LOVE ME
Author: Lovara
Cast: KrisTao + Member EXO + SNSD + Super Junior and other.
Genre: Family,Romance,Friendship
Summary: Kehidupan Huang Zi Tao yang sangat sempurna,terlahir di keluarga yang sangat kaya,teman-teman yang selalu bersamanya dan seorang kekasih yang begitu mencintainya. Namun tak banyak yang mengetahui bahwa namja bermata panda itu mempunyai sebuah rahasia besar,bahkan teman dan kekasihnya pun tidak mengetahuinya..
...
WARNING: YAOI,OFFICIAL COUPLE,NO CRACK PAIR,NO GS,NO STRAIGHT
...
Meskipun hanya sebuah tulisan Fiksi,tapi tolong hargai karya seorang author. Jangan memplagiatnya tanpa seijin author. Cerita di FF ini tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata para cast,jadi jangan menjudge mereka.
...
Kris terkejut mengetahui ibu nya berada di ruangan sidang ini, setahu Kris ibu nya sedang syuting film terbarunya di Kanada. Wu Qian atau yang lebih dikenal dengan Victoria Wu itu berjalan anggun menuju meja hakim. Wanita yang masih terlihat sangat cantik di usianya yang menginjak kepala 3 itu menyerahkan sebuah amplop coklat pada hakim.
"Sudah jelas bukan?" ujar Victoria pada hakim yang membaca isi dari amplop itu.
"Kris bawa Tao pergi, kalian tidak perlu mengikuti sidang yang membosankan seperti ini"
"Tapi mom, bagaimana dengan..."
"Cepat bawa Tao pergi sebelum aku berubah pikiran" potong Victoria.
Segera Kris menggandeng tangan Tao dan meninggalkan semua orang disana dengan pandangan heran. Diluar para wartawan sudah siap menyambut ke 3 nya. Pemburu berita itu seolah tidak mau melewatkan satu kesempatan pun mendapatkan topik hangat soal Victoria yang datang menghadiri sidang perceraian pengusaha Huang.
Rupanya bodyguard Victoria sudah memasang badan tegap mereka agar ke 3 nya bisa lewat dengan mudah. Sebuah Limousin mewah terparkir didepan gedung pengadilan. Kris segera membawa Tao masuk kedalamnya.
Tidak ada yang berani bersuara didalam mobil. Kris masih menggenggam tangan Tao yang gemetaran. Sedangkan ibu Kris terlihat sibuk dengan ponselnya. Limousin mewah itu melaju cepat menuju Pyeongchang-Dong. Orang tua Kris sengaja membeli rumah disini karena udaranya yang masih segar jauh dari polusi udara dan masih banyak pohon tumbuh subur.
Tak butuh waktu lama, mereka sudah sampai dirumah megah dengan gerbang tinggi berwarna emas. Tao yang memang baru pertama kali datang ke rumah Kris, menatap kagum desain rumah yang mirip istana itu. Semua maid berjejer menyambut kedatangan mereka.
"Siapkan satu kamar untuk Tao"ucap Victoria pada seorang maid.
"Baik nyonya"
"Kris, kau ajak Tao beristirahat dulu. Mommy menunggu kalian diruang baca"
Kris mengangguk mengerti, lalu mengajak Tao ke kamar yang nantinya akan ditempati Tao.
"Gege~"panggil Tao saat sudah berada disalah satu kamar bersama Kris.
"Iya sayang?kau membutuhkan sesuatu?"
"Ani~ hanya saja..." Tao menggantungkan kalimatnya.
"Hanya saja apa?"
"U-umma mu, apa dia tidak suka pada ku?"tanya Tao dengan suara pelan.
Kris mengacak rambut Tao dan duduk disebelahnya.
"Meskipun terlihat angkuh, tapi gege yakin umma ku akan menyukai mu"ujar Kris sambil tersenyum.
"Be-benarkah?"
Kris mengangguk. "Sekarang kau mandilah, kamar gege ada disebelah jika kau membutuhkan sesuatu panggil maid saja"
...
Kris dan Tao sudah membersihkan diri, sesuai dengan ucapan ibu Kris tadi, mereka menuju ruang baca yang terletak terpisah dengan rumah utama. Disana ibu Kris sudah menunggu, jika tadi ia memakai kemeja dan celana panjang sekarang wanita paruh baya itu terlihat semakin cantik dengan pakaian biasa, sebuah gaun sutra panjang berwarna biru tua dan rambut pirangnya tergerai dengan cantik.
