TRUST ME MY LOVE

Main Cast : Kim Minseok as Kim Minseok

Kim Jongdae as Kim Jongdae

Park Chanyeol as Choi Chanyeol

Xi Luhan as Choi Luhan

Other Cast : All member EXO

Kim Ryeowook as Kim Sungmin (Ny. Kim)

Cho Kyuhyun as Kim Kyuhyun (Tuan Kim)

Kim Kibum as Choi Kibum (Ny. Choi)

Choi Siwon as Choi Siwon (Tuan Choi)

Dll (Seiring berjalannya cerita)

Pairing : LuMin and ChanChen

Genre : Romance, Drama, Family (?), dll

Warning : Ga jelas, typo, Garing, dll

Cerita ini murni dari otak dan khayalan saya tapi semua cast yang ada disini hanya milik Allah dan diri mereka serta kedua orang tuanya :D

PLEASE DON'T BE SILENT READER! ^^

Happy Reading

.

.

.

.

Pagi ini XOXO High School Sekolah elit yang berisi murid dari kalangan berada dan murid yang penuh dengan potensi dan keahlian in tampak tenang dan damai langsung berubah seketika ketika sebuah mobil masuk kedalam area sekolah elit itu. Sorakan serta teriakan langsung terdengar ketika orang yang berada didalam mobil itu keluar dan membuat histeris semua siswi yang melihat mereka.

"KYAAA LUHAN OPPA DAN CHANYEOL OPPA SUDAH DATANG!"

"ASTAGA PANGERAN SEKOLAH KITA SUDAH SAMPAI!"

"LIHAT ITU MEREKA KELUAR DARI MOBIL! ASTAGA TAMPANNYA!"

"TAPI SIAPA DUA YEOJA ITU? BERUNTUNG SEKALI MEREKA BISA BERANGKAT BERSAMA LUHAN OPPA DAN CHANYEOL OPPA ."

"YA AMPUN AKU IRI SEKALI DENGAN MEREKA."

"AKU JUGA, TAPI SEPERTINYA MEREKA MURID BARU."

Minseok dan Jongdae yang baru keluar dari mobil itu hanya bisa menatap segerombolan yeoja yang sedang mengerubuni mereka dengan tatapan bingung. Luhan langsung menggenggam tangan Minseok dan Chanyeol menggenggam tangan Jongdae lalu mereka mulai berjalan melewati segerombolan yeoja yang sekarang sedang menatap mereka dengan tatapan tajam, iri dan kesal.

"Ya! Apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganku, aku bisa berjalan sendiri!" Minseok yang terkejut dengan genggaman Luhan langsung coba memberontak dan membuat Luhan kesal.

"Sudah kau diam saja! Apa kau tidak lihat yeoja-yeoja itu? Kau bisa saja habis dikuliti oleh mereka kalau kau berjalan sendiri! Aku hanya mencoba untuk menyelamatkanmu tau!" Balas Luhan kesal lalu mengeratkan genggaman tangan mereka.

Minseok menatap yeoja-yeoja yang sedang memandangnya dengan tatapan yang mengerikan menurut Minseok membuat Minseok bergidik. Memang apa salahku? Pikir Minseok bingung. Karena tidak ingin membuat masalah dihari pertamanya sekolah Minseok hanya pasrah dan membiarkan Luhan menggenggam tangannya dan membawanya masuk kedalam sekolahan itu.

Berbeda dari Minseok dan Luhan. Jongdae dan Chanyeol hanya berjalan dalam diam dengan tangan yang saling menggenggam satu sama lain. Keduanya hanya berjalan dalam diam sampai suara Jongdae memecahkan keheningan diantara mereka itu.

"Chanyeol kenapa mereka menatapku dan Minseok Eonni seperti itu?" Tanya Jongdae lirih dan tanpa sadar makin mengeratkan genggaman tangannya pada Chanyeol.

"Mungkin mereka hanya iri karena kau dan Minseok Noona bisa dekat denganku dan Luhan hyung. Kau tau aku dan Luhan hyung sangat terkenal disini jadi wajar saja kalau mereka iri pada kalian." Jawab Chanyeol percaya diri membuat Jongdae tertawa kecil karena kenarsisan Chanyeol itu.

"Kau sangat cantik saat tertawa seperti itu. Dan kalian tenang saja mereka tidak akan berani mengganggu kalian karena aku dan Luhan hyung akan melindungi kalian disini." Tambah Chanyeol sambil menatap Jongdae lembut membuat wajah Jongdae merona karena malu dan langsung mengalihkan tatapannya kearah lain. Chanyeol hanya tersenyum kecil melihat Jongdae yang malu-malu itu.

