Chapter 5
Baekhyun menatap ponselnya kesal. Kenapa ponsel itu harus rusak sekarang? Dia jadi tidak tau apakah orangtuanya akan datang ke sekolah besok atau tidak. Tadinya dia berniat untuk menelepon dengan telepon rumah Chanyeol dan bertanya, tapi sialnya dia tidak menghafal nomornya.
Hari ini hari minggu dan dia benar-benar tidak berniat untuk keluar dari rumah sama sekali. Tapi dia benar-benar butuh ponsel, jadi sepertinya terpaksa dia harus keluar.
"Baekhyun," terdengar suara bass Chanyeol dari balik pintu. "Aku perlu keluar sebentar, kau ingin ikut?"
Baekhyun langsung melompat turun dari tempat tidurnya, kebetulan sekali. Dia segera membuka pintu kamarnya, mengagetkan Chanyeol yang masih berdiri di depan kamarnya.
"Oh, kau ingin ikut?" Chanyeol menatapnya dari atas sampai bawah. "Tidak dengan penampilan seperti itu kan Baek?"
Baekhyun memperhatikan pakaiannya dan baru menyadari bahwa dia masih memakai piamanya. Pipinya merona seketika.
Setelah mengganti pakaiannya dengan yang lebih pantas dan makan sarapan mereka, Baekhyun dan Chanyeol melangkah keluar dari rumah menuju mall yang berada di dekat sana.
"Apa yang ingin kau beli?" Tanya Baekhyun saat mereka melewati toko buku, karena sepertinya setelah banyak toko yang mereka lewati, Chanyeol masih terus berjalan cepat tanpa masuk ke dalam satu tokopun.
"Jas," jawab Chanyeol singkat.
Baekhyun mengangkat alisnya. Jas? Untuk apa? "Kenapa kau memerlukan jas?"
"Besok saat pertemuan orangtua setiap kelas akan menampilkan sesuatu kan?" Baekhyun mengangguk, dia baru mengingat besok dia akan tampil mewakili kelasnya juga. "Dan aku akan tampil, walikelas-ku menyuruhku mengenakan jas saat tampil, jadi ya begitulah."
Baekhyun mengangguk-angguk. Dia benar-benar penasaran apa yang akan ditampilkan oleh Chanyeol besok. Tapi dia memutuskan untuk tidak bertanya, itu akan menjadi kejutan baginya besok.
Mereka memasuki salah satu toko yang dipenuhi dengan berbagai jenis jas dan pakaian pria. Baekhyun menatap seluruh isi toko yang lumayan luas itu, mencari jas yang menarik. Sejak kecil, Baekhyun sering mendatangi toko seperti ini dan mencari sesuatu yang berbeda menjadi kegiatan favoritnya. Karena hampir semua jas yang ada bermodel hampir sama dan memiliki warna yang serupa.
Chanyeol menjelaskan pada pegawai toko apa yang dia inginkan dan pegawai toko itu segera menuntunnya ke deretan jas-jas yang digantung rapi. Baekhyun mengikuti mereka, penasaran bagaimana penampilan Chanyeol yang memakai jas.
"Ada model tertentu yang kau inginkan?" Tanya pegawai toko itu pada Chanyeol.
"Aku tidak mengerti model-model jas, pilihkan saja yang menurutmu cocok denganku?" Jawab Chanyeol.
Pegawai toko yang merupakan seorang gadis berusia sekitar 25 tahun-an itu menatap Chanyeol dari atas sampai bawah. Jelas-jelas tertarik pada lelaki tinggi itu.
"Sepertinya setiap jas disini akan terlihat cocok untukmu." Ujar pegawai toko itu dengan wajah malu-malu.
Baekhyun menatap pegawai toko itu dengan tatapan tidak suka. Wanita itu benar-benar tidak tau umur, masa dia berharap Chanyeol yang baru berusia 18 tahun akan tertarik padanya.
Pegawai toko itu merasakan tatapan tajam yang diarahkan Baekhyun padanya dan balas menatap Baekhyun dengan tatapan merendahkan. Baekhyun benar-benar kesal dibuatnya.
Chanyeol tidak menyadari pertengkaran tanpa suara mereka berdua dan malah sibuk melihat-lihat deretan jas-jas yang disediakan toko itu. Toko itu benar-benar menyediakan banyak sekali jenis jas. Jas classic yang berwarna hitam mendominasi jenis-jenis jas di toko itu.
"Menurutku sebaiknya kau mengambil yang single vent karena kau memiliki tubuh yang tinggi," mendadak Baekhyun sudah berada di sampingnya lagi setelah pertengkaran tanpa suara dengan pegawai toko tadi. Chanyeol yang kebetulan sedang memegangi setelan jas yang memiliki double vents (memiliki dua belahan pada bagian belakangnya) memandangnya bingung, karena dia tidak mengerti apa yang Baekhyun bicarakan.
"Kurasa maksudnya jas yang memiliki hanya satu belahan pada bagian belakangnya," jelas pegawai toko itu dengan senyum yang terlihat sangat dipaksakan di wajahnya sambil menatap Baekhyun.
