Oh My God!

Oh My God!

AKU HAMPIR LUPA UNTUK MELANJUTKAN JAPAN ANIME HIGH SCHOOL YANG TELANTAR INIII! HIKS HUHU WEWEEEK!

*capslocknya njiier..

Jadi, bales review diutamakan seperti biasa.. Tapi kayaknya balasan kali ini agak kusingkat. Kalian mungkin ga tau deritaku ya?

All Chara BSR+WO : "NGGA, DASAR DISSAKITI TRUUZ!"

Ok, kujelasin! Di UKS... Kena kutu... TEIKAUES! TI-KUS! AKU GA KUATTTT.. Pas itu lagi, ruanganku sangat berhadapan dengan AC.

Baiklah, kalian ga mau kepenuhan derita maxku, kan? Bales review dee..

Yang pertama, Meaaaa-chan! Myachan! (Ngawut deh)

Memetttt! Memettt! Memettt! Syukurlah, perasaanmu sama seperti mamaak! (Memet lagi aah! Dulu Eaaa, ganti memet! Gimana si? -_-) Aku minta ampun soal pair crack itu, tapi saking Dissa kepikiran ama Mut-Mut Semut or Imut, ya ketulis itu Crack.. Hontou ni, ore wa gomen, Memet!

Nah, makasih reviewnyaaaa~! Curhatmu juga... Selalu!

Yang kedua, Honey-neechan!

Gomeeeeen! Aku lupa lagi aaah! Kakak kan dah tau sikap anak ke senpai! (He? Honey-neechan pasti ga ngerti maksud saya, aah, aup) Well, Kenshin and Kasuga sekarang di studio ngambek tingkat tinggi, oleh karena daripada ke itu (bahasa apa itu?) pasti kita semua lebih ngewow mukanya!

Males YAOI ya? Memang akhir-akhir ini banyak yang bilang gitu.. Tapi semoga disini menjadi YAOI MOMENT TERAKHIR! Amiin! Makasih banyak reviewnyewt (yee! Kata nyewt baliik! Senangnyeeeewt! Ada monyeeewt!) I am campur-campur!

Yang ketiga... Ettou... Girl-chaan!

Girl-chaan... Daijoubu des, alias aku raphophot, rajhojhon ko, lirik-lirik lagu itu lumayan juga.. (Emang ngerti artinya ya? Kagak.. *huuu~) Arrigatou reviewnyewt! Salam chaching ahook dari Kennyot Menggenyot Kolorrr! (?!)

Yang keempat! Bunga-san! (Aku panggil seperti ini yaa ^^)

Yaah... Lomba menatap itu, cuman permulaan! Habis itu deket-deketan, pas insaf... Pertarungan REAL dimulai! Masa' natap terus?! Haha, Bunga-san terlalu menganggap serius! (Wha?) Anata no review sugee! Thanks..

Yang kelima.. Kurasa Author ini newcomer, Saki-san...~~~!? (Kebanyakan tandanyewt tuu..)

Saki-saaaan! Kau akhirnya bermain-main di JaNime sayaa! (Lebai, padahal lama ga dilanjutin masih dipikirin.. *apa?authorpunmemojok) Belajar banyak?! Ah, saya tidak perlu seperti itu.. Mungkin sayalah yang harus rodo' belajar dari Saki-san! Anda aktif, ngakak nge-joss, dan... Pokoknya gitu deh! (?) Yepz, thanks reviewnyaa!

Yang last, not least, cause I miss this one! MO-KA-KOU-KA-KOU! Eh, salah! (Dihajar) MO-KA-KO-SHIIII! Dan akan saya panggil Moshi-san. (Loh? Kalau memperburuk harap saya ditampar dalam 3.. *TAMPARDEHH)

KAMU KEMBALIIIII! DAN AKU JUGA KEMBALIIII! (KAMPRET LU THOR DASAR DISSAPU BERSAMA SAMPAH!) Kayaknya Moshi-san kesenangan sama MuneIchi yaa~! Ikut aja deh.. (Diantem Nagamasa) Yaa! Gue gitu loh! Nickname bisa bikin seperti itu! *gangnampose* Dan apaa?!

"ICHI... HARUS... MENENDANG.. NOBU-NIISAAN?!" Seru Oichi yang ternyata diam-diam nyelenong ke ruang Author.

Lalu Dissa noleh, ternyata Ichi ngilang lagi. Aneh, cepet banget aah.. Baiklah, dipertimbangkan dulu yaa! Aku akan berusaha! Thanks reviewnyaa!

Baiklah! Keenam anak-anak yang marah karena sejak Oktober review mendarat, tapi Dissa ga pulangin mereka balik tepat waktu.. (Bahasanya, alay deh!) Daripada tambah telat, langsung aja mulay! Tapi perlu diingatkan, ini duel, jadi kayaknya ga begitu banyak ngakak. Suwer, maafin Dissa! (Lebai)

Act 4 : Duel TuWaGa! SasuJuro, ChikaYasu, KennyoMoto!

Baiklah.. Sampai di mana yaa? (Huu... Masa' yang bikin jadi tolol gini?) Gini loh! Kalau tidak salah, SasuJuro lagi lomba menatap! Kita mulai dari pandangan Sasuke..

"Yare-yare.. Tanpa disadari, kita membuat ajang lomba menatap, seperti kata Migime-san.." Pikirnya. "Rasanya aksi ini membuat para penonton gregett!"

Sasuke menoleh ke bangku penonton. Terlihat Yukimura-Shingen melipat (mengepal) kedua tangan mereka sampai kulit-daging copot. Ngerti kan? Tulang aja. Muka mereka kayak evil!

"B-benar saja! Sanada-dan... Naa..!" Batin Sasuke keras.

"Oi!" Celuk Kojuro tiba-tiba, posisi masih belum terdeteksi.

Sasuke langsung menghadap ke Kojuro. Anehnya kedua mata mereka masih belum berkedip sejak tadi. Hebat ya.. "Hah?!"

"Aku kurang puas kalau di jauh... Mari menatap lebih dekat! Naze, Ore wa Katakura Kojuro! Babu Babo Babi Bibi!" Serunya dengan nada tegas.

Ternyata? Kalian tau kan? Kojuro dan Sasuke sekarang jarak menatapnya 4 cm doang! (Yang bener aja! Itu salah! Maksudku... Kurang deket! 0,8 cm terus cium ntu kan- *digeplok Sasuke)

"Mi-Migime... San... Kau tau... Ini sangat mesum..." Bisik Sasuke yang ternyata juga melirik ke arah penonton. Para penonton saulting, bahkan Nobunaga sampe bunyiin lonceng pernikahan. (Apa?!)

"Shimatta! Seharusnya tiada adegan YAOI lagi! Ada yang pernah bilang sama aku, tapi dianya malah nelantar dengan spekta!" Batin Sasuke. Sasuke lari ke arah penonton, mendekati... (Tebak coba?)

"Kitsune! Chotto! Kau keluar?" Tanya Kojuro yang masiih aja melotot hampir ga berpikir. Dan sekarang, badannya sampai membungkuk lemas seperti daging lembeknya kambing betina. (?)

Sasuke jalan tak berkedip dengan amarah, meski ia tau kalau matanya perih. Meski ia tau kalau perihnya tak boleh ditahan, karna kemungkinan menjadi cairan bambay. (Bawang boMbay! *dishuriken Sasuke) Dan mengarah ke...

"DISSASSISSUSSESSOOOOOOWH! KAU MEMANG -TIIT-! HARUSNYA TAK SEBARIN -PIIP- KE MUKA LOE! DAN MENENDANG -TREET- DENGAN TAEKKONDENYA KOJURO! MANA JANJI MANISMU? SEMUANYA JADI JANJI KECUT!" Teriak Sasuke dengan 3 mesoh ala Author yang tegas.

Ternyata, Dissa yang dimaksud, langsung melompat ke langit saking ketakutan. "Loh? Sasuke! Aku kan, tidak tau... Nanti akan aku perr-"

CRECAH! CRECAH! SUMURAWUT! TOK TOK! SAPA? INI CUMA HAMPA! APA?! Sakitnya tu disiniii~ (SFX aneh banget)

"Aaaawh... Sasuke... Tega banget lu ama Author!" Jerit Dissa.

"Makanya jangan YAOI tok dipikirin!" Kata Sasuke. Ia kembali ke zona pertarungan. Ia menjaga jarak dari Kojuro sekitar 60 cm.

