Just For You

Cast : Kim Jong In (25), Do Kyungsoo (23), Xi Luhan (26), Oh sehun (25)

Pairing : KaiSoo slight! KaiLu, HunSoo

Genre : Romace, Drama, hurt/comfort

Rate : T-M

Warning! : Genderswitch for Uke!, DLDR, OOC, Typo(s)

*Just Enjoy Reading*

Chapter 2

Jongin tersenyum melihat kepolosan hati kekasihnya. Matanya menatap tajam bentuk tubuh Kyungsoo yang begitu indah. Putih bersih. Direngkuhnya tubuh Kyungsoo dalam pelukan hangatnya yang penuh dengan gairah. Tangan Jongin mulai merayap kepayudara Kyungsoo, diremasnya dengan gairah kedua bola payudara Kyungsoo yang lembut dan kenyal itu. Kyungsoo hanya mampu menutup matanya menikmati setiap perlakuan Jongin, dan merasakan kelembutan yang penuh dengan kenikmatan itu.

Malam semakin larut bergelayut di langit yang luas membentang. Entah siapa yang memulainya terlebih dahulu, Kini tubuh Kyungsoo telah polos, tak terbungkus oleh sehelai benangpun juga. Tubuh Kyungsoo yang putih bersih terpampang jelas. Betis yang indah, pantatnya yang menonjol ke belakang, semakin dilihat, semakin indah tubuh Kyungsoo yang tengah berbaring pasrah di ranjang. Kini tubuhnya benar-benar seperti untaian kertas putih yang masih bersih, belum ada coretan-coretan didalamnya

Demikian halnya dengan Kim Jongin. Tubuhnya pun kini tengah telanjang bulat. Tubuhnya yang kekar nampak begitu perkasa. Nampak banyak otot-otot yang telah timbul di berbagai bagian tubuhnya. Seperti otot-otot perutnya yang mencuat timbul, menambah kesan jantan dan sexy. Namun, senjata rahasianya masih nampak tertidur lemah. Tubuhnya yan kekar, mengeliat miring memeluk tubuh Kyungsoo yang sudah tak terbungkus sehelai benangpun. Dengan penuh kepasrahan, Kyungsoo menyambut hangat pelukan sang kekasih. Ciuman panas di bibir sudah tak dapat dihindarkan lagi. Keduanya telah sama-sama terbuai dengan sentuhan-sentuhan yang mengundang nafsu birahi. Lidah Jongin dengan lair menggelitik rongga mulut Kyungsoo. Tubuh Kyungsoo meneliat. Merasakan geli sekaligus nikmat. Tubuhnya bergetar merasakan keindahan yang mencekam perasaannya.

"Ahh.. arghhh.." Desah Kyungsoo lirih

Kyungsoo terus saja mengeliatkan badannya liar, nafasnya memburu. Gairahnya meledak-ledak karena Jongin terus saja mencumbu birahinya. Dengan penuh kelembutan, Jongin terus saja mengulum bibir Kyungsoo yang berbaring pasrah itu. Nampaknya tubuh Kyungsoo yang mulus menambah geloranya nafsu birahi Jongin.

Tangan Jongin terus meraba di seluruh tubuh Kyungsoo. Rabaannya terus mendarat di payudara Kyungsoo yang lembut. Diremasnya payudara itu segenap nafsu. Kyungsoo hanya mampu mendesah, kepalanya menggelengg-geleng, tak kuasa menahan keindahan remasan di payudaranya yang kenyal namun padat itu.

"Ooouhhh… ahh…" desahnya lirih

Jongin terus saja meremas-remas gemas payudara Kyungsoo. Kyungsoo yang telah dibutakan nafsunya, kini beralih memeluk Jongin yang berada tepat di atas tubuhnya dengan erat. Namun Jongin mengindar, dengan leluasa tangannya terus bermain di payudara Kyungsoo. Tak jarang jari telunjuk dan ibu jarinya di gunakannya untuk bermain di sekitar nippel kyungsoo. Kyungsoo yang tak tahan, mulai mencakar-cakar punggung Jongin. pelupuk mata Kyungsoo semakin meredup. Seakan tak tahan dengan permainan tangan Jongin yang mampu menghantarkan nikmat yang begitu indah.

