"Ne, menurut lo, Kira itu bener-bener suka sama lo?" seorang laki-laki berambut seperti ayam melihat temannya yang berambut merah. Si rambut merah menghentikan langkahnya dan menengok.
"Gue ga tau! Ga tau kenapa, gue punya firasat buruk!" kata si rambut merah sambil menunduk.
Plok!
"Selo aja, semoga aja ga ada apa-apa!" kata si rambut kuning menenangkan dengan senyumnya yang khas. Si rambut merah menengok dan menggeleng.
"Bukan Kira, tapi gue merasa persahabatan kita akan berakir!" katanya pelan. Sontak kedua temannya langsung menengok.
"Nani?" kata mereka kompak.
===\(^O^)/\(^v^)/===
Our Couple!
Desclaimer: Naruto punya Masashi Kishimoto, Our Couple punya Seina Hanagata.
Rate: T buat para remaja.
Genre: mungkin Friendship ama Romance dan sedikit Humor.
Warning: OC, OOC, AU, gaje, abal, asal-asalan bikin, typo sedikit buat jaga-jaga, dll. Tak suka, pergi aje dan jangan tinggalin flame! Suka, baca aje terus tinggalin review!
Summary: Konoha High School kedatangan murid baru yang langsung mengincar Gaara dan membuat Matsuri kelabakan, Sasuke ternyata di jodohkan dengan Hinata oleh ortunya dan Naruto yang ke datangan teman lamanya yang ternyata menyukai Naruto dari dulu! Apa yang akan mereka lakukan? Berhasil apa enggak mereka mempertahankan hubungannya? Sekuel dari Couple for Us! Check it out aje ye!
===\(^O^)/\(^v^)/===
_Chap: 2_
"Lo ngelawak kan?" kata Sasuke dengan wajah yang ga percaya. Gaara menggeleng.
"Lo jangan macem-macem deh! Gue ga suka tau!" kata Naruto mulai kesal bercampur bingung. Gaara menarik nafas panjang.
"Lo berdua harus janji kalo kita bakal tetep sahabatan apapun yang terjadi!" kata Gaara sambil menatap kedua temannya.
"Janji! Kita kan dah dari kecil sahabatan, masa iya berakhir gitu aja!" kata Sasuke sambil melanjutkan berjalan. Naruto mengangguk tanda setuju. Gaara tersenyum lega meskipun agak ragu. Setelah beberapa menit berjalan, sampailah mereka di sebuah rumah yang cukup besar dengan cat merah.
"Gue duluan ye! Jaa..." kata Gaara sambil masuk ke dalam rumahnya dan melambaikan tangannya. Naruto dan Sasuke membalasnya dengan lambaian juga. Mereka berjalan lagi. Ga lama, mereka sampai di rumah yang teramat sangat super duper wuper besar yang tak lain milik keluarga Namikaze seorang.
"Jaa, Sasuke!" kata Naruto masuk ke dalam rumahnya dan melambaikan tangannya. Sasuke tersenyum dan membalas lambaiannya. Kini Sasuke hanya sendirian. Ia berjalan pelan. Sekitar lima menit, akirnya dia sampai di sebuah rumah yang rada gede. Ia masuk ke dalam rumah itu.
_Sasuke POV_
Gue berjalan pelan masuk ke rumah. Sepi. Tumben amat sepi begini! Kemana orang-orang? Ato jangan-jangan mereka di bantai Itachi lagi? Eh ga mungkin, ini kan AU! Hehehe... terus pada kemana ya? Gue ngebuka pintu. Ga keliatan satu batang orang. Nih pada kemana sih? Gue ngelepas sepatu dengan asal dan melemparnya. Yang masih jadi pertanyaan gue, pada kemana sih?
"Sasuke, udah pulang?" kata seorang perempuan dengan lembut dan pastinya gue kenal. Gue nengok ke sumber suara. Seorang perempuan cukup tua berdiri di belakang gue dengan baju yang keliatan formal ato lebih tepatnya kaya mau dateng ke acara apa gitu.
"Menurut kaa-san?" tanya gue balik. Kaa-san tersenyum dan berjalan mendekati gue.
