You Changed My Life
Main Cast : Kim Jongin , Oh Sehun
Other Cast :
SM Member
Disc : SMTown – EXO and another characters belong to God and their family.
Genre : Romance and Hurt/comfort
Warning : Typo(s), AU, Out Of Character, Freak, GenderSwitch
.
.
Jongshixun - Young Soo Present
.
.
"Ah.. Sehunnie chagia aku gila karena mu hahaha" Sulli benar-benar menitikkan air mata nya saat ini, ia menangis dalam diam tapa Jongin sadari. Ia tidak bisa berbuat diam setelah ia sehat.
"Tunggu saja pembalasan ku Sehun jalang!"
.
Chapter 3! Enjoy~
Sulli masih belum bisa tidur saat mendengar Jongin mengumamkan seorang Sehun , kata chagiadengan mudahnya keluar dari mulut Jongin untuk seorang jalang? Heol~ Sekarang pikiran Sulli hanya satu, apa hubungan Jongin dengan Sehun? Sedangkan mereka –Jongin dan Sulli- sudah lama bertunangan, tetapi apa? Jongin tidak pernah menggunakan kata semanis itu untuk dirinya? Cih!
Sulli perlahan bangkit dari tidurnya, dengan pelan ia bersandar pada kepala ranjang rumah sakit.
DEG
Jongin tidur disini?
Jantungnya berdetak cepat, dan rasa bahagia tersemat di benak nya. Apakah Jongin mulai peduli dengan nya? Sampai-sampai ia tidur di rumah sakit sambil menemani dirinya? Atau Ny. Kim yang memaksa Jongin?. Dengan cepat Sulli membuang fikiran negative nya, ya Jongin mungkin mengahawatirkan dirinya.
Dengan pelan ia berjalan ke sofa yang sekarang di tempati Jongin untuk tidur, sepertinya Jongin tidak bisa tidur dengan nyaman karena sofa itu lumayan sempit untuk tubuh seorang Jongin. Sekarang mata Sulli fokus pada baju Jongin yang tersingkap, dan ia tidak bisa mengalihkan tatapan nya dari perut ber-Abs Jongin.
Tangan nakal Sulli mulai masuk kedalam kaos Jongin , dan tangan nya mulai bergerak untuk mengelus perut seksi milik Jongin. Dengan sedikit kasar ia mengusap-usap perut Jongin nafsu, kini Sulli sepertinya di kabuti oleh nafsu.
Sulli tidak tahan, ia tidak tahan karena Jongin tidak pernah mencium dirinya. Ia merasa dirinya tersiksa menunggu tamat sekolah lalu menikah, ia ingin bibir tebal itu menjamah dirinya. Sepertinya Sulli sekarang persis seperti iblis. Dengan gerakan cepat ia mencium bibir tebal Jongin, ia hiraukan impus yang sudah terlepas dari lengan nya.
Jongin merasa di atas tubuhnya berat karena ada beban yang menghimpit tubuhnya, ketika ia membukamatanya. Ia terkejut saat Sulli tengah mencium bibir nya nafsu, bermain solo eoh?. Dengan kesadaran yang telah terkumpul, Jongin mendorong tubuh Sulli hingga perempuan itu terduduk di lantai.
"Apa yang kau lakukan hah?" pekik Sulli saat tiba-tiba Jongin mendorong nya kasar. Jongin menatap tajam Sulli menyiratkan kebencian. "Seharusnya aku yang bertanya kepada kau!" Amarah Jongin sepertinya tengah membuncah.
"Aku hanya mencium mu, apa itu salah? Kita sudah bertunangan Jongin!" ujar Sulli tidak kalah emosi, sedangkan Jongin tersenyum remeh ketika ia berkata kita sudah bertunangan. "Bertunangan ya? aku tidak pernah menyetujui pertunangan itu bodoh!"
"Jadi kau itu hanya bersandiwara di depan orangtua ku dan...aku?" akhirnya air mata yang tadi sempat ditahan Sulli keluar, bahkan Jongin menatap Sulli menangis tidak meras iba, tetapi muak.
