Just For You

Cast : Kim Jong In (25), Do Kyungsoo (23), Xi Luhan (26), Oh sehun (25)

Pairing : KaiSoo slight! KaiLu, HunSoo

Genre : Romace, Drama, hurt/comfort

Rate : T-M

Warning! : Genderswitch for Uke!, DLDR, OOC, Typo(s)

*Just Enjoy Reading*

Chapter 4

Dengan perasan gelisah, Jongin membawa kekasihnya ke taman kota. Mereka duduk disudut yang paling pojok, nampak tersembunyi dari pandangan orang-orang. Tempatnya begitu sunyi, terhalangi oleh pepohonan rindang. Sehingga dengan leluasa mereka duduk berdampingan di bangku taman sambil sesekali bercanda ria seakan-akan tak pernah mengalami masalah. Ya, itulah yang dirasakan oleh Jongin. meskipun hatinya sedih, ia berusaha untuk tetap tersenyum karena takut kekasihnya akan mengetahui kesedihan yang sedang ia alami saat ini.

Kyungsoo merebahkan tubuhnya bersandar didada kekasihnya. Hatinya merasa tentram bisa berduaan dengan calon suaminya kelak seperti yang telah dijanjikan oleh Jongin. hari-harinya nampak begitu cerah, seakan berjalan seperti apa yang di harapkan.

"Oppa mengapa sedari tadi diam saja? Apa ada masalah..?" Tanya Kyungsoo sambil memeluk kekasihnya.

"Tidak ada apa-apa sayang.. Oppa hanya memikirkan tentang masa depan kita berdua sayang.." Jongin berusaha berbohong.

"Oh ya..? Apa yang sedang Oppa pikirkan?"

"Ya.. masa depan kita berdua. Apakah kita bisa bersama berdua selamanya sampai akhir hayat..?"

"Mengapa tidak, jika Oppa benar-benar mencintaiku dan menikahiku seperti apa yang telah Oppa janjikan.."

Seketika perasaan Jongin bagai tertusuk duri. Kata-kata kekasihnya secara tidak langsung menusuk dadanya, menembus hingga ulu hatinya. Hatinya benar-benar gelisah. Namun ia harus benar-benar memilih diantara satu. Tetapi Jongin benar-benar tak ingin Kyungsoo sampai tahu apa yang sedang terjadi dengan dirinya.

"Kita tak bisa memastikan apa yang pasti Kyungsoo, bukankah hidup ada yang mengatur,,?"

"Mengapa Oppa berbicara, seolah-olah kita akan berpisah..?" tanya Kyungsoo heran dengan perkataan Jongin padanya.

"Bukan begitu maksud ku.. kamu jangan salah paham dulu.."

"Lantas apa alasan Oppa berbicara seperti itu?"

"Aku hanya takut, kita tidak bisa bersatu sayang.."

"Mengapa tidak? Bukankah Oppa ingin menikahiku?"

"Memang, tapi.."

"Tapi apa Oppa.. katakanlah.." desak Kyungsoo yang merasa semakin aneh dengan perkataan kekasihnya itu.

"Ah, tapi apakah kita akan secepatnya menikah Kyungsoo..?" Kata Jongin mengalihkan desakkan kekasihnya

"Itu tergantung pada Oppa.."

"Bagaimana jika seandainya kita kelak berpisah, Kyungsoo..?"

"Apa?!" seru Kyungsoo sambil membelakkakan matanya

"Maksudku seandainya, bukan kenyataan.."

"Entahalah aku mampu hidup tanpa Oppa atau tidak. Namun jika kelak kita berpisah, aku akan menyendiri terus.."

"Maksudmu?"

"Aku tak pernah dekat dengan lelaki lain selain Oppa. Jika takdir menghendaki begitu, yah aku dapat berkata apa lagi. Namun ini semua hanya kemungkinan kan Oppa? Itu semua bukan karena Oppa sengaja berkata begitu kan..?"

"Ya.. aku hanya takut saja.."

"Apa Oppa bisa hidup tanpa diriku?"

"Tidak! Aku tak bisa hidup tanpamu Kyungsoo. Cinta dan sayangku padamu telah terukir di hatiku."

"Sungguh Oppa..?"

"Ya.."

"Mengapa Oppa berkata seperti itu..?"

"Sebenarnya, bukan hanya berandai-andai. Lagi pula aku ingin tahu sampai dimana kau mencintaiku.."

"Jangan pernah Oppa mengujiku seperti itu lagi. Aku tak mencintai lelaki lain. Mengapa oppa sampai seperti ini? Apa Oppa masih ragu padaku?"

"Maafkan aku apabila aku salah sayang.." desah Jongin sambil mengusap dan membelai lembut surai kelam Kyungsoo.

