Seorang gadis dengan rambut dark blue panjang berlari sekencang yang ia bisa dengan air mata yang mengalir membasahi wajahnya itu. Ia terus berlari tanpa melihat orang-orang yang melihatnya dengan bingung. Ingin rasanya ia berteriak sekencang mungkin agar semua orang tau bahwa saat ini ia sedang sedih. Bahwa ia merasakan sakit yang teramat sangat dihatinya.

Bruk!

"Go-gomennasai…" kata gadis itu sambil berdiri dan masih tetap tertunduk saat ia menyadari bahwa ia telah menabrak seseorang.

"Daijobu. Itu juga salah gue yang ga liat-liat jalan!" kata seorang lelaki dengan suara yang terisak. Gadis itu menghapus air matanya dan menatap lelaki yang masih berdiri di depannya itu. Seorang lelaki yang sangat dikenalnya.

"Sasuke? Daijobu?" kata gadis itu saat melihat wajah lelaki berambut seperti ayam itu yang sepertinya habis menangis karena matanya terlihat sembap. Lelaki itu hanya menggelengkan kepalanya pelan.

"Sasuke… aku-"

Greb!

Lelaki berambut seperti ayam itu memegang kedua lengan gadis itu dengan erat sambil menatapnya tajam. Gadis itu hanya terdiam mematung dengan apa yang dilakukan oleh lelaki itu.

"Hinata, gue mohon lo mau jadi tunangan gue! Jadi tunangan gue dengan serius!" kata lelaki itu tanpa melepaskan tangannya dan masih terus menatap gadis itu tajam.

"Eh?"

===\(^O^)/\(^v^)/===

Our Couple!

Desclaimer: Naruto punya Masashi Kishimoto, Our Couple punya Seina Hanagata.

Rate: T buat para remaja.

Genre: mungkin Friendship ama Romance dan sedikit Humor.

Warning: OC, OOC, AU, gaje, abal, asal-asalan bikin, typo sedikit buat jaga-jaga, dll. Tak suka, pergi aje dan jangan tinggalin flame! Suka, baca aje terus tinggalin review!

Summary: Konoha High School kedatangan murid baru yang langsung mengincar Gaara dan membuat Matsuri kelabakan, Sasuke ternyata di jodohkan dengan Hinata oleh ortunya dan Naruto yang ke datangan teman lamanya yang ternyata menyukai Naruto dari dulu! Apa yang akan mereka lakukan? Berhasil apa enggak mereka mempertahankan hubungannya? Sekuel dari Couple for Us! Check it out aje ye!

"Siapa yang sebenarnya ku cintai? Dia atau dia? Bahkan hatiku tidak bisa menjawabnya,"

===\(^O^)/\(^v^)/===

_Chap: 9_

Ckrek!

"Apa aku ga salah denger tadi?" kata Kana yang sedang bersembunyi di balik tembok yang ada karena takut ketauan oleh guru-guru di Konoha High School sehingga ia akan di kembalikan ke gedung Konoha Junior High-tempat seharusnya ia bersekolah dan berkeliaran, tapi karena rasa ingin taunya yang besar ia selalu pergi ke gedung Konoha High School.

"Sasuke-senpai dan Hinata-senpai tunangan?" ulang Kana sambil berusaha berpikir keras. Kana menyandarkan tubuhnya di tembok, tapi tiba-tiba seseorang mengalihkan perhatiannya. Mata Kana membesar saat melihat seorang lelaki dengan rambut pirang yang jabrik berjalan dengan cepat kearah Sasuke dan Hinata.

"I-itu kan Naruto-senpai?" kata Kana setengah berteriak sambil terus melihat apa yang akan terjadi. Naruto berhenti saat sampai di tempat yang ga begitu jauh dari Sasuke dan Hinata.

Prok… prok… prok…

Sasuke dan Hinata menengok ke sumber suara. Seketika itu juga, ekspresi wajah mereka berdua berubah saat tau orang yang bertepuk tangan tadi adalah Naruto. Dengan cepat, Sasuke melepaskan tangannya yang sedari tadi memegang lengan Hinata. Naruto berjalan pelan kearah Sasuke. Sasuke hanya terdiam di tempatnya.

Bugh!

"Kyaaa!" Hinata berteriak saat melihat tonjokan dari Naruto yang dengan mulus mendarat di wajah Sasuke sampai ia terjatuh. Sasuke memegang wajahnya dan mengelap bibirnya yang mulai mengeluarkan darah.

