Idea&Storyline:

©2015, ohmira. All rights reserved.

Translation:

©2015, pewdiepoo. All rights reserved.

.

Chapter 4:

( The New Home )

.

Sehun mengangkuti barang-barangnya keluar dari bagasi taxi yang ia tumpangi. Satu koper dan satu tas yang biasa ia bawa ketika ia bekerja. Setelah membayar argo taxi, ia menuju mansion keluarga Kim. Mansion milik keluarga Kim memang tidak sebesar istana kerajaan, tapi Sehun yakin, suami Nyonya Kim pasti meninggalkan harta yang sangat berlimpah. Neena sempat bercerita padanya bahwa suami Nyonya Kim meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Sedangkan untuk anak-anak Nyonya Kim, Sehun belum pernah melihatnya. Bahkan ketika Nyonya Kim dirawat di rumah sakit. Mungkin mereka datang menjenguk ketika Sehun sedang tidak dalam tugas jaganya atau mungkin juga mereka tidak pernah datang untuk menjenguk Nyonya Kim, Sehun tidak tahu. Ia hanya tahu mengenai perawat pribadi Nyonya Kim yang selalu menemani beliau ketika dirawat.

Sehun menekan bell yang tersedia dipintu masuk mansion tersebut. Setelah beberapa saat, seorang wanita dengan rambut yang sedikit keabu-abuan muncul dihadapannya. Wanita tersebut terlihat seperti ibunya. Dan hal itu membuat hati Sehun goyah. Ia merindukan ibunya.

"Ya, ada yang bisa saya bantu, nak?" wanita itu tersenyum lembut yang telihat sangat keibuan di mata Sehun.

"Aku adalah perawat baru untuk menggantikan Neena sebagai perawat pribadi Nyonya Kim. Namaku, Sehun." Sehun membungkukkan badannya sopan, dan dihadiahi sebuah elusan di sebelah bahunya.

"Ya, Nyonya sudah mengatakannya padaku tentangmu. Namaku ophie, kepala asisten rumah tangga disini. Tetapi kau bisa memanggilku cukup dengan Nana, seperti yang dilakukan oleh yang lain. Ayo masuk, aku akan membawamu menemui Nyonya. Letakkan saja barang bawaanmu disana, aku akan menyuruh yang lain untuk membawakannya untukmu." Sehun penasaran berapa banyakkah asisten rumah tangga yang mereka miliki di mansion ini. Nana membawanya bersama menuju ke lantai dua. Sehun tidak bisa melepaskan pandangannya untuk mengagumi sekeliling ruangan yang ia lewati. Mulai dari lampu dalam berbagai ukuran yang tergantung diatas langit-langit, macam-macam hiasan yang ditata dengan sedemikian rupa dan juga barang-barang mewah yang terbuat dari kayu dalam gaya vintage. Sehun benar-benar tersihir dengan apa yang dilihatnya. Nyonya Kim pasti memiliki selera yang tinggi dalam penataan mansionnya. Sehun tidak pernah membayangkan dirinya akan tinggal dalam mansion seperti ini. Apa yang ada didepan matanya saat ini seakaan terlalu jauh dari imajinasinya.

"Kamarmu berada tepat didepan kamar Nyonya. Itu akan membuatmu lebih gampang dalam merawat dan menjaga Nyonya." Ucapan Nana seakan menyadarkan Sehun dari dunianya.

"Okay, Nana."

Kemudian Nana mengetuk pintu kamar Nyonya Kim dan terdengar pelan ucapan 'silahkan masuk' dari dalam. Sehun dapat melihat Nyonya Kim duduk menghadap kearah taman.

"Astaga, Sehun. Aku menunggu dirimu." Bibir pucat Nyonya Kim terangkat memerkan sebuah senyum hangat. Ia kemudian mengangkat dan melebarkan kedua tangannya sebagai ucapan selamat datang untuk Sehun. Sehun meraih tangan Nyonya Kim dan membuatnya duduk diatas kursi kayu yang berada dihadapannya. Nana pamit undur diri membuatkan minum untuk Sehun.

"Apa kabar anda, Nyonya Kim?"

"Aku baik-baik saja, walaupun tubuhku tidak kuat lagi untuk berjalan-jalan ditaman." Nyonya Kim menghela nafasnya pelan kemudian tersenyum kecil kearah Sehun.

"Saya senang mendengarnya."

"Aku sangat senang karena kau menerima tawaranku untuk menjadi perawat pribadiku. Kau adalah perawat yang membuatku nyaman selain Neena." Nyonya Kim mengelus tangan Sehun dengan sangat keibuan.

"Itu bukan apa-apa, Nyonya. Apakah anda sudah meminum obat hari ini?"

"Aku sangat gembira untuk bertemu denganmu sampai aku lupa." Nyonya Kim tertawa pelan, membuat Sehun memperhatikannya. Betapa menakjubkannya beliau dalam usianya saat ini dengan mata indah itu.

"Saya rasa, saya harus mengambilkan obat anda." Sehun ikut tertawa pelan bersama Nyonya Kim.