Kyungsoo yang terlena akan belaian Jongin, semakin menenggelamkan wajahnya didada Jongin, lelaki tampan yang telah mampu merebut banyak hati gadis-gadis diluar sana. Ketampanan Jongin telah menggetarkan perasaannya. Dengan penuh kasih sayang, Jongin membelai kekasihnyadengan segala kelembutan hatinya, ingin menumpahkan rasa gelisah yang sedari menelungkup hatinya. Sungguh sangat berat perasaan Jongin untuk menyakiti hati gadis yang begitu baik ini.

"Oppa.."

"Ya..?"

"Sepertinya Oppa sedang mengalami sesuatu.."

"Memangnya ada apa dengan ku..? apa ada yang salah sayang..?"

"Huum.. Kyungsoo merasa Oppa aneh sekali hari ini. Tak seperti biasanya, ada apa sebenarnya?"

Jongin sungguh tak tega untuk berteruus terang. Jongin takut akan menyakiti hati Kyungsoo yang sungguh lembut perasaannya. Sungguh Jongin gundah dengan masalah yang sedang di alaminya.

"Kyungsoo.."

"Ya..?"

"Apa ada yang aneh dengan ku?"

"Wajah Oppa, dan cara bicara Oppa seperti kita akan berpisah saja.."

"Memang. Aku takut akan perpisahan, sayang.."

"Begitupun denganku Oppa. Bagiku kaulah segelanya dalam hidupku. Kehidupanku bergantung padamu Oppa, itulah yang membuat aku takut Oppa.."

Senja telah bergerak. Udara begitu sejuk. Suasana di taman semakin hening. Nampak orang-orang yang berdatangan mulai beranjak pulang meninggalkan taman. Namun masih ada beberapa pasangan yang masih betah bercumbu dikeremangan senja yang begitu cerah.

Dengan segala perasaan gelisah, Jongin mencium bibir Kyungsoo dengan lembut. Kyungsoo pun membalasnya dengan penuh kerinduan akan kehangatan tubuh Jongin. Dicurahkan segala keterbelengguan perasaannya akan sentuhan Jongin. Gairahnya membara. Jongin begiitu mahir dan sempurna mengulum bibir mungil Kyungsoo. Lidahnya terus bermain menggelitik rongga mulut gadis itu.

"Aaaaahh.." desah Kyungsoo

"Kenapa..?"

"Geli.. Oppa.."

"Masak..? Namun nikmat kan sayang..?"

Kyungsoo hanya tersenyum. Bibirnya kembali melumat bibir tebal Jongin. Jongin semakin bergairah dengan permainan lidah Kyungsoo yang mulai bergairah. Jongin mulai merasakan getaran-getaran dari tubuh Kyungsoo. Dengan segala kelembutannya, bibirnya dengan lihai terus melumat bibir Kyungsoo yang sudah sangat bernafsu.

Tangan Kyungsoo mulai melingkar di tubuh Jongin guna merapatkan tubuhnya. Jongin merasakan ada yang menganjal dan menghipit dadanya. Sesuatu yang dirasanya begitu kenyal dan lembut. Nampaknya, payudara Kyungsoo menekan dada Jongin yang tengah asik memainkan bibir dan rongga mulutnya.

"Arghh.. ouuuhh.." desah Kyungsoo mengeliat lirih. Tubuhnya bergetar manakala merasakan tangan besar Jongin mulai meremas payudara kenyalnya. Tangan Jongin mulai menelusup dari balik celah pakaian Kyungsoo. Kyungsoo menyambut senang tangan jongin dengan mulai membuka kancing-kancing bajunnya dan bra yang dipakainya tanpa melepas baju yang sedang di gunakannya. Kini nampaklah payudara Kyungsoo yang menggantung indah.

Sementara Kyungsoo mendesah nikmat karena remasan Jongin di payudaranya yang sudah tak terbalut apapun, Jongin semakin melancarkan aksinya memuaskan nafsunya. Bibirnya mengecup ringan leher Kyungsoo. Sesekali di gigit-gigit gemas dan di hisapnya kuat hingga meninggalkan ruam kebiruan di leher kekasihnya itu. Kyungsoo hanya mendesah pasrah menikmati segala perlakuan kekasihnya itu. Jongin mulai beralih memainkan nippel Kyungsoo. Kyungsoo merintih, tubuhnya mengeliat merasakan pilinan di nippelnya yang kemerahan.

Tubuh Kyungsoo mengelinjang menikmati segala kenikmatan yang di hantarkan oleh sentuhan Jongin. Tubuhnya bergetar. Kepalanya menengadah tak kuasa atas kenikmatan pilinan Jongin di nippelnya. Nafasnya tersengal-sengal dengan hati yang terus berdebar-debar. Jantungnya berdetak kencang. Gairahnya mengalir deras dari dalam tubuhnya. Jongin tetap tak menghentikan pilinannya meski merasakan tubuh Kyungsoo sudah beberapa kali mengelinjang. Kini mulut Jongin mulai mengecup dan mengemut nippel mungil Kyungsoo yang sudah menegak dan memerah.

