disclaimer : untuk chapter satu dan dua adalah remake dari serial film jepang yang judulnya switch girl. sisanya? itu asli buatan aku kok. jangan baca kalo engga suka : ) tapi berhubungan kamu udah liat tulisan ini, berarti kamu harus baca hehe, jangan lupa review oke?
selamat membaca.
Roong
Present
. . . . . . . . . . . . . . . .
y
" se—sehun, hiks, sehun. kau—sehun, hiks ", luhan yakin kalau sekarang pipi nya sudah berbanjir air mata, luhan meraih ponsel nya, memanggil nama pertama pada kontak telfon.
dengan nada bergetar dan panik, setelah telfon terangkat oleh orang disebrang sana luhan langsung berteriak,
" kai! cepat—hiks, datang ketaman yang ada di dua blok—hiks, dari rumah kita—hiks, cepat kai! "
chapter 6
kepanikan serta isakan luhan sudah mencapai puncak nya saat dokter yang merawat sehun mengatakan bahwa sehun tidak dalam keadaan baik baik saja. emm….sehun mengalami luka memar parah di bagian punggung nya dan juga tulang – tulang belakang punggung nya mengalami keretakan, untung saja keretakan itu tidak terlalu parah seperti memar nya. 'untung'? hey disini tidak ada yang menguntungkan!
coba bayangkan saja, sebuah balok besar dan panjang tepat mengenai punggung mu. sakit. ya, rasanya sakit menyakitkan. tuhan masih baik pada sehun, anak itu masih bisa selamat. dan untung saja para paman itu tidak memukul kepalanya, kalau iyaa….mungkin pukulan keras itu bisa membuat sehun amnesia. bisa saja, 'kan?
luhan sekarang tengah memandangi sehun yang tertidur didepan nya, luhan menggenggam tangan pemuda berkulit pucat itu. memberinya sedikit kekuatan mungkin, entahlah. tubuh sehun sudah terbalut pakaian khas orang – orang yang dirawat dirumah sakit ini juga, tangan sebelah kiri nya terpasangkan infusan.
luhan menghela nafas, entah sudah untuk yang keberapa kali nya ia menghela nafas berat hari ini.
" kau bodoh ", gumam luhan parau, hampir tidak terdengar mungkin.
luhan yang duduk di sebuah bangku disamping kanan sehun pun menoyor pemuda putih pucat itu dengan tangan nya yang sedang menganggur, tidak benar – benar menoyor sih, hanya menyentuhnya pelan saja, berhubungan kondisi sehun yang sedang memilukan. luhan tidak sejahat itu pada orang sakit.
" kenapa kau menyelamatkan ku sih? kau kan tak pernah perduli padaku, kau sok berani sekali oh sehun ", luhan menghela nafas ( lagi )
luhan menatap kearah nakas, menatap jam kecil yang ada di nakas yang menunjukkan pukul delapan kurang lima belas menit. luhan melepaskan genggaman nya pada tangan sehun, ia berdiri dan merenggangkan sedikit otot – otot nya yang sangat kaku akibat terlalu lama duduk menunggu sehun sadar.
saat luhan menelfon kai, kebetulan sekali kai sedang tidak jauh dari daerah taman itu. kai dengan sigap langsung menghampiri sehun dan luhan, kai melihat kalau sahabat nya itu sedang tertidur diatas paha kakak nya. tanpa bertanya panjang lebar, kai langsung mengangkat sehun dan membawa nya masuk kedalam mobil.
kai menyalakan mesin mobil dan langsung berjalan menuju rumah sakit terdekat disana,
sejak datang kearah sehun dan luhan, kai melihat ada sebuah balok besar disana, kai tidak berani bertanya macam – macam pada luhan, takut luhan tambah histeris.
kai yang saat itu baru saja selesai mengantar kyungsoo untuk ketempat les pun hanya bisa mematung melihat luhan menangis sebegitunya. selama hidup nya, kai baru pertama melihat luhan menangis tersedu – sedu seperti itu.
