Akan ada banyak Typo(s) yang bertebaran.

Cerita murni milik saya

Cast: HunHan, Baekyeol, KaiLu (GS) for Uke!

Rated: T

Semua Cast milik Tuhan, Orangtua mereka, Fans dan SMentertainment

No Bash!

No Plagiat!

No Silent Rider!

.

LIGHT (HunHan)

Happy reading*

CEKLEK

BLAM

Sehun menutup pintu kamar dan melangkah menuju ruang tengah. Sehun dapat melihat Jongin duduk dan nampak tengah memikirkan sesuatu sangat serius.

"Ekhem" Sehun mengahancurkan fokus Jongin hingga Jongin menoleh dan segera terkejut namun segera ia tutupi dengan wajah yang tenang seperti biasanya.

"Pasti kau sangat terkejut juga kan Jong?" tanya Sehun dan duduk di sofa disebelah Jongin.

"Iya" –Aku lebih terkejut darimu.

"Sebenarnya Luhan itu siapa? Mengapa ia bisa berubah menjadi Yeoja?" tanya Sehun bingung.

"Entahlah" –aku baru menyadari sesuatu, maaf Sehun aku tak bisa memberitahumu…

"Apa mungkin dia bidadari? Kau lihat sayapnya tadi begitu indah" Sehun mengingat saat pertama kali melihat sayap putih bersih itu.

"Mungkin saja… Apa kau masih mencintainya Hun? Kau bilang bahwa kau membencinya karena ia seorang namja" tanya Jongin penasaran.

Sehun memegangi dadanya yang berdebar lebih kencang saat Jongin menanyakan perasaannya terhadap Luhan "Sangat.. tapi, aku terlalu gengsi mengakui hal ini karena aku sering bersikap kasar padanya" Jawab Sehun sambil menyesali perbuatannya.

TING

TONG

"SEHUN buka pintumu! Ayoo" teriak seorang yeoja yang berasal dari pintu depan mansion sangat begitu tidak sabaran.

TING

TONG

"Kumohon SEHUN CEPATLAH BUKA!" suara melengking merdu itu semakin menaiki oktafnya untuk berteriak.

Jongin memandang Sehun "Temanmu?" tanya Jongin.

"Iya, aku menelponnya tadi. Dia Baekhyun teman kuliahku dan kutebak ia pasti bersama si tiang listrik itu" jawab Sehun dengan memutar bola matanya malas. Ketika Sehun hendak bangkit dari sofa untuk membukakan pintu Jongin mencegahnya.

"Ah kalau begitu biar aku saja yang membukakan pintu untuk mereka, ne? aku ingin kenal dengan teman-temanmu juga" jawab Jongin seraya tersenyum kepada saudaranya itu.

"Terserah" jawab Sehun malas. Jongin melangkah menuju pintu utama mansion dapat ia dengar yeoja dengan suara melengking yang merdu itu masih saja setia berteriak-teriak diluar sana meminta dibukakan pintu. 'Cihh tidak sabaran' batin Jongin. Dan saat Jongin membukakan pintu mansion tubuhnya serasa dipasung ditempat.

CEKLEK

"Yak! kau ini lama sekali membukakan pintunya Eoh! Apa kau tidak.. eh kau bukan Sehun" Baekhyun menghentikan caci makinya disaat menyadari yang membukakan pintu masuknya bukanlah Sehun, melainkan seorang namja tampan berkulit tan.

Jongin masih mematung melihat sosok yeoja dihadapannya 'Di-dia… semakin benar dugaanku!'

Melihat Jongin yang hanya diam memandang Baekhyun, merasa cemburu Chanyeol berfikir Jongin terpesona kepada kekasihnya itu "Maaf Tuan, nona cerewet ini telah memiliki seorang kekasih yang tinggi dan tampan". Chanyeol menatap tajam Jongin yang kini merasa tak enak atas perkataan Chanyeol barusan "Ah maaf, aku tak bermaksud begitu hanya saja aku merasa dia mirip dengan seseorang" –Tidak, justru aku mengenalnya.

"Ah begitu yah". seru Chanyeol tersenyum lebar dan merangkul Baekhyun "Tapi kekasihkulah yang paling cantik".

'Posesif sekali' batin Jongin. "Ah tentu saja kekasih anda sangat cantik seperti seorang bidadari" ucap Jongin.

