Seorang laki-laki dengan rambut seperti ayam menarik tangan anak perempuan dengan rambut dark blue yang lurus dan panjang ke sebuah tempat yang cukup sepi yang ada di belakang taman. Anak laki-laki itu melihat sekelilingnya. Setelah memastikan sekelilingnya sepi dari orang-orang ia melihat perempuan yang ada di depannya itu.

"Sa-Sasuke..." kata perempuan itu pelan sambil melihat tangannya yang masih di pegang laki-laki itu.

"Ah, gomen!" kata laki-laki itu sambil melepaskan tangannya.

"Ga-ga apa-apa!" kata perempuan itu sambil menunduk.

Plok!

"Hinata, denger ini!" kata laki-laki itu sambil memegang lengan perempuan yang ada di depannya.

===\(^O^)/\(^v^)/===

Our Couple!

Desclaimer: Naruto punya Masashi Kishimoto, Our Couple punya Seina Hanagata.

Rate: T buat para remaja.

Genre: mungkin Friendship ama Romance dan sedikit Humor.

Warning: OC, OOC, AU, gaje, abal, asal-asalan bikin, typo sedikit buat jaga-jaga, dll. Tak suka, pergi aje dan jangan tinggalin flame! Suka, baca aje terus tinggalin review!

Summary: Konoha High School kedatangan murid baru yang langsung mengincar Gaara dan membuat Matsuri kelabakan, Sasuke ternyata di jodohkan dengan Hinata oleh ortunya dan Naruto yang ke datangan teman lamanya yang ternyata menyukai Naruto dari dulu! Apa yang akan mereka lakukan? Berhasil apa enggak mereka mempertahankan hubungannya? Sekuel dari Couple for Us! Check it out aje ye!

===\(^O^)/\(^v^)/===

_Chap: 3_

Matsuri, Sakura dan Kira terhanyut dalam pikiran masing-masing. Sakura memandang Kira yang duduk di sampingnya. Jadi ini anak baru yang nyium Gaara! Batin Sakura. Merasa di perhatikan, Kira menengok.

"Kenapa?" kata Kira sambil melihat Sakura balik. Sakura menggeleng pelan.

"Ga apa-apa kok!" kata Sakura sambil kembali melihat anak-anak yang bermain basket. Ya, harus gue akuin dia mayan cantik! Lanjut Sakura dalam hati.

Anak-anak yang bermain basket memutuskan untuk menyudahi permainan itu. Mereka terlihat kelelahan. Beberapa anak ada yang pergi ke kantin, ada juga yang enak-enakan selonjoran di lapangan dan pastinya Gaara sama Naruto lebih milih melakukan hal yang kedua. Tiba-tiba Matsuri membuka tasnya dan mengambil sebuah sapu tangan, setelah itu ia berdiri.

"Gaar-" teriakan dari seseorang memutuskan kata-kata Matsuri.

"Gaara!" teriak Kira sambil berlari ke tengah lapangan. Setelah sampai di depan Gaara, ia memberikan sapu tangan ke Gaara. Gaara terdian melihat Kira.

"Ih, si Gaara ini malu-malu banget dah! Ngeselin!" kata Kira kesal.

"Ngapain sih? Gue ga perlu!" kata Gaara mencoba menolaknya. Kira langsung cemberut. Tiba-tiba aja dia tersenyum.

"Gaara manja ya! Hehehe..." kata Kira sambil mengelap wajah Gaara yang basah karena keringetnya. Matsuri yang melihat itu langsung melotot.

"Ki-Kira ngapain?" kata Matsuri dengan perempatan yang muncul di wajahnya. Sakura menengok. Mati gue! Batin Sakura. Matsuri meremas sapu tangan yang tadinya mau di kasih ke Gaara. Wajahnya juga mulai terlihat menyeramkan bahkan api mulai keluar dari tubuhnya.

"Ma-Matsuri, lo-" kata-kata Sakura tak bisa di lanjutkan lagi karena Sakura takut kena amuk.

"NANI?" kata Matsuri cukup keras. Sakura menggeleng pelan. Sakura berjalan menjauh dari Matsuri. Ia mengeluarkan hpnya dan mengirim sms ke seseorang.

Drrrt... drrrtt... drrrtt...

Hp Naruto yang berada di sakunya terasa bergetar. Ia mengeluarkan hp itu dan melihat siapa yang mengirimnya sms. Sakura. Wajah Naruto terlihat cukup bingung.

From: Sakura

Nar, bwa Kira prgi deh!

Naruto mengernyitkan dahinya. Ia bingung separo idup.

From: Naruto

Nape?

Baru aja Naruto mau masukin hpnya, tiba-tiba aja hpnya bergetar lagi.