saat sampai dirumah sakit, sehun langsung ditangani oleh dokter spesialis tulang belakang disana. saat luhan bertanya apakah kyungsoo sudah tahu atau belum, kai mengatakan bahwa ia akan memberitahu kyungsoo nanti saja, takut nya kyungsoo malah histeris ditempat les nya, kyungsoo itu orang nya nekat. bisa saja saat kai bilang sehun dirawat, ia langsung berlari dari tempat les ke rumah sakit. asal kau tahu, jarak antara tempat les kyungsoo dan rumah sakit ini tidak dekat.
kyungsoo baru selesai dengan les nya pukul delapan, kai sekarang tengah menunggu kyungsoo keluar kelas mungkin. luhan berjalan mendekati dispenser yang berada diruang rawat sehun, mengambil gelas bening dan mengisi nya, baru saja luhan mendapatkan satu tenggukan, ia langsung menyemprotkan nya lagi..
.
.
uhukkk
BRAK!
.
.
pintu runagan itu terbuka paksa, dengan luhan yang kaget menyemprotkan minuman nya. luhan menghapus sudut bibir nya yang berbekas air disana, luhan menatap siapa yang masuk.
" huaaa sehunieeee ", teriakan, ah maksudku tangisan itu langsung memenuhi ruang rawat sehun.
kini didalam ruangan itu sudah ada satu pria mungil dengan mata belo nya dan satu pria hitam dibelakang nya, kalian jangan berfikiran kalau itu hantu dan sejenisnya, dia itu kai.
luhan berjalan mendekati kyungsoo yang tengah memeluk tangan sehun, " kyungsoo-ya, jangan berisik. ini rumah sakit ", luhan mengingatkan
kyungsoo mengahapus bekas air matanya dan menatap luhan, " hikss—maaf hyung, aku hanya khawatir "
luhan tersenyum lembut dan memeluk kyungsoo dengan penuh perhatian, " sehun sudah baik – baik saja, tenang lah "
" terimakasih sudah menjaga nya ", ucap kyungsoo pada luhan yang sekarang tengah mengelus pucuk kepala nya,
luhan menggelengkan kepala nya, membuat kyungsoo mendongak menatap luhan, " bukan aku yang menjaga nya, justru karna dia menjaga ku, dia berada disini sekarang. seharusnya aku yang minta maaf pada mu kyung "
kyungsoo sudah tau apa yang terjadi, dia tahu saat kai menceritakan nya. ini kecelakaan. " tidak hyung, sehun itu memang begitu, dia selalu menjaga orang – orang yang baik padanya. bukan salah mu kok "
kai yang sedari tadi melihat kedua orang kesayangan nya menangis akhirnya menghampiri mereka berdua, kai merangkul kedua nya.
" jangan menangis lagi oke? sehun pasti tidak akan suka jika nanti saat ia sadar, ia melihat pemandangan memilukan ini "
kyungsoo tersenyum, menegakkan tubuhnya lalu menghapus sisa sisa air mata nya,
" benar, jangan menangis! ", ucap kyungsoo menyemangati dirinya sendiri, " kai, kau pulang lah, aku akan menjaga sehun malam ini, kau dan luhan hyung pasti sudah sangat lelah. dan mungkin besok aku akan meliburkan diri. bawa saja mobil ku pulang ", lanjut nya menatap kai,
kai mengelus surai hitam kekasih nya, " aku akan menemani mu "
" tapi besok kau sekolah ", potong kyungsoo
" aku akan pulang, mengantar luhan hyung dan mengambil peralatan sekolah untuk besok. aku tetap sekolah besok "
kyungsoo terlihat berfikir sejenak, bagaimana pun juga, kyungsoo itu bukan tipe orang yang mau merepotkan orang lain.
