HALO MANTEMAN!

Balik lagi di WBITL CHAP 6 habis baca jangan lupa review yoo~

Ada OC di chap ini jadi silahkan dikira-kira sendiri gimana bentuk dan rupanya wkwk

Selamat membacaaaa

.

.

"sudah basah hm?" Baekhyun merona hebat. Bibir bawahnya digigit, tapi dia sedang tidak menahan tangis. Tapi menahan malu. "jangan digigit. Aku dengan ikhlas menggantikannya."

"baka." Baekhyun pura-pura cemberut.

"aku bodoh? Aku pikir aku cukup pintar untuk ini." Chanyeol menggesek jari tengahnya di belahan vagina Baekhyun. keatas-kebawah dengan celana dalam yang masih menempel lengkap bersama cairan bening yang melekat. "aku tidak sabar lagi menjilat yang satu ini." jari Chanyeol menekan-nekan vagina Baekhyun.

"ouhh aaahhh chanyeol please…"

"please for what, Baek?"

"don't tease me, Yeol."

"am i?" tangan kanan Baekhyun menyusup masuk ke celana dalamnya. Jari tengahnya membuat gerakan memutar dibelahan vagina kekasihnya.

"aannghhh aahh~" mata Baekhyun menutup. Mulutnya sedikit menganga. Oh mungkin Baekhyun sudah lama tidak disentuh Chanyeol. Sehingga baru permulaan saja ia sudah melayang begitu tingginya.

"enak hm?" Baekhyun mengangguk sebisanya. "aku akan membuat ini lebih enak."

.

.

= WAY BACK INTO LOVE =

.

.

Lensa mata Baekhyun yang hitam menatap sejajar langit-langit kamarnya. Bulir keringat tidak sedikit menutup permukaan kulit di pelipis Baekhyun.

"Chan.." yang dipanggil seperti orang tuli. Sibuk menggerakkan kepalanya di antara selakangan Baekhyun. Hidungnya dengan gemas mengendus vagina Baekhyun dari luar celana dalamnya seperti anjing pelacak. "Chanyeol.." jari – jari Baekhyun yang lentik bergerak pelan diantara surai hitam cepak kekasihnya. "Chanyeolie..hentikan.."

"hm?" Chanyeol menjawab baekhyun seadannya. Masih sibuk dengan vagina Baekhyun.

"hentikan..kumohon.." bayangan dirinya dan Chanyeol yang bercinta di dua tahun lalu tersirat di pikirannya tiba-tiba. Chanyeol mendongak. Setengah kepalanya terlihat dari balik vagina Baekhyun. matanya mengerjap. Mencoba mencerna kalimat Baekhyun barusan ditengah nafsunya yang memburu. "maafkan aku." Chanyeol merangkak naik. Mensejajarkan wajahnya dengan Baekhyun, perempuan terbaiknya.

"kenapa minta maaf?" jari tangan Chanyeol bergerak menyeka helaian-helaian rambut Baekhyun yang menempel di wajah cantiknya. Chanyeol tahu Baekhyun belum benar-benar siap untuk melakukannya.

"aku.."

"tidak apa. Tidak perlu minta maaf, Baekki." Bibir Chanyeol mendarat lembut di kening Baekhyun setelah Chanyeol menyeka sedikit keringat disana. "sekarang tidurlah. Maafkan aku." Chanyeol menarik selimut pink pastel milik Baekhyun. menutup seluruh tubuh kekasihnya yang hanya berbalut kain untuk menutup vaginanya. Baekhyun meringkuk didalam selimutnya. Berbalik memunggungi Chanyeol. "selamat malam, sayang. Aku mencintaimu." Chanyeol berbisik di telinga kanan Baekhyun. menyusul perempuannya kedalam selimut dengan melingkaran tangannya yang kekar di pinggang Baekhyun dari belakang.

.

.

Suara yang ditimbulkan antara tumbukan sumpit menjadi satu-satunya pemecah keheningan ruang makan Baekhyun pagi ini. Bakhyun sama sekali tidak mengangkat wajahnya dari semangkuk nasi dan sup tahu yang ibunya buat.

"Baekhyun sayang makan pelan-pelan. Tidak perlu terburu-buru."