"Yappa ri, Kitsune. Kau mengurus Dissa." Kata Kojuro. "Dan kenapa kau menjauh dari tempat seharusnya?"

Sasuke kebingungan, "Omai wa doyu koto nda?"

"Tadi kan... Kamu di sinii!" Seru Kojuro sambil menunjuk tempat tadi mereka... Ah, begitu lah.

"Ya elaah! Kamu sama aja kayak Dissantep bareng kalkun itu! Jangan mikirin YAOI!" Tegas Sasuke.

"Lalu.. Kenapa?! Kenapa?!" Seru Kojuro dengan dahsyat.

"Heh?" Sasuke lagi-lagi kebingungan.

"Kenapa... Masamune-sama YAOI-an ama Ieyasu di situ?!" Kojuro menunjuk Masamune dan Ieyasu. Mereka sedang berbincang kayak nantang sambil berpengangan satu sama lain. Anehnya, yang megang satu sama lain cuman satu tangan, dan sikut masing-masing pihak di lantai. Memang kehendak ya?

"Hahaa... Interesting!" Teriakan Masamune terdengar di telinga Sasuke, jelas.

"Iya! Seperti ini... Menyenangkan!" Teriakan Ieyasu pun terdengar.

Sasuke mengamati lagi mereka berdua... Muka Sasuke langsung kebakaran! Panggilkan pemadam kebakaraan! Kasihan ni lo! Monyet juga perlu hidup! (Diledakkin Sasuke)

"Ano... Migime-san... Coba diperhatikan lagi.." Kata Sasuke dengan ketus. Tampaknya ada yang kurang beres.

Kojuro melihat lagi dan langsung hidungnya bernonoh (emang lu ngerti apa itu bernonoh?! X_X) saking ga kuat.

"ITU... SEPERTINYA MEREKA BERPEGANGAN DENGAN SANGAT KUAT! BAGAIMANA MUKA MEGOHIME KALAU MELIHAT ADEGAN TERSEBUUT?!"

Sasuke facepalm dan berteriak, "YA ITU KARNA MEMANG BEGITU!"

"Maksud elu?" Tanya Kojuro bagai anak tak bersalah.

"MEMANGLAH HARUS BERPEGANGAN KUAAT!"

"Apa?! KAU... Lebih memilih... MASAMUNE-SAMA DEKET YASU DARIPADA BABU?!"

"BUKAAAAN! TAPI KARENA MEREKA.. LAGI... MAIN... PAN-CHOOOO!" Teriak Sasuke dengan tekanan sampe ngos-ngos brengosen.

Bener aja, ternyata yang diduga Kojuro sebagai adegan pegang-pegangan tangan dengan romantik bukanlah maksud cinta.. Tapi bermain panco! Ada-ada aja.. (Nagamasa : "BUKANNYA LU YANG ADA-ADA AJA, MAMAK?!")

"Panco, apapun itu, Masamune-sama berpegangan dengan anak asing!" Seru Kojuro yang masih ga nerima.

Dobel facepalm akhirnya dilakukan juga oleh Sasuke. Oh, perlu diingat, di antara Sasuke dan Kojuro, belum ada satupun yang berkedip sampai saat ini! Wow..

"Ya beda nak Juro! Aah! Sudah! Sekarang pikirkan duel kita!" Seru Sasuke tak tahan lagi dengan geram.

Blink! Kojuro ternyata berkedip. Yaah... Babu Babo Babi Bibi ternyata payah amet! (Dipotong bareng lobaknya Kojuro) "Yaah... Aku kalah! Kitsune, maju duluan!"

Sasuke juga berkedip, dan berkata, "Oh benarkah? Baiklah.. Kalau begitu.."

Syooooo... Sasuke membentuk 2 bayangan bentuk dirinya. "Kore wa.. Bunshin no Jutsu!"

Para pendukung Sasuke (terutama Yukimura, Oyakatak) langsung heboh.

"Akhirnya, Sasuke beraksi!" Seru Yukimura.

"Eh, katanya tadi Bunshin no Jutsu, ya?" Tanya Itsuki ke Papi Xavi.

"Eergh.. Iya, nak." Jawab Xavi agak ragu. "Lebih tepatnya, jurus bayangan!"

"Ooh... Jadi hanya bisa dilakukan kalau bayangannya besar ya?" Kata Itsuki semrawut.

"Ngga lah.. Para ninja pada umumnya memang bisa Bunshin no Jutsu. Mereka membuat duplikat dari tubuh mereka sendiri. Fungsinya untuk membuat musuh kebingungan saat menyerang, kan, kalo nyerang semua, tenaga kita terkuras." Kasuga ternyata ikut menjelaskan, dan ia juga melakukan Bunshin no Jutsu untuk memberi contoh ke anak KepSek.

"Ooh... Rupanya seperti itu? Aku mau coba!" Kata Itsuki.

"Pake apa nak? Kamu kan, bukan keturunan nin-" Pertanyaan Xavi terputus saat melihat Itsuki memegang pisau. Iyalah, khawatir ama anak!

"Karena aku bukan ninja, inilah caraku! Aku akan membelah dirikuu! Siapa tau nanti fragmentasi dan diriku ada bunshin-" Teriakan Itsuki terputus dengan anteman jet api (?) Kepala Sekolah.

"Beda doong, nak Tsuki! Kita bukan ninja, apalagi bintang laut!" Kata Xavi.

"Hooooek... Jet Papi sanggar banget... Harusnya dikasih ke roket yang ke bulan itu, hoooooeeek!" Lirih Itsuki.

Back to battlefield, Kojuro bingung, kepalanya kayak lagi dikasih hyptonizer. Bahkan sampe ga kerasan kalau...

"Eh? Peraturan satu senjata kok ga diterapkan?" Seru Dissa.

"Gak tau tuh, Sasuke kan lumayan onar." Jawab Motochika rodo' ga ker.

"Hmmm... Iya juga, nanti Dissa bilang ke Keiji kalau aturan itu dicopot! Mumpung Keiji masih di kamar mandi. Nanti akan menganggu keenakkan salah satu pihak!" Kata Dissa.

"Gitu dong, Dissa-san! Aku akan lebih nyaman dengan ma own six blades!" Seru Masamune senang. Dia masih main panco, aah, gimana sih? Ntar dia jadi Pancoga- (dihajar Masamune saking sepertinya dia sudah tau yang mau dibilang Dissa)

"Saa, migime-san! Serang yang mana saja!" Seru Sasuke bangga.

"... Yosh." Kojuro mengeluarkan pedang, yang ber-aura hijau keputihan, seperti lobak!

Kojuro ngecap-cip-cup bayangan Sasuke. "Cappu, cippu, cup, ayo cup-cup, jangan nangis karna kamu dikecup."

Tling! Keyakinannya tertuju ke bayangan yang di sebelah kiri.

"Rasakan ini! Lobak spear!" Teriak Kojuro keras.

Poof, itu hanya bayangan, Nak Juro!

"Apa?! Bunshin? Kusso!" Kojuro menyerang yang ada di sebelahnya sekarang, dan itu bayangan lagi.

"Berarti... Kau yang ini, kan?!" Pandangan Kojuro sarkastika, ia menyerang yang tersisa dengan Lobak Spear.. Tapi..

POOF! Apa? Sulit dipercaya! Bayangan lagi! Lalu di mana Sasuke yang asli?

"Kitsune sialan! Di mana kau sebenarnya?" Seru Kojuro kesal.

Tiba-tiba, Sasuke muncul di belakang Kojuro. Langsung punggung maniak lobak ini dislash dengan shuriken Kitsune.

"NGIIK!" Begitulah jeritan Kojuro saat kena slash.

"YEEEEAH! SASUKE AI LOV YUUU!" Seru Yukimura bangga.

"Ternyata segini? Kekuatan ryuumigime?" Ejek Sasuke yang melihat Kojuro lompat ke langit.

"Jahat kau! Sini ku balas!" Tubuh Kojuro langsung ber-aura lobak, melumuri pedangnya pula. Ia melakukan gerak berikut..

"Gerak KaguNegi! Kau akan masuk.. Harum no Yume!" Seru Kojuro. (Aduh, harusnya Kaguya mamak dah gitu Harum lagi, yang bener Haru! -_-)

Krek! Sasuke pun kena efek gerak KaguNegi, yakni patah kayak lobak dipotong dan keluar wangi dahsyat. (Anggap : yang mahal dari manusia :D)

"Yewk! Sasuke kentut!" Teriak Kasuga. Kasuga langsung melakukan 'Kuchiyose : Handkerchief' (?) dan menutup hidungnya dengan barang lembut itu.

