author : roong

cast : oh sehun / xi luhan

another : oh kyungsoo (oh sehun's older brother) / xi jongin (xi luhan's lil brother)

genre : little bit comedy (maybe) – romance – drama – schoolife

rating : teenager

leght : chapter

disclaimer : ini setengah remake dari film serial jepang berjudul 'switch girl'. aku cuma ngambil buat beberapa chapter aja, alur nya ada yang sama, tapi berhubungan ini boyxboy, ini ngga sepenuh nya sama kayak cerita aslinya. aku emg ngeremake, cuma ngga keseluruhan ^ ^

summary : luhan mode on adalah luhan yang perfect dan disukai banyak orang, luhan mode off adalah luhan yang sangat jorok dan jauh dari kata perfect. lalu dia bertemu seseorang yang kepribadian nya malah kebalikan dari luhan. apa yg harus ia lakukan agar image nya terjaga?

Roong

Present

[ ]

baik pria ataupun wanita, pasti selalu tertarik dengan yang namanya potongan harga atau yang biasa disebut dengan 'diskon'. tidak terkecuali untuk pria bermata rusa ini, sedari tadi sejak pulang sekolah, ia sudah berdiri didepan toko mainan xoxo yang kurang lebih pukul tiga akan buka ini, sangat sore sekali bukanya? ya, itu memang benar, hari ini adalah perayaan toko mainan xoxo yang ke sepuluh. setiap tahun memang seperti ini, toko mainan xoxo akan buka pukul tiga dan tutup pukul tujuh pada waktu acara perayaan ulang tahun nya. pasti kalian bingung, haha tidak usah bingung, toko ini akan member potongan harga sampai sembilan puluh persen pada hari itu dan sudah pasti mainan mereka juga akan habis dalam waktu singkat. mainan di toko xoxo bukan lah mainan yang ada di pinggiran jalan, disini mainan nya berkelas, seluruh mainan dari toko xoxo ini adalah hamper semua nya import, tidak salah jika luhan sudah mengantri sejak siang tadi.

luhan masih memakai seragam sekolah nya, dengan mode on nya yang sangat lucu, keren dan imut dalam waktu bersamaan. sedari tadi banyak yang membicarakan nya. luhan sendiri hanya tersipu malu dengan obrolan yang ada dibelakang nya, dibelakang nya ada siswi sekolah menengah pertama berjumlah empat orang. luhan bisa mendengar, salah satu siswi mengatakan kalau luhan manis, siswi lain nya bilang luhan tampan dan luhan langsung tersenyum, ada juga yang bilang dia imut, dan yang terakhir, dia bilang bahwa luhan cantik, yah awalnya luhan marah, dia tidak cantik! cantik itu hanya sebutan untuk para wanita dan heyy luhan ini laki-laki, garis bawahi itu, luhan laki-laki!

baiklah, kembali ke pokok pembicaraan, luhan kemari karna ingin mengincar boneka rusa besar yang sudah ia cari sejak lama, boneka rusa dengan tinggi sebatas pinggul luhan, sangat besar, empuk dan mempunyai bulu lembut. asalkan kalian tahu, boneka itu hanya tersedia 5 di korea, dan 5 lagi diluar negri sana, huaaa akhirnya luhan mendapatkan itu, luhan akan menjerit jika boneka itu sudah ditangan nyaa!

waktu menunjukkan tepat pukul tiga sore, dan itu berarti toko ini akan segera dibuka, semua yang sudah mengantri didepan toko mainan xoxo mulai berancang-ancang agar bisa masuk paling dulu, untung saja luhan berada di barisan paling depan, jadi ia bisa langsung masuk dan mencari boneka itu.

