LOVE ME
Author: Lovara
Cast: KrisTao + Member EXO + SNSD + Super Junior and other.
Genre: Family,Romance,Friendship
Summary: Kehidupan Huang Zi Tao yang sangat sempurna,terlahir di keluarga yang sangat kaya,teman-teman yang selalu bersamanya dan seorang kekasih yang begitu mencintainya. Namun tak banyak yang mengetahui bahwa namja bermata panda itu mempunyai sebuah rahasia besar,bahkan teman dan kekasihnya pun tidak mengetahuinya..
...
WARNING: YAOI,OFFICIAL COUPLE,NO CRACK PAIR,NO GS,NO STRAIGHT
...
Meskipun hanya sebuah tulisan Fiksi,tapi tolong hargai karya seorang author. Jangan memplagiatnya tanpa seijin author. Cerita di FF ini tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata para cast,jadi jangan menjudge mereka.
...
Tao terbangun esok paginya saat mendengar suara teriakan dari lantai bawah. Pasti kedua orang tuanya yang bertengkar lagi,pikirnya. Ia mengambil ponselnya yang tergeletak dimeja nakas,jam baru menunjukkan pukul 5.30 pagi. Tao tak habis pikir masih sepagi ini tapi kedua orang tuanya sudah kembali beradu mulut. Namja bermata panda itu coba memejamkan matanya kembali,namun suara teriakan kedua orang tuanya membuatnya tidak bisa tidur kembali.
Tao bergegas mengambil seragamnya lalu masuk kedalam kamar mandi. Tak sampai 30 menit,ia sudah rapi dengan seragam dan tas dipunggungnya. Sesampainya dibawah,Tao tidak mendengar lagi suara teriakan kedua orang tuanya. Masih pukul 6.15,Kris akan datang menjemputnya saat pukul 7 tepat.
"Kau mau sarapan Tao?" tanya Sunny saat melihat Tao memasuki dapur.
"Tidak usah noona,berikan aku segelas susu saja"
Setelah menikmati segelas susu kesukannya,Tao segera mencari Shindong yang biasa mengantarkannya pergi sekolah saat Kris tidak menjemputnya. Pukul 6.45 Tao sudah sampai didepan pintu apartement Kris. Tanpa perlu membunyikan bel,ia masuk kedalam.
"Kris ge?" panggil Tao karena mendapati apartement Kris sepi.
Tao masuk dan dapat mendengar suara gemericik air dari kamar mandi. Tao segera pergi ke dapur milik Kris,disana ia membongkar isi kulkas yang selalu penuh dengan makanan kesukaannya. Ia membawa sekotak susu strawberry dan sebuah roti isi keju sebagai pengganjal perut.
"Omo baby,kau mengagetkan gege saja" Kris terkejut karena Tao tiba-tiba saja ada dikamarnya.
"Aku masuk saat gege sedang mandi tadi"
"Tumben sekali kau kemari tanpa memberitahu gege?"
Brugh...
Tao memeluk Kris dari belakang dengan sangat erat.
"Hey baby ada apa?"
"Tidak apa-apa,hanya ingin memeluk gege saja" jawab Tao pelan.
Kris membalikkan tubuhnya dan menatap lekat Tao.
"Kau ada masalah?kau bisa cerita dengan gege jika kau sedang ada masalah" ucap Kris sambil mencium kening Tao.
"Sudah ku bilang tidak ada apa-apa ge,hanya ingin bermanja-manja saja dengan kekasih ku yang tampan ini"
"Sering-sering lah kau bermanja-manja seperti ini pada gege"
Kris mempertemukan bibirnya dengan bibir tipis Tao. Tao mengalungkan tangannya pada leher Kris,sedangkan Kris memeluk pinggang ramping Tao. Tao membuka mulutnya saat lidah kenyal Kris menyapa bibirnya. Merasa mendapat lampu hijau,Kris segera melesakkan lidahnya. Tao semakin menekan tengkuk Kris agar memperdalam ciuman mereka. Tak berhenti disitu,Kris memiringkan kepalanya agar dapat dengan mudah mengeksplor mulut manis kekasihnya. Entah saliva milik siapa yang kini membasahi leher jenjang milik Tao. Merasa pasokan oksigennya menipis,Tao memukul dada Kris agar melepaskan ciumannya.