Nah... Kentut.. (Dasar Dissa! Bilang aja elu kehabisan ide! Dan pasti bentar lagi reviewers marah karena ga kocak!)

"Kitsune macam apa sih ni, Sanada? Ternyata lebih bau dia!" Tanya Ieyasu yang ikut kebauan, dan kebetulan saat itu baru selesai main panco..

"Entahlah, Tokugawa-dono.. Setahuku belum pernah Sasuke ngentut. Mungkin efek KaguNeginya Katakura-dono memuncak!" Jawab Yukimura.

Yoshiaki malah teriak, "Kentut ini bagus lo ya! Kalian harusnya jangan nutup hidung ya! Kan, ngetes kekebalan hidung ya!"

(FACEPALM BERJAMAAH IMAM SASUKE)

"Yoshiaki-sensei! Jangan manasin suasana!" Eyel Keiji dengan suara lucu, karena cara menutup hidungnya yakni dengan cara terlain dari yang lain. Ia menyelempit hidungnya dengan jari tengah serta telunjuk kirinya, jadi kempes. Kan, pengaruh suara.

"Sapa yang manasin, ya? BetaYaki kan cuma bilang ya... Kalo kentut itu bagus, ya kan ya? Masa' dengan omongan seperti itu cuaca langsung panas ya?" (Plis deh BetaYaki..)

"Haaaih... Maksud ane, jangan bikin suasana gak enak!"

"Suasana bisa dimakan, ya? Kalo iya, napa digak enakkan lagi ya? Memang gak enak kan ya?"

Keiji yang mendengar ketololan sensei ini langsung kebakaran jenggot. Back to battlefield..

"Bagaimana, Kitsune-chan?!" Tanya Kojuro.

"CH-CHAN?! HOW DARE U-" Ketus Sasuke.

"Aku menurunkan harga dirimu, sekaligus membuat fisikmu 20 persen melemah! Benar kan? 13 persen karena pinggangmu yang patah, karena di-slash, 7 persen karena -treet- mu baru saja mengeluarkan kotorannya. Itu karena kekuatan KaguNegiku! Jadi ga enak rasanya kan?" Jelas Kojuro.

Sasuke mengecek -treet- nya (what?), mukanya agak panik. "Sial! Seranganku ke Migime hanya melemahkan punggung, namun serangan Migime ke Sasuke Gantenks ini menyerang pinggang dan -treet-! Dan soregashi, Sarutobi Sasuke, baru nyadar -treet- kalau nyeri parah banget!"

Kojuro tersenyum dolly. (Ditebas Kojuro) Kojuro sekarang lagi 'FuryLo Mode'. Fury + Lobak.

"Aku tak boleh diam saja! Pasti ada yang bisa dilakukan!" Batin Sasuke Si Ngentutan Naik Daun. (Sasuke : "Kenapa itu dibahas lagi?!" *menghajar Dissa)

"Ampun deh babu' ku... Ah! Mungkin hanya karmanya.." Kata Masamune.

"Get ready!" Kojuro menendang-nendang-nonjok-nonjok-tampar-tampar-sedeng-sedeng-headbutt-headbutt-nyikut-nyikut-coples-coples(?) Si Kitsune. (Kojuro : "Hello? Emang movesets sampe dikasih strip kakean?")

Bak! Buk! Plak! Plok! Clak! Clok! Dhuak! Dhuok! Kretak! Kretek! Tas! Tos! Dan... (Wayoloo! Ga bisa bikin sfx coples! Dasar Dissapa pocong dadakan!)

"Aaaargh! Ampuuuuun!" Sasuke terjatuh.

"Iyaaaaaaaaah! Sasukeeeee!" Seru Yukimura tak percaya, saat melihat tubuh jeli marinya babu Yukimura terjatuh. (?) (dihajar Yukimura)

'Padahal Sasuke adalah monyet ninja yang head butt, aku heran dia bisa dikalahkan..' Tulis Fuuma.

"Wow! Katakura Kejora head butt juga!" Seru Sorin.

"Kukira kau mendukung Sasuke, dasar Qu-" Sindiran Yoshitsugu terputus.

"Ekhem! Yang benar Sa-Sar-U-Ke!" Eja Sorin sampe bekas makanannya tadi (emang apaan? Ah, lupakan.. *Dissa dihajar readers) muncrat ke Yoshitsugu dalam bentuk gumpalan warna-warni. (Bisa ditebak, Sorin makan gulali campur permen yang basi.. *diinjek robot Sorin)

"Terserah... Yang penting pihakku padanya, dan kau pada yang maniak kebun." Kata Yoshitsugu pasrah, alias ngePAS paRAHnya..

Oke, di battlefield, Kojuro siap-siap melakukan pose kemenangan. Ia memutar-mutar pedangnya. Keiji mendatangi medan perang untuk mengecek apa Sasuke benar-benar kalah atau masih ada. (Jello : *numpang lewat* "MASIH ADAAA CINTAAAAWH! DI HATEEEH!" *dihajar Dissa (tumben Author yang menghajar.))

Keajaiban alias fenomena alias mejik terjadi! Sasuke yang jatuh tiba-tiba meleleh, dan menjadi Sasuke yang masih sehat wal afiat, Allahu Akbar! Kabiiraw Walhamdulillah.. (Tsubako : "OJO' TAKBIRAN!" *menghajar Dissa dengan 20 hits combo)

"Apa?! K-Kit-Kit..." Kojuro terbata-bata, bahkan hampir terbadak-badak. Sasuke hanya mengerlipkan sebelah matanya.

"Pertarungan masih dimulai, minna-sama!" Seru Keiji. Ia kembali ke bangku bersama pendukung Sasuke yang bersorak gembira.

"Sasuke sangat pintar dalam meletakkan trik. Babunya Masamune pasti tak tau harus berbuat apa sekarang." Kata Shingen.

"Yang aku heran, kenapa Sasuke palsu meleleh? Apa itu masuk trik ninja? Bukan tingkatan possible manusia!" Tanya Matsu tak percaya.

"Bukan trik lagi! Itu ilusi!" Kata Toshiie ngawut.

"Kalo ilusi, berarti Sasuke bukan ninja! Melainkan penyihir!" Kata Matsu.

"Berarti... Ada penyihir di sekolah kita..." Kata Toshiie kagum.

"Lupakan itu! Kalian malah melenceng! Kesimpulannya, ninja memang aneh. Termasuk Kasuga." Kata Kenshin.

"Apa?!" Kasuga hanyut ke Sungai Amazon dan kena makan piranha. (?!) (diiket Kasuga)

"Okay! Tadi kita sampai mana, Migime?" Tanya Sasuke dengan tantangan.

Mukanya 4B ini (taulah kepanjangannya ^^) termangap heran. Ia bertanya, "Sejak kapan tubuhmu ada penggantinya? Padahal terlihat seperti.. Hampa..."

"Itu namanya pelindung! Ninja bisa melindungi diri mereka, contohnya saja Gaaram di anime Parutan, ia melindungi tubuhnya dengan cangkang pasir. Kalau aku, pakai shadow!" Jelas Sasuke. (Sasuke sempat dihajar tokoh aslinya tadi ^^)

"Da-dakara..?" Kojuro tak percaya.

"Yep! Aku sempat menutupi tubuhku dengan bayangan, tapi gerakan memberi pelindung jarang terlihat oleh mata manusia biasa!" Jawab Sasuke. Sasuke mengeluarkan beberapa shurikennya, lalu melemparnya ke Kojuro.

"Percuma! Kau takkan bisa menghadapi migime kesayangan Lobak-san!" Teriak Kojuro. Ia langsung menghindar sana-sini.

"Hei! Tidak sopan! Kukira kau akan menyebut namaku, Babu Babo!" Teriak Masamune.

"Gomen, Masamune-sama! Masamune-sama memang tuanku, tapi Lobak-san lebih penting untuk dilindungi!" Jawab Kojuro yang masih menghindar. Ia tak menyadari sekelilingnya.

"Kenapa kau selalu menghindar, BaboMigi?" Sasuke masih melempar shurikennya.

"Sugee... Saru melempar sepack besi runcing kecil 4 ruas, lalu babu babo melompat sana-sini! Bertubi-tubi dilakukan tapi mereka masih kuat!" Seru Yoshimoto.

"Tapi juga, sepertinya Kojuro terdesak." Kata Kennyo yang memerhatikan sekitar Kojuro. Dipenuhi shuriken!