"Duduklah"ujar Victoria melihat Kris dan Tao sudah datang.
Keduanya duduk disofa merah. Victoria meletakkan kembali buku yang ia baca lalu menatap keduanya dengan seksama.
"Jangan tegang, aku tidak akan menggantung kalian ditiang jemuran"ucap Victoria dengan sedikit senyuman dibibirnya.
"Mi-mianhe bibi Wu, aku belum sempat memperkenalkan diri..."
"Tidak perlu Tao, aku sudah mengetahui semua tentang mu"potong Victoria dengan nada lembut.
"Ye?!"
"Oh ya jangan panggil aku bibi, aku belum setua itu sepertinya. Kau boleh memanggil ku umma jika kau tidak keberatan"
Tao menatap Victoria yang duduk dihadapannya dengan tangan terantang lebar. Tao mengerti isyarat itu, ia segera memeluk Victoria dengan erat. Victoria membalas pelukan Tao dengan hangat, pelukan seorang ibu yang tak pernah tao dapatkan. Kris tersenyum menatap pemandangan indah didepannya.
"Mulai sekarang, aku yang akan menjadi umma mu. Kau boleh bercerita apa saja pada ku dan jangan pernah merasa sungkan"ucap Victoria sambil mengusap punggung Tao yang bergetar kecil.
"Go-gomawo bi-umma~"
"Oya mom, apa yang kau lakukan saat dipersidangan tadi?"tanya Kris yang memang penasaran dengan yang ibu nya lakukan.
Victoria menyeringai. "Mommy sudah menjadi wali resmi Tao mulai sekarang"
"Mwo?!"seru Kris dan Tao kaget.
"Ba-bagaimana bisa?bukan itu memakan waktu yang sangat lama?"ujar Kris syok.
"Mommy sudah mempersiapkannya sejak berbulan-bulan yang lalu"jawab Victoria enteng.
"Haa?!"
"Jangan berekspresi bodoh seperti itu Kris~"
Kris mendeathglare ibu nya.
"Untuk apa mommy bekerja sebagai aktris jika tidak memiliki banyak mata-mata?"
"Maksudnya?" Kris tidak paham dengan perkataan ibu nya.
"Sebenarnya mommy bekerja sama dengan teman mu, Luhan. Ia selalu memberitahu perkembangan mu dengan Tao selama beberapa bulan ini"jelas Victoria.
"Bagaimana bisa mommy bertemu Luhan?"tanya Kris.
"Saat dia berada di China untuk berlibur, saat itu mommy bertemu dengannya dan menanyakan keadaan mu. Mommy terkejut mendengar kau sudah memiliki kekasih. Dan mommy lebih terkejut saat mendengar Tao sakit bahkan sampai harus menginap dirumah sakit. Luhan menceritakan semuanya pada mommy dan mommy rasa mommy perlu mengambil tindakan"
"Lalu kenapa mommy melarang ku saat aku berniat menikahi Tao tadi?"
Kali ini giliran Victoria yang mendeathglare putra tunggalnya itu.
"Anak bodoh, memangnya kau sudah mempunyai penghasilan sendiri untuk memberi makan keluarga mu huh?!"ujar Victoria sambil menatap tajam Kris.
Kris semakin tidak mengerti dengan ucapan ibu nya.
Victoria menghela napasnya pelan, ia tidak menyangka jika anaknya kini berubah menjadi lebih bodoh.
"Sekarang kau memang menikmati semua fasilitas yang mommy dan daddy mu berikan karena kau masih berstatus anak, tapi jika kau sudah memiliki keluarga sendiri, mommy dan daddy tidak akan memberi mu semua fasilitas seperti ini. Kau harus mencari sendiri uang mu dan menafkahi keluarga mu sendiri nantinya"
Kris diam-diam membenarkan semua ucapan ibu nya.
...
Rumah utama keluarga Wu yang biasanya sepi itu kini terlihat lebih hangat. 2 orang namja dan seorang yeoja paruh baya sibuk menikmati makan malam mereka sambil bercengkrama. Mungkin lebih tepatnya hanya Victoria dan Tao yang bercengkrama, sedangkan Kris hanya diam sambil menatap dua orang yang dicintainya itu yang tengah tertawa bersama.