"Ooooouuhhh.." Lenguh Kyungsoo nikmat.

Mulut Kyungsoo terus mendesis. Gairahnya meletup-letup. Tubuhnya bergetar kencang sekali. Kenikmatan yang dirasakannya begitu indah untuk di lukiskan. Bagai orang yang kehausan, Kyungsoo semakin kencang memeluk leher Jongin yang sedang menunduk tepat di depan payudaranya.

Jongin kini tak hanya memilin, menarik, dan menghisap nippel Kyungsoo. Tangannya mulai merambat kebawah, dan terus semakin kebawah. Kyungsoo merinding merasakan sentuhan halus yang terus menjalar di tubuhnya. Tubuhnya bergetar seiring dengan sentuhan Jongin di daerah bawah nya. Rabaan tangan Jongin kini menelusup ke balik rok pendek Kyungsoo. Tangannya menelusup masuk. Meraba bibir vagina Kyungsoo yang sudah basah dari luar celana dalamnya.

Jongin menarik kain yang menurutnya mengganggu aktifitasnya itu. Terlihat sudah, celana dalam Kyungsoo yang berwarna hitam tipis mulai melintas di pahanya hingga terus turun ke kakinya yang menggantung bebas. Jongin terdiam sebentar, menghentikan aktivitasnya. Mata tajam Jongin melihat paha mulus Kyungsoo yang putih bersih. Gairahnya mendidih dengan pemandangan yang tersajikan.

Tubuh Kyungsoo diangkat, dan dipangku menghadap ke dirinya. Dengan buru-buru Kyungsoo melepas ikat pinggang Jongin dan mulai membuka resleting celana jins lelaki itu. perlahan, Jongin mengangkat sedikit pinggangnya guna mempermudahkan Kyungsoo memelorotkan celana sekaligus dalamannya. Jongin mengeram tertahan.

"Kita akan mengarungi kenikmatan yang begitu indah, sayang.."

"Aku sudah siap atas apapun yang akan Oppa lakukan.."

"Oh ya..?"

Kyungsoo hanya mengangguk lucu. Perlahan tangannya mulai menyentuh lembut junior Jongin yang masih nampak terkulai lemas. Kyungsoo perlahan turun dari pangkuan Jongin dan membungkukkan tubuhnya. Jongin membuka kakinya lebar, guna memudahkan aksi Kyungsoo. Dengan sigap, Kyungsoo melumat junior Jongin yang masih terkulai lemas. Di jilatnya secara bertahap seluruh permukaan junior Jongin. tangannya menggenggam dan meremas gemas twinsball Jongin. Jongin mengeram nikmat. Pelahan junior Jongin pun mulai membesar dan berdiri. Kyungsoo semakin gencar memasukkan dan melumat junior Jongin. kepalanya terus naik turun menghisap nikmat junior Jongin. sesekali Kyungsoo menghisap dan mengulum twinsball Jongin. hal tersebut membuat Jongin mengeram nikmat. Tangan jongin terulur meremas rambut Kyungsoo guna menghantarkan kenikmatan akan service dari kekasih mungilnya itu. Kembali Kyungsoo memasukkan junior Jongin dalam mulutnya. Dapat Kyungsoo rasakan junior Jongin membesar dan berkedut-kedut di dalam rongga mulutnya.

Jongin hanya dapat mengeram dan berkali-kali mendesis menikmati perlakuan kekasihnya itu. Junior Jongin di pilinnya, dilumatnya, dan di sedot-sedot kuat oleh Kyungsoo. Setelah di rasa cukup, Kyungsoo menggenggam ujung junior Jongin. dirinya pun bangkit kembali. Tubuhnya dinaikkan keatas pangkuan Jongin. Pahanya yang mulus diregangkannya, hingga nampaklah bibir vagina Kyungsoo yang berdenyut-denyut menggoda. Kyungsoo menaikkan sedikit pinggulnya, pahanya di lebarkannya. Dirinya mengangkang dan meraih junior Jongin.

Diarahkannya junior Jongin yang sudah menegang sempurna itu kedalam bibir vaginanya yang sudah basah sedari tadi. Tubuh Kyungsoo yang berada di pangkuan jongin mulai menggelinjang, namun terus memandu junior Jongin untuk tetap masuk kedalam lubang kehangatannya yang masih terasa sedikit nyeri itu. Matanya terpejam dikala merasakan nyeri yang dibarengi kenikmatan seiring dengan tusukan junior Jongin yang semakin menusuk ke titik terdalamnya.

"Oouuhhh.. Ahhh.." desah Kyungsoo kelonjotan sendiri.