"Gue ga nyangka ya ternyata lo kaya gini!" teriak Naruto cukup keras. Sasuke menatapnya dengan bingung sedangkan Hinata terpaku di tempatnya. Tak tau apa yang harus ia lakukan.

"Apa maksud lo?" kata Sasuke sambil berusaha untuk berdiri.

Gret!

"Lo ternyata tunangan sama Hinata? Lo anggap gue apa slama ini? lo pengkhiatan, Sas!" kata Naruto sambil mencengkram kerah seragam Sasuke.

Bugh!

Lagi-lagi satu tonjokan dengan mulus mendarat diwajah Sasuke dan membuatnya kembali terjatuh. Hinata hanya bisa terduduk melihat apa yang terjadi di depannya. Tidak mungkin ia melerainya. Siapa yang akan ia bela? Naruto atau Sasuke? Bahkan saat ini ia sangat bingung dengan hatinya.

"Lo… lo sendiri anggap Hinata apa?" teriak Sasuke dengan suara yang sedikit serak sambil menatap tajam Naruto tanpa berusaha untuk berdiri karena tubuhnya sudah sangat lemas akibat dari dua tonjokan Naruto yang ia terima.

"Sejak Shion dateng lo itu nyuekin Hinata! Apa lo tau itu, hah? Lo anggap Hinata apa?" kata Sasuke sambil bersusah payah berdiri dan berlari kearah Naruto yang menatap Sasuke dengan tajam juga.

Bugh!

Naruto terjatuh saat menerima tonjokan dari Sasuke yang dengan sukses mendarat do perutnya.

"Lo juga… lo anggap apa Sakura? pantes aja gue udah jarang liat Sakura bareng sama lo, ternyata itu karena lo duain dia! Dan gue rasa dia jauh lebih kecewa sama lo dari pada gue kalo dia tau lo udah tunangan sama Hinata!" kata Naruto ga mau kalah dari Sasuke. Hinata masih terdiam di tempatnya. Tubuhnya mulai bergetar melihat perkelahian kedua orang lelaki yang dikenalnya itu hanya karena dirinya. Ia merasakan tubuhnya mulai melemas karena melihat Naruto dan Sasuke yang saling mendaratkan tonjokannya. Kana melepaskan pandangannya dari kamera yang ia pegang dan ia pakai untuk memotret semua kejadian antara Sasuke dan Naruto. Karena keadaan semakin gawat, tanpa pikir panjang ia berlari dan berharap menemukan seseorang yang bisa membantunya.

"Gaara-senpai!" teriak Kana saat melihat seorang lelaki berambut merah ngejreng yang sedang duduk di salah satu bangku taman belakang sekolah bersama seorang gadis berambut coklat panjang. Tapi, Kana tidak ambil pusing dengan gadis yang duduk bersama Gaara itu. Ia langsung berlari kearah Gaara lebih cepat lagi.

"Kana? Kenapa lo disini?" kata Gaara dengan bingung. Kana menatap Gaara sambil berusaha mengatur napasnya yang terengah-engah.

"Na-Naruto-senpai hosh hosh… sa-sama Sasuke-senpai…" kata Kana masih berusaha mengatur napasnya.

"Mereka kenapa?" kata Gaara penasaran.

"I-ini…" kata Kana sambil memberikan kameranya yang memotret semua kejadian antara Naruto dan Sasuke. Gaara mengambilnya dan melihat-lihat gambar yang ada.

"Jangan-jangan Naruto udah tau…" kata Kira pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Gaara dan juga Kana. Gaara terdiam dan kemudian menatap Kana.

"Apa lo denger mereka kaya gini gara-gara apa?" kata Gaara dengan tatapan yang serius. Kana mengangguk dengan yakin.

"Mereka rebutan Hinata-senpai yang ga lain adalah pacar Naruto-senpai dan ternyata juga tunangan Sasuke-senpai. Itu kesimpulan yang aku dapat," kata Kana menjelaskan apa yang ia dengar tadi. mendengar itu, Gaara langsung berlari kencang.

"Gaara, mau kemana kamu?" kata Kira sambil berdiri dan mengembalikan kamera milik Kana.

"Ke tempat mereka berantem!" jawab Gaara dari kejauhan.

