TRUST ME MY LOVE

Main Cast : Kim Minseok as Kim Minseok

Kim Jongdae as Kim Jongdae

Park Chanyeol as Choi Chanyeol

Xi Luhan as Choi Luhan

Other Cast : Kim Ryeowook as Kim Sungmin (Ny. Kim)

Cho Kyuhyun as Kim Kyuhyun (Tuan Kim)

Kim Kibum as Choi Kibum (Ny. Choi)

Choi Siwon as Choi Siwon (Tuan Choi)

Dll (Seiring berjalannya cerita)

Pairing : LuMin and ChanChen

Genre : Romance, Drama, Family (?), dll

Warning : Ga jelas, typo, dll

Cerita ini murni dari otak dan khayalan saya tapi semua cast yang ada disini hanya milik Allah dan diri mereka serta kedua orang tuanya :D

PLEASE DON'T BE SILENT READER! ^^

Happy Reading

.

.

.

.

Previous Chapter

"Kau kambuh Dae-ii, apa kau bawa obatnya?" Tanya Minseok panic.

Jongdae menggelengkan kepalanya pelan, membuat Minseok bertambah panic bahkan Minseok sudah menangis saking panicnya. Dan Minseok pun bertambah panic ketika melihat Jongade yang sudah tidak sadarkan diri dalam pelukkannya itu.

"JONGDAE!"

.

.

.

.

Chapter 2

"Hei kau ini kenapa berteriak?" Tanya Luhan sambil menatap Minseok yang sedang panic itu heran.

Minseok pun menatap Luhan dengan air mata yang sudah mengalir diwajahnya, membuat Luhan tersentak kaget melihat wajah Minseok yang terlihat sangat kacau itu.

"Ayo kita ke pulang sekarang, Jongdae..Jongdae kambuh lagi." Pinta Minseok sambil menangis dan menatap Luhan dengan pandangan memohon. Luhan pun mengalihkan pandangannya pada Jongdae yang sudah tidak sadarkan diri dan sangat pucat itu.

"Omo! Jongdae kenapa? Bagaimana dia bisa sampai pingsan seperti ini hah?" Tanya Luhan khawatir dan tanpa sengaja membentak Minseok.

"Tadi kan sudah aku bilang kalau Jongdae itu kambuh lagi, kau ini tuli ya! Sudahlah cepat bawa Jongdae ke mobil, kita harus segera membawanya ke Pulang." Teriak Minseok panic bercampur kesal. Luhan pun mengambil alih tubuh Jongdae dan menggendongnya dengan bridal style, ketika hendak membawanya ke mobil Minseok menghentikan langkahnya.

"Tunggu!" Minseok menahan Luhan, membuat Luhan geram kesal, tadi disuruh cepat-cepat sekarang malah disuruh menunggu. Pikir Luhan kesal.

"Kenapa lagi?" Jawab Luhan kesal.

"Dimana Chanyeol? Kita tidak mungkin meninggalkannya disini kan?" Tanya Minseok.

"Tadi Chanyeol izin ke kamar mandi sebentar, ah itu dia." Luhan melihat Chanyeol yang sedang berlari menghampiri mereka. Minseok mengalihkan pandangannya pada Chanyeol yang telah sampai ditempat mereka berkumpul itu.

"Kau itu dari mana saja lama sekali sih? Ayo cepat kita pulang sekarang." Minseok menarik tangan Chanyeol lalu berlari menyusul Luhan yang ternyata telah pergi duluan ke tempat mobilnya terpakir.

"Memangnya ada apa Noona? Kenapa Jongdae digendong Luhan hyung seperti itu? Apa dia pingsan? Tapi kenapa dia bisa pingsan seperti iu?" Tanya Chanyeol bertubi-tubi ketika melihat Luhan berlari dengan menggendong Jongdae seperti itu.

"Kau itu bawel sekali sih, nanti saja aku jelaskan kalau sudah sampai dirumah." Jawab Minseok singkat, Chanyeol langsung diam ketika melihat Minseok yang terlihat kacau itu.

.

.

.

.

"EOMMA!" Teriak Minseok begitu mereka tiba dikediaman Keluarga Kim.

"Ada apa sayang? Kenapa berteriak seper- OMO! Jongdae! Minseok ada apa dengan Jongdae?Apa yang terjadi chagy?" Sungmin langsung berlari menghampiri sang anak yang pingsan dan sedang digendong oleh Chanyeol.

