Akan ada banyak Typo(s) yang bertebaran.

Cerita murni milik saya

Cast: HunHan, Baekyeol, KaiLu (GS) for Uke!

Rated: T

Semua Cast milik Tuhan, Orangtua mereka, Fans dan SMentertainment

No Bash!

No Plagiat!

No Silent Rider!

.

.

.

LIGHT (HunHan)

.

.

.

.

Aku tak pernah mampu memahami hatiku sendiri

Hanya dengan menatap matamu serasa duniaku tenggelam didalamnya

Bagaimana mungkin magnet yang kau ciptakan begitu menarikku semakin tertarik

Wajah itu, senyuman itu, ketulusan itu, sikap itu mengingatkanku pada sesuatu yang benar-benar terkunci di memoryku

Tunggu aku sampai benar-benar aku mampu mengatakan… Aku Mencintaimu

Katakanlah kau mencintaiku saat aku mengatakannya.

Luhan aku mencintaimu

Apa jawabanmu?

SEHUN

.

.

.

CEKLEK

"Eh, Luhan sudah tidur?" seorang namja tinggi memasuki kamar Sehun diikuti seorang yeoja mungil lainnya.

"Ne" jawab Sehun membenarkan.

Chanyeol dan Baekhyun mendekat kearah Sehun yang duduk di kursi disebelah Luhan yang berbaring diranjang king size milik Oh Sehun. "Kau tak marahkan kami kerjai? Maafkan aku Sehun, ini ide bodoh Chanyeol" Baekhyun merasa tak enak hati kepada Sehun dan Luhan, karena mengikuti ide kekasihnya untuk mengunci mereka berdua dikamar milik Sehun.

"…"

"Sehun kenapa kau tak menjawab?" tanya Baekhyun semakin takut Sehun akan marah.

"Sudahlah Baek, harusnya Sehun berterimakasih karena kita telah membantunya untuk dekat dengan Luhan" ucap Chanyeol menggampangkan.

Keheningan mulai terjadi, Sehun yang masih tak berbicara hanya memalingkan wajahnya kesamping ke tempat dimana Luhan terlelap. Ekspresi Sehun sangat sulit terbaca sedari tadi Sehun nampak tengah memikirkan sesuatu "Baekhyun".

Baekhyun menoleh dan menatap Sehun "Ada apa?" tanya Baekhyun.

Sehun kembali terdiam namun tak lama ia bertanya, menyampaikan sesuatu yang sedari tadi membuatnya resah dan gelisah"Kau mengatakan kau juga seorang bidadari sepertinya bukan? Dan kau juga saudaranya. Apa kau mengetahui kutukan itu?" tanya Sehun yang membuat Baekhyun tersentak kaget. "Kenapa bisa terjadi?" lanjut Sehun. Baekhyun memperhatikan raut wajah Sehun yang nampak seperti kesedihan yang bercampur rasa takut, rasa seperti ketakutan kehilangan seseorang yang kau cintai.

'Mungkin benar apa yang diiucapkan Chanyeol, Sehun mencintai Luhan'. Baekhyun menghela nafasnya berat "Ne, aku mengetahuinya. Luhan dikutuk karena melanggar aturan langit".

"Coba kau ceritakan" ucap Sehun memerintah.

"Maaf Sehun aku tak bisa menceritakannya, aku hanya dapat mengingatnya sekilas karena ingatanku tentang mereka hilang" Baekhyun menggelengkan kepala menolak secara halus permintaan Sehun.

Sehun mengernyit bingung "Mereka? Siapa?" tanya Sehun mencoba memancing Baekhyun bercerita .

'Dia mengujiku ckck' batin Baekhyun menyadari sikap yang Sehun berikan.

Baekhyun mendudukan dirinya disamping ranjang dimana Luhan terlelap, matanya memandang sedih wajah tidur yang begitu polos itu "Kedua namja yang berbeda ras dengan kami ras Anggrek Putih. Mereka dari ras Black Lily yang terlarang mencintai Luhan, sang putri dari Kaisar Xi Siwon. Mereka sama seperti kami hidup dilangit dan memiliki sayap tetapi warna sayap mereka berwarna hitam" jelas Baekhyun.

Sehun terkejut "Bagaimana bisa? Apa Luhan juga mencintai salah satu dari mereka itu? Dan seperti apa ras Black Lily?" Entah mengapa Sehun merasa tak suka saat mengatakan 'Apa Luhan juga mencintai salah satu dari mereka?' barusan.

"Bisakah kau bertanya satu persatu?" sinis Baekhyun karena Sehun benar-benar tak sabaran.

"Maafkan aku" Sehun meminta maaf.

"Aku tak tahu percis dimana mereka bertemu" jawab Baekhyun membuat hati Sehun mencelos.

