Idea&Storyline:
©2015, ohmira. All rights reserved.
Translation:
©2015, pewdiepoo. All rights reserved.
.
Chapter 1:
( The Only Reason to Keep Breathing )
.
Sehun berdiri diambang rooftop rumah sakit. Ia mengarahkan pandangannya jauh kebawah sana, tepat dimana puluhan mobil berlalu-lalang di jalan raya yang terlihat seperti kotak-kotak yang bergerak melalui sebuah jalur khusus. Orang-orang tersebar disana-sini seperti semut, melakukan rutinitas mereka tanpa memperdulikan urusan orang lain. Hidup memang seperti itu. Setiap orang mempunyai kisahnya masing-masing dalam hidup mereka. Tidak ada seorang pun yang mau memperdulikan urusan orang lain lebih dari urusan mereka sendiri. Apa yang menjadi urusannya akan tetap menjadi yang terpenting bagi mereka dibanding dengan orang lain. Sekalipun itu adalah pengkhianatan, asalkan itu tentang kepentingan mereka, mereka akan melakukannya. Memikirkan pengkhianatan membuat hati Sehun mengepal keras, hatinya yang mati karena sebuah pengkhianatan.
Sehun menghela nafasnya untuk kesekian kalinya. Satu langkah lagi, tubuhnya dapat dipastikan terjun bebas dari ketinggian dua puluh lantai dan akan terkapar tak berdaya dibawah sana. Ia memejamkan matanya erat, seraya merasakan hawa dingin yang menerpa wajahnya. Rambutnya tertiup ke belakang oleh hembusan angin. Ia berusaha untuk merasakan hatinya yang berdetak tetapi kosong. Ia merasa kosong sampai-sampai perasaan itu terasa begitu menyakitkan. Satu-satunya hal yang terbayangkan dan terlintas di benaknya hanyalah bayangan kekasih hatinya, Park Chanyeol dan sahabatnya, Byun Baekhyun.
###flashback###
"Oho Oho Thethe Hunhun~" Panggil Baekhyun riang gembira dengan nada yang terdengar aneh di telinga Sehun ketika pemuda itu melihat Sehun duduk terdiam di kelasnya. Menatap papan tulis yang terpampang didepan kelasnya lurus-lurus. Seperti tengah tenggelam dalam pikiran yang cukup serius.
Kelas adalah satu-satunya tempat dimana mereka berdua menghabiskan waktu istirahat pelajaran mereka karena Sehun tidak suka berada di café sekolah mereka yang penuh sesak dengan murid-murid lain. Sehun membenci keramaian. Biasanya mereka akan bersama dengan Chanyeol, teman sekelas Baekhyun. Tetapi pria bertubuh jangkung itu belum menunjukkan batang hidungnya sampai saat ini. Entahlah, mungkin ia sedang ada pertemuan dengan klub basketnya. Sehun menjadi pribadi yang terbuka kepada Chanyeol hanya karena Chanyeol adalah teman dari Baekhyun, sahabat baiknya. Kebanyakan teman Baekhyun adalah seseorang yang baik hati dan ya, memang benar adanya. Chanyeol tidak merendahkan dirinya ketika pertama kali mereka saling bertemu dua tahun yang lalu dan berlaku baik padanya sampa seperti Baekhyun, tidak seperti kebanyakan orang lainnya yang selalu menilai Sehun sebagai anak yang menjijikan dengan permasalahan kejiwaan.
Dengan acuh tak acuh, Baekhyun mendaratkan bokongnya diatas meja Sehun. Ia melambaikan tangannya tepat dihadapan wajah Sehun, tetapi ia tidak mendapatkan respon apapun. Sehun benar-benar mengacuhkan keberadaannya. Jelas, seorang Diva seperti Baekhyun tidak bisa menerima ketika seseorang mengacuhkan seperti ini. Kemudian ia memutar badannya dan meniru posisi tubuh Sehun untuk menghadap kearah papan tulis. Setelah sepuluh menit menatap papan tulis dihadapannya dan tidak ada apapun yang ia dapat, Baekhyun kembali menghadap Sehun yang masih betah dengan posisinya.
"Yah! Oh Sehun! Apa kau masih hidup?! Atau jangan-jangan kau kerasukan!?" Baekhyun mengguncang tubuh Sehun dengan kencang. Membuat Sehun tersadar.
Hyung nya yang ini sangat berlebihan.
"Hyung," panggil Sehun. Matanya tetap terpaku pada papan tulis didepan sana. Tidak bergeser seinch pun.
"Chanyeol hyung said that he loves me," lanjut Sehun dengan wajah datar tanpa ekspresinya. Wajah Baekhyun berubah seketika. Perutnya seakan bergejolak dan membuatnya ingin muntah. Ia menatap Sehun dengan pandangan tak percaya. Untuk beberapa detik ia merasa bahwa dirinya akan pingsan.
"A-apa!?" Baekhyun tergagap. Seorang Byun Baekhyun tergagap dalam ucapannya harus dicatat dalam buku sejarah.