"Hosh...hosh..." Tao segera mengambil napas sebanyak-banyaknya.
Kris membersihkan lelehan saliva yang membasahi dagu dan leher Tao. Ia juga merapikan rambut Tao yang kini tampak berantakan.
"Gege,bagaimana kalau hari ini membolos" ucap Tao yang entah kenapa hari ini sangat tidak mood untuk sekolah.
"Boleh saja" Kris melirik jam yang ada dikamarnya,pukul 7.30.
"Ayo kita kepantai,aku sudah lama ingin kepantai" Tao memeluk lengan Kris dengan manja.
Kris tentu saja senang melihat Tao yang bermanja-manja padanya.
"Gantilah baju mu,gege akan menyiapkan bekal untuk kita disana" ucap Kris lalu mencium bibir Tao yang sedikit membengkak karena ulah mereka tadi.
.
.
.
.
.
Kris mengemudikan mobilnya menuju pantai Gyengpo,yang terletak dikota Gangneung. Pantai ini terletak di pesisir Timur Korea Selatan dan merupakan yang terbesar. Pantai ini memiliki pasir yang sangat halus dan bersih. Membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke pantai. (Pantai di Exo Showtime eps 6)
Kris melirik Tao yang duduk dikursi penumpang disebelahnya,namja manis itu tengah mengalihkan perhatiannya pada pemandangan diluar jendela. Kris merasa Tao sedang memikirkan sesuatu entah apa itu,ia tidak mau memaksa Tao untuk menceritakannya,biarlah Kris menunggu Tao sendiri yang bercerita padanya.
"Apa deretan pohon diluar lebih menarik daripada gege hmm?" ucap Kris memecah keheningan.
Tao menoleh pada Kris. "Maksud gege?"
"Gege perhatikan kau lebih senang memperhatikan pohon diluar,apa mereka lebih tampan dari kekasih mu ini?"
"Lalu aku harus bagaimana?apa aku harus memandangi gege yang sibuk mengemudi dan berakhir kita menabrak tiang listrik karena gege justru tidak konsen?tidak terima kasih" cerocos Tao panjang.
Kris tertawa mendengar ucapan Tao.
"Sekarang gege tertawa?huh baiklah aku tidak akan bicara lagi dengan gege" Tao melipat kedua tangannya didepan dada,ngambek.
"Aigo~ apa kau sedang PMS sayang?mood mu berubah cepat sekali?"
"PMS?apa itu?" tanya Tao penasaran.
"Entahlah,tapi biasa nya para yeoja akan berubah moodnya dengan cepat saat PMS"
"Ish~ aku bukan yeoja,Kris ge" gerutu Tao.
Drrttt...Drrrttt...
Tao mengambil ponselnya yang terletak ditasnya.
"Yeoboseyo-?"
"PANDA ! KAU MEMBOLOS BERSAMA KRIS EOH?" Tao menjauhkan ponsel yang ia genggam dari telinganya,Kris bahkan bisa mendengar dengan sangat jelas suara teriakan Baekhyun.
"Baekkie hyung,kau ingin membuat aku tuli eoh?" gerutu Tao pada Baekhyun yang meneleponnya.
Baekhyun terkekeh diseberang telepon. "Mianhe panda,salah sendiri kau membolos tapi tidak mengajak ku"
"Untuk apa aku mengajak mu hyung?aku hanya ingin berduaan bersama Kris ge saja" goda Tao.
"YAK KALIAN ! JANGAN MELAKUKAN HAL YANG ANEH-ANEH" Baekhyun kembali berteriak histeris,terdengar juga suara Chanyeol yang sepertinya sedang menenangkan Baekhyun agar tidak berteriak.
"Tao?ini Lay gege,kalian pergi kemana eoh?" rupanya Lay mengambil alih ponsel Baekhyun.
"Kami pergi kepantai Gyengpo,ge"
"Omo bukan kah itu sangat jauh?"
"Nde,kami sudah setengah perjalanan"
"Tao bawakan kami oleh-oleh !" teriak Kai dan Sehun kemudian disusul suara rintihan mereka berdua.
"Ada apa ge?" tanya Tao pada Lay.
