disclaimer : untuk chapter satu dan dua adalah remake dari serial film jepang yang judulnya switch girl. sisanya? itu asli buatan aku kok. jangan baca kalo engga suka : ) tapi berhubungan kamu udah liat tulisan ini, berarti kamu harus baca hehe, jangan lupa review oke?

selamat membaca.

Roong

Present

. . . . . . . . . . . . . . . .

kyungsoo pov

.

" yak! ", sehun langsung membuang mukanya ke lain arah saat kris menciumi kepala luhan.

luhan sendiri orang nya memang tidak keberatan jika ada sahabat nya yang melakukan skinship dengan nya, luhan anggap itu sebagai tanda persahabatan termanis—katanya begitu, tapi yang kulihat, sehun seperti orang yang sedang menahan.. cemburu?

hmm sepertinya iya, karna kai selalu memasang wajah begitu saat ia sedang cemburu padaku dan suho hyung. apa benar sehun menyukai luhan?

" kris berhentilah menciumi kuuu ", kini luhan lah yang berteriak cempreng,

aku hanya bisa menggelengkan kepala ku dan berdecak. kris, kris. kalau kekasih panda mu melihat ini, bisa – bisa kau langsung mendapatkan satu jurus wushu dari nya ckck.

.

.

chapter 7

.

.

normal pov

.

kris dan luhan mengunjungi sehun sampai matahari turun dari permukaan, awalnya sehun sudah menyuruh kris untuk pulang duluan, namun karna kris yang sangat senang menggoda sehun, ia pun menolak 'usiran' dari sehun. ia bilang,

" aku datang bersama luhan, berarti aku pulang pun harus dengan nya ", begitulah jawaban kris, dan hal itu membuat bibir sehun mengerucut hingga lima centimeter ( ahh sebenarnya sih tidak haha ). luhan juga tidak sepenuhnya mendengarkan ocehan mereka, ia lebih memilih mengobrolkan pelajaran yang hari ini kyungsoo lewatkan bersama anak itu.

untung saja saat kris datang, sehun sedang memakai kacamata bulat konyol nya itu, kalau tidak..mungkin ia bisa ketahuan, oh ketahuilah, walaupun kris sangat tampan dan jarang bicara pada orang yang tidak terlalu dekat dengan nya, namun sesekali dia bisa saja menjadi seorang penggosip handal, layak nya byun baekhyun—teman sekelas luhan dan kyungsoo yang sangat cerewet. sehun tidak percaya jika kris bilang ia bisa tutup mulut.

kris yang tengah memainkan psp putih milik sehun pun menatap jam tangan nya, sudah 5 jam ia dan luhan disini. lalu menoleh kearah luhan yang masih setia mengajari kyungsoo tentang materi barusan,

" luhan-ah, sudah pukul tujuh malam, ayo pulang ", ajak kris, luhan menoleh dan memasang wajah kecewa nya. seharian ini luhan hanya sendirian di tempat duduk nya ( berhubungan kyungsoo satu tempat duduk dengan nya ) dan dia baru bertemu kyungsoo sebentar, ( eoh, luhan.. 5 jam itu sebentar kah? ) dia sangat ingin menolak.

" tapi aku— ", luhan memotong suara nya ketika mendengar ketukan dari pintu ruangan rawat sehun, mereka berempat menoleh kearah pintu, saat pintu terbuka, menampakkan satu orang perpakaian serba putih ( itu pasti dokter ) dan satu orang wanita yang berjalan dibelakang sang dokter sambil membawa beberapa kertas ( mungkin itu suster yang membawa riwayat kesehatan sehun ),

kyungsoo berdiri dari duduk nya, lalu membungkukkan badan nya sopan, sehun dan kris melakukan hal yang sama. luhan melirik name tag sang dokter dengan iseng nya, disana tertera nama 'lee donghae', hmm dokter yang tampan..dan masih sangat terlihat muda—batin luhan

" selamat malam ", sapa sang dokter sambil tersenyum, " bagaimana keadaan mu sehun-ssi? ", tanya dokter itu beralih pada sehun,

sehun menatap sang dokter sambil tersenyum tipis, " sudah lumayan "

" dok, ", luhan memanggil sang dokter, semua nya langsung menatap luhan penuh tanya, eoh anak itu benar benar yaa..sudah tau si dokter sedang berbincang dengan sehun, dia malah ikut – ikutan, dasar rusa..

