Doumo readers~

Gomen updatenya lamaa, author mengalami kebuntuan dalam melanjutkan cerita ini, huaa/ ditabok.

oiya, disini author sekalian mau bales review2 semua, yg pertanyaannya hampir sama jawabnya sekalian aja, gak papa yaaa hehe :P

LiaZoldyck-chan: haloo, cerita ini pasti berlanjut kok hehe. maaf kalo di chapter2 awal nggak ada tanda2 bersambung, karena saya masih kudet banget publish disini hehe

Seijuurou Eisha: saya jg mikir kiyoshi bakalan 'aneh' kalo nyanyi. saya sudah berusaha menampilkan dia yg nggak normal. huaa maaf kalo nggak lucuu

ai selai strawberry: furihata jualan buat menghidupi dirinya /nak :P

Sagi Akabara: ikut prihatin yaa dengan insiden diinjak2 GOM sampe gak berbentuk hehe :P

Lunette Athella: huaa maaf kalo ada beberapa bagian yg kurang srek, author masih newbie disini dan belum terlalu dewasa di dunia tulis menulis. ano..AKAKURO shipers kah? SAMAAAA SAYA JUGAAA/ gak nyante.

akhir kata: terima kasih sudah review, terima kasih atas saran dan kelanjutannyaa.

Happy reading~


…di balik panggung...

"Woaah penampilan kalian keren sekali!" teriak Koganei yang disusul anggukan dari Mitobe.

"Otsukaresama!" ucap Riko.

"Good job everyone!" teriak Kagami.

"Kerja bagus semua. Lalu Kagami dan Kuroko, penampilan kalian keren sekali!" timpal Kiyoshi.

"Penampilan Kantoku, Kapten dan Kiyoshi-senpai juga bagus," ucap Kuroko.

"Aku tidak menyangka kalian benar-benar nge-rap di lagu itu," tandas Hyuuga.

"Kurasa kalian punya bakat menjadi penyanyi," timpal Izuki.

"Benarkah? Kalau begitu di festival kebudayaan tahun depan kita akan-.." sebelum Riko menyelesaikan kalimatnya, secara cepat, tepat, lantang dan mantap semua anggota tim basket serempak menjawab…

"TIDAAAKKK!"

"EEEEHHHHH?!" Riko bingung dengan jawaban anak-anak asuhannya ini. Bagaimana mereka bisa tahu rencana si pelatih di festival kebudayaan tahun depan? Dear Riko, anal-anak yang kau latih ini sudah tahu model rencanamu yang selalu diluar perkiraaan dan sedikit gila. Ingatkah dulu saat murid kelas 1 kau suruh mereka meneriaki mimpi dan tujuan mereka bergabung di tim basket di atas atap gedung sekolah, dan jika kalah mereka harus menembak cewek yang mereka sukai sambil telanjang? Lalu saat kau melompat-lompat kegirangan karena Seirin akan latih tanding dengan Kaijo? Atau saat training camp di pantai musim panas lalu kau memutuskan memasak sesuatu untuk mereka yang kau sebut 'kare' itu? Untung ada Kagami yang mengajarimu membuat kare sehingga mereka tidak khawatir akan mati kelaparan setelah mengikuti latihan neraka yang kau buat.

Saat Riko masih asyik dengan 'renungan'nya, tiba-tiba ada seorang gadis yang berlari melewati dirinya menuju ke salah satu pemain Seirin yang berjuluk Phantom player.

"TETSU-KUN KAU KEREN SEKALIII!" Momoi langsung 'menerjang' Kuroko. Setelah penampilan dari klub basket selesai, para makhluk pelangi ini menuju ke belakang panggung menemui anggota tim basket Seirin.

"Ittai-desu.. Momoi-san.. a..aku…tidak b-bisa ber..naf..fas.." kata Kuroko terbata-bata.

"Momocchi, aku juga ingin memeluk Kurokocchi-ssu!" protes Kise pada teman masa kecil Aomine itu.

"Hoi Kise, jika kau ikut-ikutan memeluk Tetsu dia pasti kehabisan nafas bodoh! Dan Satsuki, lepaskan Tetsu, kau membunuhnya," Aomine berusaha menyelamatkan mantan shadownya dari jurus pelukan maut (?) Kise dan Momoi. Melihat wajah Kuroko yang pucat karena kehabisan nafas, dengan berat hati Momoi melepaskan pelukan mautnya. Sedangkan si makhluk pirang itu sibuk menangis bombay karena: 1.) Dia tidak jadi memeluk Kuroko, 2.) Kuroko tidak mau dipeluk olehnya ("aku tidak mau dipeluk Kise-kun.") ("Hidoii-ssu Kurokocchi! (TTvTT)" ) 3.) Dia dipanggil 'bodoh' oleh orang yang (menurutnya) lebih bodoh darinya *pukpuk Kise.

