TRUST ME MY LOVE

Main Cast : Kim Minseok as Kim Minseok

Kim Jongdae as Kim Jongdae

Park Chanyeol as Choi Chanyeol

Xi Luhan as Choi Luhan

Other Cast : All member EXO

Lee Sungmin as Kim Sungmin (Ny. Kim)

Cho Kyuhyun as Kim Kyuhyun (Tuan Kim)

Kim Kibum as Choi Kibum (Ny. Choi)

Choi Siwon as Choi Siwon (Tuan Choi)

Dll (Seiring berjalannya cerita)

Pairing : LuMin and ChanChen

Genre : Romance, Drama, Family (?), dll

Warning : Ga jelas, typo, Garing, dll

Cerita ini murni dari otak dan khayalan saya tapi semua cast yang ada disini hanya milik Allah dan diri mereka serta kedua orang tuanya :D

PLEASE DON'T BE SILENT READER! ^^

Happy Reading

.

.

.

.

Minseok POV

Saat ini aku sedang berjalan lebih santai setelah tadi aku menarik paksa tangan kedua yeoja yang aku ketahui sebagai Baekhyun dan D.O keluar dari ruangan atau bisa dibilang markas EXO itu. aku memperhatikan mereka yang berjalan dibelakangku dengan kepala tertunduk membuatku bingung dengan tingkah mereka itu.

"Eonni aku rasa mereka takut padamu." Melihat tingkahku yang kebingungan Jongdae akhirnya berbisik padaku.

"Takut untuk apa? aku kan tidak akan memakan mereka." Tanyaku dengan berbisik juga.

"Kurasa mereka takut dengan sikapmu yang tadi membentak Chanyeol. Kau benar-benar terlihat galak Eonni." Balas Jongdae masih dengan berbisik.

Apa katanya tadi? Aku terlihat galak? Masa sih?

Aku pun menghentikan langkahku dan berbalik menghadap mereka, dan kulihat mereka juga langsung berhenti sambil sesekali berbisik. Apa aku terlihat sangat galak tadi?

"Eum.. Kalian akan mengantar kami ke ruangan Kepala Sekolah kan?" Tanyaku yang pada mereka yang dibalas anggukan kompak dari mereka .

"Kalau begitu kenapa kalian berjalan dibelakangku? Bukankah seharusnya kalian berjalan di depanku dan menunjukan jalannya?" Tanyaku lagi tapi bukannya menjawab mereka hanya terdiam dengan kepala yang makin tertunduk saat aku menatap mereka dengan intens.

Tak lama kulihat Jongdae berjalan menghampiri mereka dan merangkul mereka sambil tersenyum.

"Kalian ini kenapa? Kalian takut ya sama Minseok Eonni?" Tanya Jongdae dan langsung dibalas gelenggan dari mereka berdua yang sesekali melirikku seperti ketakutan mungkin.

"Sudahlah aku tau kalian takut sama Minseok Eonni kan? Tapi tenang saja Eonni tidak galak seperti yang kalian pikirkan ko. Eonni itu orangnya baik, penyayang, dia juga perduli terhadap orang-orang. Aku malah sangat bersyukur punya Eonni seperti Minseok Eonni karena dia sebenarnya orang yang tulus walaupun memang terkadang jutek dan galak tapi bagiku dia adalah Eonni terbaik di seluruh dunia. Jadi kalian tidak perlu takut sama Minseok Eonni." Jelas Jongdae sambil tersenyum tulus.

Aku tertegun mendengar apa yang Jongade ucapkan. Benarkah apa yang dia katakan? Aku Eonni terbaik? Kenapa aku jadi merasa terharu begini. Ternyata walaupun dia cerewet dan kadang sangat menyebalkan tapi dia mempunyai hati yang tulus. Bolehkah aku berkata kalau aku adalah seorang Eonni yang paling beruntung di dunia ini karena memiliki seorang dongsaeng yang sangat tulus menyayangiku.

'Aku juga sangat bersyukur mempunyai dongsaeng sepertimu Dae-ii, dan aku berjanji sebagai seorang Eonni aku akan selalu melindungimu dan menjagamu sampai kapanpun.' Janjiku dalam hati.

