Roong

Present

. . . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . .

Hari ini sudah hari ke tiga sehun masuk sekolah, terimakasih untuk luhan yang selalu ada saat sehun sakit. bayangkan saja, sehun yang cuek, dinngin dan menyebalkan entah kenapa tiba-tiba menjadi sehun yang manja dan sangat menjadi ketergantungan dengan kehadiran luhan.

kyungsoo bahkan pernah memarahi sehun saat sehun baru beberapa jam ditinggali oleh luhan, sehun bilang dia ingin luhan menemani nya sampai ia tertidur. dan di saat yang bersamaan, luhan juga mengomeli sehun, tugas sekolah luhan menumpuk dan sehun masih saja manja dengan nya. oh. my. god.

" sehun, bisakah dewasa sedikit? kemana dirimu yang sangat terlihat keren dengan sifat dingin mu, kenapa kau jadi manja begini, eoh?! ", itu adalah bentakan luhan yang pertama kali saat sehun sakit, memang sih luhan sudah sering membentak sehun, tapi kan itu saat sehun sedang sehat.

dan gilanya lagi, mata sehun langsung berkaca setelah mendengar itu. oh apakah sehun seperti punya masalah dengan ego nya? alter ego, mungkin?

tidak. sehun bukan orang berkepribadian ganda kan? eh—

pernah juga sehun sangat ingin memegang—mengelus—rambut caramel luhan. ini malah menjadi semakin aneh, rite?

" ayolah hyung~ ", bahkan sehun sampai merengek

saat itu luhan melindungi rambut nya dengan helm untuk bersepeda milik sehun sendiri, luhan takut bahwa sehun sedang mengerjai nya, bukan nya mengelus nanti siapa tahu saja sehun malah menjambak rambut indah luhan bukan?

" tidak oh sehun, rambut ku ini butuh perawatan berjam-jam dikamar mandi "

" kau bisa ke salon, hyung. dan ayolah aku hanya ingin mengelus nya hyung~ "

" sekali tidak tetap tidak! "

" ayolahh~ "

" hyung sudahlah berikan saja, lagipula siapa yang membuat sehun sakit dan menjadi manja seperti ini, huh? kau kan? yasudah ikuti saja kemauan nya ", dan sial nya kai malah membela sehun ketimbang luhan.

dan pada akhirnya disinilah luhan, tiduran disamping sehun dengan sehun yang tidur menyamping menghadap luhan. satu tangan dia pakai untuk menopang kepala nya dan yang satunya ia pakai untuk mengelus rambut luhan. seperti pasangan yang sedang berbagi kasih.

" kalian serasi sekali ", puji kyungsoo yang sedang berdiri di depan kai, kai memeluk nya dari belakang. luhan langsung merona—ingat kan kalau luhan seperti nya sudah memiliki perasaan khusus untuk sehun?—lain hal nya dengan sehun yang masih asik dengan rambut luhan.

siang ini luhan dan kyungsoo sedang makan di kantin sekolah, tidak ada kai, kai sedang berada diruang club tari—latihan. katanya sebentar lagi ia akan ikut lomba menari disalah satu sekolah, dance competition antar sekolah memang sudah sangat sering diikuti oleh club tari dari sekolah mereka.

" bagaimana keadaan sehun? ", tanya luhan sambil menyuap potongan kimbap nya

kyungsoo yang tengah asik memakan kue manis di hadapan nya pun menatap luhan dengan mata bulat nya yang lucu itu, " baik, kau belum bertemu dengan nya hari ini? "

luhan menggeleng, " belum, melihat ujung rambutnya pun belum "

" oh tenang lah dia akan da—eh itu dia ", kyungsoo langsung tersenyum kearah belakang luhan, luhan pun menoleh ke belakang dan benar saja, sehun dengan kacamata baca—sehun memutuskan untuk tidak memakai kacamata bulat yang konyol itu lagi—dengan rambut putih yang baru saja di cat menjadi warna hitam sedang berjalan menghampiri dua pria manis tersebut

sehun duduk disamping luhan, " hai "