"Saat Kris berusia sekitar 5 tahun, ia sempat merengek agar ia mempunyai seorang adik karena semua temannya mempunyai adik. Ia bilang jika ia tidak diberikan adik, maka ia akan membelinya sendiri ditoko"ujar Victoria sambil tertawa.
"Jinjja umma?Kris ge seperti itu?jadi dia berpikir kalau ia membeli seorang adik ditoko?"
"Dan kami sekeluarga sampai dibuat sakit perut karena tertawa mendengar ucapannya"
"Aku tidak tahu jika dulu kau sepolos itu ge~"ucap Tao sambil berusaha menahan tawanya.
"Mom, bisakah tidak menceritakan hal memalukan seperti ini?"
"Why?ini sangat menyenangkan Kris, mommy tidak punya teman untuk membicarakan semua kelakuan mu saat kecil dan sekarang ada Tao yang akan jadi teman mommy mengenang masa kecil mu"
"Umma~ ceritakan lagi tentang masa kecil Kris ge"pinta Tao.
"Umma akan menceritakannya semua pada mu sayang~ oh ya, sepertinya umma masih mempunyai semua foto Kris saat ia masih kecil"kata Victoria semangat.
"Benarkah?aku mau melihatnya umma"seru Tao antusias.
"Mom~"rengek Kris.
Tak memperdulikan rengekan Kris, Victoria segera menarik tangan Tao menuju kamarnya. Dengan malas Kris pun mengikuti langkah keduanya. Victoria terlihat sedang membongkar isi sebuah lemari dalam kamarnya. Tak lama kemudian ia mendapatkan sebuah kardus yang tidak cukup besar. Saat dibuka, isi kardus itu ternyata album foto dan beberapa buah DVD yang terbungkus rapi dengan berbagai label. Victoria mengambil salah satu album foto itu, ia mengisyaratkan Tao agar duduk disampingnya.
"Ini saat Kris baru berusia 2 bulan, lihat wajah dinginnya menurun dari daddynya. Entah kenapa saat kecil jarang sekali menangis, mommy dan daddy sempat khawatir dengannya, tapi ternyata ia baik-baik saja"jelas Victoria.
"Lalu foto ini umma?" Tao menunjuk sebuah foto dimana Kris nampak tidak sadar jika ia difoto.
"Ini saat ulang tahun pertama Kris, kami mengadakan sebuah pesta kecil dikebun belakang"jelas Victoria.
"Kenapa aku tidak pernah ingat foto ini?"tanya Kris yang duduk disebelah Tao.
Difoto itu Kris kecil tampak menawan dengan balutan jas kecil. Ia duduk diatas karpet lembut berwarna merah dan disekelilingnya terdapat tumpukan kado yang bahkan tingginya melebihi Kris saat itu.
"Tentu saja kau tidak ingat, kau masih sangat kecil waktu itu. Kalau tidak salah kau sempat melempar anak dari kenalan daddy mu dengan botol karena ia mencoba menyentuh kado mu, sejak kecil Kris memang tidak suka jika miliknya disentuh oleh orang lain"
"Sekejam itukah aku dulu?"ucap Kris setengah tidak percaya.
"Kurasa sampai sekarang Kris ge juga seperti itu umma, dia bahkan tidak memperbolehkan Sehun dan yang lain memeluk atau menggandeng ku"ujar Tao.
Victoria tersenyum melihat Tao yang mengerucutkan bibirnya. "Itu karena Kris benar-benar mencintai mu Tao~"
Tao menundukkan wajahnya yang merona hebat.
...
Hari ini Victoria mengantarkan Kris dan Tao menuju sekolah. Wanita cantik itu bersikeras mengantar keduanya karena pasti para wartawan akan mendatangi sekolah Tao dan Kris. Dan benar saja, saat mobil Victoria sampai didepan sekolah para wartawan segera mengerubutinya.
"Kris kau segera bawa Tao pergi, mommy yang akan mengatasi ini"ucap Victoria lalu keluar dari mobilnya.
Sesaat setelah perhatian para wartawan teralihkan oleh kehadiran Victoria, Kris segera membawa Tao masuk ke dalam gedung sekolah. Rupanya teman-teman mereka sudah menunggu disana. Mereka kompak menunjukkan raut wajah khawatir.
"Tao, bagaimana keadaan mu?kau tidak apa-apa?"tanya Lay panik.
"Apa para wartawan itu meneror mu?" Chanyeol pun tak kalah panik.
