Roong

present

. . .

. . .

. . .

. . .

. . .

would you be mine?

. . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

(review dari chapter pertama-sembilan, full sehun luhan)

" sehunssi, coba kau lepas kacamata mu itu, mungkin kau akan terlihat lebih tampan "

" apa apaan anak itu, aku dan sehun? jelas –jelas itu tidak mungkin terjadi ",

" kalau aku gay, memang nya kenapa? "

.

" entahlah. hey apa kau tau tanda tanda seseorang yang sedang jatuh cinta? "

" seperti….kau serasa ingin meledak saat bersama nya, jantungmu berdetak lebih cepat dari biasanya, wajah mu memerah dan kau sulit bernafas dan juga kau seperti tidak ingin jauh darinya walau hanya sejengkal sekali pun "

.

" ishh kau membuat ku gila, oh sehun "

" yang tadi itu kedengaran seperti sebuah pujian untuk ku, kau bahkan mengakui kalau seorang xi luhan, yang notabene adalah seorang yang populer disekolah tergila-gila dengan oh sehun yang hanya seorang pria cupu dengan kacamata bulat nya ",

.

" kau menyukai sehun tidak? "

" t—tentu, tidak kris ",

.

" kenapa kau menyelamatkan ku sih? kau kan tak pernah perduli padaku, kau sok berani sekali oh sehun ",

" krissss jangan pegang pegang luhan hyunggg ",

" memang nya kenapa? diakan 'kekasih' ku ",

" yak! "

.

" tidurlah dengan ku ",

" oh ayolah hyung, tidak usah difikirkan, lagipula kita sama-sama pria, dan kita tidak akan melakukan hal macam-macam bukan?", sehun itu straight, kau harus ingat itu luhan

.

" luhan hyung itu memang ramah, tapi untuk dekat dengan orang lain, itu sangat susah, dia tipe orang yang sulit percaya dengan orang lain dan kau beruntung, dia bisa nyaman dengan mu "

.

" tapi, aku itu masih suka wanita hyung ",

.

bolehkan dia mempunyai hubungan seperti kai dan kyungsoo dengan luhan?

.

" jangan terlalu dekat dengan nya lagi "

" dengar, aku hanya bicara ini satu kali. aku tidak suka kau dekat dengan xiumin, apalagi si genit kris. jangan terlalu dekat dengan mereka. aku melakukan ini karna—"

"…karna aku tidak suka! ",

. . .

. . .

chapter 10 ENDING ^^

. . .

. . .

. . .

pagi iniseperti pagi-pagi biasanya, kai selalu menjemput kyungsoo dirumahnya. walaupun rumah mereka berhadapan, namun tetap saja kai ingin menjemput kyungsoo. mereka berjalan seperti biasanya, kai dengan kyungsoo yang berada di depan dan sehun dengan luhan mengekori dibelakang nya, sebenarnya sehun masih kesal dengan luhan yang..eughh bagaimana ya mengatakan nya, namun hari ini dia aneh, terus tersenyum sambil memandangi ponsel putih nya, sehun merasa di abaikan..

" hei kai, bagaimana menurut mu penampilan sehun yang sekarang? ", tanya kyungsoo yang tangan nya masih saja di gandeng oleh kai.

kai menoleh kearah belakang—melihat sehun dari atas sampai bawah dan yang dilihati pun menatap kai dengan tatapan: 'ada apa?'—kai menoleh ke kyungsoo lagi dan memasang wajah kurang suka nya,

" yah begitulah "—jawab seadanya

kyungsoo terkekeh, kai pernah bilang kalau dia suka dengan penampilan sehun yang sekarang—tidak cupu—namun dia juga kesal dengan sehun yang mengambil fans nya (sama seperti kasus fans kris yang pindah idola), mengingat itu membuat kyungsoo geleng geleng kepala. lagipula mereka masih sekolah, buat apa mempunyai fans banyak banyak? Err merepotkan, dan juga fans wanita kai memang sedikit berkurang sejak dia dan kyungsoo resmi berpacaran, katanya para wanita itu kalah saing dengan kyungsoo, jadi mereka lebih baik tahu diri dan mundur dengan suka rela.

" tenang saja, kau yang tertampan ", ucap kyungsoo sambil memeluk lengan kai manja

kai tersenyum dan mengusap pucuk kepala kyungsoo lembut, " aku tahu, aku memang tampan kok' "

lain dengan kai dan kyungsoo yang sedang mesra mesraan, dibelakang sana sehun masih saja di diami luhan.