From: Sakura

Liat arah jm 10!

Jam sepuluh? Berarti ... batin Naruto. Naruto menengok. Tiba-tiba aja mukanya langsung pucet. Naruto menyenggol lengan Gaara.

"Apaan sih?" kata Gaara males. Naruto ga menjawab. Dia menunjuk ke arah seseorang. Melihat apa yang di tunjuk Naruto, Gaara ikutan jadi pucet. Ia menepuk dahinya.

"Kok lo ga bilang ada dia?" kata Gaara dengan penekanan pada kata dia dan wajah yang bingung.

"Gue aja baru sadar ada dia!" kata Naruto ga kalah bingung. Tanpa pikir panjang, Gaara langsung menarik tangan Kira dan membawanya pergi dari lapangan.

"Gaaraaaaaa..." teriakkan dari Matsuri menggema ke seluruh Konoha High School.

"Gaara, di panggil tuh!" kata Kira dengan watadosnya. Gaara berhenti.

"Hadoh, bisa mati gue!" kata Gaara sambil mengacak-acak rambutnya.

"Mati kenapa?" kata Kira lagi. Ini anak polos banget ato bego sih? Batin Gaara kesal. Dia ga ngejawab pertanyaan Kira. Gaara membawa Kira pergi menjauhi lapangan. Kasian juga kan kalo Kira juga jadi tempat pendaratan tinjunya Matsuri! Kata Gaara dalam hati sambil melihat Kira sekilas. Kira melihat sekelilingnya. Tiba-tiba aja matanya melihat dua orang anak yang lagi ngobrol dengan wajah serius dan sepertinya sangat rahasia. Seorang anak laki-laki dengan rambut seperti ayam dan anak perempuan dengan rambut panjang yang baru di kenalnya tadi.

"Gaar, Sasuke sama Hinata pacaran ya?" kata Kira bingung. Sepertinya kali ini dia bener-bener ga tau apa-apa. Gaara menghentikan langkahnya. Ia melihat Kira yang ada di belakangnya.

"Gue kasih tau satu hal! Sasuke itu pacarnya Sakura dan Hinata itu pacarnya Naruto! Mengerti Miss. Baka?" kata Gaara dengan penekanan pada kata Miss. Baka. Mungkin Gaara manggil Kira kaya gitu karena semua pertanyaannya tadi.

"Baka? Enak aja kamu bilang aku Miss. Baka! Wajar aja dong kalo aku tanya begitu, wong yang aku liat Sasuke lagi berduaan sama Hinata!" kata Kira kesal.

"Heh? Seriusan? Dimane?" kata Gaara dengan wajah yang bingung. Kira membalikkan badannya dan menunjuk tempat yang cukup sepi yang ada di belakang taman. Gaara langsung menarik Kira ke tempat itu untuk memastikan kata-kata Kira. Saat sampai di tempat itu, ternyata bener ada Sasuke dan Hinata lagi ngobrol dengan serius.

"Mereka ngapain?" kata Gaara sambil mengintip.

"Au! Aku tanya ya! Ne... hmmphh..." dengan cepat Gaara menutup mulut Kira.

"Bisa ga lo diem?" kata Gaara dengan wajah yang menyeramkan. Kira mengangguk, tapi Gaara tetep ga ngelepas Kira. Takut Kira bakal tereak lagi. Kira berusaha ngelepas tangannya Gaara, tapi percuma.

"Tenang, gue ga akan ngerebut lo dari Naruto! Naruto itu sahabat gue dari kecil, gue ga akan bisa nerima pertunangan ini!" kata Sasuke pelan, tapi masih bisa di denger Gaara dan Kira. Hinata mengangguk pelan. Gaara terlihat kaget, Kira masih mencoba ngelepas tangan Gaara. Setelah lepas, Kira bernapas lega. Ia menarik napas panjang.

"Nani? Tunangan? Hmmmph..." teriak Kira histeris dan mulutnya langsung di tutup sama Gaara lagi.

"Bisa ga sih lo baca suasana?" kata Gaara kesal. Kira menatap Gaara dengan tatapan yang mengatakan emang-suasana-bisa-di-baca?. Gaara menepuk dahinya.

"Ya udeh lo diem aje!" kata Gaara dengan perempatan yang mulai muncul. Setelah itu, mereka kembali menguping pembicaraan antara Hinata dan Sasuke.

"Aku juga bakal nolak! Aku ga mau liat persahabatanmu ancur karena ini dan aku sayang banget sama Naruto!" kata Hinata dengan tertunduk.

"Key, kalo gitu yang tau tentang pertunangan ini cuman lo, gue, keluarga lo dan keluarga gue!" kata Sasuke. Hinata mengangguk sebagai jawaban.

