makasih buat yang udah review, follow dan favorite switch boy. makasih buat sider yang udah baca tapi ngga ninggalin review. hihi, ngga nuntut banyak yang mereview, cuma yah..bikin fanfic itu lebih enak kalau banyak yang kasih inspirasi baru sih, yang mereview juga kadang kasih aku inspirasi juga. hihi.
Selamat membaca..
disclaimer : ini setengah remake dari film serial jepang berjudul 'switch girl'. aku cuma ngambil buat beberapa chapter aja, alur nya ada yang sama, tapi berhubungan ini boyxboy,ini ngga sepenuh nya sama kayak cerita aslinya. aku emg ngeremake, hanya cuma untuk chapter satu dan dua : )
Roong
present
. . . . . . . . . . . . . . .
" kau menyukai sehun tidak? ", luhan langsung memandang kris dengan tatapan, 'apa-apaaan pertanyaan mu'
" t—tentu, tidak kris ", jawab luhan yang malah semakin merona, ugh apa-apaan pipi ini, kenapa bisa sangat panas? pasti pipi ku merona—gerutu luhan
kris tertawa renyah, " haha aku tau dirimu, lu. jangan membohongi ku "
chapter 5
kriiingg
bunyi bel yang nyaring nyaris memenuhi seluruh ruang kelas dan sekitaran koridor satu sekolah. jam di setiap dinding kelas sudah menunjukkan pukul tiga kurang lima belas menit kst, yang berarti sudah menandakan jam pulang sekolah sudah tiba. semua murid baik laki-laki dan perempuan pun sebagian ada yang bersorak bahagia dan sebagian ada yang mendesah lega, hari senin yang biasa beberapa orang sebut dengan sebutan monster day pun berakhir untuk hari ini.
begitu juga dengan luhan, seorang pria cantik ( emm..ralat, dia tidak pernah suka disebut cantik, dia itu tampan, ya dia tampan—katanya ) hendak beranjak dari kursinya dan menyampirkan tas punggung nya ke belakang, luhan merapikan sedikit tatanan rambut nya yang lumayan berantakan. saat luhan sedang menghadap kaca yang ada di sisi kiri nya, tiba-tiba kai sudah ada di kaca yang sedang luhan tatap ( kaca yang menghadap kearah luar kelas—yang menghadap jalan keluar, ngertikan? ) luhan tentu saja kaget melihat sosok hitam pesek dekil didepan nya, dia bergumam menyumpah serapahi kai yang selalu iseng itu.
kai tersenyum bodoh, dan langsung melesat masuk ke kelas luhan.
" hyung! ", panggil kai entah pada siapa, luhan yang tidak merasa dipanggil pun diam saja, masih sambil berkaca,
" temani aku ke toko buku ya, aku mau membeli komik serial terbaru ", suara kai lagi, luhan menoleh kearah suara, tuhkan, kai sedang bicara dengan kyungsoo pasti nya,
kyungsoo terlihat mengangguk, mengiyakan ajakan kai, luhan menghampiri dua orang itu,
" lalu? aku pulang bersama siapa? ", tanya luhan dengan gaya anak kecil yang seperti tidak mau ditinggalkan oleh ibu dan ayah nya itu,
belum juga kai menjawab, tiba-tiba sudah ada yang merangkul luhan dari belakang,
" tenang, luhan pulang bersama ku ", kata si perangkul sambil mengusak rambut luhan
luhan menoleh kearah si orang itu, " ishh aku baru merapikan ini barusan, krisss "
kris terkekeh dan menatap kai dengan senyuman mengembang di bibir nya, " bolehkan kalau kakak mu aku yang membawa pulang? "
kai memasang wajah masam, sebenarnya sih kai tidak terlalu suka dengan kris, kris itu playboy. siapa tahu saja kan, dia sedang mendekati kakak nya itu, ah tapi kris juga sahabat baik luhan dari sejak mereka di china, percaya tidak percaya, tentu saja dia harus mempercayakan luhan dengan kris, mempercayakan dalam artian mengantar pulang, oke? bukan yang lain.