" hyung ", panggil sehun pada akhirnya

luhan bergumam mengatakan 'iya' dengan pelan

" kau sedang apa sih? sibuk sekali "

merasa bahwa luhan sedikit tertarik untuk menjawab, pria bermata rusa itu menatap sehun dengan senyum sumringah nya, " dari semalam xiumin terus memberiku pesan, dia semakin pandai bergombal, asal kau tahu "

sehun memutar bola mata nya malas, oh si pipi bakpao itu. sehun tidak menjawab, membiarkan luhan dengan dunia nya, ughhh asal kau tahu saja luhan, sehun tengah menahan rasa.. cemburu nya padamu dan xiumin pipi bakpao itu!

melupakan perkataan luhan barusan, sehun lebih mempercepat laju jalan nya. malas juga jika lama-lama di diami terus, sehun lebih memilih berjalan di depan kai dan kyungsoo—tentu saja pasangan itu langsung menoleh kearah luhan yang seperti nya tidak sadar jika sehun sudah berjalan duluan. namun mereka cuek saja, mungkin sehun sedang buru-buru—iker mereka

. . .

. . .

. . .

sudah 5 hari semenjak kejadian pertemuan luhan dan xiumin yang direncanakan tao dan kris. ya, ini memang rencana mereka, tao dan kris tau kalau luhan dan xiumin cocok di jadikan kekasih—walaupun mereka tidak tahu kenyataan sebenarnya—jadi mereka sok sok an menjadi peri cinta mereka. huuu padahal kris tau sendiri kalau sehun menyukai luhan

kali ini mereka bertujuh—sehun, luhan, kai, kyungsoo, kris, tao, xiumin—sedang ber…triple date? yah pokoknya mereka sedang berjalan jalan bersama, kyungsoo mengenal akrab tao jadi tao mengajak kyungsoo untuk ikut berjalan-jalan bersama kekasih nya juga.

awalnya hanya kris dan tao yang ingin berkencan, namun berhubungan ada xiumin jadi ia pun ikut. karna xiumin yang tidak mau di jadikan obat nyamuk oleh kris dan tao akhirnya dia mengajak luhan, jika ada luhan otomatis harus ada sehun juga, dan akhirnya tao mengajak kyungsoo dan kai untuk ikut bersama, beginilah akhirnya.. mereka bertujuh berjalan bersama. sebenarnya tidak bisa dikatakan triple date—karna sehun, luhan dan xiumin yang hubungan nya kurang jelas—ini disebutnya hanya double date, hanya kai kyungsoo dengan kris tao.

" ge, kau dan luhan ge sangat cocok jika bersama ", ujar tao ke xiumin dengan polos nya—mereka bertujuh sekarang tengah berada di kedai eskrim di dekat taman bermain

sehun yang mendengarnya hampir tersedak eskrim nya

" aigoo, apa kata mu sajalah panda ", balas xiumin sambil memakan eskrim coklat nya

" tentu saja kami cocok "—kali ini luhan yang bicara

" bagaimana kalau kalian menjadi sepasang kekasih "—kai, dia sengaja memanas-manasi sehun, sehun tau niatan kai dan setelah dia bicara begitu, sehun langsung memberikan deathglare kearah kai

xiumin terkekeh, " mana bisa, aku sudah mempunyai kekasih. lagipula luhan kan sudah punya sehun, benarkan? ", dan semua langsung memandang sehun seketika

" eehh ti—tidak, aku dan sehun hanya berteman "—luhan

sehun hanya tersenyum sebisanya, jadi si bakpao itu sudah punya kekasih, ah syukurlaahhh—batin sehun

" ge, kenapa gege tidak bilang kalau gege sudah punya kekasih! ", rengek tao pada xiumin

xiumin menjitak tao pelan, " kemarin kau tertidur saat aku bercerita, namanya chen, sekolah di sekolah seni depan sekolah luhan ", sunggut xiumin sebal

" oh jadi sekolah kekasih gege disana "—kyungsoo

dan terjadilah perbincangan panjang disana. sehun dan kris hanya bisa diam mendengar mereka bercerita.

setidak nya sehun sudah lega.. xiumin tidak akan merebut luhan-nya.

dan sebaiknya sehun harus bertindak cepat

. . .

. . .

. . .

ini adalah hari ke tujuh sejak acara kencan di kedai eskrim..

" yak ziyuuu jangan berlarian kesana ", teriak luhan seperti ibu ibu yang repot membawa anak nya untuk pergi belanja, sedari tadi ziyu terus menerus berlari tak tentu arah, luhan yang seharusnya bergerak menuju supermarket yang ada di mall ini pun akhirnya mengikuti ziyu yang malah berlari kedalam toko mainan.

