MONGGO DIBACA YAH.. ABIS BACA REVIEW YA TEMAN-TEMAN… ADA NC NYA LOHHH..
Baekhyun, Luhan, Kyungsoo = yeoja
Chanyeol, Sehun, Kai = namja
.
.
Baekhyun menjinjing dua keranjang kecil penuh stroberi di tangnnya. Menghampiri Chanyeol yang duduk santai di pinggiran jalan sambil mencuri-curi foto Baekhyun melalui kamera handphonenya.
"aku sudah selesai."
"tidak ingin mengambil lebih banyak lagi?" Baekhyun menggeleng lucu. Chanyeol tidak tahan untuk mengucap-usap kepala Baekhyun sayang. "kalau begitu ayo kita cari tempat makan." Baekhyun mengangguk. "ah iya!" Chanyeol mengarahkan kamera depan di handphonenya 45 derajat diatas kepalanya. Dengan senyum yang sangat gembira Chanyeol menunjukan dua jari telunjuk dan jari tengahnya. Sedangkan Baekhyun mengerjapkan matanya bingung menatap Chanyeol. "senyuuuummm~"
CKRIKK~ **
Chanyeol mengambil selca secara sepihak. Mengirim fotonya ke Sehun dan Kai
"dikebun 'Stro-Baekki' ku bersama Baekhyun" -13.05-
**Way Back Into Love**
Sepasang anak manusia duduk dalam diam di meja nomor 9 tepat di ujung sebuah restoran. Rambut coklat gelap milik yang perempuan digerai menjuntai hingga menutup dua payudaranya dibalik dress yang ia kenakan. Poni nya yang berantakan dirapikan. Sedangkan yang laki-laki hanya tersenyum melihat kegiatan si perempuan.
"kau lapar?" tanya si laki-laki. Yang perempuan hanya mengangguk. Melemparkan pandangannya ke barisan figura yang menempel ditembok tepat diatas kepala Chanyeol. "Kau menyukainya?" Baekhyun mengangguk. "ternyata seleramu sama seperti gadis yang lain. Boygroup." Chanyeol terkekeh sendirian.
"silahkan. Pesanan anda, tuan dan nona." Seorang pelayan meletakkan satu piring datar dengan irisan daging panggang tebal yang di siriam saus lada hitam dan satu piring yang cekung ditengahnya berisi spageti dengan saus carbonara dan potongan jamur yang cukup besar.
"selamat makan, Baekki." Baekhyun melahap irisan daging yang sengaja dipotongnya kecil-kecil agar muat dimulutnya. Mata sipitnya fokus memandang makanan didepannya tanpa rasa peduli terhadap seorang laki-laki yang sedang tersenyum memperhatikannya.
.
.
"bagaimana? Sudah kenyang?" chanyeol memasangkan seatbelt di tubuh Baekhyun. Baekhyun mengangguk. "mau pulang?" Baekhyun mengangguk lagi. "bicaralah." Baekhyun hanya diam. Chanyeol menghela nafas panjang. Memalingkan pandangannya ke jalanan. Begitu sulit mengajak Baekhyun bicara.
"apa yang kau inginkan dariku?" Chanyeol menoleh. Memandang baekhyun yang tanpa ekspresi melihat awan dari balik kaca mobilnya.
"dirimu."
"untuk?"
"jadi milikku seutuhnya. Selamanya."
"berusahalah."
"apa kau tidak menyadarinya? Aku sedang berusaha."
"berusahalah lebih keras."
"aku berusaha semampuku. Dan aku menunggu."
"sampai kapan kau akan menungguku? Bagaimana jika aku tidak akan pernah kembali padamu?" Chanyeol menelan ludahnya kasar. Cengkraman di kemudinya semakin erat.
"aku yakin kau akan kembali padaku. " Baekhyun menoleh memandang Chanyeol. "Baek, setelah lulus sekolah aku akan pergi menyusul kedua orang tuaku di Hongkong. Aku akan melanjutkan kuliahku disana."
Baekhyun menggigit bibirnya. Kalian sudah tahu apa tanda dari kebiasaan baru dari Baekhyun yang satu ini.