Minseok POV End

Jongdae yang melihat Minseok terdiampu segera menghampiri Minseok seraya menepuk pundak Eonninya itu.

"Eonni kau kenapa?" Tanya Jongdae, tapi bukannya menjawab Minseok malah memeluk Jongdae dengan erat membuat Jongdae tersentak kaget.

"Eonni kau baik-baik saja kan? Eonni sakit ya?" Tanya Jongdae polos, Minseok hanya menggeleng lalu melepaskan pelukannya seraya tersenyum tulus membuat Jongdae bingung dengan tingkah Eonninya itu.

"Eonni baik-baik saja ko. Eonni cuma ingin menunjukan kalau Eonni juga sayang sama Dae-ii dan Eonni juga merasa bersyukur karena Eonni dikasih adik setulus kamu." Jawab Minseok sambil mencubit hidung Jongdae gemas membuat Jongdae mempoutkan bibirnya seaya mengusap hidungnya yang tadi dicubit oleh Minseok.

"Ekhem.. Jadi bagaimana kalau sekarang kita langsung ke ruanag Kepala Sekolah? Sudah telat nih." Ujar Baekhyun seraya menunjukan jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 07.15

"Ih Baekhyun mah merusak suasana saja deh." Kata D.O sebal. Sedangkan Baekhyun langsung pundung di pinggiran koridor sekolah gara-gara dikatain perusak suasana sama D.O.

"Hahaha.. Baiklah, lagipula benar kata Baekhyun kita udah telat nih." Balas Minseok seraya tertawa karena melihat Baekhyun yang pundung itu.

.

.

.

.

Minseok dan Jongdae menatap pintu ruangan yang ada dihadapannya itu seraya menghembuskan napasnya pelan.

"Eonni kenapa aku jadi takut begini ya ? Bagaimana kalau kepala sekolah itu marah-marah karena kita datang terlambat ?" Jongdae langsung menggenggam tangan Minseok dengan kuat membuat Minseok meringis kesakitan.

"Aww.. Sakit tau Dae-ii." Minseok mempoutkan bibirnya lucu sambil mengelus tangannya yang sakit itu. sedangkan Jongdae hanya tersenyum tanpa dosa membuat Minseok berdecak kesal.

"Sudah kalian tidak perlu takut. Kepala sekolah kita tidak segalak itu ko. Lebih baik kita masuk saja, kajja!" Baekhyun langsung menarik tangan Jongdae sedangkan D.O menarik tangan Minseok untuk masuk kedalam.

TOK TOK TOK

"Ahjussi aku masuk ya!" Tanpa menunggu jawaban Baekhyun, Jongdae, D.O, dan Minseok pun masuk kedalam ruangan yang sangat besar dan tampak nyaman itu.

"Annyeonghaseyo ahjussi." Sapa Baekhyun begitu melihat seorang namja paruh baya sedang duduk dikursinya dengan laptop yang sedang menyala.

" Oh Baekhyun-ah ada apa kau kesini?" Namja paruh baya itu pun mengalihkan pandangannya pada Baekhyun yang ternyata tidak datang sendiri.

"Eoh? Mereka siapa Baekhyun-ah?" Tanya namja paruh baya itu bingung seraya menatap Minseok dan Jongdae heran.

"Mereka ini murid baru pindahan dari Amerika ahjussi." Jelas Baekhyun.

"Eoh dari Amerika? Ah Kim Minseok dan Kim Jongdae, putri dari Kim Kyuhyun dan Kim Sungmin kan?" Namja paruh baya atau bisa kita panggil Wu Hangeng itu langsung tersenyum begitu mengingat siapa Minseok dan Jongdae.

"Eh? Ahjussi kenal dengan mereka dan juga Orang tua mereka?" Tanya D.O yang ternyata sudah membulatkan matanya tak percaya.

"Ahjussi tidak terlalu mengenal mereka tapi ahjussi mengenal Kyuhyun dan Sungmin, karena mereka sahabat ahjussi sewaktu di Senior High School."

"Oiya bagaimana kalian bisa kesini bersama-sama?" Tanya Hangeng heran. Karena setahunya Baekhyun dan D.O akan berkumpul bersama EXO di ruangan rahasia mereka dan baru keluar ketika bel masuk berbunyi.