kai mengangguk, " bawa dia pulang dengan selamat, jangan ajak dia main kemana – mana, pokok nya saat aku pulang, luhan hyung harus sudah sampai duluan ", ucap kai tanpa jeda
kris yang mendengar ada nada khawatir dari kai pun akhirnya mengusak rambut hitam kai, " heyy tenanglah, aku ini sahabat luhan, tentu saja aku akan mengantarkan luhan dengan selamat sampai tujuan "
kyungsoo terkekeh melihat kekasih nya yang kesal karna kris menyentuh kepalanya, " sudahlah, ayo kai kita berangkat sekarang ", kyungsoo memeluk lengan kanan kai
" aku dan kai duluan ya, daah ", pamit kyungsoo sambil tersenyum dan melambai kearah kris dan luhan, luhan membalas dengan senyuman dan kris melambai sejenak
setelah mereka keluar dari kelas, kris dan luhan pun ikut beranjak beberapa menit kemudian,
" kai itu seperti sedang mengalami brother kompleks ya ", ucap kris yang berjalan di sebelah kiri luhan,
luhan terkekeh dan menoleh kearah kris, " tidak. dia tidak begitu, kau kan tau sendiri kalau dia tidak terlalu menyukai mu karna kau itu playboy, mungkin dia takut kalau aku dipermainkan oleh mu "
kris menoleh kerah luhan dengan mulut menganga, " aishh ternyata dia masih berfikiran begitu, heyy aku tidak akan mempermainkan mu, lagi pula kita ini kan sehabat sejak junior high school, astaga anak hitam itu ",
mereka yang sedari tadi sedang mengobrol sambil tertawa tidak menyadari bahwa mereka jadi pusat perhatian anak – anak yang masih ada disekiaran koridor. tatapan iri, tatapan tidak suka dan tatapan tatapan lain nya.
bayangkan saja, kris si anak keturunan kanada cina yang notabene adalah ketua tim basket sedang berjalan dengan si pangeran cantik cover majalah yang membawa nama sekolah mereka menjadi terkenal sedang berjalan bersama.
tatapan para wanita pengagum kris dan luhan seperti sedang putus asa menemukan keduanya terlihat dekat sekali, seperti nya tidak ada harapan untuk mereka mendekati keduanya, para laki-laki berstatus seme dan uke pun sama seperti para wanita putus asa itu.
mereka berjalan kearah parkiran berdua, berhubungan luhan tadi pergi sekolah menaiki bus dan tidak menaiki mobil nya ataupun motor kai, berarti sekarang ia naik mobil kris.
baru setengah jalan kearah parkiran, luhan melihat seorang laki-laki tinggi kulit putih berkacamata sedang berjalan keluar gerbang, luhan berlari menghampiri anak itu, meninggalkan kris yang ada di belakang nya,
" sehun! ", teriak luhan memanggil sehun, sehun yang dipanggil pun menoleh kebelakang menemukan seorang anak laki-laki cantik sedang mengejarnya
" kau mau pulang kan? ", tanya luhan yang sekarang sudah berada di depan sehun, dan dibalas anggukan singkat sehun, " bersama ku ya "
kris yang mendengar itu langsung berlari pelan kearah mereka berdua, dan setelah berdiri di samping kiri luhan, kris bertanya dengan wajah bingung nya, " bukankah kau mau pulang bersama ku? "
luhan tersenyum lembut, " tidak jadi saja ya, arah blok kompleks kita berbeda empat blok, terlalu jauh untuk mu putar balik, aku pulang bersama sehun saja. kami kan tetangga "
kris sempat berfikir dan menolak ucapan luhan yang menolak ajakan nya karna takut merepotkan kris, padahal kris sama sekali tidak merasa direpotkan oleh luhan, tapi luhan tetap bilang bahwa ia ingin pulang dengan sehun saja. begitulah luhan, dia itu memang sedikit keras kepala dan paling tidak mau merepotkan orang lain.
" baiklah, kalau itu mau mu ", ucap kris pada akhirnya setelah mereka berdebat kurang lebih lima menitan itu, luhan tersenyum.
kris pun menatap sehun, sedikit ada ide jahil dikepala nya. dia langsung merangkul luhan dan mencium pucuk kepala luhan.