"Nanti saja bertanyanya yeobo, sekarang kita bawa masuk Jongdae dulu, dan panggil dokter, oke?" Kyuhyun yang baru datang langsung menenangkan istrinya dan mencoba untuk menghubungi dokter.

Luhan, Chanyeol dan Minseok pun langsung membawa Jongdae ke kamarnya. Sesampainya dikamar Chanyeol pun membaringkan Jongdae dengan hati-hati dan menyelimutinya. Minseok duduk dipinggir ranjang Jongdae sambil menggenggam tangan adiknya itu lembut lalu menatap wajah adiknya yang terlihat pucat itu.

"Mianhae Dae-ii, Mian." Gumam Minseok dengan air mata yang sudah jatuh dari kelopak matanya dan membashi tangan Jongdae yang sedang digenggamnya dengan erat.

"Minseok-ssi sebenarnya apa yang terjadi pada Jongdae?" Chanyeol yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya lagipun bertanya pada Minseok.

"Jangan terlalu formal padaku, panggil saja aku Noona." Ujar Minseok tanpa mengalihkan pandangannya yang masih menatap Jongdae dengan pandangan sendu.

"Eumm.. Baiklah, Noona sebenarnya apa yang terjadi pada Jongdae?" Tanya Chanyeol lagi.

"Sebenarnya Jongdae itu punya asma sedari kecil, jadi dia tidak boleh terlalu lelah atau stress, kalau sampai dia kelelahan atau terlalu stress dia bisa saja kambuh seperti ini." Jawab Minseok lalu mengalihkan pandangannya pada Chanyeol.

"Apa kau menyukai adikku?" Tanya Minseok balik sambil menatap Chanyeol tajam.

"Aku-" Chanyeol baru akan menjawab pertanyaan dari Minseok tapi terpotong ketika Kyuhyun, Sungmin, dan seorang namja dengan pakaian serba putih yang diyakini oleh mereka kalau dia adalah seorang dokter masuk ke kamar Jongdae.

"Ayo sekarang kita keluar dulu, biar Dokter yang memeriksa Jongdae." Ujar Kyuhyun.

.

.

.

.

Diruang keluarga inilah Chanyeol, Luhan, Minseok, Kyuhyun serta Sungmin menunggu dokter selesai memeriksa Jongdae.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa bisa Jongdae kambuh lagi seperti ini?" Tanya Kyuhyun memecahkan keadaan yang tiba-tiba hening ini.

"Ini semua salahku Appa, aku yang terlalu ceroboh sampai akhirnya Jongdae jadi kambuh lagi seperti ini." Jawab Minseok sambil menundukan kepalanya menyesal.

"Ceroboh bagaimana chagy coba jelaskan pada Eomma dan Appa?" Tanya Sungmin yang tidak mengerti maksud Minseok itu.

"Tadi kami pergi ke Lotte World dan disana kami mencari wahana apa yang sekiranya akan kami naiki, tapi kemudian Jongdae mengusulkan untuk naik wahana Roller Coaster, awalnya aku sudah menolak permintaannya itu, tapi-"

"Tapi akhirnya kau membiarkannya menaiki wahana itu? Benar begitu Minseok?"

Kyuhyun memotong ucapan Minseok dan menatap putri sulungnya itu dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa Minseok membiarkan Jongdae menaiki wahana seperti itu. Itu terlalu berbahaya menurut Kyuhyun. Sedangkan Minseok hanya mengangguk ragu menjawab pertanyaan dari Kyuhyun itu.

"Appa benar-benar tak habis pikir denganmu, bagaimana mungkin kau bisa membiarkan Jongdae menaiki itu. Kau tau itu berbahaya kan Minseok?" Kyuhyun menghela napas kasar melihat Minseok yang semakin tertunduk, tanda dia benar-benar menyesal. Sungmin hanya mengusap bahu Kyuhyun lembut, berusaha membuat suaminya tenang dan tidak tersulut emosinya.

"Ajjushi sebenarnya ini bukan sepenuhnya salah Minseok tapi ini salahku juga." Luhan yang sedari tadi diam akhirnya berbicara, membuat semua yang ada disana mengalihkan pandangannya pada Luhan.

"Maksudmu apa Luhan?" Tanya Sungmin tak mengerti dengan apa yang diucapkan Luhan tadi.

"Sebenarnya tadi Minseok sudah menolak permintaan Jongdae, tapi aku terus memaksanya dengan mengatakan bahwa dia itu penakut dan payah, mungkin karena ucapanku itu Minseok marah dan akhirnya memilih untuk menaiki wahana itu. Sehingga dia lupa kalau sebenarnya Jongdae tidak bisa menaiki wahana seperti itu." Jelas Luhan.