"lalu kau akan meninggalkanku setelah aku kembali padamu, begitu?!" Baekhyun melayangkan tinjunya di pundak kiri Chanyeol. Dalam hatinya Chanyeol mengaduh. "kau berusaha membuatku kembali padamu dengan segala sikap manis yang kau buat. Lalu kau akan meninggalkanku sendirian disini?!"
"aku tidak akan meninggalkanmu selamanya, sayang. Setiap natal atau tahun baru aku akan pulang ke Korea. Berkumpul bersama keluarga ku. Dan keluargamu." Chanyeol merengkuh Baekhyun dalam pelukan. Mengusap kepala perempuan terbaiknya penuh kasih. "kau lupa? Kau juga pernah meninggalkanku selama 2 tahun tanpa kabar dan aku hidup dalam penyesalan selama itu." Baekhyun mendorong tubuh Chanyeol menjauh. Bibirnya mengerucut matanya sudah basah oleh air mata.
"itu karena perbuatanmu sendiri, Yeollie! Baka!"
"Yeollie?" alis Chanyeol terangkat. Matanya melebar. "kau memanggilku apa? Katakan sekali lagi. aku pikir aku tidak salah dengar."
"kau salah dengar!"
"tidak. Tidak. Ucapkan sekali lagi, Baekki~" Chanyeol bergelayut di lengan Baekhyun manja. Yang digelayuti mengernyit geli.
"Baka! Aku mau pulang." Baekhyun melipat kedua tangannya didepan dada. Menyandarkan punggungnya kasar ke jog mobil.
"baiklah..baiklah..Baekki." dengan kecepatan cahaya Chanyeol mencium pipi Baekhyun lalu menyetir mobilnya pulang.
.
.
= Minggu 21.10, Your Day café =
"whoa…kau mengambil langkah yang sangat besar, hyung!" Sehun menatap layar handphone Chanyeol. Menggeser-geser layarnya dengan satu sentuhan ibu jarinya. "wah wah Baekhyun noona disini sangat imutt. Kyaaaa~~!"
PLETAKK~!
"sialan kau Chanyeol hyung. Sakit, bodoh!" Sehun mengusap-usap kepalanya.
"berhenti fanboying terhadap pacarku. Atau-"
"atau Chanyeol akan memotong penismu menjadi dua bagian." Kai menginterupsi kalimat Chanyeol. Memutar bola matanya malas. Sementara Chanyeol mengacungkan ibu jarinya kearah Kai. "daripada foto-foto Chanyeol dan Baekhyun noona, aku punya kabar yang lebih heboh dan aku yakin besok Senin akan jadi trending topic di sekolah." Chanyeol merampas handphonenya dari tangan Sehun, dengan raut wajah yang serius mencondongkan sebagian tubuhnya kearah Kai. Begitu juga Sehun. Dengan cepat ia menempelkan sebelah telinganya ke muka Kai. "Sehun-ah. Menjauh dari pipiku. Bahkan Kyungsoo belum pernah menciumnya." Ucap Kai datar.
"ada kabar apa? Cepat beritahu."
"aku dan Kyungsoo noona sudah pacaran."
". . ."
". . ."
"hmmm~"/"eeeiii~" Chanyeol dan Sehun menarik punggungnya kebelakang tidak percaya. Melirik malas Kai seolah 'kau mengada-ada'.
"dan aku mencium bibirnya kemarin." Kai menyeringai. Menaik-turunkan alisnya cepat.
"ANJIR!"/"MUSTAHIL!" teriak Chanyeol dan Sehun beriringan.
"kau mau bukti? Foto kami ada di handphone kyungsoo. Ahh..dia sangat polos. Menggemaskan."
"tunjukan fotonya cepaat!" Sehun menggebuk lengan atas Kai berkali-kali. Sangat sulit dipercaya sahabatnya dengan cepat menggaet perempuan bahkan sudah mencium bibirnya.
