Chapter 8
"Kuroko-kun, maaf untuk mengatakan ini, tapi..." kata kamu (Riko)
"Tapi apa?" tanya Kuroko
"Pertemanan kita cukup sampai disini" lanjut kamu (Riko)
"Ada apa? Maksudku, kenapa?" tanya Kuroko
"Aku...aku membenci Kuroko-kun, karena, Kuroko-kun pernah bilang kalau Kuroko-kun membenci aku, awalnya aku tidak menganggap serius itu, aku hanya terus mengingat-ingat itu sebagai kesalahan aku, tapi lama-kelamaan, aku jadi membenci Kuroko-kun, dan sekarang, aku tidak ingin berteman lagi dengan Kuroko-kun, maafkan aku Kuroko-kun, sekarang, jangan menyapa ataupun berbicara lagi dengan aku" kata kamu (Riko)
"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan, untuk selanjutnya kita bukan teman lagi" ujar Kuroko
"Iya, berjanjilah Kuroko-kun" kata Riko
"Iya, aku berjanji" kata Kuroko
"Hahaha, kamu lihat itu, sekarang kamu tidak bisa berteman lagi dengan Kuroko-kun, apalagi berbicara dengannya" ujar Riko senang
"Dari mana kamu mengetahui apa yang Kuroko-kun katakan kepada aku?" tanyamu
"Yang mana?" tanyanya
"Yang 'Kuroko-kun bilang Kuroko-kun membenci aku' itu" tanyamu lagi
"Kebetulan waktu itu aku sedang ada di sana" jawab Riko
"Kau ini!?" katamu kesal
"Aku apa hah!?" bentaknya
Kamu tidak bisa menjawabnya
"Yang penting sekarang kamu dan Kuroko tidak berteman lagi, sekarang, kamu akan aku biarkan pergi, pergilah" kata Riko sambil melepaskan borgol
"Aduh, tangan aku sakit gara-gara borgol itu" katamu sambil melangkah pergi
"Aah, gimana ini, Kuroko-kun sudah tidak mau berteman dengan aku lagi, ini semua gara-gara Riko itu, sialan!" katamu sambil marah-marah, lalu tiba-tiba kamu melihat Kuroko, Kuroko melihat kamu, tapi dia langsung melengah
"Argh, Riko sialaaan" katamu marah
Orang-orang di sekitar situ melihat kepada kamu tapi kamu membiarkan saja
Saat di sekolah
"Aku tau bahwa bukan aku yang berjanji pada Kuroko, tapi tentu saja Kuroko tidak tau bahwa yang kemaren itu adalah aku, tapi, sebaiknya aku coba saja berbicara padanya" batinmu
"Kuroko-kun..." panggilmu, Kuroko diam saja
"Kuroko-kun..." panggilmu lagi, tapi kali ini dengan wajah memelas, tapi tetap saja, Kuroko tidak membalas
"Kuroko-kun, kemarin, itu bukan aku yang mengatakannya" katamu sedih, lagi-lagi Kuroko tetap diam saja
"Kuroko-kun, setidaknya berbicara lah" katamu
"..."
"Ya udahlah, aku pergi dulu" ujarmu sambil melangkah pergi
"..."
"kuroko-kun pasti mengira jika aku yang mengatakan sesuatu seperti itu, Riko itu benar-benar menyebalkan, argh, jika aku masih mempunyai kekuatan itu, pasti dia sudah aku bunuh sebelum dia mengatakan itu kepada kuroko, argh, dia benar-benar membuatku kesal" batinmu kesal, lalu Riko datang
"Ah, pagi Kuroko-kun" sapa Riko yang ingin membuatmu marah
"Pagi" sapa Kuroko
"Apa!? sejak kapan dia menjadi dekat dengan Kuroko-kun" batinmu
"Kuroko-kun, nanti kita pulang bersama ya" ajak Riko
"..."