" ya? ", balas dokter lee dengan sopan dan ramah.

" ngomong – ngomong kapan sehun bisa pulang ya? ", tanya luhan dan ditambahi anggukkan oleh kyungsoo

dokter itu tersenyum, lalu mengambil alih kertas – kertas yang tadi nya ada di tangan suster di belakang nya, membuka lembar per lembar,

" dari catatan sejak kemarin ia datang dengan luka memar yang parah itu, besok sepertinya ia bisa pulang. ", ucap dokter lee, memberikan kertas barusan ke suster lagi dan tersenyum kearah sehun.

" benarkah? ", tanya kyungsoo sedikit menghela nafas lega,

dokter lee mengangguk, " nah, malam ini kau harus tidur lebih awal, aku kemari hanya ingin melihat kondisi mu saja dan juga memberikan obat ini ", dokter lee memberikan beberapa tablet obat yang sudah di bungkus rapi ke kyungsoo, kyungsoo pun mengambilnya,

" obat itu untuk penghilang rasa nyeri dan pegal, sehun pasti sangat pegal karna punggung nya susah digerakkan. sebelum pulang, besok kyungsoo-ssi keruangan ku dulu ya, aku akan memberikan beberapa pantangan dan apa saja yang harus dimakan oleh sehun ", lanjutnya, kyungsoo mengangguk.

" istirahat lah sekarang, aku permisi ", pamit sang dokter sambil berlenggang pergi, setelah pintu tertutup luhan menatap sehun

" besok kau pulang pukul berapa? "

" secepatnya ", balas sehun datar

" pagi? ", dan sehun mengangguk yakin

luhan melanjutkan ucapan nya, " kalau begitu, kyungsoo-ah kau pulang lah bersama kris, besok aku akan membolos, dan itu tanda nya malam ini aku yang akan menjaga sehun ", luhan berucap dengan yakin,

kris menatap luhan tidak terima, " kau pulang bersama ku saja lulu, kita pulang bertiga. lagipula sehun sudah besar, tidak perlu ada yang menjaga nya. atau kita suruh saja kai kemari, dia yang menjaga sehun "

sehun yang tengah tertiduran memutar bola matanya malas,

luhan berdecak, " jangan memanggilku lulu, itu seperti anak perempuan dan asalkan kau tahu kris, kai sedang ada latihan ditempat nya menari hingga pukul delapan, dia pasti sangat lelah dan langsung menolak jika disuruh menjaga sehun lagi "

" kau itu kenapa seperti anak nya luhan, sih? kemana – mana harus ditemani luhan ", sindir kyungsoo, dan itu membuat sehun terkekeh tanpa suara

kris berdecak, " tao jelas – jelas menyuruh ku menjaga luhan ", sehun menggernyit bingung, tao itu siapa?

" kau itu ya, selaluuuu saja menurut jika itu tao yang menyuruh ", kyungsoo menggoda kris, kyungsoo mencolek dagu kris dan membuat orang yang lebih tinggi itu menjitak kepala kyungsoo,

" kau juga akan begitu jika kai yang melakukan nya "

luhan dan kyungsoo tertawa bersamaan, melihat kris yang sedang merona itu sangaaaatttt jarang, kris itu sering membuat orang lain merona, namun jarang sekali ada yang bisa membuatnya merona. dan satu hal yang mampu membuat nya merona hanya satu orang, yaitu tao.

" yasudah, ayo kita pulang ", kris merangkul pundak mungil kyungsoo setelah mengambil tas punggung nya,

kyungsoo mengangguk, dan menghampiri sehun yang sedang tiduran, " sehun-ah, hyung pulang ya, jangan rewel oke? jangan buat luhan hyung kerepotan ", kyungsoo mengusap surai blonde sehun,

sehun mengangguk, " aku tidak akan merepotkan, hyung "

" baiklah ", kyungsoo mengecup kening sehun,

" sampai jumpa ", kris dan kyungsoo melambaikan tangan kearah sehun dan luhan, lalu keluar dari kamar dengan kris yang tengah menjahili kyungsoo.

.

sehun pov

.

