Just For You
Cast : Kim Jong In (25), Do Kyungsoo (23), Xi Luhan (26), Oh sehun (25)
Pairing : KaiSoo slight! KaiLu, HunSoo
Genre : Romace, Drama, hurt/comfort
Rate : T-M
Warning! : Genderswitch for Uke!, DLDR, OOC, Typo(s)
*Just Enjoy Reading*
Chapter 3
Setelah mengantar Kyungsoo kerumahnya, Jongin kembali melanjutkan jalan mobinya menuju kerumahnya. Badannya masih letih setelah hampir semalaman tak bisa tidur. Kini dengan perasaan senang, Jongin meluncurkan mobilnya sambil sesekali bersenandung menembus pagi yang begitu cerah. Angin berhembus dengan kencangnya. Debu-debu jalan berterbangan di hempas angin yang bertiup kencang. Buru-buru Jongin menutup kaca jendela mobilnya yang terbuka.
Sudah hampir satu tahun Jongin berhubungan dengan Kyungsoo. Namun baru semalam ia mendapatkan kebahagiaan dari hubungannya yang selama ini ia bina dengan Kyungsoo, gadis manis dengan tubuh mungil. Cinta mereka tumbuh begitu mekar. Hari-harinya penuh dengan keceriaan dan canda tawa. Terkesan begitu harmonis sekali. Apalagi Jongin telah merasakan kehangatan tubuh kekasihnya yang begitu mempesona. Lengkaplah segala kebahagiaan lelaki tampan yang telah mendapatkan darah perawan kekasihnya yang ia cintai.
*OooOooO*
"Jongin. semalaman kamu tak pulang. Dari mana?" tanya Eomma Jongin saat lelaki itu telah sampai rumah.
"Dari rumah teman ma. Biasa anak muda kalau malam minggu bergadang.."
"Eomma mengerti.. namun kau harus tahu waktu.." sergah Eomma tercintanya
"Okelah Eomma ku sayang.."
"Eomma bicara serius, kamu malah bercanda.."
"Ya terus jongin harus bagaimana Eomma?"
"Memangnya kamu tak punya rumah, sampai harus menginap dirumah temanmu? Hal itu memalukan Eomma Jongin.."
"Baiklah Eomma.. lain kali Jongin takkan melakukannya lagi.." jawab Jongin mengalah. Agaknya lelaki itu tak ingin memperpanjang perdebatannya dengan Eommanya.
"Jongin.. kau sudah dewasa, seharusnya kau membantu Appamu. Kasihan Appamu sudah tua.." Eomma Jongin mulai membujuk Jongin untuk turut bekerja membantu Appanya.
"Tapi Eomma, aku tak ingin bekerja dulu. Biarlah nanti bila Appa tak lagi bisa mengatur perusahaan, maka aku baru akan membantu dan menggantikannya.."
"kalau tidak sekarang, kapan kamu akan belajar mandiri Jongin..?"
"Eomma tak senang melihat aku bahagia?"
"Orang tua mana yang tak senang melihat anaknya bahagia?"
"Lalu mengapa Eomma memaksa Jongin untuk bekerja?"
"Kau sudah dewasa Jongin. sampai kapan kau akan keluyuran seperti ini terus, Jongin..?"
"Baiklah.. Jongin akan memikirkan nasihat Eomma.. sekarang Jongin kekamar dulu ya Eomma, badan Jongin letih sekali.."
"Sarapan dulu nak.."
"Nanti saja.. Jongin ingin istirahat.."
Perempuan setengah tua itu mendesah pelan. Ia tak mampu menggoyahkan pendirian anaknya itu. Namun ia bangga, meskipun sikapnya beggitu, Jongin tak pernah menentang segala kehendak dirinya. Selalu patuh akan perintah orang tuanya.
Jongin merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk kamarnya. Matanya memandang langit-langit kamar. Pikirannya melayang jauh. Bayangan kekasihnya muncul di kelopak matanya saat terpejam. Bayangan tubuh Kyungsoo yang putih bersih dengan bentuk tubuh yang aduhai indah, senyum manis yang mampu memikat lelaki yang memandangnya. Dan segala pesona lainnya. Lamunan Jongin nampaknya sudah melayang jauh kenirwana.
Jongin tersenyum sendiri. Nampaknya ia membayangkan sewaktu menyentuh tubuh kekasihnya yang polos. Mengingat kembali desahan dan rintihannya yang mampu membangkitkan nafsu birahinya. Jongin terus sja melamun hingga tak menyadari ketukan di pintu kamarnya.