"Tenang saja rumah aku di dekat jalan seirin" ujar Riko
"Kalau begitu, baiklah" jawab Kuroko
"Apa!?, setelah dia menghancurkan hubungan aku dengan Kuroko-kun, sekarang dia menjadi dekat dengan Kuroko-kun, argh dia menyebalkan sekali" batinmu
Selama belajar kamu tidak bisa konsentrasi dan juga kamu menulis sesuatu dalam diary kamu dan setelah menulis itu kamu selalu kesal sampai ujung pena kamu sudah mulai tidak terlihat lagi
Saat istirahat, kamu pergi ke perpustakaan sendirian dan berniat membaca novel yang ada di sekolah kamu itu, saat orang sudah masuk ke kelas kembali, kamu tidak kembali alias kamu bolos, dan memilih untuk diam di perpustakaan sampai orang pulang
Saat pulang sekolah kamu tidak langsung ke kelas, tapi menunggu dulu selama 10 menit sampai orang benar-benar tidak ada dalam kelas, setelah 10 menit, kamu kembali ke kelas dan langsung saja mengambil tas dan pulang, kamu lupa kalau kamu memiliki buku diary dan tertinggal di dalam laci belajar kamu
Sementara itu Kuroko kembali ke kelas untuk mengambil bukunya yang tertinggal dan tanpa sengaja melihat buku diary kamu, awalnya Kuroko tidak yakin untuk mengambilnya, tapi mengingat kamu membuat isi diary itu dengan kesal, akhirnya Kuroko mengambilnya dan membawanya pulang
Sesampai di rumah, kamu langsung tidur karena tidak terima atas kejadian hari ini
Keesokan harinya kamu tidak masuk sekolah dengan alasan kamu sakit, tentu saja Kuroko khawatir tapi dia bersikap seolah-olah tidak khawatir
Sepulang sekolah Akashi ingin melihat kamu dan Akashi mengajak Kuroko untuk melihat kamu, tapi Kuroko menolak, akhirnya Akashi pergi sendirian
Sesampai Akashi dirumah kamu
"Permisi" kata Akashi
"Masuklah" katamu sambil membukakan pintu, pertanda kamu mengizinkannya masuk
"Kamu sakit? Kamu terlihat baik-baik saja" kata Akashi sambil tersenyum
"Tentu saja aku berbohong" katamu sambil ikut tersenyum
"Kenapa?" tanya Akashi
Kamu tiba-tiba memeluk akashi sambil menangis
"A-Ada apa?" Akashi terkejut karena dipeluk tiba-tiba
"Kuroko-kun, dia ... dia tidak mau berteman... dengan aku lagi..., kemarin..., ketika aku berbicara... dengan dia ... dia diam saja, aku ... aku tidak mau keadaannya... terus seperti ini" katamu menceritakan sambil terus menangis
"Kenapa dia melakukan itu? Dia pasti melakukannya karena ada alasannya bukan?" tanyany sambil mengelus-elus kepala kamu dengan lembut *Author udah nosebleed duluan *
"Iya" katamu sedikit lebih tenang karena sudah di elus-elus Akashi *Kyaaaa! *
"Jadi, apa yang terjadi?" tanya Akashi dengan lembut
Kamu menceritakan semua kejadian itu, bagaimana kamu ditangkap Riko, lalu Riko menyamar menjadi dirimu dan menghancurkan pertemanan kamu dengan Kuroko
"Jadi begitu" kata Akashi sambil tersenyum
"Apa yang harus aku lakukan Akashi-kun?" tanyamu
"Aku tidak tau harus bagaimana" jawab Akashi
"Akashi-kun, bolehkah aku meminta kamu melakukan sesuatu?" tanyamu
"Apa itu?" tanyanya
"Coba Akashi-kun tanya kepada Kuroko-kun, apakah dia mau berteman lagi dengan aku, jika dia ragu-ragu katakan ini 'apakah biasanya dia melakukan itu' lalu kamu bisa pergi ataupun mendengarkan dia berbicara, bagaimana, apakah kamu mau Akashi-kun?" tanyamu
"Iya, aku akan melakukannya" katanya sambil senyum
"Wuaah, terima kasih Akashi-kun" katamu sambil senyum
"Sama-sama" kata Akashi
"Tapi Akashi-kun, besok aku masih libur sekolah, jika aku datang ke sekolah, nanti dia malah tau kalau aku yang meminta kamu melakukan ini" ujarmu
"Baiklah ... kalau begitu aku pulang dulu" ujarnya
"Tunggu" katamu sambil menahan tangan Akashi
"Ada apa?" tanya Akashi
"Ah, tidak jadi" katamu sambil melepaskan tangan Akashi
"Kalau begitu aku pulang dulu ya" ujarmu
"Iya, terima kasih telah datang dan mendengarkan cerita aku" katamu sambil senyum
"Iya, sama-sama" kata Akashi
Keesokan harinya Akashi melakukan apa yang kamu minta dan itu berjalan lancar
Sepulang sekolah Akashi pergi ke rumah kamu dan menceritakan kepada kamu bahwa Kuroko sebenarnya ingin berteman lagi dengan kamu tapi dia tidak bisa karena waktu itu dia sudah berjanji kepada kamu tidak akan menjadi teman dan Akashi mengatakan 'apakah biasanya dia melakukan itu' dan setelah mengatakan itu Akashi pergi dari tempat Kuroko
"Oh, jadi itu yang terjadi" katamu dengan mata berbinar-binar
"Iya" kata Akashi
"Kalau begitu, aku akan pergi ke sekolah besok, terima kasih Akashi-kun" katamu
"Kalau begitu, aku pulang dulu ya" kata Akashi
"Iya, hati-hati di jalan Akashi-kun" katamu
"Iya, terima kasih" katanya
"Sama-sama" ujarmu
Keesokan harinya kamu sekolah, hari ini kamu datang cepat, Kuroko juga, dan kamu duduk di samping Kuroko seperti biasa tapi kali ini kamu tersenyum kepada Kuroko, Kuroko melihat kamu dan langsung melengah, kamu melihat ke arah pipi nya dan tenyata pipi Kuroko memerah
