Hyuuusss….

Angin yang berhembus dengan lembut itu membuat rambut dari seorang perempuan dengan mata yang bagaikan lavender bergerak-berak dengan indah. Rambutnya yang berwarna pirang itu bersinar tertepa sinar mentari.

Glek!

Seorang lelaki dengan rambut yang berwana kuning dan dengan mata yang sebiru laut menelan ludahnya saat melihat perempuan itu. Dan kini ia merasakan dunianya telah berhenti berputar. Semua yang di sekelilingnyapun kini terasa mati seolah dunia ini hanya miliknya dan perempuan itu saja.

"Oi, Nar! Melamun aja!" kata seorang lelaki dengan rambut seperti ayam sambil menepuk pundak lelaki berambut kuning itu. Si rambut kuning menggeleng pelan dan kembali melanjutkan acara makan ramennya.

"Hooo… lo liatin Shion ya?" tebak si rambut merah sambil menyenggol tubuh si rambut kuning.

"Ohok ohok…" si rambut kuning langsung terbatuk karena tebakan dari si rambut merah yang ternyata benar 100%. Seketika itu juga, ia merasakan wajahnya memerah bagaikan saus tomat.

"Cieee… Naruto!"

===\(^O^)/\(^v^)/===

Our Couple!

Desclaimer: Naruto punya Masashi Kishimoto, Our Couple punya Seina Hanagata.

Rate: T buat para remaja.

Genre: mungkin Friendship ama Romance dan sedikit Humor.

Warning: OC, OOC, AU, gaje, abal, asal-asalan bikin, typo sedikit buat jaga-jaga, dll. Tak suka, pergi aje dan jangan tinggalin flame! Suka, baca aje terus tinggalin review!

Summary: Konoha High School kedatangan murid baru yang langsung mengincar Gaara dan membuat Matsuri kelabakan, Sasuke ternyata di jodohkan dengan Hinata oleh ortunya dan Naruto yang ke datangan teman lamanya yang ternyata menyukai Naruto dari dulu! Apa yang akan mereka lakukan? Berhasil apa enggak mereka mempertahankan hubungannya? Sekuel dari Couple for Us! Check it out aje ye!

===\(^O^)/\(^v^)/===

_Chap: 6_

Deg deg!

Naruto dengan cepat membuka matanya. Pandangan matanya langsung terpaku pada langit-langit kamarnya. Ia menghembuskan napasnya lega. Setelah itu, ia terduduk dan berjalan menuju cermin yang terdapat pada lemari di kamarnya itu. Kenapa? Kenapa tadi gue mimpi tentang masa-masa waktu di Konoha Junior High School? batin Naruto sambil menjambak pelan rambutnya.

"Apa iya gue jadian sama Hinata gara-gara dia mirip Shion?" kata Naruto pelan pada dirinya sendiri. Kini ia merasakan tubuhnya seperti sedang terjadi tsunami dimana ia tak akan bisa berlari semakin jauh lagi. Ia harus tetap menjalani semuanya walaupun akan ada yang tersakiti pada akhirnya.

===\(^O^)/\(^v^)/===

"Naruto, kamu sakit?" Tanya Hinata sambil menatap Naruto penuh kekhawatiran. Naruto balas melihat Hinata. Ia tersenyum kecil dan menggeleng pelan.

"Kau yakin?" kata Hinata lagi dengan raut yang masih tetap khawatir.

"Iya sayangku…" kata Naruto sambil mencubit pipi Hinata pelan. Hinata hanya meraung kesakitan sambil berusaha melepaskan tangan Naruto.

"Hahaha… sudah ya, aku mau ke kelas dulu!" kata Naruto sambil mengacak-acak rambut Hinata sampai membuat beberapa pasang mata melihatnya dan merasakan iri pada Hinata. Hinata mengangguk pelan sebagai jawaban. Naruto tersenyum kecil dan pergi meninggalkan Hinata sendirian.

"Wah, kau membuatku iri Hinata!" kata Kira yang secara tiba-tiba ada di belakang Hinata tanpa disadarinya.

"Se-sejak kapan kau disana?" kata Hinata gugup.

"Baru saja aku disini!" kata Kira sambil tersenyum manis. Melihat itu, Hinata menjadi tersenyum juga.

"Tapi, aku…" kata Hinata menggantung.

"Merasa kalau Naruto berbeda dari biasanya! Ada yang salah pada dirinya!" lanjut Kira seperti bisa membaca pikiran Hinata. Hinata hanya terdiam dengam mata yang tak percaya pada kata-kata Kira barusan.

"Bagaimana bisa kau…" kata Hinata bingung.

"Aku bisa tau apa yang ada di pikiran orang-orang, Hinata!" kata Kira dengan senyuman manisnya lagi sambil menatap Hinata yang masih kebingungan.