" sehun, jaga dia oke? kai bisa-bisa marah padaku jika terjadi sesuatu terhadap kakak kesayangan nya ini, jaga 'kekasih' ku ya ", ucap kris dengan penekanan di kata 'kekasih' nya,
sehun mengangguk malas. kris dapat melihat ada guratan kesal diwajah sehun, kris tertawa dalam hati. apa mungkin sehun menyukai luhan?—pikir kris
luhan melepas tangan kris dari bahu nya, " sudah ya kris, kami pulang. sampai jumpa ", luhan melambai kearah kris dengan senyuman sambil mengajak sehun berjalan pulang. setelah luhan dan sehun pulang, kris langsung mengambil ponsel nya dan mengirim pesan ke kai
luhan tidak jadi pulang bersama ku, dia pulang dengan sehun.
kris memasukkan ponsel nya ke saku celana dan masuk ke dalam mobil hitam mengkilat nya, baru saja kris menyalakan mesin mobil, ponsel nya sudah bergetar, kris membuka satu pesan masuk itu.
benarkah? jangan bohong, kris.
heyy aku ini lebih tua dari mu, kkamjong.
jangan mengalihkan topik, hyung. kau pasti membawa luhan hyung kesuatu tempat kan? dan kau bilang luhan hyung dengan sehun agar aku tidak curiga dengan mu.
ah yaampun kai, kenapa kau sangat curigaan dengan ku?
karna aku tidak percaya dengan mu, playboy.
kris tertawa saat kai memanggilnya playboy, dasar anak ini. tidak pernah berubah. kris membalas pesan itu lagi,
aku berani bersumpah kai, kau kan tau sendiri kalau aku dan luhan sudah bersahabat sejak lama, lagipula kami tidak cocok jika menjadi sepasang kekasih.
perkataan kris itu jujur, dulu dia dan luhan memang sudah mencoba untuk menjadi sepasang kekasih karna mereka sangat dekat, tapi tidak ada yang special disana, luhan masih saja tidak bisa bermanja manja dengan kris layaknya sepasang kekasih, kris juga tidak dapat memanjakan luhan seperti pasangan lain nya, akhirnya karna mereka tidak bisa. mereka memutuskan hubungan itu dan kembali menjadi sepasang sahabat lagi. memang aneh persahabatan mereka ini, tapi yahh jangan diambil pusing, oke?
baiklah, nanti aku akan menghubungi sehun kalau begitu.
ada yang ingin kutanyakan kai!
what's wrong, hyung?
jangan berlagak sok inggris. dan oh sepertinya sehun menyukai kakak mu itu.
jangan bercanda.
heyy im not kidding, oke?
ah ya ya ya, up to you, hyung.
kenapa kau seperti tidak suka? haha pasti karna sehun lebih putih darimu kan, jadi kau takut kalau luhan tidak menyayangi adik hitam nya ini.
yak! shut up!
oke oke, see you tomorrow my beloved namdongsaeng : *
cih, kau menggelikan hyung.
dan kris pun tertawa membaca balasan dari kai. kris dan kai memang begini, selalu berdebat namun mereka saling memperhatikan, mungkin karna kris sudah menganggap kai sebagai adik nya, jadi kris juga menyayangi kai seperti rasa sayang nya terhadap xiumin—kakaknya. lagipula kris tidak punya adik yang bisa dimanjakan dan diajak beradu argumen, jadi anggap saja kalau kai itu adik kandung kris.
kris pun meletakkan ponsel nya di dashbor mobil dan menyalakan mesin mobil yang ia matikan saat ia sedang saling mengirim pesan pada kai barusan, dan barulah mobil hitam mengkilat itu keluar dari gerbang dan ikut meramaikan jalanan kota seoul di siang menuju sore hati itu.
disisi lain, kai yang sedang berdiri menghadap beberapa tumpukkan buku mengerucutkan mulut nya tidak suka, dia bergumam tentang dia yang akan melempari kris dengan telur busuk besok.