"bagaimana bisa tidak perlu terburu-buru, bu. Jika calon menantu kebanggaanu sulit sekali dibangunkan."

"kau bisa berangkat sendiri kan? Kenapa harus menunggu Chanyeol?"

"karena Chanyeol yang minta, bu. Sudahlah berhenti ikut campur urusanku dengan Chanyeol calon menantu menyebalkanmu itu." Baekhyun meletakkan sumpitnya kasar di atas meja. Sedikit menibulkan suara yang keras akibat benturan summpit danmeja kayunya. "aku mau berangkat." Baekhyun menyeret tas ransel biru mudanya kasar. Memikul tali ranselnya dibahu kecilnya.

"kau meninggalkan Chanyeol?"

"PARK CHANYEOL! KUBERI LIMA DETIK UNTUK TURUN SEKARANG JUGA!" ibu Baekhyun menutup kedua telinganya rapat-rapat dengan kedua telapak tangan. Dari lantai dua rumahnya terdengar suara gaduh yang tidak lain adalah Chanyeol pelakunya.

"aku datang, Baekki~" derap langkah kaki jenjang Chanyeol terlihat menurunni tangga. Buru-buru chanyeol membungkuk kearah ibu Baekhyun lalu menghampiri rak sepatu nya disebelah pintu masuk.

"dasar lamban." Baekhyun menyilangkan kedua lengannya didepan dada. Sesekali melirik malas kearah bawah dimana Chanyeol masih sibuk menggunakan kaos kaki.

"sabar, sayang. Tidak perlu marah-marah."

"sabar kepalamu." Dihantamkan kepalan tangan Baekhyun di ubun-ubun chanyeol sebelum Chanyeol mengaduh kesakitan.

.

.

"hoaammm~" kedua tangan Sehun direntangkan lebar-lebar. Tidurnya semalam dirasa sangat kurang. Tapi ia sama sekali tidak menyesalinya. Semalam suntuk ia menemani Luhan lewat telepon yang tidak bisa tidur karena takut oleh gangguan hantu yang beberapa kali Luhan lihat akhir-akhir ini.

"singkirkan tanganmu, bodoh! Kena kepalaku!"

"maaf. Sengaja." Deretan gigi kecil muncul dari balik bibir Sehun. Kai yang merasa dilecehkan dengan senang hati mendorong sekuat tenaga kepala Sehun kedepan. "hey! Aku bisa menghabiskan hidupku menjadi orang bodoh sepertimu jika kau memperlakukan kepalaku seperti ini, hitam!"

"terserah apa katamu. Aku bodoh pun masih bisa punya pacar. Sedangkan kau?"

"cih, baru punya pacar sehari saja bangga minta ampun. Haah~ aku tidak yakin cara pacaran kalian bisa membuat Kyungsoo noona bahagia. Penismu kan sekecil ini." Sehun mengacungkan jari kelingkingnya didepan mata Kai. "ah tidak. Tidak. Bahkan hanya setengahnya."

"wah mengungkit-ungkit penis rupanya." Lengan Kai melingkar di leher Sehun. Merangkulnya dari samping. "apa kau lupa? Saat kita masih di sekolah dasar? Kita berganti pakaian dirunag yang sama setelah acara berenang satu kelas. Penismu tidak lebih besar dariku Sehun-ah..apalagi setelah kita sudah beranjak dewasa seperti sekarang. Aku pikir penisku lebih besar dan kuat untuk membuat Kyungsoo 50 kali orgasme dalam satu malam. Jadi jangan terlalu berbangga diri." Kai menarik satu sudut bibirnya keatas. Menaik turunkan alisnya cepat.

"anjir. 50 kali orgasme dalam semalam itu terlalu berlebihan, Kim Jongin sahabatku. Kyungsoo bisa mati kau hajar semalaman. Lebih baik dengan ku, aku akan bermain lebih lembut. Setidaknya penisku lebih putih dari milikmu." Setelah mengucapkannya Sehun menghempaskan tangan Kai dari pundaknya. Melesat dengan kecepatan cahaya menuju kelasnya. Meninggalkan Kai di lapangan basket sekolah.

