Chapter 2

SEMUA TOKOH,LAGU(KALO ADA)TIDAK PUNYA AUTHOR SAYA CUMA MAKAI DARI PENGARANG ASLI .

KALO ADA SALAH MAKLUM AUTHOR JUUUGA MANUSIA

Seting zaman gk jelas/alur cepet

'Sepuluh ribu tahun yang lalu sebuah Moster membuat kekacauan di atas bumi,Juuby sang pembawa kehancuran menghancurkan apa saja yang ada orang orang takut untuk melawannya namun. ada seseorang yang mampu mengalahkannya dia bersama 12 orang yang di kenal sebagai 12 pelindung berasil mengalahkannya, orang itu kemudian menyegel mahluk itu dengan cara membaginya menjadi sembilan bagian dengan sisa kekuatannya dia mengubah tubuh Monster itu menjadi pedang konon siapa saja yang memiliki pedang itu tak akan ada yang bisa mengalahkannya,pedang itu di segel di suatu tempat tak ada yang tau di mana konon bila kesembilan Mahluk itu bersatu maka pedang itu akan keluar dan orang itu bernama...'

"kau membaca buku itu lagi Naru?"

"eh kaa-san,iya buku ini menarik."

'Rikudo sannin,sang penyelamat'

Naruto lalu menutup bukunya ,membaca merupakan salah satu Hobinya buku yang dia baca adalah kisah awal pengguna chakra dan pendekar pedang atau kisah awal Samurai takterasa Jam menunjukan pukul 11 siang berarti sudah waktunya berangkat.

"kaa-san,aku pergi dulu."

Dengan itu dia pergi dari rumah membawa bungkusan menuju pintu gerbang utama desa,disana ternyata sudah di tunggu oleh Tim 8, dia ingat bagai mana wajah ayahnya saat tau dia sendiri yang akan mengirim pedang pesanan, itu tak bisa di lupakan dan ada alasan lain dia ingin mengikuti pertemuan antara pembuat pedang yang ada di Suna sekaligus memberi pelajaran Pada seseorang,kenapa Tim 8 karena mereka tim yang tersisa di tambah masa liburnya sudah habis.

"maaf,membuat kalian menunggulama."

"tidak apa apa Naruto,oke mulai dari sekarang kami akan melindungimu."

Kata Kurenai Naruto kini memakai jubah putih bermotif api hitam jubah itu memiliki kerah setinggi telinganya,setelah mendengar brifing sebentar dari Kurenai Tim 8 bersama Naruto berangkat dari konoha menuju Suna, bagi samurai terlatih memang membutuhkan waktu dua hari karena atas permintaan Naruto mereka mempercepat walaupun dia bukan prajurit, seperti teman temannya dia masih bisa mengimbangi kecepatan Tim 8 mereka melompat melalui batang pohon.

"tak kusangka,kau bisa mengimbangi kami Naruto."kata Shino.

"walaupun aku bukan seperti kalian jangan remehkan aku soal begini aku juga bisa"

Kata Naruto pura pura tersakiti,dan itu mendapat kekehan dari Tim 8 harus diakui Naruto memiliki stamina yang diatas normal dia belum menunjukan tanta tanda kelelahan Kurenai melihat posisi mata hari sekarang menunjukan tengah Hari dan memutuskan beristirahat.

"Naruto-kun ini air."

Setelah mengucab terimakasih, dia lalu meminum air dari botol itu mereka beristirahat beberapa menit dan melanjutkannya lagi hingga, matahari hampir tenggelam beruntung mereka sampai di pinggiran kota mereka memutuskan untuk menyewa penginapan saja dari pada berkemah di hutan.

"hm..tinggal dua kamar berarti Kiba,Shino kalian sekamar dengan Naruto sedangkan Hinata denganku"

Perintah Kurenai dan di patuhi oleh muritnya mereka memasuki kamar masing masing ,sampai di dalam kiba langsung tidur dengan Akamaru sebagai bantal beruntung punya anjing besar,sedangkan Shino di sofa yang belum tidur adalah Naruto dia memutuskan keluar kamar,tanpa sepengetahuan dua penjaganya itu.

"beruntung aku di beri tahu oleh Orochimaru,awas kalo ketemu disana ku beri pelajaran kau."

Guman Naruto kalo di pikir sudah dua tahun tidak ada acara ini,ya mungkin mereka sibuk mengurus sesuatu atau karena kekacauan akir akir dia merasakan perasaan aneh akan terjadi sesuatu yang buruk dalam waktu yang dekat entah kapan dia taktau,lamunannya buyar karena merasa benda dingin menyentuh telinganya saat menoleh dia tau siapa pelakunya.

"mau minum,tampaknya ada yangkau pikirkan ?"

"tidak aku Cuma merasa akan terjadi hal buruk."

"apa maksutmu,Naruto-kun."

Naruto tidak menjawab,dia lebih memilih meminum minuman yang di kasih Hinata sedangkan Hinata menggembungkan pipi Naruto yang melihatnya hanya terkekeh pelan ,bukan menghibur malah mencubit pipi gadis di sampingnya itu.

"lepaskan Naruto-kun!"

Katanya sambil mencoba melepas cubitan Naruto di pipi tembem miliknya itu.

"kalo kau merajuk seperti ini, kau tampak seperti kelinci Hinata-chan"

Katanya sambil melepas cubitan diganti usapan di kepala bersurai indigo itu ,kini wajah Hinata sudah bersemu merah mendapat perlakuan Naruto saat ini,di matanya kini dia terlihat semakin tampan bila mengenakan Jubah serta sifat yang di tunjukannya kini ,soal itu dia belum tanya kenapa Naruto memakai Jubah.