" halo sehunie ", balas kyungsoo

" hyung, kai bilang dia menunggu mu di taman belakang, dia baru saja selesai latihan dan ponsel nya mati jadi dia menyuruhku memberitahukan nya pada mu ", lapor sehun

" benarkah? sedang apa dia disana, kenapa tidak kesini saja? ", tanya kyungsoo pada sehun dengan wajah bingung nya

" entahlah, mungkin karna letak ruang club tari dan taman belakang lebih dekat jadi dia memilih untuk kesana "

" ishh menyebalkan sekali, masa aku yang harus menghampiri nya iishh, yasudah kau temani luhan hyung ya, luhan hyung aku ke kai dulu ya. bye ", luhan terkikik saat melihat kyungsoo berjalan kearah taman belakang sekolah dengan gumaman dan umpatan yang di berikan untuk kai.

walaupun kyungsoo sangat kesal pada kai, tapi tetap saja dia mau menghampiri kai-nya itu. dasar.

setelah kyungsoo tak terlihat di mata rusa luhan, luhan langsung menatap sehun yang tengah bermain ponsel disamping nya,

" hey, kau mengganti warna rambut mu? ", tanya nya

sehun menoleh, " iya "

" sekalian saja melepas kacamata mu, kau pasti akan terlihat lebih tampan "

" sudah ku bilang, 'kan? aku takkan mengubah penampilan ku. tidak untuk sekarang "

luhan berpout, " ish, padahal kau lebih tampan dengan mode off mu "

luhan pun melanjutkan makan nya.

" hey bukankah itu oh sehun? "

" iya benar "

" kenapa dia bisa bersama luhan sunbae? "

" iya, kenapa anak itu bisa bersama luhan sunbae? "

" hey itukan pertanyaan ku barusan, dobi! "

" ish jangan menjitakku, pendek! "

luhan melihat ke sekeliling nya, dia sudah biasa dijadikan bahan obrolan oleh orang – orang, apalagi oleh dua orang paling berisik di sekolah ini, yap siapa lagi kalau bukan mereka, park chanyeol dan juga byun baekhyun. chanyeol anak kelas 10-b yang paling tinggi dikelas, sahabat kris di club basket dan luhan mengenal baik anak itu. yang satu nya adalah baekhyun, anak pecinta semua jenis olahan strawberry di kantin, adik kelas kyungsoo dan luhan di club vocal, anak kelas 10-a, teman sekelas sehun.

"kalau kalian mau bergabung kemari saja ", tawar luhan dengan senyuman,

baekhyun dan chanyeol yang tadinya sedang saling menjitak dengan keadaan berdiri sambil sebelah tangan memegang nampan makan siang pun berhenti dari kegiatan ayo-kita-menjitak nya, baekhyun memandang luhan

" bolehkah sunbae? "

luhan mengangguk,

" apa kami tidak mengganggu kalian yang sedang pacaran? ", kini chanyeol yang bertanya, menyebabkan injakan telak di kaki sebelah kiri chanyeol akibat ulah baekhyun.

baekhyun memandang chanyeol dengan tatapan, 'pertanyaan yang tidak sopan bodoh', karna baekhyun sendiri tahu kalau luhan dan sehun belum resmi pacaran.

luhan membulatkan mulutnya, " a-apa? tentu tidak, lagipula kami hanya teman, betulkan oh sehun? "

dan sehun yang ditanya pun hanya mengangguk

dengan senyuman ( yang teramat riang ) dari baekhyun, akhirnya pasangan heboh baek-yeol pun duduk satu meja dengan luhan dan sehun. mereka duduk berdampingan juga.

" sunbae, aku tidak menyangka kalau sehun akan menjadi dekat begini dengan mu ", ungkap chanyeol pada luhan, luhan tersenyum saat sekilas ia melirik sehun yang sedang memasang tampang jutek nya

" kenapa begitu? sehun anak yang baik ", ucap luhan sungguh-sungguh

" di kelas ia sangat pendiam sunbae ", cicit baekhyun dengan pandangan horror nya, sehun itu lumayan terkenal karna kejeniusan otak nya, jangan salah jika baekhyun agak sedikit.. takut mungkin, pada sehun.

