"Jadi lagu apa yang kita nyanyiin ntar?" kata si rambut merah.
"Kita bertiga kan? mending tentang persahabatan aja lagunya!" kata si rambut kuning.
"Aha! Lagu Arti Sahabat mau ga?" kata si rambut ayam mengusulkan. Mereka bertiga tersenyum dan mengangguk dengan yakin.
"Tapi, ntar kita juga nyanyi sendiri-sendiri ya?" kata si rambut kuning.
"Itu sih udah pasti!" kata si rambut merah dan rambut ayam kompak.
===\(^O^)/\(^v^)/===
Seorang perempuan berambut coklat panjang hanya bisa terdiam sambil menatap keluar jendela apartemennya. Menatap kosong kearah kamar yang berada tepat di depannya. Ia menggenggam hpnya dengan erat. Setelah menghembuskan napas, ia memutuskan untuk mengetik sebuah pesan. Sent. Ia kembali menatap kamar yang berada di depannya.
Drrrtt… drrrrttt…
Getaran dari hp yang ia genggam menandakan ada sebuah pesan balasan yang masuk.
From: Temari-nee
Baik, tunggu sebentar ya!
Perempuan itu menghembuskan napasnya lagi dan berjalan dengan lemas menuju kasurnya.
===\(^O^)/\(^v^)/===
Our Couple!
Desclaimer: Naruto punya Masashi Kishimoto, Our Couple punya Seina Hanagata.
Rate: T buat para remaja.
Genre: mungkin Friendship ama Romance dan sedikit Humor.
Warning: OC, OOC, AU, gaje, abal, asal-asalan bikin, typo sedikit buat jaga-jaga, dll. Tak suka, pergi aje dan jangan tinggalin flame! Suka, baca aje terus tinggalin review!
Summary: Konoha High School kedatangan murid baru yang langsung mengincar Gaara dan membuat Matsuri kelabakan, Sasuke ternyata di jodohkan dengan Hinata oleh ortunya dan Naruto yang ke datangan teman lamanya yang ternyata menyukai Naruto dari dulu! Apa yang akan mereka lakukan? Berhasil apa enggak mereka mempertahankan hubungannya? Sekuel dari Couple for Us! Check it out aje ye!
"Relakan ia, meskipun harus ku terima rasa sakit yang teramat sangat ini,"
===\(^O^)/\(^v^)/===
_Chap: 8_
Ting tong!
Kira terdiam menatap langit-langit kamarnya. Suara bel yang berbunyi menandakan seseorang tengah mengunjungi kamarnya.
Ting tong! Ting tong!
Terlihat jelas bahwa orang itu mulai kesal karena Kira tidak juga membukakan pintu. Kira terbangun dan berjalan membukakan pintu dengan malas. Terlihat seorang perempuan dengan rambut pirang yang dikuncir empat, Temari dengan wajah kesal.
"Bisakah kamu lebih cepat sedikit?" kata Temari begitu melihat Kira yang terlihat sangat kacau dengan rambut yang agak acak-acakan dan baju yang terlihat kusut. Entah apa yang sedang terjadi padanya.
"Kamu ga apa-apa, Kira?" kata Temari sedikit khawatir saat melihat Kira secara keseluruhan. Kira mengangguk pelan dan mempersilahkan Temari untuk masuk.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" kata Temari saat duduk sambil menatap Kira yang sedang membuatkan minuman.
"Ini tentang Gaara dan Matsuri," kata Kira pelan sambil memberikan Temari minuman yang dibuatnya.
"Jadi, hanya karena itu kamu sampai terlihat kacau seperti ini?"
"Iya, aku… aku sepertinya tidak ingin mengganggu hubungan mereka lagi. Aku tidak mau menjadi yah kamu tau,"
"Lalu apa maumu sekarang?"
"Aku hanya ingin mengakhiri semuanya. Aku tidak ingin mengganggu mereka lagi,"
"Hahahaha…. Kenapa tiba-tiba begini?"
"Entahlah, aku merasa tidak enak aja sama mereka,"
"Tapi kamu harus melanjutkannya sampai akhir!"
"Eh? Ke-kenapa?"