" lulu hyung~ ziyu mau membeli robot ituuuu~ " rengek bocah kecil itu, luhan mengusap wajah nya malas, dia kemari karna mama nya menyuruh untuk berbelanja bahan makanan untuk mama nya dan appa serta ziyu, nah anak ini malah meminta mainan.

luhan berjongkok mensejajarkan tubuh tinggi nya dengan tubuh pendek ziyu, " ziyu yang tampan, mama hanya memberikan uang untuk belanja, tidak ada tulisan robot dalam kertas yang tadi mama berikan ", ujarnya sambil memperlihatkan kertas belanjaan yang mama nya titipkan,

ziyu berpout lucu, " tapi aku mau robot hyung~~ "

" hyung tidak membawa uang cash, lagipula tabungan hyung belum diisikan lagi oleh mama dan baba "

" pakai saja uang yang untuk belanja "

luhan mengusap pelan rambut caramel ziyu yang sangat mirip dengan milik nya, " memang nya kau mau makan malam pakai robot? ", luhan berdiri, " ayo, kita harus cepat sebelum mama memarahi lulu hyung "

ziyu yang tangan nya di tarik pun hanya berpout sambil menunduk, sebenarnya luhan tidak tega dengan ziyu yang hampir menangis ini, tapi apa mau di kata, dia tidak punya uang yang cukup. belum beberapa langkah ia berjalan, saat di belokan sebelah kiri menuju supermarket, ada suara yang sudah familiar di telingan luhan

" hyung? "

luhan menoleh dan,

" oh sehun? "

bolehkah luhan mimisan sekarang? sehun sangat tampan, memakai celana jeans selutut dengan kaos polos berwarna orange dipadukan dengan kemeja putih yang tidak di kancingi, sneakers perpaduan warna orange dan hitam, topi yang ia pakai sedemikian mungkin dan earphone putih yang terpasang di telinga sebelah kiri nya saja. keren. dia seperti artis model majalah.

" keren ", gumam luhan tanpa sadar, sehun terkekeh dan berjalan mendekati luhan,

" tentu saja aku keren, memang nya kau, astaga—gaya macam apa ini, tidak cocok untuk mu "

sehun memasang wajah seperti para juri makanan yang sedang mengkomentari hasil masakan para kontestan nya, luhan dan sehun memang sedang memakai mode off nya, sehun yang tampan dan luhan yang nerd.

luhan memakai baju kebesaran berwarna pelangi yang panjang lengan nya hingga mencapai sikut, celana olahraga hitam panjang dengan garis putih di pinggiran nya, luhan juga sedang memakai sandal rumahan biasa, benar benar berbanding terbalik dengan sehun yang sudah tampan itu. bahkan ziyu jauh lebih modis dari luhan, anak kecil itu memakai baju putih dan diluaran nya memakai baju kodok dari bahan levis yang panjang kaki nya mencapai lutut, dia juga memakai topi dan sepatu putih yang disamping nya bergambar sebuah kuda uniqorn. tapi ini awalan yang bagus, mode off luhan tidak terlihat terlalu jelek, 'kan? beruntunglah luhan telah diberikan wajah manis dan imut itu.

" bahkan ziyu lebih tampan, memang sih jarak dari rumah ke supermarket ini lumayan dekat, tapi bisakah kau memperhatikan penampilan mu? ziyu saja memakai sepatu, lalu kau malah memakai sandal rumahan seperti itu ", ledek sehun yang malah gemas melihat wajah sebal yang luhan berikan,

" aku kan tidak ada persiapan, lagipula ini sudah malam, anak sekolah pun tidak akan ada yang mengenaliku jika bertemu dengan ku ", bela luhan

ziyu berdecih, anak itu baru menyadari betapa konyol nya dandanan luhan. " sehun itu benar, kau terlihat konyol hyung ", ucap ziyu pelan namun terdengar pedas

sehun menoleh kearah bawah, " panggil aku hyung ", tegas nya

ziyu mengibaskan tangan nya tanda tidak perduli, " lulu hyung~~ pokok nya aku mau robot ituuuu! "

luhan berusaha menulikan telingan nya, tadi dia dikatai konyol oleh ziyu, sekarang anak ini merengek lagi. menyebalkan.

" ziyu mau robot yang mana? ", sehun bertanya sambil berjongkok

ziyu memandang luhan, lalu berdiri di belakang kaki luhan. belakangan ini dia dan sehun memang tidak akrab, lalu kenapa tiba-tiba sehun bicara selembut itu dengan ziyu, bahkan sehun tersenyum dengan ziyu, oh astaga, apakah sehun mempunyai penyakit penyimpangan pedofilia?