" baiklah ", kyungsoo hyung mengecup kening ku, " sampai jumpa ", ucapnya bersamaan dengan pria tiang itu lalu keluar kamar dengan si pria tiang yang tengah menjahili kakak ku,

luhan hyung langsung menghampiri ku, " jadi, apa kau mau tidur sekarang? ", aku melirik jam, baru pukul tujuh lewat tiga puluh menit, aku mengangguk

" kalau begitu, tidurlah, aku tidak akan mengganggu mu ", ucap nya sambil tersenyum, membuat mata rusa nya itu menyipit, luhan hyung masih menggunakan mode on nya. terlihat dari seragam yang masih ia pakai, kris hyung pun begitu barusan.

aku melepas kacamata ku. luhan hyung langsung menghampiri meja kecil di dalam kamar ruangan ku ini yang barusan ia pakai bersama kyungsoo hyung untuk belajar, dia terlihat sedang mencari sesuatu dalam kantung celana nya, gerak gerik nya sangat lucu. kalau terus terusan di suguhi pemandangan seperti ini, mungkin aku bisa menyu—eh? sehun, yaampuun! sadarlah! kau ini normal, errrr

lupakan yang barusan, sekarang sepertinya luhan hyung sudah mendapatkan sesuatu yang ia cari didalam kantung celana nya barusan, dia mengangkat poni rambut yang menutupi dahi nya, mengangkat nya keatas dan mengkuncir nya, oh yang barusan itu dia mencari kunciran.

ia mengkuncir poni nya seperti air mancur keatas, kunciran nya berwarna merah dan ada boneka strawberry nya, sangat lucu dan terkesan kekanakkan.

ia mulai merapikan ruangan ini, aku menatap nya, malas juga lama-lama hening aku pun memulai pembicaraan, ada yang ingin ku tanya kan.

" hyung ", panggilku, dia menoleh dan setengah terkejut, kenapa dia terkejut

" ya? oh, kukira ka sudah terlelap "

aku memutar mata bosan, " aku bukan tipe yang suka tidur cepat ", dia mengangguk, dan melanjutkan bersih – bersih nya,

" ada apa? ", tanya nya

aku mencoba duduk dan menyandarkan tubuh ku pada sandaran tempat tidur, " tao itu siapa? ", nah itulah yang ku ingin tanyakan padanya, karna sedari tadi ia dan yang lain nya membicarakan si tao tao itu,

" tao? ", dia menggernyit bingung

aku menggaruk tengkuk ku yang tidak gatal, apa aku terlalu ikut campur? " sejak tadi kalian membicarakan nama itu ", balas ku akhirnya

dia tersenyum, " ohh dia, tao itu kekasih kris ", balas nya

kekasih? ooooh si tiang itu sudah punya kekasih toh, cih tapi ia sangat genit, buktinya saja barusan ia menciumi luhan hyung, oh jangan bilang kalau kyungsoo hyung di apa – apa kan oleh nya, ughh seharusnya aku menyuruh kai saja yang menjemput kyungsoo hyung!

" lalu, apa hubungan nya dengan mu? ", berhubungan tadi kris bilang kalau tao menyuruh nya menjaga luhan hyung. berarti mereka sangat akrab.

" dia sepupuku, dan kris menjadi kekasih tao sejak setahun yang lalu, mulai saat itu aku disuruh nya untuk mengawasi kris yang genit itu dan tao menyuruh kris untuk menjaga ku ", ceritanya dengan senyuman yang selalu muncul di bibir nya yang err menggoda, ah tidak!

" oh ", aku hanya ber-oh-ria, lalu menidurkan diriku kembali, luhan hyung sudah selesai bersih-bersih, dia menghampiri ku,

" minum obat nya dulu oh sehun ", luhan hyung memberikan obat yang dokter lee berikan tadi, aku meminum nya dengan posisi masih tiduran, sangat pegal duduk lama – lama.

" tidurlah ", suruh nya, dia hendak pergi namun aku mencegah nya,

" kau tidur dimana? "

" tentu saja di sofa ", oh aku tidak akan membiarkan tubuh nya pegal – pegal besok pagi, aku ragu..

namun…

" tidurlah dengan ku ", aku menggeser sedikit tubuh ku, ranjang rumah sakit ini cukup untuk dua orang, tubuh luhan hyung yang sekurus itu pasti muat, kok.

luhan hyung terlihat ragu,

.

luhan pov

.

