Just For You

Cast :

-Kim Jongin (25),

Do Kyungsoo (23),

Xi Luhan (26)

Oh Sehun (25)

Byun Baekhyun (25)

Pairing : KaiSoo, slight! KaiLu, KaiBaek, HunSoo

Genre : Romance, Drama, Hurt/comfort

Rate : T-M

Warning! : Genderswitch for Uke, DLDR, OOC, Typo(s)

*Just Ennjoy Reading*

.

.

.

Chapter 7

Sudah tiga kali Jongin mencoba menemui kekasihnya. Namun sudah tiga kali pula ia tak dapat menemui kekasih mungilnya itu. Nampaknya Kyungsoo sudah benar-benar merasa tersakiti, sehingga tak mau memberikan kesempatan untuknya menjelaskan apa yang sedang terjadi saat itu. Jongin benar-benar sedih dengan dirinya sendiri. Perasaannya nyeri, kenyataan pahit ini harus ia terima dengan kebesaran jiwa. Dan hari-hari pun berlalu, masih tanpa kekasih jiwanya itu.

Hari-harinya ia lalui dengan penderitaan, tanpa ada sang kekasih pujaan di sisinya. Hatinya nyeri. Jiwanya kini merasa kosong setelah kepergian sang kekasih mungilnya itu. Nampaknya Kyungsoo sengaja menghilang dari dalam kehidupannya. Sudah hampir empat bulan lamanya, jongin tak pernah lagi bertemu dengan kekasih mungilnya. Usaha yang ia lakukan setiap harinya untuk pergi ke rumah Kyungsoo dan bertemu dengan kekasihnya itu tetap tak membuahkan hasil. Orang tua Kyungsoo pun seakan-akan menutupi kepergian anak semata wayangnya. Mereka selalu mengatakan bahwa Kyungsoo pergi ke suatu tempat yang damai dan tentram, tanpa ada kehadiran Jongin dalam hidupnya. Dan pada akhirnya, Rumah itu seakan terus tertutup untuknya.

Tanpa sadar, air mata mengembang di kelopak matanya. Rasa sepi begitu kuat menerjang dadanya. Membuat hatinya merasa sesak karena himpitan perasaan kesepian. Hatinya menjerit, mengenang luka akan apa yang telah di alaminya. Dengan penuh kekecewaan dalam hatinya, Jongin terus berjalan sambil tertatih-tatih di pinggir pantai yang banyak sekali mengenang kisah manis antaranya dan kekasihnya dulu. Di sepanjang pesisir pantai, Jongin malangkah kan kakinya sambil memainkan air laut yang menerjangnya di tepi.

Hatinya benar-benar terluka akan apa yang telah ia alami saat ini. Jongin duduk di bawah pohon cemara yang rindang. Lamunannya melayang ke angkasa. Matanya yang hitam kelam menerawang ke hamparan laut biru yang luas terpampang di depannya. Angin berdesir dengan sejuknya, namun tak kunjung menghilangkan kegundahan hati yang tengah melandanya saat ini.

Jongin lama termenung, dan larut dalam lamunanya hingga sesosok wanita yang duduk di bagian lain sebelah kanannya, mampu mengalihkan pandangan dan kerisauan hatinya. Wanita cantik itu menatap lurus ke hamaran air pantai yang berwarna biru, menghantarkan rasa ketenangan dalam jiwanya. Namun, tatapan wanita itu menyiratkan kesedihan yang mendalam. Sama seperti dirinya sendiri.

Baekhyun tak tahu bahwa dirinya sedang di perhatikan oleh lelaki tampan yang juga sedang di landa kesedihan hatinya. Entah apa yang sednag di lamunkan oleh Baekhyun, hingga dirinya tak mampu mendengarkan suara pasir yang bergesekan dengan langkah kaki seseoorang yang mendekat kearahnya. Nampaknya Jongin tertarik untuk menghampiri sesosok wanita yang tengah duduk sendiri terlarut dalam kegelisahannya.

"Boleh saya duduk di sini, agashi?" sapa Jongin terlebih dahulu.

Baekhyun tak bergeming. Hanya menatap saja, kemudian kembali menatap hamparan laut luas. Jongin menarik nafas panjang. Dengan ragu, lelaki itu duduk di sebelah Baekhyun.

Lama Jongin terdiam memandang wanita yang tengah malamun seorang diri. Hatinya bergetar, melihat kecantikan wanita yang tengah mengalami sesuatu yang berat, sehingga mencuekki dirinya yang terus berusaha untuk mengenalkan dirinya.

"Dari tadi Agashi melamun terus, apa yang sedang di sedihkan..?" tanya Jongin hati-hati.

"Ada urusan apa dengan ku..?" Kilah Baekhyun datar.

