan telah mengatakan tidak secara serempak dan mengatakan bahwa ini adalah saat yang tepat bagi Kyungsoo untuk mengurangi keserdehanaannya dan menambah kekompleksannya.
Setelah mengambil topeng miliknya, ia mempelajari benda tersebut sebelum menghela nafas. "Ini hanya untuk satu malam." Gumamnya sebelum berbalik menatap Max. "Well, aku sudah memberimu makan jadi kurasa kau akan baik-baik saja semalaman ini." ujarnya sembari memasukkan kunci, ponsel serta dompetnya ke dalam kantong. "Kurasa yang harus kulakukan sekarang adalah pergi ke pesta itu dan mencari Jongin."
Anjing coorgie tersebut hanya menganggukkan kepalanya.
Chanyeol memeriksa jamnya untuk ketiga kalinya sembari menunggu Baekhyun di depan gedung apartemennya, penjaga pintu apartemen memperhatikannya dengan waspada.
Ia menyibukkan diri dengan memutar-mutar topeng di tangannya. Topengnya berwarna hitam sederhana dengan dihiasi jalinan emas dan hitam di sekitarnya.
Lima menit kemudian, ia mendengar suara berdeham pelan yang membuatnya mendongakkan kepalanya. Penjaga pintu tersebut menatap ke arahnya sebelum membukakan pintu dan membiarkan cahaya sinar kuning serta udara hangat keluar dari dalamnya dan berjalanlah keluar sosok paling cantik yang pernah Chanyeol temui selama hidupnya. Ia bersumpah, jantungnya berhenti berdegup selama beberapa saat sebelum berdegup kembali dengan sangat cepat saat pikirannya melayang pada pemandangan di hadapannya.
Melihat Baekhyun membuat Chanyeol merasa telanjang. Ketika dirinya hanya berbalut setelan hitam dan dasi kupu-kupu dengan rambut jambulnya yang biasa, Baekhyun benar-benar tampil maksimal, laki-laki yang lebih pendek itu berbalut setelan biru gelap, yang jika kau lihat sekilas, tampak berwarna hitam, dengan pasangan rompi yang tepat, kemeja putih dengan kerah hitam, dan dasi kupu-kupu berwarna putih, hitam dengan garis biru melingkari lehernya. Ujung celananya sengaja ia lipat untuk memperlihatkan sepatu boot yang dikenakannya sampai di bawah lutut. Rambut coklat gelapnya telah disemir menjadi ungu kemerah-merahan yang anehnya, tampak sangat menakjubkan padanya. Rambutnya memang sengaja tidak ditata, ia membiarkannya sedikit berantakan dan di tangannya terdapat topeng berwarna emas dan biru dengan berhiaskan jalinan yang sama dengan milik Chanyeol.
"Guh uh- ap-" Chanyeol tergagap, tak dapat mengeluarkan suara yang wajar dari mulutnya.
Baekhyun hanya tertawa kecil sembari bergerak mendekat. "Kuanggap kau menyukai penampilanku kalau begitu?" Ia tersenyum cerah.
Chanyeol menganggukkan kepalanya cepat. "Kau suka?" Akhirnya ia dapat berbicara. "Suka? Baekhyun- aku- aku bahkan tidak dapat- kau sangat cantik dan aku merasa sangat tak pantas berdiri di samping ya Tuhan." Laki-laki yang lebih tinggi menghirup nafas panjang untuk menenangkan dirinya.
Baekhyun meletakkan tangannya dengan lembut pada lengan Chanyeol dan sembari tersenyum, ia menyandarkan tubuhnya untuk berbisik, "Kau lebih layak dari ini." setelah menarik diri sedikit, ia menatap wajah merona Chanyeol dengan sebuah sengiran, "Sekarang ayo segera bergegas. Kita sudah terlambat." Ucapnya semangat.
"Oh, benar! Pestanya!" seru Chanyeol sebelum berbalik untuk membuka pintu penumpang bagi Baekhyun. Setelah menutup pintunya, Chanyeol menatap penjaga pintu yang tersenyum ke arah mereka dengan ramah, kemudian Chanyeol melambaikan tangannya sebagai tanda terima kasih sebelum berbalik ke pintu pengemudi dan masuk.
Penjaga pintu itu hanya menaikkan topinya dan menyeringai saat ia melihat kedua orang tersebut telah hilang di jalanan sebelum kembali bekerja seolah-olah tak melihat apapun.
Acara Grand Ballroom itu, sepertinya kekurangan kata yang lebih baik, Grand. Sama seperti namanya.
Cahaya terang yang terpancar dari kandil krital besar menerangi seluruh ruangan ketika orang-orang masuk, para perempuan berbalutkan gaun mewah dengan untaian mutiara atau permata di sekitar leher mereka sementara para pria berbalutkan setelan mewah dan baru. Semua orang juga datang dengan memakai topeng. Kyungsoo harus mengakui bahwa ia setengah mengharapkan akan ada seseorang muncul dengan topeng Iron man atau sejenisnya. Tapi tidak, tampaknya semua orang mengerti seberapa formalnya acara ini.