"Karena aku ingin tau apa Matsuri benar-benar menyukai Gaara atau tidak! Onegai, Kira hanya kamu yang bisa melakukan ini! aku janji aku tak akan meminta apapun lagi darimu!"
Kira terdiam cukup lama. Sebenarnya tidak tega juga melihat Temari yang memohon kepadanya, tapi apa yang harus ia lakukan? Kira melirik Temari lagi. Temari masih saja menunjukkan wajah yang sangat berharap Kira akan mengatakan iya. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Kira mengangguk pelan.
"Ini yang terakhir ya, Temari-nee," kata Kira pelan yang dijawab anggukan oleh Temari.
"Arigato, Kira!"
===\(^O^)/\(^v^)/===
Konoha High School terlihat cukup ramai pada bagian kantin karena memang sekarang adalah jam istirahat. ada yang sedang antri memesan makanan dan ada yang sedang berebut tempat maupun yang lainnya. Selain itu, terlihat banyak anak yang sedang bermain di lapangan juga.
Tap tap tap…
Seorang perempuan dengan rambut pink, Sakura berjalan pelan menuju UKS. Tempat dimana ia bisa melepaskan apapun yang ia rasakan. Saat ingin memasuki UKS, Sakura melihat seseorang yang sudah tidak asing lagi baginya.
"Kira!" panggil Sakura sambil melambaikan tangannya saat melihat Kira tak jauh dari UKS. Kira menengok dan menghampiri Sakura.
"Ya? Kenapa?"
"Mmm… kayanya gue akan mengatakannya sekarang!"
"Mengatakan apa?"
"Itu tentang perjodohan Sasuke dan Hinata. Gue akan membicarakan hal itu sekarang juga bersama Sasuke. Mungkin hari ini adalah akhir dari kisah cinta antara gue dan Sasuke,"
"HEH?" Kira tak kuasa menunjukkan rasa kagetnya saat mendengar kata-kata Sakura tadi.
"Sudahlah Kira, gue ga apa-apa kok! Tapi, mungkin nanti gue bakal nangis. Mau ga lo hibur gue saat gue nangis nanti?"
"Pasti! Aku siap kapanpun kamu membutuhkanku! Aku pergi dulu ya, semangat Sakura!" kata Kira sambil pergi menjauhi Sakura yang langsung masuk ke dalam UKS. Kira berhenti berjalan dan menengok kearah UKS. Keringat mulai keluar membasahi wajahnya. Kini terlihat sangat jelas jika ia mengkhawatirkan Sakura.
Plak!
Kira menampar wajahnya sendiri. Ia menggelengkan kepala.
"Sudahlah, jika ini yang terbaik untuknya, aku ga bisa mencegahnya kan? lagi pula sudah cukup jauh aku ikut campur urusannya!" kata Kira sambil kembali berjalan. Kira berjalan dengan cukup cepat untuk sampai ke kelasnya. Saat menaiki tangga, Kira berpapasan dengan Matsuri. Kira tetap berjalan tanpa henti sedangkan Matsuri berhenti dan menengok kearah Kira yang mulai tak terlihat lagi.
"Kira…" kata Matsuri pelan masih tetap menatap tempat terakhir kali Kira terlihat. Tiba-tiba terlintas semua saat Gaara bersama Kira di benak Matsuri bagaikan sebuah film yang di putar ulang kembali. Saat Kira memberikan sapu tangan pada Gaara, saat Kira dan Gaara tertawa bersama, saat Kira pulang bareng Gaara juga. Matsuri menutup mulutnya dan langsung berlari dengan cepat menuruni tangga. Mungkinkah Gaara benar-benar menyukai Kira? batin Matsuri sambil terus berlari.
Bruk!
Karena ga memperhatikan jalan, Matsuri menabrak seseorang sampai terjatuh. Matsuri membuka mata untuk melihat siapa yang ia tabrak. Terlihat seorang perempuan yang tengah merintih kesakitan. Matsuri mengusap air matanya yang hampir saja jatuh untuk melihat lebih jelas lagi siapa yang ia tabrak.