"Udah lah! Anak Kaa-san gimana sih?" kata Kaa-san sambil mengacak-acak rambut gue.
"Ih, udah napa! Lagian pake segala nanya!" kata gue kesel sambil ngerapihin rambut gue lagi.
"Ya udah, cepet mandi abis itu pake baju yang rapih! Key?" kata Kaa-san sambil berjalan menjauh.
"Hah? Mau ngapain?" kata gue dengan bingung. Sumpah gue bener-bener bingung.
"Kita mau pergi ke rumah seseorang! Entar kamu juga tau kok!" kata Kaa-san sambil tersenyum. Hah? Mau kemana dah? Ah udah lah paling juga ke rumah sodara. Gue langsung lari ke kamar. Tapi, rasanya kaya ada yang kurang. Apa ya? Oh iya, baka Itachi! Biasanya kan dia heboh kalo gue pulang dengan tereak-tereak 'Dedek ku tayang~' dan langsung meluk gue.
"Kaa-san, baka Itachi mane?" kata gue dari kamar.
"Itachi lagi siap-siap!" kata Kaa-san dari entah di mana. Gue jadi semakin bingung. Ada apaan sih? Ah udahlah, entar juga tau! Tapi, kenapa gue jadi punya bad feeling gini ya?
_End of Sasuke POV, now Naruto POV_
"Mau kemana, Naruto?" kata Tou-san yang ada di teras rumah.
"Kemana aja boleh! Udah gede ini!" kata gue sambil nyalain motor. Tou-san mendekat.
"Rapih amat! Mau ngapel malang ya?" kata Tou-san sambil ngelirik-lirik. Yap, gue emang mau jalan ama Hinata. Hehehe...
"Tou-san mau tau aja sih!" kata gue sambil keluar rumah. Tou-san cuman nyengir gaje.
"Jangan pulang malem-malem!" teriak Tou-san dari teras. Gue ngacungin jempol dan pergi ninggalin rumah. Gue ngendarain motor dengan kecepatan sedang melewati jalan-jalan yang keliatan udah sepi. Gue berenti pas di depan rumah yang rada besar dengan tulisan Hyuuga di depannya. Tiba-tiba aja seorang gadis dengan rambut panjang yang di kuncir sebagian ke belakang keluar.
"Aku ga bisa lama-lama!" kata Hinata pelan.
"Mau pergi?" kata gue karena ngeliat Hinata rapih banget dan dia kayanya dandan! Dia jarang banget kaya begini kalo ketemu gue. Paling cuman bedakan terus rambutnya di biarin terurai. Lah ini kenapa kaya waktu ke pesta ultah sekolah.
"Ga tau, tadi Tou-san nyuruh aku dandan yang rapih!" kata Hinata dengan wajah yang keliatan bingung.
"Ya udah cepet naek!" kata gue sambil ngeliat ke depan. Setelah Hinata naek, gue langsung jalanin motor dengan agak ngebut karena mikir Hinata ga bisa lama-lama gara-gara mau pergi kali. Gue berentiin motor di depan warung ramen Ichiraku. Selese markir motor, gue masuk ke dalam dengan Hinata yang ngikutin dari belakang.
"Ramen dua ye!" kata gue mesen makanan. Hinata duduk di samping gue. Gue senyum.
"Kamu cakep deh kalo begini! Hehehe..." kata gue ngegombal sambil nyubit pipi Hinata.
"Ih, apaan sih?" kata Hinata sambil megang pipinya yang kesakitan. Pengen rasanya gue ketawa, tapi tiba-tiba aja gue diem. Gue ngeliat seseorang yang udah ga asing lagi di mata gue lagi makan ramen bareng sama...
"Kenapa?" kata Hinata yang mulai sadar kalo gue lagi merhatiin seseorang.
"Itu kaya Temari-nee sama..." gue masih berusaha ngeliat siapa yang lagi bareng sama Nee-channya Gaara itu. Seorang perempuan berambut hazel panjang. Kok mirip sama Kira ya?
"Temari sama Shikamaru?" kata Hinata sambil ikutan ngeliat apa yang gue liat.