Entah mengapa mendengar perkataan Jongin mengatakan 'bidadari' sseperti mengandung artian lain, dan Baekhyun juga merasa pernah bertemu dengan namja tan didepannya ini tapi entah kapan dan dimana.

"Namaku Jongin kalian bisa memanggilku Jongin, aku saudara Sehun. Kalian masuklah Sehun sudah menunggu" Ajak Jongin setelah memperkenalkan dirinya.

"Oh begitu, namaku Baekhyun dan si tiang listrik ini kekasihku Chanyeol senang bertemu denganmu Tuan"

"Jongin saja, tak usah terlalu formal" ucap Jongin membenarkan.

.

.

"Kau bisa menjelaskan ini padaku Baek?" tanya Sehun tajam kepada Baekhyun.

"Maaf Sehun aku tak bisa menjelaskan semuanya". Baekhyun menggelengkan kepalanya menolak "Lagi pula bukankah kau membenci Luhan?, kurasa itu bukan urusanmu mengetahui segala hal tentangnya".

Sehun terdiam, Baekhyun benar, selama ini Sehun selalu bersikap kasar terhadap Luhan yah walaupun tidak dalam artian 'kekerasan' karena Sehun masih mempunyai hati nurani untuk tidak melukai orang yang dicintainya.

Mereka berempat sekarang berada diruang tamu setelah Baekhyun mengecek keadaan Luhan tadi, Baekhyun terkejut saat melihat 'wujud' asli Luhan yang terbaring tak sadarkan diri di tempat tidur milik Sehun dan yang membuat Baekhyun semakin kalut saat mengetahui kalung yang digunakan Luhan telah hilang.

"Tapi karena kau telah melihatnya, aku akan memberitahumu sesuatu tapi aku tak bisa memberitahukanmu banyak" ucap Baekhyun membuat Sehun semangat dan kemudian lesu mendengar kaliamat terakhir.

"Luhan, dia bukanlah manusia seperti kita dia putri malaikat atau tepatnya bidadari yang terlahir dari pasangan Yang Mulia Xi Siwon dan Xi Heechul raja dan ratu di negeri langit. Entah apa yang menjadi tujuan mereka menurunkan Luhan kebumi aku tidak tahu karena kami tak bertemu sudah sangat lama. Karena pada saat itu aku dan keluargaku turun kebumi jadi kami berpisah.."

"Tunggu! Kau bilang kau dan keluargamu turun kebumi? Jadi kau?"

Baekhyun tersenyum disaat melihat keterkejutan Sehun karena pada dasarnya saat mereka mengenal satu sama lain Sehun tidak mengetahui kebenaran Baekhyun pernah menjadi malaikat kecuali Chanyeol " Ya, aku juga bukan seorang manusia awalnya, aku sama seperti Luhan".

Merasa penasaran dengan topik ini Jongin yang mendengarkan sedari tadi ikut menimpali "Lalu kenapa kau menjadi manusia?". Baekhyun memandang Jongin 'Entah perasaanku saja atau memang benar, namja ini seperti aku pernah bertemu dengannya'

"Tuan Stew dewa Malaikat mengutukku, karena aku mencintai seorang manusia. Dan orang yang kucintai itu namja tiang listrik yang sedari tadi ini terus merangkulku" jujur Baekyun mendelik kesal Chanyeol yang sedari tadi posesif merangkulnya.

'Sepertinya situasi akan menjadi sangat rumit' –batin Jongin.

"Hehe maaf Bakhiie sayang, kau sangat enak kurangkul" cengir Chanyeol menimpali Baekhyun yang mendelik lucu menurutnya tanpa melepaskan rangkulannya.

"Lalu bagaimana dengan kalung perak sayap berlambang matahari itu?" tanya Sehun penasaran. Baekhyun sudah mengetahui Luhan kehilangan kalungnya karena Sehun menceritakan kejadian awal Luhan pingsan dan bisa berubah, namun Baekhyun tak berkata apapun sebelumnya hanya terlihat panik dan ketakutan.

Baekhyun terlihat terkejut dan kembali panik "Bagaimana ini? kalung itu satu-satunya cara Luhan bisa kembali ke negri langit. Luhan menceritakan bahwa kalung itu adalah hal yang berharga untuknya, itu pemberian dari Eommanya dan kalung itu juga yang merubah Luhan menjadi namja.."

"Lu, bagaimana jika kalungmu sampai hilang?"