Minseok dan Chanyeol menatap Luhan tak percaya, bukankah sebenarnya Chanyeol dan Minseok duluan yang mengejeknya penakut dan payah? Tapi kenapa Luhan malah memutar balikan fakta? Dengan mengatakan bahwa dia lah yang bersalah.

Kyuhyun dan Sungmin hanya menatap Luhan dengan pandangan tak percaya. Kyuhyun memijat pelipisnya pelan, benar-benar tak habis pikir dengan ketiga remaja yang ada dihadapannya ini.

"Sudahlah yeobo, lebih baik kita berdoa saja semoga Jongdae tidak apa-apa." Ujar Sungmin menenangkan Kyuhyun.

"Kyuhyun-ssi." Panggil namja paruh baya dengan pakaian serba putih itu memecahkan suasana ruang keluarga yang sempat hening itu.

"Dokter Park bagaimana keadaan Jongdae? Dia tidak apa-apa kan?" Tanya Kyuhyun pada dokter Park.

"Dia baik-baik saja sekarang, tapi apa dia punya penyakit asma?" Tanya dokter Park yang dibalas anggukan oleh Kyuhyun dan Sungmin.

"Saya sarankan sebaiknya anda lebih memperhatikan kondisi anak anda mulai sekarang, jangan sampai dia terlalu lelah, anda tahu sendirikan apa yang terjadi kalau sampai dia kelelahan." Nasehat Dokter Park.

"Baiklah mulai sekarang saya dan keluarga saya akan lebih memperhatikan keadaan putri saya agar dia tidak seperti ini lagi." Jawab Kyuhyun. Dokter Park hanya tersenyum mendengar jawaban Kyuhyun.

"Baiklah kalau begitu saya pamit pergi dulu."

Kyuhyun pun mengantarkan Doktr Park sampai depan rumahnya, lalu kembali lagi kedalam.

"Sebaiknya kalian pulang saja,lagipula hari sudah mulai sore, aku tidak ingin Kibum noona dan Siwon hyung khawatir karena kalian belum pulang." Kyuhyun menyuruh Luhan dan Chanyeol untuk pulang karena hari sudah semakin sore. Luhan dan Chanyeol pun mengangguk lalu pamit pulang.

.

.

.

.

"Hyung." Chanyeol memanggil Luhan yang sedang mengemudikan mobilnya, Luhan hanya berdeham kecil menjawab panggilan Chanyeol.

"Kenapa tadi kau lakukan itu?" Tanya Chanyeol penasaran, Luhan pun mengalihkan pandangannya pada Chanyeol lalu mengernyitkan dahinya tanda tak mengerti maksud dari pertanyaan Chanyeol tadi. Melihat Luhan seperti orang yang kebingungan Chanyeol langsung melanjutkan ucapannya.

"Itu hyung yang tadi kau membela Minseok Noona , kalau kau itu yang memaksa Minseok Noona untuk menaiki Roller Coaster, padahalkan kenyataannya kan tidak seperti itu."

Luhan mengangguk kecil mendengar pertanyaan Chanyeol itu lalu kembali menatap kedepan.

"Aku tidak tau, tiba-tiba saja aku mengatakan hal itu tanpa aku sadari." Jawab Luhan singkat. Chanyeol menatap hyungnya itu dengan pandangan yang tak dapat diartikan itu.

"Kenapa kau menatapku seperti itu? Memang ada yang salah dengan jawabanku itu?" Luhan yang merasakan tatapan Chanyeol itu langsung bertanya seraya memasang wajah bingung, sedangkan Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Luhan.

"Tidak, hanya saja tindakanmu itu seperti seorang pria yang ingin melindungi seorang wanita yang dicintainya." Jawab Chanyeol kalem.

CKITTT

Mendengar jawaban Chanyeol itu Luhan langsung mengerem mobilnya itu membuat Chanyeol kaget. Untung saja aku memakai sabuk pengaman, kalau tidak bisa bahaya aku. Pikir Chanyeol. Sedangkan Luhan sudah membelalakan matanya dan menatap Chanyeol tajam.

"Apa maksudmu itu eoh? Kau pikir aku menyukai Baozi pendek dan bantet itu eoh?" Tanya Luhan emosi.