"Kai dan Sehun mendapat hadiah 'kecil' dari Luhan,ah sudah dulu Tao,bel masuk akan berbunyi,kau hati-hati dijalan dan katakan pada naga pervert itu untuk selalu menjaga mu"
"Nde~ umma"
.
.
.
.
.
Perjalanan 2 jam yang mereka tempuh akhirnya tidak sia-sia. Pantai itu terlihat sepi,hanya beberapa orang yang lalu lalang. Tao segera melepas sepatu dan berlari telanjang kaki menuju bibir pantai. Merasakan angin yang bertiup serta menikmati gulungan ombak yang berkejaran. Kakinya merasakan dingin air laut,sejenak Tao bisa melupakan permasalahan yang sedang ia hadapi.
Grep...
Kris datang dan langsung memeluk Tao dari belakang. Tangan besarnya melingkar dengan sempurna diperut rata Tao. Tao melingkarkan tangannya diatas tangan Kris,kepalanya bersandar nyaman diatas dada bidang Kris.
"Menyukainya?" ucap Kris mengeratkan pelukannya.
"Sangat,apa lain kali kita bisa kemari ge?" tanya Tao sambil mendongakkan kepalanya.
"Kapan pun kau mau,gege akan mengantar mu sayang" Kris mencubit gemas pipi Tao yang sedikit memerah karena terkena angin yang cukup dingin.
Jika bisa,Tao ingin sekali menghentikan waktu yang sedang berjalan. Ia selalu merasa nyaman saat bersama Kris,namja tinggi itu tidak pernah sekali pun mengecewakan Tao. Tao sangat ingin menceritakan semua masalah yang ia hadapi ini pada Kris,namun ia takut Kris akan menjauhinya sama seperti teman-temannya saat kecil.
Masa kecil Tao cukup biasa saja seperti anak pada umumnya. Meskipun ia jarang berkumpul dengan orang tuanya,ia cukup terhibur dengan adanya para pengasuh yang selalu menjaganya juga teman-temannya yang tinggal didekat rumahnya. Sampai suatu hari,pertengkaran antara orang tua Tao tercium sampai ke rekan bisnis mereka berdua. Appa dan umma Tao yang menikah karena perjodohan,tidak saling mencintai,bahkan umma Tao tidak pernah melihat Tao sebagai anak yang lahir dari rahimnya sendiri.
Muncul desas-desus kalau Tao adalah anak haram,meskipun pada kenyataannya Tao memang anak kandung dari keluarga Huang. Para orang tua teman-teman Tao,melarang anaknya untuk bermain dengan Tao. Mereka beranggapan bahwa anak haram itu membawa dampak yang buruk untuk anak-anak mereka kelak.
"Tao...baby?"
Tao tersentak dari lamunannya saat Kris menggoncangkan bahunya.
"Kenapa?apa kau sakit?" Kris meletakkan punggung tangannya pada kening Tao.
Kris terlihat sangat khawatir dengan Tao beberapa hari ini,ia sering mendapati Tao tengah melamun dengan tatapan mata kosong.
"Gwenchana ge" Tao tersenyum manis pada Kris.
"Hey ceritakan pada gege,apa yang membuat mu sering melamun akhir-akhir ini?"
"Tidak ada,sudah ku bilang tidak ada yang kupikirkan" ucap Tao sedikit ketus.
"Kau tau gege tidak suka pada orang yang suka berbohong,Tao"
"Jadi gege tidak percaya pada ku?baiklah kalau begitu"
Tao berjalan cepat meninggalkan Kris. Kris sedikit berlari mengejar Tao yang sedang marah padanya. Kris mengaku salah karena ia sedikit membentak Tao dan ini pertama kalinya ia membentak Tao.
"Baby..."
"..."
"Tao baby..."
Tao memasang sepatunya tanpa memperdulikan Kris yang sedari tadi memanggilnya.
"Baby panda..."
"..."
Kris berlutut didepan Tao yang sedang mengikat tali sepatunya,ia terkejut karena mendapati Tao tengah menangis. Kris merasa sangat bodoh karena membuat namja manis itu mengeluarkan air matanya,terlebih Tao menangis gara-gara Kris.
"Baby maafkan gege,gege tidak bermaksud membentak mu"
Kris membawa Tao dalam pelukannya,meski tidak menolak,Tao juga tidak membalas pelukan Kris. Tao justru menangis dipundak Kris.