"Kuroko-kun, pipi kamu merah, apakah kamu baik-baik saja?" tanyamu khawatir
Entah kenapa, Kuroko semakin memerah)
"Kuroko-kun, pipi kamu semakin memerah" katamu sambil memegang pipi Kuroko
"... di-diam" ujar Kuroko malu
"Iya deh" katamu sambil melepaskan tanganmu dari pipi Kuroko
"..., maaf tapi, ini" kata Kuroko sambil memberikan diary milikmu
"...Oooh buku diary ku, dimana kamu dapat?" tanyamu sambil mengambil buku diary milikmu dengan senang
"Dikelas ini, dan juga, maaf, aku telah membaca isi diary kamu" ujar Kuroko sambil menundukkan kepalanya
"Kenapa kamu baca?" tanyamu dengan sedikit membentak
"Maaf, tapi awalnya aku tidak ingin, tapi waktu itu kamu membuatnya dengan kesal, aku jadi ingin tau apa yang kamu buat, sekali lagi, maafkan aku ya" katanya
"Ya udah deh" katamu cemberut, lalu melengah
"Uhm, anuu, kalau boleh, kita berteman lagi ya" ujar Kuroko
Kamu melihat Kuroko sebentar dan mengatakan "Iya" lalu kamu melengah lagi, Kuroko tidak bisa mengatakan apa-apa lagi
Karena guru sudah masuk ke kelas kamu dan juga murid-murid sekelas langsung duduk di tempat masing-masing dan memulai pelajaran
Saat istirahat kamu memilih pergi istirahat sendiri, kamu lega karena kamu sudah berteman lagi dengan Kuroko, kamu memilih halaman di belakang sekolah sebagai tampat kamu istirahat kali ini, karena di situ anginnya sepoi-sepoi tempat yang pas untuk istirahat, tapi sesampai kamu di halaman belakang sekolah, murid sangat sedikit di situ, biasanya di situ ramai ,tapi kamu tidak ambil pusing tentang itu, setelah cukup lama duduk disitu, tiba-tiba ada yang memegang pundak mu, kamu terkejut dan menoleh kepada orang itu
"Akashi-kun, kamu mengejutkanku" katamu sambil bergeser agar Akashi bisa duduk
"Hahaha, maaf" katanya sambil tertawa, lalu dia duduk di kursimu
Kamu cemberut, lalu kamu mengatakan "Oh ya Akashi-kun, terima kasih ya, berkat kamu, sekarang aku dan Kuroko-kun sudah berteman lagi" katamu sambil senyum
"Oh begitu kah? Aku turut senang" ujarnya
"Akashi-kun, kenapa Akashi-kun ada disini" tanyamu
"Kenapa? Tidak boleh, kalau tidak boleh, aku akan pergi" katanya bersiap-siap untuk pergi
"Tidak" katamu sambil memegang tangan Akashi "Bukan itu yang aku maksud, hanya saja, jarang aku melihat kamu disini, biasanya kan kamu di GYM sekolah" ujarmu
Akashi pun duduk kembali, lalu dia mengatakan "Iya, tapi, bosan juga duduk di GYM terus tanpa ada yang menemani" *galau ni yee*
"Oh begitu" katamu
"Kamu juga kenapa disini? Biasanya kamu kan duduk di perpustakaan/di kantin" tanyanya
"Aku senang sekali, akhirnya pertemanan aku dengan Kuroko kembali lagi, jadi aku memilih disini sebagai tempat istirahat" jawabmu sambil tersenyum
"Kita kembali ke kelas lagi yuk, 5 detik lagi bel bunyi lho" ajak Akashi
"Apa?! 5 detik?! Seharusnya kamu bilang dari tadi, ayo kita pergi sekarang" katamu sambil berdiri dan langsung menarik tangan Akashi
"Hahaha, tenang, tadi aku bercanda" katanya tertawa
"Apa?! Kamu membuatku cemas" katamu malu dan juga tertawa
"Tapi, lebih baik kita pergi ke kelas sekarang, daripada terlambat ke kelas" kata Akashi sambil senyum
"Iya" katamu sambil senyum
Sepulang sekolah...
"Akashi-kun" panggilmu
"Hmm?" tanyanya
"Bisa tolong bantu aku untuk menjaga Kuroko-kun?" ujarmu
"Kenapa?" tanya Akashi
"Entah kenapa, setiap dia mendekat ke Kuroko-kun, perasaanku tidak enak" katamu sedikit cemberut
"kamu cemburu ya" batin Akashi"Iya, aku akan bantu kok" katanya dengan senyum, tapi senyumnya maksa banget
"Tapi kita tidak melindungi secara terang-terangan, kita melidungi secara diam-diam" katamu senyum
"Iya" katanya
Kamu tiba-tiba menyentuh tangan Akashi dan mengatakan "Akashi-kun, bisa tolong antarkan aku pulang sepertinya badanku kurang sehat" katamu, karena kepalamu agak pusing
"Kenapa tiba-tiba?" tanya Akashi sambil menempelkan punggung tangannya ke kepala kamu "Badan kamu panas, baiklah aku akan mengantar kamu pulang" katanya sambil mengangkat kamu dengan sopan, sementara itu, kamu sudah tertidur
"Hahaha, tidak secepat itu kamu bisa membawanya" kata Riko untuk mencegat Akashi supaya Akashi tidak mengantarkanmu pulang
"Minggir" kata Akashi sambil membentak Riko
"Hahaha, tidak mungkin, tapi jika kau memberikan dia kepadaku" kata Riko sambil menunjuk kamu
"Heh, kau pikir aku mau? Tidak mungkin" kata Akashi sambil menyeringai
"Emangnya kamu bisa apa? Kedua tangan kamu sudah terpakai untuk mengangkatnya" kata Riko meremehkan Akashi
"Aku bisa menggunakan kaki aku" kata Akashi, lalu tiba-tiba saja dia melihat Kuroko, dan kebetulan Kuroko juga melihat Akashi, Kuroko sudah tau mau berbuat apa, jadi dia pergi ke tempat Akashi tanpa disadari Riko, dan pergi membawa kamu pulang.