"calm down, albino…" Kai mengirim pesan untuk Kyungsoo, meminta Kyungsoo mengirim foto ciuman mereka secepatnya. Tidak ada satu menit Kai sudah menerima fotonya. "take that!"
"Fukk!" Chanyeol dan Sehun mengumpat bersamaan. Mata keduanya membelalak lebar dengan mulut menganga.
"bagaimana bisa kau melakukannya? Apa aku harus mencobanya dengan Luhan noona, ya?" Sehun mengetuk-ketuk dagunya dengan telunjuk. Matanya menatap langit-langit.
"aku bilang 'ayo lakukan selca. Tapi kita berciuman. Bagaimana?' lalu Kyungsoo hanya mengangguk-angguk lucu. Ahh, sepertinya dia benar-benar terpikat oleh pesonaku. Eerrr aku bisa gila! Aku takut kalau-kalau aku tidak bisa menahan nafsuku dan ia hanya setuju-setuju saja jika aku jamah."
"bukankah semakin indah dan polos sesuatu, semakin memuaskan kita untuk menodainya?" Chanyeol menyeringai. Melirik kedua sahabatnya bergantian.
"aaaa~"/"kau benar-benar licik, hyung." Ketiganya tertawa terbahak-bahak. Berperilaku seperti kumpulan remaja perempuan. Berkumpul, bergosip dan berimajinasi.
.
.= 22.00 =
Chanyeol merebahkan tubuhnya nyaman di ranjang. Direntangkan tubuhnya lebar-lebar. Hari ini terasa begitu melelahkan juga membahagiakan untuk dirinya. Jarinya sibuk bergerak di layar handphone untuk mengirim sebuah pesan untuk Baekhyun
PChanyeol : Besok berangkat sekolah sama-sama, ya? -22.01-
~LINE~
Byun B : terserah -22.02-
PChanyeol : hubungi aku saat kau sedang sarapan. Aku akan segera datang. -22.02-
~LINE~
Byun B : iya -22.04-
PChanyeol : segera tidur. Sampai jumpa besok. Aku mencintaimu, Baekki. -2205-
.
.
Baekhyun mengikat rambut panjang nya dengan model ekor kuda. Poni yang menutup matanya dikesampingkan. Menggunakan kaos kaki panjang yang menutup betisnya lalu memakai sepatu hitam dengan tali putih yang dipita. Selesai bercermin Baekhyun membuka pintu utamanya. Ia terkejut, chanyeol berdiri didepan pagar rumahnya dengan senyum lebar seperti yang Baekhyun sering lihat.
"kenapa pakai sepeda?" Baekhyun mendekat. Membuka pintu gerbangnya.
"kau tidak suka? Tahu begitu aku naik mobil saja."
"bukan. Hanya..Tumben."
"supaya bisa berlama-lama bersama denganmu." Chanyeol meringis. "ayo cepat naik." Baekhyun mendaratkan pantatnya pelan di bantalan persegi dibelakang Chanyeol.
"ini kurang lebar sedikit. Kurang nyaman untukku."
"kau takut jatuh?" Baekhyun mengangguk. "kalau begitu..berpegangaaann~~" Chanyeol mengayuh sepedanya cepat tiba-tiba. tubuh Baekhyun terhempas kebelakang hampir terpental jika ia tidak segera memeluk perut Chanyeol dari belakang.
.
.
"kau sudah gila, Yeol!" Baekhyun cemberut. Tangannya sibuk merapikan helaian rambutnya yang berantakan tertiup angin akibat chanyeol mengayuh sepedanya terlalu keras.
"ya. aku memang sudah gila. Gila karenamu." Chanyeol menyingkirkan tangan Baekhyun pelan dari kepalanya. Jari-jari Chanyeol yang kurus menggantikan Baekhyun merapikan tatanan rambut coklat gelapnya. "sudah cantik. Ayo."