Chen bahkan sampai meneliti tubuh Tao dari atas sampai bawah lalu mendapat deathglare dari Kris.
"Aku baik-baik saja jangan khawatir"ucap Tao menenangkan semuanya.
"Bagaimana bisa kami tenang, ponsel mu susah untuk dihubungi dan ponsel Kris juga mati"cerocos Baekhyun.
"Mianhe~ tapi umma bilang aku harus mematikan ponsel ku"jawab Tao merasa tidak enak.
"Umma?"ulang Xiumin bingung.
"Ma-maksud ku, umma Kris ge~"
"Apa bibi Wu sudah menjadi wali resmi mu Tao?"tanya Luhan membuat semuanya minus Kris dan Tao memandanginya heran.
Tao mengangguk sekilas.
"Wohaaa~ selamat Tao akhirnya bibi Wu melakukannya juga"heboh Luhan sambil memeluk Tao.
"Apa hanya aku saja yang tidak mengerti percakapan ini?"ucap Kyungsoo.
"Kurasa aku juga tidak mengerti"sahut Suho.
Luhan melepaskan pelukannya pada Tao. "Kajja kita ke kantin akan ku jelaskan disana"
Sepanjang perjalanan menuju kantin, banyak siswa yang berbisik dan melihat Tao dengan pandangan yang sulit diartikan. Para wartawan itu pasti sudah menulis berita tentang perceraian orang tua Tao. Baekhyun dan Kyungsoo dengan senang hati mendeatghlare para siswa itu. Bahkan jika tidak dicegah oleh Sehun, mungkin Luhan akan menendang seorang siswa yang memperhatikan Tao dengan seksama.
Sesampainya dikantin, Lay yang sudah tidak sabar ingin mendengar cerita dari Luhan segera menarik Luhan yang hendak memesan makanan.
"Ceritakan pada kami semuanya"todong Lay.
"Aku ingin memesan makanan dulu"ucap Luhan.
"Makanan bisa nanti hyung, tapi ini lebih penting dari makanan"ujar Baekhyun tidak sabar.
"Biar aku yang memesan makanan untuk kalian"ucap Kris.
Luhan pun menceritakan semuanya, dari awal ia bertemu dengan Victoria sampai pada masalah Victoria yang kini menjadi wali resmi untuk Tao.
"Tega sekali kau hyung merahasiakan ini semua dari kami"ucap Chen setelah mendengar cerita Luhan.
"Mianhe~ aku tidak bermaksud membohongi kalian, tapi bibi Wu yang menyuruhku merahasiakan ini semua"
"Sudahlah yang penting sekarang Tao sudah aman bersama bibi Wu"ucap Xiumin lega.
"Lalu kalian kemarin dimana?aku mengunjungi apartement Kris tapi sepertinya tidak ada orang"tanya Lay penasaran.
"Ng~ kemarin kami dirumah utama keluarga Wu"jawab Tao pelan.
"Jinjja?kau kerumah utama keluarga Wu?"pekik Kyungsoo tidak percaya.
"Wa-wae?"
"Tidak apa, hanya saja ku dengar keluarga Wu jarang sekali membawa orang luar ke rumah utama mereka"sahut Kyungsoo.
"Hey, Tao akan jadi bagian dari keluarga Wu suatu saat nanti. Itu berarti dia bukan orang luar"goda Kai.
"Apa Kris sudah melamar mu, Tao?"tanya Sehun menyelidik.
"Ha?Ke-kemarin Kris ge mengatakan akan menikahi ku saat dipersidangan"jawab Tao sangat pelan.
"Whoaaa~ selamat Tao~" seru semuanya heboh.
"Ta-tapi itu agar Kris ge mendapatkan hak asuh ku"
"Ada apa ini?"ucap Kris tiba-tiba datang dengan nampan besar ditangannya.
"Ti-tidak ada hyung, kami hanya senang karena bibi Wu sudah resmi menjadi wali Tao"sahut Kai langsung melepaskan pelukannya pada Tao karena Kris menatapnya tajam.
"Bagaimana kalao nanti kita pergi merayakannya dirumah ku?"usul Chanyeol.
"Tumben sekali kau mengajak kami kerumah mu"sindir Sehun.
"Kau benar hun, biasanya hanya Baekhyun yang boleh kerumah mu"tambah Lay.
Chanyeol tersenyum lebar. "Hari ini noona ku memasak banyak dan ia ingin kalian datang untuk mencicipinya"
"Jadi kami dibutuhkan untuk mencicipi makanan noona mu huh?!"ucap Kai.