"Oh itu karena mulai sekarang mereka resmi menjadi anggota EXO ahjussi. Oiya sekedar informasi kalau ahjussi ingin tau bagaimana mereka bisa masuk dan menjadi anggota EXO itu karena yang membawa mereka adalah dua pangeran Choi kita jadi kau tahulah ahjussi apa alasan kami menerima mereka." Jelas Baekhyun yang diangguki setuju oleh D.O.

Hangeng menatap tidak percaya pada apa yang dikatakan Baekhyun. Hangeng cukup tahu bagaimana sifat Luhan dan Chanyeol juga anggota EXO lainnya karena anak dan keponakannya juga termasuk anggota EXO, yaitu Wu Yifan dan Byun Baekhyun. Dan anggota EXO itu cukup sering menghabiskan waktu untuk sekedar berkumpul di rumah keluarga Wu itu jika mereka sedang malas menggunakan ruangan khusus mereka. Jadi sedikit banyaknya Hangeng tau sifat anggota EXO.

Luhan dan Chanyeol tidak pernah sembarangan mengenalkan seseorang apalagi perempuan pada anggota EXO. Jadi kalau kedua pangeran Choi itu mengenalkan Minseok dan Jongdae pada anggota EXO yang lain pastilah Minseok dan Jongdae orang yang sangat BERHARGA dan PENTING untuk kedua pangeran Choi itu.

"Ahjusii..ahjusii..Hallo.." Baekhyun melambaikan tangannya di depan wajah Hangeng yang terlihat sedang melamun itu.

"Aish..Kau ini tak sopan sekali!" Hangeng pun tersadar dari lamunannya langsung menampik tangan Baekhyun yang sedang melambaikan tangannya di depan muka Hangeng.

"Hehe mian ahjussi. Lagipula dari tadi kami panggil ahjussi hanya diam dan melamun saja. Aku kan takut kalau nanti tiba-tiba ahjussi kerasukan karena kebanyakan ngelamun." Baekhyun langsung menciut ketika melihat Hangeng yang sedang memandangnya tajam.

"Kau ini benar-benar ya bikin darah tinggi saja. Sudah sana cepat kembali ke kelas." Ujar Hangeng mengusir Baekhyun.

"Lalu bagaimana dengan kami?" Jongdae dan Minseok yang sedari tadi diam memperhatikan pun mulai membuka mulutnya.

"Aigoo! Aku sampai lupa dengan kalian, mian ne. Minseok kau akan masuk kelas 3-a , sedangkan Jongdae akan masuk kelas 2-b. Jadi sekarang kalian bisa memasuki kelas kalian karena ini sudah sangat telat untuk jam mata pelajaran pertama."

Minseok, Jongdae, Baekhyun, dan D.O pun pamit pada Hangeng lalu keluar dari ruangan tersebut untuk mencari kelas Minseok dan Jongdae.

"Jongdae kau kelas 2-b kan? Berarti kau akan satu kelas denganku dan Baekhyun. Ayo kita ke kelas sekarang." Ajak D.O pada Jongdae yang dibalas anggukan oleh Baekhyun.

"Tapi bagaimana dengan Minseok Eonni?" Jongdae menatap Minseok khawatir juga takut.

"Tenang saja, Eonni bisa mencari kelas Eonni sendiri ko. Lebih baik kau pergi ke kelas sekarang bersama D.O dan Baekhyun." Minseok menepuk pundak Jongdae lembut lalu menatap D.O dan Baekhyun.

" Baekhyun, D.O Aku titip Jongdae ne." Setalah mengatakan itu pada Baekhyun dan D.O pun Minseok pergi meninggalkan mereka untuk mencari kelasnya.

"Hati-hati Eonni, kalau tersesat hubungi aku ne." Teriak Jongdae ketika melihat Minseok mulai menjauh dan dibalas anggukan kecil oleh Minseok sebelum akhirnya mereka bertiga pergi ke kelasnya.

.

.

.

.