"Sekarang, kedua tangan aku sudah bebas, jadi aku bisa bertarung sesuka hatiku, dengar, aku tidak akan menahan seranganku walaupun dengan perempuan" ujar Akashi
"Bagaimana bisa dia melewatiku tanpa aku sadari?!" kata Riko terkejut
"Kau mungkin memang memiliki kekuatan spesial layaknya dia, tapi jangan kau kira kekuatan kamu sebanding dengannya, kekuatannya jauh lebih besar daripada milikmu, jadi, jika kekuatannya sudah kembali lagi, bukan hanya kau, semua orang bisa dia bunuh, tapi karena dia anak yang baik, jadi dia bisa mengontrol kekuatannya dengan baik" kata Akashi membanggakan kamu
"Ooh, jadi begitu" kata Riko sambil menyengir
"Karena kau sudah membuatku marah, kuperingatkan kau, jangan pernah berbuat macam-macam dengannya, jika kau melakukannya, kau pasti menyesal" kata Akashi menggertak Riko
"Iya iya, aku pergi lagi, orang yang aku cari sudah tidak ada, jadi urusanku dengan kamu sudah tidak ada lagi" katanya cuek akan peringatan Akashi dan langsung pergi
"Lebih baik sekarang aku pergi ke tempatnya" kata Akashi
Kamu membuka matamu, ternyata disana ada Kuroko
"Kamu sudah baikan? Badan kamu panas sekali" tanya Kuroko khawatir
"Kuroko-kun" katamu sedikit berteriak dan langsung duduk
"Iya, kenapa reaksi kamu seperti itu" katanya terkejut
"Tidak ada apa-apa" katamu memerah
"... bagai-" sebelum Kuroko sempat melanjutkan kata-katanya, Akashi datang dan mengatakan "Permisi"
"Masuklah Akashi-kun" katamu sambil senyum
"Maaf mengganggu" kata Akashi
"Akashi-kun" katamu sambil melompat ke tempat Akashi
"Ada apa?" tanya Akashi dengan lembut
"Aku senang sekali hari ini" jawabmu bahagia
"Kenapa?" tanya Akashi
"Aku nggak tau" jawabmu sambil tertawa
"Argh ketika Akashi-kun datang, aku tidak di hargai lagi, dan juga, apa-apaan aura bersinar-sinar (?) yang ada di sekitar mereka itu? Itu membuatku cemburu" batin Kuroko
"Apakah kamu sudah baikan?" tanya Akashi
"Aku sudah sedikit baikan, terima kasih sudah bertanya" katamu sambil tersenyum
"Anuu, permisi, aku pulang lagi ya" kata Kuroko
"Kenapa cepat-cepat sekali?" tanyamu
"Tentu saja karena cemburu" batin Kuroko "Tidak ada, aku hanya ingin pulang" ujarnya
"Ooh, baiklah" katamu
"Sampai jumpa" katanya
"Sampai jumpa" ujarmu
"Silahkan duduk Akashi-kun" katamu
"Terima kasih" kata Akashi sambil senyum
"Tidak masalah" katamu sambil senyum "Akashi-kun, untuk tadi, terima kasih" ujarmu
"Tadi?" tanyanya
"Iya tadi" jawabmu
"Tadi yang mana sih? Tapi ya sudah lah" batin Akashi "Iya, nggak masalah" katanya
"Akashi-kun, sepertinya kekuatanku sudah mulai tertutup, jadi aku tidak bisa melindungi diriku sendiri maupun Kuroko-kun" katamu sambil sedih "Jadi, mulai sekarang, tolong lindungi aku dan Kuroko-kun ya" katamu sambil senyum
"Kalau kamu yang minta sih aku mau" batin Akashi "Iya" jawabnya sambil senyum
"Sekarang aku pulang dulu ya" ujar Akashi
"Iya, terima kasih ya" katamu
"Sama-sama" kata Akashi
Keesokan harinya di sekolah
"Pagi" sapa Kuroko
"Pagi, Kuroko-kun, ada apa? Tidak biasanya Kuroko-kun menyapa duluan" tanyamu
"Aku hanya ingin mengatakan kalau semua ingatan aku sudah kembali" kata Kuroko
"Apa?! Apakah Kuroko-kun juga ingat tentang kematian Kagami? Dan terlebih lagi jika Kuroko-kun tidak mau berteman dengan aku lagi" batinmu"Benarkah?" tanyamu panik
"Iya, kenapa kamu panik begitu?" tanya Kuroko
"Uhm, aku...aku takut jika Kuroko-kun tidak mau berteman dengan aku lagi" katamu
"Tentang apa? Apa alasan aku bisa membenci kamu? Tentang pem-" kamu menutup mulut Kuroko "Diam, jangan pernah mengatakan itu disekolah, kumohon" katamu, lalu kamu melepaskan tangan kamu dari mulut Kuroko
"Iya, maaf, aku hampir saja mengatakannya" kata Kuroko
"Iya...aku takut Kuroko-kun tidak mau berteman lagi dengan aku karena kejadian itu" katamu
"Tenang saja, mana mungkin aku tidak mau berteman dengan orang yang sudah menyelamatkan aku dari kejadian itu, apalagi membenci orang itu, tidak mungkin kan" ujarnya
"Hahaha, tapi itulah yang selalu aku cemaskan" katamu
"Kalau begitu, tidak ada yang perlu kamu cemaskan lagi" ujar Kuroko
"Iya" katamu
Lalu bel sekolah berbunyi...
