Hellow readers! New chap up! Selamat membaca dan jangan lupa review yaa ^^
Chanyeol, sehun, kai = namja
Baekhyun, luhan, kyungsoo = yeoja
.
.
Chanyeol duduk dengan gelisah. Sama sekali ia tidak memperhatikan pelajaran guru lee. meski sesungguhnya chanyeol memang tidak pernah memperhatikan pelajaran. Chanyeol menyobek kertas dari buku tulisnya. Penanya bergerak – gerak. menulis sesuatu diatasnya.
'kau benar byun baekhyun? perempuan yang dua tahun lalu aku cintai?'
Dengan hati – hati chanyeol menempatkan kertas itu dimeja baekhyun. menggesernya pelan tepat dibawah dagu baekhyun. alis baekhyun bertaut. Merasa ada sesuatu yang mengganggu konsentrasinya. Baekhyun melirik surat kecil dari chanyeol. Membacanya dalam hati tanpa menyentuh bahkan menggerakkan kepalanya. Chanyeol tahu baekhyun membacanya. Ia sangat berharap baekhyun membalasnya. Namun sedetik kemudian harapannya pupus. Baekhyun meniup surat chanyeol hingga terbang dan jatuh dari meja baekhyun.
'sial!' umpat chanyeol dalam hati.
= 16.00 =
Jam sekolah mereka telah usai. Saatnya semua murid berhamburan keluar dari gedung sekolah menuju rumah mereka masing – masing.
"baekhyun pulang dengan siapa?"/"baekhyun arah pulangmu kemana?" dua perempuan mengerubungi baekhyun. bukannya baekhyun tidak suka kondisi seperti ini. tapi ia lebih suka sendiri.
"aku pulang sendiri naik bus." Balas baekhyun seadanya.
"ayo pulang bersama. Aku dan Luhan juga naik bus." Baekhyun tersenyum tipis. Kepalanya mengangguk dan entah sejak kapan luhan melingkarkan tangannya di lengan kanan baekhyun.
.
.
"ssttt kubilang jangan berisik, bodoh!"
"hey, chanyeol! Kenapa harus repot - repot naik bus, sih? Bagaimana nasib mobilmu di halaman parkir sekolah?"
"aku sudah menitipkannya pada satpam." Chanyeol, kai dan sehun kini sibuk menguntit baekhyun. chanyeol ingin tahu dimana baekhyun tinggal sekarang. Dan memastikan baekhyun tidak dilecehkan laki – laki didalam bus. "Besok aku berangkat naik bis dan pulang bersama baekhyun naik mobil." Kai dan sehun saling berpandangan. Menahan tawa yang hampir saja meledak.
"lihat senior kita ini sangat percaya diri. Haha. Berani taruhan? Baekhyun tidak akan mau diajak pulang bersama besok." Kai menyeringai.
"aaargh sial! Kau mengatakannya duluan. Baiklah aku bertaruh 1000 won baekhyun mau diajak pulang chanyeol." Muka sehun masam.
"what the hell. 50.000 won." Seru kai tidak terima.
"brengsek. Deal!"
.
.
Chanyeol berbaring diranjang besarnya. Hanya menggunakan celana pendek hijau army selutut dan bertelanjang dada. Habis mandi mungkin. Kamarnya sungguh berantakan. Poster wanita – wanita seksi tertempel di hampir seluruh dinding kamarnya. Selimut yang tidak dilipat tergeletak malang didepan pintu kamar mandi. Handuk setengah lembab tersampir di sandaran kursi belajar chanyeol. Yah. Chanyeol memiliki kursi dan meja belajar. Sesungguhnya hanya judulnya saja meja dan kursi belajar.
Ia mengotak – atik daftar kontak di handphone nya. Nomor telepon baekhyun masih ia simpan dengan nama yang sama seperti dua tahun lalu 'baekki({})' tapi ia tidak yakin apa nomor telepon itu masih aktif atau tidak. Chanyeol ragu untuk menghubunginya. Terlalu malu dan merasa bersalah. Chanyeol ingin meminta maaf. Tapi tidak tahu bagaimana caranya. Dua tahun lalu saat ia kepergok habis melakukan sex dengan seorang perempuan, Saat itu juga ia meminta maaf pada baekhyun. berlutut dihadapan kekasihnya sambil memohon mohon. Tapi baekhyun tidak menangis. Baekhyun hanya menggigit bibirnya dengan alis yang bertaut. Chanyeol benar-benar bingung ada perempuan sekuat itu didunia. Melihat ia bermain cinta tapi baekhyun tidak menangis bahkan tidak ada setetes airmata dipelupuk matanya. Kehabisan kata kata untuk memohon baekhyun langsung meninggalkannya tanpa sepatah katapun. Sampai sekarang.
