Chapter 6
Baekhyun merasakan telapak tangannya mulai berkeringat hanya dengan memikirkan orangtuanya akan datang ke sekolahnya hari ini. Rasanya seakan ada berjuta kupu-kupu didalam perutnya. Dia yakin nilainya adalah yang tertinggi di angkatannya, tapi menjadi yang tertinggi tidak menjamin orangtuanya akan merasa puas dengan nilainya.
Semenjak sampai di sekolah, Baekhyun terus menerus berdoa dalam hati, semoga kali ini nilainya dapat memenuhi harapan orangtuanya. Berulang kali dia menggigiti bibir bawahnya, kebiasaannya saat dia sedang merasa gugup.
Kyungsoo sampai ikut-ikutan merasa gugup karena tingkah Baekhyun itu. "Baek, hentikan. Kau membuatku ikut merasa gugup. Aku yang nilainya bahkan tidak bisa dibandingkan denganmu saja tidak merasa gugup sama sekali. Tenang saja, orangtuamu pasti akan merasa bangga padamu."
Baekhyun hanya mem-pout-kan bibirnya menanggapi perkataan sahabatnya itu. Walau dia tau itu tidak benar adanya, Baekhyun hanya diam saja. Bagaimanapun Kyungsoo tidak perlu diikut sertakan dalam masalah keluarganya yang rumit itu.
"Hey Baek, pacarmu datang," bisik Kyungsoo pelan.
Baekhyun menelengkan kepalanya sedikit, sejak kapan dia mempunyai pacar. Sepertinya sudah sejak bertahun-tahun yang lalu dia terakhir pacaran.
"Apa maksudmu?" Kyungsoo menggeser kepala Baekhyun, sehingga sekarang dia memandang kearah pintu kelasnya.
Chanyeol.
"Dia bukan pacarku, soo," elak Baekhyun. "Ngomong-ngomong soal pacar, sepertinya pacarmu yang sudah datang."
Wajah Kyungsoo kontan memerah, "dia juga bukan pacarku, hanya teman sejak kecil."
"Tapi kau menyukainya kan?" Goda Baekhyun.
"Hentikan, Baek. Nanti dia dengar," ujar Kyungsoo panik saat Kai berjalan mendekati mereka.
"Hyungggg…. makanku ya? " Kai langsung menghampiri Kyungsoo dan menariknya bersamanya.
Baekhyun tertawa melihat wajah pasrah sahabatnya saat ditarik Kai. Kyungsoo menunjukkan wajah kesal, tapi Baekhyun tau dengan pasti sebenarnya sahabatnya itu senang Kai menariknya.
"Hei," Chanyeol duduk diatas meja yang terletak di belakang Baekhyun dan melingkarkan kedua lengannya di leher Baekhyun.
"Chanyeol!" Baekhyun memukul lengan atas Chanyeol pelan, pipinya mulai memerah.
Chanyeol hanya terkekeh pelan, lengannya tetap melingkari leher Baekhyun.
"Chanyeol, apa orangtua mu akan datang hari ini?" Baekhyun bertanya pada Chanyeol.
"Sepertinya, ya," Jawab Chanyeol. "Ada apa memangnya?"
"Tidak, hanya bertanya saja." Baekhyun menghindari memandang Chanyeol secara langsung.
Chanyeol menatapnya heran. Dia baru mau bertanya padanya saat salah satu teman sekelasnya datang memanggilnya.
"Sepertinya orangtua ku sudah datang. Aku pergi dulu ya, Baek." Chanyeol beranjak pergi. "Oh, dan aku menunggu penampilanmu nanti," Chanyeol mengedipkan sebelah matanya pada Baekhyun.
Untuk kedua kalinya, pipi Baekhyun memerah. Bagaimana Chanyeol bisa tau hari ini dia akan tampil? Apakah dia juga tau dia akan bernyanyi?
Mendadak ingatan tentang orangtuanya yang datang hari ini menerpanya lagi. Baekhyun menggigiti bibir bawahnya, merasa perutnya kembali bergolak gugup. Semoga saja tidak akan seburuk itu, doanya dalam hati.