===\(^O^)/\(^v^)/===

Gaara mengintip kedalam UKS. Ia hanya menemukan Sasuke sendirian disana. Tak ada siapapun. Ini aneh! pikir Gaara sambil masuk ke dalam UKS.

"Pada kemana yang lain?" kata Gaara sambil duduk di depan Sasuke.

"Naruto pacaran sama Hinata, Sakura ga tau deh kemana! Katanya sih mau beli obat!" kata Sasuke sambil menyeruput teh hijau yang ada. Gaara terdiam. Ia terlihat sedang memikirkan sesuatu.

"Sas, boleh ga gue tanya sesuatu?" kata Gaara pada akhirnya. Sasuke hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.

"Tapi lo harus kudu wajib jawab yang jujur ya!" kata Gaara lagi. Sasuke mengangguk lagi.

"Emang mau Tanya apa?" kata Sasuke sambil melihat Gaara dengan malas.

"Sas, maaf la…" kata Sakura menggantung saat melihat Gaara dan Sasuke dengan raut wajah yang serius. Sakura berjalan keluar lagi. Sepertinya mereka berdua tidak menyadari kehadiran Sakura. Kenapa ya, kok pada serius gitu? batin Sakura sambil berdiri membelakangi pintu UKS yang tertutup sebelah itu.

"Apa bener lo sama Hinata tunangan?" kata Gaara dengan wajah yang masih saja serius.

Deg deg!

Jantung Sasuke berdrgup cepat. Keringat mulai keluar dari wajahnya. Ia menatap Gaara dengan tatapan tak percaya. A-apa-apaan Gaara? Kenapa dia menanyakan hal yang aneh? batin Sakura tak kalah kaget dengan Sasuke. Sakura semakin mendekatkan kupinya ke pintu agar bisa mendengar obrolan mereka lebih jelas lagi. Sasuke menundukkan wajahnya.

"Jadi itu bener?" kata Gaara lagi. Sasuke masih terdiam. Ia tak tau harus menjawab apa.

"Jawab, Sas! Kita lagi berdua, ga ada Naruto atau Sakura! Gue bisa bantuin lo ngejelasin ke Naruto kalo lo mau jawab!" kata Gaara cukup keras.

"Iya, itu bener! Lo tau dari mana?" kata Sasuke sambil memalingkan wajahnya.

Deg!

Jantung Sakura berdegup semakin cepat. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Apa-apaan ini? ini bercanda kan? gaara dan Sasuke sedang bercanda kan? ini ga bener kan? batin Sakura sambil menahan air mata yang mulai berlinangan dan siap untuk jatuh kapan saja.

"Gue tau dari lo!" kata Gaara sambil menunjuk Sasuke.

"Gue?"

"Ya, waktu lo ngobrol berduaan sama Hinata! Kalo bukan karena Kira nanya yang aneh-aneh, gue mungkin ga akan tau itu!"

"Kira?" kata Sasuke semakin bingung dengan kata-kata Gaara.

"Ya, Kira yang bikin gue sadar kalo ada sesuatu yang terjadi antara lo sama Hinata! Cuma dengan satu pertanyaan yang polos, gue langsung sadar!"

"Pertanyaan apa?"

"Dia tanya apa lo itu pacaran sama Hinata? Pastinya waktu itu gue bilang kalo lo itu pacaran sama Sakura dan Hinata sama Naruto, tapi tiba-tiba aja dia bilang kalo dia liat lo lagi berduaan sama Hinata!"

"Jadi Kira juga tau?" kata Sasuke semakin ga percaya. Gaara mengangguk pelan. Sasuke menggelengkan kepalanya dan menjambak rambutnya pelan seakan ia sedang frustasi.

"Tenang aja, Kira ga akan bilang ke siapapun! Yang jadi masalah, gimana cara lo bilang ke Sakura dan Naruto?" kata Gaara dengan cukup tenang. Padahal, hatinya sangat kaget mendengar semua pengakuan dari Sasuke tentang tunangan itu.

"Gue ga tau, gue takut mereka marah, tapi gue akan bilang ke mereka secepatnya!" kata Sasuke pelan.

"Ya udah kalo lo butuh bantuan, gue siap bantu lo kapan aja! Gue ke kelas duluan ya!" kata Gaara sambil pergi keluar UKS. Setelah di luar, Gaara menutup pintu UKS dan betapa kagetnya Gaara saat melihat sosok Sakura yang sedang berdiri di depan pintu UKS.

"Sakura? Sejak kapan lo…" kata-kata Gaara terputus saat Sakura mengangkat telunjuknya ke depan mulutnya menandakan bahwa Gaara harus diam.