" tidurlah ", suruh ku sambil beranjak menuju kearah sofa yang ada di samping ranjang sehun, saat aku ingin melangkah tiba - tiba ada tangan yang memegang pergelangan ku, sontak aku mengurungkan niat ku untuk melanjutkan langkah dan menoleh kebelakang

" kau tidur dimana? ", tanya nya dengan wajah ragu

" tentu saja di sofa ", jawab ku yakin, dia terlihat ingin berbicara namun agak ragu, terlihat dari kerutan di kening nya

" tidurlah dengan ku ", sekarang aku yang menggernyitkan kening ku bingung, tidur? dengan oh sehun?

aku menatap sofa lagi, sepertinya sofa itu sempit, aku menatap sehun, lalu sofa, lalu sehun, lalu sofa, lalu..

" baiklah ", aku melepas sepatu ku lalu menaiki ranjang sehun, aku berfikir, apa ini tidak jatuh? namun saat aku naik tidak ada perubahan apapun, berdecit pun tidak, apakah tubuh ku seringan itu eoh?-_-

karna ukuran ranjang ini sedang, alhasil aku sedikit berdempet dengan sehun, aku dan sehun memutuskan untuk sama-sama tertidur dengan posisi miring, agar lebih nyaman. sehun mengarah padaku dan aku sebaliknya, mengarah pada nya. kami berhadapan, diatas ranjang! astagaa,

ada apa ini? jantung ku berdetak tidak normal, wajah ku memanas dan rasanya seperti…ada jutaan kupu-kupu yang ingin keluar dari perut ku, oke, ini seperti sebuah ungkapan yang ada dalam drama atau sebuah cerita pasaran, namun, yeaah aku merasakn nya! sial, oh sehuuuun apa yang kau lakukan pada ku,

aku memutuskan untuk menutup mataku lebih dulu, daripada harus menatap nya, lebih baik aku tidur. ughh aku belum bisa tiduur, setelah kurang lebih lima menit aku menutup mata, tiba-tiba ada yang mengusap rambut ku, dimenit berikutnya usapan itu terhenti, aku membuka mata.. oh oh oh, dia—sehun tengah meletakkan tangan nya di kepala ku, dia mengusapi ku? bolehkan aku pingsan sekarang? dan akhirnya, aku memutuskan untuk mengikutinya mengiringi dunia mimpi, dengan senyuman dan ucapan,

" selamat tidur ", pada sehun sebelum aku menutup mata ku. jantung, aku mohon, jangan sampai sehun mendengar detakan nya.

. . . . .

. . . . .

normal pov

.

cicitan burung – burung kecil sudah terdengar, matahari sudah nampak di permukaan lagi, hembusan angin dingin tapi terkesan menyejukkan sudah memenuhi kota seperti biasa nya, jalanan di kota seoul sudah mulai dipenuhi beberapa kendaraan yang tengah asik berlalu lalang. itu tanda nya, mari kita mulai hari baru ini.

luhan mengerjabkan matanya imut ketika mendapati suatu sinar terang yang berusaha menerobos masuk kedalam mata nya, menyilaukan. ia mengusap kasar matanya dan berusaha bangkit dari posisi tidur nya, tapi tunggu!, luhan susah bergerak ughh ada sesuatu yang berat menimpa pinggulnya, luhan menoleh kearah pinggung nya dan oh oh oh..

disana ada tangan,

tangan putih pucat,

luhan menoleh dan oh astaga kalian pasti tau siapa pemilik tangan putih pucat itu, oh sehun. yap, siapa lagi yang punya kulit mulus putih pucat seperti dia. posisi luhan membelakangi sehun, sehun memeluk nya dari belakang, terkesan seperti memeluk guling karna kaki sehun juga mengikat kaki luhan, apakah luhan sama kecil nya dengan guling? luhan mendengus, dia tidak bisa bangkit kalau sehun belum bangun, tubuh nya benar – benar terkunci ditubuh sehun.

luhan menatap jendela yang sudah terbuka, eh tunggu! jendela sudah terbuka? sedangkan dia baru bangun tidur, berarti…sebelum luhan bangun ada yang sudah masuk ke kamar ini, luhan menoleh kearah nakas, dan disana sudah ada botol obat dan segelas air putih serta satu carik kertas, obat nya mirip dengan obat yang kemarin dokter lee berikan. secarik kertas itu bertuliskan: 'jangan lupa temui dokter lee sebelum kalian pulang^^'. oh yaampun, apakah ada suster yang masuk kesini? dengan posisi luhan dan sehun yang begini?—berpelukan, astagaa!

luhan membalikkan badan nya secara perlahan kearah sehun, dia kini berhadapan dengan sehun yang masih terpejam. luhan pun menenggelamkan wajah nya di dada bidang sehun dan menggerak – gerakkan kepalanya—seperti menggeleng-gelengkan kepala. dia malu. huuh apa kata orang jika melihat nya dan sehun tidur seranjang sambil berpelukan, sial!

orang lain yang berada dalam ranjang yang sama pun merasa terganggu dengan sesuatu yang bergerak di dada nya, dan juga ada rambut berwarna caramel yang bermain-main di wajah nya, ( ingat? luhan masih mengikat poni nya seperti air mancur keatas), ugghh menganggu tidur ku saja—batin sehun

sehun membuka matanya, menatap si pelaku kejahatan-mengganggu-tidur-sehun, sehun bergumam.