"Entahlah Baek, aku harap itu tidak terjadi, karena kalung ini bukan kalung sembarangan"

"Apa maksudmu?"

"Kalung ini sudah terikat denganku, kau tahukan tentang masalaluku?"

"Iya, itu sebelum aku turun kebumi dan meninggalkanmu. Maaf Lu"

"Sudahlah, Baek"

"Lalu apa yang akan terjadi dengan kalung itu jika hilang?"

"Kalung ini pelindungku, jika berada diorang yang salah kutukan itu akan menimpaku lagi"

"Bagaimana kau bisa lepas dari kutukan itu?"

"Aku belum bisa memastikan itu, tapi Eomma mengatakan aku harus menemukan orang yang tak pernah bahagia itu, ia yang akan melepaskan kutukan ini"

"Dengan apa?"

"Entahlah aku tak tahu caranya bahkan aku tak tahu siapa orang yang tak pernah bahagia itu, orang yang bisa melepaskan kutukanku"

"Kita harus segera menemukan kalung itu cepat atau lambat!" seru Baekhyun dan mereka mengangguk.

Sehun melamun 'Jika Luhan menemukan kalung itu dia akan kembali ke langit?' –batin Sehun sedih.

"Sampai kapan Luhan akan dibumi?" gumam Sehun yang masih bisa didengar Chanyeol.

"Sehun kau menyukai Luhan?" tanya Chanyeol tiba-tiba membuat Sehun salah tingkah dan mendelik kesal. "Mana mungkin aku menyukai dia yang nam.. mana mungkin aku menyukai seseorang yang menggelikan seperti dia!" –Aku menyukainya sungguh, mengapa mulut sialan ini sulit sekali untuk jujur?

Jongin mengerti saudaranya itu sedang gugup dan berbohong mengenai perasaannya. Chanyeol tertawa dan memukul pundak tegap Sehun "Kau akan menyesalinya Hun! haha karena menyia-nyiakan yeoja secantik dia Hun.. Aww Baek kenapa kau mencubitku?".

"…"

Menyadari Baekhyun yang cemburu Chanyeol segera panik "Eh eh Baek, aku aku tak bermaksud membuatmu cemburu sungguh Baek, aduh kau jangan marah Baek". Mata imut Baekhyun nampak berkaca-kaca "Kalau kau suka dengan Luhan silahkan saja! Maaf Yeol jika kau tak menyukaiku lagi karena aku bukan bidadari lagi".

"Ehhh? Baek jangan bicara seperti itu sungguh aku tak berma…"

"Hiks maaf Yeol.. aku tak bisa membuatmu bahagia hidup denganku hiks maaf" Chanyeol menyadari Baekhyun mempunyai kepribadian yang sangat sensitive dan mudah cemburuan. Chanyeol merasa menyesal mengatakan hal tadi yang membuat Baekhyun cemburu, sungguh Chanyeol tidak bermaksud membuat Baekhyun cemburu, Chanyeol hanya ingin mengatakan kepada Sehun jika ia tak menyukai Luhan Sehun akan menyesal, menyesal karena tak sembarangan orang bisa memiliki seorang bidadari sama seperti Chanyeol yang mendapatkan yeoja secantik Baekhyun dan kenyataan Baekhyun yang adalah seorang bidadari.

Wajah Chanyeol menjadi serius, ia merah pundak Baekhyun untuk menghadapnya "Kau selalu sempurna dimataku, aku tak bermaksud menyamaimu dengan Luhan untuk membuatmu cemburu. Aku tak pernah bermain-main denganmu Baek, kita sudah melewati masa sulit tidak dengan mudah. Kau mengorbankan kehidupanmu untukku dan aku telah membuat perjanjian untuk hidup bersamamu, aku mencintaimu bukan hanya karena kau cantik Baek semua yeoja didunia ini pasti banyak terdapat wanita-wanita cantik. Tapi aku hanya memilihmu hanya kau Baek yang pantas berada disampingku".

Baekhyun dapat melihat kesungguhan dimata besar Chanyeol, Baekhyun akui walaupun Chanyeol terkadang seperti seorang idiot yang menyebalkan tetapi itu hanya dari mereka yang tak pernah mengenal siapa Chanyeol sebenarnya, Chanyeol yang bersungguh-sungguh.

Baekhyun mengangguk dan segera memeluk Chanyeol "Maafkan sifat kekanakanku". "Sudah aku maafkan bidadari kecilku" Chanyeol mengusap lembut surai hitam Baekhyun.