Chanyeol megenggam tangan Baekhyun. keduanya berjalan masuk area sekolah seperti artis baru naik daun. Semua pasang mata terarah pada keduanya. Ini hari pertama Chanyeol berpenampilan rapi selayaknya pelajar kelas 3 SMA. Kemeja putih setrikaan yang dimasukkan kedalam celana dengan dasi merah panjang yang menggantung gagah dilehernya menjuntai hingga pusar. Celana berwarna kopi susu terlihat sangat rapi dan pas dikaki jenjang Chanyeol. Blazer biru donker melekat indah ditubuhnya yang tegap.
Baekhyun dan Chanyeol sudah seperti pasangan selebriti baru. Mulut-mulut disepanjang mereka berjalan sibuk berbisik-bisik membicarakan keduanya.
"Chanyeol, lepaskan. Ini memalukan."
"masa bodoh. Supaya mereka semua tahu. Aku milikmu. Dan kau milikku. Jadi tidak ada lagi perempuan yang berani bersikap genit dan ganjen dihadapanku." Baekhyun memutar kedua bola matanya malas
.
.
= 10.10 dikelas matematika =
Chanyeol menempatkan kepalanya diatas meja dengan kedua tangan yang dijadikan bantal. Tersenyum seperti orang gila karena sibuk memperhatikan Baekhyun. bukan rumus-rumus di papan tulis.
"Baekhyun." Chanyeol berbisik. Yang dipanggil menengok. Ekspresinya datar
"apa?"
"tidak. Hehe" Baekhyun kembali mencatat.
"Baek." Chanyeol kembali menggoda. Baekhyun menengok. mendecak sebal.
"apasih?!"
"bukan apa-apa." Chanyeol meringis di akhir kalimat. Baekhyun kembali mencatat contoh-contoh soal dipapan tulis.
"Baekki."
"ihh, apa lagi!" Baekhyun merengut.
"aku mencintaimu." Chanyeol mengedipkan sebelah matanya. Baekhyun mendelik. Memalingkan wajahnya kembali memandang buku tulisnya. Menyembunyikan rona merah dipipinya.
.
.
"Chanyeol hyuungg~!" kalian pasti tahu jika kalimat dalam tanda petik tadi muncul, pasti dua orang junior Chanyeol datang kekelas 3-1 di jam istirahat.
"wahh..kau dan Baekhyun noona benar-benar seperti selebritis hari ini. seluruh murid disekolah ini membicarkan kalian. Awesome!" Baekhyun melirik Kai yang berdiri diantara bangkunya dan Chanyeol.
"ayo kita kekantin. Baekhyun noona juga harus ikut, ya?" Sehun berlutut disamping bangku Baekhyun. matanya berbinar-binar manis yang dibuat-buat. "kalau bisa ajak Luhan noona sekalian." Baekhyun mengangguk. "yes!"
.
.
= dikantin =
Chanyeol dan Baekhyun duduk berhadapan. Begitu juga Luhan dan Sehun. Tapi tidak dengan Kyungsoo dan Kai. Keduanya duduk berdampingan. Kyungsso dengan manja menyandarkan tubuhnya, menumpukan berat badannya di dada kiri Kai.
"kalian berdua. Tolong dikondisikan." Sehun menginjak kaki Kai dibawah meja. Yang diinjak mengaduh.
"kenapa aku harus? Selain kau tidak ada yang keberatan. Iya kan, Kyungie?" Kyungsoo mengangguk malu.
"Kyungie?" ulang Sehun, Chanyeol, Luhan dan Baekhyun serempak. Memandang Kai dengan dahi berkerut seolah kalimat 'kau menjijikan' ditujujan ke arah Kai lewat tatapan mereka berempat.
"kenapa? Salah? Itu panggilan sayang untuk pacarku. Yang masih jomblo jangan sirik." Kai melirik sinis kearah Sehun dan Chanyeol.
"aku punya pacar, hitam!" Chanyeol meletakkan tangannya diatas tangan Baekhyun.
"siapa?" Baekhyun menarik tangnnya cepat. Sehun dan Kai menahan tawanya yang hampir meledak.
"mati kau, Chanyeol hyung!"/"ahahaha memalukan!" Chanyeol menopang dagunya putus asa. Baekhyun tersenyum tipis, mengangkat pantatnya menjauh dari bangku kantin..