"hey keparat albino! Kubunuh kau di jam istirahat!"

.

.

"kau ingin membunuhku terang-terangan, ya?" Chanyeol meletakkan kepalanya di meja kantin tepat disamping Baekhyun yang sibuk mengaduk jus stoberi dengan ampas yang mengendap di dasar gelasnya. "bahkan kau sama sekali tidak peduli padaku dijam istirahat seperti ini."

"jadi aku harus apa, Yeol bodoh?" Chanyeol mendengus. Mengangkat kepalanya sejajar dengan Baekhyun.

"kau membiarkan kekasihmu yang paling tampan dan setia ini tidak sempat sarapan. Padahal kau tahu di jam pertama kita ada ulangan matematika. Darimana aku bisa dapat tenaga untuk berpikir? Istri macam apa kau ini?" apa kalian percaya, bahkan dengan sarapan pun Chaneol belum tentu bisa mengerjakan soal matematika yang paling mudah sekalipun.

"sekarang jam istirahat. Kau bisa makan sekarang."

"astaga Byun Baekhyun. aku tidak mengerti kau ini perempuan jenis apa. Ya Tuhan." Chanyeol kembali mendaratkan kepalanya dipermukaan meja kantin. Tiba-tiba merasa sedikit pening di kepalanya.

"tunggu disini. Aku kekelas sebentar."

.

.

dua pasang kaki melakah lumayan cepat menuju kantin. Mulut keduanya tidak henti saling mencibir kekurangan masing-masing. Tidak jarang beberapa orang yang dilewati keduanya melihat mereka aneh hingga punggung keduanya tak terlihat.

"oh itu Chanyeol!" Kai duduk didepan Chanyeol. Sedangkan Sehun mendaratkan pantat kecil berisinya tepat disamping Chanyeol sebelum sebuah tendangan dari kekasih Baekhyun dialamatkan dipinggul Sehun.

"Argh! Sakit, idiot!"

"minngir. Ini tepat Baekhyun."

"cih." Sehun mendesis. Dengan terpaksa mengangkat pantatnya kembali untuk bersanding di samping Kai. "kenapa aku harus selalu berada disampingmu? Kita sudah seperti sepasang homoseksual."

"sampai aku menjadi homoseksual sekalipun aku tidak akan bersanding denganmu. Sama sekali tidak menarik dari sisi manapun." Kai melirik tubuh Sehun dari atas kebawah hingga kembali lagi ketas. "oh! Baekhyun noona." Ketiga laki-laki yang tadinya ribut dengan urusannya masing-masing kini menyatukan arah pandangan mereka ke sebuah kotak makan siang yang dibawa Baekhyun.

"noona bawa bekal makan siang sendiri dari rumah?" Baekhyun tersenyum sangat manis. Diliriknya Kai dan Sehun yang memandang kotak bekal makanan yang ia bawa tanpa berkedip. Seolah Kai dan Sehun terkagum-kagum dengan seorang perempuan yang lebih memilih membawa bekal makan dari rumah daripada harus mengeluarkan uang untuk beli di kantin.

"tidak. Ini sarapan Chanyeol tadi pagi dia bangun kesiangan." Dengan serempak dua sahabat kekasihnya memalingkan wajahnya kearah Chanyeol.

"wah kau sangat diberkati, hyung."/"apa semenyenangkan itu punya pacar?"

"tentu saja. Baekhyun ku sangat beruntung memiliki aku. Tampan, setia dan sangat mengerti bahwa Baekhyun perlu seseorang untuk diperhatikan. Dan kau, Byun Baekhyun. berhenti menunjukan senyum sok manismu selalin didepanku."

"permisi, Apa aku tidak salah dengar, hyung? Justru kau yang sangat beruntung memiliki Baekhyun. dasar idiot tidak tahu diri." Baekhyun menutup mulutnya dengan satu telapak tangannya. Menahan tawanya yang hampir meledak karena dua sahabat kekasihnya yang begitu pandai melakukan bullying terhadap kekasih raksasanya.