pintu toko mainan xoxo mulai terbuka perlahan, tidak mau menunggu lama, luhan langsung menarik pintu geser itu dengan tangan nya dan langsung melesat masuk kedalam toko, dari arah belakang luhan juga banyak yang berlarian keseluruh penjuru toko yang besar ini, luhan masuk kedaerah boneka berada, saat menemukan yang ia cari, luhan langsung menghampiri nya, boneka rusa itu ada di bagian paling atas rak boneka, karna boneka nya besar jadi di letakkan di atas sana, luhan mencoba menggapai, tapi tidak sampai dikarnakan tinggi badan nya yang terlampaui (pendek) imut itu.

luhan menemukan satu cara, naik dibagian rak itu. agak menakutkan sih, tapi luhan harus mendapatkan boneka itu, ia naik ke sisi pinggir rak yang sudah tidak ada boneka lagi, menaiki nya seperti menaiki tangga yang terbuat dari bambu itu.

luhan menggapai nya,

dapat!

" aku mendapatkan nya! ", ujar luhan kegirangan

eh jangan senang dulu deer, tiba-tiba ada satu anak kecil yang menarik boneka yang berada tepat di samping kaki luhan, karna gerakan anak itu yang tiba-tiba dan luhan belum sempat membuat benteng pertahanan, luhan akhirnya melepas genggaman tangan nya dan…

satu..

dua..

tiga..

luhan yang sedari tadi menutup mata karna takut merasakan sakit saat jatuh akhirnya bingung sendiri, tadi dia jatuh, tapi dia tidak merasakan sakit, justru ia malah merasa terangkat. tunggu! terangkat? berarti ada yang menyelamatkan nya! ah..

luhan mencoba membuka matanya, dan ternyata..

" k—kau? ", ujar luhan kaget, posisi mereka sangat intim, jika salah lihat, bisa disimpulkan mereka seperti sedang saling peluk dan berciuman, hell tunggu dulu, mereka tidak seperti itu!

pria berkacamata bulat dan berdandan rapih seperti biasanya itu masih mempertahankan wajah super datar nya pada luhan, " cepat bangkit ", suruh nya pada luhan yang malah terheran heran melihat nya, wajah luhan itu loh, seperti sedang melihat hantu. padahal mereka sering bertemu, bahkan semalam mereka bertemu di supermarket.

luhan langsung berdiri dan membenarkan baju nya yang sedikit kusut akibat pegangan pria itu terlampaui erat pada baju luhan. " terimakasih..oh sehun ", ucap luhan dengan sopan, luhan langsung berjongkok untuk mengambil boneka rusa nya dan memeluk nya, dia sedikit heran, sedang apa sehun disini, dibagian boneka, apa sehun mau membeli boneka juga?

sehun berjalan pelan kearah samping luhan dan mengambil satu boneka, sebuah boneka pororo dengan ukuran kurang lebih lima puluh centimeter itu, lumayan besar.

ah untuk kyungsoo pasti—batin luhan menebak,

" untuk kyungsoo ya? ", luhan basa basi pada sehun, sehun menoleh dan hanya bergumam dan menganggukkan kepala nya, lalu ia berjalan kearah kasir, luhan sebal. dia seperti dicueki oleh sehun, akhirnya luhan mengikuti sehun, dan sehun tidak keberatan saat luhan sekarang sudah berdiri disisi kanan nya.

" kemana kyungsoo nya? ", luhan membuka percakapan lagi,

" dia malas mengantri ", balas sehun sambil menoleh kearah luhan,

" oh pantas saja dia menyuruh mu ", luhan bermonolog.

tiba-tiba dia mendengar sehun terkekeh sebentar,

luhan menoleh, " kau tertawa ya? "

sehun juga menatap luhan, " iya "

" kenapa? ", tanya luhan bingung, padahal dia tidak sedang melakukan hal yang lucu, tapi kenapa sehun tertawa,

" entah, kau terlihat lucu jika sedang bicara sendiri ", sehun berjalan lebih cepat kearah kasir, luhan malah diam ditempat,