.
.
.
Chanyeol menyusuri koridor dengan headset terpasang di telingannya. Dia merasa senang karena ternyata nilainya tidak buruk-buruk amat, masih bisa dibilang bagus.
Saat ini koridor sedang sepi-sepinya, karena semua murid sedang entah menghiasi aula atau berlatih untuk pementasan hari ini.
Chanyeol baru hendak menaiki tangga saat matanya menangkap sosok yang amat dikenalinya sekarang, dengan cepat dia berlari menaiki tangga menghampiri Baekhyun.
"Baek," Chanyeol duduk disebelahnya dan memeluki tubuhnya dengan sebelah lengan. Baekhyun menangis semakin menjadi-jadi. Mata dan hidungnya merah karena menangis.
Chanyeol menenangkan sebisa mungkin, diusapnya punggung Baekhyun lembut.
Perlahan, tangisnya mereda. Baekhyun mengusap wajahnya yang terlihat sangat berantakan saat ini. "Aku benar-benar memalukan ya? Menangis di sekolah hingga seperti ini," Baekhyun memaksakan tawa lemah.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kau tidak terluka kan?" Chanyeol menatapnya dari atas sampai bawah, sepertinya Baekhyun baik-baik saja, hanya mata dan hidungnya saja yang kemerahan. "Syukurlah kau tidak terluka," Chanyeol tersenyum pada Baekhyun.
Baekhyun merasa seperti ingin menangis lagi, kali ini karena ketulusan Chanyeol padanya. Padahal kalau dia tau siapa dia sebenarnya, dia pasti tidak akan sebaik itu. Disaat yang sama Baekhyun merasa lebih aman dan tenang berada di dekat Chanyeol, mungkin ini salah dan tidak seharusnya dia lakukan, tapi dia tidak bisa menghentikan dirinya dari mencintai lelaki tinggi itu.
Baekhyun memeluk tubuh Chanyeol erat, membenamkan wajahnya di dada Chanyeol. "Chan, apakah aku memang setidak berguna itu?"
Chanyeol kaget mendengar pertanyaan itu, "tidak, tentu saja tidak. Mengapa kau bisa mengatakan begitu?"
"Semua orang yang seharusnya paling dekat denganku malah membenciku. Eomma ku membenciku. Appa ku membenciku. Hyung ku membenciku. Semua anggota keluargaku membenciku. Walaupun aku terus menjadi yang terbaik di sekolah, mereka selalu menyebutku tidak berguna. Aku selalu dianggap sebagai beban bagi mereka."
Chanyeol dapat merasakan air mata Baekhyun yang membasahi bagian depan kemejanya. Chanyeol memeluk tubuh mungil Baekhyun, merasakan dorongan yang amat sangat kuat untuk melindunginya.
"Tenanglah Baekhyun, ada aku disini. Aku akan selalu ada disisimu dan melindungimu. Tidak akan kubiarkan siapapun menyakitimu, bahkan dirimu sendiri." Chanyeol mengelus rambut Baekhyun lembut.
Perlahan, senyum Baekhyun kembali menghiasi wajahnya. Itu benar, selama ada Chanyeol, dia aman.
Baekhyun melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya. Baekhyun menunjukkan senyum terbaiknya pada Chanyeol. "Terima kasih, kau benar-benar penyelamatku," Baekhyun mengecup sekilas pipi Chanyeol, membuat yang dicium hanya sanggup menatapnya sambil terbengong-bengong.
Perlu 3 menit penuh sebelum Chanyeol tersadar dari bengongnya. Dia berdeham pelan untuk menutupi rasa malunya.
Baekhyun terkekeh pelan melihat tingkah Chanyeol yang menurutnya sangat menggemaskan itu.
Chanyeol memutar bola matanya. "Jangan menertawaiku."
Hai -_-)/ maafkan baru bisa update sekarang dan pendek pula :""
ide lagi buntu ini soalnya ;-; hehehe
chapter selanjutnya diharapnya bisa lebih cepat dan lebih panjang XD