"Aku akan datang, apa bibi Park juga dirumah?"tanya Kyungsoo.
"Sepertinya umma ada dirumah nanti"jawab Chanyeol.
"Yah, baby Soo~ kenapa kau mencari bibi Park?memangnya kau menantu keluarga Park?"ucap Kai sewot.
Plak...
Baekhyun dan Kyungsoo kompak memukul kepala Kai dengan tangan mereka.
"Appo~ baby kenapa kau memukul ku?dan kau Baekkie kenapa memukul ku juga?"
"Tidak ada hanya ingin saja~"jawab keduanya kompak.
...
"Hey, bagaimana kabar klub basket?ku dengar kalian akan mengadakan pertandingan dengan TS high school?"ucap Suho.
Saat ini mereka sedang berada dirumah Chanyeol. Sesuai dengan janji Chanyeol, mereka akan merasakan masakan buatan Park Yura, noona Chanyeol.
"1 minggu lagi kami akan bertanding melawan mereka"jawab Kris.
"Bukankah klub basket TS merupakan saingan dari sekolah kita?"ujar Sehun.
"Tahun lalu pun selisih poin kita sangat tipis dengan TS, tapi untunglah angkatan terdahulu bisa membuat sekolah kita menjadi juara bertahan selama 3 tahun berturut-turut"jelas Kris.
"Yah, semoga tahun ini kita juga bisa mempertahankan gelar juara itu untuk ke 4 kalinya"ucap Chen.
"Apa makanan kita masih lama?"keluh Kai sambil mengusap perutnya.
Chanyeol melempar bantal sofa yang ia pegang ke arah Kai. "Sabarlah~"
"Tapi kenapa para kekasih kita ngotot ingin membantu Yura noona didapur?"sahut Sehun.
Jika Kyungsoo yang memang tertarik pada masakan itu mungkin sudah biasa, tapi kini semua uke ingin membantu Yura memasak didapur. Dan tinggallah para seme yang menunggu diruang tamu.
Setelah menunggu hampir selama 30 menit, suara teriakan Baekhyun membuat semua seme itu bangkit berdiri dan berlari menuju meja makan keluarga Park.
"Wah, apa ini semua kalian yang masak?"ucap Kai melihat banyaknya makanan dimeja makan.
"Kami hanya sedikit membantu~"sahut Kyungsoo yang sudah duduk disebelah Kai.
"Jangan terlalu merendah Kyung~ noona yang harusnya belajar banyak dari mu"ujar yeoja cantik, Yura.
"Selamat makan~"ucap semuanya bersamaan.
"Oya Tao sekarang bagaimana keadaan mu?"tanya Yura disela acara makan mereka.
"Aku baik-baik saja noona~ umma Kris ge sudah menjadi wali resmi ku"jawab Tao.
Yura tersenyum lega, sedikit banyak ia tahu mengenai keadaan keluarga Tao.
"Kalau saja bibi Wu belum menjadi wali resmi mu, aku pasti yang akan menjadi wali mu~ sudah lama aku ingin seorang adik yang manis seperti mu"ucap Yura.
"Yah noon, kau tidak menganggap ku adik eoh?!"protes Chanyeol.
"Kau sama sekali tidak ada manis-manisnya Yeol~"balas Yura.
"Lalu bagaimana dengan rumah mu?apa mereka mendapatkannya?"tanya Xiumin.
"Tidak~ yang ku dengar mereka akan keluar negeri dan rumah itu akan diurus oleh noona dan hyung ku, tapi sepertinya mereka tidak akan kembali ke korea lagi"
...
"Mom~ bisakah kau tidak menempel pada Tao setiap hari?"ucap Kris jengah karena setiap ia dan Tao berada dirumah, maka Victoria akan memonopoli Tao.
"Kau sudah lama bersama Tao dan mommy baru beberapa hari bersama dia, tidak ada penolakan Kris"balas Victoria yang kini sedang menghabiskan waktunya menata kebun bersama Tao.
"Umma~ kenapa umma menanam banyak anggrek putih dirumah kaca ini?"tanya Tao penasaran.
"Apa kau tahu arti dari bunga anggrek putih Tao~?"
Tao menggeleng tidak mengerti.