"mau kemana, sayang?"
"widiihh~ sayang…"/"ppfftthhh~." Sehun dan Kai bergidik ngeri.
"pesan makanan. Aku lapar. Kau mau pesan apa?"
"minum saja. Seperti biasa."
"es susu coklat? Es nya yang banyak?" Chanyeol mengangguk imut yang dibuat-buat.
"cih, menjijikan." Cibir Sehun.
.
.
= 16.15 =
Langit mulai menguning. Dua pasang kaki berjalan beriringan. Rambut coklat gelap si perempuan semakin terlihat bersinar karena biasan sinar matahari. Langkahnya pelan, kepalanya laki-laki berjalan sambil menuntun sepedanya. Sesekali mengamati perempuannya yang berjalan tanpa semangat. Dipikirnya mungkin kekelahan di sekolah.
Baekhyun menghentikan langkahnya tiba-tiba. sementara Chanyeol masih berjalan beberapa langkah didepan Baekhyun sebelum akhirnya berhenti mendapati Baekhyun tidak disampingnya.
"kenapa?" Chanyeol membalik badannya. Menurunkan standar sepedanya agar tidak terjatuh.
"aku.." Chanyeol menghampiri. Menatap Baekhyun sambil membungkukkan badannya. memeriksa wajah Baekhyun. "tiba-tiba aku takut.."
"takut kenapa?" Baekhyun menggigit bibirnya.
"ngg..kehilanganmu." bibir Chanyeol sedikit melengkung kebawah. Memandang lembut perempuan lugunya.
"justru aku yang seharusnya berkata seperti itu." Ditariknya lengan Baekhyun dalam rengkuhan Chanyeol. Didekapnya erat-erat. "kau cantik, pintar dalam semua hal, pribadimu menyenangkan. Banyak laki-laki mengagumi mu. Cukup menjentikkan jarimu ke seorang laki-laki yang tidak dikenal sekalipun kau bisa mendapatkannya. Jangan lagi berpikiran aku akan meninggalkanmu. Cukup sekali kau pergi dari hidupku selama dua tahun. Aku tidak ingin kehilanganmu lagi." Baekhyun melingkarkan lengan kecilnya di pinggang Chanyeol. Ditenggelamkan wajahnya dalam dada bidang laki-lakinya. "aku akan menginap dirumahmu malam ini. Boleh?" Baekhyun mendongak.
"tapi besok masih sekolah."
"kita berangkat sama-sama ke sekolah besok dari rumahmu. Ibumu masih tidak masalah kan aku menginap seperti dulu?" Baekhyun mengangguk kecil. Disembunyikan lagi wajahnya didada chanyeol. "kalau kau terus memelukku seperti ini. jam berapa kita akan sampai rumah?" pelukan Baekhyun semakin erat. Kekehannya samar-samar terdengar.
.
.
"makan yang banyak Chanyeol-ah. Kalian benar-benar berjodoh ya, sampai dipertemukan lagi di sekolah yang sama. Bibi yakin ini pasti sebuah takdir." Baekhyun melirik ibunya. Selalu seperti ini setiap bertemu dengan Chanyeol. Semua dua tahun Baekhyun sekeluarga pindah ke Jepang, ibunya rebut menanyakan bagaimana kabar Chanyeol. Sedangkan Baekhyun sama sekali tidak pernah menghubunginya semenjak kejadian itu.
"terimakasih, bi. Ah, aku juga berpikiran yang sama dengan mu, bi. Aku dan Baekhyun memang sepertinya ditakdirkan bersama." Chanyeol tertawa renyah. Oh, Baekhyun sungguh seperti terjebak di dimensi lain. Dengan cepat ia segera melahap makan malamnya dengan suapan penuh.
"kalau ini benar takdir, mulai sekarang panggil saja aku ibu, ya?" Baekhyun terbatuk-batuk. Nasi dalam tenggorokannya hampir meloncat keluar jika ia tidak menutup bibirnya rapat-rapat. "Baekhyun-ah..makan pelan-pelan ih" susah payah Baekhyun menelan makanannya kembali dan hanya kalimat itu yang keluar dari bibir ibunya? Setidaknya tawarkan minuman atau menghawatirkannya.