luhan tersenyum ramah, " dia akan sangat manja jika kau mulai mengenal sifat asli nya, dan jangan panggil aku sunbae terus, kita sudah hampir satu tahun saling mengenal "

baekhyun mengangguk, " baiklah luhan hyung "

mereka pun terbawa suasana hingga bel berbunyi menandakan jikalau jam istirahat sudah usai, baekhyun dan chanyeol sangat asik, mereka mampu mencairkan suasana yang awalnya canggung menjadi suasana yang sangat nyaman. bahkan sesekali, sehun sempat tersenyum karna ulah konyol pasangan baek-yeol itu. luhan saja sampai tertawa terpingkal saat chanyeol menirukan cara marah guru sains ( biologi, fisika, kimia ) mereka, zhang ssaem, saat sedang marah. asalkan kalian tahu, zhang ssaem sangat lucu ketika ia marah, wajah nya yang terkesan polos itu langsung memerah seperti udang rebus dan langsung marah dengan wajah konyol nya. huuh tapi tidak akan ada yang berani membuatnya marah sampai lebih dari 5 menit, karna zhang ssaem pasti akan langsung melaporkan tindakan jahil murid nya itu kepada kepala sekolah yang terkesan malaikat namun aslinya sangat kejam, suho sajangnim.

kenapa suho sajangnim sangat marah jika ada yang mengganggu zhang ssaem? walaupun itu murid nya sendiri? jangan tanyakan tentang zhang ssaem dan suho sajangnim. itu urusan mereka, oke?

" kau sangat hebat ya bisa dekat dengan luhan hyung ", oceh baekhyun saat mereka sudah ada dikelas, entah kebetulan atau memang sudah jodoh, baekhyun ternyata duduk didepan meja sehun.

" memang nya kenapa? ", tanya sehun malas, sebenarnya ia ingin tidak menyahuti si anak pecinta eyeliner ini, tapi terkesan tidak sopan dan sombong bukan?

" luhan hyung itu memang ramah, tapi untuk dekat dengan orang lain, itu sangat susah, dia tipe orang yang sulit percaya dengan orang lain dan kau beruntung, dia bisa nyaman dengan mu "

" begitukah? "

baekhyun mengangguk, " aku saja yang sudah mengikuti club vocal selama 6 bulan baru bisa mengobrol sedekat itu dengan luhan hyung barusan, kau percaya tidak? "

sehun tidak merespon karna tepat sekali fei ssaem masuk, dan pelajaran tentang sejarah kebudayaan china dimulai.

' luhan hyung itu memang ramah, tapi untuk dekat dengan orang lain, itu sangat susah, dia tipe orang yang sulit percaya dengan orang lain dan kau beruntung, dia bisa nyaman dengan mu '

perkataan baekhyun yang satu itu masih terputar seperti sebuah lagu di mp3 kepala sehun.

nyaman? denganku? apa mungkin?

. . . .

. . . .

. . . .

" hari ini kita jalan – jalan ya ", pinta luhan pada sehun, sehun yang tengah berjalan disamping nya pun menggidikkan bahu nya, pertanda bahwa ia setuju – setuju saja

seperti biasa, hari ini mereka pulang berdua lagi, entah kemana dua pasangan sok imut itu pergi ( kaisoo ), yang jelas, saat luhan hendak mengajak kyungsoo pulang bersama, anak itu sudah langsung lari terbirit menghampiri kai yang sudah berdiri di depan pinntu kelas mereka. alhasil, ia mengajak sehun untuk pulang bersama lagi.

" kau mau kemana hyung? ", tanya sehun yang masih mengikuti luhan di belakang, luhan berjalan kearah sebuah taman yang dekat dengan sekolah mereka, disana masih banyak anak tingkat kanak-kanak yang sedang bermain

" ayo kemari, aku ingin memperkenalkan mu dengan seseorang "

sehun menghampiri luhan yang tengah berjongkok di depan ayunan dengan seorang bocah mungil.. dan oh mereka mirip. anak itu mempunyai tubuh setinggi..mungkin setinggi paha luhan, dengan rambut jamur caramel nya dan pipi nya yang sangat gembul.