"Luhan mencintai salah satu dari mereka, awalnya ini hanya sebuah rahasia antara mereka berdua. Luhan juga tak ingin si kekasihnya mengatakannya pada siapapun, termasuk saudara dari kekasihnya yang juga menyukai Luhan" lanjut Baekhyun.

"Saudara dari kekasihnya? Maksudmu Black Lily yang satunya?" timpal Chanyeol yang merasa tertarik dengan cerita Baekhyun.

"Ne. tapi ternyata kekasih Luhan itu sangat posesif, dia malah terang-terangan mengatakan pada saudaranya bahwa Luhan telah menjadi miliknya. Alhasil…".

"Pasti yang mengutuk Luhan dan kekasihnya itu adalah saudara kekasih Luhan, benar begitu?" tanya Sehun, entah mengapa dirinya benar-benar merasa sangat kesal. Baekhyun menatap sinis Sehun "Bisakah kau hanya mendengar saja? Jangan memotong perkataanku terus".

"Ne. maafkan aku, cepat lanjutkan!" jawab Sehun patuh. 'Kenapa tak sabaran sekali sih' –Batin Baekhyun kesal.

"Aku tak mengingat banyak, setiap aku menganalisa tentang Black Angel kepalaku selalu terasa sakit. Hanya saja terakhir kali yang aku ingat Ratu Peri mengatakan Luhan dan kekasihnya akan dikutuk karena melanggar aturan, ingatan mereka akan tersegel" Baekhyun terdiam saat Sehun yang selalu memotong perkataannya.

"Bagaimana dengan keadaan Luhan selanjutnya? Mengapa Ia mengatakan ia hanya bergantung pada kalung itu?" tanya Sehun semakin merasa kesal tak memperdulikan perkataan Baekhyun sebelumnya. "Cepat jelaskan! Dan coba ingat kembali" seru Sehun memaksa, membuat Chanyeol heran dan baekhyun menaikkan sebelah alisnya.

"Itu adalah kalung kerajaan langit milih Ratu Xi Heechul, Eomma Luhan. Karena hubungan yang tidak baik, Black Lily menyerang Anggrek Putih, mereka menganggap Luhanlah yang bersalah karena telah menggoda kedua namja dari Black Lily. Anggrek putih benar-benar berantakan pada saat perang berlangsung, semuanya dipenuhi dengan kehancuran, dan saat kami akan mencari Luhan untuk melindunginya kami terlambat.. Luhan mati" Baekhyun mengepalkan kuat tangannya hingga kuku-kuku jarinya memutih mengingat kejadian itu dan dimana dirinya melihat Luhan yang terkapar dengan banyak darah yang berceceran diperut Luhan saat itu. "Mati karena dibunuh anggota Black Lily".

Hati Sehun bergerumuh hebat ada rasa kebencian mendalam dalam dirinya kepada Black Lily 'Aku tak tahu, masalalu mu benar-benar mengerikan Luhan. Dan sungguh aku ingin membuat perhitungan dengan semua anggota Black lily itu!".

"Eomma Luhan mencari cara apapun untuk putrinya bisa kembali hidup. Dia menemui kedua belas anggota ras bintang untuk meminta bantuan. Akhirnya Luhan bisa kembali hidup. Tapi aku tidak tahu banyak tentang kalung itu, hanya saja analisa ku sepertinya kalung itu adalah perjanjian dari Eomma Luhan dan ras bintang, aku juga mencurigai Luhan diturunkan kebumi untuk mengindari Black Lily, karena setahu mereka Luhan telah mati".

"Black Lily benar-benar bajingan!" Sehun menggeram kesal. Tak jauh berbeda dengan Sehun Chanyeol yang sedari tadi hanya mendengarkan, ikut tersulut emosi "Mereka benar-benar tak bisa dimaafkan".

Baekhyun menatap Sehun sinis. "Kenapa kau peduli sekali terhadap Luhan?".

"Kau bahkan memaksaku menceritakannya, Apa kau menyukainya?" tanya Baekhyun mengetes kejujuran Sehun yang biasanya selalu bersikap pedas terhadap saudarinya itu.

Kesal, amarah, murka dan dendam yang Sehun rasakan setelah mendengar kebenaran tentang Luhan, menghilang begitu saja tergantikan rasa gugup dalam dirinya "Ti-tidak juga. Aku hanya penasaran saja!".

Baekhyun menghela nafas dalam dan berbalik untuk meninggalkan ruangan "Jangan menyesal saat apa yang tak ingin kau sesali terjadi" ucap Baekhyun dingin, berlalu menghilang dibalik pintu meninggalkan Sehun yang menunduk dan Chanyeol yang memandang kasihan Sehun. "Kenapa kau begitu sulit jujur Hun?" tanya Chanyeol heran.

"Aku..aku…aku.." –aku merasa takut Yeol, aku selalu merasa takut jika Luhan membenciku, aku telah terlalu sering mengatainya dengan perkataan-perkataan sialan Sehun gagap tak dapat menjelaskan.