"Maafkan gege,gege janji tidak akan membentak mu lagi"
"Hiks...Hiks..."
"Jangan menangis lagi baby" Kris mengusap pelan punggung Tao.
Perlahan Tao mulai berhenti menangis dan membalas pelukan Kris. Kris tersenyum mengetahui hal itu.
"Gege jangan pernah jauh-jauh dari Tao" ucapnya dengar suara serak efek menangis.
"Gege tidak akan pernah membiarkan Tao sendirian,jadi kalau Tao sedang memikirkan sesuatu Tao harus menceritakannya pada gege,arra?"
Kris menangkup wajah Tao yang memerah dengan kedua tangannya. Tao hanya mengangguk sebagai balasannya.
"I love you panda"
"Love you more,Wufan ge"
.
.
.
.
.
Cuaca siapa yang bisa menebaknya,jika tadi siang matahri bersinar denga sangat cerah. Kini awan hitam datang menggantikan sinar matahari. Tak lama kemudian hujan turun disertai dengan angin yang sangat besar. Kris dan Tao segera masuk kedalam mobil agar tidak terkena hujan.
Nampaknya hujan akan turun sangat lama,menurut perkiraan cuaca hujan angin seperti ini bisa berlangsung selama seharian penuh. Tidak ingin mengambil resiko besar,Kris dan Tao terpaksa menyewa sebuah rumah untuk mereka bermalam. Hujan dan angin membuat jarak pandang menjadi beberapa meter saja dan Kris tidak mau mengambil resiko dengan tetap mengemudi.
Untung saja ada sebuah rumah yang masih bisa mereka sewa. Setelah membayar uang sewa yang mereka sepakati,Kris segera mengunci pintunya. Tao tengah mengeringkan rambutnya yang sedikit basah oleh air hujan. Rumah yang mereka tidaklah besar,namun cukup untuk mereka berdua tempati.
"Kau lapar,baby?" tanya Kris yang sedang memeriksa isi kulkas. Sepertinya pemilik rumah sangat baik hati,didalam kulas ada beberapa bahan makanan yang dapat Kris masak.
"Aku ingin makan sup jamur dan rumput laut" sahut Tao yang tengah duduk sambil mengganti channel Tv.
"Sebaiknya kau hubungi noona mu,gege tidak ingin mereka terlalu khawatir karena kau tidak pulang seharian"
"Arraseo tuan Wu" sahut Tao malas,ia bangkit dari sofa kemudian mengambil ponselnya yang tergeletak dikamar.
Setelah menghubungi noonanya,Tao meninggalkan ponselnya dikamar dan menuju dapur. Ia melihat Kris dengan telaten mengolah bahan makanan untuk mereka makan. Mungkin setelah ini ia akan belajar memasak pada noonanya. Tidak mungkin Kris akan memasakkan untuknya sampai tua nanti,tunggu apa Tao berpikir akan menikah dengan Kris?memikirkannya saja sudah membuat rona dipipi Tao nampak sangat jelas.
"Melamun lagi hmm?"
"A-aniyo~ hanya sedang berpikir,sepulang dari sini aku akan meminta Sunny noona dan Kyungsoo untuk mengajari ku memasak"
"Kau bisa belajar memasak dengan gege,baby"
"Shireo aku hanya ingin belajar bersama Sunny noona dan Kyungsoo" tolak Tao.
"Haah~ baiklah terserah kau saja"
Tao mendekati Kris dengan perlahan,lalu memeluknya dari belakang.
"Gege marah pada Tao?"
"..."
"Tao ingin belajar masak supaya suatu saat Tao bisa membuatkan makanan kesukaan gege"
"..."
"Kalau Tao belajar masak dari gege,bukan surprise namanya"
Kris tertawa mendengar pengakuan polos dari Tao. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap Tao yang tengah mengerucutkan bibirnya.
"Baby,asal kau tau?gege tidak pernah memaksa mu untuk bisa memasak,lagipula gege senang saat melihat mu menyukai masakan gege"
"Jadi gege tidak marah?"
Kris menggeleng. "Gege tidak bisa marah pada kekasih gege yang manis ini"
"Nah sudah matang,kajja kita makan" ajak Kris.