"Emang Gaara-senpai tau tempatnya dimana?" seperti bisa membaca pikiran Kira, Kana berkata sambil mengalungkan kameranya. Gaara menggelengkan pelan kepalanya.

"Emang dimana?" kata Gaara sambil menggaruk kepalanya yang ga gatel itu.

Gubrak!

Kira dan Kana langsung terjatuh saat mendengar kata-kata Gaara.

===\(^O^)/\(^v^)/===

Sakura terdiam sambil memainkan rambutnya yang sedikit bergerak karena tertiup angin. Ia tak peduli dengan orang-orang yang berlarian karena terjadi sebuah keributan. Ia berusaha untuk tetap tenang di tengah keributan yang ada.

"Sakura…" panggil seorang gadis dengan rambut coklat pendek. Sakura menengok dan tersenyum kecil.

"Iya, ada apa, Matsuri?" kata Sakura sambil terus menatap Matsuri.

"Lo ga ke tempat Sasuke?"

"Buat apa? toh bukan gue yang diributin kan? lagian juga mereka begitu karena Hinata, jadi gue ga mau ikut campur,"

"Lo sedih?"

"Buat apa sedih? Sasuke kan bukan pacar gue lagi,"

"Bohong! Gue tau kalo lo sebenernya mau nangis kan? lo sebenernya belum bisa ngelepasin Sasuke! Ngaku aja,"

Sakura menundukkan kepalanya sesaat. Ia merasakan air matanya bersiap untuk keluar lagi, tapi ia menahannya. Sakura kembali menatap Matsuri yang berdiri di depannya. Ia tersenyum kecil.

"Apa ada gunanya kalo gue nangis? Apa dia bakal balik jadi milik gue kalo gue nangis?" Sakura mulai merasakan air matanya udah ga bisa ia tahan lebih lama lagi dari ini.

"Hiks… gue… gue cuman mau bikin Sasuke bahagia… hiks…" kata Sakura ditengah tangisannya. Matsuri tersenyum dengan miris. Ia tau apa yang dirasakan oleh Sakura saat ini. Perasaan Sakura sama seperti perasaannya yang juga ingin membuat Gaara bahagia walau ia harus merasakan sakit yang teramat sangat.

"Gue tau apa yang lo rasain karena gue juga ngelemin hal yang sama, jadi nangis aja sebisa lo biar lega!" kata Matsuri sambil memeluk Sakura yang menangis semakin kencang.

===\(^O^)/\(^v^)/===

Bugh!

Dhuak!

Pukulan demi pukulan terus mereka daratkan di tubuh lawannya yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Mereka ga peduli orang-orang yang mulai berkumpul melihat perkelahian antara mereka yang sangat limited edition itu. Ga ada satu orangpun yang bisa memisahkan mereka berdua. Bahkan mereka juga ga peduli dengan wajah mereka yang mulai mengeluarkan darah.

"Udah cukup! Kalian berdua berhenti!" teriak Hinata sekuat tenaga, tapi sepertinya sia-sia karena mereka masih terus saling menonjok. Hinata berdiri dan bersiap untuk menerima tonjokan nyasar saat ia memisahkan keduanya.

"Jangan!" kata Kira yang baru aja dateng sambil memegang tangan Hinata.

"Bisa bahaya kalo kamu yang misahin, jadi kamu disini aja ya!" lanjut Kira sambil menarik Hinata ke tempat yang lebih jauh dari arena pertarungan antara Naruto vs Sasuke. Hinata memeluk Kira saat itu juga sambil terus menangis.

"Untunglah kamu datang," kata Hinata sambil menangis di pelukan Kira. kira tersenyum kecil dan mengelus rambut Hinata. Kira menatap Gaara yang sedang berjalan kearah Sasuke dan Naruto. Semoga Gaara bisa misahin… batin Kira.

"Berhenti!" teriak Gaara sambil berusaha memisahkan, tapi Naruto dan Sasuke masih aja berusaha menendang satu sama lain. Gaara menghembuskan napasnya berat.

"GUE BILANG BERHENTI!" teriak Gaara lebih kencang dari sebelumnya. Naruto dan Sasuke langsung terdiam. Ya, memang seperti ini jika mereka berdua sedang berantem. Pasti hanya Gaara seorang yang bisa memisahkan mereka. Dari mereka kecil sampai sekarang sama sekali ga berubah.

