"Gaar, gue boleh pulang duluan ga?" kata seorang laki-laki dengan rambut seperti ayam pelan dan membuat kedua sahabatnya itu kaget bahkan sahabatnya yang berambut kuning sampai menghentikan acara makannya.

"Kenapa?" kata laki-laki dengan rambut merah kebingungan.

"Ga apa-apa! Gue Cuma... mau pulang aja!" lanjutnya sambil memalingkan wajahnya.

"Gue ga mau nganter lo pulang sekarang! Tanggung bentar lagi!" kata si rambut kuning sambil melanjutkan acara makannya. Laki-laki dengan rambut seperti ayam itu helihat kearah laki-laki berambut merah dengan penuh harap.

"Apa?" si rambut merah menjauh sedikit saat sadar bahwa ia sedang di perhatikan seperti itu. Si rambut ayam masih terus mengeluarkan puppy eyes no jutsunya.

"Hah, ya udah gue pinjemin deh!" kata si rambut merah akhirnya. Si rambut ayam tersenyum senang saat mendengar itu.

===\(^O^)/\(^v^)/===

Our Couple!

Desclaimer: Naruto punya Masashi Kishimoto, Our Couple punya Seina Hanagata.

Rate: T buat para remaja.

Genre: mungkin Friendship ama Romance dan sedikit Humor.

Warning: OC, OOC, AU, gaje, abal, asal-asalan bikin, typo sedikit buat jaga-jaga, dll. Tak suka, pergi aje dan jangan tinggalin flame! Suka, baca aje terus tinggalin review!

Summary: Konoha High School kedatangan murid baru yang langsung mengincar Gaara dan membuat Matsuri kelabakan, Sasuke ternyata di jodohkan dengan Hinata oleh ortunya dan Naruto yang ke datangan teman lamanya yang ternyata menyukai Naruto dari dulu! Apa yang akan mereka lakukan? Berhasil apa enggak mereka mempertahankan hubungannya? Sekuel dari Couple for Us! Check it out aje ye!

===\(^O^)/\(^v^)/===

_Chap: 5_

"Gaar, lo emang sohib gue yang paling baek! Ga kaya dia!" kata Sasuke sambil memeluk Gaara dan melirik Naruto dengan penekanan pada kata dia.

"GUA NORMAL, SAS!" teriak Gaara sambil melepaskan pelukan Sasuke. Sasuke dan Naruto langsung budeg dadakan yang bersifat sementara. Gaara batuk-batuk sebentar. Sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu yang biasanya bersifat kebaikan untuknya dan keburukan untuk orang yang dikatakannya.

"Jangan seneng dulu, Sas! Emang gue bakal minjemin lo motor gue?"

Dhuuuaaarrrr...

Bener saja dugaan Sasuke. Ternyata selalu ada arti dari batuknya Gaara. Dan kini ia tau kalau yang buruk itu untuknya sendiri. Sasuke freezing seketika itu juga, Naruto mengheningkan cipta untuk mengetahui kelanjutan dari kata-kata Gaara.

"Te-terus apa yang mau lo pinjemin?" kata Sasuke takut-takut. Gaara tersenyum lebar melihat ekspresi Sasuke yang seperti itu.

===\(^O^)/\(^v^)/===

"TAAARRRRRAAAAA~" teriak Gaara senang sambil menunjukkan sesuatu. Sasuke menganga lebar. Naruto langsung ketawa teguling-guling.

"Ini yang bakal gue pinjemin! Enak aje lo make motor gue!" kata Gaara sambil berjalan mendekati benda itu. Sasuke masih terdiam.

"Gaar, i-itu sepeda waktu SMP dulu kan? Waktu kita masih kelas 1?" kata Sasuke meyakinkan. Gaara mengangguk dengan yakin. Sasuke langsung memucat. Sudah lama ia tak memakai sepeda sejak ia mempunyai motor. Apa kata dunia kalo ngeliat Sasuke Uchiha yang selalu naik motor keren tiba-tiba naik sepeda seperti yang ada di iklan Pocari Sweat-yang di pake ama yang anak laki-lakinya. Tapi, Sasuke bener-bener terjepit dan ga ada pilihan lain. Ia menghembuskan napasnya berat.