Jongin hanya tersenyum melihat roman picisan yang tersuguh dihadapannya "Kau memiliki teman-teman yang unik, Hun".

"Ya, begitulah mereka selalu membuat drama dimana saja" Sehun memutar bola mata malas.

"Ckck baiklah sepertinya aku akan mengecek Luhan dulu" Jongin bangkit dari duduknya dan hendak melenggang pergi. "Biar aku saja!" Ucap Baekhyun.

"Tidak, kalian duduk saja nanti aku kabari kondisi Luhan, biar bagaimanapun Luhan juga teman baruku biar lebih akrab" seru Jongin mengintrupsi. Sehun merasa ada yang aneh dengan sikap Jongin 'Sebenarnya aku yang ingin mengecek keadaan Luhan, tapi jika itu kulakukan mereka pasti akan menyadari perasaanku. Dan jantung ini tak hentinya berdebar kencang walau masih bisa kututupi dengan wajah datar milikku'.

"Baiklah" ucap Baekhyun setuju, Baekhyun merasa senang jika Luhan juga memiliki teman baru.

.

.

CEKLEK

Jongin terdiam melihat pemandangan yang tersuguhkan didepannya. Seorang yeoja cantik bersurai emas tengah berdiri membelakangi dan memandang lurus langit biru malam yang dipenuhi bintang dengan bulan bulat yang penuh dari jendela kaca besar menuju balkon. Yeoja itu masih terdiam tak menyadari keberadaan Jongin dibelakangnya yang memandang kagum sosok cantik itu.

"Ekhem" Jongin mencoba menyadarkan Luhan sekaligus menghilangkan kegugupannya. "Kau sudah sadar?" tanya Jongin.

Luhan berbalik dan langsung terkejut "Jongin..". "Tak apa Lu kami sudah mengetahuinya" ucap Jongin membuat Luhan menunduk.

"Aku tak bermaksud membohongi siapapun.."

"Sudahlah, kami tak merasa dibohongi kami hanya terkejut" –terkejut kau membuatku terkejut Lu, masih tak berubah.. . Jongin menepuk pelan surai Luhan "Hey Lu kau menangis? Jangan menangis Hey" Jongin panik melihat Luhan yang menangis dan tetap menunduk.

"Kalungku.. hiks kalungku Jong, aku tak akan pernah bisa kembali" Luhan menangis sesegukan.

'Pasti Karena kutukan itu…"

Jongin memeluk Luhan "Kami akan mencarinya Lu, sudah jangan menangis"

CEKLEK

"LU..EH?"

Baekhyun, Chanyeol dan Sehun memasuki kamar Sehun namun terhenti saat melihat Luhan yang sudah sadar dan sedang memeluk Jongin.

'Siapa kau Jongin? Mengapa aku selalu merasa mengenalmu begitupun dengan Sehun saat pertama kali' –Baekhyun.

'Jongin hebat! Baru kenal langsung nekat ckck, pasti si Sehun benar-benar akan menyesal!" –Chanyeol.

'Apa maksud ini Jong?' –Sehun.

Jongin melepaskan pelukannya terhadap Luhan saat menyadari ketiga orang yang baru saja masuk "Ekhemm, maaf tadi Luhan hanya menangis dia mengingat kalung peraknya itu dan aku mencoba menenangkannya" jelas Jongin yang memang sejujurnya, tadi Luhan menangis karena mengingat kalungnya yang hilang.

"Oh begitu, terimakasih Jongin kau sudah menenangkan Luhan" seru Baekhyun disertai senyumnya dan segera menghampiri Luhan.

PLETAK

"YAK! KENAPA KAU MENJITAKKU?!" teriak Luhan karena Baekhyun baru saja menjitak kepalanya dengan sayang.

"Makanya jangan cerobohhh Xi Luhan!" Baekhyun kembali kesal dan mencubit hidung Luhan dengan sangat tidak berprikebidadarian karena membuat hidung Luhan menjadi merah. "Ckckc hidungmu lucu sekali Lu, kau harus melihatnya!" Baekhyun tertawa melihat Luhan yang sehabis menangis itu masih nampak sendu, ditambah dengan hidungnya yang memerah karena cubitan Baekhyun membuat Luhan terlihat seperti anak kecil yang terus menangis karena kehilangan induknya -menurut Baekhyun.

