Seorang gadis cina turun dari taksi, diikuti temannya yang sama-sama bermata sipit. Mereka berdua melihat sekeliling. Benar ini tempatnya? Gedung yang berhiaskan bunga-bunga putih dan mobil-mobil yang terparkir rapi ini tujuannya? Si gadis cina menarik tangan temannya, mengajaknya masuk. Temannya itu menahannya, masih merasa ragu.

"Kau yakin, Xi?" Tanya gadis yang memakai baju hijau tersebut. Rambutnya pendek, dicat highlights warna ungu. Kacamata hitam terselip manis di rambutnya. Gadis yang ada di sebelahnya mengangguk yakin.

"Yakin! Dia sendiri yang bilang padaku! Ayo masuk!" Mereka berdua memasuki gedung itu dengan langkah pasti. Terdengar mengalun lagu-lagu yang diputar, juga hiruk-pikuk tamu yang datang. Mereka berdua sedikit ngeri melihat para personel yang siaga dengan senjatanya. Memangnya siapa sih, orang yang bertunangan dengan teman mereka itu? Mereka kembali berjalan menyusuri kerumunan dan menemui empat orang sedang berkumpul dan tertawa-tawa, mereka kenal salah satu diantara mereka. Si wanita berambut pendek yang memakai kimono itu, itulah yang mereka cari. Si gadis cina berjalan cepat menghampiri keempat orang tersebut, disusul temannya si rambut ungu.

"Asuka!" Seru si gadis cina cukup keras, mengundang perhatian kerumunan empat orang yang duduk tersebut. Asuka -wanita kimono- berdiri dan tersenyum pada dua gadis pendek tersebut.

"Xiaoyu?" Asuka memeluk gadis cina bernama Xiaoyu itu dengan gembira. Mereka berkenalan ketika Asuka berlibur ke China dan mereka berdua bertemu, bertukar nomor ponsel. Lalu mereka tetap berhubungan sampai sekarang. Asuka mengarahkan pandangannya pada gadis di sebelah Xiaoyu.

"Dia siapa, Xiao?" Tanya Asuka ramah sambil menyunggingkan senyum manis. Gadis di sebelah Xiaoyu itu membungkuk sopan.

"Aku Miharu Hirano. Senang berkenalan denganmu, Asuka-san," Asuka mengangguk mengerti dan memperkenalkan orang-orang yang duduk satu meja dengannya.

"Ah, Xiaoyu, Miharu, ini teman-temanku. Mereka Lili dan Hwoarang," Asuka menunjuk ke arah gadis yang memakai terusan warna putih dan pria yang memakai tuxedo cokelat. "Dan ini JinKazama, he's my fiancé." Asuka kembali menunjuk pria yang memakai tuxedo hitam. Xiaoyu terus menatap pria bernama Jin yang merupakan kekasih Asuka itu. Entah kenapa, ia tidak bisa mengalihkan pandangannya. Miharu yang menyadari itu menyikut pinggang Xiaoyu kuat, berusaha menyadarkan sahabatnya itu dari lamunannya.

"Senang berkenalan dengan kalian semua," Xiaoyu membungkuk sopan diikuti Miharu di sebelahnya. Mereka berenam berbincang ringan, namun Jin hanya diam saja. Ia merasa ada yang aneh dengan tatapan gadis bernama Xiaoyu itu. Ia risih dengan lirikan yang dilemparkan wanita cina itu ketika berbicara. Jin merasa sesuatu yang buruk akan terjadi, tapi cepat ditepisnya pikiran itu. Tidak baik berburuk sangka kepada orang baru.

Ramah tamah itu merupakan acara terakhir dari rentetan acara pertunangan Jin dan Asuka. Sebagian besar tamu sudah pulang termasuk Xiaoyu dan Miharu. Mereka beralasan harus mencari apartemen dan sebagainya. Sebenarnya, Miharu punya alasan tersendiri untuk pulang cepat. Xiaoyu awalnya menolak tetapi Miharu memaksanya, dan akhirnya merekapun pulang. Miharu menatap tajam Xiaoyu saat mereka sudah ada di taksi.