" jangan takut, sehun hyung hanya bertanya ", ucap luhan tak kalah lembut

" memang nya kenapa kau bertanya! tumben sekali! ", ucap ziyu sambil menyilangkan tangan nya di depan dada—posisi menantang sehun

sehun harus sabar, yah setelah sekian lama berkonsultasi dengan kyungsoo dan kai, akhirnya dia mendapatkan titik terang nya. ternyata sehun menyukai luhan, entah ini benar atau tidak, tapi semua masukan dan saran yang diberikan oleh kai dan kyungsoo membuat nya yakin kalau dia benar benar menyukai anak ini. sehun pun memutuskan untuk mengejar luhan hingga mendapatkan anak itu, biar bagaimana pun luhan harus bertanggung jawab dengan perasaan sehun ini 'kan?

sehun juga sudah meminta izin pada kai untuk mengkencani luhan apabila luhan juga menyukai nya. awalnya kai menolak, tapi saat sehun bilang bahwa dia dan kyungsoo sebenarnya tidak memiliki ikatan darah apapun, yah akhirnya kai menyetujui nya. kai juga awalnya shock saat tau nyata nya sehun dan kyungsoo bukan kakak adik kandung.

sehun sudah mendapat restu dari kai, dan karna ziyu juga adalah anggota keluarga luhan, berarti sehun harus mendekati ziyu agar bocah ini setuju dengan hubungan nya dan luhan. mendekati anak kecil itu sangat mudah bukan, kita hanya perlu menawarkan nya banyak mainan dan permen, lalu mereka akan mengikuti apa yang kita mau. apalagi jika sehun si tampan yang melakukan nya, semua akan terlihat mudah.

" aku ingin berdamai dengan mu ", ucap sehun di buat semenyesal mungkin

" pertemuan pertama kita sangat tidak enak, jadi aku ingin mengibarkan bendera perdamaian, kau mau kan? ", lanjutnya

ziyu menggernyit heran, wajah sehun memang tampan, tapi ziyu tidak mau masuk dalam perangkap si tampan ini. dari awal ziyu sudah bisa menebak kalau sehun menyukai luhan, biasanya insting anak kecil memang sering benar bukan?

ziyu berdiri tegak sambil memegangi tali baju kodok nya, " jadi kau ingin membelikan ziyu robot? "

luhan menyenggol kepala ziyu pelan—lebih tepat nya menoyor. ziyu memang harus diajarkan sopan santun, terlalu sering bermain dengan kai membuat ziyu jadi kurang sopan—runtuk luhan dalam batin nya, memang bukan hanya luhan yang bertugas menjaga ziyu saat mama nya sedang sibuk di kantor, tapi sesekali kai juga sering mengajak ziyu bermain hingga larut.

" aduhh—iya maafkan ziyu, lulu hyung. sehun hyung tidak punya niatan lainkan? ", ziyu memandang tajam sehun—tapi malah terlihat semakin lucu dimata sehun

sehun mengangguk gugup, " sebenarnya jika boleh, sehun hyung mau mengajak ziyu dan lulu hyung ke festival malam ini, di festival itu ada banyak permen dan kue manis loh ", bujuk sehun.

luhan melotot menyamakan mata nya agar terlihat seperti kyungsoo, " sehun-ah "

berbeda dengan ekspresi yang luhan berikan, ziyu terlihat tersenyum lebar layaknya park chanyeol si anak basket itu, memperlihatkan gigi gigi kecil nya yang berderet rapih, " ada permen? ", sehun mengangguk ceria.

" baiklah, ziyu akan ikut dengan sehun hyung~ ", tanpa disadari, ziyu yang beberapa menit lalu menaikkan bendera perang pada sehun sekarang malah berada dalam pelukan sehun. sehun mengusap punggung ziyu, sudah ku bilangkan kalau sehun bisa dengan mudah nya membuat anak nakal seperti ziyu tunduk dengan tawaran manis nya.

" tapi kita harus ke supermarket sekarang, jangan sampai mama ziyu memarahi lulu hyung karna lulu hyung lupa belanja "

ziyu melepas pelukan nya dan menarik luhan menuju supermarket. wow sehun hebat, bahkan ziyu lupa dengan robot yang barusan ingin sekali ziyu beli. luhan menggumam kan kata terimakasih pada sehun saat mereka mengantri untuk membayar belanjaan nya, dan sehun mengucapkan kata sama-sama dengan senyuman yang membuat luhan memerlukan beberapa tabung oksigen sekarang—baiklah, kita lupakan luhan yang kehabisan oksigen karna di berikan senyum indah sehun.