"Kau jahat sekali Baek, aku sedang sedih dan kau malah memperburuk keadaan dengan membuatku jelek dimata laki-laki itu" Luhan menunjuk Sehun, Chanyeol dan Jongin dengan memasang wajah cemberut yang lucu.

PLETAK

"AW! BAEK BERHENTI MENJITAKKU!" Luhan meringis kesakitan ketika jitakkan itu mendarat lagi di kepalanya.

"Kecuali Chanyeol, laki-laki itu sudah ada yang memiliki!" kesal Baekhyun.

"Oke oke oke, kau ini posesif sekali! Aku hanya bercanda"

Chanyeol menggeleng-gelengkan kepala melihat kekasihnya berdebat terus dengan saudara.. saudarinya(Luhannya udah jadi yeoja) itu. Sudah menjadi sarapan biasa untuk Chanyeol melihat perdebatan keduanya.

Jongin tersenyum dan Sehun memperhatikan 'Ada apa dengan tatapan Jongin? Bukankah ia menyukai Luhan hanya sebatas teman? Lalu apa arti tatapan itu?'.

"Terus fokus Lu, fokus"

"Sulit Baek!"

"Jangan terus mengeluh! Kau fokuskan saja konsentrasimu"

"Tapi sayapku tak menghilang juga"

"Makanya fokuskan bodoh! apa kau mau sayap itu dilihat semua orang? Apa kau mau kau diculik dan dimusiem kan sebagai bidadari yang tersesat? Atau yang lebih buruk bagaimana kalau mereka menjualmu dengan harga mahal untuk dikoleksikan?"

"ANDWAE!"

Baekhyun sedang melatih Luhan untuk menyembunyikan sayapnya pagi itu dihalaman luas mansion Sehun, berjam-jam Baekhyun merasa teramat kesal dengan Luhan yang masih belum bisa fokus untuk menyembunyikan sayapnya. Ngomong-ngomong semalam mereka Baekhyun, Chanyeol dan Luhan memang menginap dirumah Sehun. Dan Sehun sama sekali tidak keberatan, walaupun tak banyak bicara apapun ketika Luhan sudah sadar.

Dan dimana ketiga namja itu berada? Tentu saja mereka juga berada ditaman, mereka sedari tadi terus memperhatikan kedua yeoja cantik itu. Chanyeol yang memperhatikan Baekhyun dan Sehun yang memperhatikan Luhan. Lalu dimana Jongin? Dia sedang ada urusan yang mendadak.

"Hey, Hun seperti apa yeoja idamanmu?" tanya Chanyeol tiba-tiba membuat Sehun menoleh. Alis Chanyeol naik turun menanti jawaban Sehun. Selama Chanyeol mengenal Sehun, Sehun tak pernah dekat dengan yeoja manapun padahal banyak sekali yeoja-yeoja yang mengantri menginginkannya karena Sehun tampan. Chanyeol pikir mungkin inilah saatnya menanyakan tipe yeoja idaman apa menurut Sehun mungkin Chanyeol bisa membantu mencarinya.

"Tipe yeoja idamanku? Aku menyukai yeoja yang polos" Jawab Sehun sekenanya dan membuat Chanyeol terkejut. "Aku tak menyangka kau semesum itu Sehun! Mana mungkin kau menyukai yeoja dengan melihatnya telanjang?" histeris Chanyeol.

PLAKK

"Bukan itu bodoh!"

"Lantas apa?, aduh jitakanmu sakit sekali Hun, lantas apa kau menyukai yeoja polo situ sepeti tak mempunyai hidung, mata dan mulut, begitu?"

PLAKK

"KENAPA KAU MENJITAKKU LAGI?!" teriak Chanyeol karena mendapat dua jitakan.

"Karena kau bodoh! maksudku bukan begitu, aku menyukai yeoja yang cantik, lugu, sopan, dan sabar". Sehun terdiam dan tatapannya melembut "Dan aku juga menyukai yeoja yang ketika tersenyum atau tertawa seperti anak kecil".