" sehunie, ini teman ku, nama nya ziyu ", ucap luhan saat sudah tahu kalau sehun ada di belakang nya, sehun ikut bejongkok

" kau berteman dengan.. anak kecil? kau bukan pedopil atau sejenis nya kan hyung? "

luhan menjitak sehun pelan, " bukan bodoh, aku kenal dengan nya karna aku sering main di taman ini "

sehun ber-oh-ria.

" lulu hyung, apakah dia kekasih mu? ", tanya ziyu sambil memandang sehun dengan sedikit.. tidak bersahabat.

luhan mengusak rambut ziyu, " dia teman sekolah hyung, kau juga harus memanggilnya dengan sebutan sehun hyung, oke? "

ziyu mengangguk paham, lalu memandang sehun dengan tajam, walaupun malah terkesan terlihat lucu.

" sehun hyung! kau harus menjaga lulu hyung ku di sekolah ya. jangan sampai dia dibully seperti yang di tv-tv itu ", perintah ziyu, sehun mengangkat alis nya tidak suka, memang nya dia apa? pengasuh luhan?

" kau terlalu banyak menonton drama, anak kecil ", ucap sehun sedikit menegaskan kalimat nya, ziyu mendengus, lalu memeluk 'lulu hyung' nya

" lulu hyung, dia mengatai ku ", rengek nya manja, sehun juga mendengus sebal, masih ada saja anak semenyebalkan ini di dunia—pikirnya,

luhan mengelus punggung kecil ziyu, " sudahlah, ayo kita main ", luhan melepaskan pelukan nya dari ziyu lalu membawa ziyu kearah perosotan untuk anak – anak yang berwarna hijau di samping ayunan, sehun yang merasa diacuhkan pun memilih duduk di bawah pohon rindang samping taman, dia melepas satu kancing baju bagian atas yang memang sengaja ia kancingi, melapas kacamata dan mengusak rambut nya hingga terlihat lebih berantakan, terlihatlah mode tampan ( off ) sehun sekarang.

sehun memperhatikan luhan dengan seksama, memperhatikan bagaimana anak yang lebih tua itu terlihat seperti satu dari banyak nya anak – anak yang main dengan riang nya di taman ini. dia sekarang tengah mengejar ziyu dan beberapa teman kecil ziyu yang lain nya, lalu melemparkan bola kearah anak kecil lain, terlihat sangat kekanakan memang, tapi sehun menyukai nya.. eh—tunggu, menyukai nya?

sehun, kau masih suka wanita!

sehun menggelengkan kepala nya beberapa kali. lagi – lagi mata sehun menatap luhan yang sedang bermain di jungkat jungkit dengan ziyu, luhan yang terlalu berat membuat ziyu berada di bagian atas jungkat jungkit tidak bisa kembali keasal nya, sehun tersenyum melihat itu. karna cuaca yang lumayan memanas, luhan mengeluarkan sedikit keringat.

anak yang lebih tua itu menghampiri sehun,

" kau suka anak – anak? ", tanya sehun setelah luhan kembali menormalkan nafas nya, luhan mengangguk,

luhan mengacak rambutnya dan menaikkan poni nya kebelakang, terlihatlah dahi luhan yang mulus itu, baju seragam luhan di beberapa bagian terlihat sedikit yah—transparan, dengan keringat luhan yang mengalir dari pelipis hingga leher, lalu masuk ke seragam dan turun—sehun! fokus, fokus!

" ugh, hyung, ayo kita pulang ", ajak sehun

luhan mengangguk, " ayo, lagipula aku sudah lelah bermain dengan mereka, padahal baru sebentar ", luhan beranjak bangun, dia berjalan menghampiri ziyu yang tengah bermain pasir,

" ziyu, lulu hyung pamit sekarang ya, sehun hyung sudah ingin pulang ", ucap luhan sambil tersenyum lembut

ziyu memandang sehun lagi, " mengganggu saja sih, tapi baiklah, lulu hyung jangan lupa istirahat dan makan yang cukup ya "

luhan mengangguk, secara spontan, ziyu bangkit dari duduk nya dan mengecup bibir luhan yang tengah berjongkok di depan nya

" ziyu sayangggg lulu hyung "

" lulu hyung juga sayang ziyu "

sehun dan luhan berjalan berdampingan keluar daerah taman, sehun belum mengubah penampilan nya, toh mereka ingin pulang, jadi untuk apa sehun menjadi cupu.