"Palelu Shikamaru! Wong perempuan gitu!" kata gue tanpa ngelepas apa yang gue liat.
"Lho? Itu anak baru yang bikin heboh itu kan? Kalo ga salah namanya Kira!" kata Hinata menebak-nebak. Bang! Itu yang ada di pikiran gue! Tapi, ada urusan apa Kira sama Temari? Kenapa keliatannya mereka deket aja ya? Bukannya Kira belom pernah ketemu Temari?
_End of Naruto POV, now Gaara POV_
Jreng jreng jreng...
"Here comes the rain again falling from the stars..." gue terus maenin gitar gue dan nyanyi-nyanyi lagu Wake Me Up When September Ends.
Summer has come and pass
The innocent can never last
Wake me up when september ends
(Wake Me Up When September Ends-Green Day)
Tiba-tiba aja hp gue berkoar-koar nyanyiin lagu yang lagi gue nyanyiin. Dari pada tu hp makin ngamuk, akirnya gue ambil. Ada sms yang masuk. Dari sape ya? Gue ngebuka sms yang ada. Naruto? Nape tu anak?
From: Naruto
Gaar, gue liat Kira lg ma Temari!
Heh? Penting amat tu anak sms kaya begini ke gue! Ganggu aje sih. Apa peduli gue? Kira mau ketemu Sasuke ato Shikamaru ato temari ato siapapun gue ga akan peduli! Tapi, kasian juga sih si Naruto dah sms gue masa iya ga gue bales?
From: Gaara
Somay?
Baru aja gue mau maen gitar lagi, tiba-tiba hp gue udah menjerit-jerit lagi.
From: Naruto
Baka, pa ga aneh Temari brg ma Kira? Mrka kn blm prnh ktmu!
Eh? Iya ya! Sejak kapan mereka kenal? Tumben si Naruto pinter! Terus mereka ngapain? Terus kenal dari mana mereka? Tiba-tiba aja otak gue langsung full dengan pertanyaan macam-macam tentang mereka gara-gara sms dari Naruto ini.
From: Gaara
Lo ktmu mrka d mne?
Gue nunggu balesan dari Naruto dengan ga sabar dan penuh pertanyaan. Jujur aja awalnya emang gue ga peduli, tapi bingung juga dari mana mereka bisa kenal? Hp gue nyanyi-nyanyi lagi. Dengan cepat gue ngebuka sms Naruto.
From: Naruto
D Ichiraku!
Di Ichiraku? Ngapain mereka? Terus siapa Kira sebenernya?
_End of Gaara POV, now normal POV_
Sasuke terlihat rapih dengan memakai kemeja berwarna biru. Yah, terlihat rada formal memang. Satelah siap, Sasuke ke teras rumah dimana keluarganya nungguin dia.
"Kurang lama, Mas!" kata Itachi sambil membuka pintu mobil. Sasuke nyengir gaje.
"Siapa suruh ngasih tau dadakan? Gue kan jadi bingung sendiri!" kata Sasuke sambil masuk ke mobil.
"Udah jangan pada ribut!" kata Fugaku sambil menjalankan mobil. Tumben banget ni orang ngomong! Sasuke membatin.
"Kita mau kemana?" kata Sasuke dengan wajah yang masih bingung.
"Kesini nih!" kata Itachi sambil menunjuk hidungnya.
"Gua serius, baka!" kata Sasuke kesal.
"Berarti lo Candil dong?" kata Itachi.
"Argh, serah lo serah lo!" kata Sasuke sambil melihat keluar. Jalanan terlihat sepi karena udah malem, tapi masih aja ada yang keluyuran. Setelah cukup lama, akirnya obil berenti. Saat semua keluar, baru Sasuke yang keluar. Ga tau kenapa Sasuke merasa mau di dalem mobil aja. Terlihat sebuah rumah yang rada besar bertuliskan Hyuuga. Tunggu, ngapain kita ke rumah Neji? Kata Sasuke dalam hati.