Ia teringat bahwa ia sempat menggunakan line untuk berkomunikasi dengan baekhyun. aplikasi yang sudah berapa lama ia tidak sentuh itu kini ia buka kembali. Jika memungkinkan, akun line chanyeol sudah bersarang laba laba dan ada banyak hantu didalamnya.
"ah..dimana kontaknya…baekhyun..baekhyun…" ibu jarinya bergerak keatas. Mencari nama baekhyun dari daftar temannya. "gotcha!" chanyeol menekan foto profile baekhyun. fotonya baru. Sama seperti wajahnya sekarang. Dengan demikian akun line baekhyun pasti masih aktif sampai sekarang. Buru – buru chanyeol mengubah foto profil nya. Memilih milih foto dirinya yang paling tampan. "im back!" chanyeol menyeringai. Dibukanya chat room baekhyun. ibu jarinya bergerak mengetik beberapa huruf di layar handphonenya.
'baek' –dibaca 19.10-
Chanyeol luar biasa gembira. pesannya dibaca oleh baekhyun tidak lama setelah ia mengirimnya. Berguling diranjang kekanan dan kekiri meluapkan rasa senangnya. Chanyeol berharap banyak baekhyun akan membalasnya sehingga ia menunggu. Mungkin baekhyun sedang mengetik atau berpikir balasan apa yang terlihat manis untuk dirinya.
Chanyeol menunggu
Menunggu
Menungguu
Masih menunggu
Meski sedikit panas tetap menunggu
Tetap menunggu
= 21.15 =
"AAARRRGGHHHHH! AKU BISA GILAAA, BYUN BAEKHYUUUNNN BALAS LINE KUUUU!"
.
.
= keesokan harinya =
Chanyeol menghampiri bangkunya. Meletakkan tas sekolahnya asal lalu disusul pantatnya yang mendarat kasar di bangkunya.
"byun baekhyun, kenapa tidak membalas pesanku?" chanyeol mencondongkan badannya kebangku baekhyun. Yang ditanya hanya diam. Sibuk menyisir rambutnya yang panjang bergelombang sambil menatap kaca. "hey, byun baekhyun." chanyeol meninggikan sedikit nadanya. Baekhyun tidak berhenti menyisir dan tidak merubah ekspresinya. "baekki." Sekali lagi chanyeol memanggil baekhyun. panggilan kesayangannya untuk baekhyun dulu. Nadanya melembut. Dan sukses membuat baekhyun menghentikan kegiatannya. Sisir yang ia pegang diletakkan di laci meja. Ia menutup kacanya lalu menoleh kearah chanyeol. Raut mukanya datar. Sama sekali tidak tertarik.
"jangan sebut aku dengan panggilan itu lagi. Atau aku akan meninju tepat dimukamu dan menanggalkan seluruh gigi bodohmu." Baekhyun berdiri. Bersiap meninggalkan chanyeol yang mematung karena kalimat baekhyun yang menurutnya sedikit kasar untuk baekhyun ucapkan. Baekhyunnya yang dulu sangat manis dan manja terhadap dirinya. Melihat pujaannya pergi, Chanyeol ikut berdiri.
"baekki." Baekhyun berhenti melangkah. Punggungnya berbalik. Berjalan menghampiri chanyeol dengan langkah yang begitu mantab dan raut muka yang sulit diartikan. Baekhyun berhenti tepat dihadapan Chanyeol. Chanyeol sempat selangkah mundur melihatnya. Dan secara tiba – tiba baekhyun mengarahkan tinjunya ke hidung chanyeol.
"beruntung gigi bodohmu tidak tanggal. Paling tidak hidungmu berdarah." Panic mendengar kata 'darah' chanyeol segera menyentuh bawah lubang hidungnya. Benar. Dijarinya berbekas darah. Baekhyun yang sekarang sangat mengerikan. Sedangkan teman – teman sekelasnya berbisik bisik mengenai keduanya.