" sebenarnya ziyu itu siapa? ", tanya sehun memecah keheningan,

luhan menoleh menatap sehun, " bukan nya sudah kubilang karna aku sering bermain ditaman makanya aku jadi sedekat itu dengan ziyu "

" tapi kau sangat akrab, kelihat seperti dia adik mu "

" hehe memang iya, dia anak dari mama ku "

" benarkah? "

" ya, aku dan jongin juga anak mama ku, namun baba dan mama berpisah saat aku duduk di kelas tiga sekolah menengah pertama ku, saat itu ziyu masih berumur setahun, jadi hak asuh jatuh pada mama. sedangkan baba mendapatkan aku dan kai, aku pindah kemari karna mendapatkan beasiswa bersama kris, saat aku kembali ke china, kai minta ikut dengan ku dan tinggal di korea. akhirnya aku kris dan kai memutuskan tinggal menetap kemari ", luhan berhenti, ia menatap sehun yang sedari tadi diam, melihat apakah sehun mendengarkan cerita nya atau tidak..

" masih mau kulanjutkan? ", tanya luhan

" tidak—tidak usah jika membuat mu tidak nyaman ", balas sehun dengan wajah panik nya, dia terkesan tidak sopan jika mendengarkan rahasia orang

" aku justru merasa nyaman ", balas luhan sambil tersenyum,

' luhan hyung itu memang ramah, tapi untuk dekat dengan orang lain, itu sangat susah, dia tipe orang yang sulit percaya dengan orang lain dan kau beruntung, dia bisa nyaman dengan mu '

ucapan baekhyun terdengar lagi, luhan benar – benar nyaman dengan sehun.

luhan melanjutkan ceritanya, " jangan heran jika kau melihat ku dan kai yang mempunyai orientasi seks yang berbeda, karna aku dan kai mempunyai appa dan baba "

sehun membulatkan matanya, sehun tidak kaget jika luhan membahas tentang orientasi seks nya itu, karna kakak nya—kyungsoo—pun mempunyai orientasi seks yang berbeda, di korea memang masih jarang ada orang yang menyukai sesama jenis, jadi mereka bisa di jadikan bahan cacian untuk orang – orang yang menentang hubungan sesama jenis, namun sepertinya kyungsoo dan kai biasa – biasa saja, mereka menikmati masa pacaran mereka dengan mudah untuk sejauh ini.

" kau mempunyai appa dan baba? ", tanya sehun penasaran

luhan mengangguk, " iya, baba ku baru menjalin hubungan dengan appa kurang lebih dua tahun ini, mereka tinggal di china sekarang. mama ku juga sudah menemukan pendamping nya yang baru, dan mereka tinggal di korea sekarang, maka dari itu aku bisa bertemu ziyu terus-terusan "

sehun mengangguk mengerti, " kenapa kau mau menceritakan semua ini padaku hyung? bukan kah itu rahasia keluarga mu? "

luhan menggeleng, " aku juga tidak tahu, rasa nya aku ingin sekali bercerita ini pada mu "

sehun melihat senyum indah luhan lagi, dia senang jika luhan nyaman akan keberadaan nya.

" sehun, apakah kau merasakan sesuatu? ", tanya luhan

sehun bingung dengan pertanyaan luhan, " apa? "

" entahlah, seperti nya sedari tadi aku mendengar ada suara jepretan kamera ", luhan bergidik

sehun menoleh ke sekeliling, " tidak ada apa-apa hyung, ayo kita pulang "

mereka pun melangkah pulang dengan lebih banyak obrolah santai antara kedua nya.

. . . .

. . . .

. . . .