" kai tidak merasa direpotkan kok, benarkan kai? ", luhan menatap kai, dan yang ditatap pun mengangguk sambil tersenyum,
" lagipula dengan adanya kai disini, kalian bisa bergantian menjaga sehun ", lanjut luhan meyakinkan kyungsoo. sebenarnya luhan juga ingin ikut menjaga sehun, namun apa daya, tubuh nya sudah sangat lelah dan dia tidak yakin kalau dia kuat menjaga sehun semalaman. akhirnya ia pun mengikuti perintah kyungsoo yang menyuruh nya untuk pulang saja.
kyungsoo mengangguk, " baiklah "
dan pada akhirnya keputusan pun diambil. kyungsoo dan kai yang akan menjaga sehun hari ini.
setelah sampai dirumah, kai langsung menyiapkan apa yang akan ia bawa ke sekolah besok, lalu setelah selesai, kai langsung pamit pada luhan untuk kembali ke rumah sakit.
luhan yang sekarang sendirian di rumah langsung berjalan kearah kamar mandi, membersihkan dirinya. setelah selesai dengan acara bersih – bersih nya, ia langsung memilih untuk pergi ke dunia mimpi nya.
luhan berharap, besok sehun sudah sadar dan baik – baik saja.
. . . .
. . . .
hari ini tidak ada niatan sekalipun rasanya untuk luhan pergi kesekolah, ingin rasa nya luhan membolos dan menjaga sehun di rumah sakit saja. luhan mendudukan dirinya di bangku nya, lalu menumpukan kepala nya diatas meja nya. luhan kalut. apa sehun sudah sadar? bagaimana keadaan nya? tadi saat baru datang, luhan langsung menuju kelas kai, namun kai nya belum datang, sampai saat bel pun luhan belum melihat kai disekolah. apa mungkin kai terlambat ya, huuh luhan benar - benar mengkhawatirkan sehun sekarang.
" kau kenapa, lu ? ", sesorang berkepala pirang bertanya pada nya,
" tidak apa apa kris ", ucap luhan setengah berbisik, dia lelah, entahlah karna apa.
kris mengangguk, " tadi kau bilang kyungsoo izin, kemana dia? "
" sehun sakit, dan kyungsoo harus menjaga nya ", balas luhan sambil menatap kris, tatapan nya sulit diartikan, luhan seperti ingin menangis saja.
kris mulai tertarik dengan pembicaraan mereka, " sakit? sakit apa? "
" kecelakaan kecil ", balas luhan singkat, terlihat sekali oleh kris kalau luhan sedang tidak bersemangat.
" pulang sekolah nanti, kita jenguk bersama ya "
luhan mengangguk dan tersenyum, " iya "
semakin banyak yang menjenguk, berarti semakin banyak yang perhatian pada sehun, 'kan.
. . . .
. . . .
luhan dan kris berjalan berdampingan menuju kamar nomer 144 dilantai dua rumah sakit ini, sebelum kemari, luhan membelikan sehun buah – buahan. luhan memeluk parsel buah yang barusan luhan beli di toko depan rumah sakit, saat mereka sampai didepan pintu ruangan sehun, luhan langsung membukanya dan masuk dengan senyuman.
sehun sudah sadar, dan sehun terlihat sudah agak baikkan, buktinya saja sekarang ia tengah bermain dengan psp putih kesayangan nya itu.
" sehunieee ", luhan berujar dengan senang sekaligus memberikan sehun senyuman termanis nya, mata rusa nya langsung menyipit saat ia tersenyum lebar seperti itu.
sehun hanya membalas luhan dengan sebuah gumaman,
.
[ sehun pov ]
.
aku hanya membalas nya dengan gumaman ku, awalnya aku juga ingin berteriak senang karna melihat nya tidak apa – apa, apalagi tidak terluka sama sekali. aku tenang rasanya. namun karna aku melihat orang berkepala pirang dibelakang nya, jadilah aku yang hanya membalas nya dengan gumaman tadi. kris. kenapa dia harus menemani luhan hyung.