Minseok terus berjalan di koridor sekolah yang sepi itu, karena sekarang adalah jam pelajaran. Minseok terus berjalan sampai akhirnya dia melihat papan yang bertuliskan 3-a , lalu mulai mempercepat jalannya dan berhenti tepat di pintu kelas yang dia yakinini sebagai kelas 3-a.

Minseok menghembuskan napasnya kecil guna menenangkan perasaannya yang tiba-tiba menjadi gugup. Setelah Minseok merasa sedikit tenang dia pun mencoba untuk mengetuk pintu tersebut sebelum sebuah suara dari belakang membuat dirinya mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu.

"Hei, apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya seorang namja itu heran.

Minseok membalikan badannya dan langsung membelalakan matanya kala melihat seorang namja yang ternyata adalah Luhan sedang mentap dirinya dengan tangan kiri yang berada di kantung celananya dan satu tangan lagi memegang almamater sekolahnya yang disampirkan dibahu kananya, juga kemeja sekolah yang dikeluarkan dan jangan lupakan rambut depannya yang sekarang dinaikan keatas membuatnya terlihat sangat tampan. Berbeda dengan tadi pagi ketika namja itu terlihat sangat rapi.

"Hei, kenapa kau diam saja? Kau mendadak bisu ya? Atau kau terpesona olehku yang tampan ini?" Ujar Luhan percaya diri, lalu mulai berjalan mendekati Minseok dengan sebelah alis yang dinaikan seolah tengah menggoda Minseok.

Minseok tetap diam tak menjawab, masih menatap Luhan yang sedang berjalan mendekatinya. Minseok tidak tahu mengapa dirinya menatap Luhan sampai sebegitunya seolah dia sedang terpesona oleh ketampanan namja tersebut apalagi dengan gayanya yang bad boy itu. Sepertinya Minseok benar-benar terpesona oleh Luhan.

"Ya! Kau tidak benar-benar bisu kan?" Tanya Luhan lagi ketika Minseok tidak kunjung menjawab, bahkan membuka mulutnya sedikitpun saja tidak.

"Ke..Kenapa K..Kau terlihat sangat tampan?" Tanya Minseok ambigu. Luhan menaikan kedua alisnya bingung sedangkan Minseok langsung menutup kedua mulutnya ketika dia sadar dengan apa yang dia ucapkan.

"Ma..Maksudku i..itu kenapa kau terlihat sangat berantakan? Kau itu murid atau preman sih?" Elak Minseok sambil mengalihkan pandangannya kearah lain, menghindari kontak mata dengan Luhan, karena dia takut Luhan melihat wajahnya yang ia yakini sudah memerah karena malu.

Luhan tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai tipis melihat Minseok yang salah tingkah, dia juga dapat melihat wajah Minseok yang memerah karena malu.

"Akhirnya kau menyadari juga bahwa aku ini tampan. Sudahlah tidak perlu malu seperti itu."

Luhan menatap Minseok yang sekarang tepat berada dihadapannya lalu menarik lembut dagu Minseok agar wajah Minseok terlihat olehnya dan mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Minseok.

"Kau tahu? Kau terlihat sangat imut apabila sedang malu, membuatku ingin memakanmu saja." Luhan berbisik pelan tepat di samping telinga Minseok yang sekarang sudah mematung karena perbuatan Luhan. Luhan pun mulai menjauhkan wajahnya dari wajah Minseok, dan mulai tersenyum kecil kala melihat wajah Minseok yang sudah memerah padam seperti tomat yang sudah matang itu.

"Jadi apakah sekarang kau sudah mulai suka padaku?" Goda Luhan pada Minseok yang sekarang sudah tersadar itu.

"Tidak akan pernah!"

Minseok menginjak kaki Luhan dengan kuat dan langsung berbalik menjauhi Luhan yang sedang mengelus kakinya seraya meringis kesakitan itu dan mulai mengetuk pintu ruangan yang berada di depannya.

TOK TOK TOK

Tak lama terbukalah pintu ruangan kelas 3-a itu, memperlihatkan sosok yeoja paruh baya yang sangat anggun menurut Minseok.

"Permisi. Saya Kim Minseok murid baru pindahan dari Amerika." Jelas Minseok ketika dia melihat raut wajah kebingungan dari yeoja paruh baya itu.