"makan lah. Aku tahu kau sangat lapar. Maafkan aku untuk tadi pagi membuatmu terburu-buru." Mata Chanyeol berbinar. Oh kekaishnya begitu manis tiba-tiba. Baekhyun membuka kotak bekalnya untuk chanyeol. Disiapkan sumpit dan sendok disamping tangan Chanyeol. "makan. Jangan lihat aku terus."

"astaga, Sehun aku merindukan Kyungsoo ku dan merasa mual diwaktu yang sama." Kai duduk merapat disamping Sehun. Dipeluknya sahabatnya yang paling putih seolah Sehun adalah Kyungsoo.

"lepaskan. Kau bilang sampai homoseksual pun kau tidak tertarik denganku?"

"kenapa kau begitu serius si sayang..kau tidak ingin membawakanku bekal makan siang seperti Baekhyun noona?" Kai asik bergelayut di lengan Sehun. Bibirnya dimanyun-manyunkan agar imut. Sementara di balik punggungnya terlihat Kyungsoo yang berdiri dengan mulut yang mengerucut lucu.

"Kim Jongin!" yang dipanggil menoleh cepat kesumber suara. Chanyeol, Sehun dan Baekhyun juga melakukan hal yang sama. Kai dengan tergesa-gesa bangkit dari bangkunya. Menghampiri kekasih barunya untuk dibawa pergi dari kerumunan.

"aku menunggumu daritadi, sayang. Hampir mati dimakan cemburu aku melihat Chanyeol dan Baekhyun noona bermesraan. Ayo ke kelasku kita mesra-mesraan sendiri." Kai merangkul bahu kekasihnya. Pelan-pelan dituntun meninggalkan kantin. Sehun lama-kelamaan juga tidak betah melihat sahabat raksasanya memadu kasih didepan dirinya yang notabennya seorang laki-laki yang masih sendiri. Sehun bisa muntah ditempat jika tidak segera pergi dari sana.

"aku mau mencari Luhan. Kalian membuatku mual." Chanyeol dan Baekhyun terkekeh. Dikibas-kibaskan tangan Chanyeol kearah Sehun seolah mengusirnya untuk pergi jauh-jauh.

Selesai dengan bekal makanan yang dibawa Baekhyun, Chanyeol ijin kekamar mandi. Ingin buang air kecil katanya. Baekhyun ditingganya sendirian. Sesaat setelah Chanyeol pergi ke kamar mandi tiga orang perempuan menghampiri Baekhyun. satu diantara mereka berjalan paling depan dan sedikit lebih angkuh dari keduanya. Mungkin dia bos nya. Rambutnya hitam sebahu dengan poni lurus menutup seluruh dahinya hingga batas alis. Dan ya Tuhan alisnya ditimpa dengan pensil alis berwarna kecoklatan yang begitu tebal menyerupai hak sandal jinjit ibunya. Baekhyun bersumpah ingin tertawa terbahak-bahak jika benar perempuan itu berhenti dihadapannya. Di sebelah kanannya perempuan yang lebih tinggi dan lebih kurus dari 'bos' mereka. Rambutnya kecoklatan di kucir kuda lumayan tinggi dengan hoodie berwarna hijau tua kebesaran yang melekat ditubuh kurusnya. Perempuan itu seperti tenggelam dimakan jaketnya sendiri. Yang satu lagi perempuan yang tidak lebih tinggi dari yang paling tinggi tapi lebih berisi dari 'bos' mereka. Rambutnya di ikat dua dengan poni lurus persis seperti sepupu Baekhyun yang hendak berangkat ke taman kanak-kanak. Baekhyun berdoa agar ketiga perempuan itu tidak benar-benar menghampirinya. Bisa mati terbahak-bahak jika perempuan-perempuan aneh dari galaxy antah berantah itu terdampar dihadapannya.

"well, lihat. Perempuan macam apa lagi yang berani menggoda Park Chanyeol ku?" yang di sebut 'bos' dengan entengnya duduk dihadapan Baekhyun. mejanya digebrak. Oh pasti itu sangat sakit pikir Baekhyun. dan lihat alis itu. Demi galaxy yang dihuni Wu Yi Fan, itu sangat menggelikan. Baekhyun menundukkan kepalanya. Menggigit bibirnya rapat-rapat menahan tawa yang hampir meledak. Kemudian ia mendongak angkuh. Membalas tatapan penuh intimidasi dari perempuan beralis hak tinggi. Jangan tanya mana yang lebih mengintimidasi.