"Naruto-kun,kenapa kau memakai jubah?"

"ho...karena "Naruto menggantung ucapannya

"iya"Hinata tampak serius,Naruto mendekat ke telinga Hinata dan membisikan jawabannya.

"RAHASIA"dengan itu dia memukul lengan milik Naruto,dia sudah babak belur karena kejailan sahabat yang diam diam dia sukai itu.

"sudah jangan Ngambek gitu,ayo kembali besok perjalanan masih panjang."kata Naruto berlalu di ikuti Hinata.

Pagi akirnya datang mereka lalu melanjutkan perjalanan perjalanan mereka terhalang karena mereka sampai di perbatasan,merek berhenti sekalian istiraht mereka tidak ambil resiko melintasi gurun dengan kondisi kurang fit.

"kita berhenti dulu,sekitar daerah ini ada sungai Kiba,Shino kalian isi persediaan air kita untuk berjaga"

Perintah Kurenai yang di perintah langsung pergi,jarak sungai memang tidak jauh Cuma berjarak 100 meter,sedangkan kedua orang tadi mengisi air Kurenai dan Hinata mengecek senjata milik mereka,Kurenai mengasah belatinya belatinya pangjangnya 30 cm memiliki dua mata ditengahnya ada 3 lubang yang semakin keatas semakin kecil,sedangkan Hinata dia melakukan hal yang sama.

"Hinata-chan."

"ada apa Naruto-kun?"

Kegiatan mengasah Hinata terhenti sebentar karena panggilan Naruto,dan seenaknya sendiri dia mengambil Pedang milik Hinata awalnya dia bingung,karena Naruto Cuma menyalurkan Cakra selama beberapa saat lalu pedang itu dikembalikan.

"sekarang kau coba di batu itu."

Kata Naruto sambil menunjuk batu seukuran 5 meter di samping kanannya,Hinata masih bingung dia memutuskan menurut satu ayunan batu seukuran 5 meter itu terbelah layaknya tahu,yang ada disana melebarkan mata minus Naruto.

"hebat kau Hinata."kata Kurenai.

"bagai mana,waktu itu belum sempat demontrasi kekuatan pedang itu,yang kulakukan tadi hanya menajamkan sedikit."

"kami kem-,APAA APAAAN INI"

Kata Kiba yang kaget karena ada batu besar yang terbelah dibagian tengah,belahan yang sempurna.

"tidak penting,ayo kita berangkat"

Kini perjalanan dilanjut teriknya matahari gurun,membuat perjalanan bagian ini menjadi sangat berat bahkan bagi Naruto yang biasa di tempat panas selama berjam-jam membuatnya sampai terpengaruh,beruntung matahari tidak berada di puncak selama beberapa jam ahkirnya,pintu gerbang suna sudah terlihat di kejahuan

"ahkirnya,kita sampai di Suna"

Kata Kiba dan di ikuti gonggongan Akamaru,setelah melapor di pos jaga mereka dikawal ke menara Kazekage selama perjalanan terlihat stan pameran,ya pameran yang diadakan setiap tahun yang kini suna adalah tuan rumah,takterasa mereka sampai di kantor Kazekage.

"permisi Kazekage-sama,ada tamu dari Konoha"

Kata chunnin yang mengantar rombongan,saat berbalik alangkah kagetnya Gara yang mengantar pedangnya adalah Naruto sendiri .

"Naruto,takmenyangka kau sendiri yang datang"

"hehe..sekalian menghadiri pameran,sudah dua tahun tidak diadakan."

"begitu rupanya,baik selamat datang di Suna"

Setelah menyerahkanpedang milik Gara,mereka lalu di antar kepenginapan yang telah disediakan Suna kini semakin ramai karena even ini banyak pembuat pedang dari berbagai negara datang ke Suna saat berjalan tanpa sengaja dia menabrak seseorang saat mengucap maaf dia tau siapa yang di tabrak.

"Naruto/Orihime"kata mereka bareng.

Sedangkan yang mengawal Naruto Cuma menatap dua orang itu,Naruto terlihat akrap dengan gadis berambut seperti jeruk itu.

"lama tidak bertemu,bagai mana kabarmu"

"baik dan siapa mereka Naruto-kun"

"mereka teman-temanku,ini Kiba,yang misterius itu Shino,yang bermata merah guru Kurenai,sedangkan ini Hinata,semua perkenalkan dia Orihime inoe."

"salam kenal Inoe-san"kata Tim 8

"Salam kenal"

"apa dia disini."

"iya,sampai ketemulagi Naruto-kun"

Setelah berpisah mereka melanjutkan ke penginapan,saat sampai dia menceritakan siapa itu Inoe dia sebenarnya bercerita karena paksaan Kiba.

"dia kenalanku dari Kumo,kalo kau suka dia lebih baik kau cari yang lain dia sudah punya suami."

"JANGAN BERCANDA,DIA SEUMURAN KITA"katanya

"aku tidak bercanda,oh siapa Nanti malam mau ikut jalan jalan,Hinata mau ikut"

Naruto mengalihkan topik pembicaraan,membiarjan Kiba di pojokan di temani anjing setianya sedangkan yang ditawari mengiyakan tidak di tawari mereka tetap ikut itu memang tugas mereka,takterasa sudah malam mereka lalu mengelilingi pameran sampai Mangsa Naruto tanpa sengaja ketemu.

"Kurosaki"

Saat yang di panggil menoleh dialalu mendapat kuncian ala pegulat,sedangkan yang lain Cuma bengong,mengetahui hal itu dia lalu memberi tanda tidak apa-apa yanglain membiarka hal gak jelas ini,setelah memberi pelajaran