Mereka menikmati makan malam mereka denga tenang. Diluar hujan masih turun dengan sangat deras,ditambah dengan angin yang bertiup sangat kencang,menimbulkan bunyi yang cukup menyeramkan.
Tao membantu Kris membereskan peralatan makan mereka. Sesekali keduanya saling mencipratkan air satu sama lain. Setelah selesai membersihkan peralatan makannya,Tao lebih memilih untuk menonton Tv sedangkan Kris lebih memilih mandi.
Tao sedikit mengeratkan pelukannya pada bantal yang sedari tadi ia pegang. Jika diperhatikan ia sendirian diruang Tv sedangkan Kris sedang berada dikamar mandi. Tao berharap listrik tidak padam saat ini. Tapi sepertinya dewi fortuna tidak sedang berpihak padanya.
Pets...
Listrik mati. Gelap gulita yang kini Tao rasakan. Hanya sesekali cahaya dari petir yang terlihat sangat terang. Tao diam,ia bahkan tidak berani menggerakan jarinya sedikitpun. Jujur saja ia ingin berteriak memanggil Kris,namun suaranya seperti tersekat ditenggorokan.
Jder...
Petir menyambar dengan keras,cahayanya bahkan nampak sangat dekat. Tao semakin ketakutan. Ia berharap Kris segera datang dan memeluknya. Tao merasakan ada sesuatu yang berjalan mendekatinya dari arah belakang. Tao memejamkan matanya.
"Baby?"
Itu suara Kris yang memanggilnya,Tao menoleh kebelakang dan mendapati Kris membawa sebuah lilin. Tao segera melompati sofa dan memeluk Kris. Untung saja Kris memiliki refleks yang bagus,jika tidak ia pasti akan terjengkang kebelakang dan membuat lilin ditangannya membakar seisi rumah.
"Hanya mati lampu biasa Tao" ucap Kris mengetahui bahwa Tao sedikit gemetaran dalam pelukannya.
"Aku takut ge..."
"Ayo kita ke kamar saja"
Sesampainya dikamar,Kris meletakkan lilin diatas meja yang ia rasa aman. Kris menggandengan tangan Tao yang terasa sangat dingin. Sepertinya namja itu benar-benar sangat ketakutan. Kris membawa Tao ke atas tempat tidur. Tao duduk diantar kedua kaki panjang Kris. Ia menyenderkan kepalanya pada dada Kris.
"Jangan takut,gege ada disini"
Kris menggenggam tangan Tao yang terasa sangat dingin. Ia mengecupi pucuk kepala Tao berharap Tao tidak merasa ketakutan lagi. Tao mengubah posisinya jadi menyamping,dengan manja ia memeluk pinggang Kris. Tao bisa mendengar suara detak jantung Kris yang menenangkan.
"Sudah lebih baik?"
"Hmm..."
Tao semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Kris. Kris menunduk lalu mengecup bibir Tao yang selalu terasa sangat manis baginya. Tao membuka mulutnya,mengijinkan lidah Kris mengeksplor seluruh isi mulutnya. Lidah mereka berdua saling beradu,sehingga menimbukan suara decakan yang bercampur dengan suara hujan yang turun. Lelehan saliva terlihat pada leher keduanya.
"Eghh...Ghee..." desahan meluncur dari bibir Tao saat Kris memindahkan ciumannya pada leher jenjang Tao.
Kris semakin bersemangat untuk membuat tanda kemerahan pada leher kekasihnya itu. Tao menggeliat gelisah saat lidah Kris dengan lihai membuat tanda dilehernya.
"Ahh...Ghege..." Tao mendongakkan kepalanya membuat Kris dengan leluasa menandai seluruh leher Tao dengan bercak kemerahan.
Tangan Kris menyusup dalam kaos yang Tao pakai,ia membelai perut rata Tao. Menyebabkan namja pecinta panda itu semakin melenguh. Kaos yang Tao pakai sudah naik sebatas dada,keringat mulai muncul akibat aktivitas panas itu.
"Ahhh..." Tao berteriak saat Kris menggigit terlalu kencang lehernya. Suara teriakan Tao seolah membuat Kris tersadar akan ulahnya.
