...Sementara itu di SMA Seirin...
"K-kantoku… kau pasti sedang bercanda," ucap sang clutch shooter, Hyuuga Junpei.
"Hee… tentu saja aku tidak bercanda," jawab coach tim basket Seirin, Aida Riko dengan senyum yang tidak bisa diartikan (?) itu.
"Tapi…apa tidak apa-apa.." kapten klub basket Seirin itu mencoba memastikan.
"Hyuuga-kun, percayalah padaku. Tidak apa-apa kok,"
"WHAT THE HELL IS THIS?!" teriak (atau mungkin membentak) si pemilik Meteor Jam, Kagami Taiga.
"Kagami-kun, tolong jangan teriak-teriak," kata si bayangan, Kuroko Tetsuya.
"Are you kidding me?! Oi ka-kantoku, aku tidak terima ini! Aku tidak bisa!"
"Haaa~ apa kau berkata sesuatu (ba)Kagami-kun?" kata Riko dengan lembut tapi memancarkan aura yang mencekam sambil membawa kipas kertas kesayangannya, tidak kalah dengan aura mencekam Akashi.
"A-a ti-tidak..", diam-diam Kagami mengutuk pelatihnya itu.
Saat ini di ruang klub tempat anak-anak klub basket Seirin biasa membahas hal-hal seputar basket mendadak dibuat ribut oleh rencana pelatih mereka. Mereka diminta (atau lebih tepatnya diperintah) untuk menyanyi. Tunggu? Menyanyi? Ya, masing-masing klub di SMA Seirin diwajibkan menampilkan karya seni di festival kebudayaan ini. Dan karena waktunya mendadak, mereka akhirnya memilih menyanyi daripada mementaskan drama atau yang lainnya.
"Bukankah kalian sudah mendapat pelajaran di kelas musik? Kalian sudah tau kan bagaimana cara menyanyi yang baik?" tanya Riko pada murid asuhannya.
"Demo… ini kan pertama kalinya kami menyanyi di depan umum," kata Kiyoshi Teppei, sang Iron Heart.
"Seorang priyayi yang sedang menyanyi! Kitakore!"
"Izuki, diamlah. Kau membuat keadaan menjadi tambah suram," tegur Hyuuga pada si pemilik Eagle Eye, Izuki Shun.
"Nah sekarang akan kuberitahu lagu apa saja yang akan kalian nyanyikan! Jika kalian menyanyikannya dengan setengah hati, latihan kalian akan kulipat gandakan 100 kali lipat!" teriak Riko dengan semangat 45.
'matilah kita…' batin seluruh pemain basket Seirin.
-/-
"Pasti disana sangat ramai-ssu. Aku sudah tidak sabar!"
"Kise-chin, kau semangat sekali~..."
"Tentu saja-ssu! Aku tidak sabar bertemu dengan Kurokocchi-ssu!"
"Belum tentu Tetsu ingin bertemu denganmu bodoh."
"Aku sependapat denganmu, Daiki."
"Mouu.. Akashicchi dan Aominecchi hidoii-ssu," si model cantik ini langsung pundung di pojokan.
"Sudahlah Kichan. Kita sudah sampai di Seirin nih," kata Momoi mencoba menghibur si penanggung nomor 7 di Kaijo itu.
Dapat terlihat jelas suasana ramai di SMA Seirin. Banyak orang yang datang untuk mengunjungi festival kebudayaan di sekolah yang menjadi juara di liga Winter Cup itu. Banyak stan yang dibuka di sana. Mulai stan makanan, stan permainan sampai stan sirkus (?) juga ada.
"Whoaaa ramai sekali-ssu."
"Akachin~… aku ingin ke stan makanan~…" rengek si bayi besar pada mantan kapten tim basket Teiko itu.
"Baiklah Atsushi. Semuanya dengarkan, kuberi waktu 20 menit untuk jalan-jalan setelah itu kita kembali berkumpul disini," titah Akashi.
"Osh!" jawab mereka.
Tampak Murasakibara yang langsung menuju ke stan makanan dan tampaknya berniat memborong semua makanan yang dijual (jangan-jangan dia berniat memborong gerobaknya juga), lalu Kise yang langsung diserbu oleh fans-fansnya, Midorima yang pergi ke stan buku, Aomine yang berada di stan permainan mencoba peruntungannya menembak botol yang berhadiah boneka beruang yang akhirnya boneka itu diberikan pada Momoi. Akashi? Oh, dia sedang menampakkan seringai di wajahnya saat menatap sebuah pesan pada layar handphonenya itu.