"Berbaik hatilah jika kau menginginkannya. Seorang namja tak akan diam untuk terus bersembunyi membalikan punggung" ucap Chanyeol pergi keluar menyusul Baekhyun. Dan kembali untuk mengatakan sesuatu "Sehun terimakasih telah mengijinkan kami menginap hehehe" cengir Chanyeol dan benar-benar menghilang setelah itu.

Sehun memandang kepergian Chanyeol dan Baekhyun hingga beralih menatap Luhan "Aku tak mudah berkata banyak hal yang manis tapi akan aku tunjukan padamu, Luhan".

.

.

.

"Untukmu" Jongin memberikan sekuntum bunga Anggrek putih kepada Luhan. Luhan yang menerima itu langsung senang dibuatnya "Terimakasih, tapi lenapa kau tahu aku sangat menyukai bunga ini?" tanya Luhan girang.

"Entahlah aku hanya menebak" Jongin tersenyum menatap Luhan yang masih tersenyum senang 'Tentu saja aku mengetahuinya ini bunga yang mempertemukan kita saat itu"-batin Jongin.

Jongin dan Luhan memang sedang berada ditaman belakang rumah mansion milik Oh Sehun, Jongin mengatakan kepada Luhan bahwa ditaman belakang terdapat banyak berbagai macam bunga dan Luhan tentu saja girang mengetahui hal itu.

"Tebakanmu sangat bagus Jong! Kau tahu bunga ini jika di negri langit sangat bermanfaat, karena bunga ini seperti mantra yang bisa menyembuhkan orang dan hanya terdapat di negri langit" Luhan menjelaskan disertai senyum manisnya yang merekah.

'Iya aku tahu ,kau kan yang mengobati lukaku dengan bunga itu hingga aku mengenalmu' –batin Jongin. "Aku tidak tahu jika seperti itu, hey Luhan bisakah kau ceritakan tentang dirimu dimasalalu?" Jongin mengambil duduk dikursi taman dan tersenyum saat Luhan melakukan hal yang sama, duduk disebelahnya.

"Setiap mengingat masalaluku lima tahun yang lalu kepalaku selalu sakit, aku tak mengingat semuanya" Luhan menunduk lesu. "Menyedihkan sekali bukan? Aku tak mengingat masalaluku dengan baik".

Jongin meraih tangan Luhan dan menggenggamnya "Jika kau tak mengingatnya tak masalah, memang seharusnya yang kau lihat bukanlah masalalumu melainkan masa depanmu". Luhan mengangkat wajahnya dan menatap tepat dimata Jongin "Kau mungkin benar Jongin, terimakasih" Luhan membalas genggaman tangan Jongin.

'Cintaku padamu sulit berubah Lu, seperti ini saja cukup seperti ini saja aku bisa bahagia" – Jongin.

Flashback Jongin POV

"Hey Kai, bagaimana jika kita pergi ke perbatasan negri Anggrek putih?" tanya saudara kembarku Kim Taemin. Sedari tadi kami hanya duduk-duduk bosan di bawah pohon taman.

"Apa kau mau kita mendapatkan masalah?" tanyaku memandang sinis Taemin."Kau ingin Tuan Stea mengetahui ini dan memberi hukuman untuk kita?" Memang benar kami mirip tetapi kami benar-benar berbeda.

"Ada sesuatu yang bagus disana, kau tahu? Kurasa Tuan Stea dia yang membuat cerita palsu tentang perbatasan itu yang begitu mengerikan itu salah! perbatasan itu benar-benar indah! Ada banyak bunga disana" Aku memandang jengah Taemin, dia benar-benar sangat tidak bisa diam untuk hal-hal yang menurutnya menarik, walaupun kau mengatakan jangan untuk sesuatu maka Taemin akan melanggar itu demi memenuhi rasa keingin tahuanya. Menyebalkan bukan?.

"Darimana kau tahu? Kau tak pernahmelihatnya langsung bukan?" tanyaku heran.

"Kau hanya perlu mengetahuinya Kai, disana ada sebuah pohon yang disebut pohon harapan. Aku pernah melihatnya dibuku dan sepertinya itu sangat indah karena pohon itu dikekelililngi berbagai macam bunga. Tapi daripada kita bosan dan rasa ingin tahuku kian menggebu ayo kita kesana! "

"Itu hanya mitos! Tapi ckck ayo kita coba!" aku yang sedari tadi menolak. Akhirnya setuju juga untuk menghilangkan kebosanan yang benar-benar membosankan. Taemin tersenyum bodoh "Kalau begitu ayo jangan sampai terpergoki!" setelah mengatakan itu Taemin menarik pergelangan tanganku untuk pergi.

.

.

