Plok plok plok….

Suara tepuk tangan terdengar memenuhi ruangan saat seorang gadis berambut coklat panjang selesai bernyanyi. Ia membungkukan tubuhnya sambil tersenyum senang dan berkata terimakasih. Gadis itu melirik jam yang ada di tangannya dan tak lama ia berlari keluar dari ruangan itu.

"Ne, gue ke toilet bentar ya!" kata seorang gadis berambut coklat pendek sambil berlari menjauhi mejanya dan pemuda berambut merah. Si pemuda hanya bisa terdiam di tempatnya sambil terus menatap punggung sang gadis yang semakin menjauh darinya.

"Kira!" teriak si gadis berambut pendek sambil mengejar gadis berambut panjang yang terlihat sedang terburu-buru. Gadis berambut panjang itu berhenti dan menengok.

"Matsuri? Kenapa?" kata si gadis berambut panjang.

"Gue… gue ga akan pernah ngebiarin Gaara direbut oleh lo! Gaara itu milik gue, jadi gue ga akan ngebiarin siapapun merebutnya dari gue!" teriak si gadis berambut pendek. Mendengar itu, si gadis berambut panjang hanya tersenyum kecil.

"Baguslah jika itu pilihanmu, tapi kita lihat saja nantinya!" kata si gadis berambut panjang sambil berjalan menjauhi si gadis berambut pendek yang hanya bisa terdiam mematung di tempatnya.

===\(^O^)/\(^v^)/===

Our Couple!

Desclaimer: Naruto punya Masashi Kishimoto, Our Couple punya Seina Hanagata.

Rate: T buat para remaja.

Genre: mungkin Friendship ama Romance dan sedikit Humor.

Warning: OC, OOC, AU, gaje, abal, asal-asalan bikin, typo sedikit buat jaga-jaga, dll. Tak suka, pergi aje dan jangan tinggalin flame! Suka, baca aje terus tinggalin review!

Summary: Konoha High School kedatangan murid baru yang langsung mengincar Gaara dan membuat Matsuri kelabakan, Sasuke ternyata di jodohkan dengan Hinata oleh ortunya dan Naruto yang ke datangan teman lamanya yang ternyata menyukai Naruto dari dulu! Apa yang akan mereka lakukan? Berhasil apa enggak mereka mempertahankan hubungannya? Sekuel dari Couple for Us! Check it out aje ye!

Kalo ada tulisan NP, usahakan kalian benar-benar memainkan lagunya ya supaya benar-benar merasakan ficnya ^^

"Kini aku hanya seorang diri. Tak ada sahabat, maupun pacar yang menemani. Apakah aku masih bisa hidup?"

===\(^O^)/\(^v^)/===

_Chap: 10_

_NP: Move On-Bruno Mars_

How do I end up in the same old place

Faced again with the same mistakes

So stubborn, thinking I know what is right

But life proves me wrong every time

Naruto berjalan pelan melewati malam yang cukup dingin sambil mendengarkan siaran dari KHS-fm radio dari I-Podnya yang ia letakkan di kantong celananya. Dari jadwal siaran di KHS, hari ini adalah waktunya acara "Galau Time" dimana orang-orang galau bisa request lagu-lagu galau dan bisa curhat-curhatan juga kirim-kirim salam. Biasanya Naruto selalu tertawa saat mendengarkan siaran yang satu ini karena menurutnya terlalu lebay jika seseorang sampai galau seperti itu, tapi nyatanya saat ini ia merasakan hal itu. Bahkan lagu yang diputarkan terasa sangat pas untuknya.

Tanpa terasa, Naruto sampai di warung ramen Ichiraku. Ia hanya terdiam mematung di depan warung itu. Tiba-tiba saja teringat saat ia makan di sana bersama dengan Hinata juga Gaara dan Sasuke. Naruto menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum dengan pahit sambil kembali berjalan lagi. Ingin rasanya air di matanya mengalir jika mengingat semua yang telah terjadi kepada dirinya.

Taking roads that lead me no where

How do I expect to get there

But when will I learn to just put you first

Naruto mengusap matanya yang mulai berkaca-kaca. Biasanya ia selalu berjalan bersama kedua sahabatnya saat seperti ini atau juga mengendarai motor melewati malam yang terasa dingin ini. Kini ia hanya sendirian. Tak ada yang menemani. Ia hanya bisa membiarkan kakinya melangkah tanpa tau akan kemana.