Saat pulang sekolah...
"Akashi-kun" panggilmu
"Hmm?" tanyanya
"Ingatan Kuroko-kun sudah kembali" ujarmu
"Benarkah? Syukurlah...oh iya, apakah dia mau berteman denganmu?" tanyanya
"Untungnya dia mau" jawabmu
"Iya" ujar Kuroko menyela
"Woah Kuroko-kun, sejak kapan kamu ada disitu?" tanyamu
"Dari tadi" jawabnya
"Dari tadi? Kenapa aku tidak merasakannya? Apakah kekuatan itu sudah benar-benar tertutup? Gawat" batinmu "Akashi-kun" panggilmu
"Ada apa?" tanyanya
"Kita ke belakang sekolah sekarang" katamu sambil berlari dan menarik tangan Akashi
"Bolehkah aku ikut?" tanya Kuroko sambil sedikit berteriak
"Tidak, jangan ke ikut" katamu membalas teriakan Kuroko
Setelah sampai, kamu pun berhenti berlari
"Kenapa kamu tergesa-gesa sekali?" tanya Akashi
"Akaswswa, asawdwds, sddwdsdwdsss sdsddesd fdffsasd sdfdfs, sdsasf" katamu sambil ngomong versi cepat
"Wow, kamu ngomong apaan sih? Tenangkan dirimu" kata Akashi sambil sedikit tertawa
Setelah kamu menarik nafas dalam-dalam, dan melepaskannya, barulah kamu berbicara "Akashi-kun, ini gawat, sekarang kekuatanku sudah benar-benar tidak ada, tadi kamu lihatkan, aku tidak bisa mengetahui kalau ada Kuroko-kun di sampingku" jelasmu
"Iya, tapi bukannya kamu sudah bilang kalau kekuatan kamu sudah mulai tertutup?" tanyanya
"Iya, tapi waktu itu masih ada sedikit yang keluar, sekarang benar-benar sudah tidak ada lagi yang keluar, gawat" jawabmu panik
"Kenapa tadi kamu tidak membiarkan Kuroko ikut?" tanyanya
"Aku tidak tau, aku juga tidak mengerti" jawabmu
Akashi tiba-tiba melihat Kuroko berjalan di halaman belakang sekolah dengan santai, lalu Akashi mengatakan kepada kamu bahwa ada Kuroko disitu dan kamu melihat Kuroko /note : kamu bisa melihat Kuroko kalau ada yang memberi tahu/ perlahan-lahan Kuroko mulai mendekat, Akashi juga mendekat ke Kuroko, kamu awalnya membiarkan saja, tapi saat jarak mereka berdua hampir 2 meter, kamu menarik Akashi menjauh dari Kuroko
"Kenapa kamu menarik aku dari dia?" tanya Akashi
"Perhatikan baik-baik, dia memang Kuroko tapi pikirannya sedang dikontrol oleh orang lain" jelasmu
"Apa?!" kata Akashi terkejut
"Aah, kau menyadarinya ya" ujar Riko
"Kau!? Kenapa kau mengontrol pikirannya? Sialan kau!" katamu marah
"Heh, kau ingin tau alasannya?" tanya Riko
"Tidak usah, aku sudah tau" katamu sambil menarik tangan Akashi dan berlari meninggalkan mereka
"Apa maksud kamu, kamu sudah mengetahui kenapa dia menggunakan Kuroko?" tanyanya sambil berlari
"Itu sudah jelas bukan? Dia menggunakan Kuroko agar kita tidak bisa melukainya" jawabmu sambil terus berlari
"Apa?! Dia pengecut" ujar Akashi kesal
"Iya, tapi kita tidak punya pilihan lain selain lari" katamu sambil mempercepat larimu, karena Kuroko sudah hampir berhasil memotong kalian
Akashi ikut mempercepat larinya "Kenapa dia bisa berlari secepat itu?" tanya Akashi
"Dibantu oleh Riko sialan itu tentunya" jawabmu marah
"Hoo jadi begitu" kata Akashi menangguk
"Apakah kamu tidak tau apa tipe kekuatan milik Riko?" tanyamu
"Bukannya tipenya sama dengan kamu?" kata Akashi yang malah balik bertanya
"Tidak, kalau aku tipe A, dia tipe C" jawabmu
"Apa yang membuatnya berbeda?" tanya Akashi
"Kalau tipe A itu tipe spesial, dia bisa menggunakan kekuatan itu kepada dirinya sendiri maupun orang lain, kalau tipe B itu tipe untuk dirinya sendiri, kalau tipe C itu dia hanya bisa menggunakannya kepada orang lain" jelasmu
"Sudah kuduga, dia memang yang paling hebat" batin Akashi"Benarkah?" tanyanya
"Iya" jawabmu
Akhirnya Kuroko berhasil mengejar kalian, dan Kuroko menangkap kamu, lalu memeluk kamu dengan sangat erat, sehingga kamu susah bernafas, sebelum kamu kehilangan kesadaran, kamu mengatakan kepada Akashi "A..ka..shi...kun...la...ri...lah" lalu kamu kehilangan kesadaran kamu dalam pelukan Kuroko, dan Kuroko membawa kamu kembali kepada Riko dengan kecepatan penuh (?)