"Ah.. aku hanya ingin mengenal Agashi…" Jongin berkata maksud hatinya untuk mengajak wanita cantik ini berkenalan.

"…" namun nampaknya wanita itu sama sekali tak itu sama sekali tak menjawab niatan Jongin. hingga Jongin terpaksa mengenalkan dirinya terlebih dahulu.

"Namaku, Kim Jongin." Ucap Jongin sembari mengulurkan tangannya. Wanita itu menatapnya ragu sejenak, sebelum menyambut uluran tangan Jongin.

"Byun Baekhyun." Lemah suara wanita itu.

"Nampaknya, kau sedang patah hati Nona Byun..?"

"Panggil saja aku Baekhyun. Tahu dari mana?" Baekhyun menatap Jongin sejenak, dan menyadari ketampanan sosok Jongin yang sungguh menggugah hasrat.

"Nampak sekali di raut wajahmu Baekhyun. Bahwa kau tak bergairah."

"Yah.. memang. Memang aku sedang patah hati. Aku sedang di tinggal pergi oleh lelaki yang terus ku rindukan siang dan malam." Baekhyun menatap Jongin sendu.

"kalian bertengkar?" tanya Jongin hati-hati, takut menyinggung perasaan Baekhyun.

"Tidak.."

"Lalu kenapa?" Jongin nampak tertarik dengan cerita percintaan Baekhyun

"Orang tuanya tak menyetujui hubungan kami, dan dia sudah di jodohkan dengan gadis lain."

"Dia .. setuju?" Tanya Jongin lagi. Meski Jongin tahu pasti jawabannya. Karena tersirat jelas di wajah Baekhyun.

"Ya. Dia akan menikahinya, meskipun dia tahu betapa hancurnya hatiku."

Jongin terkejut. Benar-benar tak masuk di akal. Masalah yang sedang di hadapi Baekhyun, sama seperti masalahnya. Bedanya, hanya karena ia lelaki dan Baekhyun perempuan.

"Kau sama sepertiku Baek.." Jongin berujar lirih, menatap sendu ke hamparan laut saat bayang-bayang Kyungsoo mulai memenuhi pikirannya. Dan Baekhyun menatapnya tak percaya.

"Aku pun sama sepertimu. Bedanya, aku berada di posisi lelaki itu. namun, aku masih mencintai kekasih ku."

"Kau tak menemuinya? Tak berusaha menolak?" Tanya Baekhyun penasaran. Tersirat sedikit kekecewaan dan amarah di sorot pandangannya.

"Sudah. Namun nihil. Sudah lima bulan ini aku tak bertemu dengannya. Dirinya menghilang. Dan aku tak tahu keberadaannya."

"Kau tak berusaha?" Baekhyun tak lagi menutupi kemarahannya.

"Sudah. Namun nampaknya, ia membenciku karena sebuah kesalah pahaman. Hingga ia memutuskan tuk pergi dari kehidupanku."

"Huhh.. gadis yang malang. Yah,, nampaknya kita senasib." Baekhyun berucap lirih sembari meghela nafasnya panjang.

"Ya. Aku pun tak menyangka kau mengalami hal yang sepertiku, Baek.."

"Ya, semua kebetulan.."

Dan waktu berlaru dengan perbincangan mereka yang cukup lancar. Terkesan telah mengenal lebih lama. Tak ada kecanggungan lagi di antara mereka berdua. Mereka sama-sama senasib.

"Baekhyun.." Panggil Jongin.

"Ne…?"

"Kau sudah lama berhubungan dengan lelaki itu..?"

"Ya. Hampir tiga tahun lamanya." Jawab Baekhyun sembari merenung, mencoba mengingat-ingat kisah cintanya yang manis. Dahulu.

"Waktu yang cukup lama." Jawab Jongin sembari meringis.

"Ya, benar. Dan siapa yang akan tahu, bahwa semuanya akan berakhir sebegini tragisnya..?"

"Kita hanyalah manusia yang tak mampu menolak kkehendak takdir. Kita hanya mampu menerimanya, dengan tabah dan berusaha menjalaninya.."

"Entahlah Jongin. aku hampir tak bisa menerimanya.." Baekhyun menundukkan wajahnya. Menahan buliran air mata yang akan menitik.

"Ya. Kau benar. Aku pun merasa sangat sulit untuk menerimanya.."

Tanpa sadar, Jongin menyentuh jemari Baekhyun yang sedang menunduk. Baekhyun bergetar perasaannya. Di pandanginya dalam dalam wajah Jongin yang tampan rupawan. Ketampanan jongin membuat dirinya lupa akan masalahnya. Membuat Baekhyun lupa akan mantan kekasihnya yang telah menaburkan luka abadi di hatinya.