Naruto semakin merapatkan jaketnya karena angin malam terasa lebih dingin dari pada biasanya. Apakah ia merasa seperti itu karena ia hanya sendirian? Apa jika bersama kedua temannya ataupun pacarnya malam yang terasa dingin ini akan terasa hangat?

"Hinata… lagi apa ya sekarang?" gumam Naruto pelan sambil terus berjalan menunduk.

"Gue… gue butuh lo… gue ga tau harus gimana…" kata Naruto masih dengan suara yang nyaris tak terdengar. Ia terdiam cukup lama sebelum akhirnya berlari dengan cepat.

I come to you now when I need you

But why do I wait to come see you

I always try to do this on my own

But I was wrong, cause only with you

Can I move on

Naruto berhenti berlari saat melihat sebuah rumah yang cukup besar dengan halaman yang luasnya dengan tulisan Hyuuga yang ada di dinding pagarnya. Ia mencoba mengatur napasnya yang terengah-engah dan mengintip kedalam melalui lubang yang ada di pagar itu.

Sebuah senyum kecil terlihat menghiasi wajahnya saat ia mendapati Hinata tengah bermain dengan Hanabi di halaman rumahnya. Hanya melihat Hinata dari jauh saja bisa membuatnya cukup tenang walau ia tau kalau kini Hinata berstatus sebagai tunangan dari Sasuke, sahabatnya sendiri.

Naruto bersandar pada dinding yang ada di samping pagar rumah milik keluarga Hyuuga itu. Berharap agar Hinata keluar rumah dan mendapati dirinya yang sedang berdiri di tengah dinginnya malam. Dan walau hanya sesaat, ingin rasanya Naruto mengatakan semua yang ia rasakan pada Hinata dan memintanya agar membatalkan pertunangannya itu.

When I awake, it's you that makes me strong

And I know that you've been with me all along

So many times I forget to close my eyes

And listen to my heart

With you, life is so easy

Why do I make it hard

Sasuke tersadar dari lamunannya. Ia menatap hpnya yang masih saja sepi. Tak ada satupun sms dari sahabatnya maupun pacarnya. Tunggu dulu, pacar? Bukankah kini ia single? Ia baru saja putus dengan Sakura kan? menyadari hal itu, Sasuke menggelengkan kepalanya pelan.

"Hahaha… baka…" katanya dengan pelan sambil terus mendengarkan lagu Move On dari Bruno Mars melalui radio di hpnya. "Galau Time" emang acara yang pas untuknya saat ini. Dan lagu ini juga sangat pas untuknya saat ini yang berusaha untuk move on, tapi tidak bisa karena kenangan demi kenangan terus menghantui otaknya.

I'll get out of my own way

Let you have your way

Cause I realized I'm no good on my own

I'm there for you, I'll serve for you

I can't live without you

Ya, walaupun baru satu hari, tapi terasa sudah bertahun-tahun untuk Sasuke tanpa adanya Sakura yang selalu menghiasi hari-harinya. Baginya saat ini seperti terus-terusan musim salju yang tak akan ada akhirnya. Tak akan ada musim semi yang menggantikan musim dingin. Tak ada lagi bunga bermekaran yang selalu menghiasi hari-harinya. Tak akan pernah ada lagi Sakura yang selalu menghibur dan menyemangatinya.

Entah sudah berapa lama Sasuke terdiam di kamarnya sejak pulang sekolah tadi. Bahkan seragam sekolahnya belum ia lepas. Dan entah sudah berapa kali Itachi dan juga kaa-san menyuruhnya untuk makan malam. Dan entah bagaimana Sasuke merasakan bahwa ia sedikit demi sedikit akan mati jika seperti ini terus. Jika tanpa ada Sakura. Hanya Sakura penyemangat hidupnya. Dan juga Gaara dan Naruto yang selalu memberikan warna untuk hari-harinya. Kini semua menghilang. Semua itu tak akan ada lagi.

I come to you now when I need you

But why do I wait to come see you

I always try to do this on my own

But I was wrong, I was wrong, I was wrong

With only you, only you, with only you

Can I move on, can I move on, can I move on

"Ya, itulah dia lagu Move On dari Bruno Mars yang di request melalui twitter SasukeUchiha," kata seorang perempuan yang menjadi penyiar radio KHS-fm.

"Wah wah ternyata dia lagi galau rupanya hahaha… apa gara-gara kejadian tadi saat di sekolah?" kali ini giliran seorang lelaki yang menjadi penyiar radio itu juga.

"Ohok… ohok…" tiba-tiba saja Gaara terbatuk saat mendengar kata-kata dari penyiar itu. Matsuri hanya melihat Gaara dengan bingung.