"Duh, Matsuri! Kalo lari liat-liat dong!" omel perempuan berambut pirang yang dikuncir empat, Temari sambil mengulurkan tangan dan menolong Matsuri berdiri.
"Gomennasai, Temari hehehe…" kata Matsuri berusaha untuk tetap seperti biasanya. Temari menarik wajah Matsuri dengan paksa.
"Lo kenapa?" kata Temari tanpa melepaskan wajah Matsuri. Matsuri menggeleng pelan.
"Bohong! Lo kenapa? Pasti ada sesuatu kan?" kata Temari semakin keras dan melepaskan wajah Matsuri. Matsuri menundukkan kepalanya dan terdiam.
"Kok lo malah mengheningkan cipta sih? Lo kena-"
Greb!
Hiks… hiks… hiks…
"E-eh lo kenapa sih?" kata Temari kebingungan saat Matsuri memeluknya dan menangis di pelukannya. Matsuri melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya yang sudah membasahi wajahnya dan juga membasahi seragam Temari.
"Gue… gue mau tau apa lo tau tentang Gaara dan Kira?" kata Matsuri pelan namun masih bisa terdengar oleh Temari.
"Eh?" kata Temari dengan bingung karena kata-kata dari Matsuri tadi. Matsuri mengangguk dengan yakin.
"Ya, gue yakin lo tau sesuatu tentang Gaara dan Kira!" kata Matsuri lagi dengan agak lebih kencang. Temari tersenyum saat mendengarnya.
"Baiklah, akan gue ceritain apa yang gue tau!" kata Temari sambil menarik tangan Matsuri dan membawanya ke taman belakang sekolah. Saat sampai disana, Temari memilih bangku di dekat kolam yang terlihat sangat menyejukkan. Tanpa mereka sadari, ternyata di dekat mereka ada Sasuke, Gaara dan Naruto yang sedang asik bercanda.
"Eh eh itu Temari sama Matsuri!" kata Naruto sambil menyiku lengan Gaara. Gaara menengok kearah yang ditunjukkan Naruto.
"Ah biarin aja, paling ngomongin masalah perempuan!" kata Gaara sambil bersandar pada bangku yang ia duduki.
Drrrttt… drrrttt…
Sasuke merasakan hpnya bergetar. Dengan cepat ia keluarkan hpnya dan membaca pesan singkat yang masuk.
From: Sakura
Sas, bisa ke uks sebentar? Ada yg mau gue omongin.
Sasuke memiringkan kepalanya tanda ia bingung dengan yang ia baca. Sasuke menggaruk kepalanya yang ga gatel itu dan membalas pesan Sakura dengan cepat.
From: Sasuke
Ya, tunggu sebentar.
Sent. Sasuke menghembuskan napasnya dengan berat dan berdiri. Gaara dan Naruto terdiam saat melihat Sasuke berdiri.
"Lo mau ngapain?" kata Naruto terlihat dengan bingung.
"Mau ke UKS! Ga tau deh Sakura mau ngomong sesuatu kayanya!" kata Sasuke juga terlihat bingung sambil berjalan pelan menjauhi Gaara dan Naruto.
"E-eh, tunggu! Kita ikut!" kata Gaara sambil menarik tangan Naruto dan berlari kecil untuk menyusul Sasuke. Sasuke berjalan dengan agak cepat. Gaara dan Naruto semakin bingung dengan sikap Sasuke. Naruto menepuk pundak Sasuke sampai Sasuke berhenti.
"Lo kenapa, Sas? Ga biasanya lo kaya gini!" kata Naruto dengan asal namun benar. Ya, Sasuke jarang sekali terlihat seperti itu. Entah apa yang sedang terjadi.
"Gue… gue punya perasaan ga enak! Feeling gue bilang bakal ada hal buruk yang terjadi sama gue!" kata Sasuke menjelaskan. Gaara menggelengkan kepalanya.
"Mending lo tenangin diri lo dulu!" kata Gaara sambil memegang pundak Sasuke juga. Sasuke menggelengkan kepalanya dan melepaskan tangan Naruto dan Gaara yang memegangi pundaknya.
"Ga bisa! Udah ya, gue duluan!" kata Sasuke sambil berlari cepat menuju UKS meninggalkan Gaara dan Naruto yang masih terdiam di tempatnya.