"Ya udah deh, gue pinjem ya!" kata Sasuke sambil menaiki sepeda itu. Gaara dan Naruto cengo dadakan.

1 detik...

2 detik...

3 detik...

"BUAHAHAHAHAHAHAAAAYYYY..." tawa mereka lepas saat melihat Sasuke.

"BERISIKKKK!" Sasuke mengeluarkan suara ultra sonicnya dan langsung membuat seluruh kaca di rumah Gaara pecah. Dengan perasaan yang bercampur aduk, Sasuke meninggalkan rumah Gaara dan sampai beberapa meter dari rumah Gaara masih terdengar suara tawa dari Naruto dan Gaara.

Sasuke menggoes sepeda itu pelan. Ia terlihat sangat santai seperti sedang bersepeda pada hari mingu pagi, padahal ini sudah cukup malam. Jujur aja, naik sepeda kaya gini bikin Sasuke inget sama iklan Pocari. Serius deh.

Hateshinai...

Ao no mukou e...

Sasuke berhenti. Ia melihat sekelilingnya. Sepi. Setelah yakin tak ada siapapun, ia kembali bersepeda.

Bokutachi no mirai wa hirogaru...

Sasuke berhenti dan menggaruk telinganya itu.

"Normal kok, tapi kenapa dari tadi gue denger lagu Youth Sweat Beautiful mulu?" katanya dengan bingung. Sasuke kembali menjalankan sepedanya lagi.

Beautiful day, kimi to boku ga koko ni iru

"..."

Hashitta bun dake michi wa nobiru kara

"?" Sasuke celingukan mencari sumber suara, tapi slalu saja tak ia temukan.

Day by day, ima wo ikiyou...

"Ugyaaa~ siapa yang nyetel tuh lagu sih?"

Ckrek!

"Eh?" Sasuke terdiam saat sadar bahwa ia telah di foto oleh seseorang. Sasuke menengok ke sumber suara kamera dengan horror.

"Hihihi... dapet juga foto Sasuke-senpai yang lagi gowes setelah beberapa tahun! Haha..." kata seorang anak perempuan dengan wajah yang sangat mirip dengan Mikoto, hanya saja anak ini berponi. Sekilas Sasuke merasa seperti melihat Kaa-sannya di waktu muda, tapi akhirnya Sasuke tersadar dari lamunannya itu.

"Apa yang kau lakukan, Kana?" kata Sasuke dengan horror. Kana hanya tersenyum gaje.

"Hadoooh~ Sasuke-senpai kaya ga tau gimana aku aja sih!" kata Kana sambil melihat-lihat hasil jepretannya tadi. Sebuah perempatan muncul di wajah Sasuke.

"Jadi dari tadi yang nyetel lagu itu, lo?" kata Sasuke dengan tampang yang kini ingin menelan Kana hidup-hidup. Kana memiringkan kepalanya.

"Lagu apa?" katanya dengan tampang yang bener-bener ga tau apa-apa. Sasuke melihat Kana dengan tatapan yang rada beler.

"Ah, never mind!" kata Sasuke sambil melanjutkan bersepedah menuju rumahnya dan meninggalkan Kana sendirian dengan bingung. Setelah cukup lama, akirnya Sasuke sampai di rumahnya. Rumah Sasuke terlihat cukup ramai. Ada apaan sih? Batin Sasuke sambil masuk kedalam rumahnya.

"Aku pulang!" kata Sasuke sambil membuka pintu rumahnya.

Deg!

Sasuke terpaku saat melihat siapa yang ada di dalam rumahnya itu. Mereka adalah keluarga Hyuuga. Sasuke langsung berfirasat buruk saat melihatnya.

"Ah, Sasuke dari mana saja?" kata seorang perempuan yang di panggil 'Okaa-san' oleh Sasuke yang tak lain dan tak bukan dan tak salah lagi adalah Mikoto.

"Dari rumah Gaara!" Sasuke menjawab singkat sambil melirik dengan bingung kearah keluarga Hyuuga yang ada di rumahnya itu.