"Aku tidak bilang begitu hyung, aku hanya mengatakan kalau tindakanmu itu seperti seorang pria yang ingin melindungi seorang wanita yang dicintainya. Memang siapa yang bilang kalau kau suka sama Minseok Noona eoh?" Balas Chanyeol sambil memandang Luhan dengan tersenyum penuh arti.

Luhan pun langsung kembali menjalankan mobilnya dan berusaha mengabaikan Chanyeol yang sedang memandangnya dengan senyum penuh arti itu.

.

.

.

.

"Dae-ii lebih baik kau makan dikamar saja biar nanti eonni suapi ne?" Entah sudah yang keberapa kalinya Minseok berkata hal yang sama membuat Jongdae menatap Eonninya dengan tatapan bosan dan menghela napas pelan seraya menggelengkan kepalanya, sedangkan Kyuhyun dan Sungmin hanya tersenyum geli melihat tingkah kedua putrinya.

"Sudahlah Seokie chagy bukankah tadi Dae sendiri bilang kalau dia bosan dikamar terus, jadi jangan paksa dia lagi ne." Ujar Sungmin lembut. Minseok hanya mempoutkan bibir mungilnya itu membuat Jongdae tersenyum karena ekspresi Minseok yang menurutnya lucu.

"Huh Dasar keras kepala." Gumam Minseok kesal.

"Memang kau tidak keras kepala hah? Kau bahkan lebih keras kepala dibandingkan Jongdae." Balas Kyuhyun singkat.

"Aku tidak keras kepala Appa." Jawab Minseok kesal.

"Sudah-sudah, Jangan dibahas lagi. Oiya Seokie, Dae-ii Eomma dan Appa sudah memdaftarkan kalian sekolah di XOXO High School, jadi besok kalian sudah bisa bersekolah disana." Ujar Sungmin.

"JINJJA?" Pekik Minseok dan Jongdae bersamaan. Kyuhyun dan Sungmin hanya mengangguk dengan senyum yang terukir dibibir mereka.

Minseok dan Jongdae menatap Sungmin dan Kyuhyun dengan pandangan tak percaya. XOXO High School adalah sekolah paling elit di Seoul, jelas saja kalau mereka tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sungmin barusan.

"Wae? Apa kalian tidak ingin bersekolah disana?" Tanya Kyuhyun heran melihat reaksi kedua putrinya itu.

"Tentu saja kami ingin Appa. XOXO High School adalah sekolah yang sangat kami impikan sedari dulu, jadi mana mungkin kami menolaknya." Jawab Minseok cepat yang dibalas anggukan oleh Jongdae.

"Baiklah kalau begitu, kalian sudah bisa bersekolah disana mulai besok, tapi karena Jongdae sedang sakit Appa rasa lusa baru bisa mulai bersekolah."

Mendengar apa yang Kyuhyun katakan pun Jongdae langsung menatap Kyuhyun tak terima.

"Wae Appa? Aku sudah sembuh ko. Aku ingin mulai bersekolah besok bersama Eonni." Jongdae menatap Appanya dengan tatapan memohon.

"Hhh.. Baiklah, Minseok tolong awasi Jongdae selama disekolah ne." Kyuhyun akhirnya mengalah dan membiarkan Jongdae bersekolah besok.

Minseok menganggukan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya pada Jongdae yang sedang memandangnya sambil tersenyum senang membuat Minseok ikut tersenyum juga.

"Yasudah cepat habiskan makanan kalian lalu segera pergi istirahat." Ujar Sungmin. Dan setelahnya ruang makan terasa sunyi hanya ada suara sendok dan garpuh yang seolah menjadi backsound diruang makan Keluarga Kim itu.

.

.

.

.

Senin pagi yang cerah, secerah suasana hati dua orang yeoja yang sedang duduk di sofa ruang tamu itu.

"Kyaaaaaaaa…. Aku masih tidak percaya bahwa akhirnya sekarang kita akan bersekolah di XOXO High School, aku sudah tidak sabar ingin menginjakan kakiku disekolah itu." Jongdae berteriak penuh kegirangan sambil melompat-lompat kecil, membuat Minseok tersenyum geli dengan tingkah adiknya yang sangat kekanakan itu.

"Iya aku juga masih tidak percaya, apalagi sekarang status kita sudah menjadi murid dari XOXO High School, ini seperti impian yang menjadi kenyataan." Sahut Minseok lalu memandang seragam sekolahnya yang kemarin diberikan oleh Eomma dan Appanya itu dengan tatapan kagum.