"Kau ini aku hanya bercanda Hun. Ah tipemu seperti itu? Kedengaran seperti Luhan"

DEG

"Kau tahu Hun, Luhan juga seperti itu dia jarang sekali marah dan kalau marah ia akan terlihat lucu karena begitu kekanakan. Dia begitu lugu ketika Baekhyun bercerita padaku Luhan ketakutan saat melihat tubuhnya sendiri ketika berubah menjadi namja. Dia sopan pada siapapun dan sangat ramah. Kalo cantik dia tidak diragukan, dan kalo soal sabar kurasa dia memang penyabar berkali-kali kau bersikap ketus atau melontarkan ucapanmu yang begitu menyakitkan untuk didengar tapi dia tidak pernah menjauhimu bukan? Dan lihat" Chanyeol menunjuk Luhan yang sedang tertawa karena berhasil menyembunyikan sayap malaikatnya.

"Ketika dia tertawa matanya akan berbinar seperti anak kecil karena dia tak pernah berpura-pura menjadi sosok yang ingin disenangi" lanjut Chanyeol.

Wajah Sehun merona saat apa yang Chanyeol katakan semuanya memang benar –tipe yeoja idaman Sehun adalah Luhan. Karena sedari tadi yang Sehun pikirkan hanya Luhan.

"Lantas apa kau menyukai Luhan?" tanya Chanyeol antusias.

"Iya"

"Benarkah? Luhan Sehun menyu.."

"Diam! Atau kupatahkan kaki panjangmu itu" Sehun segera membekap mulut Chanyeol. Karena Chanyeol mengangguk Sehun melepaskannya. Tampak dari jauh Luhan menghampiri keduanya dapat dilihat sayap miliknya telah hilang "Ada apa?" tanya Luhan diselingi senyum penuh kemenangan.

"Ah tidak hehe aku hanya iseng" Chanyeol menggaruk kepala yang tidak gatal.

"Huhh kukira apa kau memanggilku" Luhan mempoutkan bibirnya lucu dan itu membuat Sehun tersenyum. Luhan menoleh "Kau tersenyum padaku? Ahh kau tersenyum karena terpesona denganku kan, iyakan? Kau lihat wajahmu lebih tampan jika kau tersenyum" Luhan menggoda Sehun diselingi tawa yang membuat mata rusanya berbinar.

'Kau memang benar-benar cantik Lu'

"A-aku memang tampan! Hey aku tak tersenyum padamu! Pede sekali" Sehun memalingkan wajahnya karena jantungnya berdebar.

"Hihhh kau masih saja ketus padaku, menyebalkan!" Luhan melenggang pergi kembali ketempat asal latihan tadi bersama Baekhyun.

"Kau membohongi dirimu" cicit Chanyeol. "Aku tak bodoh untuk memahamimu, aku tahu kau menyukainya sejak lama bukan?" lanjut Chanyeol yang tiba-tiba berubah serius.

Sehun menunduk dan Chanyeol melanjutkan perkataannya "Kau akan menyesalinya karena tak jujur dengan hatimu, jujur pada hatimu bukanlah sesuatu yang memalukan" Chanyeol melenggang pergi meninggalkan Sehun dan ikut bermain-main dengan BaekHan yang sedang kejar-kejaran.

"Aku selalu merasa sulit dan lidahku begitu kelu untuk mengakuinya".

Suasana begitu canggung diantara keduanya karena nasib sial menimpa keduanya. Sehun dan Luhan tengah berada diruangan yang sama, dikamar milik Oh Sehun. Kalian jangan berfikiran macam-macam tentang keberduaan mereka dikamar ini. salahkan saja kepada duo pasangan berisik itu, siapa lagi kalau bukan Baekyeol? Mereka mengurung Sehun dan Luhan dikamar ini.

Flashback

"Baek kurasa Sehun menyukai Luhan"

Baekhyun menoleh dan bertanya "Benarkah?"

"Ya. dan Sehun yang mengatakannya sendiri" jawab Chanyeol mantap. "Bagaimana bisa? Bukankah Sehun membenci Luhan?" tanya Baekhyun penasaran.

"Sehun membenci Luhan karena mencintainya, sayangnya waktu itu Luhan itu namja jadi dia takut bahwa dirinya itu tidak normal. Kau lihat sendiri kan saat mengetahui Luhan seorang yeoja, ia sering kali kita dapati tersenyum atau merona saat melihat Luhan?".

Baekhyun mengangguk membenarkan "Benar juga, sekarang ia tak sekasar dulu".

"Apa Luhan juga menyukai Sehun?" tanya Chanyeol sekiranya Baekhyun tahu. "Entahlah, oya Yeol aku seperti mengenali Jongin dan Sehun dimasalalu tapi aku tak ingat".