. . .

. . .

. . .

" woaahhh hahaaha, lihat hahaha ini lucu ", teriakan nyaring ziyu membuat beberapa orang tersenyum melihat tingkah nya. sekarang ziyu sedang bermain dengan permainan memancing ikan bohongan dengan pancingan yang sudah disediakan sedemikian mungkin agar aman dimainkan oleh anak-anak. sehun dan luhan yang berdiri agak jauh dari kolam buatan—karna banyak nya anak kecil yang mengerubungi ingin bermain juga—itu hanya tersenyum menyahuti teriakan ziyu, entahlah luhan juga bingung kenapa adik nya itu bisa tertawa geli saat mendapatkan ikan nya, mungkin anak kecil memang mempunyai euporia nya sendiri saat bermain.

" apakah itu anak mereka? "

" seperti nya iya, sedari tadi anak itu menoleh kearah mereka "

" wah pasangan muda yang cocok "

" mereka sama-sama pria, mungkin itu anak adopsi "

" tapi dia sangat mirip dengan ibu nya "

" wah keluarga yang bahagia "

" ayah nya juga tampan "

luhan menoleh ke berbagai sumber suara itu, hey hey hey kenapa mereka bisa mempunyai fikiran seperti itu pada nya dan sehun? apa mereka benar benar terlihat seperti sepasang kekasih, atau mungkin sepasang suami istri?

luhan mendengus pelan, sebenarnya dia sih tidak masalah dengan ini, luhan juga sebal dengan ibu ibu yang berpakaian dengan gaya yang sangat tidak cocok untuk tahun duaribu-empatbelas ini, ibu ibu itu memakai pakaian yang jadul, dan dia tidak suka saat ibu itu bilang bahwa sehun tampan, ish lagipula salah sehun sendiri, dia kemari dengan mode off nya yang mampu membuat siapa saja tunduk pada nya—

eh? tunggu—

kenapa luhan harus merasa sebal? errr perasaan ini sulit dimengerti.

tiba-tiba satu tarikan kecil di baju nya membuat luhan tersadar dengan lamunan nya yang absurd itu.

" lulu hyung, ayo kita cari makan, ziyu sedikit lapar dan haus ", rengek ziyu yang sekarang sudah pindah alih di gendong ala koala oleh sehun, sehun tidak mau anak ini hilang di ramai nya festival yang sedang berlangsung ini.

entahlah, saat ibu ibu yang berdiri tidak jauh dari mereka mengatakan bahwa sehun dan luhan serta ziyu adalah keluarga bahagia, seperti ada rasa ingin memiliki ziyu juga, bisa saja 'kan sehun mengadopsi adik luhan? jika bisa, sehun mau melakukan nya haha

" wah, ada permen kapas hyung~~ ziyu mauu ", ucap ziyu sambil menarik leher kaos yang sehun pakai, membuat sehun agak sesak karna jujur saja, genggaman tangan ziyu tidak seperti bocah biasanya, ziyu itu sedikit kasar.

sehun mengangguk, luhan yang melihat sehun tersiksa malah tertawa pelan.

" biar aku yang menggendong nya ", luhan mengambil alih tubuh kecil ziyu dari sehun. luhan memang tidak sedang membawa apapun, berhubungan semua belanjaan luhan diletakkan di mobil sehun yang sedang terparkir rapi di parkiran depan taman yang di adakan festival ini, jadi luhan bisa membawa ziyu sendiri.

mereka pun langsung berjalan beriringan menuju stand permen kapas yang barusan ziyu tunjuk. setelah selesai memesan, sehun dan luhan duduk di kursi yang berada dibawah pohon rindang disamping stand itu, agak jauh sebenarnya posisi stand dengan pohon, mereka sebenarnya sedang menjauh dari keramaian. cukup pusing berada di tengah keramaian terlalu lama—begitu pikir sehun, maka nya ia mengajak luhan menyingkir sebentar. ziyu sendiri sedang berada di arena bombomcar bersama salah satu teman nya—namanya leo, tadi mereka tidak sengaja berpapasan—dan sehun serta luhan cukup mengawasi dari jauh.