Jongin pun demikian. Kecantikan dan kelembutan yang terpancar dari mata teduh Baekhyun telah membuat dirinya terhobur dengan sendirinya. Membuat ia melupakan sejenak kereseahan dalam hatinya. Hatinya benar-benar tersentuh akan kelembutan dan kerapuhan Baekhyun.

"Bukan kah kita senasib?" Tanya Jongin ambigu.

"Ya. Lalu kenapa?"

"Alangkah beruntungnya aku bila bisa masuk kedalam hatimu ini." Kata Jongin sepontan.

Baekhyun terhenyak kaget, namun tak juga menyangkal bahwa kalimat Jongin berusan telah menyentuh hatinya. Menggetarkan jiwanya. Membuat kehangatan menjalari pipinya.

"Maukah kau bersatu denganku? Kita berusaha kegagalan kita dengan kebersamaan kita. Bukankah kita orang-orang yang gagal dalam hal percintaan?" Jongin dengan semangat mengutarakan perasaannya. Meski dalam hatinya masih meragu, apakah Baekhyun sependapat dengannya? Apakah Baekhyun menaruh hati padanya? "Aku akan berusaha menjaga hatimu" lanjut Jongin pada baekhyun yang tengah terbengong akan pengutaraan Jongin yang mendadak.

"Secepat itukah kau mengutarakan perasaanmu padaku? Bukankah kita baru saja kenal?"

"Aku tahu, tapi aku yakin kamu adalah orang yang baik, dan aku takkan menyesal telah mencintaimu apa adanya."

Baekhyun masih termengu menanggapi perkataan Jongin yang menurutnya masih terlalu dini.

"Aku masih trauma Jongin.." Jongin memandang wajah sayu Baekhyun Yang masih menampilkan raut sedihnya. Perasaan Jongin mrnjadi tidak karuan. Ia ingin sekali menghapuskan luka yang tengah Baekhyun rasakan. Dengan perlahan, Jongin mengamit tangan Baekhyun, meremasnya lembut, menghantarkan kenyamanan dan ketenangan. Jongin tahu, mungkin ia kini gila karena menawarkan sebuah hubungan oada orang yang baru saja ia kenal. Namun enntah mengapa, Jongin tak dapat menarik diri dari pesona Baekhyun.

"Aku sepenuhnya mengerti tentang apa yang kau rasakan saat ini. Aku tahu, kamu masih takut dan meragu. Aku tahu kamu masih trauma dan tak ingin gagal untuk yang kedua kalinya. Kita sama Baek, kita sama. Dan kita bisa sama-sama membantu untuk saling menembuhkan."

"Sebaiknya kita berteman saja dahulu Jongin.."

"Aku ingin lebih dari sekedar teman Baek. Apakah kau tak menyukaiku Baek? Makanya kau menolakku, begitu?"

"Bukan begitu Jongin, aku menyukaimu. Namun hanya sebatas teman. Berilah aku waktu untuk memikirkan semuanya."

"Aku ingin mengisi kekosongan hatimu. Dan aku ingin kau yang mengisi kekosongan hatiku juga Baek.."

"Terus terang, aku masih belum bisa mempercayai omongan laki-laki, Jongin."

"Termasuk aku, brgitu? Maafkan aku Baek. Aku tahu, aku takkan pantas menggantikan dirinya di hatimu. Aku laki-laki yang tak pantas bagimu." Jongin terunduk malu. Baekhyun menjadi serba salah. Perasaannya menjadi tak karuan. Sungguh ia merasa kasihan dan iba kepada lelaki yang menundukkan kepalanya itu.

"Kau mau kemana Jongin?"Tanya Baekhyun, saat dirasanya Jongin mulai bangkit dan melangkahkan kakinya menjauh.

"Sebaiknnya aku pergi. Aku tak pantas denganmu."

"Siapa bilang kau tak pantas? Tapi aku mohon pengertian darimu. Aku masih membutuhkan waktu untk berfikir tentang segala omonganmu."

"Apalah arti penantianku, bila kau saja sudah tak lagi mempercayai laki-laki?" Jongin memandang wanita yang ada di hadapannya dengan sorot mata yang terluka. Biarlah bila dirinya di anggap egois. Sekali saja. sekali saja ia ingin menjadi orang egois dan menjaga apa yang akan menjadi miliknya.

"Aku percaya kata-katamu. Namun aku masih membutuhkan waktu untuk memikirkan semuanya."

"Sungguh?" Binar bahagia memancar dari mta kitam kelam milik Jongin. senyum di wajah tampannya mengembang takkala dirinya mendapatkan anggukkan pasti dari Baekhyun. Dengan segera, di rengkuhnya tubuh Baekhyun dan memeluknya erat. Baekhyun yang masih terkaget, dengan segera melepaskan pelukan Jongin dan mendorongnya menjauh.

"Apa yang kau lakukan, Jongin?" Kilat marah dan takut tertera di pandangannya. Jongin tersenyum lucu.