"Gue udah cukup lama sampai gue bisa denger semua omongan lo dan Sasuke!" kata Sakura dengan senyum yang miris dan juga dengan wajah yang basah karena air matanya tak sanggup ia tahan lagi. Gaara terdiam dengan menatap Sakura penuh kasihan. Gaara melepaskan jaketnya dan memakaikan jaket itu ke kepala Sakura.

"Ikut gue!" kata Gaara sambil merangkul pundak Sakura dan membawanya pergi menjauhi UKS. Gaara melepaskan jaketnya saat mereka sampai di taman belakang sekolah. Gaara menatap Sakura yang masih saja menangis. Ia menghapus air mata Sakura dengan telunjuknya.

"Lo tau, gue paling ga suka liat perempuan nangis apa lagi ia menangis karena lelaki!" kata Gaara agar Sakura berhenti menangis.

"Hiks… hiks…" ternyata sepetinya Sakura sulit untuk berhenti menangis. Gaara menghembuskan napasnya.

"Ok, gue tau lo nangis karena lo sedih kan? dan lo pasti ga percaya dengan semua ini kan? tapi, gue mohon lo harus kuat! Gue tau lo perempuan yang kuat kaya Matsuri!" kata Gaara berusaha menyemangati Sakura, tapi sia-sia saja karena Sakura masih tetap menangis.

"Ya udah, lo boleh pake punggung gue buat nangis! Inget, punggung aja ya, soalnya pelukan gue cuman buat Matsuri!" kata Gaara dengan pasrah. Mendengar itu, Sakura langsung memeluk Gaara dari belakang dan menangis sekencangnya di punggung Gaara.

"Huaaaa… Sasukeeee~"

===\(^O^)/\(^v^)/===

Kira dan Hinata meminum jus yang mereka pesan masing-masing sambil terduduk di bangku yang ada di kantin. Mereka berdua terlihat menikmati jus itu. Tiba-tiba saja Hinata berhenti meminum jus itu dan melihat ke sekelompok perempuan yang sepertinya sedang bergosip. Melihat itu, Kira menjadi ikut penasaran dengan apa yang sedang digosipkan oleh anak-anak itu.

"Eh tau anak baru yang namanya Shion ga?" kata salah satu perempuan itu.

"Oh iya, anak itu mirip banget ya sama Hinata!" kata yang lainnya lagi. Kira mulai menyadari kemana pembicaraan mereka. Ia melihat Hinata yang sepertinya sangat ingin tau kelanjutan obrolan anak-anak itu.

"Hinata, temani aku ke toilet yuk!" kata Kira dengan ekspresi yang sedang menahan buang air kecil itu.

"Tahan sebentar, aku masih mau denger!" kata Hinata tepat seperti dugaan Kira.

"Oh iya kalian denger ga yang katanya Naruto jadian sama Hinata itu gara-gara-"

"Kyaaaa~" teriak Kira dengan histeris dan membuat anak-anak tadi langsung terdiam bahkan ia seperti Miss Universe yang menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di kantin. Hinata melihat Kira dengan bingung.

"Kau kenapa?" kata Hinata yang mulai terlihat panik.

"Aku ngompol…" kata Kira bohong dengan pelan. Hinata melihat Kira dengan sweatdrop.

"Kenapa ga bilang dari tadi?" kata Hinata dengan perasaan bersalah.

"Aku udah berusaha bilang, tapi kamu nyuruh aku nahan padahal aku udah ga bisa nahan lagi!" kata Kira sambil memainkan jemarinya. Hinata menghembuskan napasnya pelan.

"Baiklah, aku antar kau ke toilet!" kata Hinata pasrah sambil berjalan keluar kantin diikuti Kira di belakangnya. Kira masih menatap anak-anak yang masih terdiam itu. Tak akan kubiarkan kalian bergosip seperti itu dan membiarkan Hinata mendengarnya! batinnya tanpa melepaskan pandangannya.

"Wah benar ya, Hinata mirip sekali dengan Shion!"

"Lihat benar-benar mirip, ya!"

"Jangan-jangan gossip itu benar lagi!"

Psssttt… pssstt… psssttt…

Hinata menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Kira. Kira sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan oleh Hinata. Ia menepuk pundak Hinata pelan.

"Jangan dipikirkan, ya!" kata Kira berusaha menenangkan Hinata yang sepertinya sangat penasaran kenapa semua orang melihatnya dan mengatakan ia mirip dengan Shion. Bahkan ia tak tau Shion itu siapa.

"Tapi aku sangat penasaran, apa yang sebenarnya mereka bicarakan? Aku sama sekali tak mengerti!" kata Hinata sambil melihat orang-orang yang sedang membicarakannya. Kira hanya bisa terdiam. Jika ia menjadi Hinata, mungkin ia juga akan penasaran. Tapi, ini berbeda. Hinata pasti akan sangat sakit hati mendengar kelanjutan dari omongan orang-orang itu.