Jongin kini semakin liar. Remasannya kini tak lagi pada payudara Kyungsoo. Tangannya merambat turun, dan terus turun. Semakin kebawah, sampai pusar perut. Sejenak dielusnya perut rata dan indah Kyungsoo. Jongin melonjak kaget, ketika dirasanya tangannya kini mulai merambat ke lipatan lembah yang basah. Seketika kepalanya menunduk. Matanya melihat gundukan kecil yang lembut, bergerak berdenyut-denyut. Gairah Jongin semakin membludak liar.

Lama Jongin memperhatikan vagina Kyungsoo yang masih segar dan merah merona. Dengan lembut, diremasnya permukaan vagina Kyungsoo yang kini tengah berbaring pasrah dengan mata tertutup dan bibir bawah yang digigitnya. Seketika tubuh Kyungsoo bergetar. Pahanya yang mulus seketika di renggangkannya. Nampak sudah vagina itu menganga lebar. Namun lubangnya masih menyempit.

"Arghhh.." desah Kyungsoo mengelinjang.

Tubuh Kyungsoo melonjak. Ketika salah satu jemari tangan Jongin mendarat di bibir vaginanya yang montok itu. Jemari laki-laki itu terus menyusup kedalam. Kyungsoo tak tahan, rasa nyeri di selangkangan nya begitu indah dirasakan.

"Oppahh.." desah Kyungsoo lirih

"Ya…?"

"Janganhh terushkanhh, aahhh.."

"Kenapa sayang?"

"Sakit sekalih Oppahh.."

"Apanya yang sakit, sayang..?" Tanya Jongin sambil terus tangannya semakin menggelitik vagina Kyungsoo.

"Bibir kemaluanku Oppah, rasanya begitu sakit dan nyeri sekali.."

"Tapi nikmat, bukan?"

"Itu.. Namun.. Ahhh.." Kyungsoo tak mampu meneruskan kata-katanya lagi. Tubuhnya mengelinjang merasakan gelitikkan telunjuk lelaki itu didalam vaginanya yang masih virgin.

Namun nampaknya Jongin telah dirasuki nafsu birahinya, sehingga tak menghiraukan rintihan dan desahan kekasihnya, yang begitu tersiksa namun sekaligus merasa nikmat yang begitu indah.

"Ouuhhh.." desah Kyungsoo.

Jongin hanya tersenyum renyah. Tubuh Jongin meliuk-liuk mengimbangi hentakkan tubuh Kyungsoo yang mengeliat-liat merasakan kenikmatan yang mejalar diseluruh tubuhnya. Perasaan Kyungsoo tak karuan. Gairahnya terus menggebu-gebu. Namun tubuhnya terus menggelinjang, saat merasakan tusukan telunjuk jemari Jongin yang semakin dalam di vaginanya.

"Aahhh.. janganhh diterushhkhan Oppahh.. Uhhh.." Desah Kyungsoo kelimbungan.

Seketika Kyungsoo meraih kemaluan jongin yang tengah berdiri setengah tegak. Dengan penuh nafsu birahinya, batang kemaluan Jongin mulai di remasnya dengan gemas. Dipilin ujung batan kemaluan Jongin dengan tangannya yang lentik. Jongin menggeliat. Seketika, jari telunjukknya yang berada di dalam vagina Kyungsoo, ditariknya keluar karena merasa tak tahan dengan kenikmatan diujung batang kemaluannya yang sedang di remas Kyungsoo. Mulutnya mendesis. Matanya terbuka lebar menatap wajah sayu kekasihnya yang berada di bawah kungkungannya, Saat merasakan kenikmatan yang menjalar seluruh tubuhnya.

Kini tubuh Jongin kelingsutan dengan sendirinya. Kyungsoo bangkit, dan gantian menindih Jongin. kepalanya terus melorot ke bawah, sampai persis di ujung kemaluan Jongin yang masih di pilin oleh jemarinya yang lentik.

"Argghh.." geram Jongin lirih.