Pantat kyungsoo yang kenyal dan besar terus bergoyang naik turun di atas pangkuan Jongin, menghentak-hentak junior Jongin agar keluar dan masuk semakin dalam. kepalanya menengadah, matanya terpejam erat tak mampu lagi menampung kenikmatan yang dirasanya begitu indah. Mulutnya terus mengeluarkan desahan-desahan nikmat. Tak jarang rintihan dan desisan terdengar mengalun indah dari persatuan tubuh kedua insan itu.

Jongin merasakan juniornya terjepit. Jepitan itu terus menyedot-nyedot ujung juniornya. Tubuhnya bergetar merasakan kenikmatan yang begitu deras menjalar di seluruh tubuhnya.

"Oppahh.. Aku tak tahanhh lagihh.. eungghhh.. ahhhh.." Keluh Kyungsoo sambil terus menghentakkan pantatnya semakin keras.

"Jangan dulu sayang.. lakukan sesuatu.. sentuh milikku.. akhh" pekik Jongin.

Kyungsoo semakin tak kuat lagi. Tangannya mengerayap menyusup masuk kebawah. Jemari lentiknya menggenggam dan meremas batang junior Jongin yang tersisa dari persatuan tubuh mereka. Jongin berdesis nikmat merasakan remasan tangan Kyungsoo. Merasa posisinya tak nyaman, Kyungsoo melepas genggamannya.

"Arghhh.. aaahhhh.. Oppahhh" desah Kyungsoo nikmat saat merasakan orgasmenya.

Goyangan pantatnya semakin lemah. Tubuhnya kelimbungan. Seketika Kyungsoo menjatuhkan diri, memeluk kekasihnya.

Jongin menghentakkan pinggulnya dari bawah, menusuk-nusuk ke atas, ke vagina Kyungsoo yang sudah lemas tak berdaya. Tusukkannya begitu keras, sehingga tubuh Kyungsoo menghentak-hentak, rasa nyeri merasa menghujam dadanya. Nampaknya bibir kemaluannya masih sakit setelah di gauli kemarin itu. Hingga kini, rasa sakit itu masih membekas, sehingga Kyungsoo hanya dapat menggigit bibir bawahnya menahan sakit sekaligus nikmat yang menderanya.

"Ooouugghhh.. Argghhh.. ahhhh" lenguh Kyungsoo nikmat.

Jongin tak tahan dengan posisi ini. Di bawanya turun Kyungsoo dari pangkuannya, dan di berdirikan tubuh mungil itu, olehnya. Jongin mengarahkan Kyungsoo agar menunduk dan berpegangan pada bangku taman. Dengan keadaan yang lemas tak berdaya, Kyungsoo menuruti titah Jongin dengan senang hati. Jongin berdiri di belakang Kyungsoo, meremas bongkahan pantat Kyungsoo yang menggoda. Di hentakkan nya sekaligus kejantanan itu kedalam vagina Kyungsoo.

"Aaaarhghhhh.." jerit Kyungsoo kesakitan. Berbeda dengan Jongin yang menggeram nikmat merasakan juniornya yang tertanam habis dalam vagina Kyungsoo.

Dengan sisa-sisa kenikmatannya yang menjalar, Jongin terus menusuk-nusukkan kejantanannya. Pantatnya semakin di tekan merapat kepada Kyungsoo hingga gadis itu mengelinjang. Rasa nikkmat dan nyeri bercampur menjadi satu.

"Ahhh.. Ahh.. Uhhh.. Oppahh.. Oppaahh.. Argghh" Desah Kyungsoo lirih.

"Argghh.. Kyungsoohh.."

"Aku hampirhh ke.. keluarhh Oppahh.."

"Bersamahh.."

"Arghhh Oppahhh/Kyungsoo"

Desah Keduanya saat akhirnya Jongin mencapai klimaksnya. Gairahnya yang kental membucah memberondong lubang vagina Kyungsoo dengan cairan kental yang terus muncrat selama beberapa saat. Tubuhnya terhempas di bangku taman. Di rengkuh tubuh mungil Kyungsoo kedalam pelukannya. Kenikmatan dan kepuasan begitu indah dirasakan oleh kedua insan manusia yang masih terengah berusaha meredakan nafasnya. Jongin sekali lagi telah melaksanakan tugasnya dengan sempurna sekali.

.

.

.

TBC

Bagaimana? Masih kurang puaskah? Maaf apabila masih banyak kesalahan dan belum dapat feelingnya.. T^T saya sedang berusaha..

Kira-kira bagaimanakah kelanjutan kisah cinta mereka? Adakah yang bisa menebak?

Terimakasih atas responnya sekalian :D saya sangat menghargai itu.. maaf gak bisa di balas.. :D dinanti komen, kritik, dan masukannya yang dapat membangun ya.. terimakasihh *deepbow