"Ish mengapa kau keluar dari pembicaraan sih?" tanya Chanyeol heran. "Bukan begitu! Aku hanya saja merasa baik Sehun atau Jongin memang menyukai Luhan" ucap baekhyun.

"MWO? Pemuda tan itu? Bagaimana kau bisa merasa begitu?" tanya Chanyeol.

"Kau pikir untuk apa aku mengambil jurusan Psikolog? Tentu saja aku mengamatinya. Kau ingat sewaktu kita mendapati Jongin yang mematung saat melihatku? Dan apa kau ingat betapa akrabnya Jongin memeluk Luhan? Padahal baru hari itu mereka saling mengenal. Bukankah untuk orang yang baru saja kenal seakrab apapun tak akan berani seperti itu?, mereka seperti saling mengenal sudah lama dan sepertinya juga Jongin mengenalku".

"Entahlah Baek, apa kau yakin?" tanya Chanyeol sedikit percaya tak percaya, tapi pengamatan Baekhyun memang benar Jongin seperti mengenal Luhan sangat lama.

"Sangat" mantap Baekhyun. "Baiklah jika begitu, jika memang benar Sehun dan Jongin mencintai Luhan siapa yang akan kau restui?" tanya Chanyeol kembali semangat karena ingin segera mencomblangkan Sehun agar tidak menjadi jomblo lapuk.

"Jongin" . "MWO? Kau tak mendukun Sehun?! Sahabatku sahabatmu juga Baek"

Baekhyun menghela nafas "Dari segi pengamatanku Jongin sepertinya namja yang bisa menjaga Luhan karena dia memperlakukan Luhan dengan begitu baik. Kalau Sehun aku tak begitu yakin karena dia begitu tetutup, aku sulit membaca apa yang dia pikirkan dan akan dia lakukan. Tapi jika ia benar menjadi kekasih Luhan tipe seperti Sehun ini akan sangat posesif melebihimu".

"Bukankah itu wajar? Posesif karena takut kehilangan?".

"Aku bertanya padamu, jika seandainya aku lebih memilih orang lain dan bahagia dengan orang lain, apa yang akan kau lakukan?"

"Kenapa kau bertanya seperti itu Baek? Tentu saja aku akan tetap bertahan untukmu"

"Ini hanya seandainya Yeol, dan bagaimana jika seandainya aku bersamamu hanya menderita?"

Chanyeol terdiam. Apa yang akan kau lakukan saat orang yang kau cintai tak bahagia bersamamu melainkan bahagia dengan orang lain?.

"Aku akan membiarkanmu bahagia bersama orang lain dan aku akan pergi dari hidupmu" jawab Chanyeol.

"Berbeda dengan Sehun, meskipun Luhan menjadi milik orang lain ia akan tetap merebutnya meskipun Luhan tak bahagia bersamanya".

Chanyeol membelalakan matanya "Benarkah seperti itu? Apakah tak akan bahagia yeoja yang menjadi milk Sehun?".

Baekhyun tersenyum "Tidak juga, meskipun begitu Sehun akan terus membahagiakannya dan menjaganya dengan baik. Meskipun yeoja itu tak mencintai Sehun, Sehun akan terus berusaha agar yeoja itu jatuh cinta padanya. Itulah mengapa ia menutup diri dari yeoja manapun karena sifatnya yang sulit jatuh cinta dan sulit merelakan". "Kau bilang kau lebih merestui Jongin karena Jongin yang lebih mampu menjaga Luhan?" tanya Chanyeol semakin bingung.

"Karena untuk saat ini Sehun tak bisa jujur pada dirinya. Ia tak mudah mengatakan banyak hal tapi tindakanyalah yang akan mengatakan semuanya". Chanyeol mengangguk mengerti "Jadi apakah kau akan memberikan Sehun kesempatan?" tanya Chanyeol Antusias.

"Ne, kenapa tidak? Apa rencanamu sayang?" Baekhyun memeluk dan menyandarkan kepalanya dipunggung Chanyeol. "Hehe MENGUNCI MEREKA DIKAMAR".

Flashback off

"Hey manusia es batu" sapa Luhan yang memecah keheningan sedari tadi diantara keduanya.

"…"

"Hey manusia es batu kenapa kau tak menjawabku?"

"…"

"Manusia es batu berjalan, kenapa kau malah diam? Apa kau tidur?"