" hyung? ", yang merasa terpanggilpun mendongak kearah si pemanggil,

" kau sedang apa eoh? aku terganggu hyung ", lanjut sehun sambil mengusap matanya perlahan, luhan bangkit dari tidur nya, dia mendudukan diri nya di samping sehun

" maaf. tadi..ehmm, ada yang melihat kita tidur sambil….berpelukan ", ucap luhan malu

sehun, walaupun punggung nya masih agak sakit dan pegal, ia berusaha duduk juga, dibantu luhan tentunya. " lalu? "

" entahlah, aku malu saja ", luhan menunduk

sehun menggaruk kepala nya bingung, " oh ayolah hyung, tidak usah difikirkan, lagipula kita sama-sama pria, dan kita tidak akan melakukan hal macam-macam bukan?",

entahlah, luhan merasa ada yang bergetar di dada nya ketika sehun berbicara seperti itu. luhan berusaha tertawa, walaupun agak canggung, " oh yeah, hmm ayo siap-siap. kita akan pulang hari ini. oh ya, aku akan ke ruangan dokter lee sebentar, kau tunggu disini oke? "

luhan turun dari ranjang, memakai sepatunya, melepaskan ikatan di poni nya, menyisir nya sedikit dan setelah tersenyum kearah sehun, ia pun keluar dari ruangan itu.

sehun merasa ada yang aneh, saat ia berbicara seperti barusan, rasanya hawa suasana ruangan ini menjadi hampa, apakah dia salah bicara?

. . . . .

. . . . .

. . . . .

pukul delapan, sehun dan luhan sudah berada dirumah sehun—tepat nya sekarang mereka sudah berada dikamar sehun. seelah dokter lee memberitahukan apa saja yang harus sehun makan untuk kesembuhan nya, dan memberikan kepada luhan beberapa obat pereda nyeri, luhan meminta pamit untuk membawa sehun pulang. mereka pulang menggunakan taxi, kyungsoo dan kai tidak mungkin menjemput mereka, sekolah mulai pukul setengah delapan, jika kyungsoo dan kai nekat menjemput sehun, bisa – bisa mereka yang akan terlambat sekolah. kris? oh, ya anak itu punya supir pribadi yang sangat akrab dengan luhan, tapi luhan tidak mau merepotkan kris terus menerus. jadi dia memilih naik taxi saja.

setelah luhan membuatkan sehun makanan untuk mengisi tenaga nya, luhan duduk di sisi ranjang sehun, dengan sehun yang duduk menyandarkan punggung nya di sandaran ranjang.

" kau pulang dulu saja hyung ", suruh sehun, bukan bermaksud mengusir

" apa kau baik - baik saja jika aku tinggal sendirian? ", tanya luhan khawatir, bisa sajakan saat luhan pergi tiba - tiba sehun kenapa kenapa

" iya, aku bukan anak kecil umur lima tahun yang akan melakukan hal ceroboh hyung ", ucap sehun sambil memutar mata malas

luhan terkekeh, " aku tidak bilang kalau kau anak kecil sehun-ah, baiklah, aku pamit dulu ya. sampai jumpa ", luhan tersenyum, lalu berdiri dan berjalan menjauh

sehun memposisikan dirinya duduk di sisi ranjang lalu memanggil luhan, ada satu kata yang seharusnya ia katakan. " hyung! ", panggilnya,

luhan yang baru saja memutar kenop pintu kamar sehun pun menoleh, " ya? "

sehun tersenyum lembut, sangat lembut, dan itu sangat tampan. " terimakasih hyung, kau telah menjaga ku ", ohhh mode off sehun sedang berjalan sekarang

luhan merasakan detakan itu lagi, " oh, yeah sama-sama sehun-ah. aku juga berterimakasih karna kau sudah menyelamatkan ku waktu itu ", mereka sama-sama diam,

" emm baiklah, aku pamit, nanti siang aku akan mengecek mu lagi oke? ", dan luhan pun hilang dibalik pintu. sehun memegang dada nya yang berdetak tak karuan, oh kenapa lagi dengan jantung ini? kenapa berdetak teruss—gumam sehun.