"Naruto!" panggil Shion saat melihat Naruto. Shion berlari mendekati Naruto.
"Kenapa?" kata Naruto dengan bingung.
"Bisa ngomong sebentar ga?" kata Shion dengan napas yang terengah-engah. Gaara menghembuskan napasnya berat.
"Yo, Naruto! Gue ke kelas duluan ya!" kata Gaara sambil berjalan meninggalkan Naruto dan Shion. Gaara berjalan dengan pelan sambil menendang apapun benda yang ada di depannya.
Duk!
Klang!
"Ittai!" rintih seorang perempuan karena terkena kaleng yang ditendang Gaara tadi. Gaara terdiam dan menepuk jidatnya.
"Lo ga apa-apa, Hinata?" kata Gaara sambil berlari kecil mendekati Hinata yang ternyata terkena kaleng yang ditendang Gaara. Hinata menggeleng pelan dan tersenyum kecil sambil memegang kepalanya yang terkena kaleng tadi.
"Ga apa-apa kok, Gaara!" kata Hinata pelan seperti biasanya.
"Yakin?" kata Gaara takut Hinata kenapa-kenapa dan juga takut dihajar Naruto karena Hinata masih berstatus pacarnya dan juga takut dihajar Sasuke karena Hinata juga berstatus sebagai tunangannya. Hinata mengangguk yakin dan tersenyum lagi.
"Iya, aku yakin kok! Aku pergi dulu ya!" kata Hinata sambil berlari kecil meninggalkan Gaara yang masih terdiam. Gaara menghembuskan napasnya dengan berat dan kembali berjalan dengan pelan menuju kelasnya. Ga membutuhkan waktu lama untuk Gaara sampai ke kelas, sekarang ia sudah berdiri tepat di depan pintu kelasnya. Gaara bersiap membuka pintu kelas dengan lemas.
Cklek!
Gaara membatu di tempatnya saat pintu sudah dibuka lebih dulu oleh Kira.
"Gaara?" kata Kira sambil melambaikan tangannya tepat di depan wajah Gaara. Gaara menggelengkan kepalanya dan menurunkan tangannya yang tadinya ingin membuka pintu.
"Kenapa?" kata Gaara sambil balik menatap Kira. kira tersenyum dan keluar dari kelas.
"Mau ikut ga?" kata Kira masih tetap dengan senyumannya.
"Kemana?" kata Gaara bingung. Kira menatap Gaara tanpa menghilangkan senyumannya.
"Ke…."
Hyuuusss…
Angin berhembus cukup kencang membuat rambut Kira bergerak-gerak. Kira memegang rambutnya dan merapihkannya dengan lembut. Gaara terpaku melihat Kira yang saat ini entah kenapa menjadi cantik. Semburat merah mulai mewarnai wajah Gaara tanpa sadar. Gaara merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Tidak mungkin dia menyukai Kira kan? secara dia sudah punya Matsuri.
"Kemana?" kata Gaara mengulangi pertanyaannya. Kira membalikkan badannya dengan tangan kanan yang ia angkat.
"Kemana…. Kemana… kemanaaaa…." Kata Kira dengan nada lagu Alamat Palsu sambil goyang gayung. Oke, itu cukup membuat Gaara yang tadinya sempat terpesona sama dia jadi agak-agak illfeel. Gaara sweatdrop ngeliat Kira yang kaya gitu. Dan sepertinya Kira baru kali ini melakukan hal gila seperti itu.
"Ki-Kira?" panggil Gaara dengan tampang sweatdrop. Kira menengok dan kembali stay cool.
"Ah maaf, kita ke sini nih!" kata Kira sambil menunjuk hidungnya. Gaara menganga lebar sampai para biju bisa memasukinya. Gaara jawdrop kali ini.
Gubrak!
"Eh? Lho? Gaara kenapa?" teriak Kira panik saat Gaara tergeletak tak berdaya di hadapannya.
===\(^O^)/\(^v^)/===
Tok tok tok…
Sasuke mengetuk pintu UKS dengan perasaan yang tak menentu. Sakura membukakan pintu dan membiarkan Sasuke masuk.