"Oh jadi kau murid baru itu. Silahkan masuk dan perkenalkan dirimu." Balas yeoja itu lalu mulai membawa Minseok masuk untuk meperkenalkan dirinya, tapi baru selangkah berjalan yeoja paruh baya itu membalikan tubuhnya dan menatap Luhan.

"Luhan kau juga cepat masuk! Dan apaan penampilanmu itu? Berantakan sekali ! Cepat sana rapihkan seragammu " Perintah yeoja itu pada Luhan.

"Ne Chullie seonsae." Jawab Luhan malas lalu melangkahkan kakinya dengan santai untuk kembali ke tempat duduknya seraya memakai jas almamater sekolahnya.

"Ya! Panggil aku jika di sekolahan Luhan." Omel yeoja yang bernama Wu Heechul itu naun sepertinya omelan tersebut hanya dianggap angin lalu oleh Luhan, membuat Heechul berdecak kesal.

"Aigoo! Aku lupa kalau ada kau disini. Mian ne, Luhan memang orang yang seperti itu. Ayo kita masuk sekarang." Heechul menatap Minseok yang tadi sempat terlupakan itu dengan tatapan menyesal dan mulai kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas itu meninggalkan Minseok yang sedang berdiri mematung di depan pintu kelas.

'Jadi Luhan itu murid kelas 3-a? itu artinya aku akan kelas dengannya? SATU KELAS DENGAN RUSA PENDEK JUGA MESUM? Ya Tuhan apa salahku sampai kau memberikanku cobaan seperti ini!' Batin Minseok merana, dia tidak bisa membayangkan dan tidak pernah mingin membayangkan bagaimana nanti nasibnya jika dia satu kelas dengan Luhan.

"Perhatian semuanya! Hari ini kita kedatangan teman baru, dan dia pindahan dari Amerika. Sekarang perkenalkan dirimu Minseok-ssi." Heechul mempersilahkan Minseok untuk memperkenalkan dirinya di depan kelas.

Minseok pun mulai melangkah masuk ke dalam kelas dan berdiri tepat dihadapan para murid yang sedang memperhatikannya dengan pandanga yang berbeda-beda.

"Annyeonghaseyo yeorobun. Kim Minseok imnida, bangapseumnida. Semoga kita bisa berteman dengan baik. Mohon bantuannya." Sapa Minseok seraya membungkukan badannya sopan.

Tepat setelah Minseok memperkenalkan dirinya, suasana kelas yang tadi sunyi mendadak ricuh karena suara siulan dari beberapa namja dan juga bisikan-bisikan dari yeoja yang berada di kelas 3-a tersebut.

TRAKK

Suasana kelas mendadak hening ketika Heechul memukulkan sebuah penggaris panjang pada papan tulis.

"Tolong jangan ribut. Kalau ingin bertanya silahkan angkat tangan kalian dan bertanyalah,sebelum pelajaran saya lanjutkan." Tegas Heechul.

Seorang yeoja dengan name tag Sulli mengangkat tangannya, setelah melihat Heechul mengangguk sulli pun bertanya pada Minseok.

"Katanya kau pindahan dari Amerika tapi kenapa kau lancar berbahasa Korea?"

"Sebenarnya aku orang Korea tapi ketika berumur 12 tahun aku pindah ke Amerika, dan baru kembali lagi beberapa hari yang lalu." Jawab Minseok yang dibalas anggukan oleh Sulli.

"Ada yang ingin bertanya lagi?" Tanya Heechul.

Kali ini seorang namja dengan name tag Lee Howon mengangkat tangannya dan mulai bertanya pada Minseok.

"Berapa nomor ponselmu? Apa kau sudah punya pacar? Kalau belum punya kau bisa menjadi pacarku, aku masih single ko." Ujar Howon tanpa dosa.

Seisi kelas mulai menyorakinya ada juga yang tertawa karena tingkahnya, dan itu membuat kelas semakin ramai saja. Tapi ternyata ada seorang yeoja yang hanya diam saja dan terus memperhatikan gerak-gerik Minseok yang sedang berdiri di depan sambil tersenyum kecil karena pertanyaan aneh dari murid yang bernama Howon tadi, dan tak lama terlihat yeoja itu tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai tipis.