"Kau yakin ini tempatnya Taemin? Kenapa sangat menyeramkan sekali?" tanyaku tak yakin melihat hutan yang berada tepat didepanku. Benar-benar angker karena terdapat banyak gagak yang bersuara aneh.

"Dalam buku itu tertulis 'Memasuki rintangan menguji kekuatanmu' mungkin maksudnya hutan ini, akan ada banyak rintangan didalam sana, kau tahukan perbatasan.. maksudku hutan ini masih wilayah kita,tak heran sangat menyeramkan. Kau tentu tahu bangsa kita Black Lily benar-benar yang selalu menciptakan kekacauan bertolak belakang dengan bangsa Anggrek Putih, kurasa jika kita bisa melewati hutan ini keindahan disana menunggu".

"Baiklah ayo kita masuk" Aku melangkahkan kakiku untuk memasuki hutan itu. "Coba lihat sekarang siapa Tuan yang tidak sabaran" sindir Taemin kepada.

.

Hutan ini begitu luas dan angker sepertinya hutan ini belum pernah terjamah siapapun. Karena lihatlan pohon-pohon itu sangat begitu tinggi dan suara-suara gagak yang terus menggema.

Lama dari perjalan kami terus berdiam tak ada dari kami yang ingin memulai pembicaraan sampai aku menyadari sesuatu..

Dimana Taemin?

Memang sedari tadi kami saling tak menyuarakan suara dan aku pun memulai perjalanan dengan berada paling depan, tapi dimana dia?

"TAEMIN~…"

Suaraku menggema saat aku berteriak memanggil namanya. "Taemin, kau dimana? Jangan bercanda! Cepatlah keluar~!" aku terus berteriak memanggil namanya, namun tak ada sama sekali jawaban dari orang yang sedari tadi aku cari.

Akupun melangkahkan kaki ku dengan begitu gelisah, semak-semak tinggi itu aku sibakkan namun sama sekali aku tak menemukan saudara kembarku itu. Aku pun mencoba mencarinya dengan terbang "Astaga, pohon-pohon ini benar-benar mengerikan! Tinggi sekali… Eh? A-apa ini? Ahhhhhhhh.." Aku merasakan sayapku menegang secara tiba-tiba dan…

Brughh

Tubuhku limbung jatuh diatas pohon diantara dedaunan "Syukurlah aku tak sampai jatuh di…"

Srett

"Arghhhhh…" tubuhku terperosot jatuh dari dedaunan tadi hingga jatuh kedalam sebuah jurang yang curam.

"Taemin! Tolong akuuuu!" sia-sia saja aku memanggilnya ia tak akan datang menolongku!.

Aku terus menggelinding menuruni jurang curam itu, kepalaku benar-benar pusing dan pasti tubuhku penuh dengan sayatan akibat ranting dan bebatuan yang tajam melukai seluruh tubuhku. Bahkan aku merasakan sayapku seperti benar-benar patah.

Kepalaku.. aku sudah tak dapat melihat lagi dengan jelas, kesadaranku sepertinya akan benar-benar menghilang setelah ini karena tubuhku masih berguling tanpa menemukan daratan yang datar.

Apa aku akan mati? Tubuhku benar-benar terasa kaku dan menyakitkan…

.

.

.

.

.

"Tuan…"

Aku seperti mendengarkan sebuah suara yang begitu merdu mengalun indah dipendengaranku.

"Tuann"

Aku membuka pandanganku namun masih begitu buram, dalam penglihatanku yang tak jelas aku seperti melihat yeoja yang sangat cantik terus mengenakan pakaian putih dress pendek tanpa lengan dengan sayap putih dibelakang punggungny, surainya berwarna keemasan.. tunggu! Apa aku sudah mati dan berada disurga? Apa dia seorang bidadari? Aku melihat biddadari!

"Tuannn, kau tak apa-apa?" tanya yeoja itu saat aku benar-benar mulai tersadar. Aku tak menjawab pertanyaannya namun malah menatapnya dengan rasa kagum, sungguh dia sangat cantik!.

"A-aku.." –Kenapa suaraku menghilang?

Yeoja itu memperhatikanku yang tengah kesulitan mengeluarkan suara "Tuan, apa kau kesulitan berbicara?" tanyanya dan dijawab anggukan olehku.

Dia mengulurkan tangan putihnya diceruk leherku, awalnya aku terkejut dengan sikapnya yang tiba tiba itu tapi terganti setelah ia mengatakan "Jangan takut, aku bukan orang jahat aku hanya ingin membantumu" Hey nona mana mungkin aku takut kepada yeoja secantikmu, aku hanya terkejut saja kukira kau mau menciumku.

"Apa yang ingin kau katakan sekarang?" katanya setelah menarik kembali jari lentik putih ltu. Aku tidak mengerti "Apa maksudmu?.. eh? Suaraku" kataku terkejut saat merasakan suaraku kembali.