" itu nama nya jatuh cinta ", ucap pria mungil yang sedang tertidur dipaha adik kesayang nya, sang adik yang tengah duduk di sofa itu pun memandang kakak nya dengan tatapan bingung,

" tapi, aku itu masih suka wanita hyung ",

" jangan munafik oh sehun, kau berdetak saat dia di dekat mu, kau memikirkan tindakan pervert saat melihat nya yang sedang berkeringat, kau juga bilang padaku kalau kau nyaman dengan keberadaan nya dan luhan pun demikian, itu tanda nya kalian saling jatuh cinta ", kyungsoo—sang kakak, tetap pada pendirian nya

" benarkah? aku merasa— "

" jangan bodohi dirimu sendiri, bodoh. aku juga merasakan hal itu saat mulai jatuh hati pada kai "

" kita berbeda hyung, posisi mu kan sebagai uke nya. sedangkan disini posisi ku sebagai seorang seme "

kyungsoo mencibir, " ck, posisi seme atau uke, jika nama nya jatuh cinta, pasti mereka selalu seperti itu dan tunggu—kau mengakui jika kau seme? berarti—"

uppss sehun keceplosan!

" ti—tidak hyung, jangan salah paham, aku—aku tidak "

" huahahaha ternyata kau gay juga, ckck sudah ku duga dari awal ", kyungsoo jatuh dari sofa ke lantai gara – gara terlalu terpingkal dengan asumsi nya sendiri, sehun mendengus dan pergi ke kamar nya meninggalkan kyungsoo yang sedang tertawa memegangi perut.

. . . . .

. . . . .

. . . . .

sehun si mode on masuk kearea sekolah dengan tenang, memasukkan kedua tangan nya kedalam saku celana masing – masing, merasakan indahnya suasana pagi yang sejuk dan damai—namun tidak damai ketika mendengar teriakan dari seseorang

" oh sehuuuunnn ", sehun memutar bola mata malas, alien ini datang lagi—runtuk nya

sehun memberikan tatapan 'kenapa' pada orang yang berteriak barusan

" ayo ke madding sekolah, ada yang ingin aku tunjukkan ", baekhyun—yang disebut sehun sebagai alien—menarik nya secara tidak sopan dan membawa nya ke sekitar madding sekolah yang—oh hell, banyak sekali orang disini

" permisiiiii sehun mau lewatt ", baekhyun berbicara nyaring, membuat beberapa orang menyingkir dan memberikan jalan pada sehun

" aku tidak menyangka jika sehun oppa bisa sekeren itu ", ucap minah, salah satu siswi kelas 10-c sambil menatap sehun

" adik kelas kita sangat tampan. kalau begitu, dia akan menjadi incaran ku mulai hari ini ", kali ini dasom, siswi kelas 11-b yang berbicara

" enak saja, dia akan menjadi kekasih ku ", ucap hyuna, siswi kelas 11-a

sehun berusaha tidak mendengarkan semua ocehan itu, dia lebih memilih melihat isi madding dan what-the—apa apaan ini. foto nya dan luhan yang sedang berada ditaman dan sedang berjalan pulang ada di madding!

sehun sedang mode off!

penyamaran nya terbongkar.

" aku tidak menyangka, ternyata kau menyamar ", bisik baekhyun pada sehun, sehun menoleh dan langsung mencabut kurang lebih ada hampir lima belas foto di madding.

sehun hendak pergi dari sana sebelum—

" sehunie, nanti pulang bersama noona ya "

" tidak, sehunie harus bersama ku "

" aku! "

" tidak, dia harus dengan ku! "

" sehunie, pulang saja dengan ku, tidak dengan luhan "

" ayo sehunie "

sehunie sehunie sehunie dan bla bla bla

—mereka menyerang sehun.

. . . .

. . . .

. . . .

" kira – kira siapa ya yang memotret kita? ", tanya luhan pada sehun yang sekarang tengah memakan bekal yang diberikan luhan, asal kalian tau saja, sehun sama sekali tidak berani masuk ke kelas setelah kejadian dia yang hampir saja menjadi santapan para teman dan kakak kelas nya yang terlampaui agresif barusan,

sehun meminta luhan membawakan bekal nya yang tadi pagi dibuatkan oleh kyungsoo keatap gedung sekolah, tempat paling aman untuk bersembunyi—fikir nya