"Mana mungkin aku bisa lari sementara kamu dalam bahaya" kata Akashi sambil berlari mengejarmu
"Ternyata kamu sudah kembali Kuroko" ujar Riko senang, setelah itu Kuroko memberikanmu pada Riko
"Kuroko, jangan berikan dia kepada pengecut itu, dia teman kamu, jika kau memberikan dia kepada pengecut itu, dia akan dibunuh" ujar Akashi panik
"Teman? Di bunuh?" tanya Kuroko
"Iya, lihatlah kebelakang kamu" kata Akashi sambil menunjuk ke belakang Kuroko
Kuroko menoleh ke belakang, dia terkejut karena Riko akan membunuh kamu menggunakan pisau, dan langsung menyelamatkan kamu dari pisaunya Riko
"Oh, kau sudah kembali normal ya, jadi pria disana bisa melepaskan mantranya" ujar Riko terkejut
"Kamu, berani sekali ingin melukainya, apa kamu pikir aku akan membiarkannya!?" ujar Kuroko marah sambil mendekati Riko, dan membuat Riko menjauhimu
"Jika mantranya belum lepas, seharusnya sih kamu membiarkan saja, oh lihat, tangan kamu sudah banyak berdarah" ujar Riko sambil melihat tangan Kuroko
"Akashi-kun, tolong bawa dia pergi dari sini" kata Kuroko
"Iyaa" kata Akashi sambil membawa kamu pergi
Tanpa disadari Kuroko, Riko sudah mengeluarkan pisaunya yang kedua, dan menusuk perut Kuroko, spontan Kuroko kesakitan dan setelah lama dia menahan sakit, akhirnya banyak darah yang keluar dari perutnya, akhirnya Kuroko tidak tahan lagi dan melepaskan tangannya dari pisau Riko, Riko langsung menarik pisau dari perut Kuroko dan Riko langsung mengejar kamu dan Akashi, setelah lama mencari, dia menemukan kamu dan Akashi, tapi kali ini kamu sudah sadar –maksudnya- setengah sadar tapi kamu masih diangkat Akashi
"Kenapa dia bisa menemukan aku sih, oh iya, gimana kabar Kuroko? Kenapa dia tidak bersama Kuroko?" gumam Akashi
"Dia sudah sekarat di sana" jawab Riko
"Pendengarannya kuat banget sih, dan juga, apa maksudnya Kuroko sekarat?" batin Akashi, setelah itu dia melihat ke arah Riko, dan melihat tangan Riko sudah banyak darah "Darah? Apakah itu darah Kuroko?" batinnya
Kamu berbisik kepada Akashi "Akashi-kun, aku ingin melihat Kuroko di sana, ayo kita kembali ke sana", "Iya" jawab Akashi, Akashi mengambil jalan memutar untuk kembali ke halaman belakang, Riko kehilangan jejak kalian berdua, sesampai di sana Akashi menurunkan kamu dan kamu tidak percaya dengan apa yang kamu lihat disitu, Kuroko terbaring dengan genangan darah, kamu ingin menolong tapi kamu tidak tau harus berbuat apa.