. . . . .

. . . . .

siang nya luhan dengan panik berlari dari arah rumah nya menyebrang kerumah sehun, beberapa menit yang lalu sehun menelfon nya, ia bilang suhu tubuh nya tiba – tiba naik dan punggung nya terasa perih lagi. saat luhan sampai kerumah sehun, ia langsung berlari kekamar sehun dan oh benar saja, sehun sedang mengumpat dibalik selimut, luhan membuka selimut sehun dan dilihat nya tubuh sehun—baju, celana dan kulitnya—sudah penuh dengan keringat. luhan mendudukan diri disamping sehun, memegang kening sehun,

" yaampun, panas sekali, tubuh mu basah kuyub, aku akan membantu mu berganti pakaian oke? ", luhan berjalan kearah lemari baju sehun, mengambil satu baju lengan panjang dengan celana seukuran lutut, mengambil juga pakaian dalam sehun. biar bagaimana pun, semua yang ditubuh sehun itu sudah basah dan harus diganti.

setelah menghapus semua peluh dari tubuh sehun, luhan membantu sehun duduk dan perlahan melepaskan baju sehun, luhaaaan jaga iman mu, kau kuat oke? bukan kah sehun bilang kalian ini sama – sama pria, jangan malu, oke? tenang kan dirimu—itu mantra yang luhan ucapkan dalam batin nya.

saat sedang fokus nya mengganti pakaian sehun, tiba-tiba ada suara berat nan menggoda yang masuk di indra pendengaran dua orang yang ada di kamar itu,

" wah wah…kau tidak pernah melakukan itu pada ku saat aku sakit, hyung. cih pilih kasih sekali ", sontak sehun dan luhan menoleh kearah pintu yang disana sudah ada pria lain yang memakai seragam sekolah.

" diam kau kkamjong ", omel sehun pada kai—kkamjong itu katanya nama panggilan sayang dari sehun untuk kai—

" yah, sepertinya aku datang disaat yang tidak tepat yah ", luhan langsung melemparkan baju penuh keringat milik sehun yang masih ia pegang, kai dengan lihai nya menghindar dari baju bau keringat sehun itu

ia menghampiri sehun dan luhan yang ada di ranjang, menarik kursi yang ada didepan meja belajar sehun dan duduk diatas nya. kali ini luhan sedang memakaikan sehun baju panjang nya, melihat sehun yang belum berganti celana, kai memainkan ekspresi wajah nya jahil

" hyung, apa kau akan mengganti celana nya juga hmm? ", goda kai pada kakak nya sendiri, luhan menoleh dengan tatapan tajam, mengerti dengan keadaan yang sudah darurat, buru – buru kai menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal itu,

" aku hanya bercanda hyung ", dia tersenyum bodoh

" jadi, kau mau apa kemari? dan mana kyungsoo hyung? ", tanya sehun kini, melihat luhan yang sudah memerah entah karna marah atau malu, sebaiknya sehun membuat kai menyelesaikan urusan nya dulu.

kai menunjuk jam diatas nakas yang ada dikamar sehun, " ini sudah lewat dari jam sekolah, tentu saja aku sudah pulang ", ia mengambil ponsel nya, membaca pesan yang baru masuk.

" soal kyungsoo hyung, dia sedang belanja di supermarket depan sekolah, dia bilang persediaan makanan disini sudah habis. dia menyuruh ku kemari untuk melihat keadaan mu sebentar, karna sejak pagi tadi luhan hyung belum memberikan informasi tentang mu", lanjut kai

luhan memukul kening nya sendiri, " oh ya aku lupa, maaf ", ucapnya

" ya ya ya, sudah, aku hanya ingin bilang begitu. karna kyungsoo hyung sudah menyuruh ku menjemputnya, aku pergi sekarang. ", kai bangkit dari duduk nya, tersenyum dan berjalan kearah pintu, lalu keluar dan menutup pintu lagi

sehun memandang pintu itu malas, " darimana dia masuk, apa kau lupa mengunci pagar? "

" kurasa begitu ", luhan kembali mengusap peluh yang turun di pelipis sehun,

belum satu menit kai keluar, anak itu kembali membuka pintu dengan hanya kepala yang timbul dibalik pintu, membuat luhan dan sehun kaget bukan main.