"dan kau, makhluk macam apa yang datang dengan tidak sopan dan berlagak sok kuasa?" bibir Kim Yebin bergerak-gerak menahan amarah. Dipikir Yebin, Baekhyun hanya murid pindahan baru paling menyebalkan yang tidak tahu siapa dirinya.

"sialan. Kau tidak tahu siapa aku, ha?" Baekhyun menaikkan satu alisnya. Menatap Yebin malas. Tidak pernah dibayangkan mimpi apa Baekhyun semalam. Baekhyun yang hanya diam saja dari awal dia pindah bisa punya urusan dengan orang yang merepotkan seperti ini.

"kenapa aku perlu tahu? Apa kau se-sesuatu itukah hingga aku perlu tahu dirimu?"

"kau benar-benar! Heh perempuan sok polos. Aku Yebin. Kim Yebin perempuan satu-satunya di sekolah ini yang boleh mendekati Chanyeol. Chanyeol itu milikku. Dan kau perempuan sok polos pindahan dari Jepang tidak perlu memaksakan diri menggoda Chanyeol ku." Sungguh Bakehyun ingin menguap sekarang. Perempuan ini sungguh memprihatinkan. Dia bersolek dengan susah payah hanya untuk Chanyeol seorang? Yebin sungguh berkerja keras.

"oh. Ada lagi?"

"heh! Kau ini ternyata lebih bodoh daripada yang aku kira ya! aku ingin kau menjauhi Chanyeol ku sekarang juga." Baekhyun menyeringai tipis. Manusia bernama Yebin ternyata lebih menyedihkan dari yang ia kira.

"hey Yebin. Chanyeol datang. Ayo kita pergi." Perempuan yang paling tinggi menyenggol bahu Yebin dengan sikunya. Matanya melirik dari arah kamar mandi.

"awas kau berani melawan keputusan ku." Ketiga perempuan dari galaxy antah berantah akhirnya pergi meninggalkan Baekhyun. Baekhyun merasa dirinya baru saja disuguhkan penampilan dari satu grup lawak professional secara langsung. Hingga akhirnya dia terkekeh pelan saat Chaneol duduk di hadapannya.

"ada yang lebih menarik daripada aku?" Baekhyun mengangguk. Diceritakannya bahwa ia baru saja bertemu dengan grup lawak paling lucu yang ia pernah temui. Dan tak lama setelah insiden makhluk dari galaxy antah berantah itu datang bel berakhirnya istirahat berbunyi.

.

.

= 16.30 =

Chanyeol berkemas. Jam sekolahnya sudah selesai hari ini. sebelumnya mereka berjanji akan pulang bersama hari ini dengan bis. Tapi sejam yang lalu Sehun mengirim nya pesan jika Chanyeol ada janji tanding futsal dengan kelas 3-3 seminggu yang lalu. Chanyeol hampir lupa karena Baekhyun terlalu membuatnya sibuk untuk tidak berhenti memikirkannya.

"kau tidak apa pulang sendiri?" Chanyeol mengusap kepala Baekhyun pelan. Dipandangnya Baekhyun, karya Tuhan paling indah yang ia punya. Baekhyun mengangguk pelan. "jangan lama-lama disini. Jika sudah terlalu sore lebih baik pulang saja. Besok akan aku pinjamkan catatan Sohyun."

"tidak perlu. Aku hanya sebentar" Toh ia juga sudah terbiasa melakukannya sendiri. Apa susahnya pulang sendiri. Baekhyun bukan lagi anak sekolah dasar yang perlu antar jemput. Atau anak remaja manja yang setiap hari harus bersama dengan kekasihnya kemanapun. Baekhyun tidak buta. Ia bisa jalan sendiri.