"Oh, mereka kesini untuk membicarakan pertunanganmu dan Hinata yang sempat tertunda!" Mikoto menjawab seolah bisa membaca pikiran Sasuke. Tidak lupa dengan senyuman malaikatnya. Sasuke freezing di tempatnya. Apa-apaan ini? Bukankah aku sudah menolaknya? Sasuke membatin tanpa melepaskan pandangannya pada keluarga Hyuuga.

"A-aku..." Sasuke menelan ludahnya dan berusaha melanjutkan kata-katanya, tapi Mikoto dengan cepat memotong.

"Maaf, Sasuke! Kaa-san tak bisa menolongmu!" kata Mikoto sambil menepuk bahu Sasuke dan berjalan masuk ke dalam. Sasuke masih terdiam di tempatnya, setelah itu ia menepuk mukanya dan masuk ke dalam dengan perasaan yang tak karuan.

===\(^O^)/\(^v^)/===

"Shion, cepetan dong! Bisa telat nih kita!" suara dari seorang anak perempuan dengan rambut coklat panjang yang terurai itu, Kira terdengar cukup keras di apartemennya. Tak lupa sambil menggedor-gedor pintu kamar bernomor 55 yang bertuliskan Shion di depannya.

Cklek!

"Iye iye ini juga udah, tinggal make pitanya aja!" kata Shion sambil memakai pita di seragamnya itu.

"Ah, udahlah ayo!" Kira sangat terlihat terburu-buru. Ia menggenggam tangan Shion dan berlari secepat mungkin dan otomatis Shion ikut berlari juga jika tak ingin mencium aspal. Kira sesekali melirik jam yang ada di pergelangan tangannya itu. 06:28. Gawat! 2 menit lagi gerbang akan di tutup! Kira terlihat memucat. Baru kali ini ia kesiangan dan itu semua karena teman kecilnya waktu ia masih SD dan bersekolah di Suna Elementary School, Shion yang selalu berpindah-pindah sekolah dan akhirnya ia kembali lagi ke Konoha.

Setelah beberapa menit, akhirnya mereka tiba juga di depan gedung sekolah yang sangat luas dengan tulisan Konoha High School di depannya. Dan saat itu juga gerbang akan di tutup. DI TUTUP. Kira panik bukan main saat melihat itu, tapi senyuman kecil mengembang di wajahnya yang putih dengan rona merah muda di pipinya.

"Shion, pegang tangan ku yang kuat ya!" kata Kira sambil berancang-ancang.

"Eh, jangan bilang kamu mau kaya dulu lagi?" kali ini gantian Shion yang terlihat panik.

"We have no choice! Here we comeeeee..." teriak Kira cukup keras. Ia langsung berlari dengan sangat cepat dan saat sampai di gerbang sekolah yang sudah hampir tertutup itu, ia memijakkan kakinya di sana. Shion terlihat pasrah dan menutup matanya dengan mulut yang berkomat-kamit. Setelah itu, Kira menggantikan pijakan kakinya itu dengan tanggannya dan meloncati gerbang yang tingginya kira-kira 2 meteran itu. Yah, kira-kira dia salto gitu deh. Tapi sungguh di sayangkan karena ia bersama dengan Shion, maka ia tak akan bisa mendarat dengan mulus.

"Kyaaaaa~" teriak Kira dan Shion secara bersamaan.

Gubrak!

Gedabruk!

Grompyang!

"Ittai!"

"Mati aku, hosh hosh... Kira gila!" umpat Shion saat ia mendarat. Kira hanya menjawab dengan senyuman gajenya dan sambil menggaruk kepalanya yang ga gatel itu.

"Woi, lo berdua minggir napa!" teriak seseorang dari bawah tempat Kira dan Shion mendarat. Oh, ternyata mereka berdua menimpa seseorang yang tak berdosa sedikitpun.

"Ah, Naruto!" teriak Shion kaget saat melihat kepala kuning yang ngejreng sedang tengkurap mencium aspal sekolah. Ternyata yang dengan beruntungnya kejatohan dua orang perempuan yang terbilang cantik itu adalah Naruto. Shion dengan cepat membantunya berdiri. Tapi...