.
.
"well well well, apa kau baru saja kena timpuk penghapus guru bahasa inggris tepat dihidungmu?" ucap sehun dengan lollipop bersarang dimulutnya.
"aku kena tinju."
"kena tinju guru bahasa inggris?!" sehun dan kai berseru bersamaan.
"baekhyun."
"what!"/"hell!" kai dan sehun mendekati chanyeol. Keduanya dengan seksama mengamati hidung sahabatnya.
"itu pasti sakit."/"sangat kuat untuk ukuran perempuan sekecil dia."
"dia sangat berubah. Mengerikan. Tidak seperti dulu." Chanyeol berbaring dirumput. Menempatkan kepalanya diatas tangannya yang dijadikan bantal.
"kau ini bodoh atau apa? Jelas saja berbeda. Dulu kau pacarnya. Sekarang kau bajingan." Kalimat kai ada benarnya di otak chanyeol.
"tidak. Menurutku dulu aku adalah bajingan. Bermain perempuan dan menghianati baekhyun. tapi setelah kejadian itu entah ini kutukan atau hidayah, aku berhenti bermain perempuan. Perasaan dan logikaku penuh dengan byun baekhyun."
"ohh so sweet~" ucap sehun dan kai menggoda.
"ayo kekantin. Perutku lapar setelah mendengar cerita sedih chanyeol yang begitu menguras emosi. Siapa tahu aku bisa dapat pacar disana." Sehuun berdiri. Membersihkan rumput dan tanah dari celananya.
.
.
"yeeahh! Jjajangmyeon~ selamat makan" sehun mengaduk-mengaduk mi dihadapannya. Chanyeol sibuk mengunyah permen karet sambil mengedarkan pandangannya sekitar.
"oh! Bukankah itu..baekhyun?" ucap kai memicingkan matanya. Buru – buru chanyeol dan sehun menolehkan kepalanya. Matanya berakomodasi maksimal. Maklum chanyeol seorang miopi. Sedangkan sehun ia sibuk mengunyah dengan mi yang menjuntai menjijikan dari mulut hingga kebawah dagunya.
"immoouut" komentar sehun spontan dengan mulut penuh.
"oh ada kyungsoo noona! Astaga. Aku harus kesana menyapanya."
"dia mulai lagi."/"tebar pesona." Sehun kembali konsentrasi ke makanannya. Sedangkan chanyeol masih menatap baekhyun dari jauh.
.
.
"halo noona. Bertemu lagi." Kai melempar senyum termanisnya untuk kyungsoo. Duduk tepat disamping perempuan bermata lebar dengan rambut lurus hitam legam sedada.
"hm..halo juga." Balas kyungsoo malu-malu. Pipinya merona. Tidak sanggup menatap balik kai disampingnya.
"kau ini tidak punya sopan santun, ya? harusnya minta ijin dulu kalau mau duduk disini. Dasar berandalan." Cibur luhan. Mulutnya mengerucut.
"kyungsoo noona, tolong aku…luhan noona sangat galak. Aku kan hanya ingin menyapa kalian." Ucap kai pura – pura sedih. Tangannya bergelayut manja dilengan kyungsoo.
"sudahlah, luhan. Kai ini temanku. Jangan terlalu memberi batasan antara senior dan junior." Kai menjulurkan lidahnya kearah luhan tanpa sepengetahuan kyungsoo.
"ah, noona – noona ini sudah pesan minuman atau makanan? Kalau belum biar aku yang bayar." Kyungsoo menggeleng. "baiklah. Kyungsoo noona pasti es susu stoberi, 'kan? Es nya sedikit?" kyungsoo mengangguk malu. Kepalanya menunduk. "luhan noona apa? Es lemon tea saja ya? yang murah. Dan..kau..kita belum berkenalan. Aku baru melihatmu hari ini noona." Kai menunjuk-nunjuk baekhyun.
"aku baekhyun. byun baekhyun."
"Salam kenal noona, namaku kim jongin. Panggil saja kai untuk lebih singkatnya." Baekhyun menganggukkan kepalanya. Tanda perkenalan. "baekhyun noona mau minum apa?"