.

Setelah makan malam bersama Nyonya Kim, Sehun menuju kamar Nyonya Kim untuk melakukan pengecekkan darah rutin yang akan ditulis dalam catatan kesehatan beliau sebelum beliau pergi untuk beristirahat. Sehun belum sempat menemui anggota keluarga Nyonya Kim lainnya dan ia sangat penasaran dengan itu. Nyonya Kim juga tidak menyebut-nyebut tentang anaknya. Karena itu, Sehun menutup mulutnya rapat-rapat, tidak ingin ikut campur dengan urusan Nyonya Kim. Ia berada disini untuk merawat beliau, bukan untuk ikut campur urusan keluarganya.

"Sudah." Sehun merapikan semua alat-alat yang ia gunakan. Lalu meletakkannya dibawah meja kecil yang tidak jauh dari tempat tidur Nyonya Kim dan menulis semua hasil pemeriksaan didalam laporan.

"Ketika kau sudah tau dan sakit-sakitan nanti, kau akan merasakan betapa enaknya memiliki seseorang untuk merawatmu." Tiba-tiba Nyonya Kim berkata ketika Sehun tengah menyusun bantal agar beliau merasa nyaman. Sehun memutar kepalanya untuk menatap Nyonya Kim. Kedua mata beliau seakan menunjukkan sesuatu yang sangat Sehun rindukan. Cinta. Sehun tidak mengerti, tetapi wanita dihadapannya ini membuat hatinya yang telah mati kembali bersemi dengan cinta. Getaran positif yang diberikan oleh Nyonya Kim seperti larutan elektrolit yang mampu membuatnya merasa dicintai.

"Anda tidak setua itu, Nyonya. Dan anda juga masih mempunya anak yang akan merawat anda." Sehun mencium kening Nyonya Kim, menggambarkan betapa ia sangat ingin mencium ibunya seperti ini.

Nyonya Kim menghela nafasnya dan memejamkan matanya. Senyum masih terpatri diwajahnya.

"Selamat malam, Nyonya Kim. Istirahatlah dengan baik." Sehun mencium kembali kening Nyonya Kim.

"Selamat malam juga." Balas Nyonya Kim. Sehun berdiri untuk mematikan lampu tetapi tiba-tiba saja pintu kamar itu terbuka, memunculkan sesosok bertubuh jangkung dengan rambut pirang bersama dengan rambut kecokelatan dibelakangnya.

Sehun terkesiap melihat sosok yang memiliki rambut kecokelatan. Mereka saling menatap satu sama lain untuk beberapa saat. Sehun kenal dengannya, Kim Jongin. Ia adalah salah satu dari siswa yang digilai oleh banyak orang dulu ketika di SMA. Dan dia dulu juga satu tim basket bersama Chanyeol, sebagai ketua tim. Mereka tidak pernah bercengkrama satu sama lain karena Oh Sehun tidak ada apa-apanya dibandingan dengan Kim Jongin. Tetapi Sehun mengenalnya sebagai ketua tim basket menyebalkan yang selalu membuat Chanyeol telat datang dalam acara kencan mereka dan membuat Sehun menunggu Chanyeol seperti orang bodoh. Dan Sehun ragu kalau Jongin akan mengingatnya. Dan jika ternyata Jongin mengingat dirinya, Sehun yakin seratus persen, Jongin tidak akan tahu banyak tentang dirinya.

"Wow, look who we have here. Such a nice bubble butt." Ungkapan tiba-tiba yang dilontarkan si ambut pirang, sukses membuat Sehun memerah. Siapa dia? Tak tahu diri sekali mengomentari bokong orang lain seperti itu.

"They're cute." Dan dengan itu, Kris mendapatkan sebuah pukulan dibelakang kepalanya dari Jongin. Sehun akan menjadi yang kedua untuk itu. Laki-laki itu pantas mendapatkannya.

"Kau sangat senang membuat orang takut dengan hobi konyolmu yang sesat itu." Sahut dari orang yang sama-sama sesat. Ia berjalan melewati Kris dan duduk diatas kasur, disebelah Ibunya. Memberikan sebuah kecupan dikeningnya.

"Orang sesat dan penggemar bokong jelas berbeda. Aku menyukai setiap bokong indah didunia ini. Dan lebih bagus lagi jika bermacam-macam. I'm flexible you know." Kris memberikan sebuah kedipan nakal dengan satu tangannya ia sandarkan pada dinding dan tangan lain yang mengepal menopang dagunya. Menatap Sehun dari tempatnya. Sementara Sehun menundukkan kepalanya, tidak tahu harus seperti apa dalam keadaan seperti ini.

Jongin memutar bola matanya malas untuk kesekalian kalinya begitu mendengar ucapan kasar kakaknya.

"How lovely my son could be. Setelah menghilang selama satu bulan, kamudian, datang ke hadapanku seraya berkata yang tidak-tidak mengenai hobi kotornya tanpa mengatakan hai kepada ibunya sendiri." Nyonya Kim terdengar menyindir.

