"Akan kuambil mata kaliaaann…hahahahahaha…"
"Lariiiiii!"
*gubrak gubruk bruk duarr doorr (gimana sih suara berisik orang lari dikejar setan?)
.
.
.
"Hosh..hosh..hosh…" para remaja pelangi ini ngos-ngosan setelah berusaha kabur dari 'hantu' yang mengejar mereka.
"Apa dia masih mengikuti kita-ssu?"
"Sepertinya tidak nodayo."
"M-m-mengerikaan, aku t-t-takutt…"
"Kau tidak apa-apa Momoi-san?" tanya Kuroko pada gadis disebelahnya.
"Tidak apa-apa kok. Asalkan ada Tetsu-kun aku baik-baik saja~"
"Begitu saja kalian sudah takut," kata Akashi.
"Kalau begitu kenapa tadi kau juga ikut lari hoy?" tanya Aomine.
"Ada yang menarik tanganku," jawab Akashi.
"Siapa yang menarik tanganmu nodayo?"
"Entahlah. Aku tidak melihatnya,"
"K-kau s-s-seriuss?" Kagami mulai ngeri sendiri.
"Untuk apa aku berbohong?" Perkataan Akashi ini otomatis membuat chara favorit kita merinding. Bagaimana bisa Akashi merasa ada yang menarik tangannya sementara dia tidak tahu siapa yang menariknya? Bahkan emperor eyenya tidak bisa melihatnya. Ayolah, untuk ukuran lelucon ini sama sekali tidak lucu.
"Minna, sebaiknya kita lanjutkan perjalanan," kata si muka triplek pada yang lain, dan mereka pun kembali melanjutkan petualangannya di rumah hantu tersebut. Selama perjalanan, mereka dikejutkan oleh berbagai macam hantu yang tiba-tiba muncul di depan, samping ataupun belakang mereka yang membuat jantung mereka nyaris copot dari tempatnya saking kagetnya.
Misalnya ketika ada sebuah tempat tidur dorong rumah sakit yang lewat dan tiba-tiba berhenti di depan mereka sepeerti sekarang ini...
"Huwaa a-a-apa itu-ssu?!"
"Kise-chin kau berisik~.. Itu kan hanya tempat tidur dorong biasa~.."
"Atsushi benar. Ini hanya tempat tidur biasa," kata Akashi setelah dia mengecek tempat tidur tersebut.
"Kami-sama, kapan perjalanan ini segera selesai-ssu. Aku mau pulang hueeee Aominecchii~~~~…" oh rupanya si model ini sudah tidak tahan berada disana, lihat dia sampai menangis merengek pada pemuda remang berambut biru tua disebelahnya.
"Kise menjauh dariku, ingusmu menjijikan!" ketus Aomine.
"Aominecchi hidoii-ssu! Huee Kurokocchi~~…" Kise sudah siap memberi jurus pelukan mautnya pada Kuroko, tetapi...
"Menjauh dariku, Kise-kun. Benar kata Aomine-kun, ingusmu menjijikan," jawab Kuroko apa adanya. Jleb. Sekali lagi, perkataan si shadow ini benar-benar mengena langsung pada Kise, seperti ada benda tajam yang menohok tepat di jantungnya yang sukses membuat produksi ingusnya bertambah dikarenakan tangisnya yang makin kencang.
"Hidoii-ssu!"
"Poor Kise," komentar Kagami.
"Shut up Ryota. Or you'll kissed by my scissors, hm?"tawar Akashi pada si model sambil 'tersenyum'.
"Ahahaha no thanks Akashicchi." Ajaib. Dalam hitungan detik tangisan Kise langsung berhenti. Terima kasih pada gunting keramat sang kapten.
Mereka pun kembali melanjutkan petualangan di tempat terkutuk tersebut (nama tempat yang dipikirkan Aomine, Kagami, Midorima, dan si makhluk kuning). Setelah melewati halang rintang yang memacu adrenalin dan menguras emosi serta jiwa raga (?) mereka pun akhirnya keluar dari rumah hantu tersebut.
"Akhirnya selesai juga-ssu~~!" Ucap Kise setelah keluar dari tempat terkutuk itu.
