Pertama - tama... Maafkan aku yang sudah lama tidak mengupdate chapter untuk cerita ini. Silakan menikmati chapter baru ini ^_^

Dan untuk info.. Aku mencoba menambahkan momen yang tidak ada di lagu tetapi dari imajinasi sendiri, untuk menambah bumbu - bumbu romantis~

Maafkan aku bila Skye OOC~ *sujud* Enjoy~ RnR?


Skye's POV :

Setelah sampai rumah dengan cara berlari secepat quick silver dari avenger, aku pun segera menuju kamar dan membuka laptop. Aku segera membuka go*gle chr*me, dan mengetik website go*gle.

"Aku harus cari – cari info tentang dia, agar aku bisa mendekatinya lebih mudah~ Tidak ada yang bisa menolak kegantenganku ini." Kataku berbicara sendiri dengan lantang (kege-eran kau Skye).

Aku pun mengetik nama lengkap Claire, dan muncul beberapa daftar – daftar data dari blog – blog fans, sampai w*kipedia pun ada. Aku pun tersenyum lebar lalu membuka beberapa new tab dimulai dari gambar – gambar foto saat dia menyanyi, menjadi foto cover majalah, sampai akhirnya data – data profil lengkap Claire.

"Yes! Aloha hoe my lovely girlfriend- to be data~ 3".

Aku pun mulai membaca data – data profil Claire, dan segera mencatat data – data yang penting dari profilnya.

Nama : Claire Megurine.

Umur : 16 tahun

Status : single

Pekerjaan : penyanyi, murid SMU.

Hobby : berkebun, membaca novel, memasak, menyanyi.

Makanan favorit : Cream Stew, Waffle, Chocolate cake.

Minuman Favorit : Jus strawberry, Teh, Susu.

Tipe cowok disukai : rahasia~ 3

"Hmm... Sial, ternyata tipe cowoknya rahasia. Bagaimana caranya aku tahu, kalau tidak ada data tentang tipe cowok kesukaannya!" Aku berteriak sambil mengacak – ngacak rambutku dengan kesal.

Aku menghela nafas, dan mengambil tasku lalu mengeluarkan buku PR matematika, dan PR Sejarah. Selama mengerjakan, aku menyetel lagu Claire dari website yo*tube. Suaranya yang merdu bagaikan suara malaikat menenangkan emosiku dan bisa membuatku lebih berkonsentrasi. Kenapa aku tidak pernah menyadarinya selama ini, bahwa ada gadis cantik dan bersuara merdu. Akh! Bodohnya aku!

Aku pun menyelesaikan dua PR dengan mudah dan cepat seperti memakai pensil ajaib milik doraemon (wut?). Aku pun tetap mencari – cari data info tentang Claire, terutama tentang tipe pria kesukaannya. Tetapi hasil yang kudapat... Nihil. Aku menghela nafas, lalu membuka diary blogku. Baiklah, memang ini aneh... Tetapi aku suka menulis diary di blogku, dan tentu saja banyak fans – fans ku membaca diary tersebut dan memberi comment. Aku tidak keberatan mereka membacanya, karena tidak ada rahasia gelap yang aku sembunyikan hohoho~.

Aku pun mulai mengetik kegiatan – kegiatan di pagi hari, dan momen bertemu dengan Claire. Aku menulis momen bertemu dengannya dan berbicara dengannya secara detail. Saat sedang ingin mempublish, tiba – tiba handphoneku berdering, menandakan ada sms. Aku segera mempublish blog baruku dan melihat pesan yang ternyata dari Cliff sebelum aku mulai membuka smsnya.

"Hey, Skye. Aku punya sesuatu data yang menarik untukmu lho~~

Cliff."

Aku menaikkan satu alisku, dan membalasnya dengan cepat.

"Data menarik apa? Gratis kah?

Skye."

Tanpa menunggu lama, balasan dari Cliff muncul dan aku segera membuka smsnya.

"Tentu saja tidak gratis! Sebab ini adalah informasi penting yang aku dapat forum – forum fans yang tersembunyi! Ingin tahu apa itu~?

Cliff."

Aku mengerutkan kening dan menghela nafas. Cliff, ingin sekali aku menampar mulut dramatismu pakai harisen nak...

"Beritahu aku.

Skye."

Aku pun menaruh handphoneku ke ranjang sebelum menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti baju. Sepuluh menit kemudian, aku pun keluar dengan memakai piyama abu – abu dengan handuk masih di kepala. Aku duduk di atas ranjang setelah mengambil handphone yang menampilkan adanya pesan baru. Semoga Cliff mendapatkan info yang bagus karena kalau ternyata tidak bagus... Akan kutagih uang untuk beli pulsa.

"Data yang kudapat adalah~~~~ DUN DUN DUUUNNN~~! Nomor Claire Megurine~! :D :D

Cliff."

Aku yang membaca isi pesan tersebut merasakan bahwa mataku ingin keluar dari kepala, dan mulutku menganga lebar. Bagaimana caranya dia bisa dapat nomornya! Aku pun segera membalas sms tersebut tentang nomor Claire, dengan bayaran aku akan membelikan dia banyak wine, dan membelikan dia fried rice, serta membayar 5000 gold untuknya. Setelah sepuluh menit yang menyiksa bagaikan neraka, handphoneku pun berdering dan dengan cepat bagaikan petir, aku pun membuka isi sms baru darinya.

"Baiklah, aku terima tawaranmu. Tepati janjimu itu 'grandpa' muhahahaha~~ ini nomornya :

08-xxx-xxxxx.