"Lo berdua kaya anak kecil banget sih! Inget umur dong! Lo berdua tuh udah SMA! Masa iya masih berantem kaya gini sih?" omel Gaara saat itu juga. Sasuke dan Naruto hanya bisa mengheningkan cipta. Kalo mereka mengeluarkan satu kata aja, bisa-bisa sebuah bogem besar mendarat dari Gaara.

"Naruto duluan yang mulai!" kata Sasuke dengan kesal. Ga peduli lagi dengan apa yang akan dilakukan oleh Gaara selanjutnya.

"Kok gue? Lo duluan! Wajar aja kalo gue nonjok lo!" kata Naruto ga mau kalah.

"Lo tuh blablablabla…"

"Lo yang blablabla…."

Gaara mulai sangat kesal dengan dua orang yang ada di depannya ini yang masih saja adu mulut. Beberapa perempatan mulai terlihat menghiasi wajah Gaara. Mereka berdua ini selalu aja ga ada yang mau ngalah… batin Gaara. Ia menghembuskan napasnya lagi sambil mengepal kedua tangannya.

Dhuak!

"Bukannya udah gue bilang berhenti? Kalo gitu lo berdua harus bener-bener berhenti bukannya malah ganti jadi adu mulut!" kata Gaara dengan cukup keras setelah menjitak keduanya dengan cukup keras juga.

"Lo ga ngerti masalahnya, Gaara!" kata Naruto dengan cukup keras.

"Gue mohon kali ini jangan pisahin gue sama Naruto. Ini ga sama kaya waktu dulu, Gaara!" kali ini giliran Sasuke, tapi dengan cukup pelan. Gaara terdiam mendengarnya.

"Tapi ga kaya gini juga caranya! Lo beruda kan bisa ngomongin baik-baik," kata Gaara berusaha untuk tenang. mereka berdua menggeleng.

"Cuma ini satu-satunya cara…" kata Naruto.

"Yang bisa kita lakuin!" lanjut Sasuke.

===\(^O^)/\(^v^)/===

Jreng… jreng… jreng…

"Kau adalah tempatku membagi kisahku… kau sempurna jadi bagian hidupku apapun kekurangmu…" Gaara terus menyanyikan lagu Arti Sahabat sambil meminkan gitarnya. Tiba-tiba saja ia teringat dengan kejadian saat di sekolag tadi. Teringat wajah serius Naruto dan Sasuke yang sedang berantem tadi. Dan sepertinya benar tadi kata Sasuke jika ini tidak seperti yang dulu. Kali ini mereka berdua serius dan ga bisa untuk dipisahkan oleh siapapun termasuk Gaara yang selalu memisahkan mereka jika mereka sedang berantem.

"Apa ini akhir dari persahabatan kita?" kata Gaara dengan pelan sambil menundukkan kepalanya. Bahkan saat dikelas tadi, Sasuke dan Naruto diem-dieman satu sama lain. Gaara semakin merasa takut jika mengingat hal itu lagi. Gaara menggelengkan kepalanya pelan. Ia meletakkan gitarnya di samping meja belajarnya, setelah itu menyalakan netbooknya. Setelah beberapa saat, ia langsung membuka Google Chrome dan menuliskan alamat jejaring sosial yang sangat ia hapal diluar kepala. Setelah loading, terlihat Home dari fbnya itu.

What's on your mind?

Gaara terdiam saat mengklik kotak yang ada tepat dibawah tulisan tadi. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Gaara mengetik beberapa kata dan setelah selesai ia mengklik tulisan Post yang ada di samping kotak itu.

===\(^O^)/\(^v^)/===

Sasuke terus melihat Profil dari Sakura Haruno yang telah mengganti statusnya dari In a relationship with Sasuke Uchiha menjadi Single. Ingin rasanya ia berteriak sekencang-kencangnya jika mengingat bahwa ia baru saja putus dengan Sakura tadi. Sasuke mengklik tulisan Home dan setelah menunggu loading, matanya terasa hampir copot saat membaca status Gaara yang baru saja dibuat olehnya.

Gaara no Sabaku

Ternyata bener feeling gue kalo persahabatan kita bakal ancur. Lo berdua udah ingkar janji buat jadi sahabat selamanya apapun yang terjadi. Thanks ya lo berdua udah mau jadi sahabat gue. Gue harap lo berdua bisa kaya dulu lagi.