"Oh my God, that's so scary," kata Kagami dengan tatapan horor sambil memegang dadanya. Kagami bersyukur jantungnya masih berada di tempatnya.
"Sepertinya kalian senang di rumah hantu tadi," kata Akashi sambil menampakkan seringainya.
"SENANG APANYA?! Jantungku nyaris keluar dari tempatnya dan itu mengerikan!" bentak Aomine.
"Mine-chin~… kau memang penakut."
"Aomine-kun, percuma badanmu besar, kekar dan berotot tapi ternyata takut hantu," kali ini Aomine yang menjadi 'korban'nya Kuroko pemirsaah. Dan ucapan Kuroko ini membuatnya mendapat jitakan gratis dari ace Too tersebut.
"Tetsu temeeee!"
"Ittai Aomine-kun,"
"Berisik nodayo," kata makhluk Tsundere satu ini.
"Mido-chin~… bukannya kau tadi juga ketakutan?"
"A-aku tidak takut nodayo!"
"Apanya yang tidak takut-ssu?! Kau tadi berteriak sangat keras-ssu!" kata Kise sambil menunjuk-nunjuk shooter Shutoku itu.
"Jangan mengada-ada Kise, aku tidak berteriak nodayo," jawab Midorima sambil mempertahankan gaya coolnya. Padahal apa yang dikatakan Kise benar, dia menjerit lebih hebat (dan mungkin lebih keras) dari makhluk kuning satu itu.
"Ryota benar, Shintaro. Jeritanmu keras sekali," kata Akashi dan perkataannya sukses meruntuhkan pose cool Midorima. Jika ada Takao, pasti Midorima sudah dibully habis-habisan dengan komentarnya "Shin-chan rupanya kau takut hantu hahahahahaha :D."
"Kau ingin mengunjungi mana lagi Akashi-kun?" tanya Kuroko pada mantan kaptennya.
"Tidak Tetsuya, kurasa hari ini cukup," jawab Akashi.
"Eehh sudah mau pulang-ssu?" pekik orang alay pirang ini.
"Tetsuya, acara ini berlangsung selama tiga hari kan?"
"Hai, bagaimana Akashi-kun tahu?"
"Kau meragukanku?" tanya Akashi yang dibalas gelengan dari Kuroko.
"Semuanya ayo kita pulang. Besok kita akan datang lagi." Setelah berpamitan pada Kuroko dan Kagami, Akashi beserta pasukannya pun pulang.
Dan sekarang tinggal Kagami dan Kuroko...
"Hey Kuroko,"
"Hai, Kagami-kun?"
"Entah kenapa aku merasa Akashi seperti sedang merencanakan sesuatu."
"Aku juga merasa begitu. Tapi aku tidak tahu kira-kira apa yang direncanakan Akashi-kun."
"Apapun itu semoga dia tidak merencanakan sesuatu yang berhubungan dengan gunting!" oh rupanya Kagami masih terbayang-bayang insiden-tergores-gunting saat Winter Cup kemarin. Ukh ngeri juga jika diingat, membuat bulu kuduknya merinding.
-/-
Sementara itu anak-anak Kisedai...
"Akashicchi kau serius?!"
"Kau meragukanku, Ryota?" *ckris.
"E-e-eeh tidak-ssu,"
"Waktunya sempit sekali nodayo, apa kita sempat?"
"Kau juga meragukanku Shintaro?" *ckris.
"Ti-tidak nodayo,"
"Seperti yang tadi kukatakan, lakukan perintahku. Dan aku ingin ada kata yang tidak ingin kudengar dari penonton tentang penampilan kita. Dan jangan lupa, I'm always right,"
"Y-yes sir."
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
Haduuh apa-apaan ini?! Bikin sakit mata (?)
Huhuu maaf telat update, karena author lagi disibukkan dengan berbagai tugas dan ujian di kampus yg alhasil membuat fanfict ini terbengkalai / haduh.
Maaf kalo chapter ini jelek,kata2nya susah dicerna dan gak enak dibaca karena saya ngetiknya di tab huhu :'(
Last but no least, reviewnya minna?