"Ya udah, ayo pergi!" kata Sasuke sambil pergi menjauh dengan Hinata yang mengikuti di belakang. Gaara masih terdiam dengan tangan yang masih menutup mulut Kira. Kira mulai terlihat kesal karena Gaara ga ngelepas tangannya. Tiba-tiba aja Kira megang tangan Gaara yang menutup mulutnya. Hanya dengan satu tangan.

"Heeaaahh..." teriak Kira saat itu juga.

"Eh?" hanya itu respon dari Gaara saat mendengar Kira tereak.

Bruk!

Gaara merasakan tubuhnya remuk saat itu juga. Ternyata Kira membanting dirinya bagaikan ia membanting sebuah karung berisikan beras. Wajah Gaara terlihat cukup atau mungkin sangat kesakitan sedangkan Kira wajahnya terlihat cukup menyeramkan. Kira melepas tangannya yang tadi memegang tangan Gaara.

"Nyari kesempatan dalam kesempitan banget sih!" kata Kira dengan cukup keras.

"He?" Gaara menjawab dengan wajah yang masih menahan rasa sakit dan juga kebingungan, bahkan ia tidak bangun dari posisinya yang jatuh dengan sangat ga elit itu.

"Gue bisa ya nutup mulut gue sendiri, ga perlu lo tutupin ampe begitu! Sesek napas tau gue!" kata Kira dengan background api di belakangnya. Gaara kini terduduk dan melihat Kira tanpa berkomentar. Kalo di liat-liat, Kira kaya Matsuri kalo marah! Sama-sama serem, tapi sereman ini! Batin Gaara.

"Apa liat-liat? Lo, gue end!" kata Kira sambil menggerakkan tangannya seperti Wendy kalo lagi ngomong kata-kata itu dan setelah itu ia pergi meninggalkan Gaara sendirian yang masih bingung.

"Gue baru tau kalo dia tadi ngomong pake lo gue!" kata Gaara entah pada siapa. Setelah itu ia berdiri dan berjalan ke tempat Matsuri berada untuk menjelaskan semuanya sebelum Matsuri ngamuk-ngamuk gaje.

Kira berjalan melewati lapangan kaya orang yang lagi di kejer maling (?) . Wajahnya terlihat cukup kesal. Mungkin kalo ada orang yang bikin dia kesel lagi, orang itu bakal di banting kaya Gaara.

"Ra..." panggil seorang anak laki-laki, tapi kayanya Kira ga denger.

Duk!

Gubrak!

"Wadaw!" teriak dua orang secara bersamaan. Kira langsung berdiri untuk melihat siapa yang bikin dia jatoh. Terlihat seorang anak laki-laki dengan rambut kuning yang terbaring di tengah lapangan dengan ga elitnya gara-gara ke senggol orang. Wajah Kira yang tadinya menyeramkan mendadak berubah menjadi wajah yang sangat bersalah.

"Gomennasai, Naruto!" kata Kira sambil mengulurkan tangannya dan membantu Naruto berdiri.

"Ga apa-apa kok!" kata Naruto sambil ngelap seragamnya.

"Lagian kenapa kamu bisa ada di sini sih?" kata Kira dengan wajah masih merasa bersalah.

"Gue lagi enak-enak duduk di tengah lapangan tau-tau lo nabrak gue, padahal udah gue panggil biar lo berenti!" kata Naruto dengan wajah sedikit kesal.

"Hah? Kapan kamu manggil?" kata Kira bingung.

"Kapan aja boleh!" kata Naruto sambil pergi meninggalkan Kira dan menghampiri Hinata yang ada di depan lab. Entah kenapa Kira mengikuti Naruto.

"Ngapain lu ngintilin gue?" kata Naruto yang sadar kalo dia di ikutin Kira.

"Eh iya! Ngapain aku ke sini? Hehehe... ya udah jaa..." kata Kira sambil pergi. Ga tau kenapa Kira keliatan kaya orang dongo pas abis nabrak Naruto.

"Ne, chotto!" teriak Matsuri sambil menghampiri Kira yang belum pergi terlalu jauh. Kira menengok. Naruto, Gaara dan Sakura berharap Matsuri ga akan hajar Kira gara-gara kejadian tadi. Sasuke sama Hinata cuman nampang muka cengo gaje gara-gara ga tau apa-apa.

"Lo... lo tadi ngapain deketin Gaara?" kata Matsuri pelan, tapi masih bisa di dengar Kira.

"Ngapain? Ya mau deketin Gaara! Emang kenapa? Ada larangannya? Emang kamu siapanya dia bisa larang aku?" kata Kira dengan wajah watadosnya.