Just now. Like. Comment.

Sasuke menundukkan kepalanya. Ia sama sekali tak menyangka jika Gaara akan menulis status seperti itu. Ia juga masih ingat dengan janjinya itu. Dan ia sama sekali tak menyangka jika feeling Gaara menjadi kenyataan dan ia mengingkari janjinya sendiri.

===\(^O^)/\(^v^)/===

"Gue ga tau! Ga tau kenapa, gue punya firasat buruk!"

"Bukan Kira, tapi gue merasa persahabatan kita akan berakir!"

"Lo berdua harus janji kalo kita bakal tetep sahabatan apapun yang terjadi!"

"Janji! Kita kan dah dari kecil sahabatan, masa iya berakhir gitu aja!"

Kata-kata Gaara dan juga janjinya bersama Sasuke waktu itu terngiang-ngiang di kepala Naruto setelah membaca status Gaara di fb tadi. Naruto menyandarkan tubuhnya di kursi yang ia duduki. Gomennasai… gue bener-bener ga nyangka kalo kejadiannya bakal kaya gini, Gaara… batin Naruto. Naruto melirik foto-foto yang ada di meja belajarnya. Sebuah foto yang bergambarkan dirinya bersama Sasuke dan Gaara saat SD, SMP dan juga SMA. Satu lagi foto saat ia bersama dengan Hinata saat di Konoha Land waktu memenangkan lomba pesta ulang tahun Konoha High School. naruto menghembuskan napasnya berat dan kembali terpaku pada layar netbooknya. Matanya dengan cepat membulat dengan sempurna saat melihat sebuah status dari seseorang yang sangat ia kenal.

Hinata Hyuuga

Kenapa semuanya jadi begini? Aku bener-bener ga bermaksud menghancurkan persahabatan mereka :'(

Just now. Like. Comment.

Naruto semakin melihat-lihat status orang-orang yang ada dibawahnya. Dan lagi-lagi ia menemukan status orang yang ia kenal.

Sasuke Uchiha

Nasib… apes amat ya gue hahaha… jadi kaya apa tau deh. Yah, let it be aja…

1 min ago. Like. Comment.

Naruto tersenyum kecil. Ingin rasanya ia mengklik tulisan like karena ia juga merasa bahwa status Sasuke juga pas untuknya. Tapi mengingat ia baru saja bertengkar dengan hebat sama Sasuke, ia langsung mengurungkan niatnya. Naruto mengklik tulisan Profil yang ada dan setelah menunggu loading, akhirnya terlihat profil dari fbnya itu. Terlihat foto saat ia sedang terduduk di lapangan yang hijau waktu selesai tanding sepak bola. Ia melirik statusnya yang ada. In a relationship with Hinata Hyuuga. Ia tersenyum miris.

"Bisa ga ya gue ganti jadi Complicated?" kata Naruto pelan sambil tertawa kecil.

===\(^O^)/\(^v^)/===

Drrrtt… drrrtt… drrrtt…

Gaara melirik hpnya yang bergetar. Terlihat sebuah sms masuk. Tanpa pikir panjang, Gaara membuka sms itu.

From: Matsuri

Gaar, bisa ketemu sebentar ga?

Gaara mengerutkan keningnya sesaat. Ada apa lagi ini? batinnya. Seketika, firasat buruk kembali menyerang. Gaara menggelengkan kepalanya.

"Ga akan terjadi apa-apa, cuman perasaan lo aja!" kata Gaara pada dirinya sendiri agar tenang walau hatinya sangat gelisah. Gaara mengetik sebuah balasan dengan cepat.

From: Gaara

Ya, tunggu sebentar.

Sent. Gaara menghembuskan napasnya berat sambil menutup netbooknya. Ia mengambil jaket merah yang digantungkannya dan melangkah keluar kamarnya.

===\(^O^)/\(^v^)/===

Konoha diwaktu malam memang cukup dingin apalagi jika habis ngebut-ngebutan dengan motor. Gaara menghentikan motornya saat sampai di sebuah rumah yang bertuliskan WaFa 99. Dari luar memang kelihatan seperti rumah biasa, tapi taukah kalian jika rumah itu adalah tempat makan atau warung makan? WaFa itu singkatan dari Warung Favorit. Ya, disini makanannya sangat mewah bagaikan di restoran, tapi pastinya harganya pas untuk kantong pelajar. WaFa kadang juga dijadikan tempat nongkrong oleh murid-murid Konoha High School karena memang tempatnya tidak begitu jauh dari Konoha High School.