Tubuh Jongin menggeliat, merasakan remasan dan pilinan di batang kemaluannya. Kyungsoo terbelalak ketika perlahan batang kemaluan Jongin bergerak. Lama kelamaan batang kemaluan Jongin semakin besar dan terus membesar. Kyungsoo tak percaya dengan ukuran batang kemaluan Jongin. Kyungsoo menelan air liurnya kasar. Bukannya takut, namun Kyungsoo sedang membayangkan rasa sakit dan kenikmatan yang akan di perolehnya itu.

"Kenapa berhenti sayang? teruskan.. jangan berhenti.." ucap Jongin membuyarkan lamunan Kyungsoo.

"Ini punya Oppa?" tanya Kyungsoo polos

"Memangnya kenapa?"

"Besar sekali Oppa.."

"Haha.. jangan takut. Kau akan mendapatkan kenikmatan nanti.."

Perlahan-lahan kepala Kyungsoo menunduk. Ujung hidungnya menyentuh batang kemaluan Jongin yang sudah berdiri tegak gagah perkasa itu. Otot-ototnya keluar, menandakan seberapa perkasanya lelaki itu. Dengan lembut, dikulumnya batang kemaluan Jongin. di hisapnya, dan di pilin menggunakan lidahnya. Mulutnya mulai maju-mundur. Tubuh Jongin menegang merasakan kenikmatan kuluman kekasihnya itu. Jongin mengeram tertahan saat merasakan ujung batang kemaluannya menyentuh dinding tenggorokkan Kyungsoo hingga menghantarkan kenikmatan pada sekujur tubuhnya.

Kyungsoo terus saja mencumbu gairah kejantanan Jongin. Mulutnya terus mengulum batangg kemaluan Jongin. Batang kemaluan Jongin nampak keluar masuk dari dalam mulutnya. Gairah Jongin menjalar deras dari dalam tubuhnya. Tanganya menarik kepala Kyungsoo. Lalu perlahan diangkatnya tubuh mungil kekasihnya. Dengan manja, Kyungsoo rebahan sambil pahanya di renggangkan. Jongin menaikki tubuh Kyungsoo yang telah terlentang pasrah, dan tentunya sudah siap untuknya. Kakinya yang kekar menyangga tubuhnya yang sedikit membungkuk. Tanganya memegang ujung kemaluannya yang siap melaksanakan tugas memuaskan kekasihnya ini. Kyungsoo terpejam.

"Lakukanlah Oppa.." desah Kyungsoo sambil memejamkan matanya erat. Perlahan sekali Jongin mengarahkan ujung kemaluannya di bubur vagina Kyungsoo. Tiba-tiba tubuh Kyungsoo melonjak mundur. Rasa sakit menerjang dadanya. Melesetlah sasaran yang di inginkan Jongin.

Kembali lelaki itu mengarahkan kejantanannya ke vagina Kyungsoo yang sudah terlena dengan nafsu birahinya. pikiran Jongin terpusat dengan kelembutan dan kenikmatan yang akan dia dapat dari dalam vagina Kyungsoo. Untuk kedua kalinya batang kemaluan Jongin mulai memasuki vagina Kyungsoo. Tubuh Kyungsoo terus melonjak kesakitan. Tubuh Jongin bersibah peluh. Nafasnya memburu. Wajahnya memerah, menahan nafsu yang bergejolak liar didalam tubuhnya. Ada yang menghalangi batang kemaluan jongin untuk kembali masuk terus kedalam kevagina Kyungsoo.

"Aaaarghhhh…" jerit Kyungsoo sambil mengelinjang hebat, merasakan tikaman batang kemaluan Jongin yag telah merobek selaput daranya. Darah segar meleleh dari vagina Kyungsoo.

Kyungsoo semakin kelingsutan. Tanganya mencakar dan menekan punggung Jongin. pantat Jongin semakin di tekan kebawah. Batang kemaluan Jongin semakin masuk pelahan. Kyungsoo menggeliat. Rasa sakit mendera tubuhnya, namun dipenuhi dengan rasa nikmat yang tak mampu diungkapkannya. Tubuhnya meliuk-liuk kesana kemari menahan rasa nyeri dan nikmat.

"Ouuhhh.. Ahhh.. Ahh"

Tubuh Kyungsoo mengeliat entah untuk yang keseberapa kalinya. Batang kemaluan Jongin seakan-akan menusuk ulu hatinya. Kyungsoo memejamkan matanya. Tubuhnya mengeliat, kepalanya mendungak-dungak. Tangannya semakin kuat mencakar punggung Jongin. terkadang sprei putih yang diremasnya. Rasa nyeri dan nikmat begitu kuat mendera tubuhnya, sehingga tubuhnya bergetar menahan kenikmatan yang begitu indah.