"Aku mengembalikan suaramu Tuan" Yeoja itu tersenyum sangat… ahh lupakan, jangan sampai aku mulai berfantasy.

"Terimakasih nona, siapa namamu?" tanyaku penasaran dengan identitasnya. "Apakah aku perlu memberitahumu Tuan?" tanya nya ragu. Hey kau ragu kenapa cantik?

"Tentu saja kau perlu memberi tahu namamu karena kau telah berbaik hati menolongku dan, tolong jangan memanggilku Tuan. Panggil saja aku Kai itu namaku" ucapku sembari memberikan senyuman termanis yang aku miliki.

Yeoja itu tersenyum "Namaku Luhan, senang bisa membantumu Kai". Aku mengangguk dan hendak berdiri tapi badanku benar-benar sangat sakit, dilihat dari memar dilenganku sepertinya lebih banyak lagi memar membekas ditubuhku dan benar saja sayapku juga patah.

"Kau tak bisa berdiri?oh ya aku akan membantumu menghilangkan luka-luka itu" dia membungkuk dan meraih lenganku untuk dikalungkan kebahu mulusnya.

Melihat wajahnya sedekat ini membuat jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya, wajahnya benar-benar dekat denganku. Jika orang bertanya bagian mana dari yeoja ini yang kusukai? Yaitu matanya! Matanya sangat lucu dan indah.

"Terimakasih, maaf aku merepotkanmu, Luhan".

"Tak usah sungkan, anggap saja ini sebagai ucapan selamat datang dariku" katanya. hah? apa maksudnya?.

Selama perjalan berlangsung Luhan yang memapahku kesebuah tempat yang sangat indah, disana terdapat banyak bermacam-macam bunga dengan berbeda-beda jenis dan warna. Dan satu hal yang membuatku terpana adalah sebuah pohon besar penuh dengan kerlip cahaya di dedaunannya.'Taemin kau akan menyesal'.

"Pohon harapan…" gumamku masih terpana membuat Luhan menoleh. "Kau tahu tentang pohon harapan?" tanyanya.

"Tentu, saudara kembarku yang memberitahukannya".

"Wah kau mempunyai saudara kembar? Pasti di a sama tampan nya sepertimu" katanya disertawai tawa yang lucu. Kau mengakui aku tampan Lu? Ckck tapi aku lebih tampan dari Taemin!.

"Namanya Taemin, ahh terimakasih" –terimakasih atas pujianmu Lu~.

"Kau pasti Black Lily yang baik bukan? Katanya tersenyum lembut"

Tunggu apa maksudnya?. "Kau mengetahui aku ras Black Lily Lu?" apa kau akan membenciku sekarang?.

"Tentu saja sejak awal tadi aku menemukanmu pingsan aku sudah mengetahui kau dari ras Black Lily" Luhan mendudukanku disebuah kursi diantara bunga-bunga. Ah! Jadi dia dari ras Anggrek putih itu?! Aku tak mengetahui Anggrek putih itu benar-benar indah seperti ini.

"Apa kau tak membenciku? Bukankah ras kita selalu berselisih?".

"Aku tak mengharapkan itu.. sesungguhnya aku lebih suka jika kita, Black Lily maupun Anggrek Putih bisa bersama tanpa adanya permusuhan yang terkutuk" katanya menunduk.

"Menurutku juga begitu aku tak tahu perselisihan apa dimasalalu tapi meskipun begitu.. bolehkah aku bertemu denganmu lagi?" kataku menatap padanya. "Tentu saja! Aku pasti akan senang akan hal itu!" girangnya antusias.

"Hhaha kau lucu sekali Luhan"

"Aku tak lucu.. nah sekarang aku akan menyembuhkanmu Kai" Luhan memetik sebuah bunga berwarna putih yang aku yakini itu bunga Anggrek. "Pejamkan matamu" akupun memejamkan mataku.

"Buka matamu" aku membuka mataku dan melihat tubuhku yang penuh memar kembali seperti semula, bahkan sayapku yang patah telah kembali seperti biasa. "Hebat ! bagaimana kau melakukan ini?" tanyaku padanya.

"Bunga ini, ini mampu menyembuhkan"

"Terimakasih Luhan kau sangat baik" aku mengusap pelan surai emasnya membuat dia tertawa seperti anak kecil. "Sama-sama".

"Putri Luhan~ Putri Luhan~"

Aku melihat seorang yeoja bersurai hitam berlari kearah kami, dengan terus memanggil-manggil nama Luhan.

"Hahh..hah… lelah sekali. Hey kau Luhan bodoh aku mencarimu kemana-mana!" Yeoja yang berpenampilan sama seperti Luhan memaki-maki Luhan ketika sampai ditempat kami, sepetinya dia tak menyadari keberadaanku.