"Penampilan yang bagus, Tetsuya," puji Akashi.

"Kurochin tadi kau keren sekali~..aku tak menyangka kau bisa menyanyi seperti itu, apalagi nge-rap~.."

"Penampilan kalian lumayan bagus nanodayo," ucap Midorima yang sebenarnya terkesan dengan penampilan pasangan cahaya-bayangan Seirin itu.

"Arigatou gozaimasu Akashi-kun, Murasakibara-kun, Midorima-kun," jawab Kuroko sambil membungkukkan badannya sopan.

"Kurokocchi, ayo kita berkeliling di festival ini-ssu!" ajak Kise.

"Tetsu-kun ayo kita kencaann~!" teriak Momoi.

"Kalian berisik nanodayo," makhluk hijau satu ini kelihatannya aja nggak berminat, padahal dia mupeng (muka pengen) banget ngajak Kuroko jalan-jalan (just reminder, dia tsundere akut nanodayo/ "Berhenti meniruku nanodayo!").

"Hoy Tetsu ayo kita jalan-jalan."

"Kuro-chin temani aku beli snack dong~.."

"Tetsuya, kau pergi denganku. Ini perintah."

Karena para manusia alumni SMP Teiko itu pada rebutan ingin mengajak Kuroko Tetsuya pergi,akhirnya Kuroko memutuskan pergi dengan mereka semua. TAPI dengan satu syarat: Kagami ikut.

"Baiklah kalian boleh pergi dengan Kuroko-kun. Tapi dengan satu syarat, Kagami-kun akan ikut dengan kalian juga," kata (atau perintah, mungkin?) Riko pada mereka.

"K-kenapa aku harus ikut? Aa… desu," tanya Kagami.

"Heeee tidak apa-apa kan? Agar kalian bisa 'mengenal lebih baik' lagi~~…"ucap Riko sambil mengedipkan sebelah matanya. Demi semua chessburger di dunia, Kagami ingin menggaruk-garuk tembok saat itu juga mendengar ucapan pelatihnya ini. Yang benar saja, mengenal lebih baik katanya?

"Ide bagus-ssu! Bukankah akan lebih ramai lagi-ssu bila Kagamicchi ikut?" jawab Kise dengan ceria dan aura bling-bling disekitarnya. ("Kise! Berhenti memanggilku Kagamicchi!") ("Eeehh kenapa-ssu?")

"Asalkan kau tidak menganggu nanodayo."

"Nyem~..nyem~..~"

"Huh, baiklah jika itu bisa membuatku jalan-jalan dengan Tetsuya."

"Cih! Kenapa kau harus ikut sih?" kata Aomine.

"Aku hanya menuruti perintah kantoku, AHOMINE!" balas Kagami.

"Apa maksudmu, BAKAGAMI?!" dan mulailah adu mulut duo Power Forward berbeda SMA itu.

"Maaf merepotkan, Kagami-kun," kata Kuroko.

"Diam kau Kuroko!" Kagami tampaknya mulai marah bung. Dia mulai marah…dia mulai marah…mulai marah~…mulai marah~…

Setelah Kisedai berhasil mengajak Phantom mereka pergi (plus Kagami juga), mereka berkeliling SMA Seirin menikmati festival kebudayaan.

Kehadiran mereka di tengah-tengah pengunjung pun menjadi pusat perhatian. Karena warna rambut mereka berwarna-warni bak pelangi? Yap, reader-tachi tidak salah. Alasan lainnya, diantara mereka ada manusia dengan tinggi di atas rata-rata yang membawa cemilan sekantong penuh. Lalu makhluk kuning dari planet Kaijo ("memangnya aku alien-ssu?!") yang menebar aura prince charmingnya pada para gadis. Kemudian pemuda ceb -errr kurang tinggi- bermanik heterochrome yang agung (?), meskipun dia berjalan biasa, tapi cara berjalannya terlihat sangat berwibawa sekali. Lalu manusia lumut yang tampan, sayangnya boneka Barbie yang diklaim sebagai lucky itemnya membuat gadis-gadis menatapnya dengan pandangan 'ngapain sih cowok bawa-bawa Barbie? Euwh -_-'. Kemudian pemuda garang berkulit remang karena jarang mandi ("Hoy!") yang sibuk menguap. Eits, jangan salah, tampaknya kulit remangnya ini (atau bahasa kerennya 'kulit eksotis') ditambah postur dan tinggi badannya yang proposional, membuat gadis-gadis terpikat. Terakhir gadis berambut merah jambu yang terlihat imut, dan ukuran dadanya yang... readers sekalian tahu kan? Oke author nggak akan bahas lebih lanjut (inget rate fanfict ini, bung).

