FYI: Chapter 6 ini ada tambahan ceritanya lhooo~~ karena banyak yang protes 'kenapa chapter ini pendek banget', jadi author tambahin ceritanya dan edit beberapa bagian-yang-nggak-penting.
Happy reading~
..dan festival pun berlanjut..
.
.
.
"Hoyy Kuroko, Kagami!" terdengar suara memanggil nama light and shadow tim basket SMA Seirin ini di lorong sekolah yang penuh dengan orang-orang yang tengah menikmati acara festival kebudayaan.
"Oh, Senpai. Doumo," ternyata yang memanggil adalah senior mereka di tim basket, Koganei. Tak lupa rombongan anak-anak kelas dua lainnya.
"Are? Dimana anak-anak Kiseki No Sedai?" tanya Riko.
"Mereka baru saja pulang," jawab si alis dobel.
"Haaahh sayang sekali. Padahal aku ingin mengadakan latih tanding melawan mereka," ucap Riko dengan lemas.
.
.
Ha? Latihan tanding? Melawan Kiseki No Sedai? KISEKI NO SEDAI VS SEIRIN? Kau pasti bercanda...
.
.
"C-c-c-cotto matte, latih tanding?!" tanya Hyuuga.
"Memang kenapa? Kalian pernah mengalahkan mereka bukan?"
'Mengalahkan tim yang isinya Kiseki No Sedai semua?' pikir Kagami. "Yossh, aku kita lakukan!" teriak ace Seirin ini dengan semangat.
"Daho! Kau pikir mudah melawan mereka?! Melawan satu tim yang anggota Kiseki No Sedainya hanya satu saja kita sudah mati-matian, apalagi satu tim penuh dengan para monster itu?!" omel kapten megane ini.
"Kita pasti kalah," kata Tsuchida.
"Kita pasti hancur," kata Koganei.
"Kita pasti mati," kata Mitobe (bahasa Mitobe yang diterjemahkan oleh Koganei).
.
.
.
PLAK PLAK PLAKK!
.
.
.
Ouch, rupanya kipas kertas keramat Riko sudah beraksi.
"Kenapa kalian? Ini kesempatan langka untuk kalian melawan mereka! Satu tim penuh!"
"Kantoku, apa kau serius?" tanya makhluk unyu terimut berambut biru muda ini.
"Tentu saja!"
"Tapi sekarang kan masih ada acara festival kebudayaan, kita akan latih tanding dimana? Lapangan tidak mungkin, gedung olahraga juga digunakan untuk penampilan karya seni," kata Kuroko.
"Ahhh...benar juga," jawab Riko dengan lesu.
"Kantoku, bagaimana kalau latih tandingnya setelah acara ini selesai? Dengan begitu kita bisa menggunakan gedung olahraga dengan bebas," saran Kagami.
"Brilliant, Kagami-kun. You rock!" kata Riko dengan mata bling-bling berbinar.
"Riko, apa kau serius?" tanya Kiyoshi.
"Tentu saja!"
"Waahh pasti menyenangkan bertemu mereka lagi," kata Kiyoshi, tak lupa dengan senyum bodoh yang terpasang diwajahnya.
"Ne Kuroko-kun, bisakah kau menghubungi Momoi atau anggota Kisedai yang lain tentang latih tanding ini?" tanya Riko pada Kuroko.
"Wakarimashita," jawab Kuroko.
"Nah minna, sekarang ayo kita jalan-jalan~" ajak Koganei.
"Yoooo!" jawab anak-anak Seirin serempak.
.
.
.
"Kagami-kun,"
"Hm, nande?"
"Apa kau siap melawan mereka semua?"
"Tentu saja! Aku akan mengalahkan mereka!"
"Hmm..souka,"
"Saa..ayo kita kalahkan mereka! Dan kita buktikkan bahwa kita memang pantas menjadi nomor satu di Jepang!"
"Hai!"
.
.
.
.
.
*piip piip piip*
From: Tetsu-kun my future husband \\(^.^)/
Subject: Latih tanding
Momoi-san, kantoku memintaku untuk memberitahu jika kami berencana melakukan latih tanding melawan Kiseki No Sedai. Kami belum bisa memastikan kapan karena sekolah kami masih ada festival kebudayaan. Untuk info selanjutnya akan kuberitahu nanti.
.
.
.
"Latih tanding?"
"Unn, Tetsu-kun memberitahuku jika Seirin berencana melakukan latih tanding dengan Kiseki No Sedai," kata Momoi.
"Hmm..." Akashi tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya "Oke, I hope they won't be easy on us, especially me. Eventhough I lost to them in Winter Cup, " kata Akashi.
"Aku juga tidak akan kalah-ssu, meskipun lawanku adalah Kurokocchi!"
"Tetsu, Kagami, tunggu pembalasanku,"
"Hmph," Midorima sambil menaikkan kacamatanya, dan menampakkan senyum yang mengatakan 'Baiklah'
"Ano Momochi, kapan kita melawan mereka-ssu?"
"Entahlah, mereka belum tahu kapan karena festival kebudayaan itu. Tetsu-kun akan menghubungiku lagi jika mereka sudah menentukan waktunya," jawab Momoi.
"Akashi, jika mereka berencana melakukan latih tanding lalu bagaimana dengan rencanamu sebelumnya?" tanya Midorima.
"Ah, benar juga," kata Akashi.
"Batalkan saja," kata ace Too ini sambil menguap. Sebelum dia menuntaskan kegiatan menguapnya, tiba-tiba ada serangan tatapan mata dari sang Kapten Rakuzan menuju padanya. Ukh, tatapan matanya saja sangat tajam, apalagi guntingnya?
"Tidak," jawab Akashi ,"rencanaku tetap harus berjalan,"
"Tapi bagaimana? Mereka mengajak kita untuk latih tanding. Bagaimana kita melakukan dua kegiatan dalam tempat dan waktu yang bersamaan?" tanya Midorima.
"Aku punya rencana," jawab Akashi sambil menampakkan senyum 'menawan'nya.
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED~
Review buat chapter remake ini, pls?