"aku sudah selesai makan." Baekhyun mengangkat gelasnya. Menempelkan ujung gelas dibibirnya. Meneguk cepat air putih sampai habis. "aku mau kekamar."
"hm..bibi sebaiknya aku juga kekamar. Kami sudah berjanji setelah makan malam Baekhyun akan mengajarkan matematika." Ibu Baekhyun mengangkat dua jempol disamping kedua pipinya.
"semoga berhasil~"
.
.
Baekhyun mengusap-usap kapan di wajahnya. Menoleh kekanan lalu kekiri bergantian sambil memandang cermin dihadapannya.
"Cantik." Chanyeol melingkarkan kedua lengan kekarnya di pinggang kecil Baekhyun. sedikit membungkuk untuk mendaratkan dagunya dipundak kiri Baekhyun.
"aku tahu." Chanyeol menolehkan wajahnya ke kanan. Menghirup aroma bengkoang yang semerbak karena pembersih dileher Baekhyun. "Yeollie…"
"hm?" yang dipanggil tidak bergerak. Masih saja menghirup wangi dileher Baekhyun.
"kau tahu disana bukan tempat yang tepat. Jauhkan kepalamu."
"aku pikir ini tempat yang benar." Chanyeol menyesap leher Baekhyun dengan hidung semakin kuat. Memeluk pinggangnya semakin erat. Chanyeol tahu Baekhyun sensitiv di bagian lehernya.
"Chanyeol..hentikan" tidak. Chanyeol tahu meski perempuannya berkata tidak tapi tubuhnya berkata iya. Chanyeol menjulur kan setengah lidahnya. Bergerak menyentuh pundak Baekhyun yang terekspos hingga belakang telinga. "Chann.."
"apa hm?" Chanyeol mengecup sekitar telinga Baekhyun beberapa kali. Tangannya bergerak mengusap-usap perut ramping kekasihnya.
"jangan seperti ini.." Baekhyun memejamkan matanya. Menyandarkan berat badannya ditubuh Chanyeol.
"jadi mau yang seperti apa?" Baekhyun berbalik. Bibirnya mengerucut lucu.
"setidaknya lakukan diatas ranjang." Satu sudut bibir Chanyeol meninggi. Dengan cepat di gendongnya Baekhyun seperti seorang pengantin wanita.
"ternyata perempuanku tidak sabaran." Direbahkannya tubuh Baekhyun diranjang pink pastel yang sangat cantik. Dengan luwes tangan Baekhyun melingkar di leher Chanyeol.
"memangnya tidak sabaran untuk apa?" Chanyeol mensejajarkan kepalanya di telinga Baekhyun. ia berbisik sangat pelan.
"sex?" Baekhyun terkekeh. Dipandangnya laki-laki kesayangannya.
"kau selalu cepat tertarik dengan hal itu. Belum berubah."
"ayolah, sayang. Aku selalu tidak bisa menahan hasratku jika berhubungan dengan sex apalagi denganmu."
"jadi jika bukan denganku kau masih tidak bisa menahannya?"
"jika bukan denganmu. Aku bahkan tidak ada hasrat sama sekali."
.
.
"aahh mmhh" entah sudah berapa kali Baekhyun mendesah. Tangan dan lidah Chanyeol terlalu terampil menghajar payudara Baekhyun. diremasnya dengan gemas payudara kiri Baekhyun tidak jarang putng nya di plintir dengan telunjuk dan ibu jari chanyeol. Sedangkan lidahnya bermain di puting kanan Baekhyun. menjilat tonjolan menggemaskan milik Baekhyun keatas dan kebawah dengan cepat menggoda si pemilik.
"aannghh~ Yeoolhh gelii" diremasnya rambut Chanyeol beberapa kali. Meluapkan rasa geli dan nikmat akibat perbuatan kekasihnya. Baekhyun membusungkan dadanya. Ia menginginkan lebih. Tangannya yang berada di kepala Chanyeol ditekannya ke payudara Baekhyun. "hisaap lebiih kuaatt yeoliiehh" tanpa dikomando seperti itu pun Chanyeol sudah bernafsu melahap payudara kekasihnya. Dilahapnya payudara kanan Baekhyun lidahnya berputar-putar disekitar putting Baekhyun.