-/-
"Ne~… aku pesan takoyakinya 20 porsi yaa~…"
"Hah? 20 porsi?" tampak si penjual yang masih takjub dengan pesanan dari pelanggannya itu.
"Ano.. apa tidak terlalu banyak…" saat si penjual, yang diketahui bernama Furihata Kouki, hendak mengulang pesanan si pelanggan. Namun hal itu diurungkannya lantaran…
"EH-EH-EH…?!"
"Hm~? ada apa~..?" tanya si pelanggan.
"Hei Furihata, ada ap…." tanya Kawahara Koichi, yang merasa heran melihat temannya langsung diam sambil mengalirkan keringat dingin di sekujur tubuhnya.
"EH? Kau kan… Kiseki no Sedai?!"
"Ooh~… rupanya kalian mengenaliku yaa~..? Tapi siapa kalian?" tanya si pelanggan yang tak lain adalah center di klub basket Yosen, Murasakibara.
"H-hai, kami temannya Ku-kuro…ko," jawab Furihata sambil tergagap-gagap saking takutnya.
"Are~… ternyata temannya Kurochin. Ne~.. dimana Kurochin?"
"Ah Kuroko sedang berlatih untuk penampilan karya seni nanti," jawab teman mereka, Fukuda Hiroshi.
"Hm? Karya seni? Memangnya apa yang akan ditampilkannya~..?"
"K-kantoku bilang jika klub b-basket akan m-menyanyi," jawab Furihata sambil tergagap-gagap (bukan Az*z Gagap lho ya).
"Kurochin menyanyi? Hm.. sepertinya menarik~…"
"A, ano… ini pesanan takoyakinya…" kata Kawahara sambil menyerahkan takoyaki pesanan Murasakibara.
"Hmm~.. terima kasih," balas Murasakibara sambil menyerahkan uang lalu pergi ke stan makanan yang lain.
"Jika dia disini, apa anggota Kiseki no Sedai yang lain juga ada?" tanya Fukuda.
"Tampaknya sih iya…" jawab Kawahara sambil menunjuk segerombolan manusia yang sedang berebut untuk mendekati model remaja yang sedang naik daun. Yup, mereka berebutan mendekati Kise untuk sekedar jabat tangan, foto bersama, bahkan ada yang minta dinikahi/ oke lupakan. Jangan lupa teriakan histeris ala fansnya yang tidak kalah nyaring dengan teriakan Kise ("Hidoii-ssu!").
"K-kita harus memberitahukan hal ini pada yang lainnya!" usul Kawahara yang disetujui oleh kedua rekannya itu. Lalu dia segera menuju ke ruang klub basket untuk memberitahukan hal ini pada rekan-rekan tim basketnya.
-/-
Sudah 20 menit berlalu dan mereka tiba di tempat semula sesuai dengan perintah Akashi tepat waktu. Berhubung mereka masih sayang nyawa, jadi sebisa mungkin mereka tidak telat sebelum 'dicium' gunting merah sang kapten.
"Semuanya sudah disini?" tanya Akashi.
"Sudah-suu," jawab Kise mewakili semuanya.
"Kichan, kenapa rambutmu acak-acakan begitu?"
"Ini karena tadi aku dikejar-kejar fansku-ssu," jawab Kise. Yaa, Kise yang tadi tampilannya tampak rapi, sekarang sudah 'tidak karuan'. Terlihat dari rambutnya yang sedikit berantakan itu.
"Baiklah, ayo kita ke gym menyaksikan karya seni tim basket."
"Co-cotto matte, karya seni tim basket?" tanya Aomine.
"Oh, aku diberitahu jika semua klub Seirin harus menampilkan karya seni di gym, termasuk tim basket. Jadi sekarang kita kesana, sebentar lagi acara akan dimulai," jelas Akashi.
"Oke," jawab mereka.
-/-
Di belakang panggung…
"Minna, 10 menit lagi kita akan tampil. Kuharap kalian sudah siap," ucap Riko pada semuanya.
"Kuharap juga begitu," kata Hyuuga sambil membenarkan pakaiannya.