"jus stoberi kalau boleh?"
"tentu saja boleh." Senyum kai mengembang. Sengaja ia tunjukan untuk menarik perhatian kyungsoo. "kalau begitu aku akan memesankan minuman untuk kalian sekalian pamit hehe. Silahkan ditunggu minumannya. Dan kyungsoo noona.." yang dipanggil menoleh "aku akan mengirim pesan setelah jam pelajaran berakhir, okay?" entah sudah berapa kali kyungsoo kembali merona.
.
.
"kai sangat baik padamu, kyungsoo." Ucap baekhyun sambil menyesap jus stoberi didepan dadanya.
"tentu saja. Akhir – akhir ini mereka terlihat sangat dekat. Kau tidak lihat, baek? tatapan kai ke kyungsoo itu bukan hanya cinta, tapi juga nafsu." Dengan kecepatan cahaya kyungsoo menggebuk pundak kiri luhan. "aauch! Sakit kyungsoo.."
"kau dan kai sangat serasi menurutku. Entah kenapa."
"b-benarkah? Kemarin kai mengajakku menonton animasi minion bersama di bioskop minggu depan." Ucap kyungsoo malu-malu.
"uuuuu~~"/"tawaran kencan rupanya? Haha" lalu ketiganya menghambur dalam tawa.
.
.
"lihat. Tiga perempuan itu pasti sedang membicarakan ketampananku."
"atau membicarakan kulitmu yang hitam." Sepasang sumpit mendarat keras dikepala sehun. "duh! Sakit, hitam!"
"oh ya, chanyeol. Aku akui baekhyun dilihat dari jarak yang dekat sangat cantik dan imut. Bahkan lebih imut daripada kyungsoo-ku. tapi tidak semenarik kyungsoo-ku" Kai menyerobot asal mangkuk mi sehun.
"hey hey! Mi ku!"
"memang. Awas saja kau berani menyukainya bahkan menyentuhnya. Aku akan memotong habis penismu."
"ayolaah..jika kau melakukannya bagaimana dengan masa depanku dan kyungsoo?"
"hahaha mungkin kyungsoo akan mencari penis lain. Penisku mungkin?" ucap sehun santai sambil menarik kembali mangkuk minya dari tangan kai.
"sialan kau, sehun."
.
.
=14.05 =
'kita perlu bicara' secuil kertas dibaca baekhyun dalam hati. Siapa lagi kalau bukan chanyeol pelakunya. Dan kertas itu berakhir sama seperti surat chanyeol sebelumnya. Terbang kebawah tanpa balasan. Tidak menyerah chanyeol menyurati baekhyun lagi 'tolong, aku perlu bicara. Aku…terlalu banyak yang ingin aku katakan padamu.' Chanyeol kembali meletakkan suratnya diatas meja baekhyun. baekhyun yang merasa semakin terganggu membalik kertas itu. Menggerakan ujung penanya di balik halamannya. Chanyeol sumringah. Selesai menulis, baekhyun menggeser surat ke ujung mejanya. Agar chanyeol mengambilnya sendiri.
'jangan ganggu aku, brengsek.'
Raut muka chanyeol berubah kaku. Tubuhnya seperti membeku. Jika memungkinkan degup jantungnya seperti berhenti sepersekian detik. Ia tidak menduga baekhyun yang dulu manis kini berubah. Bukan power ranger atau sailormoon. Baekhyun berubah menjadi sosok yang kasar. Tidak punya belas kasian terhadap orang lain.
"Jelas saja berbeda. Dulu kau pacarnya. Sekarang kau bajingan" kalimat kai kembali terputar di ingatan chanyeol. Benar. Dimata baekhyun sekarang ia bajingan, keparat, seorang brengsek, dan tidak lebih dari laki – laki hidung belang penjaja wanita malam. Baekhyun berubah karena dirinya. Ini kesalahannya. Chanyeol meremas surat itu. Memasukkannya dalam kantong celananya.
.
.
"chayeoolll~!" sehun dan kai bersorak bersamaan. Seperti biasa keduanya dengan santai masuk ke kelas chanyeol hanya untuk menyapa seniornya atau menggoda beberapa gadis di kelas chanyeol.