" semalam dia bilang aku lucu karna terlalu polos, sekarang dia bilang aku lucu karna bicara sendirian, orang yang aneh ", ucap luhan sambil mengingat obrolan mereka semalam, saat luhan bertanya apakah sehun gay atau tidak, dan ternyata sehun hanya mengerjai nya, dia sudah panik saat malam itu dan sehun hanya mengerjainya saja huh, dan dengan enteng nya sehun bilang,

'kau polos sekali hyung, lucu nya kau ini. tidak mungkin aku gay. aku ini masih straight, hyung. masih menyukai wanita sexy yang memakai rok mini nya'

luhan berdehem, lupakan kejadian semalam, luhan! itu membuat malu, takut pada sehun seperti wanita yang sedang ketakutan keperawanan nya diambil oleh pria hidung belang, ugh jangan lupakan wajah luhan yang merah padam semalam itu, sehun memang menyebalkan!

luhan kembali berjalan kearah kasir yang sama dengan sehun, " sebagai tanda terimakasih karna tadi sudah menolong ku, aku akan membelikan mu bubble tea ya ", ucap luhan saat sudah berdiri di samping kiri sehun

sehun mengangguk, " baiklah ", sehun tidak bisa menolak tawaran manis luhan, bukan karna orang yang menawari nya adalah luhan, dia memang suka bubble tea dan itu membuat nya tidak bisa menolak jika ada orang yang dengan senang hatinya mau mentraktir nya membeli minuman kesukaan nya itu.

[ ]

" terimakasih ya sehunie sudah mau menemaniku seharian ", ucap luhan saat sudah berada di depan pagar rumah nya, sehun terheran heran kenapa luhan bisa langsung memanggilnya sehunie, seperti sudah akrab saja.

sehun melirik arloji hitam yang ada di tangan kiri nya, " tidak seharian, hanya empat jam saja ", balas nya seraya menunjukkan kalau sekarang sudah tepat pukul tujuh malam lewat sedikit.

" sama saja lah pokoknya, yasudah kau pulang lah ", ucap si anak yang lebih tua sambil tersenyum,

sehun mengangguk, " baiklah, sampai jumpa deer "

luhan memberikan wajah bingung nya, baru kali ini ada yang memanggilnya 'rusa'.

" yah, selamat malam albino ", balas luhan sambil melambai kearah sehun yang sudah menyebrang kearah rumah nya dan hampir memasuki pagar nya, sudah pernah kubilang bukan kalau rumah sehun dan luhan itu berhadapan.

luhan mulai membuka pagar nya dan menguncinya kembali, lalu menuju masuk kedalam rumah sambil masih memeluk boneka rusa super besar nya itu. seharian ( lebih tepat nya empat jam) bersama sehun yang sedang mode on dengan tampilan cupu itu tidak buruk juga, sehun ternyata orang yang sangat asik jika diajak berbicara, walaupun terkadang harus luhan duluan yang bertanya, namun pada akhirnya percakapan mereka akan diakhiri dengan suara tawaan dari kedua pihak itu.

seperti tadi saat luhan dan sehun telah menghabiskan bubble tea mereka dan membeli es krim favorite masing masing, mereka berdebat kecil – kecil karna sehun menganggap luhan seperti anak kecil, dan luhan sendiri tidak terima dikatai seperti anak kecil oleh orang yang bahkan umur nya dibawah luhan sendiri.