"Hishh tadi kau memanggilku putri dan sekarang bodoh? enak sekali panggilan sayangmu itu Baek, aku hanya keluar sebentar tadi tak usah khwatir" Luhan mempoutkan bibirnya dan menyilangkan lengan. Kau benar-benar menggemaskan sekali Lu ckck jangan manyun seperti itu.

Bletak

"Yak! Baek kenapa kau menjitakku!"

"Dasar rusa bodoh! kau membuatku mencari kemana-kemana jika kau ingin keluar kenapa tak bilang? Apa kau ingin raja menghukumku karena membiarkanmu lengah dalam pengawasanku? Apa kau ingin ras jelek seperti Black Lily itu menculikmu? Apa kau ingin…"

"DIAMLAH BAEK! KAU MEMBUT TELINGAKU SAKIT"

Jadi Luhan anak dari raja? Raja..raja Siwon? Dia seorang putri?.

"Habis kau membuatku cemas Lu.. hikss kau tak tahu bagaimana khwatirnya aku tadi mencarimu kemana-mana" yeoja cerewet itu menangis.

"Maafkan aku Baek, tadi aku menolong Kai" ucap Luhan menunjuk kerahku. Yeoja yang kuketahui bernama Baekhyun itu menatapku dan segera membulatkan matanya dan menarik Luhan menyembunyikannya dibelakang punggung.

"Black Lily, apa yang kau lakukan?! Kau ingin menculik Luhan?!"

Eh?

"Pergi kau dari sini! Bangsa mu hanya akan menghancurkan dan membawa bencana saja, pergi!" usirnya terhadapku dan aku hanya memandang datar dirinya.

"Baek! Dia temanku,dia tak seperti yang kau pikirkan dia orang yang baik" bela Luhan terhadapku.

"Kau terlalu polos untuk melihat seseorang hanya dari segi kebaikannya Lu, sekarang kau ikut denganku!"

"Aku tidak mau! Mereka terlalu mengekangku kau tahu itu Baek, aku tak suka"

"Ini demi kebaikanmu Lu"

"Baik apa?! Kau hanya bisa bicara Baek, aku hanya ingin bebas sepertimu dan bidadari lainnya. Apa aku salah sekarang mendapatkan teman baru seperti Kai?"

"…"

"Beberapa waktu lagi kau akan kebumi dan aku akan kesepian hiks apa aku salah ingin mendapatkan teman? Hiks.. aku tak bodoh untuk mudah dibodohi jika Kai orang yang jahat, aku tahu dia baik apa aku salah berteman dengannya?"

"Lu.."

Luhan menangis dan Baekhyun memeluknya. 'Jadi itu alasanmu Lu…'

"Maafkan aku Lu, sudah jangan menangis"

.

.

Setelah menenangkan Luhan yang menangis Baekhyun berbicara padaku "Aku harap yang dikatakan Luhan tentangmu adalah kebenaran, aku mohon jika kau orang yang hanya akan menghancurkannya menjauhlah. Kau tahu ras kita tak akan pernah bisa akur".

"Aku mengerti maksudmu, tadi Luhan hanya menolongku saja. Aku berani bersumpah aku bukanlah orang yang jahat untuk Luhan aku pun sama seperti Luhan hanya ingin berteman tanpa mementingkan ras diantara kita" jelasku kepada Baekhyun.

"Maafkan aku sebelumnya, aku percaya padamu dan aku mohon padamu untuk tak mengatakan hal ini kepada ras mu yang lainya karena ini akan menjadi petaka untuk kedua belah pihak"

"Tapi apakah aku boleh berkunjung lagi kemari?" tanyaku padanya. Bolehlah kumohon..ijinkan aku bertemu Luhan kembali.

"Tentu"

"Terimakasih Baek"

Andai tak ada pembatas diantara kita Lu, dan Lu sepertinya aku sedang menyukai seseorang, kau tahu siapa? Seseorang yang beberapa jam lalu menolongku. Terlalu cepat untuk mengatakan jatuh cinta memang, tapi inilah yang aku rasakan. Aku menyukai wajah cantikmu, aku menyukai kebaikanmu dan aku mencintai akan hal itu.

Flashback off.

.

.

"Kau sedang apa Yeol?" tanya Sehun datar ketika melihat Chanyeol yang seperti seorang stalker.

"Ah ti-tidak hehe" Chanyeol bersikap gugup dan menutup pandanganku dengan tubuh jangkungnya.

"Apa yang kau lihat?" tanya Sehun penasaran.

"Tak ada, eh kau bantulah Baekhyun didapur"

"Hah? kenapa kau memerintahku? Dan minggirlah kau nampak mencurigakan!" Sehun mendorong tubuh jangkung Chanyeol kesamping dan melihat apa yang tadi Chanyeol lihat.

"Sehun" Chanyeol khwatir melihat Sehun yang terdiam dan menatap Lurus kedepan.

