a/n yahu~ kembali lagi bersama kami, KareshiKanojo, dalam fic Lotto Life Show! Ada yang me-request Kyoko dilanjut Fran setelah Tsuna… ah ya... 2 orang sudah kami tambahkan ke dalam Prolog lho ^^ sankyuu minnasan-tachi! #seneng tingkat dewa
Jadi PM2nya kami jawab disini juga ya?
Miyucchi sang Cappuccino said *nosebleed* *ngebuat kolam darah*
Aaa... A... Ane kurang suka 2718, tapi ini... ini...
H-HOT BANGEEET! *nosebleed akut* *pinksun*
Eh? 10 orang? Hm... gimana kalo... Kyoko? Dia 95 kan? :3 Ane cuman penasaran pegimane(?) Para guardian itu dimata tokoh 'agak' sampingan... palagi di shimon dan rainbow-blablabla- arc itu /bilang aja lupa/ Kyoko nggak muncul sesering di arc sebelumnya kan? Jadinyah aneh kepyoh dih arch ityuh XP /JIJIK LO./
Saa, update soon! Gabatte kudasai!
KareshiKanojo answer huwaaaa~ kolamnyaaaa~ *ganti bikini* /salah
e-emangnya se'PANAS' itu kah? OwO … arigato~
udah ditambah Kyoko sama Haru, jadi tinggal 12 orang lagi yang belum kepilih (tapi Kyoko udah)… nah itu dia… tantangan baru membuat tokoh 'agak' sampingan menjadi tokoh utama atau sentral *berapi2* /kebakar /HEH
un~ ini udah kami update A.S.A.P *kedip2*
Hikage Natsuhimiko said Aaaaaa... me udah tahan napas pas Tsu-kun nyium Kyo-kun... tapi kenapa jadi...
muuuu 3
me ngambeg kalo Hayato ga ikutan bertingkah kawaii macam Tsu-kun tadi
KareshiKanojo answer nah tuh salah satu anggota kami bilang sangat menyukai 2718, jadinya yaa… gitu deh ^^
Buheee~ tenang saja, kami juga ada niatan untuk menistakan(?) sang Storm Guardian Vongola tercinta kalo udah ada yang request… *peace*
VandQ said wao., 2718 ya...
uh.. aku butuh tisu...
Hibird bisa nyanyi selain lagu Namiori itu ya... Kawai ne...
gk nyangka langsug di kabulin
yap, ku tunggu untuk Tsunanya...
ano, kalo Fran gimana?...
KareshiKanojo answer *kasih tisu buat VandQ-san* daijobu?
Iya… ternyata Hibird penyuka K-pop jadi ya langsung aja nyanyiin lagu yang dia hapal :p
Ini Tsuna udah kena sial… dan… eng-ing-eng… fic Tsuna yang ini kayaknya bakalan kami buat sekuelnya *pede banget*
Fran ya? Oke deh, tunggu setelah giliran Kyoko ya… ^^
.
Disclaimer: All KHR! characters belongs to Amano Akira-sensei & all of the story contain belongs to KareshiKanojo.
Genre: Totally messed up!
Pairing: none, unless author change their mind *peace*
Rate: T+
Warning: may(be) OOC, may(be) AU, may(be) fail, and may(be) typo a lot.
.
New FF with KHR! charas: 10 Vongola Guardians & 1 Varia & 2 Millefiore & 2 Shimon by YuriakiAnna + k0ush4fukuj1 + KareshiKanojo
.
All characters we summon belongs to Amano Akira-sensei
.
Is it YAOI? Absolutely NO... is it Boys Love? Almost like that in a little chance...
.
STOP A MOMENT!
IF YOU DON'T WANT TO READ AND REVIEW, JUST ABANDON THIS FF (it's in Indonesian though) AND CONTINUE YOUR LIFE!
.
Lotto's Lucky Numbers Today: 27
.
Boss Vongola Decimo itu terperangah begitu tahu dirinya kini terjebak dalam situasi dan kondisi yang tidak menguntungkannya. Kenapa begitu? Mari kita cek beberapa menit sebelumnya.
.
~ flashback ~
Seorang pemuda pendek bersurai jabrik cokelat muda tengah sibuk menekuni deretan nama dan angka yang dipajang di bagian sayur-sayuran beserta buah-buahan, siapa lagi kalau bukan Tsunayoshi atau kerap dipanggil Tsuna itu?
Iris dark browniesnya masih saja menelusuri barang mana yang tadi dipesan Nana sebelum anak semata wayangnya berangkat ke supermarket, tanpa menyadari bahwa ia diikuti oleh si kecil bersurai afro hitam kumal dari belakang.
"Aduh... tadi kaa-san bilang yang mana ya? Barangnya sama, tapi kenapa harganya beda?"
Tsuna stres. Ini baru pertama kalinya ia berbelanja sendiri, ingat... sendiri. Karena biasanya Fuuta dan Bianchi yang menemani. Tapi karena mereka berdua harus kembali ke Italia untuk sementara waktu, mau tidak mau Tsuna yang harus menolong ibunya.
"Andai Gokudera-kun dan Yamamoto-kun ada disini, mereka pasti bisa kuandalkan..."Tsuna menggumam, "Ah tidak... tidak... justru kacau nanti kalau keduanya ikut berbelanja. Sendirian juga aku bisa, aku pasti bisa!" tampik si jabrik kemudian.