"Anggrek putih itu melambangkan keindahan,kelembutan,kemurnian,kepolosan,dan kebaikan. Itu akan membuat kita untuk selalu ingat bahwa kita tidak boleh menjadi manusia yang serakah hanya karena sudah berada diatas"jelas Victoria.
"Tak ku sangka ternyata bunga memiliki arti sebagus itu"ucap Kris sambil memandangi hamparan bunga anggrek milik Victoria.
"Itu karena kau tidak pernah membantu mommy mengurus kebun bunga ini~"
"Lebih baik aku menguras air dikolam renang daripada harus berkutat dengan bunga ini"gerutu Kris.
Pluk...
Victoria dengan gemas melempari putra tunggalnya itu dengan pupuk.
"Mom, apa yang kau lakukan"jerit Kris karena pupuk itu mengenai kaos putihnya.
"Dan apa ini?bau sekali"
"Itu pupuk kandang sayang~"jelas Victoria menahan tawanya.
"Pupuk kandang?"
"Pupuk yang terbuat dari kotoran hewan"ucap Victoria enteng.
"What?!Uh ini menjijikan mom~"ucap Kris berusaha membersihkan kotoran itu dari bajunya.
Sementara Victoria dan Tao tertawa terbahak-bahak melihar reaksi Kris yang sedikit berlebihan.
"Kalian menertawakan ku huh?!"desis Kris.
Tanpa Victoria dan Tao sadari, Kris mengambil selang yang biasa digunakan untuk menyirami tanaman dan menyemprotkannya pada mereka berdua.
"Kyaaa Kris~ ini baju kesayangan mommy"teriak Victoria
"Gege, kau membuat ku basah"seru Tao juga.
Dan Kris tetap saja menyemprotkan air pada keduanya. Suasana dirumah kaca itu menjadi penuh tawa.
...
"Bibi Wu?kau datang juga?"ucap Luhan saat bertemu dengan Victoria disekolahnya.
Hari ini merupakan hari pertandingan basket melawan Ts high school.
"Ah~ Lulu terima kasih atas bantuan mu selama ini"ujar Victoria sambil memakai kembali kacamata hitamnya, ia tidak mau mengambil resiko terlalu dikenali.
"Jangan sungkan untuk meminta bantuan ku lagi, bibi"sahut Luhan.
"Apa kau punya tempat yang bagus untu menonton pertandingan ini, tanpa seorang pun mengenal ku?"tanya Victoria.
"Kris sudah mempersiapkan sebuah tempat yang baugus untuk kami, dan sepertinya ia tidak keberatan jika bertambah satu penonton lagi"
Suasana dilapangan basket sudah sangat ramai. Dengan sedikit perjuangan, Luhan dan Victoria berhasil menerobos kerumunan siswa yang ingin menonton pertandingan basket itu.
"Lulu~ kau darimana saja?dan siapa yang bersama mu?"tanya Sehun begitu melihat Luhan yang baru datang.
"Mianhe, tadi aku sedikit kesiangan dan ini bibi Wu"ucap Luhan memperkenalkan Victoria.
"Omo, apa benar anda Victoria Wu?"seru Baekhyun.
Victoria tersenyum lembut. "Dan kau pasti Baekhyun?kau manis persis umma mu"
Baekhyun tersenyum malu karena dipuji oleh Victoria.
"Umma~ kau benar-benar datang?'heboh Tao yang baru saja datang bersama Kris.
"Tentu saja, karena ada hal yang menarik nanti"jawab Victoria dengan senyum misterius.
"Mom, jangan membuat ku malu"rajuk Kris melihat tingkah Victoria.
"Waow, baru kali ini aku melihat Kris hyung merajuk seperti itu"seru Sehun tidak percaya.
"Apa kalian ingin melihat ekspresi Kris yang jarang ia tunjukan ke orang lain?"tanya Victoria.
Semuanya minus Kris dan Tao mengangguk semangat, kapan lagi bisa melihat ekspresi lain dari seorang Kris Wu.
"Setelah pertandingan selesai, kalian mainlah kerumah. Akan bibi tunjukkan pada kalian"
Kris sibuk mendeathglare teman-temannya yang bersorak kegirangan itu.
Pertandingan berlangsung sangat meriah. Beberapa kali pemain basket Ts high school berhasil merebut bola dan menciptakan point. Tapi Kris dan kawan-kawan juga tidak mau menyerah, mereka selalu berhasil mengejar ketinggalan. Kris berlari dan berhasil melewati penjagaan dari pemain Ts high school, melihat Kris yang aman tanpa penjagaan, Joon segera melempar bola kearah Kris. Kris segera mendrible bolanya dengan cepat, ia berhasil melewati 3 orang pemain Ts high school dengan mudah. Kris melempar bola nya dan...