Jongin terkejut. Seketika lamunannya buyar dengan hentakkan pintu yang di gedor begitu kencang dari luar.
"Jongin sayang, apakah kamu masih tidur nak?" terdengar suara lembut sang Eomma dari arah luar kamarnya. Sang Eomma tengah berdiri diambangg pintu dengan senyum yang mengembang diwajahnya.
"Eomma akan pergi.. kau jaga rumah ya nak.. jangan kemana-mana sebelum Eomma pulang yaa..?"
"Memang Eomma mau kemana..?"
"Mau mengantarkan bekal makan siang Appamu di kantor.. sekalian ada hal yang ingin Eomma bicarakan dengan Appamu.. "
"Apa itu..?"
"nanti kau tahu sendiri.."
"Eomma pulang sore..?"
"Mungkin ya, mungkin tidak.. tergantung bagaiana tanggapan Appamu nanti.."
Jongin diliputi tanda tanya. Tak biasanya Eommanya datang menemuai Appanya itu di kantor sepagi ini. Pertanyaan demi pertanyaan terus terngiang dikepalanya.
*OooOooO*
Sudah hampir setengah hari lelaki itu mengurung dirinya dikamar, dan Eommanya tak kunjung maenampakkan dirinya. Didalam kamar, Jongin mondar mandir sendiri kesana-kemari. ada kejenuhan di hatinya yang tiba-tiba terlintas di benaknya. Ingin sekali rasanya ia keluar mencari hiburan. Seharian ini diam di kamar sungguh menjenuhkan. Matanya melirik kesana kemari seolah sedang memikirkan sesuatu. Entah apa yang sedang ada dalam pikirannya.
Jongin menghambur kearah depan rumahnya saat mendengar deruhan mobil yang berhenti di rumahnya. nampak perempuan setengah baya berjalan dengan gemulainya. Nampak di dahinya garis-garis ketuaan menghiasi wajahnya yang mulai keriput. Namun masih terpancar sisa-sisa kecantikkannya di masa remajanya. Tak bisa di bayangkan betapa cantiknya perempuan itu saat masih muda. Setua itu masih begitu kelihatan cantik, apalagi mudanya. Bisik hati Jongin.
"kenapa memandangi Eomma seperti itu?"
"enggak ada apa-apa.. hanya ingin saja.." lelaki itu jadi malu sendiri. Dengan buru-buru Jongin menundukkan wajahnya. Eomma Jongin mengajak Jongin duduk di ruang tamu, namun Jongin masih menundukkan kepalanya.
"Jongin, ada yang ingin Eomma tanyakan.."
"Ada apa Eomma?"
"Apa kau memiliki kekasih?"
"Mengapa pertanyaan Eomma seperti itu? Ada apa sebenarnya?"
"Jawab saja dahulu.."
"Aku punya.."
"Anak mana dia ?"
"Seoul.."
"Kau ingin menuruti kata-kata orang tuamu sendiri Jongin?"
Jongin semakin tak mengerti dengan perkataan Eommanya. Terasa aneh baginya. Namun memang dasar Jongin anak yang berbakti, sehingga tak ingin mengecewakan orang tuanya. Bagi dirinya, orang tuanya lah segalanya. Kalau tak ada mereka, mustahil dirinya ada di dunia fana ini. Itulah mengapa sejak dulu sampai sekarang, Jongin selalu patuh pada orang tuanya meski bertentangan dengan batinnya sendiri.
"Katakanlah, apakah selama ini Jongin penah menentang kehendak Eomma dan Appa?"
"Itulah anak yang namanya tahu balas budi.."
"Apa yang ingin Eomma katakan sebenarnya?"
Perempuan setengah baya itu menarik nafasnya panjang. Ditatapnya dalam-dalam wajah anaknya. Jongin semakin penasaran dengan sikap Eommanya sendiri.
"Begini.. Eomma dan Appamu tadi sudah membicarakan masalah pertunanganmu dengan Luhan. Dan Appamu telah mengatakan kepada kedua orang tua gadis itu. Lagi pula anaknya pasti akan cocok denganmu. Dia cantik.."
Bagaikan mendengar suara gemuruh guntur si tengah hari, tubuh Jongin semakin lemas. Kakinya seakan mengambang. Pikirannya kacau dengan apa yang baru saja Eommanya katakan.
"Kau nampak terkejut sayang.."
"Memang. Mengapa Eomma dan Appa tak membicarakan hal ini denganku dulu..?"