"Kayanya yang jadi penyiarnya itu Kira sama Sora ya?" kata Matsuri sambil terus mendengarkan cuap-cuap dari kedua penyiar itu. Ya, di WaFa pasti selalu memutar KHS-fm jika sudah tak ada band-band atau penyanyinya lagi.

"Kira?" kata Gaara dengan bingung.

"Iya, Kira! soalnya tadi dia keliatan buru-buru dan itu emang suaranya Kira kan?" kata Matsuri menjelaskan.

"Iya juga sih…" kata Gaara sambil menyeruput es jeruknya.

"Hebat ya…" kata Matsuri pelan.

"Apanya?"

"Kira! dia murid baru, tapi banyak disukain murid-murid Konoha High School terus bisa jadi penyiar di KHS-fm lagi,"

"Hah? Emang semua murid yang mau ikut acara KHS-fm bisa jadi penyiarnya kan?"

"Ga kok itu pake audisi. Gue pernah nyoba tapi ga lolos. Yang lolos itu Hinata, Ino, Rey, Omii, terus siapa lagi ya? kalo ga salah Kana juga deh!"

"Kana? Dia kan masih SMP! Kok bisa ikut jadi penyiar KHS-fm? Harusnya kan jadi penyiar KJHS-fm?"

"Ga tau deh!"

"Ya, kita lanjutkan saja putar lagu request dari Naruto Namikaze via sms. Request lagu Drowning dari Backstreet Boys dong, salamnya buat mba bro penyiar yang cantik dan ganteng deh!" kata penyiar yang perempuan yang tak lain adalah Kira.

"Apaan nih masa salamnya begitu? Salamnya kita kasih buat Hinata aja ya? kan lagunya juga pas nih buat dia ahahahaha…" kata penyiar yang lelaki yang tak lain adalah Sora. Gaara hanya bisa cengok sambil menganga saat mendengarnya.

"Si Sora minta di hajar ya?" kata Gaara sambil menggelengkan kepalanya.

"Terus kenapa dua orang itu jadi pada ngegalau?" lanjut Gaara sambil menyantap nasi gorengnya dengan kesal. Melihat itu Matsuri hanya tertawa kecil.

"Wajar kali kalo mereka ngegalau hihihi…"

Cause everytime I breathe I take you in

And my heart beats again

Baby I can't help it

You keep me drowning in your love

Everytime I try to rise above

I swept away by love

Baby I can't help it

You keep me drowning in you love

===\(^O^)/\(^v^)/===

Sasuke mencoba untuk membuka matanya perlahan. Sepertinya ia ketiduran tadi malam. Ia mencoba untuk melihat jam yang ada di hpnya. 08:35. Ternyata sudah cukup siang dan parahnya ternyata radionya belum dimatikan dari tadi malam. Terdengar lagu If I Were You dari Hoobastank yang mengalun cukup lembut. Untung saja hari ini libur karena anak kelas 3 sedang Try Out untuk Ujian nantinya.

If I were you

Holding the world right in my hands

The first thing I'd do

Is thank the stars for all that I have

If I were you

Sasuke hanya bisa terdiam mendengar reff dari lagu itu. Ia tersenyum kecil.

"Lagu kesukaan Gaara ya?" gumam Sasuke.

Tok tok tok…

Sasuke terduduk dari posisinya dengan kepala yang tertidur di meja belajarnya. Merapihkan sedikit rambutnya yang terlihat acak-acakan dan berjalan malas menuju pintunya.

"Kaa-san? Kenapa?" kata Sasuke saat membuka pintu kamarnya dan mendapati kaa-sannya, Mikoto berdiri di depannya. Mikoto hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat Sasuke yang terkenal selalu rapih itu kini sangat berantakan dan kacau dengan rambut yang acak-acakan dan earphone yang terpasang sebelah saja.

"Kamu yang kenapa?" kata Mikoto balik. Sasuke terlihat bingung mendengar kata-kata kaa-sannya itu.

"Ga apa-apa kok!"

"Bohong! Biasanya kamu main sama Naruto dan Gaara kalo libur gini, kenapa sekarang malah ga kemana-mana terus mereka juga ga kesini? Lagi berantem ya?"

Sasuke terdiam dan menunduk. Ia berjalan pelan memasuki kamarnya dengan Mikoto yang mengikuti di belakangnya. Mungkin Sasuke akan bercerita apa yang terjadi kepada kaa-sannya itu. Mungkin Saja Mikoto bisa membantu karena ia lebih berpengalaman kan? Sasuke terduduk di ranjangnya diikuti dengan Mikoto yang juga duduk di ranjangnya sambil terus menatap Sasuke.