Terdapat beberapa meja di pinggir ruangan besar itu dengan vas kaca kecil berhiaskan mawar putih di dalamnya di setiap meja. Para pelayan mengenakan setelan tailcoat berjalan mengitari ruangan dengan membawa nampan perak yang berisikan minuman di atasnya dan beberapa diantara membawa hors d'oeuvres mini.
Di ujung ruangan terdapat sebuah panggung tempat dimana grup orchestra kecil memainkan music klasik. Di tengah ruangan terdapat tempat kosong dimana para pasangan berdansa dengan gaya yang sering Kyungsoo lihat di film-film bertema tahun 1800an. Luhan benar-benar tidak bercanda ketika ia bilang bahwa ia ingin acara ini benar-benar formal.
Setelah menghentikan seorang pelayan yang membawa nampan, ia meminta segelas koktail abbey di atas nampan. Dan setelah ia meneguk beberapa tegukan, ia berhenti sejenak untuk berterima kasih pada siapapun yang menciptakan alkohol karena holy crap ini sempurna sebelum kembali mencari Jongin, mendesak beberapa orang yang lewat sembari meneguk minumannya.
Sembari berjalan mengitari lantai dansa dan melewati beberapa pria tampan, ia menatap melalui lubang mata topengnya ke arah para pedansa yang bergerak secara hati-hati. Setelah menghabiskan koktailnya, ia menaruh gelas tersebut di salah satu meja sebelum berjalan mendekat ke arah lantai dansa untuk mendapat penglihatan yang lebih baik.
Mereka semua bagus, tapi hanya satu yang menarik perhatiannya. Ia tinggi dan kurus. Bagian dari wajahnya yang tidak tertutup topeng bersinar kecoklatan di bawah cahaya kandil. Gerakannya anggun namun juga kuat saat ia berdansa dengan pasangan perempuannya. Kyungsoo memperhatikan gerakan mereka, matanya mengikuti mereka di sekitar lantai dansa. Satu kali, ia membuat kontak mata dengan laki-laki tersebut dan mereka saling menatap satu sama lain dalam hitungan detik sebelum laki-laki yang ditatap Kyungsoo itu memutar pasangan perempuannya dan menurunkannya bersamaan dengan pedansa lain.
Ketika musik berakhir, para pedansa berpose sebelum melepaskan satu sama lain, bertepuk tangan untuk permainan orkestranya. Beberapa pemain orchestra tersebut membungkuk sebelum bersiap-siap untuk penampilan selanjutnya dan selanjutnya grup pedansa baru mulai memasuki lantai dansa menggantikan grup yang lama. Dengan banyaknya orang-orang yang lalu lalang, Kyungsoo kehilangan jejak laki-laki itu.
"Umm, Baekhyun. Aku rasa ini bukan ide yang bagus!" seru Chanyeol ketika Baekhyun menariknya masuk ke lantai dansa, koktail Manhattannya yang terlupakan tergeletak di sebuah meja dibelakangnya.
"Jangan khawatir! Ada banyak orang jadi kita bisa segera masuk!" ucap Baekhyun bersemangat ketika grup orchestra di panggung meletakkan alat musik mereka. Seorang wanita naik ke atas panggung dan mengambil tepat di depan piano. Mereka bergegas seiring dengan iringan orang-orang.
Chanyeol panik. "Tapi aku tidak tahu bagaimana cara berdansa! Whoa!" ia berteriak ketika laki-laki yang lebih memberikan sebuah sentakan tajam.
Baekhyun hanya tertawa sampai mereka menemukan tempat kosong ketika sang wanita mulai bermain. Ia tersenyum ketika ia menyadari lagu apakah itu. Berbalik menatap Chanyeol, ia meringis. "Aku akan mengajarimu." Ucapnya pada si jangkung ketika ia menautkan jemari kanannya dengan jemari kiri Chanyeol. Tangannya yang lain menuntun Chanyeol untuk merangkul pinggangnya sementara dirinya menggenggam bahu Chanyeol.
Laki-laki jangkung itu hanya menatap sekeliling dengan bingung saat sang wanita mulai bernyanyi.
One look and I'm done
One glance from your eyes
And I'm captivated
"Sekarang, ikuti aku saja." Ucap Baekhyun padanya ketika kakinya mulai bergerak. "Satu, dua, tiga, empat…" Ia menghitung pelan sembari menuntun Chanyeol, laki-laki yang lain lama-lama mulai terbiasa dengan gerakannya.
The taste of your skin
The warmth of your hungry lips
Has me so taken and I love the way
You can make me dance from miles away
Baekhyun menatap kaki mereka saat mereka bergerak, memastikan bahwa Chanyeol tidak menginjak kakinya secara tidak sengaja. Chanyeol bukanlah pedansa terbaik, namun ia mengikuti semua gerakannya dengan perasaan nyaman yang aneh dan ia dapat merasakan beberapa gerakan Chanyeol yang tampak tidak stabil.