"Harap tenang semuanya jangan berisik. Minseok kau bisa duduk dengan Luhan mulai sekarang." Titah Heechul. Dan Minseok berharap bahwa telinganya kini sedang bermasalah.

"Dengan Luhan?" Tanya Minseok memastikan, berharap bahwa Heechul menjawab dengan gelengan kepala.

"Iya dengan Luhan, karena hanya bangku itu yang kosong." Jawab Heechul sambil menganggukan kepalanya meyakinkan.

Bolehkan Minseok berharap kalau saat ini dia sedang mendadak tuli karena mendengar jawaban yang sangat tidak diharapkan oleh Minseok. Lagipula kalau boleh memilih lebih baik Minseok duduk di lantai daripada duduk dengan RUSA PENDEK YANG MESUM itu.

'Sepertinya mulai saat ini kehidupanku selama di sekolah akan sangat tidak menyenangkan.' Batin Minseok lesu.

.

.

.

.

Kini Jongdae, D.O , dan Baekhyun berdiri tepat di depan pintu kelas 2-b. Sepertinya di kelas ini tidak ada guru karena Jongdae, , D.O , dan Baekhyun dapat mendengar suara ribut yang berasal dari dalam kelas 2-b itu.

"Sepertinya tidak ada guru." Gumam Baekhyun. Baekhyun pun mengetuk pintu yang ada di depan mereka.

TOK TOK TOK

Tak lama terbuka lah pintu tersebut dan menampilkan sesosok namja tinggi yang memandang mereka terkejut atau lebih tepatnya memandang Jongdae terkejut.

"Eoh Jongdae chagy? Apa yang sedang kau lakuakn disini? Kau merindukanku ya? Padahal baru aku tinggal sebentar saja, kau sudah merindukanku seperti itu."

Namja tinggi yang ternyata adalah Chanyeol berujar dengan penuh percaya diri, membuat D.O dan Baekhyun memutar bola matanya malas melihat tingkah Chanyeol, sedangkan Jongdae hanya menatap Chanyeol polos.

"Ya ampun Chan-ie please deh, kau jangan terlalu percaya diri seperti itu. Jongdae itu kesini karena mulai sekarang dia akan masuk kelas 2-b. Dan apa itu panggilan chagy? Memang kau sudah berpacaran dengan Jongdae?" Balas Baekhyun malas, D.O hanya menganggukan kepalanya setuju dengan apa yang Baekhyun katakan.

"Lagipula ngapain juga Jongdae rindu sama kamu? Seperti tidak ada kerjaan lain saja. Benar kan Jongdae?" Tambah D.O seraya meminta persetujuan Jongdae.

Jongdae yang tidak mengerti apa yang sedari tadi mereka bicarakan hanya menganggukan kepalanya saja, membuat Chanyeol memasang wajah muram seketika. Namun wajahnya kembali cerah ketika mendengar apa yang tadi Baekhyun katakan.

"Jinjja? Jongdae masuk kelas 2-b?" Tanya Chanyeol seraya menatap mata Baekhyun dan D.O tak percaya.

"Iya." Jawab Baekhyun dan D.O singkat.

Chanyeol langsung berlari ke depan kelas lalu memukul papan tulis dengan kencang, membuat kelas hening seketika dan perhatian seluruh murid kelas 2-b teralihkan padanya.

Chanyeol berdeham sebentar ketika melihat seluruh murid yang sedang memperhatikannya.

"Ehem.. Yeorobun mulai sekarang akan ada murid baru di kelas kita." Ujar Chanyeol lalu segera menarik Jongdae masuk ke dalam kelas.

"Namanya Kim Jongdae, baru pindah dari Amerika beberapa hari yang lalu." Tambah Chanyeol.

Setelah Chanyeol memperkenalkan Jongdae kelas yang tadinya hening menjadi ribut seketika karena para namja banyak yang menggoda Jongdae, sedangkan para yeoja hanya menatap Jongdae iri karena dia diperkenalkan langsung oleh Chanyeol –salah satu pangeran sekolah- dan jangan lupakan tangan Chanyeol yang menggenggam tangan Jongdae erat membuat para yeoja saling berbisik iri.