"Nah, ayo cerita! Kamu kenapa? Apa yang bikin kamu berantem sama Naruto dan Gaara?"

"Sasuke cuman berantem sama Naruto kok,"

"Kaya biasa ya, kamu berantemnya sama Naruto terus! Gaara pasti yang nengahin kan?"

"Iya, tapi sekarang ga kaya dulu,"

"Hah? Emang apa yang bikin kamu berantem? Jangan-jangan perempuan ya?"

"Hehe… kaa-san tau aja! Iya, gara-gara itu dan Gaara ga mungkin bisa nengahin,"

"Kenapa? Biasanya Gaara selalu bisa bikin kamu sama Naruto damai kan?"

"Ga tau, tapi yang ini beda! Ini ga kaya dulu, kaa-san! Kaa-san tau Hinata kan?"

"Hinata? Oh tunangan kamu itu ya?"

"Iya! Dia itu sebenernya pacarnya Naruto! Makanya waktu itu aku nolak acara pertunangan itu mati-matian. Itu karena aku ga mau jadi pengkhianat yang udah ngerebut Hinata dari Naruto dan aku juga udah punya pacar,"

"Hah? Kenapa kamu ga bilang? Terus pacar kamu gimana?"

"Aku udah nyoba bilang, tapi kaa-san selalu nyuruh aku buat diem! Pacar aku minta putus dan Naruto kemaren marah banget sama aku dan muka aku betem gini karena kena tonjokan Naruto!" kata Sasuke sambil menunjukkan wajahnya yang memar-memar. Mikoto masih terdiam mencoba untuk mendengarkan Sasuke lagi.

"Aku… aku ga tau harus gimana… Naruto bener-bener serius kemaren. Gaara juga ngerasain hal yang sama makanya dia ga bisa misahin aku sama Naruto. Lagi pula aku cuman sayang sama Sakura. Ngeliat Sakura nangis kemaren bikin aku sesak,"

"Tapi... acara pertunangan kamu bakal diadain hari minggu nanti. Keluarga Hyuuga juga udah setuju. Dan itu ga mungkin bisa di batalin,"

Mata Sasuke membulat dengan sempurna saat mendengar kata-kata Mikoto tadi. Ia semakin merasa di hempaskan ke dasar laut yang terdalam. Ia meremas rambutnya kasar.

"Arrrggghhh… kenapa ga ada yang minta pendapatku dulu sih? Selalu aja ngambil keputusannya sepihak!"

"Sasuke, denger ya, kalo misalnya Naruto bener-bener sayang sama Hinata, dia pasti bakal dateng buat ngebatalin acara pertunangan kamu! Percaya deh sama kata-kata kaa-san!"

"Iya, aku percaya kok sama kaa-san!"

"Nah, itu baru Sasuke yang kaa-san kenal! Sekarang kamu harus semangat kaya biasanya ya!" kata Mikoto sambil mengacak-acak rambut Sasuke. Sasuke tersenyum senang dan merasa lega karena sudah cerita ke kaa-sannya.

"Sasuke sayang kaa-san!" kata Sasuke sambil memeluk erat Mikoto. Mikoto hanya tersenyum sambil membalas pelukan Sasuke.

"Kaa-san juga sayang Sasuke!"

===\(^O^)/\(^v^)/===

Gaara hanya menatap layar netbooknya dengan kosong. Ia tak tau apa yang harus ia lakukan saat melihat kedua sahabatnya sedang on di YM. Jika ia mengirim chat, itu ga mungkin karena mereka saat ini keadaannya sedang dalam 'Perang Dingin'.

Ting!

Gaara tersadar dari lamunannya dan melihat sebuah chat yang dikirim dari Sasuke.

Sasuke Uchiha: bisa kerumah gue ga?

Gaara no Sabaku: ngapain?

Sasuke Uchiha: ada yang mau gue omongin

Gaara no Sabaku: masalah yang maren?

Sasuke Uchiha: ya! dan sekarang masalahnya semakin ruwet!

Gaara no Sabaku: yaudah tunggu ya!

Dengan cepat Gaara mematikan netbooknya dan mengambil jaket sambil berlari pelan. Setelah menyalakan motornya, Gaara langsung menancap gas untuk ke rumah Sasuke. Ga lama, Gaara udah sampai di depan rumah dengan tulisan Uchiha. Gaara mengambil hpnya dan dengan cepat mengetik sms untuk Sasuke.