"Terima ini!" Sasuke melempar satu set shuriken terakhirnya. Kojuro masih mau aja menghindar dengan cara wow! Dan alhasil, sekeliling Kojuro dipenuhi sangat dengan shuriken. Ia tak dapat melompat ke bidang aman lain, apalagi jalan!

"Sial! Sekarang aku kebanyakan menghindar, dan tidak ada bidang kosong!" Pikir Kojuro.

"Kau tak bisa lewat, tapi bayangan alias shadow ku bisa!" Kata Sasuke enteng. Sasuke melakukan jurusnya, yaitu mengeluarkan lumpur bayangan (bayangan yang dimaksud ini bayangan hitam-hitam itu) yang muncul di bawah Kojuro, persis.

Bayangan bereaksi dengan dahsyat, Kojuro tak dapat bergerak! Pendukung Sasuke makin heboh!

"SASUKEEE! BABUNYA MASAMUNE-DONO KALAHIN AJA SAMPE MATEK!" Seru Yukimura pake toa.

"Apa?! Kenapa kau peduli amet, Yukimura? Masamune kan, rivalmu!" Kata Shingen sambil siapin tonjokkan maut.

"Justru itu, pappinya Yuki-chan! Aku hampir tidak menginginkan kehadiran Babu Babo! He's being a jerk for many times, even when I sleep!" Ketus Masamune.

"Hontou?" Tanya Shingen. Dan back to battlefield, Sasuke menjadikan Kojuro sebagai bidikan big shuriken! (Yang tadi shuriken kecil-kecil lho... Sekarang derita Kojuro lebih besar! XD)

"Dai-Shuriken combo!" Seru Sasuke. Berbagai motif shuriken besarnya berhasil terlampias ke Kojuro dengan tepat. Biasa, kata slogan benar, monyet yang belajar pasti lebih pintar dari pemburunya! (Dihajar Sasuke)

"Aaaaawh! Sakitnya dua kali, Kitsunee!" Pekik Kojuro. Jeritannya karena tubuhnya kena banyak shuriken, bercampur bagian bawahnya yang kena serapan bayangan.

"Biarin! Yang penting Dissa sudah mencabut aturan 1 weapon, aku bisa berfoya-foya.." Kata Sasuke tak peduli.

"Grrrh... HIIK!" Kojuro sepertinya terkena di bagian -treet- nya. (Motonari : "Perasaan ni orang ngomongin -treet- mulu! Padahal dah tau dia yang sensor!")

Alhasil, duel tampak sudah berakhir. Keiji kembali mengecek korban, dan Kojuro yang dipandang Keiji langsung angkat bendera motif irisan timun bertulis, "Maafkan aku keluarga sayur mayur heppy neppy, kono Kojuurou tak bisa pulang menang bawa hadiah.." (Sejak kapan ini semua disiapkan, Thorrrr?)

Keiji langsung mengangkat tangan Sasuke dan teriak, "Pemenang pertarungan ini! Maeda, ups.. Sarutobi... Sasuke!"

"Horeee!" Sorak penonton ria, terutama keriaan ShingenYuki.

"Kesimpulannya adalah, monyet bisa mengalahkan pengawal naga, anata wayo.." Simpul Seito dengan PD.

"Ahahaha... Begitu ya? Kau menarik juga, Seito!" Kata Nobunaga.

"Eeergh, haii, haii, NobuNobu Wayo!" Jawab Seito rada' ragu.

"Kau mengingatkanku! Pada kematianku yang pernah terjadi sekali, dan dihidupkan lagi dengan sabar melas oleh Oichi.." (Plis, sabar melas? *ludahmuncrat)

"Kematian sekali, anata wayo?"

"Iya! Sekali lagi ditegaskan, untung dihidupkan kembali oleh Oichi dengan sabar melas... Aslinya tak hanya aku, Tenkakek, NouNou-chan, juga, Naga Asam ga pernah manis."

"Hoo... Hoo.. Gitu toh, anata wayo.." Seito (ternyata) mencatat laporan Nobunaga. Nagamasa dan Oichi yang mendengarnya langsung evil glare.

"Hei, kakak yang merasa tak berdosa! Kau memanggilku apa?!" Seru Nagamasa.

"NOBUNAGA-NIISAN TIDAK BOLEH MELEDEK NAGAMASA-SAMA.. ICHI JUGA... ATAU ICHI... TURUN TANGAN! DAN MALAH ANGKAT KAKI!" Teriak Oichi. Tak biasanya Oichi begini! Ia menendang muka Nobunaga langsung.

"THIS... IS... SPARTAAAA!" Seru Oichi yang masih nendang.

"ITTAAAAAAAAA!" Nobunaga kesakitan tingkat kecoak kena semprotan anti serangga.

"Wow, benarkah itu Oichi-sama?" Takjub Nouhime.

"Kurasa otak Oichi-sama terguncang.." Kata Tenkai.

"Baiklah! Sasuke! Hadiah apa yang kau ingin? Besok akan diwujudkan!" Kata Keiji.

"Hmm... Hadiah, ya? Aku ingin..."

BRUWAAK! Yukimura langsung dobrak Sasuke. Ia berteriak, "AKU MAU DANGO, SASUKEE!"

"Apa? Oi, yoshi, Yukimura! Ini permintaan Sasuke! Kenapa kau turun tangan? Kau bisa mendapat hadiahmu kalau menang duelmu sendiri!" Tegas Keiji.

"Alaah~ Maeda-dono.." Yukimura gepok-gepok punggung Keiji.

"Kalau begitu, aku ingin... Koleksi topeng Kitsune, dan semuanya motif terbaru!" Kata Sasuke.

"Topeng Kitsune? Yappa ri... Baik! Akan dipenuhi!" Kata Keiji.

"Haii. Gomen, sanada-danna.." Kata Sasuke.

"SASUKEE! TEEMEE..." Kata Yukimura.

"Sugi wa! Second duel! Chosokabe Motochika lawan Tokugawa Ieyasu!" Seru Keiji.

"You got this, Motochika.." Seru Masamune ke Motochika.

"Makasette, Brokuganryuu.." Kata Motochika.

"Kyaaaaawh! IEYASUUUUUUU!" Seru Kasuga, Matsu, dan Nouhime.

"KALIAN KHIANAAAT! GA NYADAR ADA KITE-KITE?!" Seru Kenshin, Toshiie, dan Nobunaga pula.

"Maaf, tapi sekali-sekali doang koo.." Kata Matsu.

"Ieyasu! Akhirnya kita bertempur sekali lagi!" Kata Motochika senang.

"Aa! Aku ingin melihat kekuatanmu!" Kata Ieyasu riang.

Tak lama kemudian, Keiji teriak lagi, "Mari saksikan Aniki versus Tuan Ikatan! Tunjuk pose tarung!"

"Ano, Maeda Kuraibo, aku lebih menyebutnya.. Salam pertarungan!" Kata Motochika. Ia mengerlipkan salah satu matanya, begitu pula Ieyasu.

Mereka berjabat tangan, lalu diayunkan ke atas dan ke bawah. Setelah cara itu, tangan diseret kanan-kiri. Setelah itu, sambil memuncratkan ludah satu sama lain. Lalu malah tepok-tepokan satu sama lain. Hitung nih, 4 cara.

"Salam-salaman? Astaganagabelaga.." Cengo Yoshimoto.

"Memangnya mereka mau pamer berapa cara?" Tanya Kennyo.

"Entahlah.. Terkadang mereka rodo' aneh." Kata Yoshimoto.

Sekarang, ChikaYasu mengayunkan tangan mereka seperti tarian jellyfish spongebob (ha?), kemudian main pok ame-ame, kemudian lagi sundul 1 jari, 2 jari, bertahap terus sampai akhirnya 5 jari. Ini 7 cara. Masih ada 8 cara lainnya! (Masamune : "You've been crazy, thorr!")

Ke-8 cara lainnya adalah.. Sudah, kau ga perlu tau. (Dihajar satu gerombol readers) Kemudian, terakhirnya mereka nyanyi 'Nona Manis Siapa Yang Punya?'. Jogetnya juga nista lagi, Si Aniki goyang panggul sana-sini, Ieyasu buka-tutup lengan ke depan. Mata mereka berdua clink-clink. (Mereka ketularan Nobunaga ya.. *dihajar ChikaYasu)

"Baiklah! Siapa duluan, Ieyasu?!" Tanya Motochika yang tak sabar mengayunkan jangkarnya.