" maaf mengagetkan, oh aku hanya ingin bilang, aku akan mengunci semua pintu jika kalian mau melanjutkan yang barusan, ingat kan kalau celana sehun belum kau ganti hyung ", goda kai lalu hilang lagi dibalik pintu, sehun melemparkan bantal nya kearah pintu dengan kesal. wajah luhan memerah.

. . . . .

. . . . .

. . . . .

kai tepat berhenti di depan kyungsoo yang sedang berdiri di depan supermarket dekat sekolah mereka, kai mematikan mesin motor nya, dia memilih menggunakan motor saja, biar cepat pikirnya.

" kenapa kau terlambat? ", kyungsoo langsung bertanya dengan wajah muram nya, terlihat sekali kalau kyungsoo sudah bosan menunggu.

kai tersenyum melihat kekasih nya yang sedang cemberut, " saat mengecek sehun barusan, aku melihat luhan hyung dan sehun berkeringat… "

kyungsoo langsung memotong omongan kai. alasan sekali membawa-bawa nama adikku, bilang saja kau malas bolak-balik kemari—batin kyungsoo mendumel. " lalu, memang nya kenapa? "

" …diatas ranjang ", lanjut kai saat kyungsoo bertanya,

" APA?! ", mata kyungsoo membulat semakin bulat/?

" yak, kyungsoo hyung, dengarkan aku duluuuu, hei jangan berlari ", kai turun dari motor nya, heyyy kai sudah membawa motor, buat apa kyungsoo berlari pulang hanya untuk buru – buru kerumah, dan heyy kyungsoo hyuung, belanjaan mu tertinggal!

" SEHUN ITU MASIH KECIL, KAIIII ", teriak kyungsoo dari kejauhan sana. mempunyai kekasih yang terlalu sayang dengan adik nya memang begini resiko nya, kai langsung mengambil belanjaan yang tadi kyungsoo jatuhkan dan menaru nya distang motor, menyalakan motor dan mengejar kyungsoo.

lagipula kai, siapa yang menyuruh mu bilang kalau mereka berkeringat diatas ranjang? orang-orang pasti akan berfikir yang iya iya, dasar kkamjong.

. . . .

. . . .

tbc

. . . .

. . . .

a/n : yang nebak ini nc siapa hayo? wkwk aku ngga mungkin bikin ini jadi berubah aliran kkkk jangan kecewa oke? d_d

diatas itu udah aku bikin tentang luhan yang mulai suka sama sehun, tapi sehun nya yang masih anggep kalo dirinya masih straight. sehun masih ragu untuk bilang kalo dia udah ngga straight/?. sakit punggung kok jadi demam? nah, namanya juga fanfiction wkwk ya udah dibikin nyambung aja lah.

banyak yang bilang suruh perpanjang cerita. nah jadi gini, kalo cerita diperpanjang, aku takut nya alur nya malah kecepetan, terus kalo satu chapter ber-words-words aku nya malah bingung, nanti malah menimbukan efek writer block haha jadi udahlah maklumi kalo satu chap paling cuma 2,5k word, oke? d_d

tapi chap ini kayak nya agak panjang hahah 4,1k loohh, panjang ngga sih? kkk

chapter depan bakal diselipin chanbaek yaaa.

review aku bales di pm, dan thanks to :

sstyle313, HYUNRA, Sanshaini Hikari, Black LIly no Emiko Eva, kim bo mi, byunperverthun, say . you, Oh XiXian, Shiftastic, kimyori95, younlaycious88, lolamoet, luludeer2009, FriederichOfficial, PandaYehet88, ferina . refina, xiaoluhan, byunbaekkie, anon, cabybaek, prince yehet, kaihunhan, guest, RZSL 261220, lisnana1, Brigitta Bukan Brigittiw, nadera.

chapter depan :

" itu nama nya jatuh cinta "

" aku itu masih suka wanita "

" jangan munafik, oh sehun "

" sepertinya aku menyukai mu "

" jangan bohong "

ohya, jangan lupa baca cerita aku yang my brother not my beloved.

sekian kata aku ucapkan terimakasih, dan don't foget to review,

with love,

roong.

Fyi, roong mau hiatus buat beberapa pecan, don't miss me :p