"Ayo masuk!" kata Itachi sambil mendorong badan Sasuke. Sasuke mengikuti dari belakang. Ia masih ga tau kenapa ke rumah ini. Tiba-tiba aja Sasuke ngeliat Neji yang lagi maen sama Hanabi. Sasuke berjalan mendekati mereka, tapi Itachi narik baju Sasuke.
"Mau ngapain lo?" kata Itachi tanpa melepaskan baju Sasuke.
"Mau maen sama Neji!" kata Sasuke sambil menunjuk Neji.
"Kita ke sini bukan gara-gara Neji!" kata Itachi sambil menyeret Sasuke masuk ke dalam rumah keluarga Hyuuga. Tou-san Hinata dan orang tua Sasuke yang lagi ngobrol. Setelah di izinkan, Sasuke dan Itachi duduk.
"Gomennasai, Hinata lagi keluar!" kata Tou-san Hinata, Hiashi.
"Oh, tidak apa!" kata Mikoto lembut. Tiba-tiba aja Hinata datang bareng Neji dan Hanabi. Hinata bingung ngeliat ada keluarga Sasuke di rumahnya.
"Gomennasai..." kata Hinata lembut setelah itu ia, Neji dan Hanabi duduk.
"Jadi, ini Hinata calon tunangan Sasuke?" kata fugaku sambil melihat Hinata.
"Nani?" kata Sasuke keras karena kaget sampai ia berdiri. Hinata ga kalah kaget, tapi ia masih bisa mengendalikannya jadi Hinata cuman melotot dengan mulut yang sedikit menganga. Neji sama Hanabi juga cengo ga percaya. Itachi senyam-senyum gaje.
"Ga ada yang bilang ke aku kalo kita ke sini buat acara pertunangan!" kata Sasuke dengan keras.
"Sasuke, jangan begitu!" kata Mikoto sambil menyuruh agar Sasuke duduk lagi.
"Hinata juga ga di kasih tau! Apa sebenarnya maksud kalian?" kata Hinata pelan.
"Begini, sebenarnya kita sudah lama menjodohkan kalian dan berhubung kalian sudah SMA jadi kita ingin melakukan acara pertunangan itu! Ya, biar kalian bisa lebih mengenal dekat!" kata Hiashi menjelaskan.
"Tunggu, berarti kalian hanya memutuskan secara sepihak karena Sasuke dan Hinata sendiri ga tau akan ini!" kata Neji. Neji pasti mencoba mencegahnya karena ia tau kalo Hinata dan Sasuke udah punya pacar.
"Bisa di bilang begitu, tapi Hinata setuju kan?" kata Hiashi. Hinata menengok. Ingin rasanya ia menolak karena ia sudah memiliki Naruto yang ga lain adalah sahabat dari Sasuke.
"A-aku..." Hinata bingung harus ngapain. Sasuke melihat Hinata, berharap Hinata akan menolak.
"Pokoknya aku ga mau dan ga akan pernah mau!" kata Sasuke sambil pergi keluar.
"Sasuke!" panggil Mikoto, tapi Sasuke tetap pergi. Hinata berdiri.
"Aku juga tidak mau!" kata Hinata dengan mata yang mulai berkaca-kaca sambil berjalan ke kamarnya.
"Hinata!" panggil Hiashi, tapi sama dengan Sasuke, Hinata ga mau kembali. Neji berdiri dan berjalan keluar tanpa bicara apapun. Saat di teras, ia melihat Sasuke. Neji berjalan mendekati Sasuke.
"Sas..." panggil Neji pelan. Sasuke menunduk. Mungkinkah dia nangis?
"Gomen, gue ga bermaksud kaya gitu, tapi lo tau kan Hinata itu pacar Naruto!" kata Sasuke masih menunduk.
"Iya, gue tau banget! Dan lo udah punya Sakura!" kata Neji sambil duduk di sebelah Sasuke.
"Gue ga tau apa yang bakal di lakuin Naruto kalo tau gue di jodohin sama Hinata!" kata Sasuke dengan semakin menundukkan kepalanya.
"Udah, Hinata juga nolak kok! kalo mereka tetep ngejodohin lo, gue akan berusaha mencegahnya!" kata Neji mencoba menenangkan Sasuke. Sasuke menengok.