" kau ini kenapa sih kai? ", tanya kyungsoo yang sedang membawa beberapa buku masakan dan kue,
kai menoleh kearah kyungsoo dan memasang wajah bertanya, " apa sehun menyukai luhan hyung ya? "
" memang nya kalau iya kenapa? ", kyungsoo terlihat berfikir, " mereka cocok, bahkan wajah mereka hampir mirip kan? "
" kau tidak khawatir hyung? "
" maksudmu? "
" emm, luhan hyung pasti akan menikah duluan kan, dan kalau nanti mereka menikah, berarti kita sudah menjadi iparan, dan saudara ipar itu bukankah tidak boleh ikut menikah juga? "
kyungsoo tersenyum dan mencubit pipi kanan kai, cubitan nya tidak terlalu sakit.
" ayo kita bayar semua buku ini ", ajak kyungsoo sambil mengambil buku komik yang ada ditangan kai dan berjalan kearah kasir yang ada di dekat pintu keluar.
kai hanya memasang wajah bingung sambil tetap berjalan dibelakang kyungsoo.
kenapa dia seperti tidak khawatir?—pikir kai
[ ]
selama diperjalanan luhan dan sehun sama-sama diam, tidak ada yang mau memulai percakapan. dan tahukah kalian, luhan sangat tidak suka keheningan ini. luhan menatap sehun dengan intens,
" hey ", panggil luhan dengan suara yang bisa dibilang mungkin tidak akan terdengar, namun karna sehun ada disebelah nya, dia pasti mendengarnya
sehun begumam menjawab,
" apa kita akan benar-benar pulang? aku lapar, kau mau makan dulu tidak? ", tanya luhan bertubi-tubi
sehun melirik jam tangan putih nya sejenak, " baiklah "
dan luhan pun tersenyum, lalu melirik kesekitaran jalanan, " ada kafe disebrang sana, ayo kesana "
sejenak sehun mengingat sesuatu, ia langsung memegang lengan luhan yang hampir berjalan menjauhi nya, luhan menatap tangan nya yang dipegang sehun. entah kenapa jantung nya berdegup aneh, pipi nya terasa seperti ada yang membakar, dan luhan yakin bahwa ia sedang merona sekarang. oh ayolah, kenapa ia seperti ini?
" k—kenapa? ", tanya luhan gugup. tuhkan, kenapa dia aneh seperti ini. luhan, kenapa kau gugup?
sehun menatap tepat dimata luhan, " beritahu kai dulu, aku takut dia khawatir jika menemukan mu belum pulang saat dia sudah sampai dirumah "
luhan mengangguk mengerti, ia mengelurkan ponsel dan mengetikkan sesuai apa yang diperintahkan sehun. " sudah "
sehun mengangguk, " baiklah, ayo menyebrang ", dan mereka pun menyebrang dengan sehun yang menggenggam tangan luhan erat. sempat terfikir oleh luhan bahwa dia akan berkata: 'heyy aku juga bisa menyebrang sendiri, aku bukan orang tua atau mungkin anak kecil yang harus disebrangkan', namun entah kenapa luhan menutupi semua ocehan nya itu, dia..
oh yaampun, luhan seperti orang bisu jika sehun sudah menggunakan kontak fisik dengan nya.
sebenarnya aku ini kenapa?—batin luhan
. . . . . . .
. . . . . . .
sekarang mereka sudah berada disalah satu meja dengan posisi saling berhadapan, luhan memesan satu ice americano dengan satu pasta ukuran sedang. sedangkan sehun memesan fruit smoothie dengan kue cheesecake nya. jika luhan sudah mengatakan dia lapar, berarti dia benar-benar lapar. sehun saja hanya memesan cemilan seperti itu.
tadi kai menelfon, sempat ada perdebatan antara kai dengan luhan yang bilang akan pergi makan siang itu, kai itu memang terlalu protective pada luhan. kai bilang bahwa: 'luhan itu dari luar saja sudah polos dan seperti anak-anak, bisa sajakan ada orang yang memanfaatkan kepolosan nya untuk hal yang tidak – tidak.' itulah alasan kai saat sehun bertanya di telfon barusan kenapa ia sampai segitu dengan luhan.