" sehun, senyumlah sedikit. luhan datang ", kyungsoo hyung berkata padaku sambil tersenyum. tadi sebelum luhan hyung datang, aku dan kyungsoo hyung memang membicarakan orang itu, kyungsoo hyung bilang kalau luhan hyung menangis histeris saat aku pingsan. entahlah, kyungsoo hyung juga tidak melihat luhan hyung menangis histeris, dia mendapatkan informasi itu dari kai. dan percaya tidak percaya, aku memang jarang mempercayai ucapan kai itu.
" hai hyung, oh hai kris ", sapa kyungsoo hyung pada mereka,
" hai kyungsoo, oh apa kau sudah baikan sehun-a? ", setelah menyapa balik kyungsoo hyung, si kepala pirang itu bertanya padaku sambil menatap ku, cih aku tidak ingin menjawab nya, aku balik menatap luhan dengan wajar datar ku
" hyung, kau bawa apa? ", tanya ku
luhan menghampiriku, " beberapa buah-buahan, apa masih sakit? ", luhan hyung memegang punggung ku, aku yang memang posisi nya sedang duduk diatas ranjang pun mengangguk,
" lumayan ", balasku seadanya, bisa kulihat kris hyung ( cih aku malas memanggilnya begitu ) sedikit mendumel kan sesuatu, mungkin karna saat dia yang bertanya aku tidak menjawab, sedang kan pertanyaan luhan bisa ku jawab. aku memang tidak menyukai nya, entah, jika aku melihat kris sedang berada didekat luhan hyung rasanya seperti… aku tidak bisa menjelaskan nya, yang pasti, aku benar-benar tidak suka dan tidak rela.
.
[ kyungsoo pov ]
.
kulihat sehun yang selalu menolak disuapi oleh kris, sedangkan jika luhan yang menyuapi dia sangat mau. sedari tadi memang begini keadaan nya, ada saja hal – hal kecil yang selalu sehun permasalahkan. misalkan beberapa menit barusan, saat sehun ingin luhan membantunya memijiti kepala bagian kanan nya, kris malah memperkenankan diri untuk memijiti sehun. awalnya sehun mau, namun lama-kelamaan sehun malah beteriak tidak terima karna kepala nya di pegang pegang oleh kris. apa orang sakit selalu bertingkah semaunya?
padahal kris sudah berbaik hati mau membaik – baiki sehun.
kris memang seperti itu orang nya, mungkin karna ia tidak memiliki adik, jadi semua orang yang berumur beberapa tahun dibawah nya akan ia baik – baiki. kai juga sering diperlakukan seperti itu oleh kris, pernah beberapa kali saat kai dan kris selesai latihan basket dengan anggota club mereka, kris memberikan minuman nya pada kai, karna saat itu minuman kai habis. namun kai malah menolaknya, kris pun hanya terkekeh dan mengusak gemas rambut kai.
" luhan, sehun menolak suapan ku, ini untuk mu saja ", kulihat kris sedang menyodorkan potongan apel yang tadi ingin ia berikan pada sehun namun sehun menolaknya, luhan sudah membuka mulut nya berniat akan memakan apel itu, namun tangan sehun langsung mengambil apel nya dan memakan nya,
kris berdecak, " ck. kalau mau seharusnya tadi kau terima saja "
" aku tidak mau disuapi olehmu ", balas sehun masih dengan wajah datarnya, ingin sekali rasanya aku membelikan sehun stok ekspresi wajah, kenapa sehun selalu datar sih? tersenyum pada ku saja jarang sekali jika bukan aku yang menyuruh.
memang sih aku bukan kakak kandung nya. tapi aku juga sering kok melihat sehun tersenyum saat sedang memainkan ponsel nya. mungkin ia sedang membaca pesan dari seseorang dan untunglah kalau sehun masih bisa tersenyum, ku kira dia akan berekspresi begitu terus.