"Maafkan aku. Aku hanya terlalu senang dan lupa daratan, karena jawabanmu. Maafkan aku sayang. jangan berprasangka buruk terhadapku.." Jongin mengelus pelan dan lembut surai hitam milik baekhyun.

"Heish.. aku tak seburuk itu, Jongin!" Baekhyun mengerucutkan bibirnya imut. Membuat Jongin mengerang gemas. Jongin memberanikan diri mencubit gemas kedua pipi Baekhyun. Sehingga baekhyun menjerit dan melotot kearahnya. mereka pun tertawa sepanjang waktu.

"Boleh aku meminta alamat rumahmu?" Baekhyun mengangguk pastii dan menuliskan alamat beserta no teleponnya di iphone Jongin. Jongin tersenyum senang setelah mendapatkan alamat dan no telephon gadis cantiknya itu.

"Kapan kau akan kerumahku, Jongin?"

"Besok! Besok aku akan datang kerumahmu. Aku sudah sangat tidak sabar untuk bertemu denganmu kembali." Jongin menjawab dengan teramat semangat. Membuat wajah Baekhyun merona samar karenanya. "Terimakasih karena telah membuka hatimu untukku. Dan telah memberikanku kesempatan kedua dalam hidupku untuk lebih mengenal dirimu." Jongin berucap tulus seraya memandang dalam mata Baekhyun.

"Terimakasih kembali karena kau telah jatuh cinta kepadaku yang hanya seorang gadis biasa."

"Tidak! Kau adalah gadis luar biasa yang ku temui. Kau bisa bertahan dalam keadaan seperti ini. Aku tahu ini sungguh berat bagimu. Terutama bagi kita berdua."

"Shhhtt.. jangan lagi kita bahas masalah itu." Baekhyun merajuk dengan sangat cantik. Membuat Jongin tersipu karenanya.

"kau cantik Baek. Aku seperti sedang mendapatkan keberuntungan saat ini."

"Kau sungguh perayu ulung Jongin!" Baekhyun tertawa sambil menutupi wajah Cantiknya dengan kedua tangannya. Jongin tertawa mendengar omongan Baekhyun. Jongin memandang wajah Bekhyun yang merona. Meraih dagunya agar dapat berhadapan dengannya.

"Aku akan kerumahmu besok, dan aku ingin kau menjawab pertanyaanku Baek. Aku sungguh tak sabar untuk memilikimu." Baekhun hanya dapat menganga karena ucapan romantis Jongin padanya. Sunguh bahagia hatinya kini akan kedatangan Jongin. Jongin pun mendekatkan wajahnya kepada Baekhyun. Meski ragu, namun Baekhyun dengan perlahan menutup kedua mata indahnya dan mulai menikmati kelembutan bibir Jongin yang menyentuh bibirnya.

.

.

.

Sementara itu, dilain tempat. Kyungsoo sedang termangu di dalam kamarnya. Dirinya hanya memandang kosong pada pemandangan yang tersaji di balik kaca jendela kamarnya. Hari-harinya penuh dengan penderitaan. Hatinya terus saja merasa sakit akan penghianatan yang telah di lakukan oleh kekasih tercintanya. Kesepian sungguh menyiksa batinnya. Kebencian terhadap laki-laki telah berkarat di hatinya. Kini yang ada hanyalah sorot kebencian dari setiap pandangan mata teduhnya. Benci seakan memakan kebaikan hatinya. Gairahnya terhempas dengan seiring kebencian hatinya kepada laki-laki.

.

.

.

.

.

.

.

TBC/END

.

.

Huftt.. akhirnya saya bisa update juga ya.. mmaafkan saya yang telah menelantarkan ff ini dalam kurun waktu yang cukup lama. Dikarenakan jadwal yang lumayan super-duper sibuk.. mohon dimaklum.

Adakah yang masih menantikan ff ini?

Jujur, sedikit banyak, saya merasa kurang bergairah untuk mengetik dan melanjutkan beberapa ff saya. Namun sahabat saya menggatakan bahwa saya harus menjadi orang yang profesional yang harus melanjutkan pekerjaan saya sampai tuntas.

Dan saya sedang berusaha untuk melanjutkan pekerjaan saya membuat ff ini. Semoga para pembaca dapat memahami saya, dapat menikmati hasil kerja saya, serta dapat memberikan apresiasinya melalui kolom review atau kolom fav, foll-nya. Saya sangat menghargai orang-orang yang menghargai tulisan-tulissan saya dengan meninggalkan jejaknya. Dan tak lupa, Saya mohon maaf jika ff ini kurang bermakna atau kurang berkesan.

Sekian cuap-cuapdari saya, saya sedang berusaha untuk update cepat. See you son guys..

#deepbow