"Gaara!" kali ini giliran Kira yang berteriak. Ternyata saat Naruto berdiri masih ada Gaara di bawahnya. Berarti secara ga langsung Gaara tertimpa tiga orang sekaligus. Kira membantu Gaara berdiri dan tak lupa meminta maaf. Tapi...

"SASUKE?" mereka semakin panik saat melihat Sasuke tergeletak tak berdaya. Ternyata Sasuke adalah orang yang paling beruntung yang langsung tertimpa empat orang sekaligus.

"Poor, Sasuke!" kata Kira sambil membantu Sasuke berdiri.

"Badan gue remuk!" Sasuke mengerang kesakitan sambil memegangi punggungnya.

"Kira, kita bawa mereka ke UKS aja yuk!" Shion melihat trio cool boys itu dengan tatapan iba sambil terus memegangi Naruto. Kira mengangguk dengan yakin, setelah itu mereka berjalan menuju UKS sekolah. Shion membantu Naruto berdiri dengan melingkarkan tangan Naruto di lehernya. Kira membantu Sasuke dan Gaara seperti yang dilakukan oleh Shion ke Naruto secara bersamaan. Merasa tak kuat, Kira berhenti berjalan.

"Ne, kau yang di sana!" teriak Kira meminta pertolongan. Seorang anak laki-laki dengan rambut pendek yang ikal dan berwarna hitam, Ken menengok.

"Bisa bantu aku ga?" kata Kira dengan puppy eyes no jutsu. Ken mengangguk dan membantu Kira dengan memegang Sasuke. Raut wajah Ken terlihat sangat bingung saat melihat Sasuke yang sangat pucat.

"Sasuke kenapa?" kata Ken sambil melihat Kira dan menanti jawaban.

"Oh, dia ketiban aku, Shion, Naruto dan Gaara! Hehehe..." Kira menjawab sambil tertawa dengan maksa. Mendengar itu, Ken langsung sweatdrop. Ia kembali melihat Sasuke, namun kali ini dengan tatapan yang mengatakan malangnya-dirimu-Sasuke.

"Oh iya, aku baru dengar nama Shion! Apa dia murid baru?" lagi-lagi Ken terlihat bingung.

"Iya, mungkin dia akan sekelas dengan kita!" kali ini Kira tersenyum dengan sangat manis dan bisa dipastikan kalau Ken cukup speechless saat melihatnya. Tanpa terasa, mereka sudah sampai di depan UKS. Dengan cepat, mereka meletakkan para korban di ranjang yang ada.

"Arigato, Ken!" kata Kira sambil tersenyum lagi.

"Doitashimashite, jaa..." Ken tersenyum dan pergi keluar UKS.

===\(^O^)/\(^v^)/===

"Hihihi... aku jadi ingin lihat bagaimana mereka tertimpa kalian!" kata Sakura sambil tertawa kecil saat selesai mengobati ketiga korban itu.

"Lo bukannya kasian sama kita, malah ngetawain!" kata Naruto terlihat kesal. Setelah itu, terdengar suara tawa dari tiga perempuan yang ada di sana. Tiba-tiba saja Sakura terdiam saat melihat Shion.

"Kenapa?" kata Shion karena sadar dirinya sedang di perhatikan.

"Ano, murid baru ya?" kata Sakura bingung.

"Iya, tapi aku sepertinya terlambat masuk kelas!" kata Shion dengan senyuman sambil melihat kearah sebuah kelas yang ada di lantai dua.

"Oh, gue Sakura!" Sakura memperkenalkan diri dengan mengulurkan tangannya.

"Shion, yoroshiku!" Shion tersenyum senang sambil menyambut uluran tangan Sakura.

"Oh iya asal kamu tau aja ya, Sakura ini pacarnya Sasuke!" kata Kira tiba-tiba sambil melirik Shion dan dengan penekanan pada kata-kata 'pacarnya'.

"Hooo..." Shion membulatkan mulutnya. Sakura terlihat memblushing. Kira langsung tertawa lepas melihatnya. Tiba-tiba saja suasana menjadi sepi. Tak ada yang membuka pembicaraan. Dan bisa di lihat jika Sakura sangat tidak menyukai keadaan yang seperti ini.