"Sama saja, hany… ah sudahlah," Baekhyun menahan dirinya yang ingin sekali beradu mulut dengan gadis itu. Gadis itu tersenyum penuh kemenangan.
Chanyeol menatap mereka berdua dengan tatapan bingung. "Ada apa dengan kalian? Kenapa kalian terlihat seperti siap membunuh satu sama lain begitu?"
Mereka berdua menatap Chanyeol yang sangat tidak peka itu. "Tidak ada apa-apa." Keduanya menjawab berbarengan tapi dengan nada suara yang berbeda. Baekhyun mengatakannya dengan nada kesal, sedangkan gadis itu mengatakannya dengan nada sengaja dimanis-maniskan. Baekhyun semakin membenci gadis itu.
Chanyeol mengangkat alisnya bingung, tapi lebih memilih untuk diam saja. "Yasudah, sepertinya kalian lebih menguasai jenis-jenis jas. Pilihkan saja yang menurut kalian bagus dan aku akan mencobanya."
Baekhyun dan gadis pegawai toko itu, yang bernama Hyeri menurut yang tertuliskan di plat namanya, menatap satu sama lain dan mendadak terciptakan kompetisi diantara mereka berdua. Gadis itu tersenyum mengejek lagi dan Baekhyun menatapnya tajam.
Baekhyun berjalan berkeliling toko itu, berusaha mencari jas dengan potongan yang cocok untuk Chanyeol. Matanya menangkap salah satu jas berwarna biru tua yang terlihat sangat menarik, jas double-breasted yang memiliki dua baris kancing. Sepertinya ini akan terlihat bagus di Chanyeol yang bertubuh tinggi.
Baekhyun mengambil jas itu dan membawanya ke arah ruang ganti tempat Chanyeol menunggu. Ternyata gadis pegawai toko itu sudah kembali terlebih dahulu dengan jas pilihannya, jas single-breasted berwarna hitam dengan tepi kerah berwarna putih dan sebuah dasi hitam polos.
Baekhyun dapat membayangkan betapa tampannya Chanyeol mengenakan jas itu. Sepertinya pegawai toko itu juga berpikir demikian. Tapi sampai kapanpun dia tidak akan pernah mengakui selera pilihan pakaian pegawai itu bagus juga.
Chanyeol mengambil jas yang sedang dibawa Baekhyun tanpa mengatakan sepatah katapun. Baekhyun tersenyum sendiri saat melihatnya, karena setidaknya itu berarti Chanyeol lebih menghargainya daripada gadis itu.
Gadis itu bersungut-sungut disebelahnya. Membuat senyum Baekhyun bertambah lebar.
Beberapa saat kemudian, Chanyeol keluar sambil mengenakan jas pilihan Baekhyun. Tampan sekali adalah kesan pertama Baekhyun saat melihat Chanyeol. Jasnya membuatnya terlihat lebih tegap dan mempertegas postur tubuhnya. Tapi semakin dilihat, Baekhyun menyadari bahwa jas itu memang tidak terlalu cocok dengan Chanyeol. Warnanya tidak mencerminkan kepribadiannya.
Chanyeol ganti mengambil jas yang dipilih pegawai itu dan mengantinya di kamar ganti. Begitu dia keluar dari ruang ganti itu, setiap orang yang berada di toko itu pada saat itu menatapnya dengan tatapan terpukau.
Baekhyun harus mengakui inilah tampilan terbaik dari seorang Park Chanyeol. Jas hitam dengan tepi kerah putih itu benar-benar cocok dengannya, tubuhnya terlihat semakin tinggi dan menarik. Dasinya menambah kesan…. hot pada lelaki tinggi itu. Baekhyun mengalami kesulitan bernafas setelah menatap sosok Chanyeol yang ini.
Chanyeol menatapnya dengan tatapan seakan dia mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Baekhyun. Smirk menghiasi wajah tampannya. Baekhyun dapat merasakan wajahnya memanas karena ulah Chanyeol.
"Well, sepertinya aku harus memilih yang satu ini, karena sepertinya ada yang benar-benar terpesona saat aku mengenakannya," ujar Chanyeol dengan nada menggoda Baekhyun.
Baekhyun memalingkan wajahnya agar Chanyeol tidak dapat melihat wajahnya yang memerah. Tapi mendadak saja, Baekhyun kembali menatap Chanyeol dengan tatapan sebal dan bibir cemberut.
Chanyeol yang sedang membayar jas itu tentu saja tidak menyadari Baekhyun sedang mengambek padanya. Pada saat dia kembali untuk memanggil Baekhyun, dia dibuat bingung saat Baekhyun tidak menghiraukannya dan malah menatap dingin kearahnya.
"Apa sebenarnya yang terjadi padamu?" Chanyeol bertanya dengan nada bingung.
"Kau memilih jas yang dipilih oleh pegawai toko itu," jawab Baekhyun polos, dengan pout yang menghiasi bibirnya.
Chanyeol tertawa pelan. Sepertinya Baekhyun cemburu, jika memang bisa dibilang begitu. Entah mengapa Chanyeol merasa senang jika Baekhyun memang cemburu padanya.