"Yosh, jangan mempermalukan nama tim basket! Aku tidak mau mendengar kata 'jelek' atau 'buruk' dari penampilan kalian, mengerti?!"
"Yes ma'am!"
"M-minna..a-ano..i-itu…" Kawahara mencoba berbicara dengan nafas tersenggal-senggal karena baru saja berlari dari stan ke ruang klub sambil memegang kedua lututnya.
"Kawahara, kau tidak apa-apa?" tanya si muka kucing, Koganei Shinji, pada kouhainya sambil memberikan minuman dan langsung diminum oleh pemuda berkepala botak itu.
"Ano..aku tadi melihat Kiseki no Sedai,"
"HAH? Kiseki no Sedai?" kuping Kagami langsung 'awas' mendengar kata Kiseki no Sedai disebut.
"Apa yang mereka lakukan disini?" tanya Hyuuga.
"Karena acara ini terbuka untuk umum jadi aku mengundang mereka. Dan tampaknya kantoku juga memberitahu Momoi-san tentang acara ini," jawab Kuroko.
"Benarkah itu?" tanya Kiyoshi mencoba memastikan.
"Ya, apa yang dikatakan Kuroko-kun benar. Aku yang memberitahu Momoi mengenai acara ini. Bukankah ini menyenangkan eh?" jawab Riko disertai senyuman penuh arti (?)
"Geez, ada apa dengan hari ini?" keluh Kagami.
-/-
"Tim basket akan menyanyi?!"
"Ya, itulah yang dikatakan Tetsuya. Kurasa dia juga akan berpartisipasi," jawab Akashi. Saat ini para member Kiseki no Sedai itu sudah berada di dalam gym SMA Seirin yang penuh dengan orang. Di dalamnya terdapat kursi yang khusus disiapkan untuk para penonton agar dapat menikmati pertunjukan dengan nyaman. Dan tentu saja para makhluk pelangi itu duduk di barisan paling depan, dan Murasakibara duduk di kursi paling pojok karena perintah Akashi agar tidak mengganggu orang lain dibelakangnya. Bayangkan saja jika ada orang dengan tinggi 2 meter lebih duduk di depanmu, kita tidak bisa melihat apapun selain kepalanya, kan?
" 'yang dikatakan Tetsuya'? Tetsu memberitahumu Akashi?"
"Ya, semalam dia mengirim pesan jika tidak bisa datang ke reuni yang kurencanakan karena acara ini. Dan Satsuki juga diberitahu oleh pelatih mereka. Karena itu kuubah rencanaku dan kita pergi ke Seirin," jelas Akashi diiringi anggukan antusias dari Momoi.
"Oh iya~.. aku tadi bertemu dengan temannya Kurochin. Mereka bilang saat ini Kurochin sedang berlatih menyanyi untuk penampilan karya seninya nanti~…" timpal Murasakibara.
"Hontou? Te-te-tetsu-kun akan menyanyi?" Momoi mulai berimajinasi membayangkan penampilan Kuroko yang menurutnya sangat kakkoi itu.
"Kenapa kau malah balik bertanya? Katanya kau diberitahu oleh pelatih Seirin tentang acara ini, heh Satsuki?"
"Memang, tapi dia tidak memberi tahu jika Tetsu-kun akan menyanyi Dai-chan," jelas Momoi pada teman masa kecilnya itu.
"Kurokocchi menyanyi-ssu? Kira-kira lagu apa yang akan dinyanyikannya-ssu?"
"Bagaimana dengan yang lainnya? Bu-bukan berarti aku tertarik nanodayo!"
"Midorimacchi tsunderenya kumat-ssu,"
"Aku bukan tsundere nanodayo!" jawab Midorima sambil menaikkan kacamatanya.
'Dasar tsundere tingkat dewa' batin semua.
"Tampaknya para senpai juga berpartisipasi, begitu juga dengan Kagami-kun," jawab Akashi.
"Akashi-kun, kelihatannya sudah mau mulai tuh," kata Momoi pada putra tunggal keluarga Akashi itu.
.
.
.
TO BE CONTINUED
Halo semua, ini chapter 2 udah update loh. Makasih banyak yang udah ngereview, makasih banyak yang udah , makasih banyak yang sudah follow fanfict ini. Jujur, saya terharu sekali *tangis bahagia
Review untuk chapter 2 ini, plis?