"Ada apa?" kata Sasuke tanpa basa-basi lagi.
"Sasuke, kita putus ya?" kata Sakura sambil tersenyum. Senyuman yang sangat dipaksakan olehnya. Sasuke terdiam.
"Eh? Bisa ulangin ga?" kata Sasuke berharap ia salah dengar tadi.
"Gue bilang kita putus!" kata Sakura dengan lebih keras.
Jder!
Kata-kata Sakura tadi bagaikan petir yang langsung menyambar tubuh Sasuke. Sasuke merasakan tubuhnya melemas. Jadi ini firasat buruk yang gue rasain dari tadi? batin Sasuke sambil menutup wajahnya.
"Ke-kenapa?" kata Sasuke berusaha agar ia tak menangis. Jujur saja, ini sangat mendadak untuk Sasuke yang mencintai Sakura.
"Karena gue ga mau jadi penghalang antara lo dan Hinata!"
"Maksud lo apa?"
"Lo ga usah bohongin gue lagi, gue udah tau kalo lo tunangan kan sama Hinata?"
"Tapi gue bisa batalin perjodohan itu! gue tinggal bilang ke semua orang kalo gue udah punya pacar, gue punya lo! Dengan begitu mereka ga akan jodohin gue sama siapapun!"
"Ga! Lo ga boleh batalin perjodohan itu! lagi pula Hinata emang lebih cock sama lo! Dia jauh lebih baik dari pada gue!"
"Lo ga bisa bilang kaya gitu! sampai kapanpun lo yang terbaik buat gue!"
"Maaf, Sasuke! Gue udah ga bisa jadi pacar lo lagi, gue ga pantes jadi pacar lo! gue harap lo bisa bahagia dengan Hinata… gue hiks… gue rela kok!" kata Sakura sambil menahan tangis yang mungkin sudah pecah. Sakura berlari keluar UKS, tapi tangan Sakura ditarik oleh Sasuke.
"Gue ga akan biarin lo putusin gue!" kata Sasuke dengan suara yang sedikit bergetar.
"Lepas! Gomennasai, kita putus sekarang!" kata Sakura sambil melepaskan tangan Sasuke dan berlari meninggalkannya terdiam. Sasuke menarik tangannya yang tadinya memegang tangan Sakura. mungkin itu terakhir kalinya ia memegang tangan Sakura. Tanpa ia sadari, air mata mengalir membasahi wajahnya. Sasuke membiarkan air mata itu mengalir tanpa menghapusnya. Ia berusaha tersenyum, tapi sepertinya tidak bisa.
Hiks… hiks… hiks…
"Lo tau, Sakura? Cuma lo yang bisa bikin gue nangis sampe kaya gini!" kata Sasuke entah pada siapa sambil menutup wajahnya.
"Sakuraaaaaa…" teriak Sasuke sekencang yang ia bisa.
===\(^O^)/\(^v^)/===
"Yang gue tau, Kira itu tipe kesukaan Gaara waktu SMP dulu," kata Temari sambil tersenyum kecil.
"Eh?" kata Matsuri dengan kaget saat mendengar kata-kata Temari.
"Iya, tapi ga usah dipikirin! Toh itu kan waktu dulu! udah ya, gue pergi duluan!" kata Temari sambil meninggalkan Matsuri sendirian dan terdiam dalam sepi. Tiba-tiba Matsuri teringat wajah Kira dan juga Gaara yang sedang tertawa bersama. Matsuri menggelengkan kepalanya pelan.
"Gaara kan pacar gue, jadi dia sukanya sama gue bukan Kira!" kata Matsuri cukup keras sambil berdiri dan berjalan meninggalkan taman belakang sekolah, tapi tiba-tiba ia melihat dua orang yang sangat dikenalnya sedang tertawa senang. Seorang lelaki dengan rambut merah terang dan seorang perempuan dengan rambut coklat panjang.
Glek!