.

.

.

.

"Kita mau kemana bukankah kalian akan mengantar kami keruang kepala sekolah?" Tanya Minseok yang bingung karena lorong yang mereka lewati begitu sepi seolah mereka akan menuju ke sebuah ruangan rahasia.

"Iya kami akan mengatar kalian kesana tapi nanti setelah bel masuk berbunyi." Jawab Luhan singkat.

"Kenapa setelah bel masuk berbunyi Oppa? Bukankah lebih baik kita keruang kepala sekolah sebelum bel berbunyi?" Kali ini Jongdae yang bertanya.

"Kalau kita keruang kepala sekolahnya sekarang lalu kalian kami tinggal pergi dan begitu keluar akan banyak yeoja-yeoja yang melihat kalian seperti tadi bagaimana? Kalian pasti tidak akan selamat." Jawab Luhan lagi.

"Kalau hanya ditatap seperti itu aku tidak takut, lagipula kalau kalian tidak mau kami kenapa-kenapa, kalian harusnya menunggu kami didepan pintu saja." Balas Minseok santai membuat Luhan menatap Minseok kesal sambil mendecakkan lidahnya.

"Ya! Kau pikir aku tidak punya pekerjaan lain hah!" Sewot Luhan membuat Minseok mencibir kesal.

"Lalu kalian mau membawa kami kemana? Kenapa disini sepi sekali?" Minseok kembali bertanya pada Luhan dan Chanyeol.

"Kita akan ketempat dimana mereka tidak bisa mengganggu kita." Chanyeol yang sedari tadi diam saja langsung menjawab pertanyaan Minseok.

Mereka pun berhenti disebuah pintu yang cukup besar , lalu setelah itu Luhan membuka pintu itu. Minseok dan Jongdae menatap kagum isi ruangan itu. Ruangan itu cukup luas, terdapat beberapa sofa lalu ditengahnya ada sebuah meja, dan ada kulkas juga, oiya jangan lupakan disana juga terdapat beberapa siswa dan siswi yang sedang bersenda gurau.

"Wah akhirnya kedua pangeran Choi itu datang juga." Ujar seorang namja berkulit tan ketika melihat Luhan dan Chanyeol masuk kedalam ruangan yang diikuti oleh Minseok dan Jongdae.

"Omo! Rupanya kedua pangeran Choi kita itu membawa dua yeoja yang cantik dan manis." Sahut seorang yeoja berkulit putih pucat dengan ekspresi terkejut membuat Luhan memutar bola matanya malas.

"Biasa saja kali Sehunie, tidak perlu berlebihan seperti itu." Balas Luhan datar. yeoja yang dipanggil Sehun itu mempoutkan bibir tipisnya lalu bergumam kesal.

"Mereka siapa Luhan? Kenapa kau dan Chanyeol membawa mereka kesini?" Namja tinggi dan tampan itu langsung menghampiri Luhan yang sedang duduk disebuah sofa sambil memainkan ponselnya.

Luhan menatap namja tinggi dan tampan itu lalu mengalihkan pandangannya pada orang-orang yang ada diruangan itu yang sedang menatapnya penasaran kecuali Chanyeol, Minseok dan Jongdae.

"Baiklah aku akan jelaskan. Mereka ini adalah anak dari sahabat orang tuaku yang baru pindah ke Korea beberapa waktu lalu." Jawab Luhan singkat.

"Hanya itu sja? Lalu siapa namanya Luhan?" Tanya yeoja dengan mata bulat itu sambil menatap Luhan ingin tau.

"Kau tanya saja sendiri pada mereka." Balas Luhan cuek lalu kembali memainkan ponselnya.

Yeoja bermata bulat itu berdecak kesal sebelum mengalihkan pandangannya pada Minseok dan Jongdae yang sedari tanya hanya berdiam diri memperhatikan yang lain.

"Ja-"

"Jadi boleh kami tau siapa nama kalian?" Yeoja mungil yang memakai ayeliner bertanya pada Minseok dan Jongdae membuat yeoja bermata bulat itu kembali berdecak kesal dan menatap yeoja itu tajam karena yeoja dengan mata ayeliner itu memotong pertanyaannya tadi. Sedangkan yang ditatap terlihat tidak peduli dan hanya terus menatap Minseok dan Jongdae penasaran.