Sekolahnya mulai sepi. Hanya teriakan dari orang-orang yang bermain futsal di lapangan termasuk Chanyeol, yang tidak jauh dari kelasnya. Baekhyun sengaja keluar kelas sedikit lebih terlambat karena ia harus mencatat bagian bagian penting dari pelajaran bahasa inggris dari guru magang yang mengajarnya di dua jam terakhir sebelum sekolah bubar. Ia mulai berkemas. Seperti yang Chanyeol bilang, Baekhyun segera turun dari lantai dua dimana kelasnya berada. Disempatkannya menoleh kearah lapangan untuk memeriksa Chanyeol. Kekasihnya sangat antusias berbeda sekali saat berada dikelas. Chanyeol dikelas adalah seorang pemuda tanpa daya dan upaya untuk hidup. Jika diluar kelas, Chanyeol adalah Park Chanyeol. Seorang autis yang asik berkutat dengan alat music dan kegiatan olahraga.

Setelah puas memeriska Chanyeol, Baekhyun segera bergerak. Langkahnya begitu cepat. begitulah kebiasaan Baekhyun. Jalannya begitu cepat lain jika ia harus berjalan dengan Chaneyol. Baekhyun rasanya ingin mengumpat karena Chaneyol begitu lamban. 'karena ingin lebih lama denganmu' adalah kalimat andalan Chanyeol. Baekhyun sempat tersenyum mengingat kelakuan bodoh kekasihnya. Tanpa ia sadar ketiga perempuan dari galaxy yang tidak diketahui menghalangi jalannya. Baekhyun mendongak. Ia sempat terkejut karena wajah ketiganya begitu aneh dimata Baekhyun. maafkan Baekhyun jika menganggapnya aneh. Bukan maksud Baekhyun mengejek tapi jika perempuan ini mau menghapus riasan di wajahnya mungkin akan lebih baik.

"Hai. Bertemu lagi, perempuan sok polos." Baekhyun menatap malas. Kenapa hidupnya di sekolah tingkatan akhir harus sangat merepotkan. Cukup Chaneyol saja yang menyita waktunya. Kenapa datang satu lagi.

"ada perlu?"

"sudah aku bilang kan, berhenti genit dan menggoda Chanyeol! Dia milikku! Apa kau se-begitu tidak lakunya hingga harus bekerja keras tampil cantik dan menggoda nya, ha?" perut Baekhyun rasanya seperti ada yang menggelitik tanpa henti. Bukakah kalimat itu seharusnya ditujukan pada dirinya sendiri?

"sepertinya aku harus banyak bicara denganmu. Aku tidak ingin berlama-lama menghabiskan waktuku yang berguna untuk berkutat dengan kalian. Pertama, aku tidak perlu berkerja keras untuk tampil secantik apapun karena aku terlahir cantik sejak 17 tahun yang lalu. Kedua, aku tidak perlu susah payah menggoda Chanyeol karena dia yang dengan senang hati memohon aku kembali padanya sejak 2 tahun lalu aku tinggalkan ke Jepang. Ketiga, apa kau tidak punya kesibukan hingga sibuk sekali memperhatikan aku dan Chanyeol?" Yebin menggeram. Tangannya sudah mengepal disamping betisnya. Siap menghantam pipi Baekhyun sebelum teriakan Chanyeol menghentikan gerakan tangan Yebin.

"apa yang coba kau lakukan ha! Kau pikir kau ini siapa berani dengan Baekhyunku?!" Yebin lemas. Kedua anak buahnya menopang tubuh Yebin dari belakang. Sehun dan Kai tidak ketinggalan membututi Chanyeol dari belakang. Baekhyun harus berterimakasih pada Kai yang sedang kena kartu merah karena melakukan pelanggaran. Berkat Kai yang kehausan ia tidak sengaja melintas saat Baekhyun dan Yebin sedang sibuk berdebat.

"a-aku..perempuan ini menggodamu, Chanyeol! Tidak tahu malu."

"yang kau sebut perempuan ini adalah Byun Baekhyun! kekasih sah ku. dan kau, siapa? Aku bahkan tidak mengenalmu. Jangan sok akrab. Dasar Shincan." Baekhyun menggembungkan pipinya. Bukan tanpa alasan. Chanyeol menyebut Yebin Shincan karena alisnya yang tebal. Sedangkan Sehun dan Kai terbahak-bahak dibalik punggung Chanyeol. Memalukan. Sungguh, jika Baekhyun di posisi Yebin sekarang lebih baik ia kabur dengan kecepatan cahaya. Tapi tunggu, siapa juga yang rela menghabiskan waktunya untuk menjadi Yebin si alis ber-hak tinggi?