Sambil tangannya menahan tubuh Kyungsoo yang mengelinjang terus, pantat Jongin terus menghujam naik turun. Gerakan itu seakan-akan berirama indah. Rasa nikmat begitu kuat menjelajar ditubuhnya.

Entah sudah berapa lama Jongin terus bergerak naik-turun di atas tubuh kekasihnya. Sampai pada akhirnya gerakkan itu semakin cepat saat dirasakannya ada kebutuhan mendesak, gairah cintanya yang mendesak keluar.

"Ouhh.. ahh.. aaahh.." desah Kyungsoo penuh dengan kenikmatan yang kemudian dibalas geraman oleh Jongin.

"Ahh.. aaaarhhh uhh Oppah.. akuhh keluarhh.."

"Aku juga sayanghh.. bersama sayanghh.."

"Aahh.. ahhh.. aku sudah tak tahan Oppahh.. aaaaaahhhhh.."

"Oppahhh/Kyungsoohh"

Orgasme yang indah dirasakan oleh kedua insan itu. Tubuh Jongin bergetar sesaat setelah menembakkan cairan spermanya didalam lubang vagina Kyungsoo. Tubuh Jongin pun limbung di sebelah tubuh Kyungsoo. Nafasnya masih memburu. Cairan kental khas sperma mengalir keluar dari dalam vagina Kyungsoo. Nampaknya, Jongin telah menumpahkan cairan sperma yang begitu banyak hingga tak mampu di tampung semua oleh Kyungsoo.

Kyungsoo memeluk tubuh Jongin. tubuhnya sungguhlah lelah dan lemas. Di tenggelamkan kepalanya didada bidang Jongin yang masih terengah berusaha meredakan nafasnya yang memburu. Jongin terkejut saat merasakan air yang tiba-tiba mengalir kedadanya yang naked. Diangkatnya kepala Kyungsoo secara perlahan. Kyungsoo tengah terisak didada lelaki yang telah memberikannya kehangatan dan kenikmatan yang begitu indah.

"Kenapa menangis sayang..?" tanya Jongin lembut. Tangannya perlahan terulur menghapus linang airmata gadis yang sangat ia cintai itu. Namun gadisnya itu tak kunjung menjawab. Sehingga menimbulkan kernyitan di dahi Jongin. "Apakah kamu menyesal sayang?"

"Tidak.."

"Lalu mengapa menangis..?"

"Oppa tahu bukan, kalau Kyungiee masih perawan..?"

"Ya.. lantas mengapa menangis?"

"Kegadisanku telah ku serahkan padamu, aku menangis karena takut akan kehilangan dirimu setelah aku menyerahkan kesucianku.."

"Aku mencintaimu… aku pasti menikahimu.."

"Itu yang kuharapkan Oppa.."

"Benar kau tak menyesal telah melepaskan kegadisanmu padaku?

"Aku tak menyesal Oppa.. asal Oppa mau bertanggung jawab atas apa yang telah Oppa lakukan pada diriku. Aku hanya takut Oppa.." Ucap kyungsoo dengan semakin menenggelamkan wajahnya di dada Jongin.

Dengan penuh kasih sayang, Jongin membelai kekasihnya yang tengah terisak di dadanya. Hatinya merasa sedih setelah melakukan hal yang tak semestinya ia lakukan. Malam semakin larut. Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Sambil membelai kekasihnya, Jongin terus menghibur diri Kyungsoo yang masih terisak sampai gadis itu terlelap dengan segala kegelisahan hatinya.

.

.

.

.

.

TBC

Hai hai hai.. akhirnya bisa update juga. Adakah yang menanti ff ini? /gak ada? Okelah gak apa T^T/

Terimakasih atas rieview, follow, dan favorite-nya.. saya sangat berterimaksih atas segala bentuk respon readers sekalian.. semoga ff ini cukup memuaskan.. maaf apabila masih terdapat banyak kesalahannya ya.. dinanti riewie nya ..:D *deepbow