" aku heran, kenapa hanya aku yang di jadikan 'santapan' mereka, kenapa kau tidak, dan dilihat dari ekspresi mu, pasti tidak terjadi apa-apa kan pada mu? ", tuding sehun pada luhan menggunakan sendok makan nya

luhan terkekeh, " tentu tidak, barusan saat di koridor, bahkan ada yang berterimakasih padaku karna bisa membuat mu tidak se-cupu itu di kamera, untung saja kemarin aku tidak mengubah penampilanku menjadi mode off, jika iya, aku tidak tahu bagaimana mereka akan membully ku nantinya "

sehun terkekeh saat melihat luhan bergidik, disekolah ini mamang masih sangat sering terjadi pembullyan antar murid, sekolah hanya memberikan sanksi skors untuk tindakan pembullyan itu, pembullyan disini tidak segan-segan, jadi membayangkan di bully sudah membuat luhan merinding.

" berarti insting ku kemarin benar, memang ada anak sekolah ini yang mengikuti kita ", ucap luhan sambil meminum minuman kaleng yang ia bawa barusan

" apakah anak itu tidak punya kerjaan lain, menganggu hidup orang saja ", dengus sehun

" haha sekarang seluruh sekolah tahu tentang mode off mu, masih mau memakai kacamata dan terlihat rapi? ", ledek luhan

sehun berdecak, " ck, percuma. aku akan kembali menjadi sehun yang diteriaki seperti saat masa sekolah menengah dulu, sial "

" tenang saja, jika kau bersama ku, tidak akan ada yang berani mendekati mu ", ucap luhan

" sepertinya aku menyukai mu ", balas sehun refleks

" eh? "

" emm—maksudku—aku menyukai sifat mu yang yah—dewasa "

luhan terkekeh, " haha yasudah , cepat habiskan makanan mu dan kita kembali ke kelas masing- masing, bel masuk tinggal lima belas menit lagi "

sehun melanjutkan makan nya dan luhan melanjutkan menatapi gedung di sekitarnya, walaupun luhan berdiri jauh dari batas besi pinggir. luhan takut ketinggian, makanya dia agak menjauh dari daerah itu.

sehun menatap punggung luhan.

fikiran nya mulai tidak beres, bolehkah dia menyukai luhan?

bolehkan dia mempunyai hubungan seperti kai dan kyungsoo dengan luhan?

sehun menggelengkan kepalanya, jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat oh sehun—runtuk nya dalam hati,

sehun masih bingung dengan perasaan nya. apakah dia menyukai luhan dengan arti kata 'cinta' atau, justru hanya suka dengan sifat luhan dan nyaman dengan luhan seperti ia nyaman dengan kyungsoo?

. . . .

. . . .

. . . .

. . . .

tbc

. . . .

. . . .

Thanks to :

Byunperverthun, Black LIly no Emiko Eva, younlaycious88, Brigitta Bukan Brigittiw, Sanshaini Hikari, AmbarAmbarwaty, sstyle313, lolamoet, delu4selu, FriederichOfficial, ferina . refina, minbyuliee, kimyori95, leedongsun3, hyunra, RZHH 261220 II, say . you, junia . angel.58, kaihunhan, ururubaek, byunbaekkie, xiaoluhan, luexohun, kaisooshiper.

a/n : heyhooo kita bertemu lagi setelah seminggu lebih aku ngga nulis fanfic, ini sangat amat membosankan yah? karna udah lama ngga nulis, entah kenapa feel aku sama cerita ini lenyap, jadi maklumi yah kalo disini aku kayak kesan nya lagi nyari feel yang cocok hehe. sehun mulai bimbang, luhan juga udah ngakuin kalo dia mulai suka sama sehun kan dannn yah sehun ketahuan sama seluruh sekolah kalo ternyata dia itu ganteng wkwk

apa yg akan terjadi dengan hubungan hunhan dan siswi sekolah?

baca chapter selanjutnya okeyy, kalo sempet, minggu depan aku bakal update my brother not my beloved dan beberapa fanfic oneshot (:

aku mau bikin rated m nih /smirk/ cast yang cocok siapa menurut kalian? aku sih lagi suka chansoo gara2 moment mrk di lost in planet sama happy camp. haha

jangan lupa review,

Roong,

Terimaksih sudah membaca!