"tapi dia menyebalkan!"

"pergi sekarang dan jangan berani-benari lagi kau muncul di hadapan kami. Sampai aku bertemu wajahmu dan dua kurcaci mu ini, aku tidak segan-segan merobek mulutmu hingga rahang atas dan rahang bawahmu terpisah." Yebin dan dua anak buah nya mendelik. Matanya berkaca-kaca. Sebelum akhirnya mereka bertiga pergi denganlangkah cepat meninggalkan Baekhyun dan 3 laki-laki penyelamatnya. Jadi cuma segini keberanian mereka, pikir Baekhyun ketiganya cukup tidak punya malu untuk berhadapan dengan Chanyeol.

"kenapa kau sama sekali tidak berteriak atau minta tolong jika diganggu orang lain? Kau ini, dasar." Lengan Baekhyun dicubit. Sempat mengaduh. Bibirnya mengerucut sebal.

"untuk apa? Aku bisa mengatasinya sendiri. Apa kau lupa? Menghadapimu saja aku sanggup apalagi makhluk tak kasat mata seperti mereka." Chanyeol mendesis. Ia lupa kekasihnya memang paling pandai mengintimidasi orang lain.

"lebih baik kau menungguku sampai babak akhir futsal selesai. ayo." Mereka berempat kembali kelapangan. Digenggamnya tangan Baekhyun erat-erat oleh Chanyeol. Sedangkan Sehun dan Kai sibuk mencibir dibalik punggung keduanya. "apa yang kau katakan pada shincan? Aku yakin kata-katamu pasti menyakitkan."

"ck. Dia bilang aku menggodamu? Hell no. Bahkan kau yang susah payah membujukku kembali. Lagi pula apa yang diharapkan dari laki-laki bodoh sepertimu? Jika aku harus bekerja keras menggoda laki-laki, aku akan menggoda Ahn Jaehyun actor muda dan tampan yang sedang naik daun di korea. Aku pikir dia perempuan paling bodoh yang mengharap cinta dari seorang laki-laki bodoh seperti mu." Pipi kiri Baekhyun tertarik. Jari telunjuk dan jempol Chanyeol kini mengapit gumpalan daging di wajah Baekhyun dengan gemas.

"lihat mereka, Sehun-ah. Serasa dunia ini milik berdua." Kai sengaja mengeraskan volume suaranya.

"ck, kita bisa apa kalau hanya bisa memandangi dua sejoli bermesraan sedangkan kita sendirian, Kai." Chanyeol menoleh kebelakang. Sehun dan Kai yang tadinya sibuk bergunjing diam seketika.

"sst, dia melihat. Berhenti membicarakannya."/"aishh, jangan keras-keras."

.

.

Hallo tbc lagi hahaha

Lanjut ga nih? Review dlu lah kl mau dilanjut. Kl responnya dikit jd ga semangat lanjutinnya loh wkwk makasih banyak yang udah review ya.. yang Cuma follow/fav doing ayo dong review juga..seru tau wkwk. buat silent readers segera lah taubat nak.. wkwk

Ungkapin aja yang kalian pikirin setelah baca ff ini. saya terbuka untuk kritik dan saran ^^

btw kdg tiap saya post adaaja kalimat yang kepotong kenapa ya. dibacanya jd ga nyambung gitu neyebelin zz

yaudah deh Sampai jumpa

.

.

= ADDITIONAL SCENE =

Dijam istirahat ketika Kyungsoo memergoki Kai bergelayut manja di lengan Sehun

Kyungsoo : dasar genit *manyun*

Kai : genit apa sih, sayang.. hm? *memeluk dari samping*

Kyungsoo : mau dibawakan bekal juga seperti Chanyeol?

Kai : *mengangguk* boleh? *berbinar-binar*

Kyungsoo : mau menu apa?

Kai : menunya Kyungsoo saus coklat, Kyungsoo saus stoberi hmm atau Kyungsoo saus pedas manis. *menjilat bibir*

Kyungsoo : dasar mesum! *menjitak kepala Kai*