Chanyeol mengacak pelan rambut Baekhyun. "Jangan cemberut begitu, aku kan memilihnya karena itu memang cocok denganku, kau saja setuju tadi. Iya kan?"
Wajah Baekhyun kembali memerah saat mengingat kejadiaan tadi.
"Sudahlah, ayo kita pulang." Ajak Chanyeol
Baekhyun mengangguk pelan dengan pout masih menghiasi bibirnya. "Tunggu dulu! Aku harus membeli ponsel dulu."
"Hah? Oh, karena itulah kau ikut kesini?"
"Ya, ponselku mendadak rusak."
"Coba aku lihat."
Baekhyun menyerahkan ponselnya pada Chanyeol. Chanyeol membuka penutup belakang ponselnya itu dan mendadak tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa kau tertawa?" Tanya Baekhyun sambil menatapnya bingung.
"Baek, ponselmu tidak rusak." Chanyeol menunjukkan bagian belakang ponsel yang sudah dibuka itu. "Kau kemanakan baterainya Baek?"
Baekhyun menatap benda itu dengan kaget bercampur kesal. Sekarang dia baru ingat, dia menjemur baterai ponselnya di atas meja belajarnya karena kemarin ponselnya terkena air hujan.
.
.
.
Di dalam bus saat perjalanan pulang mereka, Baekhyun terlihat mengantuk dan kepalanya terus menerus terangguk-angguk. Chanyeol perlahan memindahkan kepala Baekhyun hingga bersandar pada bahunya. Baekhyun bergumam dalam tidurnya dan lalu bergeser hingga lebih menyandar pada bahunya dengan dahi menempel di leher Chanyeol. Chanyeol tersenyum lembut saat melihat Baekhyun tertidur lelap, beberapa hari ini Baekhyun terlihat kurang tidur dan lingkaran hitam mulai terbentuk disekeliling matanya.
Tiba di pemberhentian berikutnya, ada seorang halmeoni yang masuk ke bus itu. Seluruh tempat duduk sudah penuh dan sepertinya tidak ada yang berniat memberikan tempat duduk pada halmeoni itu. Chanyeol ragu, haruskah dia memberikan tempat duduknya pada halmeoni itu tapi bagaimana dengan Baekhyun?
Akhirnya Chanyeol berdiri dari tempat duduknya, dengan usaha yang tidak sedikit agar tidak membangunkan Baekhyun.
"Halmeoni, duduk saja disini," ujar Chanyeol pada halmeoni itu. Halmeoni itu tersenyum penuh terima kasih pada Chanyeol.
Hebatnya, Baekhyun bahkan tidak terbangun setelah Chanyeol menyenggolnya saat dia akan lewat dan bahkan ketika halmeoni itu menyenggolnya lagi. Sepertinya dia benar-benar mengantuk.
Kepala Baekhyun kembali teranduk ke bawah, Chanyeol menahannya sebelum kepalanya membentur kursi di depannya. Chanyeol berdiri menempel kearah kursi Baekhyun dan mebiarkan kepalanya menyandar di perutnya. Rasanya lumayan geli, apalagi saat Baekhyun menggeliat dan bergumam dalam tidurnya.
Seluruh penumpang di bus itu berusaha menahan senyum saat melihat tingkah keduanya. Dan Chanyeol dapat merasakan wajahnya mulai memanas, apalagi halmeoni yang duduk di sebelah Baekhyun terus tersenyum geli padanya.
Setelah dekat dengan pemberhentian tujuan mereka, Chanyeol berusaha membangunkan Baekhyun. Tapi sepertinya ini adalah pekerjaan yang sangat sulit, karena Baekhyun hanya sekedar bergerak-gerak dalam tidurnya atau bergumam, namun tidak benar-benar terbangun.
Akhirnya, Chanyeol menyerah berusaha membangunkan Baekhyun dan malah berlutut untuk menggendong Baekhyun di punggungnya. Ahjussi yang duduk dibelakangnya membantunya menggendong. Setelah berterima kasih pada ahjussi itu, Chanyeol turun dari bus itu dengan Baekhyun di punggungnya.
Sekali lagi, para pejalan kaki itu terutama para gadis terus-terusan cekikikan saat melihatnya dan bahkan menunjuk-nunjuknya. Chanyeol berusaha sekuat tenaga untuk mengabaikan mereka.
Setibanya di rumah, Chanyeol menidurkan Baekhyun di tempat tidurnya. Chanyeol kembali tersenyum melihat wajah tidur Baekhyun yang sanagt tenang dan bahkan terkesan kekanak-kanakan. Chanyeol membetulkan selimut Baekhyun dan menyingkirkan rambut yang menutupi matanya. Tanpa benar-benar dimaksudkannya, Chanyeol menunduk dan mengecup lembut dahi Baekhyun sebelum meninggalkan kamarnya.
Setelah Chanyeol keluar dari kamarnya, Baekhyun tersenyum lebar. Sebenarnya dia sudah bangun sejak saat Chanyeol menggendongnya di bus tadi.
Annyeong~~/?
maafkan update yang lama ini wkwk XD
Reviewnya lagi ya reader-nim :*