"Hmm... Kau saja, Motochika," Anjur Ieyasu dengan gaya maid '85 century. (APAAN TU?! CENTURY KAN ABAD, DISSAMBER PETIR! MASA' '85 CENTURY? ADA KAH?!)

Motochika mengeluarkan taring bajak lautnya, ia mulai bergegas. Jangkarnya dijadikan alat seluncur dan mengeluarkan percikan api. Semuanya terkagum-kagum terutama yang bikin cerita gaje untalented awkward ini.

"KYAAAAAH! KYAAAAAH! SWEETIE MOCHIKU BERAKSIIII! KYAAAAH!" Teriaknya sampe mengguncang black hole dekat mantan planet alias Pluto. (Motochika : "Emang ada black hole deket pluto?" *bingung)

"Mo... Mochi?" Tanya Tenkai. "Mochi kan, makanan kesukaan Nouhime!"

DUAAAR! (Kalian pasti tau kejadian selanjutnya -_-")

"Kamu ga tau sih! Itu kependekan dari MOtoCHIkaaaaaaaaaaaaah~" Kata Dissa dengan teriakan cetar, lagi.

Seisi penduduk JaNime tutup kuping. Bahkan duel sempat terhenti karena harus tutup kuping! Dissa, Dissa.. Ck, ck!

"OMAI NA, DISSAKLAR MEJIKOM, URUSAI! KUSSO ANATA WAYOO!" Teriak Seito pake mike entah dari mana, nyolong di ruang kepsek paling. (?)

"Eeh... Gomen, tapi Mochi memang best big brother! Namanya aja bikin melting, apalagi fisik dan mentalnyaaa!" Jelas Dissa malu-malu.

"Tapi ga segitunya, anata wayo!" Tegas Seito.

"Pliz deh, Seito wane! Jangan bedebah, wane wane!" Kata Dissa curcol, dah gitu wane wane itu apaan, ngejek Seito wayonya paling.

"Wane?! KAU MAU MENGEJEKKU YA, ANATA WAYOO?! SINI TAK GELUTI ANATA WAYO! SPARKS OF PAIN : EXPLODES WITH FLAMES AND ICES! AND NOW... WITH PLASMAA!" Teriak Seito yang ngamuk tingkat kegatalan gorilla yang dihinggapi ngengat. (PoorGorilla! *digeplok Gorilla) Ia mengeluarkan jurus debutnya di Day 2 Act 11, lalu menambah dengan campuran plasma!

Wes, gak cuman duel ini namanya. Ajang menghajar Author Dungu segera dimulai. Selagi Dissa dihajar Seito, Motochika pun melanjutkan seluncur marvelousnya.

"Ieyasu! Hindari ini!" Motochika melakukan fire flip untuk membentuk kumpulan spiral api, lalu diarahkan ke Ieyasu. Ieyasu yang menghadapi spiral ini menghindar dengan...

"Jotos beam cahaya!" Serunya. Beam-beam cahaya muncul dan memadamkan api Motochika. (Chotto... Author-san! Cahaya apa bisa mengalahkan api? Dan lagi, JOTOS MAKSUDTE YO OPO?!)

"What? Cahaya memadamkan api? Aneh tapi boleh juga.." Pikir Motochika. Sekarang, ia mengelilingi Ieyasu dan berhasil membuat lingkaran api di sekeliling yang dikelilingi.

"Sh-Shit.." Pekik Ieyasu. Ia hampir tak bisa bergerak, kan kekurungnya hampir rapet tuh! MOTOCHIKA MY MOCHI! KAU MEMANG ATARII! (Dissa dikurung Motochika)

"Hehe..." Motochika kemudian melempar Ieyasu dengan... Apa coba?

"Biibubi da biiluluu~" Ada mainan yang diputer pake sekrup jalan mengelilingi Ieyasu. Gak tau apaan tu, tapi lagunya aneh.

"Apaan ni?" Tanya Ieyasu. Dah dikelilingi api, sekarang tambah mainan gajenya MoChi! (Ditimpuk jangkar)

Motochika hanya berdiri sambil menyila tangannya. Ia berkata, "Kamu liat tampang aja sih. Biar kukasih tau agak panjang, sebenarnya, mainan itu diberi a little trick. Dalam beberapa saat lagi, dia akan melakukan hal yang sama seperti bom!"

Ieyasu yang mendengarnya kaget. "Be-berarti... Sebentar lagi.."

DUUUAR! Ieyasu meledak bersama percik-percikan api! Senyum evil Motochika keluar lagi, kali ini taringnya 6 (?). Tapi tak lama kemudian, Ieyasu muncul lagi dengan gores-gores gentleman (sebut aja luka kebentur -_-) di tubuhnya.

"Eh?" Sekarang Motochika yang heran. Ieyasu berbalas serang. "Kore! Aku akan tunjukkan fist of the sun!"

Ieyasu tonjok-tonjok Motochika berkali-kali, biar derita sama kali ya?

"Aaaiiiuuueeeooo!" Teriak Motochika.

"Oh, supaya penonton kita buat bingung.. TADAKATSU! MEZAMERO!" Ieyasu memanggil Tadakatsu.

Ia jatuh dari bawah. Ada lagunya juga loh! Pake nada lagu bintang kecil yook! 'Robot jumbo.. Jatuh dari bengkel... Mungkin montir (?) tak butuh dya lagiiii! Makanya ia tlah memutuskan... Untuk buang jauh sampai belenyeet!' (Dihajar Tadakatsu)

"Haha lagunya sanggar banget!" Seru Sorin.

ZRIING! ZRIING! Bor Tadakatsu siap bersalaman dengan apa saja! Bahkan bersalaman dengan Mak Riyem. (Fuuma menulis : 'HEH, SAPA IKU MAK RIYEM?!')

"Baiklah! Ikke, Rising Sun!" Motochika turut memanggil Rising Sun nya. Ternyata, Rising Sun didorong sama pasukan-pasukan Motochika! (Ingat scene Act 2.. Salam Parfum Jengkol! *dihajar Orochika)

"Mendaki Fuji, Sebrang Atmosfer... Rising Sun habis menje, lajah Jepang.. Ray, Rai Rising Sun, sudah mendarat!" Nyanyi para pasukan Motochika dengan nada lagu Theme song Ninja Paktani. Ownernya yang denger sudah pasti malu.

"WOOY! LAGU MODEL APA TUH YAROU DOMOO?!" Keluhnya.

"Ini lagu Anime Ninja pupuler, Aniki!" Teriak Yosu kalo ga salah.

"Toweeew..." Aniki facepalm! (Fangirling Authornya~)

'Ternyata Aniki pasukannya kayak anak teka..' Tulis Fuuma lalu diluncurkan, sehingga peserta party lain melihatnya sambil tertawa.

"Aargh, lupakan saja! Sekarang, Rising sun! Teraaaaaaang! Eh? Seraaaaang!" Teriak Motochika.

Rising Sun yang gede langsung menghadang laju terbang Tadakatsu. Bahkan, pasukan-pasukan Motochika yang tadi berhasil mengantar Rising Sun sampe capek harus rela terhempas kembali ke kapal Aniki.

Para penonton terkagum-kagum melihat adegan lawan RS VS TK. (Apaan tu? Rumah Sakit VS Taman Kanak-kanak? :D)

"Yaah, kalo terlihat dari fisik, Rising Sun menang dengan spekta! Tapi kita masih belum tau kekuatannya." Jelas Yoshitsugu.

"Sepertinya meski demikian, Rising Sun yang akan menang. Soalnyaaaaa? Mungkin Tadakatsu kalo kena tubruk berkali-kali di kakinya, dia mati!" Kata Toshiie.

"Oowh, inuchiyo-sama pinter!" Seru Matsu.

"Teehee..." Toshiie melet bangga akan dirinya.

Clink! Clink! Tadakatsu memukul-mukul kaki Rising Sun, tentu saja kemungkinan kaki hancur hanya 0,9999999999... (Sebanyak 99) ...999.

"Kurang ajar kau, Ieyasu! Sini kubalas!" Teriak Motochika.

Cring! Buk! Cring! Tyar! 4 sfx itu berasal dari para petarung! Yakni jangkar, tinju, bor, dan kaki.

"Ini namanya dobel duel," Kata Masamune.

"Haah.. Haah.. Sukurin udah minta obat.." Kojuro baru saja tiba membawa sup mayur, ia kembali ke barkah, (dihajar Kojuro) maksudku, ia kembali ke sebelah tuannya.

"Kojuro? Sup apaan tu?"