"Wah sepertinya dua putri Eomma sudah tidak sabar ingin berangkat kesekolah ya." Ujar Sungmin saat melihat kedua putrinya yang tampak sangat bersemangat.

"Iya dong Eomma. Oiya Appa mana sih? Lama sekali keluar dari kamarnya, nanti kalau telat bagaimana?" Tanya Jongdae kesal, Sungmin hanya tersenyum mendengar pertanyaan putrinya itu.

"Memang siapa yang bilang Appa mau mengantar kalian kesekolah?" Kyuhyun yang baru keluar dari kamarnya langsung duduk diruang tamu dan menatap Jongdae serta Minseok dengan tersenyum kecil.

"Loh jadi Appa tidak akan mengantar kami? Lalu bagaimana kami pergi kesekolahnya Appa? Aku dan Jongdae kan tidak tau arah jalannya?" Tanya Minseok heran, Jongdae pun mengangguk membenarkan pertanyaan Eonninya itu.

Sungmin dan Kyuhyun saling bertatapan dan tersenyum penuh arti membuat Minseok dan Jongade bingung dengan tingkah Eomma dan Appanya.

"Tenang saja, nanti kalian akan dijemput ko. Jadi kalian santai saja." Jawab Sungmin dan Kyuhyun santai.

Minseok memandang Jongdae dengan tatapan penuh tanya, sedangkan Jongdae hanya mengangkat kedua bahunya tanda dia juga tidak tau apa maksud kedua orang tuanya itu. Minseok baru akan bertanya lebih lanjut maksud dari Appa dan Eommanya itu ketika suara klakson mobil terdengar.

"Sepertinya Jemputan kalian sudah datang. Lebih baik kalian berangkat sekarang, Eomma dan Appa akan mengantar sampai depan pintu." Sungmin dan Kyuhyun pun berjalan lebih dahulu keluar kemudian disusul oleh Minseok dan Jongdae yang masih kebingungan itu.

Cklekk

Sungmin membuka pintu rumah mereka, dan terlihatlah dua orang namja tampan yang sedang tersenyum seraya membungkukan badan mereka hormat.

"Selamat pagi Ajjuma, Ajjushi." Sapa kedua namja itu ramah.

"Selamat pagi juga Luhan, Chanyeol. Maaf ya kami jadi membuat kalian repot karena kalian harus menjemput Minseok dan Jongdae." Sungmin menatap kedua namja yang ternyata adalah Luhan dan Chanyeol dengan tatapan menyesal.

"Tidak merepotkan ko ajjuma lagipula kami senang bisa menjemput Minseok dan Jongdae untuk berangkat sekolah bersama. Iya kan hyung?" Jawab Chanyeol meminta persetujuan Luhan yang hanya mengangguk dan tersenyum ramah.

"Kalian ngapain disini?" Minseok yang beru datang bersama Jongdae langsung bertanya pada Luhan dan Chanyeol ketika matanya melihat kedua namja itu ada didepan rumahnya.

"Minseok chagy jangan galak gitu dong, mereka ini yang mau jemput kamu dan Jongdae, mereka juga sekolah di XOXO High School loh, jadi kalau mau kalian bisa berangkat kesekolah bersama setiap hari." Ujar Sungmin seraya tersenyum lembut.

"APA?" Pekik Minseok dan Luhan bersamaan.

Minseok pun menatap seragam yang dipakai oleh Luhan dan Chanyeol. Itu benar seragam XOXO High School, jadi kami akan satu sekolah mulai sekarang? Hah yang benar saja. Pikir Minseok sambil menatap Luhan dan Chanyeol dengan pandangan tak percaya.

'Berangkat bersama setiap hari? Baru sehari menjemputnya saja dia sudah galak seperti itu, bagaimana kalau tiap hari aku berangkat bersamanya, bisa habis aku.' Batin Luhan membuatnya bergidik ngeri.

"Yasudah sebaiknya kalian berangkat sekarang, katanya kalian tidak ingin terlambat." Ujar Kyuhyun pada kedua putrinya itu.

"Baiklah kalau begitu kami pamit berangkat dulu ajjushi, ajjuma. Ayo kita berangkat sekarang." Chanyeol dan Luhan pun pamit, lalu Chanyeol mengulurkan tangannya pada Jongdae bermaksud untuk menggandeng tangan Jongdae samapi depan mobilnya membuat Jongdae tersipu malu dengan sikap Chanyeol. Baru saja Jongdae akan menerima uluran tangan Chanyeo ketika tiba-tiba-

Plakkk

Minseok menampik tangan Chanyeol yang sedang terulur dihadapan Jongdae lalu menatapnya tajam.