"Hahaha, kau sudah lihat kan, dia sekarat disini" kata Riko sambil tertawa
Kamu menoleh ke belakang "Kau!, kau pasti akan menerima balasannya" katamu, dan tanpa kamu sadari, kekuatanmu keluar
"Hei, kekuatanmu kembali" bisik Akashi
"..." kamu tidak mendengarkan apa yang dikatakan Akashi
"Hei, aku bilang kekuatan kamu kembali" bisik Akashi lagi, tapi kali ini dia sedikit mengeraskan suaranya
"Oh, ah, iya, haha kalau begitu aku bisa membunuh pengecut ini" katamu sambil tersenyum licik "Tapi sebelumnya, Akashi-kun" katamu sambil melihat Akashi
"Apa?" tanya Akashi
"Kumohon, masuklah ke dalam ruangan ini dulu, tenang saja aku sudah membuat ruangan ini tidak bisa rusak" katamu sambil menunjuk ruangan yang ada di dekat situ
"Bagaimana dengan kamu" tanya Akashi khawatir
"Tenang saja, aku akan baik-baik saja" jawabmu sambil senyum
"Baiklah" kata Akashi senyum
"Kalau begitu aku akan menggunakannya sebagai pelindung" kata Riko sambil berlari ke tempat Kuroko
Kuroko masih memegangi perutnya yang tertusuk, lalu dia mengatakan "Jang..an..sen..tuh..aku"
"Kau dengar yang dia katakan bukan?" katamu sambil tersenyum licik
"Jangan kira aku mau" kata Riko kesal
"Cih, Kuroko-kun, maaf meminta kamu melakukan ini, tapi bisa kamu bergeser kedepan sedikit lagi?" tanyamu
Kuroko berusaha untuk geser sedikit, lalu saat Kuroko sudah bergeser, kamu langsung melompat dan tiba di tempat Kuroko, lalu kamu langsung mengangkat Kuroko dan memasukkan Kuroko ke dalam ruangan di tempat Akashi tadi "Akashi-kun, tolong tutup luka Kuroko-kun menggunakan ini" katamu sambil memberikan perban
"Iya" kata Akashi
Lalu kamu menutup pintu ruangan tersebut
"Cih, dia dapat duluan" kata Riko kesal
"Sekarang kita bisa bertarung tanpa membuat korban lain" ujarmu sambil tersenyum
"Cih, aku tidak bisa bertarung tanpa ada orang yang bisa aku kontrol" batinnya
"Kalau kamu mengetahuinya, sebaiknya kau mati saja sekarang, mau mati bunuh diri atau aku bunuh?" katamu sambil memberikan deathglaremu padanya
"Tidak dua-duanya" jawab Riko "Aku bisa menang kok" batin Riko untuk menyemangatkan dirinya sendiri
"Hahaha, kamu pikir bisa menang melawanku?" katamu
"Aku mempunyai cadangan senjata" katanya sambil mengeluarkan pistol
"Ooh, pakai pistol, memangnya kamu bisa memakainya? Tapi tidak masalah, aku bertarung dengan tangan kosong saja, oh, tapi sepertinya beresiko, jadi aku pakai pedang saja" katamu sambil menciptakan pedang dalam waktu kurang dari 5 detik
"Jadi kamu tipe A ya?" tanyanya sedikit takut
"Iya, kenapa? Mau mundur sekarang?" katamu menakutinya
"Jangan harap" kata Riko
"Ya udah, kita mulai sekarang" katamu
"Nggak masalah" jawabnya
Dor..dor..dor.. (tembakan pistol)
Cing..cing..cing.. (bunyi peluru di pantulin oleh pedang)
Kamu sudah muak dengan bunyi yang membisingkan itu, lalu kamu menaikkan kecepatan kamu dan langsung menusuk Riko, tepat di jantungnya
"Ohok...Ohok" Riko batuk darah
"Ada perkataan terakhir?" katamu sambil menyondongkan pedangmu di leher Riko, tapi Riko diam saja
"Aku pikir tidak, selamat tinggal" katamu dan Riko menghembuskan nafas terakhirnya, setelah itu kamu pergi ke ruangan dimana Akashi dan Kuroko berada.
"Kuroko-kun" panggilmu
"Aah, kamu sudah kembali" ujar Kuroko
"Kuroko-kun, bertahanlah, aku akan mengobati lukamu" ujarmu
"Tidak ... usah, sudah ... tidak ... bisa ... lagi, aku ... sudah ... terlalu ... banyak ... kehilangan ... darah ..." kata Kuroko
"KALAU TIDAK DICOBA KITA TIDAK AKAN TAHU BUKAN?!" katamu berteriak sambil menangis
"Ti ... dak ... apa ... apa, ta ... pi ... a .. ku ... ha .. rus ... per .. gi ... se .. ka .. rang, se ... la ... mat ... ting ... gal ..." Kuroko ersenyum dan menghembuskan nafas terakhirnya
"KUROKO-KUN? KUROKO-KUN? JANGAN BERCANDA?! KAU TIDAK BOLEH MATI KUROKO-KUN, KUROKO-KUN" katamu menangis
"Sudahlah, dia sudah meninggal" kata Akashi sambil memeluk kamu
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin terjadi, Kuroko-kun, Kuroko-kun ..." katamu menangis dalam pelukan Akashi
"Iya, aku tahu" Akashi ikut menangis juga
Saat pemakaman Kuroko ...
"Huwaa .. Kurokocchi ... Kurokocchi ... Kurokocchi ... sudah ... meninggal ... –ssu" kata Kise sambil menangis
"Oi Kise!" teriak Aomine
Kamu yang mendengarnya langsung menangis, Akashi yang mendengar kamu menangis, langsung pergi ke tempat kamu
"Sudahlah, kamu sudah menangis dari kemarin" kata Akashi sambil memeluk dan mengelus-elus kepalamu
"Tapi ... tapi ... huwaaa" katamu yang semakin menangis
"Iya, aku mengerti perasaan kamu" kata Akashi
"Yang sabar ya, aku juga mengerti bagaimana perasaan kamu, kehilangan orang yang sangat dekat dengan kamu, ini pasti sangat berat bagimu-ssu" kata Kise yag senyum sambil terus menangis
"Iya, terima kasih sudah pergi ke pemakaman Kuroko-kun" katamu senyum, tapi air matamu terus mengalir
Setelah banyak yang pulang, kamu dan Akashi tetap tinggal disitu untuk beberapa lama ...