Gaara celingukan kesana-sini mencari Matsuri yang katanya sudah datang. Tiba-tiba Matsuri berdiri dan melambaikan tangannya dari meja yang ada di belakang. Tanpa pikir panjang lagi, Gaara berjalan ketempatnya.

"Nasi goreng 2 sama es jeruk 2 juga ya!" kata Gaara saat seorang pelayan datang. Gaara menarik kursi yang ada dan mendudukinya.

"Kenapa?" kata Gaara membuka pembicaraan. Matsuri tersenyum kecil.

"Ne, menurut lo, Kira itu gimana?" kata Matsuri sambil menatap Gaara serius. Gaara terlihat berpikir cukup lama sampai pesanan mereka datang.

"Arigato! Menurut gue…" kata Gaara sambil berpikir lagi.

"Ya, inilah dia Kira Hoshino yang kita tunggu-tunggu!" kata seseorang dari depan, tempat biasa band-band bernyanyi pada hari tertentu saja. Matsuri sedikit membuka mulutnya ga percaya karena yang diomongin ternyata ada ga jauh darinya. Gaara menganga dengan lebar dan menjatuhkan sendok yang tadinya ingin ia masukkan ke mulutnya.

"Yosh, lagu ini spesial buat semuanya!" kata Kira sambil mengambil gitar dan memainkan sebuah intro lagu.

And I'd give up forever to touch you

'Cause I know that you feel me somehow

You're the closest to heaven that I'll ever be

And I don't want to go home right now

Gaara terus melihat Kira yang sedang asik bernyanyi di depan sana sambil tersenyum kecil. Gaara kembali menatap Matsuri.

"Menurut gue, Kira itu ga bisa ditebak apa yang ada di pikirannya. Dia selalu melakukan hal yang ga bisa di duga oleh orang-orang," kata Gaara sambil melirik Kira yang masih asik bernyanyi. Matsuri tersenyum kecil.

"Ya, lo bener!" kata Matsuri sambil melihat Kira tanpa menghilangkan senyumannya.

And I don't want the world to see me

'Cause I don't think that they'd understand

When everything's made to be broken

I just want you to know who I am

Apa iya gue harus menyerah begitu aja? Kenapa gue jadi ragu? batin Matsuri sambil menikmati lagu yang dinyanyikan Kira.

_To be Continued_

Seina: yosh minna-san… kurasa ini adalah chap terpanjang yang pernah ada! disini Sasuke dan Naruto udah berantem! Yey! *tebar bunga* disini Matsuri jadi galau ulala~ tapi kayanya fic ini ga bisa tamat tepat di chap 10 sesuai harapanku *pundung* oh iya sekedar info disini ceritanya kan Kira itu idup sendiri, jadi dia kadang suka nyanyi di WaFa. Yosh itu aja mungkin!

Sasuke: kenapa WaFa yang ada di tebet jadi ada di Konoha? -_-

Seina: ups! Biarin deh biar ngeksis tempatnya hahaha

Naruto: emang di WaFa ada yang buat tempat nyanyi gitu apa? berasa café aje! -_-

Seina: kan ini ficku! Terserah dong mau kaya gimana bweee…

Gaara: udah-udah jangan berantem! Yang penting klik review ya hehe…


_Coming Soon_

I Love Acoustic

Pair: NaruSaku

Genre: Romance, Friendship, Humor

Summary: Sakura selalu ingin bisa memainkan gitar, tapi tak ada yang mau mengajarinya. Suatu hari ia melihat seseorang bermain gitar dengan hebat. Sakura memutuskan untuk berguru dengannya! Dan Sakura merayu orang itu untuk mengajarinya dengan ide-ide gila yang ada di otaknya!

"Hebat! bisa mainkan lagi?"

"Perasaanku saja atau dia mengikuti apa yang dinyanyikan kita?"

"Wah~ itu lagu yang kusuka!"

"Ka-kamu kenapa? Kamu bisa membuatku malu!"

"Ajarkan aku main gitar!"

"Kenapa aku bisa mempunyai teman sepertimu ya? ckckckc…"

"Salahmu yang tidak mau mengajarkanku bermain gitar! Bweee…"