" baju mu terkena eskrim yang mencair hyung, makanlah yang benar ", sehun berucap sambil mengelap baju luhan dengan sapu tangan yang ia bawa di saku celana nya

luhan menatap nya dengan mata rusa nya itu, " ini sudah benar tau "

" benar kau bilang? makan seperti anak kecil begini kau bilang sudah benar? ",

luhan menatap sehun dan langsung mengambil alih sapu tangan yang sedang sehun pakai untuk membersihkan baju nya, luhan membersihkan baju nya sendiri, " bahkan kau lebih muda dari ku, ingat kan kalau aku adalah kakak kelas mu? ", ucap luhan sarkartis

sehun menghela nafas, " anak kecil yang ku maksud disini bukan tentang umur hyung "

" lalu? ", luhan menatap sehun,

" tingkah mu. kau mempunyai sifat seperti anak kecil asal kau tau, coba saja bayangkan, mana ada seorang pria dewasa masih berantakan saat memakan eskrim nya, dan mana ada pula seorang pria dewasa membeli sebuah boneka rusa raksasa untuk menemani tidur malam nya huh? ", ucap sehun sambil menggerakkan tangan nya menunjuk boneka rusa besar yang ada di sebelah kiri luhan,

luhan melirik sebentar kearah boneka nya, benar juga, eh tapi luhan membeli nya karna memang menyukai nya, luhan pokoknya bukan anak kecil!

" memang nya kenapa, aku menyukai nya kok ", ucap luhan sambil mempoutkan bibirnya

" nah, itu yang kumaksud, bahkan kalau kita bicara tentang umur, mungkin orang orang tidak akan percaya kalau kau ini adalah siswa senior high school, orang orang pasti akan mengira kalau kau adalah siswi junior high school ", balas sehun lagi sambil melahap habis corn eskrim ditangan nya,

luhan membelalakan mata nya, " apa? aku? siswi? hey aku ini laki laki, dan apa tadi kau bilang, junior high school? jelas jelas aku sudah lebih dari tingkatan itu ", bela luhan tidak terima dirinya dikatai seorang anak junior, dan bahkan seorang siswi!

sehun berdiri, luhan yang sudah tidak selera makan eskrim pun ikut berdiri dan membuang eskrim nya yang tinggal setengah ke tong sampah yang ada di taman itu, sehun dan luhan berdiri berhadapan, sehun menghilangkan jarak diantara mereka, lalu mulai mengukur tinggi badan luhan dengan dirinya. sehun mundur satu langkah,

" bahkan kau lebih pendek dari ku, kau itu sangat imut untuk ukuran anak senior, dan juga kau lebih cocok dibilang cantik daripada tampan ", sehun membenarkan letak kacamata bulat nya,

" hey hey, apakah kau tidak sadar kalau kyungsoo lebih imut dari ku ", ( imut yang mereka maksud adalah ukuran tinggi badan, alias pendek ) luhan berdecak diakhir kalimat nya,

" iya, dan kyungsoo hyung tidak pernah marah saat aku mengatai nya ", sehun membela diri dan menjulurkan lidah nya kearah luhan ( meledeknya ), lalu sehun berjalan duluan setelah mengambil bungkusan boneka pororo nya itu,

" ish anak itu, kenapa aku selalu kalah dalam permbicaraan dengan nya ", gumam luhan tidak suka,

tanpa luhan sadari, ia tersenyum saat membayangkan kejadian sore tadi bersama sehun. bahagia, ya luhan sangat bahagia sore ini,

kai yang sedang menonton sebuah acara musik di ruang tengah hanya terheran heran melihat kakak semata wayang nya yang tersenyum tidak jelas sedari tadi,

" hyung ", panggil kai

luhan menoleh, " ya? ", dan menjawab nya masih sambil tersenyum seperti senyuman pasta gigi ala si anak basket disekolah nya, chanyeol

" kau…baik baik saja kan? ", kai mulai khawatir, siapa tau saja luhan terserang hantu toko mainan xoxo gara gara terlalu niat mau membeli boneka rusa raksasa itu

dan luhan tersenyum lagi, " tentu saja kai ", sekarang luhan sudah duduk di sofa yang sama dengan kai,

" jangan tersenyum seperti itu hyung, kau seperti si dobi tiang listrik sekolah kita tau ", balas kai sambil menatap kakak nya,

luhan menjepit kepala kai dengan tangan nya, " aku sedang bahagia hari ini, jadi jangan menghancurkan mood ku oke? "

" aaahhhh hyung ", ucap kai susah mengeluarkan suara gara gara kepala nya diapit oleh tangan luhan,

luhan melepaskan tangan nya dari kepala kai, " anak baik, oke, aku mau mandi dulu, tubuhku sudah bau, selamat malam anak manis ", dan percakapan mereka ditutup dengan luhan yang mencium kening kai untuk mengucapkan selamat malam, dan kai yang bergerutu gara gara kepalanya masih agak pening gara gara diapit oleh tangan kecil kakak nya.

