padahal bilangnya hiatus :'v wahaha

Tapi saya greget pengen buru2 aplot :')) semoga tidak ada disturbing atau semacamnya kepada para pembaca yah. Soalnya ini author satu emang kalo bikin fic makin kesini makin absurd :'v

OKEEE darifada ngavisin tenaga, kita langsung cafcus saja~ :v Happy reading all~ xDD

.

.

.

Chapter 2 of : R.I.P Yang Mulia Pahlawan Musim Panas kami, Remote AC

Main Cast : Norway, Iceland

Genre : Humor , ?

Rate : K+ ?

Fanfiction © : emil'scrackalackinpuffinsalad

Cast © : Hidekaz Himaruya-sensei :3

Sudah setengah jam Iceland memeluk Kulkas-kun penuh cinta. Saking besarnya cinta Iceland, Kulkas-kun bahkan sampai melting.

Secara logis sih, Es didalam kulkasnya yang meleleh karena pintunya dibuka setengah jam oleh Iceland demi melawan panasnya hati Ice setelah Hong Kong selingkuh darinya.. Hiks, sedih banget ya.. /nggak :'v
Eh, kok jadi kesana?

CUKUP.

Gue laper. Batin Ice. Ia menengadahkan kepalanya dan mengamati satu persatu laci didalam kulkas yang masih bersinggah dipelukannya.

... sayur, Sayur, SAYUR, dan SAYUR.

Makasih mama Fin, kamu baik deh~ selalu menjaga anak-anakmu tetap sehat~ MAKAN SAYUR TIAP HARI KAN YA~ :D

"Apeslah gak ada makanan." Ice menutup pintu kulkas yang sudah menggenangkan air ditempatnya berpijak layaknya banjir yang biasa kejadian di bunderan HI. Ia mengangkat kaki kanannya yang telanjang (kaki loh :V kaki #duak #ipyunowwataimin :^)) dan sudah bermandikan lelehan es dari dalam Kulkas. Enak sih dingin, tapi adegan ini cukup ambigu juga. Jangan sampai Norway tiba-tiba mendatangi Iceland, dan melihat adiknya dalam keadaan yang lebih absurd dari episode sebelumnya dan berkata…

"Ice?! Kamu ngompol?!"

"sampe Sweden keliling lampu merah pake baju berbi juga gak sudi gue."

...

Iceland buru-buru mengganti pakaiannya yang kebanjiran, dan kembali ke dapur untuk mencari makanan. Tapi dia bandel, gak mau beresin ompolnya kulkas :D #kokemotnyagitu

Namun layaknya de ja vu pada saat Norway mencari remot AC, Iceland tak menemukan apa-apa sehingga ia memutuskan untuk menggunakan cara alternatif dengan menemui Norway dan memaksanya membelikan makanan.

Tenang saja~ paksaan Iceland sangat bersahabat, karena cukup dengan bilang "Onii-chan, aku laper.." satu detik kemudian rumah itu langsung dapet suasana lebaran, termasuk beberapa kru tv yang ikut silaturahmi dilanjutkan Norway yang memberi komentar seperti ini di hadapan lensa kamera :

"iya.. Saya nggak percaya hari ini bakal datang.. Saya senang sekali. Pokoknya bahagia banget, iya. Bahagia. MATI SEKARANG JUGA NGGAK APA-APA. ABANG ELSKER BANGET SAMA ADEK. Muah~"

LALU INCEST.

Nggak deh, najis.

Sejujurnya Iceland nggak sudi juga sih punya kakak OOC pake cium2 kamera terus disiarin langsung disetiap operator(?). Bakal dikatain apa sama Amerika kalau beneran kejadian?

Aihh.. Sudahlah.. Khayalan Iceland sudah terlalu jauh berkendara, jadi lebih baik eksyen dan mencari Norway untuk tuntaskan kelaparan diperutnya.

"Nor Onii-chan? Kamu dimana?" Iceland melangkah keluar dapur sambil celingukan kiri kanan. Entah kenapa tiba-tiba terdengar Ost. Pink Panther dari playlist Author yang sangat mendukung adegan ini.