"Akashi-kun boleh pulang duluan aku ingin disini dulu, aku ingin menenangkan diriku disini" ujarmu
"Tidak, aku akan menunggumu, sampai kamu pulang" jawab Akashi
"Akashi-kun" panggilmu dengan suaramu yang mulai rendah
"Hmm?" tanya Akashi
"Ini semua salahmu!" bentakmu
"Apa maksudmu?!" kata Akashi
"Ini semua salahmu! ... bukan, ini semua salahku, Ini semua salahku, karena akulah Kuroko-kun meninggal" katamu mulai menangis
"Tapi-" kata-kata Akashi dipotong oleh perkataanmu
"TENTU SAJA INI SALAHKU, JIKA SAJA AKU MENYELAMATKAN KUROKO-KUN LEBIH CEPAT, AKU PASTI BISA MENYELAMATKANNYA" katamu membentak sambil menangis
"Sudah kubilang-" lagi-lagi Akashi belum selesai berbicara, kamu memotong lagi
"Tidak, jauh sebelum itu, jika saja aku membiarkan Kuroko-kun ikut dengan kita, pasti dia tidak jadi dikontrol, dan semua ini tidak akan pernah terjadi" katamu menangis tapi dengan suara rendah
"Sudahlah" kata Akashi sambil memelukmu
"Ini semua salahku ... ini semua salahku ... jika saja aku mengajaknya ikut bersama kita ... ini tidak akan terjadi ... ini semua salahku ... jika aku lebih cepat menolongnya ... ini semua salahku" katamu lagi, tapi kamu tetap menangis
"Ini bukan salah kamu" kata Kuroko dengan tenang
"Ku-Kuroko-kun? Dimana kamu Kuroko-kun?" kamu langsung berhenti menangis, sepertinya hanya kamu yang bisa mendengar suara itu, karena Akashi kelihatan bingung sendiri
"Aku bukan Kuroko tapi aku arwahnya" ujar Kuroko sambil tersenyum
"Dimana kamu Kuroko-kun?" tanyamu sambil mencari Kuroko dengan melihat ke kiri dan kanan
"Lihatlah kebelakang" kata Kuroko
Saat kamu melihat ke belakang, kamu melihat Kuroko seperti disinari oleh cahaya yang sangat terang, lalu tanpa menyia-nyiakan waktu, kamu langsung berbicara "Kuroko-kun, maafkan aku, jika aku-"
"Sudahlah, ini bukan salah kamu kok" kata Kuroko sambil senyum dan berjalan mendekati kamu
"Tapi ... tapi" kamu mulai menangis lagi
"Ini salahku, jika aku tidak terpengaruh oleh kata-kata Riko, aku tidak akan mati, jadi ini bukan salah kamu" kata Kuroko sambil senyum
"Tapi.." bantahmu
"Sudahlah, kamu harus terus berusaha untuk hidup ya, berjuanglah untuk hidup, jangan biarkan masa lalu menjebak kamu" kata Kuroko yang perlahan-lahan menghilang
"Kuroko-kun ... tubuhmu ... menghilang ..." katamu terkejut dan cemas
"Iya, sudah waktunya bagiku untuk menghilang" kata Kuroko sambil terus senyum
"Tidak, jangan menghilang" katamu cemas
"Jangan khawatir, aku akan selalu ada disisimu" kata Kuroko sambil senyum dengan tulus
"Terima kasih Kuroko-kun" katamu sambil senyum
"Sama-sama aku mencintai kamu" kata Kuroko, sementara tubuhnya semakin menghilang
"Kamu bilang apa Kuroko-kun? Aku tidak bisa mendengarmu" katamu dan kamu mulai menangis lagi
"Aku mencintai kamu" kata Kuroko dengan senyum terakhirnya dan menghilang untuk selama-lamanya
"Aku tidak bisa mendengarnya Kuroko-kun, Kuroko-kun" katamu semakin menangis
Akashi dantang dan langsung memelukmu "Sudahlah kita pulang lagi ya"
"Tidak, aku tidak mau" katamu menolak
"Ayolah, apa kamu ingat yang dikatakan Kuroko?" tanyanya
"Terus berusaha untuk hidup ya, berjuanglah untuk hidup, jangan biarkan masa lalu menjebak kamu" batinmu mengingat kata-kata Kuroko "Kenapa Akashi-kun tahu apa yang dia katakan?" tanyamu
"Aku tidak tahu pasti, tapi tadi aku mendengar kata 'Terus berusaha untuk hidup ya, berjuanglah untuk hidup, jangan biarkan masa lalu menjebak kamu' hanya itu yang aku dengar" jawab Akashi
"Iya, Kuroko-kun memang mengatakan itu kepada aku tadi" katamu
"Kita pulang lagi ya, hari sudah mulai gelap" Ajak Akashi padamu dengan lembut
"Iya" katamu, lalu kamu dan Akashi pulang ke rumah masing-masing
The End...