[ y]

" apa itu boneka baru hyung? ", tanya kai siang itu pada kyungsoo yang sedang duduk di depan nya sambil memainkan boneka pororo yang lumayan besar itu,

siang ini kai sengaja bermain kerumah kyungsoo, katanya sekalian pendekatan dengan anak mata bulat ini namun bukan nya pendekatan, kyungsoo malah memilih bermain dengan boneka pororo nya ketimbang dengan kai yang sedang berpout ria didepan nya

kyungsoo mengangguk imut, " iya, sehunie yang membelikan nya kemarin ", cerita kyungsoo

" kemarin? dimana dia mendapatkan boneka ini hyung? ", tanya kai lagi, yah sekalian agar mereka bisa mengobrol sedikit, daripada kai diam terus dan kyungsoo asik main terus.

" di toko mainan xoxo ", balas kyungsoo, kai mengangguk, tapi..loh kemarin kakak nya kesana juga, ah nalar kai berjalan cepat,

" jam berapa kemarin sehun pulang hyung? "

" kira kira pukul tujuh malam lebih beberapa menit "

tuhkan, kai langsung memasang muka masam, pantas saja luhan tersenyum terus. ternyata dia pergi bersama sehun,

tapi kalau sehun pergi bersama luhan, apakah itu bisa dibilang kencan?

kalau sehun dan luhan memiliki hubungan khusus, berarti dia dan kyungsoo akan menjadi iparan?

bagaimana dengan usaha nya selama ini kalau pada akhirnya mereka malah menjadi iparan, hah? kai tidak akan membiarkan semua itu terjadi, lagipula kai pernah mendengar saat ia menguping didepan kamar luhan waktu itu, dia bilang kalau sehun itu straight, alias masih suka wanita, dan luhan itu bukan wanita, jadi sehun tidak mungkin bersama luhan, 'kan? kai tersenyum,

benar juga, sehun tidak mungkin dengan luhan hyung. ah tapi aku tetap akan berusah menjauhkan mereka saja lah. cinta itu kan datang karna terbiasa, kalau mereka terus bersama, mereka akan saling suka dan aku tidak akan membuat perjuangan ku selama ini sia sia karna pada akhirnya kyungsoo hyung malah menjadi ipar ku, ya ya ya lakukan itu kim jongin—gumam kai dalah hati nya,

kyungsoo yang melihat kai tersenyum aneh akhirnya bertanya, " apa kau baik baik saja kai? "

kai balas tersenyum, " iya hyung, aku baik baik saja kok "

dan kyungsoo hanya menganggukan kepalanya mengerti.

switch boy chapter 2 selesai.

to be continued…

a/n : bagaimana dengan chapter ini? jangan lupa review oke? terimakasih yang sudah mau baca. wah..bagaimana ya cara kai agar bisa menjauhkan luhan dan sehun? apakah sehun benar benar straight alias masih suka sama wanita? apakah luhan menyukai sehun? dan apa jawaban yang akan kyungsoo berikan saat mendengar ucapan cinta dari kai? tunggu kelanjutan nya di chapter mendatang ^ ^

thanks for read and review : )

with love,

roong

thanks to:

, kim bo mi, cutemanlydeer, Dazzlingcloud, younlaycious88, , Maple fujoshi2309, Black LIly no Emiko Eva, candra, lisnana1, guest, princesslulu, linkz