"Eomma tahu, namun Appa mu telah mengatakannya terlebih dahulu kepada Appa Luhan. Lagian Appanya rekan bisnis Appamu sendiri Jongin.."
"Tapi Eomma.. Jongin sudah memiliki calon istri sendiri. Dia baik Eomma.."
"Eomma tahu perasaanmu sayang.."
"Ini keterlaluan namanya Eomma.."
"Jongin! mengapa kamu berbicara seperti itu..?"
"kenapa Eomma dan Appa tak membicarakannya terlebih dahulu denganku..?"
"Apakah kamu ingin menjadi anak yang durhaka Jongin..?"
"Tapi Jongin sudah memiliki pacar, Eomma.."
"Kamu ingin membuat malu orang tuamu Jongin?"
"Tapi.. Jongin sudah mempunyai pacar Eomma.."
"Jadi kau ingin membuat malu keluarga ini Jongin…"
"Eomma.. apa yang harus Jongin katakan pada Kyungsoo..?"
"Katakanlah bahwa kau sudah memiliki hubungan dengan calon istrimu, Luhan. Bahkan sebelum kau mengenal dirinya.."
"Itu akan menyakitinya Eomma.."
"Lebih sakit bila kau menolak perjodohan ini, Jongin.."
Jongin menarik nafas panjang. Dadanya sesak. Perasaannya tak karuan. Rasa nyeri, sesak, gundah, kecewa, semua menjadi satu di dada lelaki yang sedang terkantung-kantung perasaannya. Dilain pihak ia mencintai kekasihnya. Sangat mencintai Kyungsoonya. Namun, disisi lain ia tak ingin membuat orang tuanya malu karena kekerasan hatinya. Sungguh suatu pilihan yang menyesakkan. Setidaknya bagi Jongin yang sedang mengalaminya.
Kepala Jongin tertunduk. Eomma Jongin menepuk bahu anaknya, mengerti akan perasaan anak tunggalnya. Setetes air mata mengucur dari bening matanya, mengalir di wajahnya yang sudah mulai kusut dimakan masa. Jongin menjadi semakin iba melihat Eomma tercintanya menereskan air mata. Hatinya terenyuh melihat tetesan demi tetesan air mata Eommanya.
"Eomma tahu akan perasaan mu sayang. namun ini semua bukan Eomma yang merencanakannya. Appamu lah yang sejak lama ingin menjodohkanmu dengan anak rekan bisnisnya itu. Eomma tak bisa berbuat apa-apa. Itu terserah padamu saja.."
"Tidak Eomma.. jika itu kehendak Appa dan Eomma, meskipun sakit akan Jongin terima. Biarlah kegetiran perasaanku, Jongin bawa sampai akhir hayatku nanti. Jongin tak tega melihat air mata orang yang telah membesarkan Jongin, hanya karena menginginkan persetujuanku. Akan Jongin terima.." desah Jongin pilu. Hatinya begitu sedih.
"Sungguh mulia hatimu nak. Kau memikul beban berat hanya karena ketamakkan Appamu itu.."
"Itu semua karena bimbingan Eomma, Jongin jadi seperti ini.."
"Kau anak yang patuh. Meskipun hatimu sakit, kau tetap menjalankan apa perintah orang tuamu. Sungguh aku sangat beruntung memiliki anak sepertimu.." isak tangis wanita paruh baya itu sudah tak dapat terbendung lagi.
"Sudahlah Eomma, jangan menangis lagi.."
"Terimakasih sayang.. terimakasih Jongin.."
"Untuk apa berterimakasih Eomma, bukankah sudah seharusnya anak patuh kepada perintah orang tua?"
"Eomma tahu sayang.. namun Eomma tahu hatimu pasti sakit sekali.."
"Sudahlah Eomma.. tak usah di bahas. Sebaiknya kita makan. Perutku sudah lapar menanti Eomma seharian." Jongin mulai mengalihkan pembicaraan.
Dengan perasaan gelisah, Jongin menikmati makan siangnya di temani oleh sang Eomma tercintanya. Meskipun hatinya sakit, namun Jongin tetap berusaha tersenyum di hadapan Eomma tercintanya itu.
.
.
.
TBC
Yippi akhirnya bisa update.. ^^ masih adakah yangmananti dan berminat dengan ff absurd ini? Semoga saja ada :D
Terimaksih untuk review dll-nya.. itu sangat membantu dalam meningkatkan mood saya
Sekian dulu cuap-cuap dari saya.. terimakasih atas perhatiannya :D sampaijumpa di next chapter *deepbow