From: Gaara

Sas, gue udah sampe nih

Sent. Tinggal menunggu Sasuke untuk membuka kan pintu saja. Tak lama, Sasuke sudah berdiri di depan pintu rumahnya dan membukakannya untuk Gaara.

"Langsung ke kamar gue aja ya!" kata Sasuke sambil kembali menutup pintu rumahnya. Gaara mengangguk dan berjalan memasuki rumah Sasuke dan langsung menuju ke kamarnya.

"Mau minum apa?" kata Sasuke menawarkan.

"Ocha juga ga apa-apa!" kata Gaara sambil memainkan gitar Sasuke. Sasuke mengangguk tanda mengerti dan berjalan menjauhi kamarnya.

Jreng jreng jreng….

Gaara mulai memainkan intro lagu Running Away dari Hoobastank.

"I don't want you to give it all up… and leave your own life collecting dust… and I don't want you to feel sorry for me… you never gave us a chance to be… and I don't need you to be by my side… to tell me that everything's alright… I just wanted to you to tell me the truth… you know I'd do that for you… so why are you running away… so why are you running away…"

Gaara sangat menikmati bermain gitar sampai-sampai tak menyadari kehadiran Sasuke yang membawa dua buah gelas dan sebuah teko yang berisi penuh dengan ocha juga sebungkus lays dengan rasa salmon teriyaki.

"Running Away by Hoobastank!" kata Sasuke sambil meletakkan bawaannya di lantai tempat Gaara memainkan gitar dengan asiknya. Gaara tersenyum lebar.

"Bener banget! Wah bisa nih gue bikin lo apal sama semua lagunya Hoobastank! Hehehe…" kata Gaara sambil meletakkan gitarnya menyudahi permainannya dan menuang ocha ke dalam gelasnya. Sasuke tersenyum kecil.

"Sorry ya, gue setia sama Linkin Park!" kata Sasuke sambil menuang ocha ke gelasnya. Gaara hanya tersenyum kecil sambil meminum ochanya dengan cukup tenang.

"Oh iya, ada yang mau gue kasih tau ke lo," kata Sasuke sambil menatap Gaara yang masih menyeruput ochanya dengan tenang. Gaara menatap Sasuke dengan tatapan yang seolah mengatakan 'Apa?'. Sasuke menarik napas dalam dan membuangnya dengan berat.

"Acara pertunangan gue sama Hinata udah disepakatin dan akan diadain hari minggu nanti," kata Sasuke dengan cukup pelan namun masih bisa di dengar oleh Gaara.

Bruuuussshhh…

Gaara menyemburkan ocha yang ia minum saat mendengarnya. Sasuke hanya bisa terdiam melihatnya dan tertunduk. Gaara menatap Sasuke dengan ga percaya sambil mengelap mulutnya yang basah.

"Lo serius?" kata Gaara tetap ga percaya. Sasuke mengangguk kecil.

"Gue serius, baru aja gue di kasih tau kaa-san. Gue bingung harus gimana?" kata Sasuke sambil menggaruk kepalanya frustasi.

"Apa yang bakal dilakuin Naruto lagi kalo tau kaya gini? Gimana perasaan Sakura nantinya? Dan gue ga tau gimana perasaan Hinata juga?" lanjut Sasuke sambil menundukkan kepalanya lebih dalam lagi. Gaara hanya bisa terdiam mendengarnya. Ia juga bingung apa yang harus ia lakukan? Bagaimana caranya membantu Sasuke?

_To be Continued_

Seina: oh tidaaakkk… ini udah chap 10! Huaaaaa… bener-bener ga bisa tamat di chap ini ternyata T~T key mungkin disini alurnya kecepetan tapi itu sengaja biar fic ini cepet selesai karena masih banyak fic yang terlantar dan belum tamat contohnya My Senpai is My Classmate terus Genie eh It's Not Me juga belum tamat dan banyak lagi dari fandom yang lainnya yang belum tamat! Tidaaaakkk…

Naruto: baru kali ini gue dapet peran ngegalau kaya gini -_-

Sasuke: masa? Bukannya lo selalu galau ya di fic ini author?

Naruto: iya ya, lupa gue -_-

Sasuke: maklumin aja wong authornya ratu galau di kelas huahahahaha…

Seina: *nelen kunai*

Gaara: udah mending pada klik tulisan review aja ok? Sampai jumpa di chap berikutnya!