" kau senang? ", tanya sehun menatap luhan yang sedang serius memasukkan untaian permen berbentuk kapas itu ke mulut nya, luhan mengangguk,

" aku seperti membawa dua orang anak kecil sekarang "

luhan menoleh menatap sehun dengan lidah yang sedang menjilati bekas gula di bibir nya, " aku bukan anak kecil oh sehun, kau justru lebih muda dariku, seharusnya kalimat mu barusan aku yang mengatakan "

sehun menyandarkan tangan nya di belakang punggung luhan, terlihat seperti merangkul. " terserah mu saja hyung "

" ah ya, boleh aku bertanya ", luhan menjauhkan permen kapas dari mulut nya

sehun mengangguk,

" kenapa tiba – tiba kau baik dengan ziyu? ", tanya luhan setelah mendapat izin untuk bertanya. sehun bingung, dia harus jujur atau bagaimana? sebaiknya sehun mengalihkan pertanyaan luhan.

" aku mau bercerita ", ucap sehun santai, luhan mengangguk serius, baru kali ini sehun mau bercerita dengan nya dan luhan harus benar – benar menyimak cerita sehun jika luhan mau tau lebih banyak lagi tentang anak itu.

sehun harus jujur sekarang.

" aku mempunyai teman, teman itu punya kakak dan entahlah, tapi aku rasa aku menyukai kakak nya teman ku ", sehun menatap langit berbintang diatas nya, walaupun bintang nya sedikit, sehun masih bisa melihat beberapa yang bersinar. luhan menutup bibir nya rapat – rapat, kalau bercerita tentang ini, tidak seharusnya luhan mendengarkan nya, dia cemburu.

karena luhan tidak memotong ucapan nya, sehun memutuskan untuk melanjutkan ucapan nya barusan. " tapi sayang nya, teman ku berpacaran dengan saudara ku. sebenarnya mereka semua merestui hubungan kami. namun aku belum berani mengungkapkan pada nya tentang perasaan ini, menurut mu.. apa aku harus melanjutkan perasaan ini, atau aku menyerah saja? "

ya! kau harus menyerah—teriak batin luhan, sungguh luhan tidak terima jika sehun harus menjadi milik orang lain.

luhan memasukkan permen kapas itu ke mulut nya lagi, permen kapas nya hampir habis dan jika ini habis, luhan tidak punya bahan untuk dijadikan pelampiasan kekesalan nya.

" ke—kenapa kau harus menyerah? ", beda dengan apa yang luhan teriaki di dalam hati, ia malah bertanya demikian.

" aku takut dia tidak menerima ku "

luhan mengambil nafas dan menghela nya setenang mungkin, " kau mencintai nya? "

sehun menatap luhan, tepat di mata rusa luhan yang menggemaskan, lalu tersenyum penuh arti. " ya, aku sangat mencintai nya, aku baru menyadari perasaan ini, setidak nya dia harus bertanggung jawab akan apa yang ia lakukan, ia membuat ku jatuh cinta "

luhan membuang wajah kearah lain, hancur sudah, luhan tak mau menatap mata orang yang ia sukai. sakit, luhan kira sehun mencintai nya, namun nyata nya anak itu menyukai kakak dari teman nya.

" kalau kau menyukai nya, cepat katakan padanya dan jangan takut sebelum kau mencoba nya. hubungi dia sekarang, hubungi orang yang kau cintai ", luhan berkata dengan sedikit nada datar, dia tidak tahu harus memberikan ekspresi apa pada sehun sekarang.

sehun berdiri dari kursi nya, luhan melihat sehun mengambil ponsel dari saku celana nya dan mengetikkan beberapa nomer, lalu menempelkan benda tipis itu ke telinga sebelah kiri nya, luhan menunduk pasrah. membuang pegangan permen yang ternyata permen kapas nya itu sudah habis dimakan luhan.

selama ini ia fikir sehun mempunyai perasaan yang sama dengan nya. mencium luhan di bus (walaupun itu tidak sengaja), membantu agar luhan lepas dari mode off nya yang norak, bersikap baik pada ziyu. luhan kira.. luhan kira—

drrrttt drtttt

sial, luhan sedang berandai-andai tapi kenapa ponsel nya bergetar sih? mengganggu saja! oh atau mungkin ini telfon dari mama nya yang akan menanyakan dimana luhan sekarang.

luhan mencari ponsel nya di saku kantung celana olahraga nya itu, lalu menggernyit saat melihat siapa yang menelfon, luhan menatap sehun yang malah sekarang sedang menatap nya sambil berdiri beberapa langkah dari luhan.

buat apa sehun menelfon luhan padahal jarak mereka pun tidak ada sampai lima meter?