ohiya, aku belum bercerita pada kalian ya soal statusku dengan sehun? well, aku akan menceritakan nya. aku bukanlah kakak kandung dari sehun, hanya beberapa orang yang mengetahui ini. aku sebenarnya adalah anak dari sahabat ayah nya sehun saat di amerika. ayah dan ibu ku meninggal karna kecelakaan pesawat, karna saat itu aku masih bayi untung nya aku tidak ikut mereka, hingga aku bisa hidup sampai hari ini.
dengan beruntung nya, tuan oh merawat ku sejak kecil, saat aku berusia dua tahun, nyonya oh hamil. sembilan bulan kemudian lahirlah sehun. tuan oh, menceritakan padaku soal kecelakaan pesawat orangtua kandung ku saat aku berada disekolah dasar kelas enam, sehun juga mengetahui ini dan untung saja sehun masih mau menerimaku sebagai kakak nya walaupun ia tahu kalau aku dan ia bukanlah saudara kandung.
sampai pada saat ini, sehun mengajakku untuk hidup di korea, sedangkan kedua orangtua kami berada di amerika. sehun memperlakukan ku dengan baik, walaupun tanpa ekspresi, aku bisa tahu kalau dia memang tulus menyayangiku. makanya aku sangat sayang pada sehun, adik seperti sehun itu susah sekali dicari di dunia.
" krissss jangan pegang pegang luhan hyunggg ", tiba – tiba fokus ku hilang karna jeritan sehun, sehun bisa menjerit juga? ku kira dia hanya mempunyai nada datar nya
aku melihat kris yang sedang merangkul luhan dan sehun yang sedang berusaha melepaskan pegangan kris pada luhan.
" memang nya kenapa? diakan 'kekasih' ku ", kris seperti sedang menggoda sehun, wajah sehun memerah. entah karna marah atau bagaimana, eh? tunggu! sehun marah? tapi kenapa? oh… jangan bilang kalau..
" yak! ", sehun langsung membuang mukanya ke lain arah saat kris menciumi kepala luhan.
luhan sendiri orang nya memang tidak keberatan jika ada sahabat nya yang melakukan skinship dengan nya, luhan anggap itu sebagai tanda persahabatan termanis—katanya begitu, tapi yang kulihat, sehun seperti orang yang sedang menahan.. cemburu?
hmm sepertinya iya, karna kai selalu memasang wajah begitu saat ia sedang cemburu padaku dan suho hyung. apa benar sehun menyukai luhan?
" kris berhentilah menciumi kuuu ", kini luhan lah yang berteriak cempreng,
aku hanya bisa menggelengkan kepala ku dan berdecak. kris, kris. kalau kekasih panda mu melihat ini, bisa – bisa kau langsung mendapatkan satu jurus wushu dari nya ckck.
. . . .
. . . .
tbc
. . . .
. . . .
a/n : bagaimana yang diatas? moment nya emang kurang banget, aku bikin chapter ini sebagai pengenalan kyungsoo aja kayaknya. karna banyak yang nanya status kyungsoo dan sehun : ) udah jelas kan? kyungsoo bukan kakak kandung sehun.
Review aku bales lewat pm aja ya hehe, thanks to :
Sanshaini Hikari, Happy Delight, ShadowCrush, Black LIly no Emiko Eva, younlaycious88, lolamoet, say . you, leedongsun3, kim bo mi, RZSL 261220, hyunra, lisnana1, luexohun, Ren, selurpe, FriederichOfficial, sstyle313, byunbaekkie, Nedera, kimyori95, luludeer2009, Jung Eunhee
Namanya ketinggalan? Ada typo? Tulisan kelebihan? Apa kurang? Yah, berarti saya lagi ngga fokuss-_- mohon maklumi..
chapter depan :
" kenapa kau terlambat? "
" barusan aku melihat luhan hyung dan sehun berkeringat… "
" lalu, memang nya kenapa? "
" …diatas ranjang "
" APA?! "
" yak, kyungsoo hyung, dengarkan aku duluuuu, hei jangan berlari "
" SEHUN ITU MASIH KECIL, KAIIII "
don't foget to review,
with love,
roong.