Cliff"

Aku pun melompat – lompat di ranjang bagaikan anak kecil yang berbahagia mendapatkan mainan. Aku segera bilang terima kasih, dan menyimpan nomornya dengan cepat. Aku melihat jam di handphone masih menunjukan jam setengah Sembilan malam, aku menarik nafas dalam – dalam sambil melihat nomor Claire.

"Hmm... Telepon... Tidak... Telepon... Tidak..." Pikirku sambil memainkan tombol handphone. "Hmm... Telepon!" Aku pun langsung memencet tombol telepon hijau dengan tegas. Here goes nothing...

Tuuut... Tuuut... Tuuut... (ini bukan suara kentut, tenang saja hohoho~)

"Halo?"

Aku pun terdiam karena shok, suara ini... Claire! Ini benar – benar nomornya! Oh Spring goddess! Terima kasih telah memberiku keberuntungannn! Aku pun berusaha menenangkan diri, dan segera membalas sapaannya.

"Halo nona cantik~ masih ingat denganku?" Tanyaku dengan nada menggoda.

"Siapa ya?" Tanyanya dengan nada bingung.

Aku menghela nafas dramatis (pikirkan Skye lagi bermain drama telenopela) "Ohh~ Sedihnya aku, kamu telah melupakanku. Pangeran berambut putihmu ini~" Jawabku.

"... Ah! Si grandpa Skye!" Jawabnya sedikit berteriak. Aku tidak tahu harus senang apa tidak saat dia mengingatku tetapi memanggilku grandpa... Setua itu kah aku...

"Bagaimana kamu tahu nomor handphoneku?" Tanyanya bingung.

"Aku mendapatkannya dari website go*gle~ ternyata ada forum fans yang cukup tersembunyi dan memiliki data yang cukup lengkap~" Jawabku sedikit berbohong.

Claire menghela nafas, dan tertawa kecil. Sungguh indah dan manis sekali tawa kecilnya itu~.

"Lalu... Ada perlu apa kamu meneleponku, grandpa?" Tanyanya menghela nafas pelan.

"Uhmm... Aku ingin bilang suaramu indah sekali Claire. Aku menyukainya, apa lagi saat kamu menyanyi. Sungguh seperti malaikat yang jatuh dari surga~ (lebay!) Jawabku berbunga – bunga. "Aku akan setiap hari mendengar lagu – lagumu itu! Aku tidak akan bosan!" Kataku dengan riang.

"Hahaha... Dari pada setiap hari mendengar laguku yang bisa beresiko membuatmu tuli apa lagi mendengarnya dengan volume keras... Sebaiknya kamu cari kerja sana."

"Hey, aku ini masih muda Nona. Mana boleh kerja." Jawabku sambil tiduran di atas ranjang.

"Kamu kurang lebih mestinya sudah berumur 17 tahun, dan itu sudah bisa bekerja sebagai part-timer. Jadi carilah kerja untuk mengisi waktu, dari pada tidak ngapa – ngapain dan hanya mendengar lagu." Omelnya, tetapi menurutku omelannya itu sungguh manis.

"Hahahaha! Tenang saja, tanpa kerja aku pun masih bisa bertahan hidup. Nona manis~!" Jawabku riang, dan dibalas dengan tawa kecilnya yang merdu.

"Dasar pemalas. By the way... Aku membaca blog diarymu itu."

"Oh, ternyata kamu baca juga~! Bagaimana menurutmu, nona?" Tanyaku senyum – senyum.

"Yah... Cukup bagus. Tapi... Lebay, bisa – bisanya kamu menambah dialog – dialog pembicaraanku dengan kamu, bahkan pada beberapa tambahan baru yang tidak pernah ada dalam pembicaraan tadi sore." Jawabnya, dan aku pun tertawa.

"Terima kasih atas komenmu, sayang~. Aku senang mendengarnya." Kataku dengan nada menggoda. "Bagaimana kalau kita bicarakan beberapa hal seperti tentang diary blogku atau tentang dirimu nona?"

"Hmmm... Sepertinya tidak bisa malam ini, sebab aku harus tidur lebih awal untuk sekolah besok, dan aku juga ada pemotretan serta rekaman besok." Jawabnya sambil menghela nafas.

"Kalau begitu, kita bertemu di kelas! Kita akan berbicara banyak hal disana!" Kataku bersemangat. "Dan jangan menolak, sebab jika kamu menolak, aku akan terus mengejarmu seperti tadi bahkan sampai ujung langitpun akan terus kukejar~" Kataku lantang dan bersemangat.

Aku mendengar Claire tertawa setelah dia mendengar jawabanku. Aku merasakan hatiku berdebar – debar saat mendengar tawanya. Apakah ini CINTA...?

"hahahahaha~ Baiklah, baiklah. Kalau begitu, aku akan menunggumu di kelas. Grandpa..." Katanya, dan aku tersenyum.

"Aku janji tidak akan terlambat~! Tunggulah aku disana, nona maniiiss~~!" Kataku berbunga – bunga.

Claire tertawa kecil, "kalau begitu, aku tidur dulu. Selamat malam... Skye." Dan dia pun langsung memutuskan kontaknya.

Aku terdiam dengan muka memerah, apa aku tidak salah dengar... Dia memanggilku... Skye!

"Yahooo~~! Yes!"Aku berteriak senang, dan langsung bersiap untuk tidur, tidak sabar menanti hari esok.

Claire's POV

Aku pun tiduran di atas ranjang, setelah menaruh handphoneku di atas meja lampu. Mukaku memerah, aku sungguh bodoh! Bodoh! Bodoh! Kenapa aku bisa dengan santainya memanggil namanya. Aku mengubur diriku sendiri dengan selimut dan bersiap untuk tidur. Selama aku menutup mata, aku berpikir...

'Mengapa jantungku berdebar – debar... Apakah ini... Cinta..."