Pritttt...
Peluit tanda berakhirnya pertandingan berbunyi nyaring. Seluruh siswa SM high school berosrak kegirangan. Sekolah mereka berhasil mempertahankan gelar juara selama 4 tahun berturut-turut. Setelah semua pemain berjabat tangan, klub basket SM menerima piala kemenangan dan sebuah medali untuk masing-masing pemain.
"Untuk kapten tim basket SM silahkan naik ke podium"ucap sang komentator.
Kris berjalan pelan sementara semua siswa SM meneriakan namanya.
"Terima kasih untuk dukungan kalian semua hari ini. Sekolah kita berhasil mempertahankan juara selama 4 tahun berturut-turut. Untuk anggota tim basket junior, tolong lanjutkan perjuangan sunbae kalian jika nanti kami semua sudah lulus"
Suara tepuk tangan kembali menggema dalam ruangan.
"Dan untuk seseorang..."
Suasana riuh itu mendadak menjadi hening, mereka rupanya penasaran dengan lanjutan perkataan Kris.
"Huang Zi Tao..."
Tubuh Tao menegang saat Kris memanggil namanya lewat pengeras suara. Sedangkan Victoria mendorong Tao untuk maju mendekati Kris yang berdiri ditengah lapangan. Tao berjalan pelan menuju Kris yang tersenyum. Kris mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
"Huang Zi Tao, mungkin ini terlalu cepat. Tapi setelah berbagai macam halangan yang kita lewati bersama selama ini, gege yakin hanya kau lah yang cocok untuk mengenakan ini"
Kris berlutut didepan Tao dan menyodorkan sebuah kotak kecil dengan sebuah cincin didalamnya. Tao memandang Kris penuh haru, ia bahkan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Huang Zi tao, would you be mine?mungkin sekarang gege belum mempunyai uang sendiri untuk membahagiakan mu, tapi mau kah kau menunggu gege sampai hari itu datang?"
Sambil menahan tangisnya Tao mengangguk samar dan berkata. "A-aku mau ge~"
Tanpa membuang waktu, Kris segera memakaikan cincin itu pada jari Tao.
"Aku mencintai mu, Tao"ucap Kris sambil memeluk Tao yang menangis terharu.
"Aku juga mencintai mu, Kris"balas Tao.
Semua orang bertepuk tangan melihat adegan romantis tadi, bahkan beberapa orang yeoja sampai menitikkan air mata mereka karena terharu.
"Hiks~ ini sangat romantis sekali"ucap Baekhyun yang terharu dengan acara lamaran Kris tadi.
Victoria menatap penuh haru pemandangan dimana Kris dan Tao masih saling memeluk ditengah lapangan.
"Semoga kalian berbahagia~"ucap Victoria sambil menyeka air matanya.
End-
Huwaaahhh akhirnya kelar juga, mianhe kalau endingnya terlalu maksa *bow*
Ini termasuk update yang paling kilat XD
Hey, it's my birthday \(^-^)/
#HappyLovaraDay #HappyChuLieyaDay #HappyLiaDay #HappyNichkhun'sTwinDay
/digampar hottest/
Gomawo para rider yang udah ngucapin di fb,tuiter,bbm :*
Semoga masih bisa buat FF KT lagi sampe nanti tua :3
Tunggu FF KT selanjutnya *bow* dan semoga ga bosen sama FF buatan author ._.?
Buat rider yang udah ripiu,favorit,follow,sider juga terima kasih banyak atas dukungan kalian di FF ini :*
Big thanks to:
AulChan12 | Khasabat04 | 91 | Huang Gi Tao B2utys | Young Minn Kim | fanoy5 | Brigitta Bukan Brigittiw | olla bella | lee minji elf | itcha | rossadilla17 | FanFan Panda | | Juniel Is A Vampire Hybrid | Maple fujoshi2309 | BangMinKi | krisTaoPanda01 | A Y P | zakurafrezee | TaoZik | junghyema | Xyln | AmeliaBellatrix | peachpetals | dragonpanda22 | ajib4ff | MinraKimAlpacaPanda |
Sampai jumpa di FF selanjutnya ^^