"Mianhe baby,gege tidak sengaja" ucap Kris lalu menurunkan kembali kaos Tao yang tersingkap.
"Gwenhcana ge"
"Tidurlah ini sudah malam,besok pagi kita akan pulang" kata Kris sambil menyelimuti Tao.
"Ge-gege kenapa tadi berhenti?" tanya Tao pelan.
"Gege tidak akan melakukannya sebelum kita berdua resmi menikah,sayang"
Lagi-lagi ucapan Kris membuat Tao merona sangat hebat.
.
.
.
.
.
Sudah beberapa hari ini,teman-teman Tao sering mendapati namja panda itu sedang melamun. Jika ditanya,Tao hanya akan menjawab bahwa ia baik-baik saja. Tapi menurut teman-temannya ada masalah yang sedang Tao hadapi. Seperti saat ini,Tao hanya mengaduk makan siangnya saja.
"Tao kau tidak berniat memakannya?" tanya Lay yang sudah sering mendapati Tao melamun.
"Ah?sepertinya nafsu makan ku hilang ge" ucap Tao menyingkirkan makanannya.
"Kris bilang kau belum makan dari pagi,apa kau sakit?" Luhan terlihat sangat khawatir sekarang,ia juga merasa bahwa Tao bertambah kurus dan sedikit pucat.
"Aku baik-baik saja,ge" Itulah jawaban yang sering Tao lontarkan saat teman-temannya menanyakan keadaannya.
"Hey bagaimana jika nanti malam kita berkumpul dirumah ku? Usul Kai
Semuanya otomatis menoleh kearah Kai yang duduk diujung meja.
"Ada apa?kenapa kalian memandangi ku seperti itu?"
"Kau tidak sedang merencanakan sesuatu kan,Kim Jongin?" ujar Luhan sedikti curiga dengan ajakan Kai.
"Kenapa kau menuduhku seperti itu hyung,memangnya aku pernah melakukan apa terhadap kalian?"
"BUKAN KAU ! TAPI KEDUA NOONA MU YANG HAMPIR SAJA MEMBUAT KAMI MEMAKAI DRESS UNTUK YEOJA" teriak Luhan,Lay dan Baekhyun bersamaan.
Kai tersentak mendengar teriakan mereka bertiga,tapi kemudian ia tertawa terbahak-bahak sampai sebuah sendok melayang dan mengenao keningnya.
"Kali ini apa yang kau rencanakan?" tanya Baekhyun mengintrogasi.
"Tidak ada hyung,kali ini noona ku sedang ke paris jadi kalian aman" jawab Kai.
Kedua noona Kai merupakan desaigner muda yang sangat berbakat. Saat melihat Luhan,Lay dan Baekhyun kedua noonanya berencana untuk membuatkan baju untuk ketiga namja itu. Tapi mereka berdua justru membuat baju untuk yeoja.
"Wajah mereka lebih cantik dari yeoja,jadi kurasa cocok saja mereka memakai dress" begitulah jawaban noona nya Kai jika ditanya kenapa membuatkan dress untuk mereka bertiga.
Tao merasakan pandangannya semakin menggelap,suara teman-temannya pun perlahan menghilang. Kepalanya terasa sangat berat dan keringat dingin mulai keluar.
Brugh...
"TAO...!"
Tao pingsan.
Chanyeol yang duduk disebelah Tao segera menggendong Tao dan membawanya ke UKS. Sementara Lay coba menghubungi Kris yang sedang berada dilapangan basket.
"Dia hanya kekurangan cairan,jika sampai 1 jam ia belum siuman kalian harus membawanya kerumah sakit" kata dokter yang menjaga UKS.
Brak...
Pintu UKS terbanting dengan keras,Kris nampak terengah-engah mengetur napasnya. Ia bahkan masih memakai seragaam basketnya yang basah oleh keringat.
"Bagaimana keadaan Tao?" tanya Kris langsung.
"Dokter bilang dia kekurangan cairan,kita harus membawanya kerumah sakit jika 1 jam lagi Tao belum siuman" sahut Xiumin yang terlihat sangat panik.
"Aku akan membawa nya kerumah sakit sekarang"
Kris menggendong tubuh lemas Tao ala bridal.
"Tunggu,biar aku yang akan menyetir yang lain beritahu seonsaengmin kami keluar kerumah sakit" ucap Chanyeol yang langsung berlari mengejar Kris.