"Aku Kim Minseok dan ini adikku Kim Jongdae, senang bertemu dengan kalian semua." Jawab Minseok seraya tersenyum lalu membungkukan badannya dan diikuti oleh Jongdae. Semua yang ada diruangan itu tertegun ketika melihat senyum Minseok dan Jongdae.

"Adik? Jadi kau Eonninya ya? Wah aku kira kau itu adikknya, wajahmu terlalu imut sih. Memang berapa umur kalian?" Kali ini yeoja dengan dimple manisnya bertanya pada Minseok dan Jongdae.

"Aku 16 tahun dan Eonniku berumur 17 tahun. Memang banyak yang bilang Minseok Eonniku ini adikku karena wajahnya terlalu imut tapi memang terkadang kalau dirumah Eonni juga suka manja jadi kalau kupikir memang spertinya aku yang pantas menjadi Eonninya haha." Jongdae berkata panjang lebar seraya tertawa kecil karena sedikit mengingat kelakuan Minseok yang manja dirumah, sebelum dia menyadari bahwa semua yang ada diruangan itu memandangnya tanpa berkedip.

"Eum.. Kalian semua kenapa? Apa ada yang salah?" Tanya Jongdae polos.

"Kau terlalu cerewet Dae-ii" Bisik Minseok yang berada disebelah Jongdae. Jongdae yang menyadari itu langsung menutup mulutnya.

"Ah.. Mi..Mianhae karena aku terlalu cerewet." Jongdae membungkukan badannya seraya menggumamkan kata maaf.

"Hahaha tidak apa, aku suka karena kau terlihat manis kalau seperti itu." Namja berkulit tan itu tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya pada Jongdae, membuat Jongdae tersipu malu.

"EKHEM!" Chanyeol, Minseok serta yeoja berkulit putih pucat itu berdeham keras ketika mendengar kalimat namja itu dan hanya dibalas senyuman kikuk oleh namja tersebut.

"Oiya kita belum memperkenalkan diri kita pada mereka. Kenalkan namaku Wu Yifan tapi kalian bisa memanggilku dengan sebutan Kris." Namja tinggi dan tampan yang sedari tadi diam itu akhirnya memperkenalkan dirinya.

"Kalau aku Zhang Yixing biasa dipanggil Lay, lalu yeoja yang memakai ayeliner itu namanya Byun Baekhyun tapi panggil saja dia Baekie, lalu yeoja dengan mata bulat itu namanya Do Kyungsoo atau biasa dipanggil D.O, dan yeoja berkulit putih itu namanya Oh Sehun tapi kalian juga bisa memanggilnya Hunnie." Yeoja dengan dimple manis itu memperkenalkan temannya yang sekarang tengah tersenyum manis pada Minseok dan Jongdae.

"Kau tidak memperkenalkan kami juga Noona?" Namja tampan dengan mata panda itu bertanya seraya menatap Lay bingung.

"Untuk apa memperkenalkan kalian? Kalian punya mulutkan? Kalian bisa memperkenalkan diri kalian sendiri." Jawab Lay dengan polosnya membuat semua yang berada diruangan itu swetdrop.

"Haah baiklah. Perkenalkan namaku Kim Joonmyeon biasa dipanggil Suho, lalu yang namja yang bermata panda itu namanya Huang ZiTao atau bisa dipanggil Tao dan yang terakhir namaj dengan kulit hitam dan mesum itu namanya Kim Jongin biasa dipanggil Kai atau Kkamjong juga boleh." Namja dengan senyum malaikat yang sedari tadi hanya diam itu akhirnya bicara dan memperkenalkan temannya.

"Ya Hyung! Kulitku ini sexy tau, aku juga tidak mesum, dan jangan memanggilku kkamjong itu tidak keren tau." Kai memprotes ucapan Suho dengan mendengus kesal.

"Sudah kalian jangan ribut malu dilihat oleh mereka." Kris menghentikan keributan kecil itu seraya menunjuk Minseok dan Jongdae.

"Jadi apakah mereka akan bergabung bersama kita hyung?" Tanya Suho pada Luhan.

"Ya itu terserah pada kalian. Kalian setuju tidak mereka bergabung bersama kita?" Luhan balik bertanya pada mereka semua.

"SETUJU!" Semua yang ada diruangan itu menjawab kompak kecuali Luhan, Minseok dan Jongdae yang sekarang sedang menutup telingan mereka akibat teriakan itu.