"Dilarang pegang-pegang." Kata Minseok Judes lalu menggandeng tangan Jongdae untuk berjalan bersamanya. Kyuhyun, Sungmin serta Luhan sudah tertawa karena nasib Chanyeol yang menurut mereka sangat tidak beruntung itu, sedangkan Chanyeol hanya bergumam kesal.

"Sekali lagi pamit berangkat dulu ajjushi, ajjuma." Luhan dan Chanyeol membungkukan badan mereka lalu pergi menyusul Minseok dan Jongdae.

.

.

.

.

"Kau sudah sembuh Jongdae-ssi?" Tanya Luhan formal sambil menatap Jongdae yang duduk dibelakang lewat kaca yang berada di dalam mobilnya itu.

"Sudah ko. Tidak perlu terlalu formal begitu panggil saja Jongdae atau Dae-ii juga boleh." Jawab Jongdae sambil tersenyum manis.

"Kalau aku panggil chagy saja bagaimana?" Goda Chanyeol membuat Jongdae merona malu.

"Boleh saja kalau kau memang sudah bosan hidup." Balas Minseok sambil menatap Chanyeol dengan tatapan datar.

Luhan langsung tertawa mendengar ucapan Minseok itu, sedangkan Jongdae hanya tersenyum geli mendengar ucapan Eonninya itu, beda lagi dengan Chanyeol yang langsung memasang wajah madesu.

"Baiklah aku akan memanggilmu Dae-ii saja kurasa itu lebih mudah, dank au panggil aku Oppa ne? kalau tidak salah kau itu akan masuk kelas 2 kan?" Tanya Luhan memastikan.

"Ne Oppa." Jawab Jongdae seraya mengangguk kecil.

"Cih Oppa? Yang benar saja?" Cibir Minseok membuat Luhan langsung menatapnya tak suka.

"Wae? Memangnya apa yang salah dengan itu bantet?" Tanya Luhan sewot.

"Mwo? Bantet katamu? Dasar rusa pendek kurus." Balas Minseok menatang Luhan.

"STOPPP." Chanyeol langsung membungkam mulut Luhan yang sudah bersiap membalas ucapan Minseok dengan tangannya, Luhan tersentak kaget dan sempat kehilangan kendali atas mobilnya.

"Ya! Awas itu didepanmu." Minseok menunjuk kearah mobil yang sedang berjalan berlawanan arah berada didepan mobil yang mereka naiki itu, beruntung Luhan segera memutar stirnya dan segera mengerem mobilnya, membuat semua yang berada didalam mobil menghembuskan napas lega.

"YA! KALAU MENYETIR ITU YANG BENAR DONG." Pengemudi mobil yang tadi hampir ditabraknya itu marah-marah, Luhan langsung meminta maaf sambil menundukan kepalanya menyesal.

"Kau ini apa-apaan sih? Lihat karena tindakanmu itu kita hampir saja celaka." Marah Luhan pada Chanyeol dan menatap Chanyeol kesal.

"Mian hyung, habisnya kau dan Minseok Noona itu berisik sekali jadi kututup saja mulutmu itu dengan tanganku." Jawab Chanyeol menyesal.

Luhan hanya menggerutu sebal, sedangkan Minseok dan Jongdae masih mengucapkan syukur karena mereka selamat dari bahaya tadi.

Luhan pun kembali menjalankan mobilnya dan setelah itu hanya ada keheningan didalam mobil, karena mereka masih terkejut dengan kejadian tadi.

.

.

.

.

TBC

Huwaaa akhirnya saya balik lagi dengan membawa Chapter 2 ini. Sebenernya udah mau diupdate kemarin tapi karena saya ga ada paket buat internetan jadi baru bisa update sekarang. Saya harap masih ada yang mau baca ff saya ini , saya mohon maaf kalau chapter 2 ini tidak memuaskan dan masih banyak kekurangannya, karena saya cuma manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan.

Dan Terima kasih untuk :

NunaaBaozie, HamsterXiumi, luckygirl91, riani98, , hunexohan, Sintia985, Sintia89damayanti, FebriKim, thedolphinduck.

Yang sudah mau kasih review, kritik dan saran.

Terima Kasih juga buat yang udah Favorite dan Follow ff ini.

Dan Buat SIDER saya harap anda bersedia meninggalkan jejaknya di Chapter ini.

Last world RnR please ^_^

Gomawo *Bow*