"Sehun, m-meraka hanya berteman saja kan? Tak usah difikirkan Luhan itu memang ramah terhadap siapapun"

"…"

"Sehun?"

"…"

"Mereka tak ada hubungan kan? Apa aku terlambat?" gumam Sehun membuat Chanyeol menoleh. Wajah Sehun benar-benar menakutkan, wajahnya datar namun sarat akan rasa benci.

"Mereka tak ada hubungan Hun, kau masih mempunya kesempatan"

Sehun merasa sangat kecewa dengan Jongin saudaranya, bagaimana bisa ia mengatakan hanya menyukai Luhan sebagai temannya tetapi kini yang Sehun lihat tadi kai tengah menggenggam tangan Luhan.

"Jadi selama berhari-hari aku sibuk mencari kalungmu Lu, kau selalu bersama Jongin seperti ini?" gumam Sehun membuat Chanyeol menoleh.

"Jadi kau membiarkanku dan Baekhyun tinggal disini karena kau akan sibuk untuk tak ada dirumah? Lalu mengapa kau membiarkan Luhan tinggal disini? bukankah itu akan membuat mereka sangat dekat saat tak ada Hun?" tanya Chanyeol.

"Aku hanya ingin memastikan Luhan baik-baik saja dan bersama kalian disini akan lebih ramai, lagi pula… aku hanya ingin melihatnya saat aku pulang ketika setelah lelah mencari kalungnya kemana-mana" wajah penuh kekecewaan tadi melunak.

"Tapi yang kau lihat adalah seperti ini, mereka sangat dekat. Apakah kau tak sakit hati?"

"Sangat jika aku jujur. Tapi entah mengapa aku selalu merasa jika Luhan pada akhirnya akan bersamaku, aku selalu percaya itu"

.

.

.

Sehun nampak terdiam begitupun dengan Luhan, keduanya tak ada yang membicarakan apapun kecuali bersikukuh untuk tetap pada keheningan keduanya.

"Lu, maafkan aku" Sehun memecahkan keheningan keduanya.

"Untuk apa meminta maaf, memang apa salahmu?" tanya Luhan polos.

"Aku sering bersikap kasar padamu, maafkan aku" Sehun menunduk. Luhan menatap lucu Sehun "Kenapa tiba-tiba sekali? Apa karena aku akan tidur sangat panjang?" tanya Luhan. Membuat Sehun segera menatap Luhan "Kumohon jangan mengatakan itu lagi Luhan".

Luhan menunduk dan nampak sendu "Mau bagaimana lagi? Waktuku tinggal seminggu dan aku tak menemukan kalungku".

Sehun mencengkram pelan kedua pundak Luhan "Aku masih mencarinya Lu, kau sabarlah". Luhan terkejut dan memandang Sehun tepat dimatanya "Jadi selama ini kau mencarinya Hun?".

Sehun tersenyum dan mengangguk "Itulah alasanku tak pernah sering berada di mansion". "Kenapa kau melakukan hal itu Hun? Bukankah kau mebenciku?" tanya luhan polos membuat senyuman Sehun memudar dan Sehun terdiam memasang wajah datarnya kembali.

Sehun melepaskan tangannya dari pundak Luhan dan berbalik "Jika aku membencimu, aku tak akan terus mencari kalung itu"

Sehun pergi meninggalkan Luhan yang tersenyum penuh arti "Kenapa cepat sekali? Aku ingin berbicara banyak denganmu Hun. Kau berubah sejak kita terkurung Hun aku menyukainya, tapi apa kau merasa kasihan terhadapku? Aku tak suka dikasihani jika tujuanmu seperti itu".

.

.

.

"Bertahanlah Luhan! Kumohon hiks Lu bertahanlah" Baekhyun menepuk-nepuk pipi Luhan.

"Baek" suara Luhan terdengar parau. "Luhan, kumohon bertahanlah!" kali ini Sehun yang berteriak disebelah Baekhyun.

Sudut mata Luhan berair, bibirnya bergetar menahan isakan tangisnya "Se-sehun".

"Luhan.." Chanyeol sedih melihat Luhan yang tengah mencoba melawan rasa sakitnya.

"A-aku akan tidur.. sa-sangat lama" gumam Luhan.

"Tidak Lu! Aku akan menemukan kalung itu Lu bertahanlah Lu!" Sehun berteriak dalam isakkannya. Luhan memandang Sehun dan segera menumpahkan isakkan yang sedari tadi ditahannya.

'Terimakasih Sehun.. aku akan menunggumu'-batin Luhan

.

Malam ini adalah malam bulan purnama, sejak siang Luhan telah terlihat sangat lemah dan pucat. Berkali-kali Sehun, Baekhyun dan Chanyeol mencoba menghiburnya untuk mengalihkan rasa sakit yang Luhan rasakan dan ketakutan Luhan menuju malam hari. Luhan mengatakan jam demi jam dadanya terasa sakit dan kepalanya terasa pening.

