Hola minna, maaf yaa baru update sekarang~ dikarenakan masa libur saya sudah selesai dan kembali ke bangku kuliah membuat fanfict ini lama updatenya. Sumimasen, sumimasen, sumimasen..!

Nggak pake lama, happy reading!


Masing-masing klub SMA Seirin mulai menunjukkan karya seni mereka. Ada yang bermain drama, ada yang membaca puisi, ada yang menari, ada juga yang atraksi (?) dan lain-lain. Hingga tiba saatnya klub basket menampilkan karya seni mereka.

"Nah, sekarang kita sambut, klub basket SMA Seirin!" sahut MC pada penonton.

"Yoosh, kalian sudah siap?" tanya Hyuuga pada semua.

"Sudah!"

"Seirin… FIGHT!"

Tak lama muncul 'tiga petinggi' klub basket Seirin, yakni Riko, Hyuuga dan Kiyoshi.

"Nah, karya seni apa yang akan ditampilkan oleh klub basket di festival kebudayaan ini?" tanya MC pada trio tersebut.

"Kami akan menampilkan karya seni yang berbeda dari yang lain, dan akan ada kejutan untuk kalian nantinya!" jawab Riko.

"Woah, pasti penonton tidak sabar mengetahuinya! Ladies and gentleman, mari kita saksikan penampilan dari klub basket SMA Seirin!" teriak MC yang disusul tepuk tangan dari penonton.

"Nah, ayo kita bersenang-senang~" ucap Kiyoshi dengan lantang sambil mengepalkan tangannya ke atas dan membuat sorakan penonton semakin menjadi-jadi.

"Daho! Kita bukan bersenang-senang! Jika penampilan kita jelek, kantoku akan melipat gandakan latihan kita 100 kali lipat!" protes Hyuuga pada center tim Seirin itu. Tak lupa menyebut kata 'daho' yang sepertinya sudah menjadi jargonnya itu. Meskipun kelihatannya si kapten berkacamata ini sangat percaya diri, nyatanya dia sangat gugup berdiri di panggung saat ini. Maklum lah, kapten berkepribadian ganda. Di sisi lain dia tampak yakin, di sisi lainnya dia sangat….tidak meyakinkan, mungkin?

'konflik' dua anak manusia ini menjadi suguhan bonus tak terencana pagi para penonton yang melihatnya. Yang satu tampak senyum bahagia, yang satunya tampak suram. Seorang gadis bermarga Aida yang berada di panggung bersama mereka tampak menahan malu melihat sikap kedua anak asuhnya ini sambil menepuk jidatnya dan berpikir untuk menghukum mereka dengan kipas kertasnya. Sementara rekan-rekan tim basket lainnya yang berada di belakang panggung tidak habis pikir dengan kelakuan pemuda berambut hitam dan pemuda berambut coklat itu. Terkadang sangat kompak, terkadang kelewat 'kompak'.

Lantunan musik mulai dimainkan, dan ketiga senpai mulai menyanyikan lagu. Mereka menyanyikan lagu Ano Hi Wasureta Mirai made (Until we reach the future we forgot that day).

Setelah penampilan dari para senpai, tidak lama kemudian alunan musik lagu berikutnya mulai dimainkan.

Tapi, ada yang aneh. Penonton dibuat bingung dengan keadaan panggung yang tidak ada penyanyinya, padahal lagu sudah didendangkan.

Menjawab rasa penasaran penonton, dia yang dicari langsung muncul di atas panggung sambil membawa mic dan mulai menyanyi. Ternyata dia -yang ternyata pemuda berambut biru langit ini- tidak langsung muncul di panggung. Saat intro lagu mulai dimainkan, dia bersembunyi dibalik tirai panggung dan menunggu hingga saatnya dia mulai menyanyi.

'bukatsu kaeri itsumo no mise, madogiwa no seki ni suwatte'

(at the shop I always visit on my way home from club, I sit by the window)

'ironna hanashi shitari damattari banira sheiku nomi nagara'

(there's various talking and silence around me as I drink my vanilla shake)

'boku wa kehai wo hisome kimi wo odorokasete shimau'

(my presence is hidden, you're completely surprised)

'kono goro soremo atarimae no natte'

(nowadays this is normal)

'chiimu meito rashiku natte kita'

(looks like I've found a teammate)

Kemudian muncul pemuda bersurai merah dengan gradasi warna hitam dan alis bercabang maniak cheeseburger menyusul partnernya menyanyi di atas panggung.