Matsuri menelan ludahnya saat melihat kedua orang itu yang tak lain, tak bukan dan tak salah lagi adalah Gaara dan Kira. Sepertinya mereka baru saja datang kesana. Matsuri kembali duduk dan mengintip mereka dari tempatnya. Rasanya tenggorokan Matsuri tertahan sesuatu sehingga ia tak bisa mengatakan apapun lagi. Biasanya ia akan berteriak kan? tapi, entah kenapa kali ini sepertinya ia ga bisa melakukan hal itu.
"Jangan-jangan Gaara benar-benar menyukainya? Lalu apa aku harus merelakan Gaara agar dia bahagia bersama Kira?" kata Matsuri dengan sedikit bergetar tanpa melepaskan pandangannya pada kedua orang itu.
===\(^O^)/\(^v^)/===
"Naruto masih suka sama Shion ga?" kata Shion sambil memegang tangan Naruto. Naruto terlihat cukup kaget dengan sikap Shion.
"Maksud lo?"
"Iya, apa Naruto masih suka aku apa ga? Dulu waktu SMP Naruto suka kan sama aku, sekarang apa Naruto masih suka aku?"
"Eh, gue…"
"Jawab Naruto!"
Deg deg!
Tanpa mereka sadari, sedari tadi Hinata mendengarkan obrolan mereka berdua. Tapi, Hinata hanya bersembunyi dibelakang tembok yang ada. Ingin rasanya Hinata keluar dari tempat persembunyiannya dan menarik Naruto kabur dari Shion, tapi ia ingin tau apa jawaban Naruto? Siapa yang akan dipilih Naruto? Hinata atau Shion?
"Gue…" kata Naruto sedikit ragu. Hinata membuka telinganya agar ia tidak salah dengar nantinya.
"Gue emang suka lo…." lanjut Naruto dengan cukup pelan. Shion tersenyum kecil mendengarnya. Hinata menutup mulutnya ga percaya dengan apa yang ia dengar. Jadi benar Naruto jadian denganku karena aku mirip Shion? batin Hinata. Air mata mulai mengalir membasahi wajah Hinata. Hinata menghembuskan napasnya berat dan berlari meninggalkan tempat persembunyiannya. Ia tak sanggup jika mendengar apa yang mereka bicarakan lagi.
"… tapi sayangnya itu dulu karena sekarang cuman ada Hinata di hati gue!" lanjut Naruto dengan yakin sambil tersenyum senang. Senyuman yang ada di wajah Shion menjadi hilang seketika dan berganti dengan air mata.
"Maaf, Shion! sekarang lo udah bener-bener hilang dari hati gue! Makasih ya karena lo udah menyukai gue sampai sekarang!" kata Naruto sambil memeluk Shion dan membiarkan nya menangis di pelukan Naruto.
_To be Continued_
Seina: yey! Akhirnya kita sampai pada chap ini! ini chap yang paling ku nantikan lho muehehehehe… yap, chap ini sengaja agak kupanjangin biar makin sesuatu! Nyahahaha maaf ya baru sempet update karena aku baru sembuh. Ini aja ngerjainnya cuman 1 hari bayangin dah! Aku ini udah kaya dikejer-kejer Celty *lho?* maaf curcol readers hehehe… 1 hal yang pasti fic ini mendekati tamat! Yey! Akhirnya akan tamat juga ini fic! Dan inilah dia yang akan main di fic ini Dark Hazel Miki-desu buat yang memiliki penname seperti itu harap kirim 1 OC ke PM ato Fb ato Twitter ato no hpku key? Liat di propil aja ya… hehehe…
Sasuke: gila! *getok Seina* masa iya gue nangis disini? yang bener aja? Image gue ancur di depan para readers tau!
Seina: *megang pala* biarin! Disini kan gue yang berkuasa! Muehehehe *devil laugh*
Gaara: masa iya gue kaya orang apa tau ampe cengo ngeliatin Kira *lempar sendal ke Seina*
Seina: biarin napa biarin kali-kali lo jadi begitu! Nyahahaha *devil laugh*
Sasuke: yang dapet peran bagus di fic ini cuman Naruto! *bisik-bisik*
Gaara: iya, dia keliatan gentle banget! Ga adil! *bisik-bisik*
Naruto: wooo sirik bilang woy! Ah udahlah, yang penting bersediakah kalian mereview fic ini? klik review please…