"Sup bikinan ToMat!"

"What? Tomat can make a soup?"

"Memang iya kan~?"

"I cant believe it! You gotta be kidding me, babbu!"

"Hmph.. Masamune-sama lah yang bercanda! Memang iya ToMat yang bikin kok!"

"Tapi... Tomat kan nama buah, Kojuroo!"

Toshiie dan Matsu yang telinganya panjang (?) sempat mendengar perbincangan tersebut dan langsung ngamuk. Gotongan menghajar mereka berdua.

"Hei! Maksudnya Kojuro itu ToMat, TOshiie, MATsu!" Jelas Toshiie yang baru saja menghajar Masamune dengan tombak ikan. (?)

"Dan hentikan penggunaan singkatan absurd itu! Dasar!" Teriak Matsu yang baru saja (juga) menghajar Kojuro dengan sapu tangan panjang. (Emang bisa ya?)

"Hontou ni sumimaseeeeen~" Sesal MasaJuro bebarengan.

"Batewe, pertarungannya terlalu hebat. Dari tadi belum ada yang benar-benar lengah!" Kata Matsu.

"Sepertinya ini akan seri.. Oi, Cantik! Kalo seri hadiahnya gimana?" Kata Toshiie menyeret orang yang dimaksud dengan cara mengangkat bahunya.

"Cantik?! Aduuh aku bosen! Kalau seri mah, ga ada yang dapet hadiah, itu menurut Buku Aturan Author no 6 dari 22 jilid, Pasal 43 dari 80 pasal, pasal itu tema Hadiah Duel, Ayat 2 dari 5." Jelas Keiji. (SEJAK KAPAN ADA BUKU ATURAN AUTHOR?! 22 JILID LAGII!)

"Oooh..." Matsu dan Toshiie ber oooh ria. Oooh... Ria. Oooooh- (dihajar readers)

Masih saja, Motochika menahan serangan Ieyasu dengan jangkarnya. Dan RS VS TK nya berakhir, karena mereka sama-sama lobet. Makanya sedia charger agar menang! ChikaYasu ceroboh amet sih, dah tau mereka pake tenaga mesin/listrik! (Diantem ChikaYasu)

"Yaah... Jumbo-jumbo mati semua!" Kata Shingen.

"Migot, Oyakata-sama peduli amet!" Seru Yukimura.

"Iyalah! Eman banget kalo jumbo-jumbo mati! Level mereka rare!"

"Ya elaaah Oyakata-sama!"

"Ieyasu! Bagaimana dengan yang ini?!" Motochika memutar-mutar jangkarnya. Tiba-tiba para pasukan muncul di belakangnya dan teriak-teriak, "Aniki! Aniki! Ani, Aniki! O Ani, Aniki! Aniki yang paling head butt!" (Ngikutin nada lagu Motochika di Judge End -_-)

"Gerakan apa itu?! Apakah Motochika.. Menjadi Tarzan Banci Bermata Satu?" Teriak Ieyasu.

"Oo... Mengejek kamu..." Motochika mengarahkan ujung jangkar ke Ieyasu, tapi Ieyasu masih kuat saja melindungi tubuhnya, hingga...

CROOOAT!

"Woow!" Teriak para penonton. (Inget para penonton selalu di minus Fuuma.. Karena Fuuma dari klan Koboran kan? *dihajar orang yang dimaksud) Karena ternyata, pelindung tangan Ieyasu tergores sampe masuk daging! (Bagi yang penakut jangan dibayangkan karena adegan ini berbahaya)

"Sekarang akan kuterobos tulangmu juga!" Teriak Motochika fantastik.

"YEEEEE! MY MOCHIIIIIII~!" Jerit Author ria.

"Please deh, Dissawah hujan, jangan ejek orang, apalagi prince mu sendiri!" Tegur Tenkai.

"Tumben lu baik." Komentar Nouhime.

"Dari lahir kellesssss!"

"Nggak kelek, gonggol tuek!" Ejek Nouhime.

Yah, Tenkai membengkak matanya, dan kalian tak perlu tau lanjutannya. Saat ini, Motochika memainkan korek apinya. Ia mengarahkan korek ke Ieyasu, Ieyasunya lari.. Jadi kejar-kejaran! (Ha?)

"Ieyasu! Lari ke mana kau, hah?!" Bentak Motochika tegas.

"Ke mana-manaaaaa! Hahaha! Kau tak boleh menangkapku!" Teriak Ieyasu yang lari birite-birite. (T = te)

Saat ini, Dissa malah menyetel reff lagu 'UN OWEN WAS HER?'. Dikira suasananya cocok kali ya?

"Dissa! Kenapa lagu yang kayak dugem itu?" Tanya Kasuga.

"Karena mereka larinya kenceng, kayak kecepatan lagu ini taoo!" Jawab Dissa in peace.

"Bagus buat joget nih!" Nobunaga goyang kaku-kaku kayak robot, nyesuain ama lagunya. Pliz, Om Nobubu... (Nobunaga : "Hanya Nouhime yang boleh manggil kayak gitu!" *menembak Dissa)

Tiba-tiba, Motochika malah tergelincir batu. Ampun deh.. Mukanya kebakar sama koreknya sendiri.

"AAAAADOOOOOOOOOWH!" Motochika menjerit ampun sama apinya sendiri.

"Makanya, Motochika! Jail kena batunya!" Ingat Ieyasu. Ia merasa sudah menang.

"Batu? Maksudnya batu begini?" Tanya Kojuro sambil menunjukkan batu bata merah ke Masamune.

Krik... Krik... Krik...

"OKE, KACANG! MASAMUNE-SAMA JAHAT!" Kojuro langsung memalingkan muka setelah kejadian itu. Wajar aja lah, Masamune lagi galau, paling. (Dihajar Masamune)

"Adoooowh... Aku masih... Belum... Kalaah..." Motochika jalan kayak zombie kekurangan cairan, dan tergubrak juga di perjalanan.

"Uh-huh?" Ieyasu menyila kedua tangannya sekarang.

Tapi, tak lama kemudian.. Motochika bangun dengan cape-cape stail!

"What da -tiit-?" Teriak Ieyasu.

"Kau pikir... Aku ini... Lemah ya?!" Motochika membasahi bibirnya dengan lidah+ludah. Liludah dah. (Dihajar Motochika) (DIMANA SALAHKUU?!)

"Apa? Itu meletnya Orochimaru!" Teriak Ieyasu lagi.

"Izaa... Jinjou ni... Shoubu!" Motochika mengarahkan jangkarnya, dan mereka, alias ChikaYasu lawan-tepis satu sama lain. Belum ada yang kena selama dilihat.

"Wow.. Motochika! He's a real Saikai Oni! But Ieyasu is also strong." Komentar Masamune.

"Ga menang-menang nih! Waktu tarung tinggal 1 menit lagi!" Protes Kenshin sambil melihat jam beker (Kenshin : "MANA MUNGKIN PARTY BAWA JAM BEKER?!" *membekukan Dissa) maksudte, arloji blue manly.

60... 59... 58... 57... 56... 55... (Ceritanya ada yang membacakan detik tersisa..) (All JaNime : "GA PERLU BABOO!")

"Haaaaa!"

"Jiaaaa... Horraaah!"

"Haa! Kesshou! Haa! Kesshou!" (Apaan ni?)

"Ini! Ini! Dan iniiii!"

Mereka masih belum ada yang lengah, hebat banget! Sfx nya aja masih lebih dari 200! (Kayaknya ga percaya x_x)

Keiji maju menuju zona pertarungan. Tak terasa tinggal 10..

"Kyuu! Hachi! Nana! Roku! Go! Yon! San! Nii! Ichiiiiiiiiiii!" Teriak Keiji cetar.

"Waduh... Siapa... Yang manggil Ichi?" Tanya Oichi sok kedengeren.

Nagamasa cuman ngangkat bahu, dan Keiji pun teriak lagi, "TIME IS UP, MINNA! GA ADA YANG MENANG!"

Ieyasu dan Motochika yang mendengarnya malah rebahan bareng. Semua yang memandang bebaheran.

"Hello?! Kalian ga ada tempat apa?" Sapa Yukimura.

"Dame da, Sana da... Hah..." Kata Ieyasu agak kesakitan.

"Nanti aja... Haah..." Kata Motochika pula.

"Ya sudah, aku punya ide. Sasuke, Fuuma! Bawa dengan Kawarimi no Jutsu!" Perintah Kasuga.

"Hei, kok aku?!" Teriak Sasuke.