luhan dengan bingung mengangkat telfon dari sehun. disebrang sana, sehun tidak bicara apa-apa.

tunggu! luhan dibuat berfikir keras sekarang.

kata-kata luhan barusann—

"…hubungi dia sekarang, hubungi orang yang kau cintai"

luhan menatap sehun tidak percaya, a—apa, apa mungkin—

" se—sehun? ", ucap luhan bergetar gugup

sehun yang berdiri di depan luhan tersenyum, lalu mendekatkan ponsel nya kearah bibir, membisikkan sesuatu yang harus luhan saja yang mendengarnya,

luhan menutup mulut nya tidak percaya, ikut berdiri agar bisa berhadapan dengan sehun, tidak perlu waktu berfikir terlalu lama.

sehun dan luhan sama - sama mengetahui hati nya, sama – sama mengetahui perasaan nya masing masing. luhan menutup telfon itu lalu berjalan mendekati sehun, merentangkan tangan nya dan memeluk erat leher sehun.

luhan menangis di lekukan leher putih sehun, " hikss, yes—yess i would! "

sehun tersenyum.

hanya satu ungkapan yang mampu membuat luhan menangis haru, dan indah nya lagi, ungkapan perasaan itu diucapkan oleh sehun kepada luhan.

hanya suatu ungkapan perasaan yang berisi kata,

" would you be mine? "

dan sekarang, luhan sudah berada dalam pelukan nya, sehun tersenyum bahagia.

terimakasih pada tuhan yang sudah menciptakan makhluk manis bernama xi luhan di dunia ini. terimakasih untuk kyungsoo hyung dan kai yang dengan baik nya selalu mendukung sehun untuk mendapatkan luhan.

ditengah sehun yang sedang berlover-dovey dengan luhan, tiba-tiba ziyu datang sambil berlari histeris. mereka terpaksa melepaskan pelukan mereka,

" lulu hyuuungg~~~ ziyu tidak mau dicium leoooo~~~ "

sehun dan luhan kaget, namun tiba-tiba tertawa oleh tingkah lucu leo yang belari sambil memajukan bibir nya agar dapat meraih ziyu.

. . .

. . .

. . .

. . .

. . .

. . .

omake :

" sebentar lagi pasti kedua kakak mu akan berpelukan "

ziyu memanyunkan bibir nya lucu, dia dan leo sekarang sedang berdiri di depan stand cupcakes sambil melihat dari jauh adegan luhan dan sehun yang sedang saling bertelfonan

" padahal jarak mereka dekat, buat apa mereka saling menelfon? ", tanya ziyu heran

" namanya juga orang yang sedang jatuh cinta ", balas leo malas

" seperti kau pernah jatuh cinta saja! bahkan dekat dengan siswi disekolah saja kau takut ", ziyu tidak mau kalah berdebat

kenapa ziyu tidak mengerti ish! leo kan menyukai ziyu!—runtuk batin leo

leo mendapatkan ide licik nya, " kalau mereka berpelukan, kau harus mau aku cium "

ziyu menatap leo dan langsung menutup bibir nya, lalu menggeleng.

" ish hanya cium pipi saja kok "

lalu ziyu mengangguk lucu dan melepaskan tangan nya yang ada di bibir nya itu,

" mereka tidak saling menyukai, dan tidak mungkin mereka berpelu—"

ziyu menatap horror kearah luhan dan sehun, lalu menatap leo yang sedang menyunggingkan smirk yang sangat menyebalkan

"—kkan, mama~~~ lulu hyuungg~~ ", masih sempat nya ziyu melanjutkan potongan kalimat nya, ziyu langsung berlari kearah pasangan luhan dan sehun.

tidaaakk~~ ziyu tidak mau di cium leooo~~

lulu hyuuungg~~~ ziyu tidak mau dicium leoooo~~~

. . .

. . .

. . .

. . .

. . .

. . .

. . .

. . .

The end

. . .

. . .

. . .

. . .

a/n : aku ngga nyangka bakal secepet ini tamat nya wkwk-_- entah kenapa aku udah kena wb sama cerita ini, daripada aku mempertahankan cerita yang udah mulai ngga dapet feel, lebih baik aku menyelesaikan ini secepatnya.

karna chapter kemaren aku udah bilang kalo disini full hunhan, jadi ya begini, gapapa ya.

maaf jika kalian kurang suka sama ending nya. maaf jika kelamaan apdet, duh ini udah ditagih terus. untuk penampilan luhan dan sehun diatas, bisa kalian lihat di teaser nya growl, yang sehun lagi berdiri sambil nengok, sama luhan yang pake baju warna warni macem pelangi itu lohh, pasti yang exo-l (cieee kan exo udah punya nama pendom wkwk) tau.

ada salah satu reviewers yang nanya 'siapa sih ziyu?', ih itulohh yang ulzzang dari china, yang rambutnya kayak mangkok, yang mirip sama luhan ituuu, kamu bisa cari di google kok. nah, entahlah, aku suka juga sama ulzzang bocah yang namanya leo, makanya dia aku masukin disini.

sekali lagi aku minta maaf kalo feel nya kurang.