"Kyaaaaaaa~ kawaii... anak siapa ini?"
Sebuah keributan terjadi di tempat lain, sepertinya di bagian permen dan snack. Firasat Tsuna sudah tidak enak. Jangan-jangan...
"Nyahahaha~ Lambo-san anaknya mama!"
Tsuna hampir terjungkal. Jadi benar dugaannya. Tapi sejak kapan? Perasaan tadi Lambo tertidur nyenyak di kamarnya sewaktu ia mau berangkat kesini. Terpaksa Tsuna melangkahkan kakinya menuju ke tempat Lambo yang sekarang sedang dikerubungi tante-tante girang (bukan arti negatif lho, tapi tante-tante yang girang karena gemas melihat keimutan(?) Lambo) tersebut.
"Lambo... apa yang kamu lakukan disini?"
"Oh! Dame-Tsuna! Lambo-san mau permen yang suuuuuuuuuuuuuuuuper banyak!"
"Lambo... kebanyakan permen bikin gigi kamu bolong lho nanti."
"Anak manis... dengarkan apa kata kakakmu yang cantik ini ya..."
Salah seorang dari tante-tante girang menepuk bahu Tsuna dan mengerling pada Lambo, yang dibalas Lambo dengan muka bego nan polosnya sambil memasukkan satu jarinya ke dalam mulutnya. Eh tunggu! Tadi tante itu bilang apa? Cantik? Ke Tsuna? Kepala sang Decimo bagai terhantam hammer 10 ton milik Reborn. Ia pundung segera. Sisa tante yang lainnya cukup tertawa a la ibu-ibu PKK yang sedang menggosip ria.
"Ciaossu... ladies..."
Reborn muncul, tanpa cosplay aneh-anehnya. Ia memakai pakaian mafiosonya seperti biasa. 'Kali ini apalagi?' batin Tsuna miris.
"Kyaaaaaa~ anak siapa lagi ini? Lebih kawaii!"
Heboh. Riuh. Tsuna tidak tahan lagi dan segera ngacir dari supermarket itu. (tentu saja dengan bahan belanjaan yang sudah dibayar di kasir)
Boss Vongola ke sepuluh itu berpikir mengenai apa salahnya dan kenapa ia selalu sial dimanapun berada? Kaa-san, dulu kaa-san ngidam apaan ya? (nggak nyambung)
Tsuna menundukkan wajahnya, berjalan sembari melihat ke arah jalan yang ditapakinya. Namun, perbuatan itu mengakibatkan kesialan yang lain baginya. Tsuna bertubrukan dengan seseorang. Siapa? Kepala bersurai jabrik cokelat muda itu mendongak, memandang seorang pemuda tinggi dengan scar di wajahnya. Ga-gawat! Keringat Tsuna mengalir deras tiba-tiba saja.
"Xa-Xanxus?" pekik Tsuna, pucat.
"Sampah! Kau berani menubrukku hah!?"
"HIIIIIIIIEEEY~ a-aku tidak sengaja, su-sumpah! Ma-maafkan aku!"
"VOOOOOOIII~ makanya kalau jalan lihat ke depan!" suara toa Squalo menghujani.
"Ya ampyun cyin... boss eike marah tuh..." Lussuria angkat bicara. (kerjaan typer, author muntah pelangi)
"I-iya... ma-maafkan aku...!" pinta Tsuna dengan muka memelas.
"Akan kumaafkan kau, sampah! Tapi dengan satu syarat!"
Iris hitam kecokelatan bertabrakan dengan iris dark brownies, saling menatap satu sama lain. Tsuna menelan ludahnya dengan susah payah, apa syarat yang hendak boss Varia itu katakan padanya? Jangan-jangan, Tsuna harus mencopot jabatannya sebagai boss Vongola Decimo? atau... malah lebih parah? Tsuna bergidik ngeri.
"Ciaossu..."
"Re-Reborn?"
"Xanxus... cepat katakan apa syaratmu." Reborn berkata dengan santainya.
"Tanding bola."
Eh? Apa maksudnya? Bola apa?
"VOOOOOOOOOOIII~ boss mau bertanding sepakbola dengan kalian!"
"Hah?"
"Oke... kapan?" tantang Reborn.
"Dua minggu lagi, di lapangan Namimori." jawab Lussuria.
"Setuju!"
Tsuna mengalami shock-therapy secara intens. Kenapa kesialan ini berlanjut? Astaga... bahkan ia tidak bisa olahraga, dan sekarang... sepakbola? bagaimana ini? Sekarang ia hanya bisa melakukan hal kegemarannya, yakni menyesali keadaannya.
.
.
End of Tsuna's Lotto LifeShow!
Yuri: ah... harus bilang apa ya? Tsuna-pii, gomen ne~
Mamo: Mamo merasa cerita ini agak sedikit... yah... ummm... *ga' lanjut*
Shira: Ck! sepakbola... mentang2 udah Piala Dunia...
Yuri: SHIIIIIII~ dirimu membuat ide bagus! *happy dadakan*
Mamo: Jangan2… ide fic baru ya, neechan? Ganbate ne~
Shira: Ck! Aneekuso onna… *sambil korek kuping*