"Ya, seperti itulah lebih kurang. Dan pertunangan itu kau yang memaksa kepada orang tua ku kan? Persetanan dengan bertunangan dengan mu Sulli-ah" Jongin berjalan melangkahi Sulli yang masih terduduk di lantai kamar ruang inap.
Jongin tiba-tiba berhenti di depan pintu tuang inap "Kau bahkan lebih jalang dari pada Sehun." Setelah Jongin mengatakan kalimat itu, ia benar-benar pergi dari pandangan Sulli yang sekarang tengah menangis.
.
.
Jongin sekarang berada di dalam mobilnya, ia meremat rambutnya frustasi. Obsidian malam itu tampak tajam saat ia keluar dari ruang inap Sulli. Ia berkali-kali menghapus jejak bibir Sulli dibibirnya tetapi tak kunjung hilang, malah semakin terasa.
"Sial!" ia membanting kemudi itu dengan lengan nya, sampai ia tersadar saat ponsel nya berdering tanda ada sebuah pesan.
[From: Sulli
Bisakah kau kembali ke ruang inap ku? Ada yang ingin ku tanyakan kepada mu, dan kau perlu menjelaskan nya sekarang juga!]
Tanpa membalas pesan dari Sulli, Jongin langsung membuka pintu mobilnya dan membanting pintu mobilnya kasar. Sebelum ke ruang inap, Jongin berjalan menuju toilet. Menghapus jejak-jejak bibir Sulli yang masih terasa di bibirnya. Ia ingin cepat-cepat menyelesaikan masalah ini yang membuatnya seperti di kekang di dalam drama-drama. Kau pesandiwara yang hebat Jongin. Jongin tersenyum miring yang matanya menatap pantulan dirinya sendiri.
Jongin berjalan cepat keluar dari Toilet rumah sakit, ada beberapa orang yang berlalu-lalang karena ini sudah terlalu malam atau lebih tepatnya dini hari. Sesampainya di ruang inap Sulli, ia tidak melihat Sulli. Kemana dia?Pikirnya.
"Mencemaskan ku eoh?" tiba-tiba saja suara dari belakang, membuat Jongin menoleh cepat kearah perempuan itu yang lebih mirip iblis itu. "jangan berharap kau, cepat apa yang kau tanyakan?" sepertinya Jongin tidak ingin membuang-buang waktu hanya untuk gadis yang di depan nya.
"Owh, sebentar dulu Tuan Kim. Kau akan terkejut setelah mendengarkan pertanyaan ku" Sulli remeh menyeringai kearah Jongin. "Kau sudah menjadi namjachiguSehun ya? Gadis jalang itu hmm? Wah selamat ya Tuan Kim" sungguh, Jongin sedikit tercekat. Tolong hanya sedikit, dari mana ia tahu?.
"dan kau telah melakukan dengan nya ketika kau sudah mengatarkan ku kerumah sakit?"
.
.
Pagi hari di koridor sekolah, banyak tatapan aneh kearah Sehun. Sejak kapan ia menjadi murid teladan? Kemana rok mininya? Kemana baju ketat nya itu? . Pertanyaan itu terucap dari siswa-siswi ketika mereka berpapasan dengan Sehun. Kenapa bisa?
Kini Sehun sudah berubah, ia benar-benar menepati janji nya dengan Jongin waktu itu, dan sekarang ia benar-benar berubah. Baju ketat milik Sehun yang hampir memperlihatkan perutnya sudah digantikan dengan baju yang biasa para siswi pakai, dan rok mini yang memperlihatkan paha dalam Sehun sudah tergantikan oleh rok lima centi di atas lutut. Dan itu membuat para siswa-siswi ada yang kagum melihat Sehun akhirnya sadar juga.
Dan tiba-tiba koridor ribut saat Baekhyun dan Luhan datang merusuh dimana orang-orang tengah melihat Sehun, Sehun bahkan menggelengkan kepala nya pelan saat melihat kelakuan teman-teman nya itu.
"Astaga! Uri Sehunnie, kenapa kau cantik sekali hari ini?" ujar Luhan memuji atau mengejek dirinya, namun ia hanya tersenyum dengan jawaban nya. "Kau terlihat lebih manis seperti ini Sehunnie dan tidak seliar dulu" Perkataan Baekhyun membuat Sehun menginjak kaki Baekhyun.