"Mana mungkin aku tidur ketika aku sedang mendelikmu rusa bodoh! dan mengapa kau selalu memanggilku manusia es batu hah?" Sehun akhirnya meyahut, sifat jahil Luhan benar-benar menyebalkan menurut Sehun. Sedari tadi Luhan memanggil-manggil Sehun padahal Sehun berada disampingnya bahkan sedari tadi tengah menatapnya.

"Ckckc kau lucu sekali". Luhan tertawa dan kemudian termurung "Apa aku benar-benar menyebalkan ya? sampai kau begitu membenciku? Maaf, mungkin setelah aku menemukan kalung itu.. aku akan kembali ke negri langit"

DEG

"Kau tak perlu khwatir terserang penyakit darah tinggi lagi karenaku, kau akan bahagia!" Luhan tersenyum penuh kepura-puraan dan Sehun mengetahui itu.

"…" –Bodoh, kau tak akan kemana-mana kau akan tetap bersamaku dan akan segera menjadi milikku.

"Hey ceritakan tentangmu" seru Luhan.

"Aku tak ingat" jawab Sehun singkat. Benar Sehun memang tak ingat bagaimana dirinya dimasa lalu.

"Kau pasti bercanda, aku juga tak ingat apa-apa tentang masalaluku" ucap Luhan, membuat Sehun mengernyit "Bagaimana bisa?" tanya Sehun tertarik. Awal yang baik yang Sehun lakukan untuk mengenal Luhan.

"Eommaku bilang aku tak akan bisa mengingat masalaluku ketika aku menemukan orang itu, orang yang tak pernah bahagia jika aku bisa membuatnya bahagia ia yang akan melepaskan kutukanku"

Sehun terkejut mendengar kata 'Kutukan' yang Luhan ucapkan "Kutukan?".

"Ya. ingatanku tersegel dan jikalau aku tak menemukan kalung itu dan saat bulan purnama datang mungkin aku akan tidur sangat lama"

DEG

"Bulan purnama? Bukankah sebulan lagi?" tanya Sehun takut-takut.

"Ne" Luhan tersenyum sendu.

JEDARRR

Sehun merasa ada petir yang menggelegar didalam dadanya 'Aku akan mencarinya Lu, aku akan mendapatkan kalung itu!'.

"Luhan kembali.. aku menyadarinya saat melihat matanya walaupun dia seorang namja"

"Apa? Bidadari dari negri langit Anggrek putih itu kan? Menjadi namja?"

"Ne banyak alasan yang ada dan sepertinya kekacauan akan kembali terjadi"

"Begitukah? Apa yang membuatmu yakin?"

"Karena aku yang akan menciptakannya"

"Jadi kau kesini ingin meminta bantuan atau apa Kai?"

"Aku ingin meminta bantuanmu, Taemin"

"Apa yang kau inginkan aku perbuat Kai?"

"Culik Luhan untukku, saat bulan purnama tiba ia akan tertidur ketika itu aku akan membuatnya bangun dengan kalung ini"

"Wow inikan kalung kerajaan negri Anggrek putih milik Ratu Xi Heechul? Dimana kau menemukannya?"

"Ketika Sehun mengejar Luhan aku telah mengikuti, dan aku menemukannya dari penjahat yang mencuri kalung milik Luhan lalu aku merebutnya kembali"

"Kau sungguh mengerikan Kai, dari curhatanmu sebelumnya kau memang pintar bersandiwara. Kenapa kau tak lupakan saja Luhan? Kutukan itu terjadi karena Anggrek putih dan Black Lily tak akan pernah bisa menyatu dan akan selalu menjadi kutukan"

"Kutukan itu hanya akna tejadi di negeri langit Taemin, lagipula… aku tak bisa melepaskannya begitu saja"

Seringaian tipi situ muncul, sayap hitam mirip angsa berwarna hitam itu keluar dari balik pundak namja yang disebut sebagai 'Kai'.

TBC

Pengen ngucapin makasih buat yang udah reviews, follow, favorit dan suka ff abal-abal ini :*

Dan pengen ngucapin maaf buat Fans nya Kai, disini aku buat dia jadi possesif, jadi kesannya jahat gitu Chap depan kayaknya bakalan banyak KaiLu :D horayyyy

See you, mau masak dulu buat buka puasa nanti ckckck xD

Buat kalian semangat yah puasanya! Semoga barokah.

See you~