"Miharu, guess what!" Xiaoyu membuka pembicaraan. Ia mengerling penuh arti pada sahabatnya itu. Miharu mengangkat alis tanda tidak mengerti. Xiaoyu mendekatkan diri kepada Miharu, akan mengatakan sesuatu yang 'rahasia' dan 'terlarang'.

"I think... I'm in love," cetus Xiaoyu enteng. Miharu membulatkan matanya, terkejut atas pernyataan Xiaoyu. Inilah yang ia takutkan sedari tadi. Xiaoyu tak bisa melepaskan pandangannya dari salah seorang lelaki di sana dan itu tandanya... Dia jatuh cinta pada pandangan pertama. Klasik sekali.

"With?" Miharu memejamkan matanya, berdoa sebelum mendengar jawaban Xiaoyu. Semoga bukan dia, semoga bukan dia!

"Jin Kazama." Bisik Xiaoyu lirih, dan Miharu spontan membuka matanya. Ketakutannya benar-benar terjadi. Miharu segera memutar otak, mencari kalimat yang pas untuk mencegah Xiaoyu jatuh terlalu dalam. Ia tidak ingin sahabatnya menjadi penghancur hubungan orang lain.

"You're not!" Sergah Miharu. "Itu hanya perasaan sesaat, Xi."

"Tidak. I've fallen for him. He's too good to be ignored, Miharu. Aku takkan melewatkan kesempatan ini!" Xiaoyu menyanggah, membuat Miharu kehilangan kesabarannya.

"You're crazy!" Seru Miharu sambil menunjuk Xiaoyu tepat di wajahnya, "he's already engagedwith Asuka! "

Xiaoyu menatapnya enteng, "Lalu apa masalahnya? Mereka belum menikah dan aku masih punya kesempatan."

"Ling Xiaoyu!" Bentak Miharu, berusaha mencegah semua ide gila yang dilontarkan gadis di sebelahnya. Xiaoyu menoleh dengan senyuman di wajahnya. Miharu memandangnya heran, dan senyuman di wajah Xiaoyu seketika pudar. Berganti dengan senyuman miring yang terlihat... licik?

"I'll make Jin Kazama loves me. I will." Tandas Xiaoyu sambil mengalihkan pandangannya ke arah jalanan. Sudah enam tahun sejak dia terakhir berada di Tokyo, banyak yang berubah, pikirnya. Ia melirik ke arah Miharu yang memasang wajah datar. Apa sahabatnya itu marah? Memang Miharu selalu menentang keras sifat Xiaoyu yang mudah jatuh cinta. Tapi ini lain, Xiaoyu percaya ini tidak seperti sebelumnya. Jin berbeda, ia tahu itu. Pandangan Miharu terfokus pada gedung-gedung tinggi yang mereka lewati selama perjalanan.

"Miharu," Xiaoyu memanggil gadis di sebelahnya, ragu. "Kita akan tinggal dimana?"

Miharu mendesah berat. Mereka berdua datang tanpa persiapan, ingin memberikan kejutan untuk teman mereka yang sedang bertunangan. Padahal semua orang tahu bagaimana sulitnya mencari apartemen di Tokyo. Ia tidak memalingkan pandangannya dari jendela sedikitpun. Ia sangat kesal pada sahabatnya itu. Mudah jatuh cinta mungkin masih bisa ditoleransi, tapi merebut kekasih orang lain? Itu hal gila dan Miharu tak akan membiarkan Xiaoyu melakukannya.

Xiaoyu menunggu jawaban dari bibir Miharu yang bungkam. Ia menyentuh pelah lengan Miharu, berusaha menarik perhatiannya. Tak bereaksi. Xiaoyu mendengus kesal. Lama-lama ia bisa berbalik marah pada sahabatnya ini. Miharu menoleh pelan.

"Kita akan tinggal di hotel ayahku." Ujar Miharu, pendek. Xiaoyu tersenyum cerah. SetidaknyaMiharu sudah bersikap sedikit normal meskipun sedikit dingin.

"Promise me, you won't took Jin from Asuka." Miharu meraih tangan sahabatnya, berusaha membujuknya. Xiaoyu membulatkan mata dan menarik telapak tangannya yang digenggam Miharu. Ia menggeleng pelan dan menatap mata sahabatnya.

"I don't know if I can." Bisik Xiaoyu, nyaris tanpa suara.