"Maksud mu liar Byun-Shi?" Sehun tersenyum memaksa kepada Baekhyun membuat Baekhyun sedikit ketakutan, ia tahu bahwa Sehun hanya bercanda. "Tidak ada, ayo kita ke kelas Sehun" Lalu ke-tiga gadis itu pergi ke kelas, dan di sudut ruangan terapat Jongin yang sudah berubah juga menjadi siswa umum seperti biasa.
"kau benar-benar cantik jika seperti ini Sehun-ah "
.
Sehun tampak tidak fokus dengan pelajaran, sejak tadi badan nya kurang sehat dan sedikit ada rasa mual. Ia menekan perut nya supaya rasa mual itu tidak timbul lagi dan gerak gerik Sehun membuat Baekhyun menatap curiga.
"Ada apa?" Tanya Baekhyun dengan pena yang ia jalin ke rambut nya, Sehun menggeleng pelan "Tidak ada, hanya sedikit pusing mungkin karena tadi pagi tidak makan" ujar nya kurang yakin.
Baekhyun masih curiga dengan Sehun, Sehun tidak mungkin tidak makan pagi karena Sehun mengidap maag. Bahkan Sehun akan sangat cemas ketika ia tidak makan atau telat makan. Sehun mulai perut nya akan mengeluarkan sesuatu, ia bangkit dari duduk nya dan mendekati guru yang sedang menggajar di depan kelas.
"Mrs. Hwang, saya permisi ke toilet" ujar Sehun gugup, gugup karena gurunya tidak memberi izin dan gugup karena sesuatu dari dalam perut mendesak keluar. Mrs. Hwang menatap curiga Sehun "Kau tidak berniat bolos dalam pembelajaran saya kan Sehun?". Sehun menggeleng kuat "Saya benar-benar ke toilet Mrs." setelah mendapatkan izin Sehun segera keluar dari kelas lalu berlari cepat ke toilet.
Hoek Hoek
Cairan bening keluar dari mulut Sehun, berkali-kali ia mengeluarkan cairan bening itu membuat kepala nya berdenyut sakit. Seketika Sehun oleng dan bertumpu pada westafel, ia manatap dirinya di kaca. "Mu-mungkinkah aku hamil?" Sehun menatap lekat dirinya di cermin, "Tidak mungkin! Ini baru empat hari setelah aku melakukan dengan Jongin!"
"Kau hebat Sehun, kau telah hamil sekarang yang jelas-jelas yang menghamili mu itu tunangan ku!"
Mata Sehun membulat kaget, tiba-tiba saja Sulli sudah berada di samping nya. Sejak kapan?
"Sulli?" Sulli tengah berdiri di belakang Sehun dengan tangan disilang di depan dada dengan angkuh dan menatap Sehun datar namun bibir gadis itu menyeringai. "Apa? Aku benar bukan, kau hamil? Kau takut heh karena ketahuan?"
Sehun mengusap mulut nya kasar lalu berdecih. "Siapa yang kau maksud Nona Choi?".
Tangan Sulli kini terkepal kuat, siap melayangkan tamparan ke wajah yang menurut Sulli sangat memuakkan dan menjijikan. "Diam kau jalang—" Tangan Sulli terangkat tapi segera Sehun menahan nya dengan segera Sehun menyentakkan kasar.
"Apa maksud mu Sulli?"
"Kau melakukan hubungan gelap mu bersama Jongin bukan?"
Mata Sehun membulalt tidak percaya, seketika ia kaku dan kaki nya menjadi lemas. Segera ia menompang badan pada westafel. "Dari mana kau tahu?" ujarnya seperti tengah berbisik. Ini yang ia takut kan.
"kau kira aku ini bodoh? Pengawal ku ada di mana-mana asal kau tahu!"
Plak
Sulli berhasil menampar Sehun dengan keras. "Tamparan itu belum sebanding Sehun". Sulli keluar dari toilet setelah ia mendorong Sehun sampai ia terjatuh di lantai toilet yang dingin. Sulli mengeluarkan hp nya dari saku blazer nya.
"Tahan Jongin sekarang"
.
.
To Be Continiue.