sehun juga mengakui kalau luhan ini bukan seperti anak senior high school, justru luhan terlihat seperti anak kelas satu, atau mungkin dua junior.
dan saat sehun bicara seperti tadi, sehun mendapat satu tanda 'sayang' dikepala nya ( dibaca: luhan menjitaknya keras )
luhan makan seperti anak kelaparan yang sudah dari sejak lahir belum makan ( ini berlebihan sebenarnya ). mungkin anak jalanan sekalipun kalau makan tidak seperti luhan, astaga, luhan sangat tidak cocok dengan keadaan mode on nya. sehun sendiri langsung bisa menyimpulkan bahwa luhan yang sedang makan ini adalah luhan mode off, dengan masih berseragam mode on.
noda saus berwarna kemerahan itu ada disekita bibir, baju dan dasi luhan.
sehun mendengus, dia meminum minuman nya sebelum bicara,
" hyung, apa ini salah satu mode off mu? "
luhan mengangkat kepala nya dan menatap sehun. yaampun, bahkan noda saus itu sudah sampai di pipi kiri nya, dengan pertanyaan sehun barusan, luhan langsung menatap jendela kafe yang kebetulan ada disamping nya, jendela itu berwarna agak gelap. memungkinkan dirinya bisa berkaca sejenak. setelah melihat keadaan nya yang…ewh itu. luhan langsung mengambil beberapa lembar tisu dan mengusap wajah nya,
" kenapa kau baru bilang, sehun-ah? ", luhan masih mengusap semua sisi yang ternoda,
sehun tersenyum tipis saat dilihat nya luhan yang meninggalkan noda saus di sekitaran rahang nya, sehun mengambil beberapa lembar tisu, menarik lengan luhan yang menganggur. luhan sontak tertarik kearah depan, lalu dimenit berikutnya, sehun mengusap pelan bekas noda dirahang luhan itu, luhan sedikit mengangkat kepala nya agar sehun bisa melihat noda lain nya di sekitaran wajah luhan.
bisa kalian bayangkan, posisi nya sekarang adalah wajah sehun yang begitu dekat dengan luhan.
disisi lain diri sehun, entah kenapa dia jadi gugup sekarang, dengan gerakan lembut ia membelai rahang luhan. astaga kenapa leher nya seperti wanita? yaampun—gerutu sehun dalam hati.
luhan yang merasa bahwa sehun terlalu lama membelai dan memperhatikan rahang nya pun berdehem. membuat sehun tersadar dan menjauhkan tangan nya dari luhan.
" apa sudah bersih? "
sehun hanya membalas dengan anggukan,
sesaat mereka terdiam lagi, kali ini luhan menghabiskan makanan nya yang sebenarnya sudah hampir habis itu secara perlahan, huh image anak cover boy nya hampir saja ketahuan orang lain. yah walaupun bekas noda berwarna merah itu ada di sekitar baju nya juga, untung saja hanya sedikit.
" itu salah satu sifat mode off mu? ", sehun membuka pembicaraan, luhan mengangguk sambil meminum ice americano nya,
" kalau kau seperti itu, mana ada wanita atau mungkin namja yang mau dengan mu? walaupun kau cantik—ah tampan maksud ku, jika sifat mu begitu, itu membuat oranglain ilfeel ", ucap sehun dengan tenang,
luhan mempoutkan bibir nya lucu, " mau bagaimana lagi, itu sudah sifat ku sejak dulu "
" apa dulu kau tidak pernah belajar tentang kepribadian diri? "
luhan mengingat sejenak, lalu menggeleng. " aku belajar kepribadian diri dari lingkungan ku, kris saja tidak masalah dengan sifat aneh mode off ku "
" itu kan kris, dia itu teman mu sejak di china. mulai sekarang kau harus bersikap lebih teratur, hyung "
luhan menatap sehun aneh, " kenapa memang? "
" yah…pelajaran masa depan, apa kau mau jika suatu saat nanti anak mu mempunyai kepribadian aneh seperti mu? aku sih tidak mau ", ucap sehun sambil meminum lagi minuman nya,
luhan terkekeh, omongan sehun seperti seakan-akan anak luhan adalah anak nya juga. eh? apa yang kukatakan barusan?