When I'm with you
I'm so sedated
I'm capitvated by you
Ketika Baekhyun mendongakkan kepalanya, Chanyeol sedang menatapnya, menatapnya dengan penuh kasih sayang, ia dapat melihat mata laki-laki itu membentuk bulan sabit di balik topengnya.
"Apa?" tanyanya dengan sebuah senyuman kecil.
"Hm? Tidak ada apa-apa." Jawab Chanyeol, sebuah sengiran lebar bermain-main di bibirnya.
"Well, pasti ada sesuatu sampai kau nyengir begitu."
Chanyeol tertawa pada dirinya sendiri.
You're just like the wind cuz
Everything moves when you're around it
"Aku bersumpah, tidak ada apa-apa." Ucap Chanyeol pelan ketika mereka berdansa ke kiri.
The sun is just like the sound
Of your voice in the morning
When you light up my world and I love the way
You can make me dance
From miles away
Chanyeol mendongak menatap cahaya kandil di atasnya, mata coklatnya bersinar. Kembali menatap Baekhyun, ia menatap ke arah senyuman mata gelap yang membuatnya jatuh cinta.
When I'm with you
I'm never jaded
I'm captivated
"Aku hanya sangat bahagia sekarang. Momen ini sangat sempurna bagiku." Ia merengkuh Baekhyun lebih erat, tangan besar Chanyeol kini berada di punggung mungilnya. "Kau sangat sempurna, Baekhyun. Mungkin banyak orang telah mengatakan hal ini padamu berulang kali, tapi biarkan aku mengulangi perkataan mereka. Dan aku baru saja menyadari malam ini begitu berharga karena aku menghabiskannya denganmu."
Oh, I'll never stopped believing
In this crazy love we're leading
"Chanyeol norak…" ucap Baekhyun, admirasi di matanya tidak dapat menyembunyikan rona merah serta senyuman yang menghiasi wajahnya.
Laki-laki yang lebih tinggi menunduk, wajah mereka sangat dekat, mereka dapat merasakan nafas satu sama lain melalui bibir mereka.
Oh, sugar
Hold me closer
Make me sweeter
I need ya
I love you
Ketika bibir mereka bersentuhan, Chanyeol menghela nafas, akhirnya ia berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan sejak lama. Mata Baekhyun melebar selama beberapa saat sebelum akhirnya terpejam dalam kebahagiaan sembari melepaskan untaiannya jemarinya pada Chanyeol dan melingkarkan kedua lengannya pada leher Chanyeol. Baekhyun membiarkan dirinya hanyut dalam pelukan Chanyeol saat laki-laki itu melingkarkan lengannya pada pinggang mungilnya ketika bibir mereka bergerak bersamaan dalam harmoni yang manis.
So please show me that smile
Make me laugh for just a little while
Ketika mereka melepaskan ciuman mereka, Baekhyun tidak melepaskan dirinya dari Chanyeol, ia berjinjit ketika Chanyeol menempelkan kening mereka bersama, matanya masih terpejam.
"Aku mencintaimu." Bisiknya.
Baekhyun terkejut sebelum memberikan sebuah senyuman tipis. Setelah meraih tangannya, ia mencium bibir Chanyeol dengan cepat. "Aku juga mencintaimu." Jawabnya dengan terengah-engah.
Then breathe me one breath
I only need one to fill the emptiness and I
Love the way you can make me dance
From miles away
Tak ada dari mereka yang menarik diri terlebih dahulu, keduanya sama-sama hanyut dalam bagian kecil dari surga yang mereka alami.
Chanyeol tetap merengkuh Baekhyun erat, kening mereka masih bersentuhan, topeng mereka bertubrukan satu sama lain. Kaki mereka bergerak mengikuti ritme lagu. Dunia di sekitar mereka tampak hilang dan rasanya yang bisa Chanyeol dengar hanyalah suara Baekhyun yang ikut bernyanyi sampai lagu berakhir, suara manisnya bercampur dengan sempurna.
It's been so long but now
I've waited and I'm captivated
Hi, im back again with the new chapter kk. As you can see, lagi-lagi ada beberapa istilah asing di chapter ini jadi biarkan aku menjelaskannya.
Tailcoat : ini merupakan setelan yang biasa pelayan/butler gunakan. Kalian bisa membayangkannya, kan?
hors d'oeuvres : makanan pembuka yang berasal dari prancis dan biasanya disajikan pada event-event tertentu atau saat pesta koktail.
Dan lagu yang tertera di atas itu lagunya Lady Gaga yang Captivated. Lagunya lumayan enak, bisa download kalau kalian mau haha.
So, how's the chapter anyway? Did you enjoy it? Akan ada 5 chapter lagi sebelum ff ini selesai dan aku akan ambil hiatus sebentar sebelum melanjutkan satu projek yang tertunda.
Well, the next project bakalan agak lama karena bahasanya yang lumayan berat dan pairingnya masih kaisoo. Try to guess what fic is it, I'll give you a hint : fic ini salah satu fic klasik kaisoo. Happy guessing lol.
Revies are so much loved ;)
