Just For You
Cast : Kim Jong In (25), Do Kyungsoo (23), Xi Luhan (26), Oh sehun (25)
Pairing : KaiSoo slight! KaiLu, HunSoo
Genre : Romace, Drama, hurt/comfort
Rate : T-M
Warning! : Genderswitch for Uke!, DLDR, OOC, Typo(s)
*Just Enjoy Reading*
.
.
Chapter 5
.
.
"Oppa.."
"Ne.."
"Hari sudah semakin malam Oppa, sebaiknya pulang saja.."
"Baiklah.."
Mereka berdua sama-sama memakai dan membetulkan kembali pakaian mereka yang sempat berantakan karena aktifitas panas mereka. Tubuh Jongin nampak begitu lemah, terpancar dari wajahnya yang nampak pucat. Sambil bergandengan tangan, mereka berjalan menuju pelataran parkir taman kota. Jongin dengan tenangnnya membawa mobilnya menembus jalanan. Sebelumnya, mereka sempat mampir di restorant tempat kesukaan Kyungsoo untuk mengisi tenaga dan hanya untuk menghabiskan waktu bercengkrama bersama. Jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Di sepanjang jalan, mereka lebih banyak diam, tidak seperti ketika di restorant tadi. Jongin kerap kali melirik ke arah Kyungsoo yangterdiam melihat ke luar jendela.
"Kyungsoo.." Desah Jongin di sela-sela fokusnya membawa mobil
"Ne..?"
"Mengapa sejak tadi kamu diam saja, sayang?" Tanya Jongin sambil menyentuh dan membelai paha Kyungsoo.
"Oppa sendiri juga diam.."
"Ah. Maaf, Oppa hanya kepikiran. Oppa takut kau akan di marahi oleh keluargamu, karena pulang larut malam seperti ini, Soo.."
"Itu sudah resiko, Oppa.. untuk apa di takuti."
"Oh ya?"
"Humm.."
"Kau takut di marahi, Sayang?"
"Ya, mau bagaiman lagi. Berani berbuat, berani bertanggung jawab bukan?"
"Memang.. tapi aku hanya khawatir, sayang.."
"Sudahlah, sekarang Oppa tak udah memikirkan hal itu. Itu urusan Sooiee.. Oppa sekarang hanyalah harus mengantarkan aku dengan selamat."
"Itu sudah pasti sayang… Kau sampai dengan selamat di rumahmu, itu sudah menjadi tugasku, Soo.."
Perbincangan mereka berhenti. Hingga Jongin menghentikan laju mobilnya dengan tepat di halaman depan rumah Kyungsoo. Dengan cepat, Kyungsoo melepaskan sabuk pengaman yang melilit tubuhnya, dan keluar turun dari mobil dengan riang. Jongin mengikuti apa yang di lakukan Kyungsoo, dan berjalan mendekat kearah Kyungsoo.
"Oppa tak usah masuk. Hari sudah semakin malam. Sampai di sini saja."
"Kau yakin sayang?" Kyungsoo hanya mengangguk lucu sebagai jawabannya. Jongin yang gemas pun segera mengacak surai rambut kekasihnya gemas. "Ah.. baiklah kalau begitu.." Sebelum Jongin melangkahkan kaki kembali memasuki mobilnya, dirinya masih sempat untuk mengecupgemas bibir merah kekasihnya.
"Kapan kita akan bertemu lagi, Oppa?" Kyungsoo bertanya lemah. Tersirat ke khawatiran di dalamnya
"Aku akan selalu bersamamu, sayang. kamu tak udah khawatir.. masuklah Soo.. semalat malam.."
"Jalja Oppa.."
Jongin memandangi tubuh kekasihnya yang berjalan masuh ke dalam rumahnya. ada rasa nyeri dalam hatinya. Ada rasa kehilangan dalam jiwanya. Itu semua karena dirinya tak mampu menolak keinginan orang tuanya untuk di jodohkan dengan gadis lain. Perasaan gundah mulai melanda dirinya. Rasa bersalah terus mengembang dan terus tumbuh dari dalam hatinya. Sebelum dirinya kehilangan kendal, Jongin segera berjalan kembali memasuki mobilnya, dan melajukan mobilnya pulang kerumah keluarga Kim.
~OooOooO~
"Darimana kamu baru pulang malam-malam begini Kyungsoo?" tegur nyonya Do setelah mendengar dan melihat anaknya masuk kerumah dengan wajah yang pucat pasi. Kyungsoo benar-benar terkejut ketika mendapati Eommanya masih terjaga dan sedang menunggunya di ruang tamu. Perasaannya gelisah dengan sebuah teguran dari perasaan gundah, Kyungsoo mulai mendekati Eommanya dan duduk dengan wajah yang tertunduk.