. .

. .

makasih bgt untuk yang udah review dari chapter satu sampe abisss! makasih udah favorite dan follow, makasih juga buat yang udah baca tapi ngga ninggalin jejak.

. .

. .

Balasan review chapter 9:

Brigitta Bukan Brigittiw : iya chap kemaren ngga ada kaisoo, kan masalah mrk sudah selesai hehe, disini ada kok. Nyempil tuh paling atas /lirik keatas/ ^^

seenaPark : sudah di lanjut dan end hehe iya lemot bgt kayak lay wkwk ^^

kimyoori95 : colek colek bayar yaa xD ^^

junia angel 58 : sudah dilanjuut! Author nya yang lemot nih gara gara bikin luhan sehun lemot/? kkk ^^

kaihunhan : ohorat! xD maaf ya, kaisoo nya Cuma nyempil aja hehe ^^

ichacha1294 : Cuma luhan rusa alay wkwk ^^

joldyck : iya makasih ya sudah baca dan berminat review. Selamat datang di cerita ku hehe, jgn lupa mampir ke cerita yang lain nya yaa ^^

taeminho597 : luhan susah peka, maklum abg/?

Byunperverthun : hehe maaf ya kak kelamaan apdet nya, silahkan dibaca. Lagian ini udah end kok, jd gaperlu nunggu – nunggu lagi hehe ^^

Say. You : sehun cemburu nya segitu aja ya hehe bayangin sehun yang sampe cemburu membabi buta kayaknya susah banget. sehun kan muka nya laki bgt, di bikin cemburu jadi kocak bayangin nya/? ^^

Younlaycious88 : nanti aouthor jadi penghulu nya/? ^^

Ichigo sari 9 : iya makasih ya sudah baca dan berminat review. Selamat datang di cerita ku hehe, jgn lupa mampir ke cerita yang lain nya yaa ^^

Lolamoet : engga kok, luhan ngga bakal di bully, disini ngga ada cerita sedih2an, kitaa mah seneng seneng aja wkwk ^^

Hunhan shipper : gantung? Mati dong kkk ini sudah lanjut dan end kok ^^

michyeosseo : iya makasih ya kritik dan saran nya. soal masalah penulisan, aku emg gini gaya bahasa nya, gatau kenapa semenjak masuk ke dunia per-ff-an/? Udah begini. Makanya itu tulisan aku di tolak mulu sama penerbit wkwk /jadi curhat kan/. Tulisan aku di akun wordpress juga begini hehe susah di ilangin, tapi pasti aku akan ubah kok sedikit demi sedikit. kamu ngga cerewet kok, malah bikin aku mikir lagi hehe makasih ya sekali lagi, jangan lupa mampir ke cerita yang lain oke? ^^

RZHH 261220 II : liat user kamu serasa lagi baca plat nomer mobil kkkk

HyunRa : dia mah bisanya cemburu doang :( ngga ada tindakan/? ^^

Luludeer2009 : wkwk yang sabar yaa, ehh kamu kelahiran 2009? Ngeliat user kamu langsung kepikiran ke situ/? ^^

Xiaoluhan : dia nelen kulit manggis errr ;;

Luexohun : iya susah, semacem nyari jodoh di kota mati/? /abaikan/

Pandayehet88 : iyaa sudah di lanjut kok hehe, pasti kamu bias nya tao sama sehun ya /sotoy/ kkkk aku juga ngebiasin tao loh /ngga nanya/ ^^

Ninhunhan5120 : iya kasihan dia nih huhuhuuu

Khaplatinum : sehun mah susah jujur ke luhan/? Degdegan mulu bawaan nya hihi ^^

FriederichOfficial : luhan lemot kebanyakan minum mastin/? ^^

. .

. .

aku cinta kalian semuaaaaaaaa.

jangan lupa review!

sampai bertemu di fanfic selanjutnya,

DAN WOW, INI FANFIC CHAPTER HUNHAN PERTAMA YANG UDAH TAMAT kkkkkkk

Storyline : Roong (ohmydeer) ^^