" aku bisa mengajarimu tata karma yang baik ", lanjut sehun
" memang nya kau mau mengajariku? "
" asalkan kau tidak mengusikku lagi "
" sejak kapan aku mengusik mu? "
" sejak awal kita berpapasan di atap gedung sekolah, mulai dari saat itu kau terus saja menempeli ku kan? "
luhan sedikit berfikir, kalau diingat ingat benar juga, tapi…
" tapi kita sering bertemu secara tidak sengaja, oh sehun "
sehun mengangguk tidak perduli, " ya ya ya, terserahlah. makanan mu sudah habis? ayo pulang ", dan sehun pun beranjak diikuti oleh luhan yang menyusulnya keluar dari kafe tersebut.
[ ]
[ ]
sekarang waktu sudah menunjukkan pukul lima lebih dua puluh menit kst, ternyata mereka makan cukup lama juga. sehun dan luhan akan segera sampai di perumahan mereka setelah melewati dua blok lagi. namun mereka terhenti ketika tiba-tiba ada tiga orang yang mengerubungi mereka, sontak luhan langsung berdiri dibelakang sehun. luhan takut. dia mempunyai trauma dengan orang bertubuh lebih tinggi dan lebih besar darinya ( kris menjadi pengecualian )
sehun membenarkan letak kacamata nya. menyadari kalau luhan yang sedang berdiri dibelakang nya terus terusan mempererat genggaman nya pada tas punggung sehun, berarti luhan sedang takut.
" apa yang kalian mau? ", ucap sehun pada pokoknya
salah satu dari mereka tersenyum, " kau lupa dengan kami, oh sehun? "
sehun balas tersenyum remeh, " maaf paman, aku tidak mengenal kalian "
orang yang sehun panggil paman itu langsung menggerakan tangan nya, memerintahkan kedua teman nya mendekati sehun. sehun langsung melepaskan tangan luhan dari tas nya lalu membisikkan sesuatu kepada luhan sambil masih menatap tiga orang barusan,
" sembunyi, atau lebih bagusnya kau cari bantuan "
luhan awalnya tidak mau pergi namun karna sehun memaksa akhirnya dia berlari kearah semak semak, berusaha menggenggam ponsel nya untuk memanggil seseorang siapapun itu.
" apa kau benar benar tidak mengenal kami? ", tanya nya lagi
sehun tersenyum miring, sebenarnya dia mengenali paman – paman ini. baru saja semalam ia bertemu dengan orang didepannya ini.
" aku kan sudah bilang akan membayar secepat nya ", sehun masih berdiri tenang
" aku membutuhkan nya sekarang. kau mau bayar sekarang atau babak belur ditangan ku? ", ancam paman bertubuh gembul dan kumisan itu,
sehun menatap malas orang itu dan membenarkan kacamatanya yang turun sedikit, " kau mengancamku? "
mereka saling bertatapan, namun pada akhirnya terjadilah adu pukul dari tiga melawan satu orang. ini sangat tidak adil, bagaimana mungkin sehun bisa melawan tiga orang bertubuh besar dan tinggi itu tanpa bantuan?
melupakan perintah sehun untuk mencari bantuan, luhan keluar dari persenyembunyian yang sangat dekat dengan tempat kejadian dan mencari sesuatu yang panjang, berat dan berguna untuk melawan. ia menemukan balok kayu yang lumayan sakit jika terkena kepala, luhan langsung menghampiri empat orang yang salah satu nya ( sehun ) sudah terlempar oleh salah satu paman itu. wajah sehun sudah memar. sialan, luhan menghampiri salah satu yang memunggungi nya dan
BUGH
satu paman jatuh telak karna pukulan luhan, satu orang lain langsung menghampiri luhan dengan ancang-ancang akan memukul. namun luhan lebih cepat menghindar dan memukul kepala paman satu nya. dua orang jatuh sambil memegangi kepalanya yang pusing.
luhan langsung membuang balok nya dan menghampiri sehun,
" sehun-ah, kau masih sadar kan? ", dan sehun mengangguk, dan membuka matanya, lalu berusaha duduk dengan benar dibantu oleh luhan,
namun karna luhan yang lengah. paman yang masih tersisa satu itu langsung mengambil balok yang luhan pakai sebagai senjata barusan, sehun yang melihat kearah belakang kalau luhan akan dipukul akhirnya menarik luhan dan memeluknya, membalikkan tubuh luhan agar berada dibawah nya dan,
.