"Ia berkata bahwa ia menyayangiku lebih dari sekedar teman. Ia bilang, aku bisa menggantungkan seluruh hidupku padanya. Dia akan menjagaku dan akan melindungiku. Dia juga bilang kalau dia akan memberikan semua kasih sayang yang tidak bisa ku rasakan selama ini, Hyung. Dia akan mencintaiku dengan segenap hatinya. Dia bilang, dia tidak akan memaksaku, dia akan tetap melindungiku sekalipun aku menolaknya." Sehun menuturkan apa yang dikatakan Chanyeol kepadanya dengan bibir gemetar. Kedua manik matanya menyerang manik mata Baekhyun. Baekhyun menangkap sesuatu dibalik kedua mata kecokelatan itu. Ia tahu dan sudah melihat semuanya dari awal, Sehun takut. Sehun terus memainkan buku-buku jarinya, menggerakkan kakinya gelisah dan bahunya sedikit bergetar. Itu cukup bagi Baekhyun untuk menjelaskan bahwa Sehun memang sedang ketakutan.
"Lalu, apa perasaanmu kepadanya?" tanya Baekyun hati-hati. Tanpa bermaksud untuk memberikan tekanan kepada Sehun. Ia tahu bagaimana lemahnya Sehun dalam menghadapi situasi seperti ini. Sehun mungkin saja tampak tenang diluar, tapi didalamnya sama seperti sebuah bencana baginya. Anak ini benar-benar tidak tahu bagaimana caranya untuk mengekspresikan perasaannya sendiri. Baekhyun terlalu mengenalnya dengan baik, mengingat masa kecilnya ia habiskan bersama Sehun. Sehun hanya akan berseru ketika ia merasa sedih, marah, frustasi, atau bahkan sedikit merasa bahagia. Rasa yang hampir tidak pernah ia temui dalam hidupnya.
"Aku…..tidak tahu. Aku takut," jelas, ini adalah kali pertama untuk Sehun dihadapi situasi seperti ini. Tidak seorangpun pernah menyatakan perasaan kepada Sehun sebelumnya, bahkan tidak ada yang mau berada didekat Sehun kecuali Baekhyun dan Chanyeol. Sehun bukan tipe orang yang baik dalam memberikan sebuah tanggapan, tidak juga ketika mendapat sebuah kejutan dan ia membenci itu.
"Lalu, menurutmu seperti apa dia?"
"Aku merasa nyaman jika berada didekatnya. Dia selalu ada untukku dan melindungiku selain kau. Dia itu seperti, malaikatku. Aku tidak pernah merasa cukup terlindungi setelah kematian ibuku, sampai ia datang kedalam hidupku. Aku ingin Chanyeol hyung selalu ada disampingku. Tapi, aku tidak tahu apa aku mencintainya atau tidak."
"Hunnie, kita semua tahu, kan, Chanyeol adalah seseorang yang baik hati. Dia juga selalu berlaku baik padamu. Ya intinya, kau harus percaya padanya. Baekhyun tersenyum tipis seraya mengelus punggung Sehun dengan hangat. Sinar mata Baekhyun jelas menunjukkan keirian terhadap sahabatnya itu.
"Akhirnya! Adikku ini menemukan pangeran tampannya yang akan memberikan kasih sayang dan kebahagian kepadanya! How else your life can be more beautiful?" Baekhyun menepukkan kedua telapak tangannya dengan ekspresi bahagia bukan main.
"Tapi…." Gumam Sehun ragu. Ia tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Bagaimana caranya ia tahu tentang perasaannya kepada Chanyeol? Apakah perasaan cintanya itu sebatas teman atau yang lainnya.
"Hunnie, kau merasa nyaman dengan dirinya selain denganku, kan? Tidak seperti orang lain, kau memberikan dia kepercayaan untuk masuk kedalam hidupmu. Itu artinya, hatimu telah menerima dirinya dari awal." Tutur Baekhyun menasihati. Ia menatap kedua mata Sehun yang rentan. Sehun tidak pernah merasakan kebahagiaan sebelumnya selama ia hidup. Chanyeol mungkin orang yang tepat untuk memberinya perasaan bahagia itu. Dan Baekhyun percaya akan hal itu. Atau setidaknya Baekhyun berusaha untuk membuat dirinya sendiri percaya.
"Lalu, apa yang kau katakan padanya?" Sorot mata Baekhyun memancarkan keingin tahuan.
"Aku tidak mengatakan apapun. Karena aku….lari?" ini adalah permasalahannya. Sehun selalu melarikan diri ketika ia merasa takut.
"Yah! Dasar, bodoh! Kau pasti membuat Chanyeol takut setengah mati. Anak itu pasti merasa bersalah padamu saat ini karena telah membuatmu melarikan diri seperti itu. Kau harus menemuinya dan mengatakan sesuatu padanya!"
Dan kebahagiaan Sehun dimulai dari sini. Ketika ia menerima Chanyeol untuk menjadi malaikat yang membuat dirinya hidup, Sehun jatuh terlalu dalam kepada Chanyeol. Jiwa dan raganya, serta hidupnya ia serahkan semuanya kepada Chanyeol. Park Chanyeol adalah satu-satunya alasan untuk dirinya terus bernafas.
Oh Sehun terlalu mencintai Park Chanyeol dan itu menyakitkan.
.
To be continued.
.
.
.
First of all I wanna say thank you sooo much for your attention to this trans fic /hugskisses/
I'm going to post the chapters one by one each day. I'll post one day one chapter due to school's holiday this semester. ( Just in case if my student organization's schedule has no deadly schedule xD )