"Hinata, aku ke kelas sebentar ya!" kata Kira sambil berlari meninggalkan Hinata yang masih terdiam di tempatnya.

"Lho? Bukannya tadi dia bilang mau ke toilet ya?" kata Hinata pada dirinya sendiri. Kira berlari menuju kantin. Ia membohongi Hinata yang mengatakan bahwa ia ingin ke kelas. Sesampainya di kantin, masih terlihat anak-anak yang sepertinya juga masih asik bergosip. Kira mendekati meja di mana mereka berkumpul.

"Ne, kalian!" panggil Kira saat tepat di depan meja mereka. Mereka menengok.

"Kenapa?" tanya salah satunya dengan rambut ikal sebahu dan dikuncir satu, Mio.

"Kalian mendapatkan gossip itu dari mana?" kata Kira tanpa basa basi.

"Gosip yang mana?" kali ini giliran seorang anak dengan rambut seperti Avril Lavigne, Rey.

"Itu yang kata Hinata mirip Shion dan Naruto jadian sama Hinata karena wajah mereka yang mirip!" kata Kira dengan kesal.

"Lho? Darimana kau tau itu? Bukannya tadi kau berteriak sebelum aku menyelesaikan kalimatnya tadi?" kata Omii dengan bingung.

"Sudahlah, kalian katakana saja dari mana kalian tau itu?" kata Kira dengan perempatan yang mulai muncul di wajahnya.

"Kita tau dari…"

===\(^O^)/\(^v^)/===

Hinata terbelalak saat mendengarnya. Ia menutup matanya dan menggelengkan kepalanya berharap agar ia salah dengar.

"Sepertinya memang benar Naruto jadian dengan Hinata karena wajahnya mirip dengan Shion, cinta pertamanya Naruto saat SMP!" terdengar sayup-sayup suara dari semua orang saat melihat Hinata lewat di koridor. Sejak tadi, sejak Kira meninggalkannya sendirian. Ia menjadi tau apa yang mereka semua bicarakan. Semua terdengar jelas oleh Hinata walaupun mereka berbicara sepelan mungkin.

"Ini pasti salah, ini pasti ga mungkin!" kata Hinata sambil menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya. Ingin rasanya ia menangis, tapi saat ini tak memungkinkan untuknya menangis.

Tap!

Ckrek!

"Wah, benar-benar mirip ya kalian ini!" kata Kana senang sambil melihat hasil jepretannya. Hinata mengangkat wajahnya yang tertunduk sejak Kira meninggalkannya tadi untuk melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Mata Hinata terbelalak saat melihat seorang perempuan dengan wajah yang sangat mirip dengannya, hanya saja warna rambut mereka berbeda. Bagaikan melihat bayangan di cermin. Hinata menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Inikah Shion? batin Hinata tak percaya.

"Wah, jadi kau yang bernama Hinata Hyuuga?" kata Shion dengan senyuman di wajahnya. Hinata hanya terdiam melihatnya dan mengangguk dengan pelan.

"Ya, aku Hinata Hyuuga!"

_To be continued_

Seina: Yo-Sha! Sepertinya di sini sudah di mulai hal yang paling kunantikan, yaitu semuanya terungkap! Ahahaha… sebenarnya tadinya ini untuk beberapa chap di depan, tapi setelah dipikir-pikir aku sangat malas jadi langsung saja pakai chap ini agar ficnya cepet kelar! Di sini belum ada Matsuri, jadi yang GaaMatsu FC harap sabar ya… mereka bakal nongol di chap depan dan perkiraanku fic ini akan sampai 10 chap aja! Inget baru perkiraan dan perkiraan bisa berubah sewaktu-waktu -.-b ternyata dua kali lipat dari Couple for Us!

Gaara: jadi endingnya gue ama Matsuri ato Kira?

Seina: udah ada di otak gue buat endingnya, tapi tak akan ku kasih tau!

Sasuke: terus gue jadi ama Hinata apa Sakura?

Naruto: gue sama Shion apa Hinata?

Seina: udah ku bilang ending sudah terancang dengan baik di otak, tapi ga akan aku kasih tau!

NaruSasuGaa: *ngeluarin kunai*

Seina: *pucet* e-eh? Selo aja mas! Oh iya, Naruto ayo kita ke fic My Senpai is My Classmate, Sasuke juga ke fic Uchiha's Holidays Story! Let's go capcus cyin~

Gaara: e-eh? Masa iya gue doang yang tetep disini? Argh, ya udah deh reviewnya di tunggu ya!