'Baiklah..' Tulis Fuuma, ia menghilang ke sebelah Ieyasu.

"Iya lah, omai na sugee no shinobi, dakara.." Omel Kasuga. "Fuuma aja sudah berangkat?"

"Enak kamu! Kamu kan ninja juga, janai?" Protes Sasuke. Biasa, kalo monyet pemalas sedikit.. (Dihajar Sasuke, lagi)

"Sikashi omai na boy."

"GRRRH... Awalnya katamu tiap jenis kelamin sa-"

"SIAPA YANG PERNAH BILANG?!" Kasuga menyiapkan triple kunai ke jarinya, dan diarahkan ke Sasuke.

"E... Tt... Tto... Hah.." Sasuke bergegas ke sebelah Motochika, sementara itu Fuuma sudah kembali dengan Ieyasu di sampingnya.

"Next! Honganji Kennyo! Menghadap Imagawa Yoshimoto! Hayaku ikki mashou!" Kata Keiji.

Motochika dan Ieyasu masih belum sadar kalau mereka ada di sebelah kawan-kawan. Kennyo dan Yoshimoto langsung saja maju!

"Hahaha! Ada aja pertarungan melawan my pren!" Kata Kennyo.

BUK! Ia menepuk dadanya. "Aku akan memberimu smackdown! Hohoho.."

Yoshimoto geregetan, dan bernyanyi, "Geregetan, oooh geregetan, apa yang harus kulakukaan?!" (nada lagu Sharingna. *dihajar yang asli)

"Ini adalah pertarungan ketiga! Berbahagialah, nanak!" Kata Keiji. "And... Your battle pose!"

"Betel pos? Pos macam apaan tu?" Tanya Yoshimoto. Haiih, sepertinya Yoshimoto bertukar raga dengan Keiji..

"Pose pertarungan maksudnya attu!" Kata Keiji.

Langsung saja... Kennyo menunjukkan percikan uang, berkata tegas, "Money is everything! Kehidupan lunas dengan uang!"

Yoshimoto yang mendengarnya tak diam saja. Kipasnya ia buka perlahan, lalu ia mengipasi dirinya sendiri. Ia turut berkata tegas, "Sesungguhnya bukan uang, tapi dengan eksyeen..." Yoshimoto menggoyang pinggulnya.

"MORE EKSYEN, MORE KUASA!" Teriaknya lagi.

Kennyo masih aja ngetet, "Uanglah yang terpercaya! Kau akan membeli segalanya dengan uaaaaang..."

"Iee, iee! Mendapat uang masih memerlukan aksi kan?" Kata Yoshimoto.

Keiji mendatangi mereka berdua..

"Anoo, boleh menyela sedikit, sebenarnya kalian ga ada yang benar." Tegurnya santai.

KennyoMoto memandang Keiji sinis, berkata bareng, "NANI?!"

"Memang iya! Yang kita perlukan sesungguhnya... Rasa cinta, terutama ke Tuhan Yang Maha Esa!" Kata Keiji.

"Heh! Mending diem aja lu!" Kata Kennyo sebal.

"Kita ini duel, bukan triel, goblok!" Kata Yoshimoto sebal pula.

Keiji yang mendengarnya langsung keringetan mana-mana, ia mundur dan menonton kembali.

"Sudah, mari dimulai!" Seru Yoshimoto tanpa gentar.

"Oke.. Kau duluan boleh." Kata Kennyo.

"UWOOOOOOOOOOOOWH!" Yoshimoto maju dengan kipasnya, ia kibaskan ke Kennyo.

"Eeh, ternyata senjatanya kipas? Kukira atraksi doang.." Kata Sasuke.

"Aku juga berpikir demikian.." Samber Yukimura.

"Taichou?" Sasuke menoleh ke tuannya yang lagi...

Lagi...

Yang...

Laaaaaaa...

Giiiiiiii...

Laagii...

Eeeee... La...?!

GiLaaa... (PLAK!)

Lagi...

Lagi...

Oke! Lagi... Mainan tombak! Tapi tombaknya kecil sagenggem, bikinnya paling. Wajar, Yuki nak polosan tho? (Dihantem Yukimura)

"Imagawa-dono yang kita kenal sebagai badut, ternyata bisa tarung juga!" Kata Yukimura.

"Uh-huh. Meski terlihat lemah.." Lanjut Sasuke.

WUSH! WUSH! Yoshimoto masih mengibas ekornya. (Dikipas Yoshimoto) Maksudnya, Yoshimoto masih mengibas kipasnya. Tapi Kennyo selalu menghindar di setiap kibasan.

"Beaka, beaka, kau tak bisa menyerangku hanya angiin.." Ejek Kennyo. Ia menunjukkan uang-uangnya, sepertinya mau disebarkan ke Yoshimoto. "Kamu mau ga, mai pren? VVVIP like you can got it freeeee!"

"What daa-? Kau bagi-bagi uang?! Siniiiii~" Yoshimoto mendatangi Kennyo.

"Yappa ri, baretta..." Batin Kennyo. Kennyo tersenyum kicil, eh, licik, menyembunyikan uangnya kembali ke saku. Yoshimoto yang sekarang di depan Kennyo kaget. Banget.

"Sini tubuhmuuuuuuu!" Kennyo mengangkat tubuh Yoshimoto sedada, entah apa yang mau dilakukannya, tapi kok pikiran ga enak yaa..?

"Aih, ajoerlah nasibnya!" Teriak Nouhime dari jauh.

Oh, kelupaan. Hideaki sekarang nonton sambil gelok-gelok kuah sup! Ga tau malu ni kumbang mini! (Direbus Hideaki) (Readers : "ITU ASLINYA GA PERLU DICERITAIN BODOOH!")

"Kau perlu sedikit... Kre..." Kennyo kemudian tertawa bahagia. Yoshimoto gigit-gigit jari selagi diberi kesempatan. (?)

"TIIDAAAAAAAAAAAAK!"

KREK! KRUK! KREK! KRUK! KRETEK KRUTUK!

"Aaaw... Kennyo, gila banget..." Kata Yoshimoto.

"What? Ternyata adegan fisik masih ada aja.." Komentar Masamune.

"Uuukh... Eh? Kok... Di sini?" Ieyasu baru bangun.

Puk, puk. Ia menepuk bahu Motochika. "Oi, Saikai Oni! Kau pikir trikmu berhasil lagi? Kamu pasti seret aku, terus purpur tidur!"

"Ealaah... Yasu, tadi memang diseret, tapi bukan sama Motochika!" Kata Kasuga.

"Macacih? Laterus?" Tanya Ieyasu. Di saat hampir bersamaan, Motochika bangun.

"Adhoo.. Kayaknya tadi Shikoku kena gempa, tapi kok cuman aku yang kerasan ya? Pasukanku biasa aja.." Motochika garuk-garuk kepalanya.

"Ngingau kelles! Soalnya memang cuman kamu yang diseret!" Teriak Ieyasu ngebogem Motochika.

"Eeh! Aku diseret? Makanya kok latarnya lain... Kapal indahku juga berganti!"

"Aku juga! Malah aku mimpi naik Tadakatsu, terus Tadakatsu ngomong, 'Maaf aku harus mendarat' dan jatuh, tapi kemudian aku masih di langit!"

"Itu sebe-narnya kami!" Sasuke muncul tiba-tiba bersama Fuuma.

'Ieyasu, kamu makannya apa aja sih? Berat banget.' Tulis Fuuma.

"Saru wa Gagak? Ya elaah..." Kata Motochika.

"APA KAU BILAANG?!" Teriak Sasuke.

Yare-yare.. Adegan mereka berempat jangan terlalu diperhatiin ah! Sekarang ini, Yoshimoto digeletakkan (GASOPANMODEON) di lantai, kayak mau ngubur mayat.

"Ga kuaaaaat.. Ga kuaaaaat!" Jeritnya.

Keiji menggelengkan kepalanya, dan akhirnya berteriak, "Karena korban sepertinya hendak mengundurkan diri, pemenangnya, Honganji Kennyoooot!"

"PERTARUNGAN APA INI, ANATA WAYO?! DISSALEPIN OBAT PANAS! APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN NASKAHNYA, ANATA WAYO?" Omel Seito.

"Bapaak... Maafin aku po'o, ini duel, tapi entah kenapa malah kayak wrestling." Jawab Dissa ga tau-tau.

"APA, ANATA WAYO?! NASKAH KAN BERSERAH PADA AUTHORNYA, YA KAMU, ANATA WAYO!" Seito nunjuk-nunjuk Dissa sadis.