"Ano, tapi kalo diliat-liat Shion mirip sama Hinata ya!" kata Sakura sambil melihat Shion. Shion terkejut saat mendengarnya. Ia memiringkan kepalanya.

"Hinata? Siapa dia?" kata Shion tetap dengan kepala yang di miringkan tanda ia bingung.

"Oh iya, waktu itu Kira juga memanggilku seperti itu kan?" lanjut Hinata sambil mengingat-ingat kejadian saat ia baru bertemu dengan Kira.

"Hinata itu pacarnya Naruto! Mirip banget lho sama kamu!" kata Kira sambil menunjuk Naruto.

Ohok... ohok...

Semua langsung melihat kearah Sasuke yang entah kenapa terbatuk itu.

"Lo kenapa, Sas?" kata Gaara dengan bingung. Sasuke hanya menggeleng pelan sebagai jawaban. Gawat nih! Gimana cara gue bilang ke Naruto kalo gue di jodohin sama Hinata? Bisa-bisa yang ada Naruto ngamuk-ngamuk ama gue! Sasuke membatin sambil melirik Naruto yang terlihat sedang tertawa.

"Wah, aku jadi ingin melihat si Hinata itu! Berarti Naruto emang ga bisa lupain aku ya, buktinya aja dia cari pacar yang mirip sama aku! Hihi..." kata Shion sambil tertawa kecil.

"Heh?" sontak Sakura dan Kira kaget mendengarnya. Naruto, Sasuke dan Gaara bahkan ga kalah kagetnya dari mereka.

"Iya, Naruto dulu kan suka sama aku!" kata Shion sambil tersenyum. Entah senyum bagaimana yang di tunjukkannya. Tak ada yang bisa mengartikan senyuman dari Shion saat itu. Sasuke dan Gaara langsung melihat kearah Naruto.

"Nar..." kata Sasuke terputus dan pelan sehingga hanya Naruto dan Gaara yang bisa mendengarnya.

"Beruntung ga ada Hinata, sakit banget lho kalo dia tau!" kata Gaara melanjutkan kata-kata yang tak bisa di katakan oleh Sasuke seolah bisa membaca pikiran Sasuke dengan suara yang pelan juga pastinya.

Glek!

Naruto menelan ludahnya. Saat itu juga dunia terasa berhenti berputar untuk Naruto. Jantungnya berdegup kencang tak karuan. Keringatnya bercucuran. Dan secara tiba-tiba seperti film yang di putar ulang, kenangannya saat berada di Konoha Junior High School itu kembali teringat. Saat di mana ia masih satu kelas dengan Shion.

_To be continued_

Seina: ano, hontou ni gomennasai lama updatenya T^T. Aku keasikan liburan nih ampe nelantarin fic ini. Silahkan lempar aku ke Jepang *ngarep*. Di sini sengaja ga di tampilin saat-saat Sasuke di jodohin sama Hinata, soalnya sengaja bikin para readers penasaran *di lempar sendal readers*. Terus buat penjelasan Sasuke ke Naruto ntar -.-b. Di sini juga sengaja ga dilanjutin pas Naruto nginget-nginget masa SMPnya dulu. Yah, buat ntar bahan lamunan dia! Hehehe... terus maap banget ya, lagi-lagi ada adegan ga penting di sini. Jujur aja aku bingung buat nempatin Kana, makanya aku bikin jadi begitu. Terus semua OC request aku buat satu kelas sama trio cool boys, Kira dan Shion dan buat OC yang belom nongol harap sabar ya!

Gaara: aha! Kini sasuke yang dipermalukan sama author ini! Hahaha... oh iya, ngomong-ngomong gimana sih kejadian di rumah lo? Penasaran gue! *lirik Sasuke*

Sasuke: r.a.h.a.s.i.a! ntar aja gue jelasin di depan Naruto! Nah lo sendiri inget apa, Nar? *colek-colek Naruto*

Naruto: gue juga bingung inegt apa! Hehehe...

All: *sweatdrop*

Seina: ah, sudahlah ntar juga pada tau! Ayo Naruto kita siap-siap ke fic My Senpai is My Classmate!

Naruto: ayo! Jangan lupa ya buat review! Hehehe...