"Arigato, gue ga tau harus minta bantuan siapa! Ga mungkin gue bilang ke sohib gue! Oh iya, ini rahasia antara keluarga lo sama gue ya!" kata Sasuke.
"Tenang aja, gue akan menjaga rahasia ini sebisa gue!" kata Neji dengan yakin.
===\(^O^)/\(^v^)/===
Sasuke, Naruto dan Gaara duduk di depan lab. Mereka terdiam, terhanyut dalam pikiran masing-masing. Sasuke masih memikirkan kejadian semalam bahkan karena itu ia menjadi diem-dieman dengan keluarganya. Ia melihat Naruto yang lagi asik ngeliatin orang yang lagi maen basket.
"Eh, gabung nyok!" ajak Naruto. Gaara menganggu, tapi Sasuke menggeleng pelan.
"Lo ga mau ikut?" kata Gaara meyakinkan. Sasuke tetap menggelengkan kepalanya.
"Ya udah, kalo mau ikut tinggal gabung aje! Key?" kata Naruto sambil menepuk bahu Sasuke. Sasuke melihat kedua sahabatnya yang lagi asik main basket. Sebenarnya ia ingin ikut, tapi entah kenapa ia jadi ga berminat lagi. Tiba-tiba aja Hinata, Sakura dan Matsuri datang dan tanpa minta izin mereka langsung duduk di samping Sasuke.
"Ga ikutan?" kata Matsuri bingung melihat Sasuke sendirian. Sasuke menggeleng pelan. Hinata melihat Sasuke dengan perasaan bersalah.
"Kamu kenapa? Sakit?" kali ini giliran Sakura yang bingung sama Sasuke. Sasuke lagi-lagi menggeleng. Tiba-tiba Sasuke berdiri dan meninggalkan mereka. Baru beberapa langkah, Hinata ikutan berdiri.
"Aku mau ke toilet sebentar!" kata Hinata sambil pergi meninggalkan Sakura dan Matsuri.
"Sasuke!" panggil Hinata. Sasuke menengok.
"Aku... aku mau ngomong sama kamu!" kata Hinata cukup keras. Sasuke celingak-celinguk lalu menarik tangan Hinata dan membawanya pergi.
===\(^O^)/\(^v^)/===
Seorang perempuan berdiri menghalangi penglihatan Matsuri. Karena kesal, Matsuri berdiri untuk melihat siapa yang menghalanginya. Seorang perempuan berambut hazel panjang yang menyapanya waktu itu yang ternyata menghalanginya.
"Gomen, lo ngalangin gue!" kata Matsuri lembut.
"Ah, gomen, aku ga tau kalo kamu duduk di situ!" kata anak itu yang tak lain adalah Kira dengan wajah merasa bersalah.
"Ga apa, kalo mau liat duduk aja!" kata Matsuri mempersilahkan Kira. Kira duduk di samping Sakura.
"Anak baru ya?" tebak Sakura yang tepat sasaran. Kira mengangguk sambil tersenyum manis.
"Oh, pantes ga pernah liat! Gue Matsuri!" kata Matsuri sambil mengulurkan tangan. Kira menyalaminya.
"Gue Sakura!" kata Sakura sambil mengulurkan tangannya. Kira menyalaminya masih dengan senyumnya.
"Aku Kira!" katanya dengan senyuman yang manis dan membuat para laki-laki speechless.
_To be continued_
Seina: wah, ternyata jadinya panjang gini! Tak ku sangka! Ckckckck... key, di sini Sasuke dah dapet masalah terus Matsuri juga udah ketemu Kira, jadi chap besok tinggal masalah Naruto! Hahahahha... oh iya, ada yang tau kenapa Temari kenal Kira? Terus Hinata mau ngomong apa sama Sasuke? kalo ada yang bisa jawab aku mainin deh di fic ini! Beneran dah!
Gaara: apa-apaan gue masa di sini lebih bego dari Naruto!
Seina: udeh terima nasib aje!
Naruto n Sasuke: *speechless*
Seina: yo wes review nyak! Review kalian berguna untuk para laki-laki malang ini! Hahaha...
NaruSasuGaa: *hajar Seina*