"Nor? Jawab dong." Iceland berjalan keliling rumah sambil terus memanggil-manggil kakaknya. Daripada itu, Tidak ada yang tahu jampi-jampi apa yang dibacakan Nor pada Ice, tiba-tiba si bungsu ini bener-bener make panggilan 'Onii-chan' buat kakak tersayang—

Eh, tapi.. mohon buang jauh-jauh istilah 'Onii-chan' sebelumnya. Iceland punya alasan kenapa dia harus membuat pita suaranya mengeluarkan kata-kata super bikin nosblit para pengerls yang dia sendiri sebenernya merinding sih harus ngomong gitu.

Karena seperti yang anda semua ketahui, alasan pertama adalah karena Iceland keroncongan dan dia butuh asupan.

Krik krik..

Asupan makanan :v nasi lauk sayur :v jangan kesana dulu yah~ belum saatnya~ :v #timpukauthor

Dan alasan kedua, ternyata Iceland khawatir Nor terpanggang di dalam rumah karena ia memonopoli Kulkas-kun sendirian. Jika polisi mengetahuinya, yang akan jadi tersangka utama adalah Iceland dan bisa-bisa dia berakhir di penjara karena salah paham.

Sungguh durhaka sekali anak yang satu ini :) #kokemotnyagituuu?!

Oke balik lagi.

Iceland cukup lama berpetualang didalam rumah, ia mengecek bahkan sampai ke sudut-sudut terdetail di kediamannya seperti pojok tempat sampah, didalam oven, didalam lemari makanan, didalam kap lampu, dibalik tv, ia bahkan tak segan-segan membongkar isi kulkas yang masih becek dan menginterogasi satu persatu sayur mayur didalamnya.

Hasilnya, lingkaran kecil~ lingkaran kecil~ lalu membesar~ (?) Alias ULTRA E-NOL (?).

Nor tidak ada dimana-mana.

Iceland hampir putus asa sampai akhirnya ia menuju tempat yang belum ia geledah, yang menurutnya adalah tempat yang paling tidak mencurigakan.

Kamar Norway.

Kenapa begitu?

Sebagai adik yang baik, cerdas, taat, soleh(?) dan rajin menabung (?), Iceland gak rela juga karena faktanya Norway hampir tidak pernah tidur dikamarnya sendiri. Setiap pagi, sang kakak pasti akan mengucapkan selamat pagi sambil menguap setelah memunculkan diri dari balik pintu kamar Denmark. Tak heran Denmark sering menjadi sasaran percobaan pembunuhan Iceland.

Tuh kan, diem-diem anak ini Tsundere-Brocon juga~ huehehehe~~ (/v/)8~ #TIMPUKAJAGAPAPA

Kembali ke misi pencarian Norway, begitu sampai di hadapan pintu kamar Nor, entah kenapa pintu itu tiba-tiba bercahaya dan BGM bisikan "buka pintunya… buka pintunya…" mulai berkumandang. Ice menelan ludah karena dia bisa bedain mana scene buatan author yang absurd level satu sama absurd level sedeng.

Iceland menekan perlahan gagang pintu sampai daun kayu berbentuk persegi berhias ukiran pohon apel Narnina itu bergerak kedalam.

Dan tampaklah isi kamar Norway yang tak disangka-sangka sangat rapi. Seprai kasurnya bersih, harum, warna dan gambarnya juga nggak luntur. Beda sekali dengan... Uhm.. Kamarnya siapa ya~? :v #curcolharian : kamarauthorbeda180derajatkamarnorway;v;.

Rumornya sih, Norway mengganti seprainya seminggu sekali. Selain itu mejanya penuh dengan banyak buku-buku, berkas, dan alat tulis, tetapi ditata dengan apik dan baik. Berbeda jauh dengan kamar Denmark yang berantakan dan bau Alkohol- (alkohol buat ngobatin lecet didengkul abis keserempet pas main bola ama bocah2 kampung sebrang. Tenang aja, Denmark anak baik kok~ eh tapi gak juga sih- #duak) Norway menjaga kamarnya tetap bersih setiap hari dan membubuhkan pewangi ruangan juga.