.
BUGH
.
.
.
luhan membelalakan matanya kaget,
.
.
.
sehun pingsan diatas nya.
" sudah selesai, aayo pergi ", suara paman itu langsung terdengar diiringi dengan suara orang yang berlari menjauh.
luhan yang tersadar akan lamunan nya langsung membalikkan posisi tubuh nya lagi,
" se—sehun, hiks, sehun. kau—sehun, hiks ", luhan yakin kalau sekarang pipi nya sudah berbanjir air mata, luhan meraih ponsel nya, memanggil nama pertama pada kontak telfon.
dengan nada bergetar dan panik, setelah telfon terangkat oleh orang disebrang sana luhan langsung berteriak,
" kai! cepat—hiks, datang ketaman yang ada di dua blok—hiks, dari rumah kita—hiks, cepat kai! "
. . .
. . .
. . .
tbc
. . .
. . .
. . .
a/n : huaaa /lihat keatas/ itu apaaa? huaaa, padahal awalnya ngga begini, cuma karna mau bikin moment hunhan di chap selanjutnya akhirnya terjadilah tulisan diatas, hikkss sehun-ahhhh.
balasan review :
Black LIly no Emiko Eva : ini udah lanjut dearr, selamat membaca : )
sstyle313 : ini udah lanjut, nah! Kamu, makasih ya hehe masukan kamu udah aku wujudin disini, puas ngga? Kalo belum puas nanti aku tambahin di chapter selanjut nya( :
FriederichOfficial : iya, ceritanya kris nyemirk/? Kkkk
Fujoshinyeohdan : itu nyosornya ngga sengajaaaa kkkk
younlaycious88 : iyanih, kai sok sokan ngegombal kkk oke, nanti author beliin khusus buat kai :D
saY . You : wah selamat dataangg : ) semoga kamu suka ya sama ceritanya, iya nih. Jadi tuh gini, awalnya kai emg mau ngejodohin hunhan tapi itu kai Cuma ngegodain luhan doing, nah berhubungan kai suka sama kakak nya sehun ( kyungsoo ), diapun berubah fikiran tentang jodoh-jodohin gitu hehe, ngertikan? : ) ini udah lanjut kok, semoga suka sama chapter ini : )
ferina . refina : luhan sepertinya udah masuk pesona sehun nih hihi
HyunRa : mau rencanain biar luhan bisa nikahin author : 3 hihihihihihi
Lolamoet : selamat datang : ) nanti bakal ada 'sesuatu' di chapter mendatang.. sodara nemu dijalan? Duhh hahah tambah kissscane nya? Hmmm bakal di rencanain buat chap mendatang aja yaa : )
Overdosebcsexo : huaaaaaa sudah dilanjuttttt : )
RZHH 261220 : kkkk ini udah lanjut, silahkan dibaca : )
Kim Bo Mi : aku termasuk yang bakal neriakin dia kalau dia sekolah pake mode off nya hehe
ShadowCrush : hay shadow, makasih ya buat kunjungan balik kamu. Buat masukan nya makasih banget loh, untuk perubahan tulisan entah kenapa gaya aku nulis eman udah begitu : ) udah kebiasaan buat bikin tulisan kayak diatas, mungkin kalo buat gaya tulisan, sedikit demi sedikit kalau aku bisa bakal aku coba ubah : ) makasih ya review nya. Sangat membantu : )
XiaoLuhan : ini sudah lanjut, silahkan dinikmati : D
Fuawalyaah ; dia malu malu rusa kkkk
Byunbaekkie : kris malah godain sehun nih hehe, makasih sudah baca : )
yaudah pokoknya selamat membaca yaa..
don't forget to review yaaaaa.
with love,
roong.