"Kalau begitu selamat datang di EXO!" Baekhyun, Sehun, D.O, dan Lay langsung menyambut Minseok dan Jongdae lalu mengajak mereka berputar-putar dan melompat kegirangan. Sedangkan yang lain hanya tersenyum melihat keributan yang dibuat oleh yeoja-yeoja itu.

"Tapi EXO itu apa?" Tanya Minseok ditengah keributan itu.

Semua yang ada disana langsung terdiam begitu mendengar pertanyaan Minseok. Kris berdeham kecil sebelum menjelaskan.

"Ehem.. Jadi EXO itu eumm apa ya? Bisa dibilang itu nama untuk kelompok kami." Jawab Kris ragu.

"Semacam nama geng kah?" Tanya Jongdae memastikan.

"Ya bisa dibilang begitu." Kali ini Suho menjawab disertai senyuman malaikatnya.

KRINGG KRINGG

Suara bel masuk (?) mengalihkan perhatian mereka, lalu mereka pun mulai bersiap untuk memasuki kelasnya masing-masing.

"Kalian akan keruangan kepala sekolah kan? Bagaimana kalau kami antar saja." Tawar Baekhyun dan D.O.

"Iya, tapi kalian tidak perlu mengatar kami, sudah ada Luhan dan Chanyeol kok yang akan mengantar kami." Tolak Minseok halus.

"Heh! Siapa yang bilang aku akan mengantarmu? Sudah sana pergi bersama Baekhyun dan D.O saja aku mau ke kelas." Jawab Luhan lalu pergi menuju ke;asnya.

"Ya! Luhan tadi kau bilang akan menagantar kami. Ya! Aish dasar Rusa Jelek!" Minseok hanya bisa merutuk kesal ketika melihat Luhan yang sudah keluar itu.

"Sudahlah Noona biarkan saja Luhan Hyung. Jadi mau aku antar sekarang?" Tawar Chanyeol yang sudah berada didekat Minseok dan Jongdae.

"Tidak perlu! Kami pergi bersama mereka saja. Kalian masih mau mengantar kami kan? Kajja kita pergi sekarang aku tidak mau telat." Semua yang ada diruangan itu menatap cengo (?) kearah Minseok yang sekarang sudah menarik Baekhyun dan D.O keluar dan diikuti juga oleh Jongdae yang sebelumya membungkuk pamit pada mereka semua.

"Wajahnya sih memang imut dan lucu tapi dia galak sekali, aku jadi sedikit takut padanya." Kata Sehun memecahkan keheningan yang ada diruangan itu yang diangguki oleh Lay.

"Tenang saja Hunnie chagy tidak perlu takut begitu, karena aku akan selalu disini untuk melindungimu." Gombal Kai sambil merangkul pundak Sehun mesra. Sehun menatap Kai dengan pandangan geli sedangkan yang lain hanya memutar bola matanya malas. Sudah biasa kalau Kai selalu menggoda Sehun. Pikir mereka.

"Chagy katamu? Makan tuh chagy." Sehun langsung menyumpal mulut Kai dengan Roti yang entah dia dapat darimana lalu pergi meninggalkan Kai dan diikuti yang lain.

"Ya! Hunnie chagy kamu mau kemana? Kenapa aku ditinggal sendiri? Tapi rotinya enak juga. Sehunnie aku ingin rotinya lagi!" Kai yang ditinggal sendiri langsung berlari menyusul yang lain setelah menutup pintu ruangan tersebut.

.

.

.

.

TBC

Huwaa akhirnya bisa update juga. Seokie minta maaf karena telat update soalnya kemarin itu lagi sibuk bantuin mamah buat bikin pesenan kue jadi ga ada waktu buat ngetik, ini juga nyuri-nyuri waktu buat bikin chapter ini dan maaf juga soalnya chapter ini pendek tapi nanti insyaallah chapter selanjutnya diusahakan buat panjang dan ga telat update deh. Jadi sekali lagi maaf buat keterlambatannya.

Oke langsung aja Seokie mau ngucapin terima kasih buat :

NunaaBaozie, sukha1312, , HamsterXiumin, FebriKim, luckygirl91, hunexohan, Genieaaa, Sintia985, LuBaekShipper.

Yang udah mau ngereview dan ngasih saran, juga buat yang udah nge'follow and favorite makasih ya. Jangan pernah bosen buat baca dan review ff ku ini ya hehe.

Dan buat SIDER Seokie harap kalian mau ninggalin jejak di chapter ini.

Oke akhir kata Seokie ucapkan terima kasih *Bow*