.
.
.
.
.
"Bagaimana keadaan Tao,hyung?" tanya Kris pada dokter yang sudah menjadi dokter keluarganya.
"Dia terkena radang lambung akut,apa akhir-akhir ini perutnya sering kosong?" tanya dokter dengan name tag Choi Minho itu.
"Aku selalu mengawasinya hyung,meskipun hanya sedikit yang ia makan tapi aku tidak pernah membiarkan perutnya kosong" jawab Kris.
"Apa kau tau bahwa penyakit maag jika dibiarkan akan menjadi kanker lambung?stress yang berlebihan juga bisa menyebabkan timbulnya penyakit maag,meskipun pasien tetap makan teratur"
Penjelasan dari Minho membuat Kris semakin yakin bahwa ada yang sedang Tao pikirkan dan hal ini membuatnya stress sehingga mempengaruhi kesehatannya.
"Untuk sementara,biarkan Tao menjalani perawatan dirumah sakit. Aku yang akan menanganinya secara langsung" ucap Minho kemudian keluar dari kamar tempat Tao dirawat.
"Bagaimana keadaan Tao,hyung?" tanya Chanyeol yang sedari tadi menunggu diluar kamar.
"Dia harus menjalani perawatan dirumah sakit" sahut Kris pelan.
Namja yang biasanya terlihat sangat cool itu kini nampak sangat kacau. Kris terus saja menggenggam tangan Tao sambil menggumamkan namanya. Chanyeol tidak pernah melihat Kris sekacau ini sebelumnya.
"Baby,kau harus bangun gege tidak akan memarahi mu karena kau sakit"
"..."
"Kita bisa pergi kepantai lagi jika kau mau,mungkin bersama yang lain agar kita bisa bermain sepuasnya"
"..."
"Kau mendengar suara gege,baby?gege mohon bangunlah"
"..."
"Kau ingin membuat noona dan hyung mu khawatir hmm?"
Chanyeol bahkan hampir saja menitikkan air matanya,melihat pemandangan pilu dihadapannya. Sangat terlihat bagaimana Kris begitu mencintai Tao.
Brak...
Pintu kamar Tao terbuka cukup kencang,3 orang yeoja terlihat segera menyerbu ranjang tempat Tao terbaring.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Sunny
"Bagaimana Tao bisa pingsan?" Jessica bahkan masih memakai seragam maidnya.
"Apa yang dokter katakan?" tanya Tiffany khawatir.
Kris menjelaskan semua yang Minho katakan padanya. Chanyeol sudah terlebih dahulu kembali ke sekolah. 3 yeoja itu sangat terkejut mendengar penjelasan dari Kris.
"Jadi,apa yang sebenarnya terjadi pada Tao?apa keluarganya bermasalah?" tanya Kris pada ketiganya.
Jessica dan Sunny saling melemparkan pandangan. Tiffany sedang duduk disamping ranjang Tao,berharap anak asuhnya itu terbangun dengan senyuman yang biasa ia lihat.
"Kami akan menjelaskan semuanya saat kalian semua berkumpul"
"Jadi bisakah kalian semua berkumpul dikantin rumah sakit nanti malam?"
"Baiklah akan ku hubungi yang lain" sahut Kris.
Tbc-
Author balik lagi kesini '_'/
Mianhe buar rider yang udah susah payah add fb author ato follow tuiter author bahkan invit pin bb,karna banyak yang minta dilanjutin disini jadi author usahain tetep update FF ini disini *bow*
Ini author ngebajak lepi temen buat update -_-
Semoga chapter ini ngga mengecewakan yaa~ ^^
Kemarin ada rider yang lupa disebutin,author minta maaf yahh TT_TT *cipok raetaoris*
Rider yang minta dialog Tao sama member suju dibanyakin,semoga chapter depan bisa kesampaian yahh XD
Big Thank's to:
Raetaoris Naughty TAO Uzumaki Narusasu 91 Brigitta Bukan Brigittiw fuawaliyaah ajib4ff zoldyk peachpetals zakurafrezee Titan18 lee minji elf Ririnkristao
Gak ada yang ketinggalan lagi kan?
/byee byee/
/terbang bareng Sehun/