"ayo pulang bersama. Aku malas bawa motor sendiri tadi pagi."
"lalu apa urusanku."
"whoa..sepertinya senior kita sedang ada masalah, hun." Kai menyadari raut muka chanyeol masam. "ingin berbagi?"
"lain kali saja. Aku mau pulang." Chanyeol menyela tubuh sehun dan kai yang berdiri sejajar. Bahu keduanya terpental kebelakang karena chanyeol berjalan begitu kasar.
"what the hell is going on?" sehun menaikkan bahunya tidak tahu.
"ah, kai. kau ingat chanyeol bilang ia akan mengajak baekhyun pulang bersama hari ini. taruhan kita!"
"ah, benar! Ayo kita buntuti."
.
.
Chanyeol berlari di koridor lantai dua menyusul baekhyun yang berjalan sendirian di depan. "baekhyun!" chanyeol setengah berteriak. Yang dipanggil hanya diam. Tetap fokus berjalan. Setelah berhasil mendahului baekhyun, chanyeol berdiri tepat didepannya. Menghalagi langkah baekhyun. baekhyun bergeser ke kiri, chanyeol menghalangi. Baekhyun bergeser kekanan, chanyeol menghalangi.
"ikut aku." Chanyeol menggandeng tangan kanan baekhyun. baekhyun melepaskannya. "jangan melawan." Chanyeol menggandeng tangan baekhyun lagi. Lebih erat. Baekhyun meronta. "diam!" baekhyun terkejut. Mata lucunya menatap chanyeol dalam. Baru kali ini ia dibentak oleh chanyeol. "maaf." Baekhyun hanya diam.
Chanyeol berjalan menuju mobilnya yang diparkir. Tepat didepan pintu mobil baekhyun melepaskan genggaman chanyeol.
"aku mau pulang, brengsek." Ucap baekhyun lirik. Kepalanya menunduk menatap tanah. Tapi chanyeol masih bisa mendengarnya.
"berhenti memanggilku 'brengsek', baekki."
"diam, brengsek."
"baekhyun!"
"brengsek!" baekhyun berlari meninggalkan chanyeol. Chanyeol yang ditinggalkan segera menyusul baekhyun. langkah kaki jenjang chanyeol tidak menyulitkannya untuk menghentikan baekhyun.
"ikut aku! Kita perlu bicara." Chanyeol kembali menyeret baekhyun masuk ke mobil putih miliknya meski baekhyun terus meronta.
.
.
Sementara itu dua laki – laki bersembunyi dibalik tembok.
"kau melihatnya? Kau melihatnyaaa?!" sehun mencekik leher kai heboh
"anjir(?) jangan berisik, bodoh! Kita bisa ketahuan."
"baekhyun bilang 'brengsek', kai! Perempuan itu benar – benar misterius."
"diam!"
"whoa..aku tidak menyangka hubungan mereka serumit itu. Sikap baekhyun sangat berbeda saat ia bersama dengan teman-temannya. Luarnya imut. Dalamnya mengerikan. Bisa – bisa aku menjadi fans byun baekhyun."
"benar. Kau melihat raut muka keduanya? Menyeramkan!"
"lalu..bagaimana dengan 50.000 won ku? Baekhyun berhasil dibawa pulang oleh chanyeol. Kau jangan berlagak lupa, mesum."
"hey! Tapi baekhyun menolak ajakan chanyeol."
"tapi akhirnya berhasil pulang bersama kan?!"
"sialan. Tidak bisa begitu, hun!"
"kemarikan 50.000 won ku!"
"bermimpilah, dasar jomblo!" bahkan sampai chaneyol dan baekhyun menghilang keduanya saling memperebutkan uang taruhan mereka. Saling mengunci leher masing – masing di ketiak mereka.
.
.
Yap chap 2 up! Gimana? Masih mau lanjut?
Review dulu lah..kalau habis baca ga review ga greget haha. Oh iya, saya mau tanya ini kok review nya gabisa dibuka yah :( saya jadi ga bisa baca review kalian lewat pc/hp di web ini. Cuma lewat notif email yang masuk kl ada review. Huhuhu kira kira kenapa ya ada yang bisa bantu? :(((
dan terimakasih untuk yang meluangkan waktunya untuk review ff sayaa. jangan bosan ya ^^
-luana-