"Sudah berapa kali Eomma bilang padamu, tak baik anak gadis pulang larut malam. Apa kata tetangga bila mereka melihatmu? Kau jangan membuat malu keluarga, Kyungsoo.."
"Maafkan Kyungsoo, Eomma.."
"Katakan, darimana saja kamu, jam segini baru pulang?"
"Aku.. Aku.. " Kyungsoo tak bisa meneruskan kata-katanya. Dirinya sungguh gugup.
"Kau pergi dengan laki-laki bukan?" Pancing Eommanya lembut.
"Ah.. Emhh.." Seketika tubuh Kyungsoo menegang. Takut dirinya akan ketahuan telah pergi dengan kekasihnya. Wajahnya semakin tertunduk. Namun, Nyonya Do sempat menangkap gurat Khawatir dari anak semata wayangnya itu. Nyonya Do hanyamampu menghela nafas lelah. Tiba-tiba perasaan gundah mendera hatinya. Dirinya takut bila hal yang tak di inginkannya terjadi kepada anaknya ini.
"Katakan! Kau bersama laki-laki bukan?"
Tanpa suara, Kyungsoo mengangguk lirih. Kyungsoo sungguh bingung harus menjawab seperti apa. Hatinya terjepit, hingga tampa dia sadari, dengan sendirinya Kyungsoo mengangguk. Mata Nyonya Do melebar, ketika melihat jawaban dari anaknya. Seketika tubuhnya berdiri berusaha menahan emosinya. Perasaan takut dan Khawatir semakin mendera hatinya. Di pandanginya dalam-dalam tubuh anaknya yang masih tertunduk lesu.
"Maafkan Kyungsoo Eomma.." Gadis itu tiba-tiba berdiri dan memeluk erat tubuh Eommanya yang berdiri tegang.
"Siapa laki-laki yang mengajakmu itu?"
"Jongin maa.. Kim Jongin."
"Kim Jongin? sudah lama kalian kenal?"
"Ne Eomma. Dia Sunbae Kyungsoo di kuliahan.."
"Kau, mencintainya Kyungsoo?" Kyungsoo mengangguk semangat dengan wajah yang masih tertunduk menjawab pertanyaan Eommanya yang satu ini.
"Apa dia mencintaimu, sayang?"
"Ne Eomma.. dia mencintaiku.."
"Apa kau yakin Soo? Kau yakin lelaki itu benar-benar mencintaimu?"
"Mengapa Eomma bertanya seperti itu? Apa Eomma meragukan cintanya?"
"Eomma hanya takut, Soo. Eomma takut di tak benar-benar mencintaimu. Eomma takut, dia hanya mencintai tubuhmu. Laki-laki jaman sekarang semuanya berengsek Kyungsoo! Manisnya saja di pakai, kalau sudah bosan, di tingga begitu saja. Itulah yang Eomma takutkan, sayang.." Kyungsoo melepas pelukannya, dan memandang Eommanya dengan pandangan heran.
"Tapi dia tak seperti dugaan Eomma. Dia laki-laki baik yang Kyungsoo kenal, Eomma.."
"Kau yakin dengan itu Soo?"
"Ne.." jawab Kyungsoo yakin. Kyungsoo masih terdiam dan memandang wajah Eommanya yang masih di liputi gurat ke khawatirannya. Sungguh Kyungsoo mengerti apa yang sebenarnya Eommanya takutkan itu.
"Eomma nampaknya masih tak percaya.."
"Memang. Eomma takut dia hanya bermain dengan tubuhmu sayang, dan tak ada niat sedikitpun untuk mencintaimu."
"Ahh, Eomma" Kyungsoo menghela nafas lelah
"Bukannya perasaan curiga dan takut harus ada?"
"Tapi Kyungsoo yakin, dia mencintaiku Eomma.."
"Itu hanya perasaanmu saja, sayang. karena kau mencintainya, sehingga kau selalu menganggapnya lelaki yang baik dan paling baik. Eomma harap, kau jangan sampai terlalu larut dalam perasaanmu, Kyungsoo.." Pesan Nyonya Do hati-hati
"Kyungsoo paham, Eomma.."
"Pandai-pandailah membawa dirimu. Dan sebaiknya kau lekas istirahat.."
"Ne.. jaljayo Eomma.." Ucap Kyungsoo seraya mencium pipi Nyonya Do. Wanita paruh baya itu hanya terdiam menatap punggung anak sematawayangnya yang semakin menjauh hingga tertelan di balik pintu kamarnya. Nyonya Do baru beranjak menuju kamarnya setelah di lihatnya Kyungsoo sudah masuk ke kamarnya.
~OooOooO~
Keesokan harinya, Kyungsoo bangun pagi-pagi sekali. Sinar matahari masuk terbiaskan oleh kaca jendela yang tak ia tutupi, mengenai wajahnya yang sedang tertidur lelap, hingga gadis itu terbangun dengan sendirinya.