"Nanti kujelasin deh, di Dissa Chat Room!" Kata Dissa.

"GRRRRRH..." Seito menahan amarahnya. Kemudian, Yoshimoto dibawa ke tempat lain oleh Toshiie Matsu.

"Bahaya nih! Korbannya patah 10 bagian!" Teriak Matsu.

"Tunggu apa lagi, Matsu? Obati!" Perintah Toshiie.

"Baiklah! Mendeteksi bagian dalaaaam~" Matsu membuka matanya lebar-lebar (Hei? Matsu bukan pengguna byakugan kan?)

"Kennyo, hadiah apa yang kau mau?" Tanya Keiji.

"Aku mauu... Mauuuuu... Es kerim termahal ChocoNilla Flavour! Mangkoknya harus gorgos!" Kata Kennyo.

"Ck, gorgeous!" Benah Masamune.

"Apa bedanya sih?" Tanya Kennyo.

"Jelas beda, Nyot!"

"Maa, ochi suitt-" Teguran Keiji terputus.

"CANTIK! JANGAN LERAI SETIAP PERTEMPURAN KAMI!" Kata Kennyo.

"Thats right! Memang perbedaan ini harus didebatkan!" Kata Masamune.

Keiji kusut lagi, ia berpikir, "Ternyata kalo ada Kennyo, tidak boleh melerai... Kejamnyaa... Lebih kejam dibanding Matsu-neechan!"

"Waktunya masih kosong 4 menit nih! Gimana? Langsung siapin campfire apa ngapain?" Tanya Motonari.

"Hmm... Mungkin bagi seorang DuGen, ia mengecek CD nya apa berbekas atau tidak, terus berkaca!" Ejek Nouhime.

"Apa? Cukup sudah DuGennya! Kenapa masih dibahas sih? Nanti kalian tau batunya!" Protes Motonari.

"Biar saja... Ooh biar saja... DuGen kepolosen kok." Kata Nouhime santai.

"Baiklah! Ributnya cukup! Mending sekarang kita main!" Lerai Dissa.

"Main apa lagi, anata wayo?" Tanya Seito. Mukanya bener-bener geram akan Author yang sarap ini.

"Aha! Aku tau! Mari sekarang ini jadikan pesta bantai Dissa!" Usul Nagamasa.

"Eh? Pesta bantal?" Tanya Nobunaga.

"BANTAI, PAK! BANTAI! KALO DIEJA BAN- -PIIP-!" Teriak Nagamasa sambil nampar Om Nobu dengan sadisnya.

"Ya maaf duh!" Balas teriak Nobunaga.

"So... Mari kita menghajar Dissa selama 4 kurang menit ini!" Teriak Nagamasa.

"YOOOOOO!" Teriak semua warga JaNime. (Koboran... Tapi kamu diem a- *dihajar Fuuma)

Semuanya menghajar Dissa bergantian. Mulai dari serangan Head Butt Ieyasu yang Headbutt, kemudian Nichirin Purrurin Suburinnyewt DuGen, Dance bikin Howek nya Sorin, Beku abadinya Kenshin, dan seterusnya...

Hingga, Yoshimoto yang masih patah-patah digendong sama Masamune, lalu Yoshimoto mencetarkan lampu disko. Sehingga Dissa sendiri merinding diskon (ralat woi) disko, dan kejang-kejang.

"Minna tega banget eaaaa!" Teriak Dissa.

"Biarin, yang tega sama Basara siapa?" Kata Kenshin.

"Ima! Sekarang, waktunya campfaiyaaaaaaaa!" Teriak Keiji.

"Baiklah, Sanada, kayu bakar." Kata Masamune.

"Baiklah! Ready Gozaru!" Yukimura lari ke tempat kayu bakar dalam kecepatan 1 detik. Lalu kembali membawa dalam waktu 2 detik. Ditata dalam waktu 3 detik.

"Itu terlalu cepat.." Kata Tenkai dengan pelongoan.

"Next, Korek api! Nyalakan kayunya!" Perintah Yukimura.

"Hehehe... Bersedia siap dan kayang!" Kata Motochika. (KAYANG?!)

CKREK! FOO GLAAR! GLAR! GLAR! (SFX NYA THOR! HAH?)

"Horeee! Api kemping sudah menyala!" Teriak Kojuro senang.

"Foyaah! Foyaah! Mari menyanyi!" Kata Nobunaga.

"AAPI KITA SUDAH MENYALA... AAPI KITA SUDAH MENYALAAA!" Nyanyi para JaNime. Aduh, biasa banget. (Readers : "Itu karena kamu sendiri, Dissa! -_-")

"Api, api, api api api! Aapi kita sudah me-nya-laaaaaaaa~"

Kemudian semuanya goyang-goyang tangan. Dissa malah mlungkerin rambut. (Heh?)

"Kenapa jadi goyang begini?" Batin Motonari.

Kemudian Dissa meniup peluit. (Sejak kapan ada peluitnya..) Dissa berteriak, "Minna-san-kun-chan-sama! Setidaknya untuk mengisi kehampaan campfire, ada yang bersedia memberi pertunjukkan?"

"Hmm... Aku menyarankan Mouri!" Teriak Motochika yang ngacung tangan kayak anak SD.

"HEI! Itu usulku!" Seru Masamune, Keiji, Sorin, dan Kasuga kompak.

"Sapa cepet?! Dia dapeet..." Ejek Motochika.

"Mouri? Oh, benar juga! Ntar jadi kayak yang halef halef kostum itu.. Psst..." Kata Kennyo.

"Woohoo! Go Mouri! Go Mouri! Ahak, ahak, ahaaaak~!" Dukung para penonton.

"Mouri yaa! Mouri yaa! Cetarkan pestanya yaa!" (Kalo ini dukungan khusus Yoshiaki)

"Motona! Ri Mouri! Beraksilah anata wayo!" (Khusus Seito)

"DUGENKUU! TERCINTAA! CEPAT TUNJUKKAN BAKATMU!" (Khusus Meaaaa...) (Meaaaa : "KAGAK! AKU TAK PERNAH MENYEBUT MOURI KU DUGEN! DAN KENAPA NAMAKU MUNCUL TIBA-TIBA HAH?" *menyuduk Dissa pake banteng merah (?))

Tak lama kemudian, Motonari maju ke depan.

"Aku memang mau perform! Tapi aku meminta satu.." Teriak Motonari.

Deg-deg! Deg-deg! Minta satu apa? Satu untuk semua? (Dihajar Motonari)

Continued to Act 5! (JUJUR AJE LU THOR! KAU POTONG KARENA KAU MALAS!)

Dissa's Chat Room : Alone (WHAT DA PAKBUNYEWT?!)

Baiklah, kali ini Dissa tidak mengundang siapa-siapa-pun. Dissa akan menulis dalam bentuk teks. Jadi... Untuk Act mendatang, tentang perform Motonari, selain itu ada perform nya gitar Keiji, perform narinya Itsuki, dan perfom tari mabok Sorin. Membuat hampir seluruh warga JaNime... Apa ya? Ntar aja biar jadi kejutan ^^!

Oh, Dissa ngasih tau ni! Senin ini Dissa akan menghadapi Ulangan Akhir Semester Gasal!

"AKULAH UAS GASAL! APA JURUSMU, DISSARANGIN TAWON?" Kata suatu kertas berisi soal-soal pelajaran, menghadap Dissa.

HEH! YA BUKAN GITU MAKSUDNYA! MAKSUD SEBENARNYA, DISSA AKAN SEGERA MENGALAMI MASA-MASA MENGERJAKAN SOAL UAS! OKE?!

Readers : "GAK OKEEEEE!" *menghantam Dissa*

Kesimpulannya.. (Belum apa-apa banyak uda kesimpulan -_-) Dissa mungkin off, atau cuman bisa baca, ga bisa review dan publish. Gomen.. Mulai hari Senin itu sampai Jumat/Sabtu.

Dan Dissa pohon maaf lahir dan batin dan wafat (?) kalo yang kali ini benar-benar garing, segaring krupuk. Soalnya pikiran Dissa mlesat sana-sini. Demo daijoubu desu! Dissa menerima kritik selalu! Arrigatou waktu readingnyewt, dan Dissa berdoa semoga yang mengerti perasaan Dissa akan dibalas dengan kebaikan selimpah-limpah nya! (DUH LEBAI DAN TAK BERAKAL SAMA SEKALI)