"Gue ini pacarnya tau! Bisa-bisanya lo ngelakuin hal itu di depan gue!" kata Matsuri dengan kesal.

"Aku ga tau tuh kalo kamu pacarnya dan aku baru tau tadi pas kamu bilang, jadi jangan salahkan aku!" kata Kira sambil berjalan menjauh, meninggalkan Matsuri sendirian. Matsuri terlihat cukup kesal, tapi sepertinya ia tahan.

"Ne, gue sama Hinata pulang duluan ya!" kata Naruto sambil pergi bersama Hinata. Semua hanya mengangguk tanda setuju.

===\(^O^)/\(^v^)/===

Naruto dan Hinata berjalan pelan melewati perumahan yang ada. Tak ada satupun obrolan yang keluar dari mulut mereka. Mereka terhanyut dalam pikiran masing-masing. Saat sampai di depan rumah yang cukup bear dengan bertuliskan Hyuuga di depannya, mereka berhenti.

"Ne, udah sampe!" kata Naruto sambil melihat rumah itu. Hinata masih terdiam dan tertunduk.

"Jaa, Hinata!" kata Naruto sambil pergi menjauh. Hinata ga menjawab Naruto. Ia masih terdiam di tempatnya.

"Naruto!" panggil Hinata saat Naruto berada cukup jauh darinya. Naruto menengok. Hinata berlari mendekati Naruto.

"Kamu... kamu suka sama aku apa adanya kan?" kata Hinata sambil menatap mata Naruto yang berwarna biru.

"Iya lah! Kenapa?" kata Naruto bingung.

"Apapun yang terjadi, kamu tetep suka sama aku kan?" kata Hinata masih tetap menatap mata Naruto. Naruto tersenyum.

"Pastinya! Gue bakal terus nyukain lo apapun yang terjadi!" kata Naruto yakin. Sebuah senyum terbentuk di wajah Hinata, setelah itu Hinata memeluk Naruto. Naruto semula kaget dengan apa yang di lakukan Hinata, tapi ia akirnya memeluk balik Hinata.

"Arigato, Naruto!" kata Hinata sambil melepaskan pelukannya dan berjalan mejauhi Naruto.

"Doitashimashite, Hinata!" kata Naruto sambil melambaikan tangannya. Hinata melambaikan tangannya juga dengan senyum. Hinata semakin menghilang dari pandangan Naruto. Naruto masih terdiam di tempatnya. Kenapa? Kenapa Hinata ga kaya biasanya? Kata Naruto dalam hati. Naruto berjalan dengan pelan sambil terus memikirkan Hinata. Setelah beberapa menit berjalan, sampailah Naruto di sebuah rumah yang besar. Naruto bersiap memasuki rumah itu.

"Naruto!" panggil seseorang. Naruto menengok. Terlihat seorang perempuan yang mirip dengan Hinata, hanya saja warna rambut mereka berbeda.

"Ohisashiburi desune!" katanya lagi. Naruto masih terdiam melihatnya. Perempuan yang sangat di kenal Naruto dulu. Orang yang sewaktu SMP menjadi idola di Konoha Junior High School. Orang yang sangat ramah pada semua orang. Orang yang menjadi cinta pertama Naruto saat di SMP. Orang yang kehadirannya cukup di nantikan oleh Naruto.

"Lo..." kata Naruto pelan tanpa melepaskan pandangannya. Orang itu hanya tersenyum manis.

_To be continued_

Seina: yosh! Selesai juga~ *tepared* pala cenat cenut nyooo~ biasanya selese dalam waktu kurang dari tiga jam ini malah ampe atu minggu *kok malah curhat -_-'a* key di sini Naruto dah ketemu seeorang dan akan mendapat masalah juga! Oh iya menurut kalian siapa perempuan itu hayo? Bisa jawab bakal maen di fic ini!

Gaara: heh! Benerkan firasat gue dah bilang kalo gue bakal di siksa tiap maen di fic lo! Apa salah gue sih?

Seina: Naruto kan dah sering tersiksa, Sasuke emang kehidupannya tersiksa, nah jadi situ yang paling enak di siksa saya!

Sasuke: wes, wes jangan berantem! Terima aje napa! Gue aja mau nerima walau sebenernya ogah juga! Oh iya ini nama orang yang bakal maen di fic ini Energy Pill Entertaiment, Aita no uzumaki, ReySungie, sama Ricchu!

Naruto: buat yang merasa memiliki penname kaya yang di sebutin Sasuke harap memberikan satu OC kalian buat ikut di fic ini!

Seina: oh iya yang berusaha menjawab juga bakal maen kok! tenang aja! Masalah bener ato ga jawaban itu liat aja di chap berikutnya! Hehehe

All: akir kata Review please...