"Apa yang harus kita lakukan?!".

"Aku tidak tahu hiks Sehun aku tidak tahu" Baekhyun menangis melihat Luhan yang beberapa saat lagi akan hilang kesadarannya.

"COBA KAU INGAT LAGI! BAGAIMANA CARA LAIN UNTUK MEMBUATNYA SADAR!" Sehun membentak Baekhyun.

BUGH

Chanyeol meninju pipi Sehun "Jangan membentak Baekhyun seperti itu bodoh! jika dia tak tahu maka ia tak tahu!".

"Kumohon Baek tolong Luhan" Sehun memelas terhadap Baekhyun tak memperdulikan pipinya yang memar akibat pukulan Chanyeol.

"Maafkan aku Sehun.." Baekhyun terisak kembali. Baekhyun menatap Luhan yang mulutnya bergerak seperti mengatakan sesuatu hingga Luhan benar-benar tak sadarkan diri.

.

PRANGG

.

Kaca jendela luas dikamar Sehun pecah akibat dorongan seseorang.

"Wahh wah wahh, kalian berkumpul disini rupanya"

Baekhyun membelalakan matanya "Black Lily!". "Ahh Byun Baekyun mantan bidadari Anggrek Putih yang benar-benar menjadi manusia. Senang bertemu denganmu" ucap Namja itu.

Chanyeol dan sehun merasa terkejut saat melihat sosok itu yang mirip dengan Jongin, dan yang membuat mereka lebih terkejut adalah namja itu seorang Black Lily. Benar kata Baekhyun jika Black Lily memiliki sayap berwarna hitam.

Namja itu menoleh kepada Sehun "Hai adik tiriku lama tak jumpa" namja itu menyeringai.

'Tak jumpa apa maksudnya?'-Baekhyun

"Menyingkirlah! Aku hanya perlu putri Luhan" namja itu hendak menghampiri Luhan yang terbaring namun Sehun mencegahnya. "Jangan kau menyentuhnya atau aku akan mengahncurkanmu" tantang Sehun.

"Berani sekali kau berkata seperti itu!" namja itu mendorong Sehun hingga Sehun menabrak dinding.

"Akan kutunjukan semua ilusi yang Kai buat"

Namja itu menjentikan jarinya dan alangkah Chanyeol, Baekhyun dan Sehun membelalakan mata mansion milik Sehun berubah menghilang begitu saja, menjadi sebuah lapangan yang teramat luas.

"Siapa kau sebenarnya?!" teriak Baekhyun."Ahh aku melupakan sesuatu, aku belum memperkenalkan diriku rupanya. Perkenalkan namaku Kim Taemin dan aku saudara kembar dari Kai" Taemin menaruh tangan kanannya didada.

Baekhyun serasa mengingat sesuatu akan nama itu..

"Maafkan aku Baek, tadi aku menolong Kai"

"Black Lily, apa yang kau lakukan?! Kau ingin menculik Luhan?!"

"Aku harap yang dikatakan Luhan tentangmu adalah kebenaran, aku mohon jika kau orang yang hanya akan menghancurkannya menjauhlah. Kau tahu ras kita tak akan pernah bisa akur".

"Aku mengerti maksudmu, tadi Luhan hanya menolongku saja. Aku berani bersumpah aku bukanlah orang yang jahat untuk Luhan aku pun sama seperti Luhan hanya ingin berteman tanpa mementingkan ras diantara kita"

Baekhyun mengingat semuanya "Jadi Kai adalah Jongin?".

Sehun menoleh "Apa maksudmu Baek?".

"Ya Kai adalah Jongin dan Jongin adalah Kai" ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dan berdiri disebelah Taemin. Kai menyeringai "Dan apa kau mencari ini Sehun?" Kai menyeringai seraya memamerkan kalung perak milik Luhan.

"BAJINGAN!"

.

.

.

.

.TBC

.

Sedih banget ternyata chap kemarin spasinya kehapus jd ny ceritanya g jelas, typo ny jg banyak #g sempet di edit soalnya aku gatau klo 'enter' d Microsoft Word d publish k ff bkalan hilang T_T

Aku sempet mau hapus ini ff trs ngulang lagi tp ngeliat respon kalian yg baik aku jadi pengen ngelanjutin

.

Oya ada yg udah nebak Sehun bukan manusia itu bener

Ada yang nebak Sehun Black Angel juga bener

Kai sebenernya g jahat dimasa lalu tapi karena kecewa makanya dia gitu , nanti diceritain

.

Makasih yang udah nyempetin review :'* maaf aku selalu g bisa bales satu-satu karena aku selalu publish lewat hp, review-an kalian sangat berharga. Makasih 3

Makasih juga buat yg suka atau nungguin kelanjutannya makasih 3

Love you readers, See you ~