"uummpchh~" disesapnya kuat-kuat payudara Baekhyun.
"aanghh~ chanyeeoolhh nghh" tanganan chanyeol yang semula punya acara sendiri di payudara kiri Baekhyun. kini bergerak turun. Mengelus vagina Baekhun dari balik celana dalamnya. Yah, Baekhyun menggunakan piyama berbentuk dress yang entah kemana sekarang perginya. Kini hanya celana dalam putih yang tipis melekat ditubuh nya.
"sudah basah hm?" Baekhyun merona hebat. Bibir bawahnya digigit, tapi dia sedang tidak menahan tangis. Tapi menahan malu. "jangan digigit. Aku dengan ikhlas menggantikannya."
"baka." Baekhyun pura-pura cemberut.
"aku bodoh? Aku pikir aku cukup pintar untuk ini." Chanyeol menggesek jari tengahnya di belahan vagina Baekhyun. keatas-kebawah dengan celana dalam yang masih menempel lengkap bersama cairan bening yang melekat. "aku tidak sabar lagi menjilat yang satu ini." jari Chanyeol menekan-nekan vagina Baekhyun.
"ouhh aaahhh chanyeol please…"
"please for what, Baek?"
"don't tease me, Yeol."
"am i?" tangan kanan Baekhyun menyusup masuk ke celana dalamnya. Jari tengahnya membuat gerakan memutar dibelahan vagina kekasihnya.
"aannghhh aahh~" mata Baekhyun menutup. Mulutnya sedikit menganga. Oh mungkin Baekhyun sudah lama tidak disentuh Chanyeol. Sehingga baru permulaan saja ia sudah melayang begitu tingginya.
"enak hm?" Baekhyun mengangguk sebisanya. "aku akan membuat ini lebih enak."
.
.
NYAHAHHAHAHAHAHAHAAHA TBC ._.v *berlindung dibalik chanyeol*
Mao lanjut? Review dolooo~ :P
Thanks buat yang udah review di chap kemarin :
Joyiex Babysoo luphbepz yeollo ChanHunBaek nengsofiahlatifah cola baekk parkbaekyoda92 Su Hoo CussonsBaekby pembaca Misunnie alfianisheila neli amelia byunyeolliexo Yayaexo8878 edifa xoxo sugarlight kimkyungsoogirl Rly.
Oh iya untuk next chap saya akan update telat. Soalnya saya mau urus skripsi dulu bentar aja kok. Paling abis lebaran update lagi. doain cepet kelar yah tugas akhir saya mwihihi biar bisa update cepet kan hoho
.
.
= ADDITIONAL SCENE =
Jam istirahat telah berakhir. Chanyeol, Baekhyun dan Luhan kembali kekelas mereka. Kai sudah masuk ke kelas 2-1 sedang kan Sehun dan Luhan masih duduk di tribun penonton pinggir lapangan sepak bola.
Sehun : mereka sekarang sudah bahagia
Luhan : maksudmu Chanyeol dengan Baekhyun dan Kai dengan kyungsoo?
Sehun : hm *mengangguk*
Luhan : memangnya kenapa?
Sehun : *memandang mata Luhan* kapan kita bahagia?
Luhan : *jantung berdegup kencang* *merona* apa maksudmu?
Sehun : mau bahagia denganku?
Luhan : *menunduk* aku..tidak mengerti maksudmu
Sehun : mau jadi pacarku?
Luhan : …
Sehun : Xiao Lu?
Luhan : aku pikir kita belum lama mengenal..
Sehun : apa itu menjadi masalah?
Luhan : hmm
Sehun : kita jalani saja dulu seperti mereka. Kau bisa menjawabnya jika kau sudh siap. *mengusap rambut Luhan*
Luhan : *merona* *mengangguk*