D.O dan Baekhyun yang di tinggal di depan kelas pun langsung masuk ke dalam kelas yang sangat berisik itu dan berdiri di samping Jongdae seraya menatap seluruh murid kelas 2-b. Kelas pun mendadak hening lagi ketika dua yeoja yang termasuk dalam geng EXO itu -Baekhyun dan D.O- yang berdiri di samping Jongdae.

"Mulai saat ini kalian tidak boleh mengganggunya karena hari ini dia resmi menjadi bagian dari EXO!" Jelas Baekhyun seraya menatap seluruh murid yang menampilkan ekspresi terkejut dan tak percaya, seketika itu pula terdengar bisikan tak percaya dari seluruh murid kelas 2-b.

"Bagaimana mungkin yeoja itu dapat bergabung dalam EXO?"

"Apa aku salah dengar? Itu tidak mungkinkan?"

"Sepertinya sangat tidak mungkin untuk mendekati yeoja baru itu kalau ternyata dia adalah anggota EXO."

"Bukankah dia yeoja yang tadi pagi bersama Chanyeol oppa dan Luhan oppa? Jangan-jangan yeoja yang satu lagi itu juga bagian dari EXO juga?"

"Maksudmu dua yeoja yang bersama Chanyeol oppa dan Luhan oppa itu sekarang menjadi bagian dari EXO?"

"Kurasa seperti itu."

Kurang lebih seperti itulah bisikan para namja maupun yeoja yang dapat Chanyeol, Jongdae, D.O juga Beakhyun dengar. Dan tanpa perduli apapun lagi Bakhyun dan D.O menarik Jongadae untuk segera duduk di tempat barunya yang juga diikuti oleh Chanyeol.

"Nah mulai sekarang kau duduk denganku disini. Lalu didepan kita ada D.O dan Chanyeol yang duduk sebangku juga." Jelas Baekhyun ketika mereka sudah sampai di tempat duduk paling pojok dekat dengan jendela. Sedangkan Jongdae hanya mengangguk patuh saja.

"Kalau kau perlu bantuan bilang saja pada kami tidak perlu sungkan ne? Karena sekarang kau bagian dari EXO berarti kita juga sahabat." Tambah D.O.

"Gomawo." Balas Jongade sambil tersenyum tulus membuat Baekhyun, D.O dan Chanyeol ikut tersenyum.

Tanpa mereka sadari ada dua orang yeoja yang sedang menatap Jongdae tak suka.

"Tidak akan aku biarkan yeoja itu bahagia selama di sekolah ini!" Gumam salah seorang yeoja dan dibalas anggukan oleh temannya lalu dua yeoja itu menyeringai tipis tanpa ada seorang pun yang tahu niat mereka.

.

.

.

.

TBC

Akhirnya bisa update juga…

gimana dengan Chapter 4 nya ? Bagus atau jelek nih? Maaf ya kalau ceritanya ngebosenin.

Maaf juga kalau updatenya terlalu lama soalnya kan bantuin mamah bikin kue maklum udah mau deket-deket lebaran jadi banyak pesenan kue haha. Terus juga saudara udah pada main kesini jadi sekalinya ada waktu buat ngetik ff eh pasti ada aja yang gangguin dan ngajakin main hehe dan berakhirlah dengan ff nya saya tunda dan milih main hehe maklum kan ketemunya jarang jadi lebih milih main sama saudara daripada ngetik ff #Plakk . Sekali lagi maaf ya *bow*

Oke langsung aja Seokie mau ngucapin terima kasih buat :

nandaXLSK9094, , dumb-baby-lion, hunexohan, luckygirl91, Kimmie179, FebriKim, LuBaekShipper, NunaaBaozie, Babychennie, sintia985, MinYeolKook.

Yang udah mau ngereview dan nagsih Sokie saran , juga buat yang udah nge'follow dan favorite makasih ya. Jangan pernah bosen buat baca dan review ff ku ini ya hehe.

Dan seperti biasa buat SIDER Seokie harap kalian mau ninggalin jejak di chapter ini.

Oke akhir kata Seokie ucapkan terima kasih *Bow*