Sekarang Iceland mengerti kenapa Denmark bersikeras ingin menjadikan Norway istrinya.

Tapi sudah jelas bukan itu yang dipermasalahkan sekarang-walau Iceland menentang keras soal rencana persuntingan itu :v—.Sang adik mendadak mendapatkan harapan ketika ia mendengar suara air mengalir dari balik pintu kamar mandi di kamar Norway.

Tanpa pikir panjang, bocah satu ini langsung membuka sang maha terhormat harapan kami pintu kamar mandi untuk memastikannya. Jangan salahkan siapa-siapa karena tindakan Iceland ini sangat dibenarkan.

Norway ada disana.

Sedang berendam dengan wajah memerah dan mata tertutup seperti orang pingsan.

Tapi ternyata dia benar-benar pingsan, karena air yang memenuhi bathub-nya bahkan terkena pengaruh musim panas dan nyaris merebus sang pemilik kamar.

"NOR!" Iceland berseru panik, tapi kakaknya tidak mungkin menjawab dalam keadaan tak sadarkan diri.

Kedua tungkai Iceland melangkah pelan dan menghampiri kakaknya. Kepanikannya sekarang resmi dikalikan dua setelah menyentuh wajah Norway yang suhunya lebih panas dari hatinya ketika melihat Hong Kong ngacangin dia dan lebih memilih untuk bersama Mr. Puffin.
Eh.. itu nggak ada hubungannya...

Pokoknya, Iceland sama sekali nggak mau dijadikan tersangka pembunuhan! (masihmasalahinituuu?!)! Dan maka dari itu, satu-satunya yang penting sekarang adalah…

.. bagaimana Iceland mengeluarkan kakaknya dari panci raksasa ini?

-TBC

WAHAHA DIKIT YAH~

:P sengaja, soalnya satu hari kan emang nggak lama~ #ngeleslu:'v #terusiniceritamaunyampekapandongputusnyambungnya?

:'v gak tau, Author bikin ini pik tengah malem. Makanya ngantuk, terus humornya nggak kena. :'v maap yah- dan maap banget Denmark disini cuma dijadiin bahan hujatannya Ice :'v chap2 depan dapet scene surga deh~ #wahaha

Ngomong-ngomong aku bikin twitter loh :3 #gaknanya -w-)/ masih baru sih jadi masih nge-blank juga, mungkin baru mulai aktif waktu liburan yah ;w;) niatnya sih buat ngepost fanfic2 akun ini versi 'gambar'nya, biar lebih kebayang juga, Kan tulisan ane tuh rada-rada gitu ya :v #DUAK #kayabisagambaraja :'v emilCaLPS_ffn :3 main yah, sekali-kali~ #DUAR #masihkosongjuga

CUKUP- KEBANYAKAN FAILED-

OKE.. EHEM,

Segala kritik dan saran diterima ;w; dan.. Walau saya mudah tersayat oleh flame, tapi silahkan diutarakan saja kalo ada yang tak mengenakkan di hati(?) c': kotak ripyu tersedia kok~ :'D /inikode

dan buat yang udah ripyu di chapter kemaren, makasyiw -w-)/ #modeabsurd

Luciano Fyro On Rainy Day : wah, syukurlah kalo ficnya menghibur xD keberadaan remote AC-nya masih dirahasiakan dong :v

Orijima Ryuu : kasian Ice, ya? :v Iya nih, Remote AC-nya mudik nggak ngomong-ngomong dulu sih xD

Hadeh.. seperti biasa saya menggila nih ya-

'w') pokonya c u in z next chap~!

-emil'scrackalackinpuffinsaladyangsayangnorge~ #gakusahcurhat

.

.

.

Omake ~ :

Di suatu tempat yang tak terduga, 'makhluk' itu mengawasi mereka berdua sambil tetap menunggu dirinya bisa segera ditemukan agar dapat secepat mungkin menyelamatkan dunia(?). Tapi karena dia ditakdirkan tak bernyawa, apa daya yang bisa dilakukannya selain menunggu dinotis?

Oke saya gak bacot. Dia remote AC :3

kira-kira ada dimana dia..? B)