Matanya menyipit. Rasa ngantuk masih mendera dirinya. Hampir semalaman dirinya tak bisa tertidur. Perkataan Eommanya semalam telah membebani pikirannya. Adapun yang dikatakan oleh Eommanya, memang benar. Kyungsoo hanya menyesali, bahwa dirinya telah menjadi orang yang ceroboh hingga sebegitu mudahnya memberikan kehormatannya. Sungguh Kyungsoo tak mampu menolak keinginan kekasihnya itu. Namun, yang menjadi pokok pemikirannya saat ini adalah perlukah ia menyesali perbuatannya?
Dengan sempoyongan, Kyungsoo menyambar handuknya dan melangkah masuk menuju kamar mandi. Di guyurnya tubuhnya dengan air dingin yang mengocor dari shower yang menggantung bebas di dinding. Kini Kyungsoo merasa lebih segar. Rasa letih, dan khawatirnya seakan lenyap. Kini dirinya kembali menjadi Kyungsoo yang segar.
"Sarapan dulu, Kyungsoo.." Ajak Nyonya Do, saat di lihatnya anak gadisnya telah keluar dari kanarnya dengan berpakaian rapih.
"Nanti saja, Eomma.."
"Tuh.. di panggil Appamu.."
Tanpa membantah, gadis itu melangkah menuju ruang keluarga, di ikuti oleh Eommanya yang melangkah di sampingnya. Dapat dilihat olehnya sosok lelaki tegap pemimpin keluarga tengah duduk membaca koran. Saking asiknya membaca koran, lelaki paruh baya itu tak menyadari suara langkah kedua bidadari hidupnya tengah beranjak semakin dekat kearahnya. Keasikkannya membaca, teralihkan saat mendengarsuara lembut anak kesayangannya yang mengalun.
"Appa.."
"Oh.. Kyungsoo.. duduklah dulu."
"Baiklah Appa.."
"Semalam, kamu darimana saja, sayang?"
"Kyungsoo habis pergi bermain dengan teman, Appa.."
"Lelaki kah, atau perempuan?"
"Laki-laki Appa.."
"mengapa tak mampir dan menemui Appa dulu?"
"Ne?"
"Kalau dia berniat baik, seharusnya pamit sama Appa ataupun pada Eommamu Kyungsoo. Lelaki macam apa dia..?"
"Maafkan Kyungsoo, Appa.. Kyungsoo sengaja, tak ingin memperkanalkannya dulu kepada Appa dan Eomma"
"Lalu kapan kamu akan memperlkenalkannya pada kami?"
"Secepatnya Eomma.."
"Baiklah.. Appa hari ini tak bekerja. Secepatnya kamu suruh dia kemari.. Appa ingin mengetahui seperti apa orangnya."
"Tapi, Appa dan Eomma harus berjani terlebih dahulu.."
"Janji apa, sayang?"
"Takkan menentang pilihan Kyungsoo?"
"Pernahkah kami berdua membatasi keinginanmu Kyungsoo sayang?"
"Benarkah Appa?"
"Ya! Maka cepatlah bawa ia kemari. Appa dan Eomma ingin melihatnya."
"Appa benar-benar tak melarang Kyungsoo, bila Kyungsoo ingin menikah dengannya?"
"Asal kau bahagia, kami takkan melarang kau menikah dengannya.."
"terimakasih Appa.. teimakasih Eomma" Kyungsoo beranjak dari duduknya dan mencium kedua pipi orang tuanya itu. Perasaan senang menumpuk dan menggebu di hatinya. "Kyungsoo berangkat dulu ya..?"
"apa tak sebaiknya ditelepon saja Kyungsoo?" Nyonya Do berusaha memberi saran.
"Anni.. Kyungsoo ingin memberikannya kejutan.. paii..paii.."
"Baiklah.. hati hati di jalan, sayang.."
"Humm"
Dengan perasaan bahagia, Kyungsoo mengendarai mobilnya menuju rumah kekasihnya itu. Perasaannya sungguhlah senang. Begitu bahagia. Perasaannya begitu plong. Terasa seakan tak memiliki beban lagi yang membebani pikirannya.
.
.
.
.
TBC
Huftt.. akhirnya bisa update.. ^^ terimakasih banyak kepada para pembaca yang telah meninggalkan tanda di kolom review. Itu sangat berharga.. silahkan tebak sendiri bagaimana kelanjutan kesah cinta mereka berdua nantinya. Semoga chapter ini membantu mengobati rasa penasarannya yahh ^^
Maaf karena masih banyak kesalahannya baik typo atau bahasa yang kurang baik.. dan terakhir, Terimakasih.. di mohon kesan, pesan, keritik dan sarannya..:D
Sampai jumpa di chapter selanjutnya~ pai pai..*deepbow