'guuzen no deai kamoshirenai'

(we probably met by chance)

'dakedo hitsuzen wo shinjite mo iiyo na'

(but it's alright to believe that it was inevitable)

'soshite boku tachi wa ima wo seiippai'

(and now with all our might)

'ase wo nuguu koto mo wasuresou ni'

(we may forget to wipe our sweat)

'houkago iki ga tsumaru kurai no netsu ga mune ni nagare konde'

(after school, a suffocating heat built up in my chest)

'manatsu no hikari no youna ashita e te wo nobashita'

(like the midsummer light, I reached my hand out for tomorrow)

'tsukareta karada hodoku banira to kaze to kimi to katatta yume'

(my tired body unwinds with vanilla and the brezze, as I talked with you in my dream)

'itsuka yakusoku no basho e yukou'

(someday we'll reach that promised place)

Si cahaya dan bayangan tim basket Seirin itu tampak menghayati lagu yang mereka bawa dan membuat penonton terpesona. Tidak hanya itu, mereka juga menunjukkan kebolehannya nge-rap yang sontak membuat sorakan penonton semakin kencang.

'ore tachi ga mezasu choujou tayusui wake nado nai genjou'

(we've set our eyes on the top, it's not a simple task)

'every day itsumo, every time zutto'

(every day, always, every time, all along)

'agaite migaite mazu wa koujou'

(struggling and improving first to advance)

'natsu no mae to chigaun datte'

(we're different than we were before summer)

'sore wa minna onaji datte'

(but everyone is the same)

'dakara motto tsukoyu natte ukete tatsusa nandodemo'

(that's why we'll grow stronger. We'll take a challenge any time)

'jakuten kyouka fuan kaishou ichinichi zutsu kanzen nenshou'

(we'll strengthen our weakness, and resolve our anxiety. Each day will be a perfect combustion)

'kiai irete kimochi irete'

(take in the fighting spirit. Take in the sensation)

'kinou no jibun ni mazu wa kaishou'

(your past self is now your easy victory)

'aseru dake ja dame nandatte'

(there's no need to rush)

'kitto hitotsu hitotsu tsukamun date'

(without a doubt, we'll take it step-by-step)

'ashita motto toberu jibun ato ni natte kizuku kara'

(tomorrow you can fly higher. You'll see it when it happens)

Terlihat pemuda yang mengenakan cincin kalung itu nge-rap dengan gaya ala-ala rapper professional. Dengan mengenakan kaos warna putih, dipadu dengan jaket warna merah tua berhoodie, celana jins hitam dan sepatu kets merah tua yang menunjang penampilannya di panggung. Tak kalah keren dengan si cahaya, si bayangan mengenakan kaos warna hitam dan kemeja kotak-kota berwarna biru muda dengan lengan dilipat hingga batas sikunya dipadu dengan celana pendek selutut warna krem dan sepatu berwarna putih.

Kontan hal ini membuat seluruh penonton ikut merasakan dan mengerti cerita awal pertemuan dan mimpi mereka untuk menjadi tim no. 1 di Jepang. Setelah lagu selesai dimainkan mereka saling melakukan fist bump yang membuat penonton semakin menjerit histeris nggak karuan.

-/-

"Kyaa Tetsu-kun keren sekaliii!" Momoi mulai berfangirling melihat penampilan pujaan hatinya tadi.

"Kurokocchi keren sekali-ssu! Aku menyayangimu-ssu!" teriak Kise sambil merentangkan tanggannya, yang tampak seperti ingin memeluk Kuroko. ("aku tidak menyayangimu Kise-kun") ("Hidoii-ssu!")

"Wah~.. aku tak menyangka Kuro-chin bisa menyanyi sekeren itu~.."

"Bagaimana menurutmu, Shintaro?"

"Lumayan. B-bukan berarti aku menikmati penampilan mereka nanodayo!" jawab Midorima sambil menaikkan kacamatanya yang memang merosot. Padahal dalam hatinya..

'Kaliaan keren sekaliiiii!' jerit Midorima dalam hati. Maklum seorang tsundere tingkat akut. ("sudah kubilang aku bukan tsundere nodayo!")

Melihat penampilan karya seni tim basket Seirin ini membuat Akashi Seijuuro terkesan. Tidak menyangka mereka akan bernyanyi sebagus ini. Seketika juga sebuah ide terlintas dipikirannya. Menyadari gelagat dari kapten Rakuzan ini, Midorima bertanya,

"Apa yang kau pikirkan Akashi?"

"Sebuah rencana yang hebat," jawabnya sambil menampakkan seringai. Oh Tuhan, pemuda berambut hijau ini sudah was-was duluan melihat seringan kaptennya ini.

.

.

.

To Be Continued...


Huaa maaf kalo chapter ini jelek sekalii, maaf kalo tidak enak dibaca, maaf kalo membuat mata anda sakit/ abaikan. Sekali lagi makasih banyak yang sudah ngereview, yg sudah follow, yang sudah fav. saya benar-benar terharu :')

Oiya, judul lagu yang dinyanyikan Riko, Hyuuga dan Kiyoshi itu ada di Seirin koko mini album, enak bgt lagunya. Trs yg dinyanyiin KagaKuro itu Onaji Vanilla no Kaze no Naka hehe..

Anyway, review plis?