Bagaimana dengan light dan shadow SMA Seirin sendiri? Kagami, yang memang punya postur dan tinggi badan yang bagus pun tampaknya menjadi perhatian sendiri bagi para gadis. Sedangkan Kuroko yang hawa keberadaannya tipis, karena bersama dengan Kisedai plus Kagami, mau tidak mau dia menjadi pusat perhatian juga karena wajah imutnya itu. Yah meskipun tetap mempertahankan poker facenya sih.

Saat berkeliling, mereka (atau tepatnya Akashi) memutuskan mengunjungi tempat yang sebagian orang enggan untuk memasukinya.

Karena tempat pertama yang mereka kunjungi adalah...

...

...

...

...

Rumah Hantu

"K-k-kenapa rumah hantu-ssu?"

"Ada apa Ryota? Apa kau takut?"

"T-t-tentu-ssu. Aku takut sekali-ssu.."

"Tetsu-kun aku takut…"

"Jangan khawatir Momoi-san, ada aku disini," Kuroko mencoba menenangkan Momoi yang ketakutan.

"Kurokocchiii aku juga takut-ssu!"

"Aku tidak peduli padamu, Kise-kun," jawab Kuroko singkat, padat, jelas dan menusuk hati. Jleb.

"Hidoii-ssu…!

"Hey Akashi, bisakah kita pergi ke tempat lain saja? Aku merinding.." kata Midorima.

"Hoo.. apa kau juga takut, Shintaro?"

"B-bukan, hanya saja aku merasa merinding…"

"Huh, tak kusangka kau takut hantu Midorima," kata Aomine ketus.

"Kau juga takut hantu, aho!" jleb. Perkataan Midorima sukses mengena di hati Aomine.

"Kaga-chin~.. apa kau juga takut hantu?" tanya Murasakibara pada Kagami.

"….." Kagami tidak menjawab, dia diam seribu bahasa sambil berkeringat dingin.

"Kurasa kau juga takut dengan hantu, Kagami-kun," kata Akashi.

"Apa kau serius kita akan memasuki tempat ini?" tanya Kagami.

"Tentu saja aku serius," jawab Akashi sambil menampakkan seringainya. Kagami berani bertaruh, seringai Akashi saat ini tak jauh berbeda dari wajah-wajah seram para hantu: mengerikan.

Aomine? Aomine? Dimana kau?

Oh, ternyata makhluk dim ini sedang memegang kepalanya sambil jongkok ketakutan di pojokan. Atau bisa kita simpulkan, Aomine ketakutan. Akashi lantas menyuruh Murasakibara untuk membawa Aomine memasuki rumah hantu. Awalnya Aomine memberontak, namun ancaman 'akan kuhancurkan kau' sukses membuatnya merinding disko dan menurut saja ketika tubuhnya dibawa Murasakibara.

Mereka pun mulai memasuki rumah hantu tersebut. Tampak Akashi yang berjalan di depan, lalu Kuroko dan Momoi yang memeluk tangan Kuroko karena ketakutan, Kise yang sudah komat-kamit berharap petualangan di rumah hantu ini tidak lama, Midorima yang mengelus-elus boneka Barbienya dan berharap dengan membawa lucky item bisa membuatnya keluar dari ketakutan ini, Aomine dan Kagami yang sudah memasang wajah ketakutan melihat suasana rumah hantu. Terakhir Murasakibara yang tampaknya acuh-acuh saja dengan kondisi rumah hantu tersebut sambil memakan snacknya.

Petualangan seram pun dimulai. Ketika mereka mulai berjalan, awalnya tidak ada apa-apa sampai ada suara misterius yang ditangkap indra pendengaran mereka.

"Kembalikan…..kembalikan…."

"S-s-suara a-apa itu-ssu?"

"Kembalikaaaann…."

"T-t-Tetsu-kun, s-suara apa itu?"

"Kembalikaaann… atau aku akan mengambilnya dari kaliaann….."

Tepat saat mereka menoleh ke sumber suara, tampak sesosok wanita dengan pakaian putih, berambut panjang hitam dengan wajah yang tertutup poninya.

"A-a-apa i-itu-ssu?"

Saat wanita itu mengangkat kepalanya, ada yang janggal: matanya tidak ada!

"D-d-d-dia tidak p-punya m-mata-n-nodayo…" kacamata Midorima sampai merosot saking takutnya.

"Akan kuambil mata kaliaaannn…hahahahahaha…"

"Lariiiiii!"

.

.

.

.

.

To Be Continued


Review plis?