"Aww, Ma, hobiku hanya akan kumulai jika melihat punya Mama. Punyamu adalah yang paling indah saat ini. tidak seorangpun dapat mengalahkannya." Kris perlahan juga mendekat kearah ibunya untuk memberikan sebuah kecupan di kening. Dan ia mendapati sebuah pukulan pelan diperutnya dari sang Ibu.

"Ouch, see, you're so bias." Kris memajukan bibir bawahnya. Sangat tidak pantas dengan wajahnya.

"Masih lebih baik aku dibanding dengan anakmu yang bertemu dengan rahasia kecilnya yang kotor dibelakangmu." Kris berbisik kepada Ibunya. Tetapi cukup kencang untuk didengar oleh Jongin dan juga Sehun.

Nyonya Kim berbalik menatap Jongin dengan cemberut semntara Jongin cemberut kepada Kris. Jongin menggerutu tertahan, ingin memusnahkan senyum miring diwajah Kris dengan sebuah tinju.

"kau masih menemui Kyungsoo?" Kekasih Jongin. Sehun tahu mengenai kisah cinta pasangan panas itu. Kyungsoo juga satu kelas musik dengan Baekhyun. Ia hanya anak biasa tetapi penuh dengan pesona yang membuat Jongin jatuh terlalu cinta padanya.

"Mama sudah bilang padamu, kan? Ia tidak pantas untukmu, Jongin. Kau membutuhkan seseorang untuk mengurus hidupmu nantti ketika Mama sudah tidak ada. Dan Mama sangat yakin, karirnya tidak bisa membuatnya melihat wajamu setiap paginya." Nyonya Kim terdengar putus asa. Sehun dapat mendengarnya. Ia terus menundukkan kepalanya. Tidak tahu apakah ia harus undur diri untuk membiarkan keluarga ini menghabisi waktu mereka bersama.

"Ma, aku bisa memperkerjakan seorang pembantu untuk itu. Aku tidak butuh seseorang untuk melihat wajahku setiap paginya. Itu akan membosankan nantinya." Jongin mencoba mencairkan suasana. Ia mendekat kearah Ibunya dan membenamkan wajahnya pada ceruk leher Ibunya itu, bersikap manja seperti biasanya. "Lalu kau mau Mama meninggal sendirian disini tanpa seseorang disamping Mama ketika kau pergi bekerja?" suara Ibuanya terdengar memilukan dan membuat Jongin merasa bersalah. Ia mengeratkan pelukannya pada pinggang ibunya.

"Jangan bicara seperti itu, Ma. Mama, kan, punya suster disini. Itu fungsinya dia, kan? Lagipula, aku hanya makan malam bersama seperti rekan lama yang bertemu kembali." Okay, mungkin ibunya harus tahu makan malam apa yang ia lakukan bersama Kyungsoo. Ia tahu sekeras kepala apa ibunya dalam melarang hubungannya dengan Kyungsoo. Ia terlanjur terlalu mencintai Kyungsoo, ia tidak bisa melawannya. Tapi ia juga tidak ingin melukai perasaan Ibunya. Intinya, Ibunya hanya peduli kepadanya.

Nyonya Kim mendesah, tanda ia mengalah. Beliau mencoba menutup matanya untuk tidur.

"Aku tidak tahu kalau sekarang teman lama saling memakan wajah mereka satu sama lain." Suara Kris yang tiba-tiba itu membuat semua orang terkesiap. Jongin menendang tungkai kakinya dengan kuat sampai Kris hilang keseimbangan. Kakaknya itu butuh pelajaran untuk menyampaikan sebuah informasi.

Sehun pamit untuk menuju kamarnya sendiri. Nyonya Kim mempunyai keluarga yang bahagia. Walaupun mereka terlihat bermusuhan satu sama lain, tetapi itulah cara mereka menujukkan kasih sayang terhadap satu sama lainnya.

.

Sehun menuruni tangga untuk menuju dapur ketika hari sudah mencapai tengah malam untuk mengambil minum. Ia tidak menyalakan lampu dan hanya mengandalkan cahaya bulan sebagai penerangannya menuju dapur. Ia terjekut begitu melihat seseorang bersandar pada kulkas. Ia tahu, itu pasti seseorang yang ia kenal. Ia maju beberapa langkah untuk menegaskan pandangannya dan mendapatkan Kris yang tengah bersandar itu sedang berada dibawah pengaruh alkohol.

.

.

To be continued.

.

Hei guys! late update again but here chapter 4 hahaha and also un-beta-ed bcs I translated this about forty minutes ago. I'm sorry for lateup bcs I've some mental wrecking which made me being mad almost in one this day. I don't know but one of newbie in my class is so damn annoying with act like she knows abt jongin and exo most.

Do you guys mind if I not being update in two days until Saturday morning? Bcs I really am need to build up my mood to write down and also I should finish another two chapters of "So?" and one new chapter of "A ver O."

Whether you guys mind or not, just leave your own opinion in review box. if you guys does mind about that, I'll try my best to keep update tomorrow. thankyou^^ /hugskisses